• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BAGIAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN SEI(RE TARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI RIAU

N/A
N/A
abcd

Academic year: 2023

Membagikan " ANALISIS EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BAGIAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN SEI(RE TARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI RIAU"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 58

ANALISIS EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BAGIAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN SEI(RE TARIAT DEWAN

PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI RIAU Siska Fitriani Syamsudini1 & Detri Karya2

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Riau 1&2 [email protected]

Abstrak

Efektivitas adalah ukuran suatu organisasi, dimana kemampuan organisasi untuk mencapai segala keperluannya. Hal ini berarti organisasi mampu menyusun dan mengorganisasikan sumber daya pegawai untuk mencapai tujuan. Efektivitas Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai keterkaitan dengan hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas mereka dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sehubungan dengan hal dimaksud perlu diadakan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara terus menerus, sehingga mereka mampu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun organisasi Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebagai strategi penelitian. Adapun informan penelitian sebanyak 14 orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kerja Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau secara keseluruhan belum berjalan secara optimal, efektif dan efisien hal ini dikarenakan belum berjalannya koordinasi kerja yang baik antar sesama pegawai termasuk antara pegawai dengan anggota DPRD Provinsi Riau yang mereka layani. Selain itu masih kurangnya komitmen pimpinan dalam menerapkan penilai kinerja pegawai berbasis kompetensi yang merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya pencapaian tugas dan fungsi yang dilaksanakan oleh Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau. Adapun kendala yang menjadi penghambat dalam peningkatan efektivitas kerja Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau diantaranya: 1. Kurangnya penguatan kemampuan sumberdaya aparatur melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. 2. Ketersediaan sarana dan prasarana kerja untuk menunjang Kegiatan Bidang Perencanaan dan Keuangan Sekretariat DPRD Provinsi Riau.

3. Rendahnya komitmen pimpinan dalam menyelenggarakan penilaian kinerja pegawai.

4. Kurangnya Penegakan Disiplin yang baik terhadap pegawai.

Kata Kunci : Efektivitas Kerja, Pegawai Negeri Sipil

Abstract

Effectiveness is the measure of an organization, where the organization's ability to achieve all its needs. This means that the organization is able to organize and organize employee resources to achieve goals. The effectiveness of civil servants (PNS) has a relationship with the results of employees' work in carrying out their duties and will further affect the achievement of organizational goals. In connection with this, it is necessary to hold continuous construction of Civil Servants, so that they are able to produce something useful

(2)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 59

for themselves and the organization of the Secretariat of the Riau Province DPRD. This research uses qualitative methods with a case study approach as a research strategy. As for the research informan as many as 14 people. The results showed that the effectiveness of the work of Civil Servants in the Finance and Planning Section of the Secretariat of the Riau Provincial Representative Council as a whole has not run optimally, effectively and efficiently this is because there has been no good coordination of work between fellow employees including between employees and members of the Riau Provincial Parliament they serve. In addition, there is still a lack of leadership commitment in implementing competency-based employee performance assessors which is one of the indicators of the success or absence of the achievement of tasks and functions carried out by the Finance and Planning Section of the Secretariat of the Regional Representative Council of Riau Province.

The obstacles that are obstacles in increasing the effectiveness of civil servants' work in the Finance and Planning Section of the Secretariat of the Regional Representative Council of Riau Province include: 1. Lack of strengthening the ability of apparatus resources through the implementation of education and training. 2. Availability of work facilities and infrastructure to support Planning and Finance Activities of the Secretariat of the DPRD of Riau Province. 3. Low commitment of the leadership in conducting employee performance assessments. 4. Lack of good discipline enforcement of employees

Keywords: Effectiveness of Work, Civil Servants

PENDAHULUAN

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi yang selanjutnya disebut Sekretariat DPRD Provinsi merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD Provinsi, dipimpin oleh seorang Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Daerah Provinsi. Sekretariat DPRD adalah satu organisasi daerah di provinsi Riau yang resmi terbentuk berdasarkan Peraturan daerah Provinsi Riau Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Organisasi dan taat kerja sekretariat daerah dan sekretariat DPRD Provinsi Riau, yang merupakan amanat dari peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2017 tentang Organisasi perangkat daerah.

Sekretariat DPRD menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk menyelenggarakan tugasnya Sekretariat DPRD mempunyai fungsi penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD; Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD; Penyelenggaraan rapat-rapat DPRD; dan menyediakan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan DPRD.

Efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan dalam setiap organisasi. Efektivitas disebut juga efektif, apabila tercapainya tujuan atau sasaran yang telah ditemukan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Soewarno (2014:67) yang mengatakan bahwa efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Siagian (2010:43), efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang telah ditetapkan. Artinya apakah pelaksanaan tugas dinilai baik atau tidak, sangat tergantung bila tugas itu diselesaikan atau tidak, terutama menjawab pertanyaan

(3)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 60

dan bagaiman cara melaksanakan dan berapa biaya anggaran yang dikeluarkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja adalah kemampuan kerja bagi pegawai untuk dapat bekerja secara maksimal dengan membawa keuntungan bagi organisasi dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pemikiran mengenai perlunya efektivitas kerja pegawai pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau didasarkan pada kenyataan bahwa selama ini memang efektivitas kerja PNS pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau sudah sangat teruji dan mampu mencapai target pekerjaan yang menjadi tugas dan fungsi bagian tersebut. Sebagai salah satu bukti bagaimana sebelumnya efektivitas kerja pegawai pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau berjalan baik terlihat pada laporan realisasi fisik dan keuangan yang diinput pada sistem e-Monev Provinsi Riau dimana Sekretariat DPRD Provinsi Riau termasuk instansi yang selalu tepat waktu dalam melaporkan dan mengupdate realisasi fisik dan keuangan pada sistem e-Monev Riau. Prestasi ini tidak terlepas dari efektivitas kerja pegawai pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau masih berjalan dengan baik

Sementara itu jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, dapat dilihat bahwa belum semua pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau memiliki kualitas yang dapat diandalkan untuk bisa meningkatkan efektivitas kerjanya. Kurangnya kualitas ini dapat dilihat dari belum semua pegawai dapat memahami dan menerjemahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan tugas yang diembankannya secara tepat, karena kurangnya dukungan ilmu pengetahuan, keahlian serta keterampilan yang dimiliki oleh para pegawai, hal itu merupakan salah satu penyebab para pegawai sering harus menunda pekerjaan dan menunggu instruksi dari pimpinan, karena tidak bisa memutuskan tindakan apa yang semestinya dilakukan jika dalam operasional pelaksanaan tugas menghadapi hambatan. Salah satu langkah kongkrit yang diduga bisa meningkatkan efektivitas kerja pegawai pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Provinsi Riau adalah mendayagunakan pegawai yang bersangkutan, melalui pengembangan pegawai, baik dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan, kemampuan, keahlian, keterampilan atau daya kerjanya, maupun dengan meningkatkan kesejahteraan, gairah dan semangat kerjanya.

Adapun fenomena masalah efektivitas kerja pegawai pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Provinsi Riau adalah sebagai berikut:

1) Munculnya Virus Covid-19 di Lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Riau sehingga banyak menyebabkan pegawai beserta anggota DPRD Provinsi Riau terserang virus tersebut dan hal ini membuat Pemerintah Provinsi Riau melalui Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 125/SE/2020 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Adanya kebijakan ini membuat para pegawai yang ada di Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Provinsi Riau tidak efektif dalam menjalankan tugastugasnya termasuk memberikan pelayanan keuangan kepada anggota DPRD Provinsi Riau.

2. Masih terbatasnya pemahaman pegawai pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Provinsi Riau terkait perencanaan penyusunan anggaran DPRD Provinsi Riau yang baik, efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-

(4)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 61

undangan yang berlaku sehingga berdampak kepada partisipasi pegawai dalam penyusunan anggaran menjadi kurang efektif dan efisien dan lebih-lebih cenderung mengulang kegiatan-kegiatan yang sama pada setiap tahunnya.

3. Masih ditemuinya perilaku kerja pegawai yang sering datang terlambat saat jam kerja sudah berlangsung dan terkadang tidak berada di ruangan kerja ketika pimpinan membutuhkan dirinya sehingga pada saat penugasan pekerjaan khususnya dalam penyusunan anggaran yang ada di Sekretariat DPRD Provinsi Riau yang dilaksanakan oleh Bagian Keuangan Dan Perencanaan tidak dapat terskedul dengan baik dan cenderung tidak sesuai jadwal yang telah di tetapkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau. Selain itu dalam pengusulan program dan kegiatan masing-masing bagian juga sering tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan, akibatnya pimpinan tertinggi yakni Sekretaris Daerah Provinsi Riau sulit menetapkan capaian kinerja dari Sekretariat DPRD Provinsi Riau

4. Lemahnya kompetensi kerja dan pemahaman pimpinan pada masing-masing Subbagian yang ada di Sekretariat DPRD Provinsi Riau khususnya dalam pelaksanaan penyusunan anggaran yang ada pada masing-masing bagian sehingga munculnya kegiatan-kegiatan yang terkesan diulang-ulang setiap tahunnya padahal kegiatan tersebut tidak memberikan dampak terhadap efektifitas organisasi ditengah masyarakat, kemudian dalam penyusunan anggaran pada masing-masing bagian terutama pada Bagian Keuangan dan Perencanaan cenderung hanya dilakukan oleh tenaga kontrak ataupun staf yang kurang paham terkait perencanaan anggaran sedangkan pimpinan setara Kepala Sub Bagian dan Kepala Bagian cenderung hanya menerima laporan dan hasil jadinya saja sehingga berdampak kepada ketepatan pelaksanaan anggaran pada saat disahkan menjadi Rencana Kerja (Renja) OPD

5. Rendahnya kemampuan kerja pegawai terutama dalam hal penganggaran kegiatan hal ini disebabkan pegawai tidak memiliki keahlian bagian perencanaan keuangan sehingga berakibat masih ditemukannya kegiatan-kegiatan yang sudah dilarang oleh peraturan perundang-undangan seperti kegiatan rapat koordinasi, seminar, lokakarya, outbond dan orientasi namun dalam pelaksanaannya Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Provinsi Riau masih menganggarkannya, serta masih adanya kegiatan yang ada pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau yang tidak sesuai antara kode rekening dengan tujuan program dan kegiatan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga berakibat kepada anggaran tidak bisa dilaksanakan dan berdampak kepada SILPA organisasi pada akhir tahun anggaran pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau

Sasaran anggaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau cenderung tidak tepat sasaran dan kurang adanya perencanaan anggaran yang baik sehingga terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dengan baik pada tahun berjalan dan hal ini penyebab terjadinya rasionalisasi anggaran yang berimplikasi terhadap menurutnya kinerja keuangan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Keadaan ini merupakan dampak dari rendahnya efektivitas kerja dari PNS yang ada pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau terutama partisipasi mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparatur negara.

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis efektivitas kerja serta kendala Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau.

(5)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 62

KERANGKA TEORI Organisasi Publik

Dalam literatur manajemen publik, pengertian organisasi publik bermula dari konsep “barang publik” (publik goods), yaitu adanya produk-produk tertentu berupa barang dan jasa yang tidak dapat dipenuhi dengan mekanisme pasar yang dilakukan individu-individu (Ahmad, 2012:89).

Konsep ini menunjukkan adanya produk-produk yang bersifat kolektif dan harus diupayakan secara kolektif pula. Beberapa bidang tertentu yang bersifat kolektif di mana organisasi publik memainkan peranannya, misalnya penegakkan hukum, pelayanan kesehatan, pendidikan, keamanan nasional, dan lain sebagainya. Semua ini tidak bisa diupayakan secara individual. Organisasi publik diadakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, yaitu pelayanan-pelayanan yang tidak dapat diusahakan sendiri secara terpisah oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, fungsi organisasi publik adalah mengatur pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat secara umum

Efektivitas Kerja

Menurut Subagyo (2011:76) efektivitas adalah kesesuaian antara output dengan tujuan yang ditetapkan. Efektivitas adalah suatu keadaan yang terjadi karena dikehendaki. Menurut Steers (2014:133) efektivitas harus dinilai atas dasar tujuan yang bisa dilaksanakan, bukan atas dasar konsep tujuan yang maksimum.

Menurut Gie (2010:212) kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu dan memang dikehendaki, maka pekerjaan orang itu dikatakan efektif bila menimbulkan akibat atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki sebelumnya. Dengan kata lain bahwa suatu hasil dikatakan mencapai efektivitas jika hasil tersebut benar-benar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk ketentuan yang berlaku.

Menurut Emerson dalam Handayaningrat (2010:89) efektivitas merupakan penilaian hasil pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektifitas perlu diperhatikan sebab mempunyai efek yang besar terhadap kepentingan orang banyak. Efektivitas berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata lain sasaran tercapai karena adanya proses kegiatan. Efektivitas juga dapat dipandang agar pelaksanaan administrasi lebih mencapai hasil seperti apa yang direncanakan, mencapai sasaran tujuan yang ingin dicapai dan lebih berhasil guna.

Efektivitas Kerja

Menurut Moeheriono (2015:131) bahwa indikator efektifitas kerja pegawai dapat diukur berdasarkan empat aspek yaitu sebagai berikut:

1) Hasil kerja

Hasil kerja yaitu keberhasilan pegawai dalam pelaksanaan kerja (output) biasanya terukur seberapa besar jumlah yang telah di hasilkan, berapa jumlahnya dan berapa besar kenaikannya. Hasil kerja diukur secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan tanggung

(6)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 63

jawab yang diberikan kepadanya. Hasil kerja pegawai berhubungan dengan seberapa baik pekerjaan yang dihasilkan berdasarkan standar kerja yang ditetapkan.

2) Perilaku

Perilaku yaitu aspek tindak tunduk pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya, seperti suatu sikap yang ditunjukkan seorang pegawai dalam lingkungan kerja dan dapat mengaktualisasikan dirinya melalui sikap dalam bekerja. Perilaku menunjukkan tindakan dalam melaksanakan tugas-tugas yang ada di tempat pegawai bekerja.

Perilaku yang baik yang ditunjukkan oleh seorang pegawai dapat dinilai dari segi kedisiplinan, kesopanan dan tanggung jawab pegawai dalam bekerja.

3) Atribut dan Kompetensi

Atribut dan Kompetensi, yaitu suatu kemahiran dan penguasaan pegawai sesuai tuntutan jabatan, hal ini berkaitan dengan kemampuan, pengetahuan/wawasan dan sikap yang dijadikan pedoman dalam melakukan tugas dan tanggung jawab pekerjaan sesuai tuntutan jabatan. Dapat dinilai dari pengetahuan, keterampilan, dan keahlian.

4) Koordinasi

Koordinasi yaitu suatu kegiatan menertibkan, mengatur atau menciptakan seluruh hal berjalan dengan lancar secara bersama-sama sehingga elemen-elemen yang sangat kompleks agar semuanya bisa terintegrasi dan bisa bekerjasama secara efektif dan harmonis.

Kerangka Pemikiran

Gambar 1 Kerangka Pemikiran

Sumber: Modifikasi Penulis Tahun 2021

(7)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 64

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini desain penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau. Peneliti menggunakan metode ini bertujuan menganalisis efektivitas kerja serta kendala pegawai negeri sipil pada Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau. Data primer dalam penelitian ini berupa wawancara langsung terhadap informan yang sudah ditetapkan terutama wawancara yang lebih mendalam dengan informan kunci penelitian.

Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dan literatur review serta data penunjang lainnya berupa tugas dan fungsi Bagian Keuangan dan Perencanaan dan Struktur Organisasi Sekretariat Dewan Provinsi Riau.

Definisi Variabel Penelitian

1) Efektivitas adalah penilaian hasil pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

2) Efektivitas kerja ialah tolak ukur kemampuan menjalankan fungsi, tugas dan rencana organisasi seperti apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

3) Indikator dari efektivitas kerja, yaitu:

a. Hasil kerja yaitu keberhasilan pegawai dalam pelaksanaan kerja (output)

b. Perilaku kerja yaitu aspek tindak tunduk pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.

c. Atribut dan Kompetensi, yaitu suatu kemahiran dan penguasaan pegawai sesuai tuntutan jabatan,

d. Koordinasi yaitu suatu kegiatan menertibkan, mengatur atau menciptakan seluruh hal berjalan dengan lancar secara bersama-sama sehingga elemen-elemen yang sangat kompleks agar semuanya bisa terintegrasi dan bisa bekerjasama secara efektif dan harmonis.

Tabel 1. Konsep Operasional Variabel Efektivitas Kerja

Konsep Variabel Indikator Sub Indikator Ukuran

Efektivitas Kerja adalah tolak ukur kemampuan menjalankan fungsi, tugas dan rencana organisasi seperti apa yang sudah direncanakan sebelumnya

Subagyo (2011:76)

Efektivitas Kerja

Hasil Kerja • Target yang dicapai

• Sasaran kerja terarah • Sangat Efektif

• Kurang Efektif

• Tidak Efektif Perilaku

Kerja • Kedisiplinan pegawai

• Tangungjawab pegawai • Sangat Efektif

• Kurang Efektif

• Tidak Efektif Atribut dan

Kompetensi • Kemahiran dalam bekerja

• Wawasan kerja yang luas

• Sangat Efektif

• Kurang Efektif

• Tidak Efektif Koordinasi • Menjalankan secara

bersama-sama

• Terintegrasi secara efektif

• Sangat Efektif

• Kurang Efektif

• Tidak Efektif Sumber: Modifikasi Penulis Tahun 2021

Teknik Analisa

Data Dalam penelitian ini metode analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis deskriptif. Analisis data dilakukan secara kualitatif dimana yang dibahas adalah

(8)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 65

permasalahan yang terjadi terkait efektivitas kerja Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau.

Ada beberapa aktivitas dalam analisis data yaitu terdapat beberapa aktivitas dalam analisis data yaitu: Pertama, Reduksi Data yaitu merangkum dan memfokuskan hal-hal yang penting dalam penelitian dengan mencari tema dan pola hingga memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk mencari data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Kedua, Penyajian Data yaitu penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Kegiatan reduksi data dan proses penyajian data adalah aktivitas-aktivitas yang terkait dengan proses analisis data model interaktif yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Ketiga, Kesimpulan yaitu usaha penarikan arti data yang telah ditampilkan. Pemberian makna ini tentu saja sejauh pemahaman peneliti dan interpretasi yang dibuatnya. (Agusalim, 2012)

PEMBAHASAN

Efektivitas Kerja Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau Di Ukur Dari Indikator Hasil Kerja

Gambaran hasil kerja Tahun 2020 dibandingkan dengan Target Renstra dapat dijabarkan bahwa realisasi persentase capaian layanan tugas dan fungsi Lembaga DPRD Provinsi Riau pada tahun 2020 mencapai target sebesar 96,55% dengan capaian kinerja sebesar 106,09%, realisasi capaian layanan hak-hak keuangan, administratif dan keprotokolan DPRD pada tahun 2020 mencapai target sebesar 95,73% dengan capaian kinerja sebesar 105,19% dan persentase capaian layanan peningkatan kapasitas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD pada tahun 2020 mencapai target sebesar 91,01% dengan capaian kinerja sebesar 100%. Sebagaimana yang disebutkan diatas bahwa secara keseluruhan target akhir renstra pada DPRD Provinsi Riau yang dijalankan oleh Bagian Keuangan dan Perencanaan adalah sebesar 95% dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2020 telah melebihi target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang didapat penulis dari Kepala Bagian Keuangan dan Perencanaan Bapak Irwan Suryadi MM, bahwa hasil kerja yang mereka capai selama ini berkat usaha dan kerja keras dari semua pegawai, selain itu beliau juga menyampaikan ada beberapa upaya yang dilakukan dalam mendapatkan hasil kerja yang maksimal ini, adapun upaya yang telah dilakukan diantaranya: 1) Meningkatkan profesionalisme aparatur dan menyusun pedoman/ juknis tata laksana layanan tugas-tugas legislasi Alat Kelengkapan DPRD. 2) Menyusun pedoman/ juknis tata laksana layanan hak-hak keuangan, administratif dan keprotokolan Pimpinan dan Anggota DPRD serta meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur layanan keprotokolan dan kehumasan.

3) Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan terhadap pelaksanaan bimtek, pelatihan dan orientasi yang tepat waktu.

Menurut Rio Amanda S.Kom Selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan upaya yang dilakukan dalam mendapatkan hasil kerja yang maksimal berkat dari komitmen bersama semua pegawai dalam mendapatkan hasil yang maksimal, sebagaimana hasil wawancara berikut ini:

“Saya akui untuk hasil kerja sejauh ini kami sudah maksimal melakukannya selain itu kami juga memiliki upaya-upaya yang cukup

(9)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 66

berhasil dilakukan demi meningkatkan hasil kerja yang lebih maksimal dan ini semua bagian dari kerjasama yang sangat efektif dari seluruh pegawai yang ada pada Bagian Keuangan dan Perencanaan”.

(Wawancara dengan Rio Amanda S.Kom Selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan, tanggal 03 Desember 2021

Hal senada juga disampaikan oleh Ovan Ramadhano, ST Selaku Kasubbag Keuangan dan Perjalanan Dinas, sebagaimana hasil wawancara berikut ini:

“Selaku pimpinan sub bidang saya memiliki kewajiban untuk menjalankan kegiatan dengan target hasil akhir yang maksimal. Sejauh ini target hasil kerja tersebut dapat saya capai dengan baik, kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya itu saya anggap bagian dari dinamika kerja yang terpenting saya tetap bekerja sesuai dengan target yang telah diberikan oleh organisasi kepada saya”. (Wawancara dengan Ovan Ramadhano, ST Selaku Kasubbag Keuangan dan Perjalanan Dinas, tanggal 03 Desember 2021)

Kemudian Edwin Noviansyah, M.Si Selaku Kasubbag Verifikasi dan Pelaporan juga menyampaikan pendapatnya sebagai berikut:

“Secara pribadi kalau dinilai hasil kerja Bidang Keuangan dan Perencanaan sudah sangat tinggi dan memuaskan semua pihak, kami dapat mencapai target yang ada dan realisasinya lumayan tinggi.

Selama kami bekerja memang melibatkan SDM yang ada denga segala keterbatasan yang dimiliki namun semua itu tidaklah menjadi alasan untuk kami guna mendapatkan hasil kerja yang baik. Kami disini senantiasa menjalin koordinasi kerja antar subbagian dan kami juga selalu melakukan rapat rutin untuk mengevaluasi hasil kerja yang didapat dan menganalisa secara bersama-sama hambatan apa saja yang membuat hasil kerja kurang maksimal. Tantangan kedepan saya kira semakin berat untuk mendapatkan hasil kerja yang baik seperti sekarang ini, namun saya berharap semoga kami dapat melaluinya dengan baik.” (Wawancara dengan Edwin Noviansyah, M.Si Selaku Kasubbag Verifikasi dan Pelaporan, tanggal 03 Desember 2021)

Berdasarkan data yang telah disampaikan dan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan penelitian maka dapat ditarik kesimpulan terkait efektivitas kerja Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau di ukur dari indikator hasil kerja sejauh ini sudah masuk kategori sangat efektif, hal ini diketahui dari capaian hasil kerja Bagian Keuangan dan Perencanaan adalah sebesar 95% dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2020 telah melebihi target yang telah ditetapkan. Kemudian Bagian Keuangan dan Perencanaan juga telah melakukan beberapa upaya guna mendapatkan hasil kerja yang maksimal dan hal ini cukup berhasil dalam membantu meningkatkan kinerja organisasi dari Sekretariat DPRD Provinsi Riau secara keseluruhan.

(10)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 67

Efektivitas Kerja Bagian Keuangan Dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau Di Ukur Dari Indikator Perilaku Kerja

Dari data tabel terkait target kinerja pelaporan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau Tahun 2021 dapat diketahui dari 12 bulan pelaporan kinerja pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan yang selanjutnya diinput kedalam sistem e-Monev realisasi kinerjanya tidak ada yang mencapai 100% bahkan cenderung ada beberapa bulan yang hanya sampai 50%. adanya permasalahan capaian kinerja pelaporan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa efektivitas kerja pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau belumlah berjalan secara efektif. Salah satu hal yang membuat rendahnya capaian kinerja Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau ini diantaranya kurangnya anggaran dana yang diperuntukkan bagi program pelatihan dan sosialisasi peningkatan kemampuan para pegawai dalam menguasai pelaporan keuangan berbasis IT dan hal ini disebabkan selama 3 tahun belakangan ini selalu terjadi rasionalisasi anggaran pada APBD Provinsi Riau serta adanya refocusing anggaran untuk penanganan wabah Covid- 19 di Provinsi Riau.

Menurut data yang diperoleh peneliti dari wawancara langsung dengan Bapak Muflihun, M.AP selaku Sekretaris DPRD Provinsi Riau menyebut bahwa agar dalam pelaksanaan pencapaian capaian kinerja pelaporan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan tidak melenceng dari apa yang mereka harapkan dapat diketahui dari hasil wawancara berikut ini:

“Untuk pelaksanaan pencapaian kinerja pelaporan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan pada sistim pelaporan keuangan e-Monev yang ada pada Pemerintah Provinsi Riau sudah jelas seperti apa target yang harus kami capai dan bagaimana mekanisme pekerjaan yang harus kami lakukan. Sekarang ini tinggal kepada kami saja apakah mampu menjalankan amanah tersebut sebagaimana yang tekah diatur dalam peraturan Peraturan Gubernur Riau tersebut”

(Wawancara dengan Bapak Muflihun, M.AP Selaku Sekretaris DPRD Provinsi Riau tanggal 3 Desember 2021)

Adanya tekad yang kuat dan kesadaran yang tinggi dari para pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dalam pelaksanaan pencapaian kinerja kegiatan pelaporan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan maka diharapkan dapat memberikan dampak peningkatan efektivitas kerja yang baik untuk kepentingan organisasi Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Dalam hal ini sikap tanggung jawab pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau tidak hanya pada memahami aturan perundang-undangan, mentaati peraturan kerja saja tetapi pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau juga harus berupaya untuk dapat terbuka dalam menerima inovasi-inovasi dalam bidang kerja mereka karena memang sudah sewajarnya seiring dengan era digital saat ini pemerintah daerah cenderung menggunakan e-Goverment dalam menjalankan aktivitas kerjanya apalagi kondisi penyebaran Covid-19 masih tinggi sehingga penggunaan sistem teknologi informasi sangat dibutuhkan.

(11)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 68

Efektivitas kerja Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau di ukur dari indikator Atribut dan Kompetensi

Atribut pegawai dan kompetensi pegawai yang ada pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau, maka penulis melakukan wawancara dengan Irwan Suryadi MM Selaku Kepala Bagian Keuangan dan Perencanaan sebagaimana hasil wawancara berikut ini:

“Selaku pimpinan sudah barang tentu saya menginginkan pegawai yang memiliki atribut yang baik dan kompetensi yang mampu mendukung kelancaran pelaksanaan kerja pegawai sehari-hari.

Selama ini kami terus berusaha meningkatkan kemampuan pegawai melalui adaya kegiatan dan pelatihan, seminar serta bimbingan terkait pelaksanaan dan penyusunan rencana keuangan dan program yang menjadi tugas dan fungsi dari Bagian Keuangan dan perencanaan.

Secara kuantitas kompetensi pegawai disini sudah cukup merata, dibeberapa subbagian para pegawainya malahan memiliki kelebihan dalam menguasai pekerjaannya dan saya berharap pegawai dengan atribut dan kompetensi kerja yang baik dapat mentranfer dan berbagi ilmu demi kemajuan bersama”. (Wawancara dengan Irwan Suryadi MM Selaku Kepala Bagian Keuangan dan Perencanaan, tanggal 03 Desember 2021)

Berdasarkan temuan penelitian terkait atribut dan kompetensi yang dimiliki oleh pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dikelompokkan dalam 5 aspek yang diantaranya: 1) Keterampilan pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dalam menjalankan tugas, yaitu keterampilan untuk melaksanakan tugas-tugas rutin pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan sesuai dengan standar kerja yang berlaku pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau. 2) Keterampilan mengelola tugas , yaitu keterampilan pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau untuk mengelola serangkaian tugas yang berbeda yang muncul di dalam pekerjaan dan ini biasanya bersifat lintas bidang. 3) Keterampilan pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau mengambil tindakan, yaitu keterampilan mengambil tindakan yang cepat dan tepat bila timbul suatu masalah di dalam pekerjaan pengelolaan keuangan dan perencanaan kegiatan. 4) Keterampilan pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau bekerja sama, yaitu keterampilan untuk bekerja sama serta memelihara kenyamanan lingkungan kerja yang ada pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau. 5) Keterampilan pegawai Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau beradaptasi, yaitu keterampilan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru terutama dengan anggota DPRD Provinsi Riau.

Berdasarkan hasil wawancara dan fakta di lapangan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa atribut dan kompetensi pegawai dalam menjalankan tugas kerja sehari-hari dapat diketahui dari hasil laporan realisasi fisik dan keuangan dapat dijabarkan bahwa telah terlaksana dengan efektif melalui program dan kegiatan Sekretariat DPRD Provinsi Riau yang menjadi tugas utama Bagian Keuangan dan Perencanaan dimana pada tahun anggaran 2020 dengan capaian fisik sebesar 98,46%

dan capaian keuangan sebesar 95,03%. Capaian Kinerja Program dan Kegiatan Sekretariat DPRD Provinsi Riau memang masih 136 memerlukan perbaikan dan

(12)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 69

peningkatan kualitas pelayanan dimasa yang akan datang oleh karena itu peningkatan atribut dan kompetensi pegawai akan terus dilakukan dengan cara meningkatkan anggaran yang ada pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau dan menguatkan efektivitas kerja yang selama ini masih dalam proses menuju kearah yang lebih baik. Kemudian tantangan kedepan dalam peningkatan efektivitas kerja para pegawai akan dilakukan pada ruang lingkup peningkatan atribut dan kompetensi sumber daya manusia, standar operasional dan prosedur, sistim informasi, standar pelayanan minimal dan tingkat kepuasan masyarakat.

Efektivitas kerja Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau di ukur dari indikator Koordinasi

Koordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen koordinasi sebagai pencapaian usaha kelompok secara teratur dan kesatuan tindakan dalam mencapai tujuan bersama. Terkait dengan hal-hal tersebut sebagai upaya menyerasikan tugas bersama, tugas bagian-bagian, guna mewujudkan tujuan keseluruhan. Dalam organisasi fungsi koordinasi dipandang sangat penting dalam mewujudkan keselarasan atau kesatuan tindakan demi tercapainya tujuan organisasi tersebut yang bisa di capai secara efektif dan efisien.

Dari hasil gambaran realisasi kinerja tahun 2020 dengan sasaran strategis bahwasanya telah mencapai sasaran, hal ini ditunjukkan dengan hasil penilaian realiasasi kinerja pada kategori “Sangat Tinggi” artinya Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau pada tahun 2020 telah berhasil meningkatkan layanan tugas dan fungsi Lembaga DPRD Provinsi Riau, meningkatkan layanan hak-hak keuangan, administratif dan keprotokolan DPRD serta meningkatkan layanan peningkatan kapasitas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD. Keberhasilan ini ditandai dengan capaian kinerja melebihi dari target yang ditetapkan dengan capaian melebihi 91%.

Hal ini membuktikan bahwa efektivitas kinerja Sekretariat DPRD Provinsi Riau melalui koordinasi antar lembaga telah terbangun dengan baik. Sementara itu guna menguatkan koordinasi yang telah dibangun maka diatur dalam SOP yang dijalankan yang berkaitan dengan capaian efektivitas kinerja pengelolaan keuangan dan penyusunan rencana kegiatan pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Keberadaan SOP ini sangat membantu para pegawai dalam mengkoordinasikan kerja dengan bidang-bidang yang ada pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Sebagaimana hasil wawancara penulis dengan Sekretaris DPRD Provinsi Riau Bapak Muflihun, M.Ap, sebagai berikut:

“Dalam proses pelaksanaan kegiatan ini kami berusaha bekerja sesuai aturan karena itulah SOP ini dibuat dan kami berharap dengan adanya SOP ini setiap pekerjaan memiliki alur-alur yang jelas dan dapat membantu para pegawai kami bekerja lebih baik lagi dan dapat pula membangun koordinasi kerja kearah yang lebih baik” (Wawancara dengan Bapak Muflihun, M.AP, selaku Sekretaris DPRD Provinsi Riau, tanggal 03 Desember 2021)

Selain dalam bentuk SOP, koordinasi kerja yang dilakukan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dalam pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi perencanaan dan anggaran, pembukuan serta pertangungjawaban pengelolaan keuangan juga dilakukan

(13)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 70

dengan bentuk koordinasi intern antar pimpinan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau mengingat kebijakan penyelenggaraan layanan untuk anggota DPRD Provinsi Riau tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Sekretariat DPRD Provinsi Riau saja akan tetapi merupakan tanggungjawab bersama Pemerintah Provinsi Riau. Dengan demikian adanya kerjasama dan koordinasi yang terjalin ini maka akan dapat membantu Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau mencapai target kinerja yang sudah direncanakan.

Bentuk koordinasi yang dilakukan oleh Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dengan OPD yang ada di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau adalah dengan cara mengadakan sosialisasi dengan mengikutsertakan anggota DPRD Provinsi Riau dengan harapan koordinasi antar lembaga dapat terjalin dengan baik.

Tujuan dari adanya koordinasi yang dilakukan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau adalah untuk memudahkan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dalam menyampaikan informasi kepada tentang kebutuhan dan keinginan DPRD Provinsi Riau dalam membangun dan mencapai Visi dan Misi Riau kedepannya, karena menurut data yang diperoleh peneliti pada wawancara langsung dengan Bapak H.M Arpah, M.Si selaku Anggota DPRD Provinsi Riau dari Komis B menyebut bahwa terkadang banyak anggota DPRD Provinsi Riau ini mencari beberapa informasi sendiri terkait penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. Hal tersebut terjadi karena walaupun Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau sudah memanfaatkan teknologi seperti pelaporan e-Monev yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Riau untuk memantau pergerakan pengelolaan keuangan dan kegiatan pada masing-masing OPD, akan tetapi tidak semua anggota DPRD dapat menguasai dan menjalankan IT tersebut. Untuk itu memang Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau tidak boleh hanya fokus pada membangun koordinasi kerja antar para pegawai saja akan tetapi koordinasi kerja yang dibangun dengan baik terhadap para Anggota DPRD Provinsi Riau.

Menurut salah satu anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi A Bapak Ade Agus Hartanto, M.Si dimana menyebutkan bahwa terkadang diirinya mencari informasi laporan penyelenggaraan keuangan yang ada di Sekretariat DPRD Provinsi Riau dengan mendatangi langsung ruangan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau karena beliau menilai lebih efektif supaya dapat secara langsung mempertanyakan hal-hal yang ingin diketahuinya. Mendatangi ruangan Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau dianggap lebih efektif karena selain informasi dapat bertanya langsung dengan para pegawai tentu saja dapat mengetahui hal- hal yang mungkin tidak sampai kepada dirinya terkait bagaimana koordinasi kerja dibangun pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau.

Adanya koordinasi antara struktur organisasi yang ada di Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau juga diharapkan dapat membentuk tujuan yang sama antara seluruh bidang yang ada pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Selain itu, agar Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi Riau memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan organisasi kearah yang lebih baik dengan memiliki efektivitas kerja yang dapat memuaskan semua pihak.

(14)

THIS IS AN OPEN ACCESS ARTICLE UNDER THE CC BY-NC LICENSE 71

KESIMPULAN

Efektivitas kerja Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau secara keseluruhan belum berjalan secara optimal, efektif dan efisien hal ini dikarenakan belum berjalannya koordinasi kerja yang baik antar sesama pegawai termasuk antara pegawai dengan anggota DPRD Provinsi Riau yang mereka layani. Selain itu masih kurangnya komitmen pimpinan dalam menerapkan penilai kinerja pegawai berbasis kompetensi yang merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya pencapaian tugas dan fungsi yang dilaksanakan oleh Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau. Kendala yang menjadi penghambat dalam peningkatan efektivitas kerja Pegawai Negeri Sipil pada Bagian Keuangan dan Perencanaan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau diantaranya: a. Kurangnya penguatan kemampuan sumberdaya aparatur melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan b.

Ketersediaan sarana dan prasarana kerja untuk menunjang Kegiatan Bidang Perencanaan dan Keuangan Sekretariat DPRD Provinsi Riau. c. Rendahnya komitmen pimpinan dalam menyelenggarakan penilaian kinerja individu pegawai d. Kurangnya Penegakan Disiplin yang baik terhadap pegawai

DAFTAR PUSTAKA

Agusalim, 2012. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara. Wacana Ahmad S. Ruky. 2012. Sistem Manajemen Kinerja, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Gie. The Liang. 2010. Pengertian Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi,

Yogyakarta: Karya kencana

Handayaningrat, Soewarno. 2010. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen.

Jakarta: CV Haji Masagung

Moeheriono. 2015. “Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi”. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2017 tentang Organisasi perangkat daerah

Siagian, Sondang P, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta Soewarno Handayaningrat. 1997. Pengantar Studi Administrasi dan Management.

Gunung Agung. Jakarta.

Steers, Richard M, 2014. Terjemahan: Magdalena Jamin, Efektivitas Organisasi, Jakarta:

Erlangga.

Subagyo, Ahmad, 2011, Marketing In Business. edisi pertama, cetakan pertama .Jakarta:

Mitra Wacana Media

Referensi

Dokumen terkait