• Tidak ada hasil yang ditemukan

62 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "62 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

62 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dibahas oleh peneliti, maka dapat ditarik kesimpulan guna menjawab fokus penelitian dari kegunaan penelitian, maka simpulan penelitian tentang tentang peran kelompok kerja guru Taman Kanak-Kanak Gugus R.A Kartini dalam meningkatkan kompetensi profesional sebagai berikut :

1. Peran Kelompok Kerja Guru Terhadap Peningkatan Profesionalisme Guru Taman Kanak-Kanak

Terbentuknya kelompok kerja guru diharapkan dapat memperlancar upaya peningkatan profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk itu keberadaa KKG perlu diberdayakan secara optimal, terorganisir , dan berkesinambungan oleh para guru. Dari hasil temuan penelitian fokus satu dapat disimpulkan sebagai berikut:

- Wahana pengembangan kompetensi profesional tenaga pendidik dengan membentuk suatu organisasi profesi guru seperti KKG, guru guru yang berkesempatan mengikuti pelatihan pada umumnya belum dapat mengimplementasikan hasil pelatihannya denagn baik, keberadaan KKG sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas profesinya untuk itu harus dipandang sebagai proses yang terus menerus.

- Wahana sumber belajar dilaksanakan tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya, serta kebijakan – kebijakan lainnya.

- Wahana mencari penyelesaian masalah dengan cara pemberdayaan kegiatan KKG di sekolah telah banyak membantu upaya peningkatan kualitas pembelajaran, meskipun terkadang kegiatan yang sudah disusuntidak dapat terlaksana sesuai jadwal karenan kegiatan lain yang sifatnya insidental.

2. Peningkatan Kompetensi Profesional Melalui Kelompok Kerja Guru Taman Kanak-Kanak

Salah satu realitas dan ciri krisis pendidikan di indonesia adalah banyak guru yang belum mampu dan belum dapat menunjukkan kinerja (work performance) yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru belum sepenuhnya di topang oleh derajat penguasaan kompetensi yang memadai.

Sebagai jabatan profesional, guru memerlukan pendidikan lanjutan (advance

(2)

63

education) dan latihan khusus (special training). Oleh karna itu perlu adanya upaya dan kemampuan guru guna meningkatkan kompetensi tersebut. Dan hasil temuan penelitian fokus satu dapat disimpulkan sebagai berikut:

- Profesional Guru dalam pengelolaan kelas meliputi pengelolaan pengajaran dan manajeman sekolah, dilakukan agar terciptanya lingkungan kelas yang kondusif, pengelolaan kelas bisa berjalan dengan baik manakala guru mempunyai kepiawaian dalam mengarahkan kelasnya.

- Profesional guru dalam mengelola peserta didik dilakukan dengan memadukan keberagaman peserta didik harus mendapat perhatian dari guru sebagai bentuk upaya dalam melayani kegiatan belajar mengajar, karna penguasaan materi pelajaran bukanlah akhir dari proses pengajaran melainkan tujuan pembentukan tingkah laku yang lebih luas.

- Profesional guru dalam mengelola media pembelajaran dengan mempertimbangkan isi dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, pemilihan media tidak dilihat dari segi kecanggihan medianya tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan perencanaanya dalam membantu proses pembelajaran.

- Profesional guru dirintis melalui tempaan ranah keilmuan dan pendidikan, karna tingkat kemampuan suatu profesi didasarkan pada latar belakang pendidikan yang dialaminya.

3. Kendala dan solusi dalam peningkatan profesionalisme guru Taman Kanak - Kanak

Kompetensi yang dimiliki guru akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja guru. Hal ini dikarenakan guru yang berkompetensi akan mampu melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan efektif. Dari hasil temua penelitian fokus tiga dapat disimpulkan sebagai berikut:

-Penilaian kinerja guru dilakukan sebagai suatu proses menentukan tingkat keberhasilan guru, penilaian kinerja guru tidak dimaksudkan untuk mengkritik dan mencari kesalahan melainkan sebagai dorongan bagi guru dalam mengembangkan diri menjadi lebih profesional.

-Sistem pembinaan profesional guru di gugus R.A Kartini dilakukan dengan membentuk gugus sekolah yang terdiri atas Taman Kanak Kanak Inti (Tk Inti) dan Taman Kanak-Kanak imbas (Tk Imbas), hal tersebut ditempuh karena sampai saat ini masih memerlukan pembinaan dan peningkatan profesional kinerjanya.

(3)

64

-Peran kelompok kerja guru dilakukan dengan berkoordinasi dan melibatkan semua guru yang tergabung di gugus R.A Kartini yang merupakan satu forum atau wadah profesional guru yang prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan dari, oleh, dan untuk guru yang tergabung dalam gugus tersebut dengan harapan bisa meningkatkan kinerja guru dengan kemampuan profesional yang dimiliki.

B. Saran Penelitian

Terlepas dari segala kelemahan penelitian ini dua buah saran dan satu buah rekomendasi akan peneliti kemukakan sebagai berikut:

1. Dalam proses kegiatan belajar mengajar belajar mengajar (KBM), guru dianjurkan untuk selalu memberikan motivasi-motivasi yang membangun dengan selalu mengadakan inovasi inovasi di setiap kegiatan pembelajaran agar peserta didik tidak cepat bosan dan jenuh. Untuk itu guru profesional harus mampu mengembangkan dan menghadirkan berbagai kreatifitas melalui ide ide kreatif guru

2. Guru diharapkan dan diharuskan meningkatkan kemampuan diri baik dengan belajar mandiri melalui buku buku, mengikuti seminar, penataran,ataupun melanjutkan pendidikanya ke jenjang yang lebih tinggi

3. Pengawas sekolah, kepala sekolah, guru guru yang tergabung di gugus R.A Kartini hendaknya lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya karena sesungguhnya pekerjaan guru adalah menuntut adanya profesionalisme di dalam diri

Referensi

Dokumen terkait

Perencanan tindakan kelas yang dilakukan adalah meminta izin kepada kepala sekolah SMAK Diponegoro Blitar untuk melakukan penelitian, berkoordinasi dengan guru mata

Untuk 1 guru BK menangani kisaran 152-166 peserta didik, hal ini sesuai dengan Beban kerja guru Bimbingan dan Konseling atau konselor pada pasal 54 ayat (6) Peraturan

Dari hasil penelitian dan pembahasan, mengenai pengaruh perputaran modal kerja, perputaran kas dan debt to equity ratio terhadap profitabilitas pada perusahaan asuransi

Program-program sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru diantaranya sekolah telah mengembangkan kompetensi profesional guru dengan mengikutsertakan para

Aktivitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP adalah kegiatan yang diprogramkan untuk meningkatkan profesional guru-guru Pendidikan Agama Islam yang tergabung dalam organisasi

Cara agar menangani kendala yang ada yaitu, pertama profesionalitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sejarah dengan baik, guru dapat mengikuti MGMP dan mendapatkan tambahan

Saran bagi pendidik Orang tua sebagai guru pertama harus dapat menggali potensi yang dimiliki oleh anak-anaknya dan mengembangkan serta mengolah sampai mana potensi anaknya bisa

Kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sidrap sudah baik semua ini atas upaya kepala madrasah yang selalu melakukan peningkatan ataupun kebijakan yang berdampak