• Tidak ada hasil yang ditemukan

abstrak - Perpustakaan Universitas Negeri Padang

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "abstrak - Perpustakaan Universitas Negeri Padang"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ii ABSTRAK

Desmaliza. 2015. “Perbedaan Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek Berbasis Media Audio Visual dengan Media Gambar Berseri Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tapan Kabupaten Pesisir Selatan”. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada aspek keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas X SMA Negeri 1 Tapan Kabupaten Pesisir Selatan antara lain. Pertama, rendahnya tingkat penguasaan siswa pada aspek kebahasaan dalam menulis cerita pendek. Kedua, media pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan hasil belajar menulis cerita pendek berbasis media audio visual dengan media gambar berseri siswa kelas X SMA Negeri 1 Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah eksperimen faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengambilan sampel berjumlah 74 menggunakan teknik purposive sampling.

Pengumpulan data dilakukan melalui tes, terdiri dari tes kemampuan awal dan kemampuan akhir. Analisis dan pembahasan data dilakukan secara deskriptif – analisis sesuai dengan konsep penelitian eksperimen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) untuk keterampilan menulis cerita pendek kelas eksperimen I lebih tinggi dari kelas eksperimen II pada α = 0,05 diperoleh thitung sebesar 2,1979 dan ttabel 1,67; (2) untuk keterampilan menulis cerita pendek kemampuan awal tinggi siswa pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II pada α = 0,05 diperoleh thitung sebesar -2,009 dan ttabel 1,70; (3) untuk keterampilan menulis cerita pendek kemampuan awal rendah siswa pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II pada α = 0,05 diperoleh thitung sebesar 0,1603 dan ttabel 1,70; (4) untuk interaksi antara kemampuan awal dengan media pebelajaran dalam mempengaruhi keterampilan menulis cerita pendek siswa pada α = 0,05 diperoleh Fhitung sebesar 36,15 dan Ftabel 4,14.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan empat hal sebagai berikut. (1) Keterampilan menulis cerita pendek siswa yang diajar dengan media audio visual pada kelas eksperimen I lebih baik daripada siswa yang diajar dengan media gambar berseri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas yaitu 80.6 dan 77.15. (2) Keterampilan menulis cerita pendek kemampuan awal tinggi siswa yang diajar dengan media audio visual pada kelas eksperimen I tidak lebih baik daripada kemampuan awal tinggi siswa yang diajar dengan media gambar berseri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas yaitu 78.22 dan 81.09. (3) Keterampilan menulis cerita pendek kemampuan awal rendah siswa yang diajar dengan media audio visual pada kelas eksperimen I lebih baik daripada kemampuan awal rendah siswa yang diajar dengan media gambar berseri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas yaitu 67.08 dan 66.92. (4) Tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal dengan media pebelajaran dalam mempengaruhi keterampilan menulis cerita pendek siswa.

Referensi

Dokumen terkait

siswa dalam menulis teks cerita pendek dengan menggunakan media.. photostory lebih baik daripada keterampilan menulis teks

pemanfaatan tayangan berita pada siswa kelas eksperimen. 2) Kemampuan siswa dalam menulis teks cerita pendek pada tes awal di kelas.. kontrol sebelum diberi perlakuan

berarti keterampilan menyimak cerita pendek siswa yang dibelajarkan dengan media pem- belajaran audio visual dan memiliki motivasi belajar tinggi tidak lebih baik daripada siswa

Kemudian, terdapat perbedaan skor secara signifikan pada posttest 1, 2, dan 3 pelecehan seksual siswa kelompok eksperimen setelah mengikuti layanan informasi menggunakan contextual

Hasilnya menunjukkan bahwa: 1 religiusitas siswa berada pada kategori sedang dan pelecehan seksual siswa berada pada kategori tinggi 2 Secara umum, guru BK belum memberikan layanan

Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan nyata antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang berkemampuan awal tinggi dengan menerapkan pembelajaran model treffinger dibandingkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,03% siswa kelas XI IPA SMA N 2 Lubuk Basung berada pada tingkat penalaran formal.Sebagian besar siswa berada pada tingkat penalaran awal formal dan

Program pelayanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang mempunyai moivasi berprestasi yang tinggi saja, tetapi juga untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin yang