"Cybergogi dan Masa Depan Pendidikan Fisika di Indonesia”
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, UNIVERSITAS PGRI Madiun Madiun, 12 Juli 2023
◼ 1
Makalah Pendamping
Cybergogi dan Masa Depan Pendidikan Fisika
di Indonesia
ISSN: 2830-4535
Abductive Inquiry Learning to Analyze Scienctific Process Skills and Creative Thinking Skills
Anggita Repsi Nurbani1, Taufik Ramlan Ramalis2, Muslim3
1,2,3) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 40154
e-mail: 1)[email protected]; 2)[email protected];
Abstrak
Pada abad 21 ini keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik setelah penerapan model Inkuiri Abduktif, dan korelasi antara keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif. Pada penelitian ini digunakan metode mixed methods dengan menggunakan embedded design.
Sampel penelitian ini adalah 35 peserta didik kelas XI di salah satu SMA Negeri Kota Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu 20 soal pilihan ganda instrumen tes keterampilan proses, dan 6 soal uraian instrumen tes tes keterampilan berpikir kreatif.
Karakteristik tipe abduksi siswa materi suhu dan kalor teridentifikasi abduksi teoritik, abduksi aturan, dan abduksi eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains mengalami peningkatan sebesar 0,69 dalam kategori sedang dan keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan sebesar 0,65 dalam kategori sedang. Hasil uji hubungan korelasi antara nilai posttest keterampilan proses sains dan nilai posttest keterampilan berpikir kreatif menunjukkan nilai 0,53 dalam kategori cukup.
Sehingga dapat disimpulkan model Inkuiri Abduktif meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif dalam kategori sedang dan korelasi cukup.
Kata kunci: Inkuiri Abduktif, Keterampilan Berpikir Kreatif, Keterampilan Proses Sains
Pendahuluan
Hasil Proses belajar sains yang ideal untuk diterapkan dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen atau percobaan dimana peserta didik dapat memahami konsep dari sebuah pengalaman belajar langsung. Sebuah kualitas pembelajaran dapat dinilai dari berbagai faktor, antara lain penggunaan strategi pembelajaran, model pembelajaran, metode pembelajaran, dan lain sebagainya. Tetapi kenyataan dilapangan membuktikan bahwa masih banyak diterapkannya pembelajaran fisika di dalam kelas yang berbasis teacher centered (Semaranatha, 2016). Pembelajaran berbasis teacher centered, hanya menjadikan peserta didik sebagai penerima ilmu pengetahuan dan tidak turut serta membuat peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Padahal pembelajaran saat ini diarahkan untuk meningkatkan
keterampilan peserta didik dalam menghadapi kehidupan abad 21 (Latorre-Cosculluela dkk., 2021).
Kreativitas termasuk keterampilan abad 21 yang mendorong kehidupan manusia menjadi lebih maju melalui penemuan-penemuan baru yang bermanfaat dan berdampak luas. Faktanya, perkembangan peradaban manusia bergantung pada penemuan yang merangsang penemuan baru dan kreatif lainnya (Shabrina & Kuswanto, 2018). Selain itu, menurut Wilson & Peterson (2006) dan DeHaan (2009) kreativitas dapat mendorong seseorang untuk berpikir lebih fleksibel, memecahkan masalah secara kreatif, dan mengeksplorasi sains (Shabrina & Kuswanto, 2018).
Namun, peintingnya kreiativitas tidak diimbangi deingan peingoptimalan peingeimbangan kreiativitas pada pembelajaran di seikolah yang leibih beirorieintasi pada peingeimbangan keiceirdasan daripada kreiativitas. Peindidik ceindeirung kurang meimahami bagaimana meingeimbangkan kreiativitas dalam lingkungan peindidikan (Shabrina &
Kuswanto, 2018).
Hal ini sejalan dengan penelitian bahwa sebagian besar pembelajaran di seikolah beilum meindorong pencapaian keterampilan untuk menghadapi abad 21, teirmasuk keiteirampilan beirpikir kreiatif (Asriadi & Istiyono, 2020; Batlolona dkk., 2019; Meiiarti & Eillianawati, 2019).
Beirpikir kreiatif dideifinisikan seibagai suatu peimikiran yang meinghasilkan beiragam variasi idei teirkait beibeirapa topik dalam waktu teirbatas (Guilford, 1967). Keiteirampilan beirpikir kreiatif meirupakan bagian dari keiteirampilan tingkat tinggi yang seicara speisifik difokuskan pada peincarian idei, peimunculan beirbagai keimampuan, dan solusi yang diveirgein teirhadap suatu peirmasalahan (Wibowo & Suhandi, 2013).
Keiteirampilan Proseis Sains (KPS) meirupakan keiteirampilan dasar yang dibutuhkan untuk meingeimbangkan keiteirampilan abad 21. Meinurut Aydin dalam (Limatahu dkk., 2018). Keiteirampilan proseis sains (Zamista, 2015) yaitu keiteirampilan yang dipeirlukan untuk meimpeiroleih, meingeimbangkan, dan meineirapkan konseip-konseip, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teiori sains, baik beirupa keiteirampilan meintal, keiteirampilan fisik, maupun keiteirampilan sosial. Seidangkan meinurut Leistari (2018) keiteirampilan proseis sains adalah keimampuan peiseirta didik dalam meineirapkan meitodei
ilmiah dalam meimahami, meingeimbangkan sains, seirta meineimukan ilmu peingeitahuan.
Meinurut Zeiga (2020) keiteirampilan proseis sains adalah seiluruh keiteirampilan ilmiah yang digunakan untuk meineimukan konseip atau prinsip atau seibuah teiori dalam rangka meingeimbangkan konseip yang teilah ada atau meinyangkal peineimuan seibeilumnya. Maka dapat disimpulkan bahwa keiteirampilan proseis sains adalah keiteirampilan yang dipeirlukan untuk meimpeiroleih, meingeimbangkan, dan meineirapkan konseip-konseip, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teiori sains yang didapatkan dari hasil peineirapan meitodei ilmiah dalam proseis peimbeilajaran. Apabila peiseirta didik meimiliki keiteirampilan proseis sains yang baik, maka ia meimpunyai keiteirampilan dalam meingeimbangkan peingeitahuan, sikap dan rasa peircaya diri seibagai beikal untuk meilanjutkan peindidikan pada jeinjang yang leibih tinggi.
Namun, hasil studi lapangan di salah satu SMA Neigeiri di Kota Bandung meinunjukkan bahwa keiteirampilan proseis sains peiseirta didik reindah. Studi peindahuluan dilakukan deingan meimbeirikan teis keiteirampilan proseis sains mateiri suhu dan kalor pada 100 peiseirta didik meinunjukan rata rata hasil teis keiteirampilan proseis sains adalah 40,5.
Seilain itu, hasil obseirvasi di salah satu SMA Neigeiri di Kota Bandung meinunjukan peiseirta didik pasif dan ceindeirung hanya meinyimak apa yang dijeilaskan oleih guru.
Peiseirta didik kurang teirlibat dalam peimbeilajaran dan komunikasi yang teirjadi ceindeirung satu arah. Guru meinjeilaskan mateiri fisika keimudian meimbeirikan latihan soal keipada peiseirta didik. Seibagian beisar peimbeilajaran fisika hanya fokus pada keimampuan peiseirta didik dalam meinyeileisaikan soal-soal peirhitungan fisika. Seijalan deingan studi peindahuluan yang dilakukan oleih Nurtang (2019), pada peimbeilajaran di seikolah guru masih jarang atau tidak seilalu meingukur keiteirampilan proseis sains peiseirta didik teirutama pada mata peilajaran fisika. Hal ini dikareinakan guru masih jarang meilakukan
eikspeirimein atau peircobaan dan peinyeilidikan dalam proseis peimbeilajaran di keilas, seihingga keimampuan keiteirampilan proseis sains beilum teirukur seicara seimpurna.
Peinyeibab lainnya antara lain guru meirasa tidak meimpunyai waktu yang cukup untuk beirinovasi seirta kurangnya dukungan seikolah (Prahani dkk., 2021).
Suhu dan kalor meirupakan mateiri yang deikat deingan keihidupan seikitar kita.
Namun dari studi peindahuluan bahwa keiteirampilan proseis sains ini masih reindah.
Keiteirampilan proseis sains yang reindah dapat meinghambat peiseirta didik untuk meingeimbangkan keiteirampilan abad 21, teirmasuk diantaranya keiteirampilan beirpikir kreiatif ilmiah, seihingga dibutuhkan peineirapan peimbeilajaran yang meimfasilitasi peiseirta didik.
Peimilihan dan peineirapan modeil peimbeilajaran yang teipat oleih guru akan meimbantu peiseirta didik dalam meiningkatkan keiteirampilan proseis sains dan keiteirampilan beirpikir kreiatif ilmiah. Beibeirapa modeil peimbeilajaran yang dapat meiningkatkan keiteirampilan proseis sains adalah modeil peimbeilajaran inkuri.
Peimbeilajaran beirbasis inkuiri meirupakan peimbeilajaran yang beirpusat pada siswa dan meinjadi salah satu modeil peimbeilajaran yang diharapkan dapat meinumbuhkan keiteirampilan beirpikir kreiatif siswa. Modeil peimbeilajaran ini cocok digunakan untuk peimbeilajaran fisika kareina fisika tidak hanya beirhubungan deingan fakta-fakta dan konseip-konseip saja, teitapi juga beirhubungan deingan proseis peinyeilidikan. Untuk meinyimpulkan suatu data, siswa harus meilakukan proseis peinyeilidikan (inkuiri). Inkuiri meirupakan suatu modeil peimbeilajaran yang banyak digunakan dalam peimbeilajaran sains lainnya. Meinurut cara meirumuskan keisimpulannya, inkuiri dibeidakan atas tiga yaitu inkuiri deiduktif, inkuiri induktif dan inkuiri abduktif (Peiircei,1878). Inkuiri deiduktif beirfokus meingarahkan siswa untuk meingambil suatu keisimpulan beirdasarkan prinsip umum keimudian diikuti contoh yang leibih speisifik. Inkuiri induktif meingarahkan siswa meirumuskan suatu keisimpulan deingan meingamati fakta atau contoh speisifik dan keimudian diikuti deingan prinsip yang leibih umum. Seidangkan inkuiri abduktif meimiliki karakteiristik meireiduksi atau meinyeileiksi beibeirapa keimungkinan jawaban yang dipeiroleih meilalui peingamatan hingga pada akhirnya didapatkan suatu hipoteisis teirbaik yang dapat diteirima (Magnani, 2001).
Dari keitiga inkuiri teirseibut inkuiri abduktif meinjadi salah satu reikomeindasi untuk diteirapkan dalam peimbeilajaran khususnya peimbeilajaran sains fisika (Oh, 2011). Inkuiri abduktif meimbeirikan keiseimpatan keipada siswa untuk meingonstruk peingeitahuan yang baru meilalui peingamatan suatu feinomeina, keimudian meirumuskan beibeirapa keimungkinan jawaban dari feinomeina yang diamati teirseibut. Ini seijalan deingan yang diungkapkan Oh (2013), bahwa inkuiri abduktif meirupakan proseis beirlatih beirpikir ilmiah atau beirnalar untuk meimbeintuk hipoteisis yang jeilas, meincakup banyak hal seihingga meilahirkan teiori dan konseip. Tidak hanya meineimukan hipoteisis teitapi juga meimpeirtimbangkan beibeirapa hipoteisis yang teilah dirumuskan seibeilumnya deingan cara meingeiksplor fakta dan teiori. Keitika siswa meingeimukakan variasi rumusan hipoteisis di dalam proseis peimbeilajaran, guru dapat meinganalisis rumusan hipoteisis siswa dan meineintukan tipei abduktif pada siswa teirseibut.
Peimbeilajaran deingan modeil inkuiri abduktif ini meinggiring siswa untuk mampu meingungkapkan dugaan atau hipoteisis teirhadap suatu feinomeina yang ditampilkan guru.
Beirdasarkan hipoteisis teirseibut siswa beilajar meinganalisis dan meinghubung-hubungkan deingan peingeitahuan awal meireika. Siswa beirlatih untuk meingungkapkan pilihan meireika teirhadap hipoteisis-hipoteisis yang sudah diungkapkan beirdasarkan peingeitahuan teirseibut (Haig, 2005).
Beibeirapa peineilitian seibeiluimnya meinuinjuikkan bahwa modeil inkuiiri abduiktif mampui meimpeirbaiki dan meiningkatkan muitui peimbeilajaran khuisuisnya pada peimbeilajaran sains. Oh (2008) meinyeibuitkan bahwa impleimeintasi modeil inkuiiri induiktif pada mateiri sains keibuimian teirbuikti mampui meiningkatkan keimampuian siswa dalam hal peimeicahan masalah dan peiruimuisan hipoteisis. Peineirapan inkuiiri abduiktif beirbantuian
aplikasi peirangkat handphonei pada mateiri peirpindahan kalor juiga meinuinjuikkan adanya peiningkatan dalam hal peiruimuisan hipoteisis, peirforma beilajar dan daya ingat siswa (Sohaib dan David, 2013).
Tonjo (2018) meinyatakan bahwa inkuiiri abduiktif dapat meiningkatkan peinguiasaan konseip dan keiteirampilan proseis sains siswa. Hasil dari peineilitian ini, meinguingkapkan bahwa peinguiasaan konseip siswa meingalami peiningkatan seiteilah peineirapan modeil inkuiiri abduiktif dalam peimbeilajarannya. Keiteirampilan proseis sains yang dikeimbangkan juiga meiningkat dan ada koreilasinya deingan peinguiasaan konseip siswa. Nita (2020) meinyatakan bahwa adanya peiningkatan keiteirampilan beirpikir kreiatif siswa seiteilah peineirapan peimbeilajaran inkuiiri abduiktif. Seilain itui, peineilitian yang dilakuikan Zainuiddin dkk., (2020) meinuinjuikan bahwa keiteirampilan proseis sains meimiliki koreilasi yang sinifikan deingan kreiativitas sains.
Beirdasarkan latar beilakang diatas maka peinuilis akan meineiliti “Peimbeilajaran Inkuiiri Abduiktif uintuik Meinganalisis Keiteirampilan Proseis Sains dan Keiteirampilan Beirpikir Kreiatif”.
Metode Penelitian
Meitodei peineilitian yang diguinakan adalah mixeid meithods deingan embedded experimental design. Meitodei peineilitian kuiantitaif diguinakan uintuik meingeitahuii analisis keiteirampilan proses sains dan keiteirampilan beirpikir kreiatif. Dalam peineilitian ini data kuiantitatif meiruipakan data primeir yang beirtuijuian uintuik meinguimpuilkan data uitama meingeinai keiteirampilan proseis sains dan keiteirampilan beirpikir ilmiah beirdasarkan data prei-teist dan post-teist. Seidangkan meitodei kuialitatif diguinakan uintuik meingeitahuii karakteiristik tipei abduiksi siswa. Beirikuit deisain peineilitian yang diguinakan:
Gambar 1. Deisain Peineilitian
Pada awal peineilitian, peineiliti meirancang instruimein teis keiteirampilan proseis sains, teis keiteirampilan beirpikir kreiatif, reincana peilaksanaan peimbeilajaran, dan leimbar keirja peiseirta didik. Instruimein teis yang teilah dirancang keimuidian divalidasi oleih lima orang ahli uintuik meimpeiroleih komeintar dan saran. Peineiliti meireivisi instruimein teis beirdasarkan komeintar dan saran para ahli. Instruimein teis yang teilah direivisi keimuidian di uiji cobakan keipada 50 peiseirta didik keilas XII yang teilah meingikuiti peimbeilajaran Suihui
dan Kalor. Seibeiluimnya. Hasil uiji coba dianalisis seihingga dipeiroleih informasi meingeinai validitas, reiliabilitas, daya peimbeida, dan taraf keisuikaran.
Peineiliti meimbeirikan preiteist 35 peiseirta didik keilas XI uintuik meingeitahuii informasi awal meingeinai keiteirampilan proseis sains dan keiteirampilan beirpikir kreiatif peiseirta didik.
Keimuidian, peineiliti meilaksankan peimbeilajaran Suihui dan Kalor deingan meineirapkan peimbeilajaran Inkuiiri Abduiktif. Peineiliti meingobseirvasi tipei inkuiiri abduiktif peiseirta didik beirdasarkan jawaban pada LKPD. Keigiatan peimbeilajaran dilaksanakan seilama eimpat peirteimuian.
Seiteilah keigiatan peimbeilajaran seileisai, peiseirta didik dibeirikan postteist instruimein teis yang sama uintuik meingeitahuii keiteirampilan proseis sains dan keiteirampilan beirpikir kreiatif peiseirta didik seiteilah meingikuiti peimbeilajaran Inkuiiri Abduiktif Suihui dan Kalor.
Keimuidian, peineiliti meinganalisis karakteiristik tipei abduiksi siswa saat peimbeilajaran dan dari hasil LKPD. Peiningkatan keiteirampilan proseis sains dan keiteirampilan beirpikir kreiatif dipeiroleih meilaluii analisisi preiteist dan postteist peiseirta didik. Pada tahap akhir peineiliti meinginteirpreitasi data kuiantitatif dan kuialitatif seicara keiseiluiruihan.
Suibyeik peineilitian ini adalah siswa-siswi keilas XI MIPA di salah satui SMA Neigeiri di Kota Banduing seibanyak 35 siswa. Sampeil ini diambil meingguinakan teiknik puirposivei sampling. Data pada peineilitian ini dipeiroleih meilaluii preiteist dan postteist. Data hasil peinguiasaan konseip akan di analisis meingguinakan N- Gain. Ruimuis N- Gain adalah seibagai beirikuit (Hakei, 1998).
(1) Deingan:
= Gain rata- rata yang dinormalisasi
= Rata- rata skor posttest
= Rata- rata skor preiteist = Rata- rata skor ideal
Teiknik peingolahan data yang dilakuikan uintuik meingeitahuii tingkat huibuingan antara postteist keiteirampilan proseis sains dan possteist keiteirampilan beirpikir kreiatif yaitui
deingan meingguinakan ruimuis koreilasi produict- momeint.
(2)
Deingan:
r = tingkat koreilasi
X= Hasil postteist keiteirampilan proseis sains Y= Hasil postteist keiteirampilan beirpikir kreiatif n = juimlah siswa
Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini akan dipaparkan hasil teimuian yang dipeiroleih peineiliti seiteilah meimbeirikan peirlakuian pada seijuimlah sampeil. Hasil peineilitian dianalisis seicara kuialitatif dan kuiantitatif seihingga dipeiroleih gambaran meingeinai:
1. Karakteristik Tipe Abduksi Siswa
Pada bagian ini dibahas tipei abduiksi siswa beirdasarkan teimuian. Data yang diguinakan uintuik meineintuikan abduiksi adalah aluir peinalaran siswa pada masing masing suib konseip deingan meingacui pada kriteiria klasifikasi abduiksi Schruiz (2008).
Pada peirteimuian peirtama, meireika meingamati videio daging yang direibuis di panci dan di preissuirei cookeir. Beirdasarkan latar beilakang peingeitahuian teintang peingaruih masa, kalor jeinis, dan suihui teirhadap beisar kalor, siswa dapat meingaplikasikannya dalam meimahami suiatui kasuis barui yang ada pada videio. Hasil abduiksi beiruipa peirluiasan teiori seibeiluimnya. Aluir peinalaran siswa ini seisuiai tipei abduiksi modeil teioritik (Schuirz,2008). Silogismei uintuik abduiksi modeil teioritik seipeirti dibawah ini.
Abduksi teoritik
Latar beilakang teiorI : masa, kalor jeinis, dan suihui
Fakta yang dijeilaskan : Peingaruih masa, kalor jeinis, dan suihui teirhadap kalor Duigaan Abduiktif : uintuik meimpeirbeisar kalor maka masa di peirbeisar kalor
jeinis dipeirbeisar dan peiruibahan suihui dipeirbeisar
Pada peimbeilajaran, dikeitahuii bahwa siswa meineimuikan keisuilitan dalam meiruimuiskan hipoteisis, namuin keitika guirui meimpeirluias peingeitahuian latar beilakang siswa deingan meinyajikan videio sampai meimotong daging hasil reibuisan di panci dan di preissuirei cookeir, siswa mampui meimbuiat hipoteisis deingan baik. Hal ini seisuiai deingan teimuian Phil Seiok Oh (2010) bahwa keimampuian siswa dalam meinyuisuin suiatui hipoteisis akan seimakin baik keitika guirui meilaksanakan keigiatan peimbeilajaran seipeirti meimpeirluias dan meingaktifkan peingeitahuian latar beilakang siswa, meinyeidiakan analogi, peirtanyaan, dan meindorong siswa uintuik meingguinakan beintuik reipreiseintatif alteirnatif.
Peirteimuian keiduia, saat meireika meilakuikan deimonstrasi teiluir panas yang dimasuikan dalam air kran dalam geilas. Teirdeiteiksi bahwa siswa meimiliki latar beilakang teiori teintang meinyeirap dan meileipas kalor. Hal teirseibuit diguinakan seibagai dasar dalam meingkaji kasuis barui yang teirmuiat pada deimonstrasi teirseibuit. Hasil abduiksi tidak beiruipa atuiran barui namuin hanya meimpeirluias paradigma dari teiori seibeiluimnya. Aluir peinalaran siswa ini seisuiai tipei abduiksi modeil huikuim atuiran.
Silogismei uintui abduiksi modeil teioritik dituinjuikkan seipeirti dibawah ini:
Abduksi aturan
Latar beilakang teiori : Asas Black
Fakta yang dijeilaskan : Teiluir panas meinjadi hangat dan air kran dingin meinjadi hangat
Duigaan Abduiktif : Teiluir panas meinjadi hangat kareina meileipas kalor dan air kran dingin jadi hangan kareina meinyeirap kalor seihingga teirjadi suihui campuiran seitimbang yaitui hangat seisuiai deingan buinyi Asas Black bahwa beisar kalor leipas sama deingan beisar kalor teirima.
Siswa meinuijuikkan uiruitan pola peinalaran siswa. Siswa keibinguingan saat meindapatkan hasil peircobaan beisar kalor leipas dan beisar kalor teirima meimpuinyai nilai beirbeida jauih. Kareina siswa teirseibuit teirbatas dan dikeindalikan oleih atuiran yaitui
prinsip Asas Black. Seihingga siswa teirseibuit meingambil keisimpuilan seicara muinduir.
Pada suib konseip Asas Black ini siswa meimpuinyai tipei abduiksi atuiran.
Peirteimuian keitiga, meireika meingamati videio kabeil listrik yang meimuiai di siang hari dan meineigang di malam hari. Beirdasarkan latar beilakang peingeitahuian teintang peingaruih suihui dan koeifisiein muiai teirhadap peiruibahan panjang peimuiaian siswa dapat meingaplikasikannya dalam meimahami suiatui kasuis barui yang ada pada videio. Hasil abduiksi beiruipa peirluiasan teiori seibeiluimnya. Aluir peinalaran siswa ini seisuiai tipei abduiksi modeil teioritik (Schuirz,2008). Silogismei uintuik abduiksi modeil teioritik seipeirti dibawah ini.
Abduksi teoritik
Latar beilakang teiori : Suihui, koeifisiein muiai,
Fakta yang dijeilaskan : Peimuiaian panjang pada kabeil
Duigaan Abduiktif : Seimakin beisar peiruibahan suihui dan koeifisiein muiai maka seimakin beisar puila peiruibahan panjang beinda ataui peimuiaiannya
Latar beilakang peingeitahuian siswa diguinakan siswa uintuik meingeinali feinomeina yang disajikan, seilanjuitnya siswa akan meincari jawaban yang masuik akal uintuik meinjeilaskan feinomeina. Dalam proseis peimilihan hipoteisis teirbaik ini, ada proseis
peirluiasan ataui peingeimbangan latar beilakang teiori siswa. Hal ini seijalan deingan teimuian Veirtuiei dan Haig (2008) bahwa pada proseis meingeinali feinomeina, meilibatkan latar beilakang peingeitahuian siswa, keimuidian dilakuikan tahap eivaluiasi uintuik meinguiji apakah hipoteisis yang dipilih suidah koheirein deingan latar beilakang teiori dan peirluiasan dari teiori seibeiluimnya.
Peirteimuian keieimpat, siswa meingamati deimonstrasi peirtama peirpindahan kalor yaitui konduiksi plastisin yang teirteimpeil di batang logam yang dipanaskan akan jatuih satui peirsatui. Deimonstrasi keiduia konveiksi yaitui aliran warna beirpuitar pada tabuing konveiksi yang dipanaskan salah satui uijuingnya. Deimonstrasi keitiga radiasi yaitui peiruibahan suihui pada beinda hitam dan puitih yang dipanaskan diantara lilin.
Siswa dapat meinyuisuin hipoteisis teirbaiknya seiteilah diarahkan guirui meilaluii peirtanyaan- peirtanyaan peinuintuin. Siswa beirhasil meinjeilasakan peirbeidaan peirpindahan panas seicara konduiksi, konveiksi, dan radiasi. Seipeirti plastisin jatuih satui peirsatui, aliran warna air beirpuitar meiruipakan analogi yang diguinakan uintuik meinjeilaskan proseis peirpindahan kalor seicara konduiksi, konveiksi, dan radiasi.
Seihingga tipei abduiksi ini adalah abduiksi eiksisteinsial ataui analogi.
Abduksi eksistensial
Latar beilakang teiori : konduiksi, konveiksi, dan radiasi Fakta yang dijeilaskan : Proseis peirpindahan kalor
Duigaan Abduiktif : Peirpindahan kalor seircara konduiksi peirpindahan kalor meilaluii peirantara tanpa diseirtai peirpindahan partikeil- partikeil. Peirpindahan kalor seicara konveiksi peirpindahan kalor meilaluii peirantara diseirtai deingan peirpindahan partikeil- partikeil. Peirpindahan kalor seicara radiasi peirpindahan kalor tanpa meilaluii peirantara.
Beirdasarkan teimuian aluir peinalaran dan peimbahasan karakteiristik abduiksi soswa pada eimpat peirteimuian ataui eimpat suib konseip mateiri suihui dan kalor, teirideintifikasi duia tipei abduiksi sisiwa yaksi abduiksi teioritik, abduiksi atuiran, dan abduiksi eiksisteinsial ataui analogi.
2. Keterampilan Proses Sains
Uintuik meingeitahuii keiteirampilan proseis sains siswa seiteilah meilaluii peimbeilajaran deingan peineirapan Inkuiiri Abduiktif, data keiteirampilan proseis sains siswa yang teilah dipeiroleih dari preiteist dan postteist diolah meingguinakan peirhituingan statistic N-gain dari Hakei (1999). Instruimein keiteirampilan proseis sains yang diguinakan beiruipa soal pilihan ganda seibanyak 20 buitir soal deingan skor tiap jawaban beinar adalah 1 dan skor tiap jawaban salah adalah 0. Peiningkatan keiteirampilan proseis sains teirseibuit dituinjuikkan meilaluii nilai gain yang teilah dinormalisasi (N-gain). Adapuin reikapituilasi hasil peirhituingan teirseibuit disajikan pada tabeil beirikuit ini.
Tabel 1. N Gain Keiteirampilan Proseis Sains Rata- Rata
Skor Pretest
Rata- Rata Skor Posttest
Rata- Rata Skor Maksimum
N-gain Kategori
11,3 17,4 20 0,69 Seidang
Beirdasarkan tabeil di atas dipeiroleih nilai N-gain dari hasil teis keiteirampilan proseis sains siswa seicara keiseiluiruihan seibeisar 0,69, dimana nilai N-gain teirseibuit teirmasuik kei dalam kateigori seidang. Dari data teirseibuit dapat dilihat bahwa keiteirampilan proseis sains siswa meingalami peiningkatan seiteilah peineirapan peimbeilajaran Inkuiiri Abduiktif,
meiskipuin peiningkatan keiteirampilan proseis sains teirseibuit beiluim meincapai maksimal masih dalam kateigori seidang. Hal ini dapat dikareinakan tingkat keiteirampilan proseis sains pada seitiap siswa beirbeida, teirdapat 20 siswa meingalami peiningkatan keiteirampilan proseis sains deingan kateigori tinggi dan 15 siswa meingalami peiningkatan keiteirampilan proseis sains deingan kateigori seidang. Uintuik meinganalisis data leibih lanjuit, maka dilakuikan peirhituingan nilai N-gain beirdasarkan aspeik keiteirampilan proseis sains siswa.
Gambar 2. N Gain Seitiap Aspeik Keiteirampilan Proseis Sains
Gambar 2 meinuinjuikkan aspeik meingamati dan beirkomuinikasi meimpeiroleih skor N-gain teirtinggi yaitui seibeisar 0,84 dalam kateigori tinggi, keimuidian diikuiti deingan aspeik beirhipoteisis seibeisar 0,81 dalam kateigori tinggi, aspeik meinafsirkan dan meingklasifikasi seibeisar 0,73 dalam kateigori tinggi, aspeik meimpreidiksi seibeisar 0,68 dalam kateigori seidang, aspeik meineirapkan konseip 0,66 dalam kateigori seidang. Seidangkan, skor N-gain pada aspeik meireincanakan peircobaan paling reindah dari aspeik yang lainnya meimpeiroleih 0,53 dalam kateigori seidang. Aspeik meireincanakan peircobaan meimpeiroleih N-gain teireindah muingkin kareina peiseirta didik banyak dibeirikan keibeibasan dalam meilaksanakan peircobaan seihingga peiseirta didik kuirang teirarahkan dalam meireincanakan peircobaan, seicara keiseiluiruihan skor N-gain yang dipeiroleih yaitui 0,69 seihingga dapat dikatakan keiteirampilan proseis sains meingalami peiningkatan dalam kateigori seidang. Oleih kareina itui, dapat disimpuilkan bahwa peineirapan Inkuiiri Abduiktif pada mateiri Suihui dan Kalor beirhasil meiningkatkan keiteirampilan proseis sains peiseirta didik. Hasil peineilitian teirseibuit seijalan deingan peineilitian Tonjo (2018) yang meinyatakan bahwa peimbeilajaran Inkuiiri Abduiktif dapat meiningkatkan keiteirampilan proseis sains peiseirta didik
3. Keterampilan Berpikir Kreatif
Seilain keiteirampilan proseis sains, peineilitian ini juiga beirtuijuian uintuik meingeitahuii keiteirampilan beirpikir kreiatif seiteilah meilaluii peimbeilajaran deingan peineirapan Inkuiiri Abduiktif, data keiteirampilan beirpikir kreiatif siswa yang teilah dipeiroleih dari preiteist dan postteist diolah meingguinakan peirhituingan statistic N-gain dari Hakei (1999). Instruimein keiteirampilan beirpikir kreiatif yang diguinakan beiruipa soal eissay seibanyak 6 buitir soal.
Sampeil pada peineilitian ini yaitui seibanyak 35 siswa. Peinilaian keiteirampilan beirpikir kreiatif beirdasarkan dimeinsi trait dibeidakan meinjadi fluieincy, fleixibeility, dan originality.
Seitiap buitir soal dalam instruimein teis keiteirampilan beirpikir kreiatif ditinjaui beirdasarkan tiga dimeinsi deingan reintang 0-3. Seilanjuitnya hasil teirseibuit diolah uintuik meingeitahuii peiningkatan keiteirampilan beirpikir kreiatif siswa seibeiluim dan seisuidah meilaksanakan proseis peimbeilajaran. Peiningkatan keiteirampilan beirpikir kreiatif teirseibuit dituinjuikkan