vii ABSTRAK
Isna Windaryani, 2016. Entrepreneurship Perempuan Bugis Pedagang Pakaian di Pasar Butung Makassar (Kajian Sosiologi Gender). Skripsi. Jurusan Pendidikan Sosiologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Muhammadiyah Makassar (dibimbing oleh H. Saiful Saleh dan Hj. Ruliati).
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana entrepreneurship perempuan Bugis pedagang pakian dan bagaimana bias gender terhadap peranan perempuan Bugis dalam berdagang di Pasar Butung Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih terperinci entrepreneurship perempuan Bugis serta bias gender yang di rasakan Perempuan Bugis dalam berdagang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, penggunaan motode ini digunakan untuk mengetahui suatu permasalahan sosial yang ada di masyarakat yakni salah satu diantaranya bias gender pada perempuan Bugis yang berjualan di Pasar Butung Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode wawancara dapat disimpulkan bahwa entrepreneuship Perempuan Bugis Pedagang Pakaian Di Pasar Butung Makassar memungkinkan dalam membantu kestabilan ekonomi keluarga, terlebih lagi pekerjaan sebagai pedagang merupakan pekerjaan yang mudah dan cocok bagi prempuan. Bias Gender Terhadap Peranan Perempuan Bugis dalam Berdagang di Pasar Butung Makassar dapat dikatakan tidak terlalu nampak, seiring perkembangan zaman perempuan diperbolehkan dalam membantu perekonomian keluarga, meskipun tidak berlaku umum disebabkan pada beberapa informan masih mengeluhkan stigma yang beredar di sebagian masyarakat; bahwa perempuan yang berkerja sebagai pedagang akan sulit mengurusi urusan rumah tangga. Tindakan atas rasionalitas ini dapat dikaji berdasarkan tindakan rasionalitas menurut Max Weber yang dalam hal ini mengansumsikan tiap manusia melakukan sebuah tindakan berdasarkan balasan atau keuntungaan yang diberikan orang lain atas tindakan tersebut.
Kata Kunci: Entrepreneurship, Perempuan Bugis, Gender