Volume 5, No. 4, November 2016 - 22 PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN AKUNTABILITAS PUBLIK TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DI LINKUNGAN UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI AR–RANIRY BANDA ACEH
Azkia1, Hasan Basri2, Darwanis
1)Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
2.) Staf Pengajar Magister Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
Abstract: This study aims to determine the effect of the quality of human resources and public accountability on the performance of financial management in the UIN Ar-Raniry Banda Aceh either simultaneously or partially. Population studies were conducted in 11 working units within the University with 50 observation is an official financial managers. The analytical method used is multiple linear regression to test the hypothesis. The results showed that, the quality of human resources and public accountability either simultaneously or partial positive effect on the performance of financial management.
Keywords: Quality of human resources, public accountability, performance of financial management
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik terhadap kinerja pengelolaan keuangan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh baik secara simultan maupun parsial. Populasi penelitian dilakukan pada 11 unit kerja di lingkungan Universitas dengan obsevasi sebanyak 50 (responden) merupakan pejabat pegelola keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kualitas SDM dan akuntabilitas publik baik secara simultan maupun parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
Kata kunci: kualitas SDM, akuntabilitas publik, kinerja pengelolaan keuangan.
PENDAHULUAN
Di Indonesian Perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai Badan layanan umum (BLU) merupakan entitas akuntansi berkewajiban menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara seperti yang telah diatur dalam Kemenkeu No.
293/KMK/.05/2011. Diwajibkan semua intitusi dibawah Kementerian harus mengikuti ketentuan peraturan berlaku yang telah ditetapkan baik Undang-undang, maupun Keputusan peraturan yang berlaku lain untuk menerapkan pengelolaan keuangan publik yang akuntabel dan transparan.
Pada Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dijelaskan bahwa semua instansi dibawahnya berkewajiban pula menyelenggaran pengelolaan keuangan publik
yang efesien dan efektif, sesuai dengan standar pelaporan akuntansi keuangan publik. PP No.
39/2007 tentang pengelolaan uang negara, pasal 5 UU No. 15/2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, Pasal 9 ayat 1 huruf e UU No. 15/2006 tentang Badan pemeriksaan keuangan, BPK No. 1/2007 tentang Standar pemeriksaan keuangan negara.
Berdasarkan aturan dan standar akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan negara harus sesuai dilaksanakan oleh intansi-intansi pemerintah pusat dibawah Kementerian.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Banda Aceh selanjutnya disingkat dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan entitas akuntansi dari Kementerian Agama RI yang
23 - Volume 5, No. 4, November 2016 berkewajiban menyelenggarakan dalam pengelolaan keuangan negara. Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 293/KMK.05/2011, UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai entitas akuntansi dari Kementerian Agama RI yang telah ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan pengelolaan Pola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).
Penerapan BLU diharapkan akan berdampak besar terhadap pengelolaan keuangan, seperti halnya fleksibilitas pengelolaan keuangan instansi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelayanan. Namun demikian, hal itu masih menuntut perubahan perilaku dan kinerja pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi (Bastian, 2006:274). Menurut LAN RI (2003:3), kinerja instansi pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi dan strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalanpelaksanaan kegiatan- kegiatan sesuai dengan program dan kebijaksanaan yang ditetapkan.
Isu yang diperoleh terkait kinerja pengelolaan keuangan pada UIN Ar-Raniry adalah masih rendahnya tingkat penyerapan anggaran atau realisasi anggaran. Dari Laporan Realisasi Anggaran selama periode tahun 2010-2014 dapat kita lihat bahwa pada tahun 2010 realisasi hanya sebesar 44,77% dari anggaran yang disediakan
(Rp.258.447.840.000,-), pada tahun 2011 yang terealisasi hanya sebesar 60,40% dari anggaran yang disediakan (Rp. 330.981.496.000,-), pada tahun 2012 realisasi sebesar 63,90% dari anggaran yang dialokasikan (Rp.258.565.963.000,-), pada tahun 2013 sebesar 62,16% dari anggaran (Rp.219.381.541.000,-) dan pada tahun 2014 realisasi sebesar 84,99% dari jumlah anggaran (Rp.229.722.059.000,-).
Selama lima tahun terakhir mengalami ketidaksesuaian antara yang direncanakan dan realisasi dalam pelaksanaan. Selain itu, fenomena lain yang terjadi pada UIN Ar-Raniry di Banda Aceh selama periode tahun 2010-2014 juga banyak terjadi revisi anggaran yakni: pada tahun 2010 terjadi 4 kali revisi, pada tahun 2011 tejadi 7 kali revisi lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pada tahun 2012 terjadi 10 kali revisi lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pada tahun 2013 terjadi penurunan revisi hanya 8 kali serta pada tahun 2014 hanya 7 kali revisi juga mengalami penurun dari tahun sebelumnya.
Kinerja pengelolaan keuangan dalam perencanaan pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh masih belum maksimal, berdasarkan jumlah revisi yang dilakukan begitu banyak dengan demikian realisasi yang diharapkan semakin tinggi, tetapi kenyataan yang terjaditingkat realisasi anggaran masih sangat rendah sehingga belum mencerminkan kinerja yang baik terhadap pengelolaan keuangan instansi. Oleh karena itu, perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan keuangan.
Volume 5, No. 4, November 2016 - 24 KAJIAN KEPUSTAKAAN
Pengaruh Kualitas Suber Daya Manusia terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Sumber daya manusia sebagai kesatuan tenaga manusia yang ada dalam suatu organisasi dan bukan sekedar penjumlahan karyawan- karyawan yang ada (Matindas, 2002:89).
Sedangkan kualitas sumber daya manusia memiliki tingkat pengetahuan (knowladge), kemampuan (skill) dan kemauan (ability) yang dapat ditunjukkan oleh sumber daya manusia yang baik terhadap kualitas kinerja yang dihasilkan (Ruky, 2003:57).
Kualitas sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan kemampuan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pekerjaan, yang menjadi faktor utama untuk mewujudkan pencapaian kinerja unit kerja pemerintah secara maksimal.
Berbagai hasil temuan sebelumnya bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang memiliki pengaruh terhadap kinerja suatu instansi atau lembaga baik pemerintahan maupun organisasi, sehingga kualitas sumber daya manusia yang inovatif dalam bidangnya dapat meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan.
Pengaruh Akuntabiltas Publik terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Pengukuran kinerja suatu instansi adalah salah satu alat agar mendorong terlaksananya akuntabilitas publik. Pengukuran kinerja menunjukkan seberapa besar kinerja dicapai yang menjadi dasar penilaian akuntabilitas. Kinerja tersebut harus diukur dan dilaporkan dalam bentuk laporan capaian kinerja. Pelaporan informasi kinerja tersebut sangatlah penting bagi
internal instansi maupun untuk eksternal. Bagi pihak internal, manajer membutuhkan laporan kinerja dari stafnya untuk meningkatkan akuntabilitas manajerial dan akuntabilitas kinerja.
Bagi pihak eksternal, informasi kinerja tersebut digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi, menilai tingkat transparansi dan akuntabilitas publik (Nordiawan, 2010).
Dengan adanya akuntabilitas publik, suatu organisasi/instansi akan memberikan pertanggungjawaban atas semua kegiatan yang dilaksanakan sehingga kinerja instansi dapat dinilai oleh pihak internal maupun eksternal. Oleh karena itu, akuntabilitas publik mempengaruhi peningkatan kinerja khususnya pengelolaan keuangan. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (2013), dan Auditya dan Lismawati (2013) mereka membuktikan bahwa akuntabilitas memiliki pengaruh terhadap kinerja organisasi.
Hipotesis Penelitian
1. Kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
2. Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
3. Akuntabilitas publik berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
METODE PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini adalah para pejabat dan staf pengelola keuangan di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh denganjumlah populasi adalah 50 orang. Data tersebut diambil
25 - Volume 5, No. 4, November 2016 dari Bagian Keuangan dan Akuntansi BiroUIN Ar-Raniry dengan kriteria jabatan yang diduduki sebagai Pejabat penerbit surat perintah membayar (PPSPM), Pejabat pembuat komitmen (PPK), Bendahara pengeluaran (BP), Bendahara Penerimaan (BPn), Bendahara pengeluaran pembantu (BPP), Kabag dan Kasubag. Pemilihan responden pada populasi tersebut karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan administrasi pengelolaan keuangan untuk kemajuan unit kerja, dan tentu saja mereka mengetahui sejauh mana kinerja pengelolaan keuangan sudah berjalan minimal pada unit-unit kerja mereka masing- masing. Karena jumlah elemen populasi hanya 50 orang, maka penelitian ini menggunakan metode sensus. Dimana seluruh elemen populasi dijadikan sensus atau populasi penelitian.
Operasionalisasi Variabel Penelitian 1. Kinerja Pengelolaan Keuangan
Tingkat pencapaian hasil dari suatu kegiatan/program dalam sebuah instansi mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban sampai pengawasan sehubungan dengan penggunaan dana sesuai dengan kuantitas dan kualitas terukur dengan menggunakan prinsip efisiensi dan efektifitas.
Indikator unit kerja menurut LAN RI (2003) atau elemen dan alat ukur yang digunakan kinerja dengan melihat inputs, process, outputs, outcomes, benefit, dan impacts.
2. Kualitas Sumber Daya Manusia
The people who are ready, willing and able to contribute to organizational goals. Tingkat
pengetahuan, kemampuan, dan kemauan yang dapat ditunjukkan oleh sumber daya manusia.
Indikator atau elemen dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur akuntabilitas publik dikembangkan oleh Matutina (2001:205) adalah skala interval yakni knowledge, skill, dan abilities.
3. Akuntabilitas Publik
Prinsip yang menjamin bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka oleh pelaku kepada pihak-pihak yang terkena dampak penerapan kebijakan.
Indikator atau elemen dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur akuntabilitas publik dikembangkan oleh Krina (2003:9) adalah skala interval yakni akuntabilatas hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program dan akuntabilitas kebijakan.
Metode Analisis
Metode analisis data penelitian untuk menguji pengaruh variabel bebas (independen variable) terhadap variabel terikat (dependen variable), dengan analisis regresi linear berganda.
Persamaan model regresi berganda dalam penelitian ini dapat diformulasikan sebagai berikut:
Keterangan:
Y : Kinerja pengelolaan keuangan α : Konstanta
: Slope regresi atau koefisien regresi X X1 : Kualitas Sumber Daya Manusia X2 : Akuntabilitas Publik
: Epsilon (error term)
Volume 5, No. 4, November 2016 - 26 Kualitas Data
Kualitas data yang diperoleh dari penggunaan instrumen penelitian untuk menguji kuesioner dapat dievaluasi melalui uji validitas (uji pearson product-moment coefficient of correlation yakni seluruh pertanyaan dinyatakan valid jika memiliki tingkat signifikan alpha dibawah 5%. Serta uji reliabilitas (uji kehandalan) berdasarkan koefisien cronbach alpha yang lazim digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.
Rancangan Pengujian Hipotesis
Tehnik analisis data pada pengujian hipotesis menggunakan pengujian analisis regresi linier berganda yang merupakan tehnik statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dua varabel dan untuk melihat pengaruh baik secara simultan maupun parsial. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menguji hipotesis:
(a) Untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat digunakan korelasi (R) semakin besar R semakin kuat pula hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
(b) Mencari besarnya nilai determinasi atau R2 yang merupakan koefisien yang menunjukkan kuat tidaknya pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Untuk menentukan besarnya nilai koefisien determinasi tersebut dilakukan dengan menguadratkan nilai koefisien korelasi.
(c) Pengujian secara simultan dengan melihat nilai R Square=0 maka menolak Ha1 dan jika nilai R Square≠0 maka menerima Ha1 serta melihat nilai koefesien beta yakni Jika β1=β2=0, maka ditolak. Artinya variabel X1 dan X2 secara
simultan tidak berpengaruh terhadap variabel Y. Jika paling sedikit ada satu dari βi (i=1,2)≠0, maka diterima dan ditolak. Artinya variabel X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.
(d) Pengujian secara parsial dengan melihan nilai koefesien beta yakni jika β1=0; maka variabel X1 tidak berpengaruh terhadap variabel Y (menolak Ha2). Jika β1≠0; variabel X1 berpengaruh terhadap variabel Y (menerima Ha2). Sedangkan untuk β2=0; maka variabel X2
tidak berpengaruh terhadap variabel Y (menolak Ha3). Jika β2≠0; maka variabel X2
berpengaruh terhadap variabel Y (menerima Ha3).
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas
Hasil pengujian validitas dengan menggunakan uji Korelasi Product Moment syarat minimum suatu item dianggap valid adalah nilai r
≥ 0,50 (taraf signifikansi 5%) (Sugiyono, 2009:116). Dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) dapat dilihat bahwa untuk item pertanyaan variabel kualitas sumber daya manusia memperoleh nilai “sig r”
berkisar antara 0,000-0,000 yang dapat disimpulkan bahwa untuk item pertanyaan variabel kualitas sumber daya manusia seluruhnya dinyatakan valid, karena semua nilai sig r variabel tersebut berada di bawah 0,5 (5%). Untuk item pertanyaan variabel akuntabilitas publik memperoleh nilai r hitung berkisar antara 0,000- 0,000 dengan demikian seluruh item pertanyaan variabel akuntabilitas publik dinyatakan valid.
27 - Volume 5, No. 4, November 2016 Untuk item pertanyaan variabel ketiga yaitu variabel kinerja pengelolaan keuangan memperoleh nilai sig r berkisar antara 0,000-0,000 dengan demikian seluruh item pertanyaan dinyatakan valid dan dapat diikut sertakan dalam analisis selanjutnya karena nilai sig r seluruh item pertanyaan berada di bawah 0,5.
Hasil Uji Realibilitas
Hasil analisis reliabilitas dapat diketahui bahwa alpha untuk masing-masing variabel yaitu variabel kualitas sumber daya manusia diperoleh nilai alpha sebesar 0.865 yang berarti variabel tersebut dinyatakan handal, variabel akuntabilitas publik diperoleh nilai alpha sebesar 0.815 dengan demikian variabel tersebut dinyatakan handal, variabel ketiga kinerja pengelolaan keuangan sebagai variabel terikat memperoleh nilai alpha sebesar 0,850 dengan demikian variabel tersebut dinyatakan handal. Dengan demikian pengukuran reliabilitas terhadap semua variabel penelitian menunjukkan pengukuran keandalan memenuhi kredibilitas cronbach alpha sebagaimana yang disyaratkan oleh Sekaran (2006:40) yaitu tingkat keandalan data dalam kisaran 0,60-0,70 bisa diterima dan >0,80 adalah baik.
Hasil Pengujian Hipotesis
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia dan Akuntabilitas Publik secara simultan dan parsial terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Hasil pengujian hipotesis merupakan jawaban untuk ketiga hipotesis penelitian ini, maka hasil tersebut terlihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1
Hasil Pengujian Hipotesis Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia dan Akuntabilitas Publik terhadap
Kinerja Pengelolaan Keuangan
Variabel Penelitian
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 12,932 5,659 2,285 0,027
Kualitas
SDM 0,349 0,168 0,329 2,075 0,043
Akuntabilitas
Publik 0,481 0,189 0,403 2,545 0,014
R : 0,684
R Square : 0,467
Adjusted R Square : 0,445
F Hitung :
20,624
Sig. F :
0,000
Dependent Variabel
(Kinerja Pengelolaan Keuangan).
Sumber: Data primer hasil olahan program SPSS
Y = 12,932 + 0,349X1 + 0,481X2 + 0,532ε
a. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama ( ) Berdasarkan Tabel 1.1, Hasil
nilai R
2(R
Squre)≠0 maka hipotesis alternatif yang
diajukan diterima,
dimana nilai diperoleh sebesar 0,468.Artinya kualitas
sumber daya manusia dan akuntabilitas publik
secara simultan berpengaruh terhadap kinerja
pengelolaan keuangan pada unit kerja di
lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Nilai
R Square (0,684)
2yang diperoleh sebesar
0,467, menunjukkan bahwa variabel bebas
yakni kualitas sumber daya manusia dan
akuntabilitas publik berpengaruh terhadap
variabel terikat yaitu kinerja pengelolaan
keuangan sebesar 46,7% sedangkan sisanya
sebesar 53,3% dapat dipengaruhi oleh faktor-
faktor lain diluar dari pada model penelitian
ini.
Volume 5, No. 4, November 2016 - 28 b. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua ( )
Berdasarkan Tabel 1.1, kualitas sumber daya manusia memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,349. Nilai tersebut menunjukkan bahwa, setiap kenaikan pada variabel kualitas sumber daya manusia sebesar 1 satuan atau 100%, maka kinerja pengelolaan keuangan pada unit kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan meningkat sebesar 34,9%. Selanjutnya karena nilai nilai koefisien beta kualitas sumber daya manusia tidak sama dengan nol (0,349≠0), maka hipotesis alternatif kedua ( ) yang diajukan diterima (H02 ditolak). Artinya, kualitas sumber daya manusia secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
c. Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga ( )
Berdasarkan Tabel 1.1, akuntabilitas publik memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,481. Nilai tersebut menunjukkan bahwa, setiap kenaikan pada variabel akuntabilitas publik sebesar 1 satuan atau 100%, maka kinerja pengelolaan keuangan pada unit kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan meningkat sebesar 48,1%. Selanjutnya karena nilai nilai koefisien beta akuntabilitas publik tidak sama dengan nol (0,349≠0), maka hipotesis alternatif kedua ( ) yang diajukan diterima (H02
ditolak). Artinya, akuntabilitas publik secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pengelolaan keuangan.
Pembahasan Hasil Penelitian
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia dan Akuntabilitas Publik secara Simultan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Hipotesis pertama ( ) diterima. Artinya
kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik secara simultan berpengaruh sedang terhadap kinerja pengelolaan keuangan. Hasil penelitian pengaruh kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik secara simultan terhadap kinerja pengelolaan keuangan unit kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dapat dilihat dari nilai R Square adalah 0,467. Hal ini menunjukkan bahwa, variabel-variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat sebesar 46,7%. Sedangkan 53,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar dari pada penelitian ini seperti halnya: komitmen, motivasi, kejelasan sasaran anggaran, sistem pengendalian manajemen, penerapan SIPKD, pengendalian intern, komunikasi organisasi, pengawasan fungsional, partisipasi anggaran, dan struktur desentralisasi yang tidak di masukkan dalam model penelitian (seperti dalam review penelitian terdahulu). Dimana kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik dapat menjelaskan varian nilai kinerja pengelolaan keuangan.
Semua variabel yang diteliti ikut berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan unit kerja. Fluktuasi kinerja dalam mengelola keuangan baik itu kenaikan atau penurunan dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan akuntabilitas publik. Dimana semakin baik tingkat kualitas sumber daya manusia yang dimiliki dan tingkat peran akuntabilitas publik yang dimiliki suatu organisasi atau pada masing-masing unit kerja maka akan meningkatkan kualitas atau ketepatan kinerja dalam sistem pengelolaan keuangan pada instansi yang lebih baik.
29 - Volume 5, No. 4, November 2016 Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, kualitas sumber daya manusia perencanaan anggaran untuk mengelola anggaran sesuai ketentuan undang-undang dan peraturan pertanggungjawaban keuangan publik dapat terlaksana dengan kompentensi yang dimiliki pegawai serta selalu melakukan evaluasi kegiatan- kegiatan yang telah diprogramkan dan pada pelaksanaan anggaran, pegawai juga melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan sehingga kinerja pengelolaan keuangan terlaksana pada unit kerja masing-masing sehingga pengelolaan keuangan instansi menjadi lebih baik.
Serta akuntabilitas publik menunjukkan dedikasi pertanggungjawaban yang luas dengan tujuan anggaran yang dinyatakan secara spesifik, jelas, dan transparan serta dapat dimengerti oleh siapa saja yang bertanggungjawab sehingga kedua variabel bebas sangat tepat dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran agar sesuai dengan kegiatan yang akan dicapai untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan dalam lingkungan UIN Ar- Raniry Banda Aceh.
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Hipotesis kedua ( ) diterima. Artinya kualitas sumber daya manusia secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pengelolaan keuangan. Semakin baik kualitas sumber daya yang dimiliki akan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan masing-masing unit kerja dilingkungan instansi dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kualitas sumber daya manusia yang baik pada setiap unit kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry berfungsi sebagai
jaminan untuk kinerja pengelolaan keuangan yang tepat dan terarah yang lebih baik. Pengelolaan keuangan berkualitas harus mengevaluasi setiap program kegiatan dan melaksanakan kebijakan- kebijakan pemerintahan untuk memberi fungsi dari sistem keuangan pemerintah pusat yang baik.
Sehingga suatu kegiatan tanpa evaluasi terus menerus akan mengakibatkan kinerja pengelolaan keuangan akan berdampak buruk terhadap anggaran publik.
Kualitas sumber daya manusia diperlukan karena adanya permasalahan yang terlalu kompleks, ketika sumber daya manusia yang di miliki suatu instutusi akan berakibat buruk apabila sumber daya yang dimiliki kurang berkualitas.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dimiliki sebagai dasar penilaian kinerja unit kerja. Jika sumber daya manusi dengan kinerja memiliki kecenderungan hubungan yang kuat, maka kualitas sumber daya manusia yang memiliki harus memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pekerjaan, yang menjadi faktor utama untuk mewujudkan pencapaian kinerja unit kerja pemerintah secara maksimal. Menurut Ruky (2003:57) kualitas sumber daya manusia memiliki tingkat pengetahuan (knowladge), kemampuan (skill) dan kemauan (ability) yang dapat ditunjukkan oleh sumber daya manusia yang baik terhadap kualitas kinerja yang dihasilkan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Darwanis dan Desi (2009) menemukan bahwa, kapasitas sumber daya manusia mempengaruhi keandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah,
Volume 5, No. 4, November 2016 - 30 kemudian penelitian Ardiana et al. (2010)
menemukan bahwa kompentensi sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja unit.
Kemudian hasil penelitian Ali (2012) juga menemukan bahwa, kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja.
Selanjutnya Feriwiasa dan Abu (2013) menemukan bahwa, kualitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh terhadap kinerja, namun penelitian Juita (2014) menemukan bahwa, kualitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja satuan kerja. Sedangkan hasil penelitian ini yang tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Marwoto (2012) menemukan bahwa, kualitas sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja pegawai.
Pengaruh Akuntabilitas Publik terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan
Hipotesis ketiga ( ) diterima. Artinya akuntabilitas publik secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pengelolaan keuangan unit kerja pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Semakin tinggi peran akuntabilitas publik yang dihasilkan pegawai dalam mengelola anggaran publik, maka akan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan setempat dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan pegawai pada masing-masing unit kerja sudah baik dan pertanggungjawaban selalu transparan dalam pengelolaan keuangan instansi.
Dengan adanya akuntabilitas kinerja suatu unit kerja di nilai baik secara financial report.
Pertanggungjawaban dengan sistem tranparansi publik yang jelas akan memudahkan pegawai untuk menyusun target-target anggaran.
Selanjutnya target-target anggaran yang disusun akan sesuai dengan sasaran yang akan dicapai oleh unit kerja mereka, sebaliknya apabila tidak adanya kejelasan sasaran dan tranpansi anggaran, pegawai akan memiliki sedikit informasi mengenai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Mardiasmo (2002:103) mengungkapkan bahwa, akuntabilitas salah satu prinsip pertanggungjawaban dimana proses penganggaran dimulai dari perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan harus benar-benar dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada publik.
Publik tidak hanya memiiliki hak untuk mengetahui anggaran tetapi juga berhak menuntut pertanggungjawaban atas rencana ataupun pelaksanaan anggaran tersebut. Hal ini menegaskan bahwa, pentingnya akuntabilitas publik dalam peningkatan kinerja karena dengan adanya akuntabilitas maka, publik tidak hanya mengetahui anggaran tetapi juga mengetahui pelaksanaan kegiatan yang dianggarkan. Dengan adanya akuntabilitas publik, suatu organisasi/instansi akan memberikan pertanggungjawaban atas semua kegiatan yang dilaksanakan sehingga kinerja instansi dapat dinilai oleh
pihak internal
maupun eksternal.31 - Volume 5, No. 4, November 2016 DAFTAR PUSTAKA
Ali, dan Suharto, A. 2012. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai pada Inspektorat Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmu Manajemen, 1 (3): 67-79.
Arikunto, S. 2002. Prosedur Suatu Penelitian:
Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Kelima.
Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Ardiana, I., Raka, D.K., Bramayanti dan Subaedi.
2010. KOmpentensi SDM UKM dan Pengaruhnya terhadap Kinerja UKM di Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12 (1): 42-55.
Lucy, A., Husaini, dan Lismawati. 2013. Analisis Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah terhadap Kinerja Pemerintah Daerah. Jurnal Fairness. 3 (1): 21-41.
Bastian, I. 2006. Akuntansi Sektor Publik (Suatu Pengantar). Jakarta: Erlangga.
Budiardjo, M. 1998. Menggapai Kedaulatan Untuk Rakyat, Bandung: Mizan.
Buku Pedoman Penguatan Pengamanan Program Pembangunan Daerah Bappenas dan Depdagri, 2002, hal 19
Bungin, dan Burhan, M. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu- ilmu Sosial Lainnya. Edisi 1. Jakarta:
Kencana.
Callahan, K. 2007. Elements of Effective Governance: Measurement, Accountability and Participation. Florida: CRC Taylor &
Francis Group.
Darwanis dan Mahyani, D.D. 2009. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Tehnologi Informasi dan Pengendalian Intern Akuntansi terhadap Keterandalan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Telaah & Riset Akuntansi, 2 (2): 133-151.
Feriwiasa, D., dan Talkah, A. 2013. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Jurnal Ilmu Manajemen 2 (3): 103-115.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Edisi 3. Semarang:
UNDP.
Harimurti, Y. 2004. Problematika Suatu Instansi Pemerintah dalam Menyusun Indikator Kinerja Tinjauan dari Dimensi Value For Money. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, 5 (2): 1-9.
LAN dan BPKP. 2000. Akuntabilitas dan Good Governance. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2003. Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah, Jakarta: LAN.
Mardiasmo. 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi.
______________2004. Akuntansi Sektor Publik.
Yogyakarta: Andi.
Matindas, dan Rudolf, W. 2002. Manajemen SDM Lewat Konsep Ambisi, Kenyataan, dan Usaha. Edisi II. Jakarta: Grafiti.
Matutina. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia.
Marwoto, N. 2012. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Komunikasi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun. UPBJJ, Batam:
Universitas Terbuka.
Nordiawan, D. 2010. Akuntansi Sektor Publik.
Jakarta: Salemba Empat.
Nurhalimah, dan Abdullah, D.S. 2013. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap
Volume 5, No. 4, November 2016 - 32 Kinerja Aparatur Perangkat Daerah di
Pemerintahan Aceh. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 2 (1): 27-36.
Octalia, R. 2015. Pengaruh Komitmen Organisasi, Peran Pengelola Keuangan Daerah, Partisipasi Anggaran, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Payakumbuh.
Jurnal FEKON, 2 (2): 1-14.
Republik Indonesia, 2004. Undang-Undang APBN Nomor 36 Tahun 2004, Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2005.
______________2006. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
Ruky, A.S. 2003. Sumber Daya Manusia Berkualitas Mengubah Visi Menjadi Realitas: Pendekatan Micro Praktis untuk Memperoleh dan Mengembangkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dalam Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Sadjiarto, A. 2000. Akuntabilitas dan Pengukuran Kinerja Pemerintahan. Jurnal Akuntansi &
Keuangan, Nopember, 2 (2): 138-150.
Sari, D.D.P. 2013. Analisis Pengaruh Persepsi Transparansi dan Akuntabilitas terhadap Kinerja Layanan Publik Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyuwangi.
Artikel online melalui dspace.unej.ac.id diakses pada 10 April 2015.
Sarjono, H. dan Winda J. 2011. SPSS vs LISREL:
Suatu Pengantar, Aplikasi untuk Riset.
Jakarta: Salemba Empat.
Sekaran, 2006. Reseach Methods for Business.
Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susilo dan Deni. 2012. Modul Praktikum SPSS Statistik, Fakultas Ilmu Komputer Sistem
Informasi Bilangul Universitas Sriwijaya.
Wasistiono, S. 2003. Kapita Selekta Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Bandung: Fokusmedia
Werther, W.B. and Keith D. 1993. Human Resources And Personal Management.
International Edition. Ney York: McGraw- Hiil, Inc.