ix
EKSISTENSI SAGU SEBAGAI KONSUMSI DARI PEWARISAN MASYARAKAT MELAYU DESA PANGGAK LAUT KABUPATEN
LINGGA Oleh
Heri Syahputra Lingga NIM. 180569201038
ABSTRAK
Sagu salah satu sumber bahan pangan dengan karbohidrat tinggi. Sagu juga memiliki nilai budaya sangat tinggi sebagai salah satu kearivan lokal dalam tradisional masyarakat yang senantiasa dipertahankan turun temurun. Potensi sagu di kembangkan sebagai bahan pangan pengganti beras faktor yang mempengaruhi eksistensi sagu melalui ilmu pengetahuan dan teknologi sagu diolah dengan berbagai macam peroduk dengan pengolahan yang menarik minat kalangan muda.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sagu sampai saat ini masih eksis dengan berbagai macam olahan yang terbuat dari bahan dasar sagu. Adapun makanaan yang eksis yaitu kerupuk cincin, kue bangkit, keripik sagu lenggang, laksa, kepurun, gubal,lempeng sagu, lambok. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Distingsi (Pierre Bourdieu) yang menjelaskan tentang penggabungan kembali aspek kebudayaan, terutama budaya tinggi, dengan pemahaman antropologis terhadap kebudayaan secara menyeluruh termasuk aspek tinggi maupun rendahnya. Dalam konteks ini memiliki nilai selera yang tinggi dengan makanan yang terbuat dari bahan pokok. Adapun hasil dari penelitian ini makanan yang di olah dari bahan dasr sagu. Memiliki nilai budaya yang sangat tinggi sehingga masih tetap eksis, selain itu sagu juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan dan memiliki cita rasa yang unik, dan sudah di kenal kalangan luas.
Kata kunci : Eksistensi, sagu, budaya, makanan khas
x
THE EXISTENCE OF SAGO AS A CONSUMPTION FROM THE INHERITANCE OF THE MALAY COMMUNITY OF PANGGAK LAUT
VILLAGE, LINGGA REGENCY By
Heri Syahputra Lingga NIM. 180569201038
ABSTRACT
Sago one of the food sources with high carbohydrate content. Sago also has a very high cultural value as one of the local wisdom in traditional communities that has always been maintained for generations. The potential of sago is developed as a food substitute for rice, a factor that affects the existence of sago through science and technology sago is processed with various kinds of products with processing that attracts young people. The purpose of this research is to find out that sago still exists today with a variety of preparations made from sago- based ingredients.The foods that exist are ring crackers, bangkit cakes, lenggang sago chips, laksa, kepurun, sapwood, sago plates, lambok. In this study, researchers used qualitative methods by collecting data on observation, interviews, and documentation. Researchers used Distingsi theory (Pierre Bourdieu) which explains the recombination of cultural aspects, especially high culture, with an anthropological understanding of culture as a whole including its high and low aspects. In this context, it has a high taste value with food made from staple ingredients. The results of this research are food processed from sago dasr ingredients. It has a very high cultural value so that it still exists, besides that sago can also be processed into various types of food and has a unique taste, and is well known to the wider community.
Keywords: Existence, sago, culture, specialty food