3.3.2 Bentuk dan Prinsip Kedaulatan Negara Republik Indonesia
Intan Putri Setyani, S.Pd
Peta Konsep
• https://www.youtube.com/watch?v=
4sQASdO9k-8
• https://earth.google.com/web/@0,0,
0a,22251752.77375655d,35y,0h,0t,0r
Monarki
• Monarki
Pemerintahan diwariskan secara turun-temurun
Republik
Pemerintahan dilakukan melalui mekanisme pemilu
Indonesia sebagai Negara Republik
• Bentuk negara Indonesia : Kesatuan berbentuk Republik
• Sistem pemerintahan : Presidensial
Bentuk pemerintahan Indonesia ditegaskan dalam UUD 1945
Pasal 1 ayat 1 negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik
• https://www.youtube.com/watch?v
=0DUY4hN-EVk
• https://www.youtube.com/watch?v=
XOqNTqFkkec
1. Bentuk Kedaulatan Negara Republik Indonesia
●Berdasarkan UUD NRI Tahun 1945, Indonesia menganut paham kedaulatan rakyat.
Bentuk Negara : Kesatuan
Bentuk Pemerintahan : Republik
Sistem Pemerintahan : Presidensil
Berikut ini adalah bunyi pasal yang dimaksud Pasal 1
(1)Negara Republik Indonesia ialah Negara Kesatuan yang Berbentuk Republik
(2)Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.
(3)Negara Indonesia adalah negara hukum
(setelah amandemen)
c. Prinsip kedaulatan Negara Republik Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun 1945
1) Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik
2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD
3) Negara Indonesia adalah negara hukum
4) Presiden tidak dapat membekukan dan atau membubarkan DPR
5) Para Menteri diangkat dan berhentikan oleh Presiden
6) MPR hanya dapat memberhentikan Presiden dan/wakilnya dalam masa jabatannya UUD.
2. Indonesia sebagai Negara
yang Berkedaulatan Rakyat
Sebelum amandemen :
Pasal 1 ayat 2 berbunyi “ Kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR”
Setelah amandemen :
Pasal 1 ayat 2 berbunyi “Kedaulatan adalah
di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
Undang-Undang Dasar”
Penyelenggara kekuasaan negara yang dipilih langsung oleh rakyat
• Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
•Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
•Presiden & Wakil Presiden
•Dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan umum.
•Perubahan cara rakyat memberikan mandat/wewenang
terhadap penyelenggara negara tersebut mengubah sistem ketatanegaraan Indonesia, yaitu dari supremasi MPR
menjadi sistem kedaulatan rakyat.
•UUD menjadi dasar dan rujukan utama untuk menjalankan kedaulatan rakyat.
Sistem Pemerintahan Horizontal
Sistem pemerintahan Vertikal
3. Indonesia sebagai Negara Hukum
A. 3 ciri negara hukum oleh Jimly Asshiddqie
1. Supremacy of law (supremasi hukum) yaitu semua permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bernegara diselesaikan dengan hukum.
2. Equality before of law (persamaan dalam hukum) yaitu setiap
warga negara sama kedudukannya di dalam hukum. Tidak ada perbedaan penerapan hukum antara pejabat dan rakyat.
3. Due process of law (asas legalitas hukum) yaitu semua kebijakan dan Tindakan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundang- undangan yang sah dan tertulis.
b. Prinsip pokok demokrasi yang berdasarkan hukum
Menurut Jimly Asshiddiqie, gagasan demokrasi yang berdasarkan atas hukum mengandung empat prinsip pokok sebagai berikut.
1)Adanya jaminan persamaan dan kesetaraan dalam kehidupan bersama
2)Adanya pengakuan dan penghormatan terhadap perbedaan atau pluralitas
3)Adanya aturan yang mengikat dan dijadikan sumber rujukan bersama
4)Adanya mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan mekanisme aturan yang ditaati bersama dalam konteks kehidupan bernegara.
Keempat prinsip pokok dari demokrasi tersebut menurut Jimly
dapat dilembagakan dengan menambahkan prinsip-prinsip negara hukum sebagai berikut:
1)Pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia 2)Pembatasan kekuasaan disertai mekanisme penyelesaian
sengketa ketatanegaraan antar lembaga negara, baik secara vertikal maupun horizontal
3)Adanya peradilan yang bersifat independen dan tidak memihak 4)Dibentuknya lembaga peradilan yang khusus untuk menjamin
keadilan warga negara yang dirugikan karena putusan atau kebijakan pemerintah
5)Adanya mekanisme hak uji materi oleh lembaga legislatif dan eksekutif
6)Dibuatnya konstitusi dan peraturan perundangan yang mengatur jaminan pelaksanaan prinsip tersebut.
7)Pengakuan terhadap asas legalitas dalam penyelenggaraan negara.