Prestasi akademik yang diraih selama tahun 2014-2015 antara lain: Juara I Fisika pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara I Matematika pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten. Prestasi non-akademik antara lain Juara 1 PI English Speaking Lomba Seni dan Olah Raga Tingkat Kabupaten (AKSIOMA), Juara 1 PI Bulutangkis, Juara 1 PI Tolak peluru, Juara 1 MTQ, Juara 1 angkat besi, catur, berbicara bahasa . Lomba Bahasa Arab, Lintas Alam, Asyiknya Pramuka Putri Putra, Pramuka Perintis.13.
Rumusan Masalah
Melalui penerapan disiplin ilmu ini, peserta didik mampu dan sanggup meningkatkan diri serta menggunakan ilmunya untuk mencapai prestasi akademik dan non-akademik. Berdasarkan latar belakang di atas, menarik bagi penulis untuk mengkaji: “Penerapan disiplin sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa (Studi Kasus di MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan)”.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Menggambarkan kepada MT Negeri Punung Kabupaten Pacitan tentang ciri-ciri upaya sekolah dalam menegakkan kedisiplinan siswa dalam upaya meningkatkan prestasi akademik dan non akademik. Dengan mengetahui ciri-ciri upaya sekolah dalam menegakkan disiplin siswa dalam upaya meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, diharapkan kebijakan yang diterapkan dalam menegakkan disiplin siswa akan semakin meningkat.
KAJIAN TEORI
Kajian Terdahulu
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan karakteristik kedisiplinan siswa berbasis pendidikan Islam di MTsN Susukan. Hasil penelitian ini berhubungan dengan (1) Keberagaman karakteristik disiplin siswa berbasis pendidikan Islam di MTsN Susukan dapat dikelola dengan peraturan yang ketat dan mengikat serta berbasis pendidikan Islam untuk mewujudkan siswa yang disiplin dan berkarakter, memiliki pemahaman. , dan mempunyai iman dan taqwa.
Kajian Teori 1. Kedisiplinan
Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses yang didalamnya terdapat peraturan atau tata cara tertentu yang harus dipatuhi oleh peserta didik. Kualitas kepemimpinan seorang pemimpin, guru atau orang tua terhadap anggotanya, siswa atau anak juga menentukan berhasil tidaknya dalam mengembangkan kedisiplinan. Menurut konsep ini, siswa di sekolah dikatakan memiliki kedisiplinan yang tinggi jika siswa mau duduk dengan tenang sambil memperhatikan penjelasan guru pada saat pembelajaran.
Menurut konsep ini, siswa harus diberikan kebebasan sebanyak-banyaknya di kelas dan di sekolah. Menurut konsep kebebasan terkendali ini, siswa memang diberikan kebebasan asalkan tidak menyalahgunakan kebebasan yang diberikan tersebut, karena tidak ada kebebasan yang mutlak di dunia ini dan ada batasan-batasan tertentu dalam kehidupan bermasyarakat atau di lingkungan sekolah. Mengawasi kedisiplinan siswa. Selain itu, hendaknya juga menjaga perasaan cinta pada siswa, bukan karena kebencian atau perasaan emosional.
Teknik untuk meningkatkan kepekaan/kesadaran terhadap peraturan perundang-undangan pada akhirnya dapat ditumbuhkan dan dikembangkan oleh siswa itu sendiri (disiplin diri). Dengan teknik ini, peningkatan kedisiplinan di kelas dilakukan dengan bekerja sama antara guru dan siswa dalam mengendalikan situasi kelas menuju terwujudnya tujuan kelas yang bersangkutan. Yang perlu diperhatikan guru dalam proses pengembangan disiplin di kelas adalah perbedaan individu siswa dalam kemampuannya melakukan introspeksi dan pengendalian diri.
Metode Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Kehadiran Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- Prosedur Pengumpulan Data
- Analisis Data
Peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data dan akhirnya pelapor hasil penelitian.Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan instrumen lain seperti dokumen resmi dan kamera sebagai penunjang sesuai dengan metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini jenis datanya berkaitan dengan tujuan penelitian yang ingin diteliti yaitu penegakan disiplin sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kata-kata dan tindakan, yang merupakan hasil gabungan upaya melihat, mendengarkan, dan bertanya.
Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, guru, kepala kurikulum, kepala kesiswaan, kepala TU, kepala humas, wali kelas dan siswa sekolah yang bersangkutan. subjek penelitian. Penggunaan keempat komponen tersebut di atas dalam penelitian yang dilakukan merupakan siklus yang berkesinambungan antara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data mutlak diperlukan dalam penelitian kualitatif, guna memastikan keabsahan data yang diperoleh dengan melakukan pengecekan data.
Denzin “membedakan empat jenis triangulasi sebagai teknik peninjauan yang menggunakan penggunaan sumber, metode, peneliti, dan teori”. alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.
Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dalam penelitian ini terdiri dari enam bab, setiap bab terdiri dari beberapa sub bab, untuk lebih jelasnya akan penulis jelaskan sebagai berikut. Bab pertama Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian. Bab kedua, Tinjauan Penelitian Sebelumnya, Kajian Teoritis yang terdiri dari 1) Pengertian Manajemen; 2) Pemahaman tentang disiplin; 3) Prestasi belajar.
Bab ketiga Metodologi Penelitian yang terdiri atas pendekatan dan jenis penelitian, keberadaan penelitian, lokasi penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, pengujian keabsahan data, teknik analisis data, sistematika pembahasan. Bab Keempat, Penyajian data dan temuan penelitian seperti, Sejarah Berdirinya MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, Letak Geografis MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, Visi dan Misi MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, Struktur Organisasi MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, situasi guru/staf dan siswa MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, kondisi sarana dan prasarana MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan, kurikulum, penyajian data temuan penelitian penegakan disiplin warga madrasah dalam meningkatkan hasil akademik dan non-akademik. Bab kelima, Analisis pembahasan yang berisi tentang penegakan kedisiplinan warga madrasah dalam meningkatkan kinerja akademik dan non akademik.
Berdasarkan pemaparan data dan temuan penelitian pada pokok penelitian, maka pada bab ini akan dibahas dan dianalisis penegakan disiplin warga madrasah dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di MTs Negeri Punung Kabupaten Pacitan yang meliputi : 1 ) bentuk disiplin preventif dan kuratif;
Bentuk Disiplin Preventif dan Kuratif
Undang-undang atau sanksi terhadap pelanggaran juga harus ditaati dan dibuat bersama antara guru dan siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Rohinah yang menyatakan bahwa mendisiplinkan siswa dengan menggunakan teknik kontrol kolaboratif yaitu dengan guru dan siswa membuat kontrak belajar yang berisi aturan-aturan yang harus ditaati bersama-sama. Hal ini sesuai dengan pendapat Tina Rahmawati yang menyatakan bahwa mendisiplinkan siswa yang menggunakan teknik pengendalian kooperatif yaitu melalui kedisiplinan kelas yang baik harus mencakup kesadaran akan kerjasama yang terjalin antara guru dan siswa secara harmonis, saling menghormati, efektif dan produktif i. Hal ini sesuai dengan pendapat Rohinah yang menyatakan bahwa mendisiplinkan siswa menggunakan teknik kontrol kooperatif yaitu dengan guru dan siswa membuat kontrak belajar yang berisi aturan-aturan yang harus ditaati bersama i.
Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Rohinah yang menyatakan bahwa mendisiplinkan siswa dengan teknik pengendalian luar dapat dilakukan dengan cara mengancam dan menakut-nakuti serta memberikan imbalan. Menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada peserta didik melalui teknik pengendalian intern adalah menanamkan nilai-nilai kedisiplinan yang mengajarkan peserta didik untuk mendisiplinkan diri. Sebab jika guru tidak memberikan contoh kedisiplinan kepada siswanya, maka siswa pun tidak akan disiplin.
Hal ini sesuai dengan pendapat Rohinah yang menyatakan bahwa mendisiplinkan siswa yang menggunakan teknik pengendalian batin artinya guru diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa dalam hal kedisiplinan.i Membentuk nilai kedisiplinan pada siswa yang menggunakan teknik pengendalian batin. Teknik pengendalian yang digunakan adalah mendidik peserta didik dengan memberikan teladan dan teladan.
Pelaksanaan Kedisiplinan Bagi Warga Madrasah
Disimpulkan bahwa bentuk disiplin yang diterapkan MTs Negeri Punung, baik disiplin preventif maupun kuratif untuk membentuk nilai-nilai kedisiplinan pada peserta didik, terbagi menjadi tiga teknik, yaitu teknik pengendalian kooperatif, teknik pengendalian eksternal, dan teknik pengendalian internal. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap lembaga pendidikan tentu berupaya maksimal dengan berbagai peraturan dan kebijakan dengan mengedepankan kedisiplinan dan tanggung jawab. Upaya yang dilakukan MTs Negeri Punung mengenai masih adanya siswa yang kurang disiplin dan tidak mematuhi peraturan madrasah baik di dalam kelas maupun di luar kelas adalah dengan menunjukkan arti disiplin dan menyosialisasikan pentingnya mengikuti peraturan madrasah. baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang dilanjutkan dengan sanksi melalui SKS bagi siswa yang melanggar, hal ini dilakukan oleh guru, staf dan kepala sekolah.
Untuk mengatasi kurang kompaknya para guru dalam memantau perkembangan perilaku siswa, maka dilakukan upaya oleh pihak madrasah (guru) untuk menjalin persatuan antar guru, hal ini diupayakan dengan mengadakan rapat koordinasi mengenai kekompakan dalam memberikan pendidikan moral kepada siswa di bawah bimbingan guru di bawahnya. . koordinasi kepala madrasah. Hal yang harus ditekankan dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan tetap melanjutkan pelaksanaan kesepakatan hasil rapat koordinasi antar guru, sehingga melalui pelaksanaan kesepakatan tersebut benar-benar tercapai solidaritas antar guru. Khalifah di muka bumi adalah makhluk sosial dan individu yang mampu berdiri sendiri. Dengan demikian, guru harus bersatu dalam melaksanakan tanggung jawab bersama dalam pendidikan moral. Muhammad Athiyah Al-Abrasy juga mengatakan bahwa pendidik adalah bapak spiritual. dari seorang murid, dialah yang memberi makan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak dan membenarkan atau memperbaiki kelakuan buruk murid i.
Ditemukan bahwa penerapan kedisiplinan warga madrasah di MTs Negeri Punung sudah terlaksana dengan baik, keterlibatan seluruh guru dalam memantau perkembangan perilaku siswa menunjukkan adanya peran aktif guru dalam memberikan informasi perkembangan perilaku siswa.
Kontribusi Kedisiplinan dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non Akademik
Prestasi akademik yang diraih selama tahun 2014-2015 antara lain: Juara I mata pelajaran Fisika pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara I mata pelajaran Matematika pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara I mata pelajaran Bahasa Inggris pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara I mata pelajaran PAI Lomba IPA Madrasah Tingkat Daerah Tahun 2014, Juara 1 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara 1 Mata Pelajaran IPS Lomba IPA Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara 1 Mata Pelajaran Fisika Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara 1 Lomba Matematika Mata Pelajaran IPA Madrasah Tingkat Kabupaten, Juara I Mata Pelajaran PAI pada Lomba Sains Madrasah Tingkat Kabupaten Tahun 2015. Prestasi non-akademik antara lain Juara I PI English Speaking pada Kompetisi Seni dan Olah Raga Tingkat Kabupaten (AKSIOMA), Juara I PI Bulutangkis, Juara I pada PI Tolak Peluru, Juara I MTQ, Juara I Angkat Berat, Catur, Bahasa Arab, Jalan Kaki, Lomba Pramuka Putra Putri Seru, Kepeloporan Pramuka. Hal ini senada dengan Abdul Qohar yang dikutip Sagala, Prestasi adalah segala sesuatu yang dapat diciptakan, hasil kerja.
Hal ini terlihat dari keteraturan guru dan siswa masuk, belajar mengajar dan keluar madrasah, ketertiban suasana belajar mengajar, dan ketertiban lingkungan sekolah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan disiplin belajar mengajar, yaitu faktor kepemimpinan madrasah, faktor siswa, faktor sarana, prasarana dan pembiayaan serta faktor lingkungan masyarakat. Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam, faktor internal berkaitan dengan perkembangan jasmani dan kebugaran antara lain kesehatan, guru, konsentrasi belajar dan panca kemampuan indera.
Dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja akademik dan non akademik sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu mengenai perilaku (disiplin), kecepatan berpikir, kemampuan beradaptasi dan keterampilan sosial, selain itu lingkungan sosial dan lingkungan hidup juga dapat mempengaruhi kinerja akademik. dan kinerja secara akademis.