• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACARA 1 SITOLOGI DAN HISTOLOGI

N/A
N/A
zaidan nz

Academic year: 2023

Membagikan "ACARA 1 SITOLOGI DAN HISTOLOGI"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERTANIAN

(PNA231101)

ACARA 1

SITOLOGI DAN HISTOLOGI

Oleh:

Zaidan Naufal Zalfaan A1D023252

PJ Asisten:

Akash Yusuf Sugito

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN

PURWOKERTO 2023

(2)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sitologi dan histologi adalah dua cabang penting biologi yang fokus pada studi tentang sel dan jaringan. Sel sebagai unit dasar kehidupan mempunyai struktur dan fungsi yang sangat penting dalam menjalankan berbagai proses biologis. Di sisi lain, histologi berkaitan dengan pemahaman bagaimana jaringan dibentuk oleh sejumlah sel tertentu yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu dalam tumbuhan.

Sitologi adalah ilmu yang mempelajari sel, yaitu unit struktural dan fungsional kehidupan. Ilmu yang mempelajari sitologi mencakup pemahaman tentang struktur sel, reproduksi sel, dan berbagai organel sel yang berperan penting dalam menjalankan fungsi sel. Sejak penemuan mikroskop pada abad ke-17, kemajuan teknologi mikroskopis telah memungkinkan para ilmuwan mempelajari sel pada tingkat molekuler.

Salah satu perkembangan penting dalam sitologi adalah penemuan mikroskop elektron, yang memungkinkan pengamatan sel dan organel sel pada skala nano. Hal ini telah membantu para ilmuwan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang struktur dan fungsi sel. Selain itu, penelitian sitogenetika saat ini juga melibatkan biologi molekuler, sehingga memungkinkan kita memahami informasi genetik yang diakses dan diungkapkan oleh sel.

Pada saat yang sama, histologi berkaitan dengan pemahaman struktur dan fungsi jaringan tubuh. Organisme lebih kompleks dibentuk oleh berbagai jenis jaringan yang berbeda, seperti parenkim, epidermis, dll . Ilmu histologi memungkinkan kita untuk memahami komposisi dan interaksi jaringan ini. Penelitian dalam histologi telah menjadi sangat penting dalam bidang pertanian. Hal ini dikarenakan pemahaman yang mendalam tentang jaringan tumbuhan membantu dalam diagnosis penyakit

(3)

dan pengembangan varietas yang efektif. Studi histologi juga memberikan wawasan tentang bagaimana jaringan dapat berubah selama proses penyembuhan dan regenerasi.

Pentingnya sitologi dan histologi juga terkait dengan perkembangan bioteknologi dan rekayasa genetika. Di bidang ini, pemahaman mendalam tentang struktur sel dan jaringan membantu merancang metode manipulasi genetik dan aplikasi teknologi terkait untuk menemukan varietas tanaman yang lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi baru seperti mikroskop krio-elektron telah menciptakan gambaran yang lebih jelas tentang struktur sel dan jaringan dalam tumbuhan. Hal ini memungkinkan kita menemukan penemuan baru dan lebih memahami kehidupan seluler dan fungsi tumbuhan.

Studi sitologi dan histologi juga mencakup berbagai teknik pewarnaan dan analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami komponen seluler dan jaringan. Ini termasuk pewarnaan hematoksilin-eosin yang banyak digunakan dalam histologi untuk membedakan berbagai jaringan dalam sampel biologis. Pengetahuan tentang sitologi dan histologi penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan varietas tanaman yang lebih baik. Pemahaman komprehensif tentang sel dan jaringan menjadi dasar dari banyak cabang biologi dan pertanian dan memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Secara keseluruhan, sitologi dan histologi merupakan cabang biologi yang sangat penting, dan telah dan akan terus memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman kehidupan dan perkembangan teknologi saat ini. Dengan memahami struktur sel dan jaringan tubuh, kita dapat mengungkap misteri terdalam biologi dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan manusia.

(4)

B. Tujuan

Pratikum ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui berbagai macam bentuk sel dan fungsinya 2. Mengetahui berbagai macam bentuk jaringan dan fungsinya

(5)

II. TINJAUAN PUSTAKA

Semua makhluk hidup atau organisme tersusun atas sel atau beberapa sel. Sel (sitologi) berasal dari bahasa Yunani yaitu “ kytos”

(wadah). Sitologi adalah salah satu cabang Ilmu Biologi. Sitologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk sel.

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil pada suatu makhluk hidup. Sel memiliki semua peralatan dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan proses penting seperti bergerak, berkembang biak atau bereproduksi, beradaptasi atau merespons perubahan lingkungan. Proses penting ini mendukung kelangsungan hidup organisme hidup yang tersusun dari sel-sel ini. Oleh karena itu, seluruh aspek sistem kehidupan dapat dipelajari dengan mempertimbangkan proses kehidupan yang terjadi pada tingkat sel ( Rahmadina, 2020). Struktur sel pada tumbuhan terdiri dari ribosom, nukleus, nukleolus, mitokondria, retikulum endoplasma kasar, retikulum endoplasma halus, vakuola, peroksisom, membran sel, sitoplasma, kloroplas, amiloplas, dan dinding sel (Ulimaz et al.,2022).

Proses biologis dalam sel tumbuhan ini diatur secara ketat dan berfungsi untuk memelihara kehidupan tumbuhan. Intinya, semua proses ini melibatkan interaksi antara molekul dan protein yang mempengaruhi proses biologis di sel. Proses biologis yang terjadi, antara lain fotosintesis, respirasi, pertumbuhan, perkembangan, respons terhadap faktor lingkungan (Dhaniaputri, 2016).

Histologi merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari struktur sel dan jaringan normal serta struktur organ yang dibentuk oleh berbagai jaringan. Kebanyakan sel berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat tanpa menggunakan alat. Oleh karena itu, pengamatan sel dan jaringan memerlukan mikroskop. Sediaan histologis yang paling umum

(6)

digunakan adalah yang dibuat dengan metode parafin dan diamati di bawah mikroskop optik (Sumiwi et al.,2023)

Mikroskopi adalah teknik yang digunakan untuk mengamati benda- benda kecil yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Teknologi ini memungkinkan para ilmuwan mengamati benda-benda kecil dengan lebih detail dan akurat. Dalam mikroskop, ada dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop optik dan mikroskop elektron. Mikroskop optik menggunakan lensa untuk mengubah gambar objek yang diamati menjadi gambar yang lebih besar. Mikroskop optik memungkinkan pengamat mengamati objek kecil dengan lebih detail dan akurat. Mikroskop optik umumnya digunakan untuk mengamati benda-benda kecil dalam biologi, fisika, dan kimia. Sedangkan mikroskop elektron menggunakan sinar-X untuk mengamati objek kecil dengan lebih detail dan akurat. Mikroskop elektron juga dapat mengukur massa jenis dan mempelajari benda-benda kecil secara fisik dan kimia (Aminarti dan Ajizah, 2021).

Struktur tumbuhan mengacu pada organisasi fisik tumbuhan, termasuk susunan organ, jaringan, dan selnya. Struktur tanaman memberikan dukungan, perlindungan, dan nutrisi yang diperlukan untuk fungsi dan pertumbuhan tumbuhan. Struktur meliputi akar, batang, dan daun serta organ tumbuhan lainnya seperti bunga dan buah. Setiap bagian tumbuhan memiliki fungsi yang berbeda-beda, dan struktur keseluruhannya memungkinkan tumbuhan menyerap air, unsur hara, dan sinar matahari sekaligus mendukung pertumbuhan dan reproduksinya (Istighfarin, 2015)

Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel yang mempunyai kemampuan titopotensial yang berbeda dengan jaringan hewan, jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang mempunyai kemampuan jika organisme tumbuhan ini dapat memperbanyak diri dengan negatif mengingat kemampuan tubuh tumuhan terdiri dari sel-sel.

(7)

Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa. Jaringan terdiri dari meristem, yaitu kumpulan sel-sel muda atau embrio (meristem) yang terus membelah, dan epidermis, yaitu lapisan sel terluar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, pada kedua akar. , batang dan daun. Bentuk dan fungsi masing-masing organ berbeda-beda, jaringan parenkim terbentuk dari jaringan meristem dasar, jaringan parenkim terbentuk dari jaringan meristem dasar, jaringan sklerenkim berperan sebagai jaringan pendukung yang aktif tumbuh pada bagian dewasa tumbuhan dan setiap tumbuhan mempunyai jaringan pengangkut. juga dikenal sebagai tumbuhan berpembuluh. Jaringan pengangkut terdiri dari xilem dan floem dan bersama-sama membentuk ikatan pembuluh. Xilem dan floem merupakan jaringan kompleks dengan karakteristik unik (TIM MGMPS Biologi, 2019).

(8)

III. METODE PRAKTIKUM

A. Bahan dan Alat

Bahan-bahan pada praktikum ini, antara lain: singkong, bawang merah, cabai, kentang, jagung, papaya, pisang, seledri, bunga sepatu, tebu, durian, adam hawa, aquades.

Alat-alat pada praktikum ini antara lain : pisau, mikroskop, alat tulis, kaca preparate.

B. Prosedur Kerja

Prosedur Kerja A. Sitologi

a. Bentuk- bentuk sel

1. Penampang melintang empulur Manihot utilsima diambil.

2. Preparat tersebut diiris melintang setipis mungkin.

3. Gelas objek diletakkan, kemudian ditetesi aquades.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Periksa dengan perbesaran lemah, setelah tampak jelas periksa dengan perbesaran kuat, kemudian gambar beberapa sel.

(9)

b. Sel dengan bagian-bagian yang hidup 1) Nukleus

1. Selaput bagian dalam umbi lapis (Alium cepa) diambil.

2. Dengan menggunakan pinset ambil selaput bagian dalam umbi lapis.

3. Letakkan di gelas objek, kemudian ditetesi aquades.

Tutup dengan penutup gelas objek.

4. Perhatikan nukleus, apabila kurang jelas dapat dibubuhkan Aceto carmin atau Metilin blue.

5. Gambar beberapa sel dengan perbesaran kuat.

2) Plastida

1. Ambil kortek umbi wortel (Daucus carota).

2. Buat irisan melintang setipis mungkin dari umbi wortel.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Perhatikan plastida yang terdapat dalam umbi tersebut lalu gambar dengan perbesaran kuat.

c. Benda-benda ergastik dalam sel 1) Amilum

1. Ambil Solanum tuberosum.

2. Tusuklah umbi kentang beberapa kali menggunakan jarum.

3. Peras umbi kentang dan simpan di beker glass lalu biarkan mengendap.

4. Ambil endapan pati tersebut menggunakan pipet.

5. Perhatikan letak hilusnya dan bulir-bulir amilumnya.

6. Gambar beberapa bulir dengan perbesaran kuat.

2) Aleuron

1. Ambil Zea mays.

(10)

2. Tusuk biji jagung muda beberapa kali menggunakan jarum.

3. Peras biji jagung dan simpan di beker glass lalu biarkan mengendap.

4. Ambil endapan tersebut menggunakan pipet.

5. Perhatikan letak hilusnya dan bulir-bulir aleuron Gambar beberapa bulir dengan perbesaran kuat.

3) Kristal Ca-oksalat

1. Buat irisan melintang batang Amaranthus sp. setipis mungkin.

2. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

3. Tutup dengan penutup gelas objek.

4. Perhatikan sel-sel yang mengandung kristal Co- oksalat berbentuk pasir.

5. Gambar beberapa sel dengan perbesaran kuat.

B. Histologi

a. Jaringan dasar parenkim

1. Ambil kulit pisang (Musa sp.).

2. Sayat kulit buah pisang bagian dalam menggunakan cutter.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Gambarkan beberapa sel parenkim.

b. Jaringan penguat 1) Kolenkim

1. Ambil tangkai daun waru.

2. Buat irisan melintang setipis mungkin.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

(11)

5. Perhatikan sel-sel kolenkima beserta penebalan dinding-dindingnya yang terletak pada sudut- sudutnya.

6. Gambarkan beberapa sel dengan perbesaran kuat.

2) Sklerenkim

1. Ambil tangkai daun seledri.

2. Buat irisan melintang setipis mungkin.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Perhatikan jaringan yang terdiri dari sel-sel berdinding tebal, penebalannya merata hingga lumennya sempit (sel-sel itu merupakan sel sklerenkima).

c. Epidermis dan derivatnya 1) Epidermis

1. Ambil batang tebu (Sacharum officinarum).

2. Buat irisan tipis pada kulit batang tebu.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Perhatikan epidermis batang tebu.

6. Epidermis batang Sacharum officinarum terdiri dari sel yang berbentuk panjang dan ada yang pendek.

7. Gambar sel-sel tersebut dengan pembesaran kuat.

2) Trikoma

1. Rambut batang yang diambil dari daun tomat (Solanum lycopersicum) atau daun durian (Durio zibethinus).

2. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

3. Tutup dengan penutup gelas objek.

4. Perhatikan rambut pada daun tomat.

(12)

5. Gambar rambut-rambut tersebut beserta sel epidermis sekitarnya dengan pembesaran kuat.

3) Stomata

1. Ambil daun jagung (Zea mays).

2. Buat irisan melintang daun tersebut setipis mungkin.

3. Letakkan di gelas objek, lalu ditetesi dengan air.

4. Tutup dengan penutup gelas objek.

5. Perhatikan stomata pada daun tersebut.

6. Stomata tersebut dikelilingi oleh sel tetangga.

7. Gambar beberapa stomata beserta sel-sel epidermis disekitarnya dengan perbesaran kuat.

(13)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Tabel 1.1 struktur sel tumbuhan

No. Gambar Keterangan

1. a) Ribosom

Ribosom adalah mesin molekuler yang terdiri dari dua sub-unit, yaitu sub- unit kecil dan sub-unit besar yang terdiri dari RNA dan protein.

Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein (Yusopova et al., 2015)

b) Nukleus

Nukleus atau inti sel merupakan organel terbesar dalam mahluk

hidup, nukleus

(14)

mengandung sebagian besar gen. Nukleus

berperan sebagai

pengontrol pertumbuhan dan reproduksi sel serta

sebagai tempat

penyimpanan materi genetik (Subargiantha, 2018)

c) Nukleolus

Nukleolus merupakan salah satu bagian dari nukleus yang mengandung ikatan DNA yang berasal dari beberapa kromosom.

Nukleolus berperan sebagai pengumpul dan transkripsi rRNA untuk membentuk ribosom (Kurniati, 2020)

d) Mitokondria

Mitokondria merupakan organel semiotonom di dalam sel tumbuhan, yaitu mempunyai DNA serta

ribosom sendiri.

Mitokondria berperan

sebagai tempat

(15)

berlangsungnya

pembentukan ATP,

melakukan sintesis enzim, tempat berlangsungnya respirasi sel (Jusuf, 2013).

e) Retikulum endoplasma kasar

RE merupakan jaringan

bermembran yang

membentuk kantung pipih yang saling berhubungan, RE kasar ditempeli oleh ribosom. RE kasar berfungsi menyebarkan protein yang tela disintesis oleh ribosom (Jusuf, 2013).

f) Retikulum endoplasma halus

RE halus merupakan RE yang bebas dari ribosom.

RE halus berfungsi untuk sintesis lemak, teramasuk asam lemak, fosfolipid dan steroid (Jusuf, 2013).

g) Vakuola

Vakuola adalah bagian sel

(16)

yang berisi cairan dan sebelah luarnya dibatasi oleh membran tonoplast.

Vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, garam, senyawa organik, dan pigmen, vakuola juga berfungsi dalam menjaga tekanan osmotik tumbuhan (Dhaniaputri, 2016).

h) Peroksisom

Peroksisom merupakan sel dengan struktur yang terdiri dari kristal padat dan sekat yang terbungkus oleh satu membran unit.

Peroksisom berperan dalam fotorespirasi Bersama organel kloroplas dan mitokondria (Lahay, 2013).

i) Badan golgi

Badan golgi merupakan jaringan berbentuk tumpukan cakram yang berongga dengan pinggiran yang memutas dan dikelilingi oleh badan-

(17)

badan berbentuk bola.

Badan golgi berfungsi sebagai penyortir protein dan membrane, pabrik perakitan dan sekresi ( Advina, 2018).

j) Membran sel

Membran sel merupakan organel yang tersusun atas molekul lemak dan protein. Membran sel

berfungsi untuk

melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat, sebagai reseptor dari luar sel (Ulfa et al., 2020).

k) Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang berada dalam sel tersusun atas cairan atau padatan. Cairan sitoplasma disebut sitosol.

Sitoplasma berfungsi

sebagai tempat

penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi metabolism sel ( Kurniati, 2020).

(18)

l) Kloroplas

Kloroplas adalah bagian dari plastida yang mengadung klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis (kurniati, 2020).

m) Amiloplas

Amiloplas adalah plastida yang mengandung amilum yang berfungsi membantu memupuk pati dalam sel (Kurniati, 2020).

n) Dinding sel

Dinding sel adalah struktur di luar membran yang membatasi ruang untuk ekspansi sel, dibentuk oleh kompleks golgi. Dinding sel berfungsi dalam turgiitas sel (Kurniati, 2020).

Tabel 1.2 hasil pengamatan sitologi

No. Gambar Keterangan

(19)

1. Preparat batang singkong (Manihot esculenta) Bagian

a. Sel tumbuhan

Sel merupakan unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup

b. Dinding sel

Dinding sel

merupakan struktur di luar membrane yang membatasi ruang untuk ekspansi sel

dibentuk oleh

kompleks golgi

berperan dalam

turginitas sel

(Kurniati, 2020) c. Ruang antar sel

Ruang antar sel terbentuk karena susunan sel-sel parenkim longgar.

Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas

serta tempat

penyimpanan

cadangan tanaman

(TIM MGMPS

Biologi, 2019).

(20)

2. Preparat selaput bagian dalam bawang merah (Allium cepa)

Bagian:

a. Nukleus

Nukleus adalah

organel terbesar dalam

mahluk hidup,

nukleus mengandung sebagian besar gen (Subargiantha, 2018).

b. Sitoplasma

Sitoplasma yakni cairan yang berada dalam sel tersusun atas cairan dan padatan. Cairan sitoplasma disebut sitosol. Berfungsi

sebagai tempat

penyimpanan bahan- bahan kimia (Kurniati, 2019).

c. Dinding sel

Dinding sel

merupakan struktur di luar membrane yang membatasi ruang untuk ekspansi sel

dibentuk oleh

kompleks golgi

(21)

berperan dalam

turginitas sel

(Kurniati, 2020)

3. Preparat irisan membujur

cabai (Capsicum

frutescens) Bagian:

a. Kromoplas

Kromoplas adalah plastid yang berwarna kuning, jingga, merah jingga dan merah.

Seringkali kloroplas dan kromoplas disebut kromatofora.

Kromoplas

mengandung zat

warna yang termasuk karotenoid (TIM MGMPS Biologi, 2019).

Pigmen likopin

(merah) adalah zat warna pada cabai.

4. Preparat umbi kentang

(Solanum tuberosum) Bagian:

a. Amilum

Amilum adalah

polisakarida dalam

tanaman yang

(22)

disimpan sebagai cadagan makanan berbentuk butiran

putih, amilum

terbentuk dari amilosa dan amilopektin (Rahayu et al., 2017)

5. Preparat selaput biji

jagung (Zea mays) Bagian:

a. Aleuron

Aleuron adalah

lapisan sel terluar yang kaya akan gizi dari endospermium untuk memberikan asupan gizi bagi embrio (Pambudi et al., 2023)

6. Preparat irisan membujur

daun papaya (Carica papaya)

Bagian:

a. Ca-oksalat merupakan hasil sintesis endogen asam oksalat dan

(23)

kalsium. Berfungsi sebagai pertahanan dari herbivora

Tabel 1.3 hasil pengamatan histologi

No. Gambar Keterangan

1. Preparat irisan membujur

kulit pisang (Musa paradisiace)

Bagian:

a. Parenkim

Parenkim adalah

jaringan yang

terdapat diseluruh organ tumbuhan.

Parenkim terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologis dan

siologis yang

beragam memiliki fungsi sebagai jaringan pengisi, penguat, tempat fotosintesis,

regenerasi (TIM

(24)

MGMPS Biologi, 2019).

2. Preparat irisan melintang

seledri (Apium

graviolens l) Bagian:

a. Kolenkim

Kolenkim adalah jaringan penguat pada organ tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim tersusun dari sel-sel

hidup dengan

protoplasma yang aktif membelah dan memiliki bentuk memanjang dengan penebalan tidak

merata (TIM

MGMPS Biologi, 2019).

3. Preparat irisan melintang

daun sepatu (Hibiscus rosa-sintesis)

Bagian:

a. Sklerenkim

Sklerenkim adalah jaringan penguat yang terdiri dari sel- sel mati. Sklerenkim

(25)

memiliki dinding sel yang kuat dan mengandung lignin, terbagi dua macam, yaitu serabut dan sklereid. Penebalan dari sklerenkim

merata (TIM

MGMPS Biologi, 2019).

4. Preparate irisan

membujur tebu

(Saccharum officinarum) Bagian:

a. Epidermis

Epidermis adalah jaringan lapisan terluar pada setiap organ tumbuhan.

Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung yang menutupi seluruh organ tumbuhan.

Jaringan epidermis

berasal dari

protoderm, jika rusak maka epidermis digantikan gabus

(TIM MGMPS

Biologi, 2019).

(26)

5. Preparat kerokan daun

durian (Durio

zibenthinus muss) Bagian:

a. Trikoma

Trikoma adalah derivate epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, dll.

Berfungsi sebagai mengurangi

penguapan, pertahanan,

penyerapan air dan garam mineral di tanah (TIM MGMPS Biologi, 2019).

6. Preparate irisan

menbujur adam hawa (Tradescantia pallida) Bagian:

a. Stomata

Stomata adalah derivat epidermis pada daun. Stomata berupa lubang- lubang yang masing- masing dibatasi oleh

sel penutup.

(27)

Berfungsi untuk pertukaran gas dan interaksi antara tumbuhan dengan lingkungan (TIM MGMPS Biologi, 2019).

C. Pembahasan

Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.1, setiap jenis tumbuhan terdiri dari sel, unit terkecil dalam organisme hidup. Sel terdiri dari berbagai bagian, seperti ribosom, nukleus, nukleolus, mitokondria, retikulum endoplasma kasar, retikulum endoplasma halus, vakuola, peroksisom, badan golgi, membran sel, sitoplasma, kloroplas, amiloplas, dinding sel dan masing-masing sel melakukan fungsinya sendiri.

Dalam biologi, tubuh paling sederhana dari materi hidup dan bahan penyusun semua makhluk hidup terdiri dari sel, yang mampu melakukan semua aktivitas vital dan melakukan sebagian besar reaksi kimia yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan. Tumbuhan, hewan, dan manusia adalah organisme multiseluler yang terdiri dari berbagai jenis sel khusus dengan fungsi yang sesuai, tetapi seluruh tubuh setiap makhluk hidup berasal dari pembelahan satu sel, misalnya tubuh mangga berasal dari pada pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi (Subagiartha, 2018).

(28)

Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota (sebagian lain gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas).. Dengan diameter rata-rata 5 µm, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota, kebanyakan sel memiliki satu nukleus.. Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma..

Selubung ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait.. Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar 20–40 nm.. Selubung inti memiliki sejumlah pori dengan diameter sekitar 100 nm, dan pada tepi setiap pori kedua membran selubung inti menyatu.. Di dalam nukleus, DNA dan protein disusun menjadi kromatin.. Ketika sel siap membelah, gulungan kromatin yang seperti benang menjadi cukup tebal untuk dibedakan di bawah mikroskop menjadi struktur berbeda yang disebut kromosom.. Nukleus mengontrol sintesis protein di sitoplasma dengan mengirimkan molekul pembawa pesan berupa RNA, khususnya mRNA, yang disintesis berdasarkan “pesan” gen dalam DNA.. RNA ini kemudian dilepaskan ke sitoplasma melalui pori inti dan menempel pada ribosom, di mana pesan genetik diterjemahkan ke dalam rangkaian asam amino dari protein yang di sintesiskan (Susilawati, 2018).

Di dalam membran inti ditemukan suatu badan yang berbentuk sferis yang disebut dengan nukleoli (tunggal: nukleolus). Secara kimiawi, nukleolus terdiri atas berbagai komponen esensial, seperti DNA, RNA, dan protein. Nukleolus berfungsi untuk mengawasi, mengatur, dan memfasilitasi berbagai proses penting dalam sintesis ribosom, yang merupakan inti dari produksi protein dalam sel (Advinda, 2018).

Kebanyakan sel eukariotik mengandung mitokondria, yang mencakup hingga 25% volume sitoplasma.. Organel ini mencakup organel besar, seringkali hanya lebih kecil dari inti, vakuola, dan kloroplas.. Nama mitokondria berasal dari penampakannya yang seperti

(29)

benang (mitologi Yunani, "benang") di bawah mikroskop cahaya.

Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerobik untuk membentuk ATP sebagai sumber energi bagi sel.. Organ yang hanya memiliki sel aerobik ini memiliki dua membran.. Membran bagian dalam terlipat disebut krista dan berfungsi memperluas permukaan sehingga proses pengikatan oksigen pada respirasi sel dapat berlangsung lebih efektif. Bagian tengah membran krista mengandung cairan yang disebut matriks yang banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom (Susilawati, 2018).

Retikulum endoplasma merupakan perpanjangan dari selubung inti yang terdiri dari jaringan saluran membran dan vesikel yang saling berhubungan.. Organel ini merupakan sistem membran terlipat yang menghubungkan membran sel dengan membran inti dan berperan dalam pengangkutan zat intraseluler.. Retikulum endoplasma kasar, yang merupakan bagian dari permukaan sel, melekat pada banyak ribosom, yang berperan dalam sintesis protein. (Susilawati, 2018).

Retikulum endoplasma halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. retikulum endoplasma halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel (Advinda, 2018).

Vakuola merupakan organel multifungsi yang berperan dalam perkembangan tumbuhan.. Bentuk, ukuran dan fungsi berbeda-beda pada setiap organisme.. Vakuola sentral berfungsi menjaga tekanan turgor, homeostatis, penyimpanan produk metabolisme, dan pencernaan sitoplasma.. Vakuola bersifat asam dan mengandung enzim hidrolitik yang fungsinya mirip dengan enzim lisosom sel hewan.. Pada beberapa tipe sel, senyawa pemberi sinyal dan perlindungan diri disimpan dalam vakuola, dan beberapa sel spesifik ditemukan di lembaran epidermis..

Antosianin yang merupakan senyawa flavonoid diketahui tersimpan

(30)

dalam vakuola sel epidermis pada daun, batang, dan bunga. Vakuola adalah salah satu komponen non-protoplasmik yang berkaitan dengan senyawa fitokimia vakuola sentral merupakan salah satu bagain sel yang berbeda dengan sel hewan (Dhaniaputri, 2016).

Peroksisom memiliki identitas unik, bentuknya kecil, seperti bola kasar, seukuran mitokondria dan ribosom.. Karena ukurannya yang kecil (0,2-2 μm), peroksisom, serta glioksisom, diklasifikasikan sebagai mikroskopis.Peroksisom memiliki struktur yang terdiri dari kristal padat dan terkondensasi yang ditutupi oleh satu unit membran.. Protein peroksisom disintesis menggunakan ribosom yang menempel pada retikulum endoplasma, kemudian protein peroksisom masuk ke dalam sisterna retikulum endoplasma dan membentuk vesikel (ekor), yang kemudian melipat dan akhirnya terlepas membentuk bebas peroksisom..

Pada tumbuhan, fungsi peroksisom adalah berperan dalam fotorespirasi, bersama dengan dua organel sel lainnya, kloroplas dan mitokondria, membentuk jaringan 3-in-1.Inilah sebabnya mengapa kita sering mengamati (di bawah mikroskop elektron) bahwa ketiga organel sel selalu berdekatan satu sama lainya (Lahay, 2013).

Badan Golgi terdiri dari tumpukan kantung membran datar yang disebut cisternae. Biasanya terdapat tiga hingga delapan sisterna, namun beberapa organisme mempunyai badan Golgi dengan puluhan sisterna..

Jumlah dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel dan aktivitas metabolismenya.. Sel yang aktif mengeluarkan protein dapat memiliki ratusan badan Golgi.. Organel ini biasanya terletak di antara retikulum endoplasma dan membran plasma.. Aparatus Golgi mengatur pergerakan banyak protein; beberapa disekresikan di luar sel, yang lain dimasukkan ke dalam membran plasma sebagai protein transmembran, dan beberapa berada di lisosom.. Protein yang disekresikan oleh sel diangkut ke membran plasma dalam vesikel sekretorik, yang melepaskan isinya melalui fusi dengan membran plasma selama eksositosis.. Proses

(31)

sebaliknya, endositosis, dapat terjadi ketika membran plasma terlipat di dalam sel dan membentuk vesikel intraseluler yang diangkut ke aparatus Golgi atau tempat lain, seperti lisosom (Subagiartha, 2018).

Bahan utama yang menyusun membran sel adalah lipoprotein, yaitu suatu bahan yang dibentuk oleh lemak dan protein.. Membran sel dibentuk oleh dua lapisan fosfolipid.. Protein yang terdapat pada bagian luar atau bagian dalam lapisan fosfolipid disebut protein perifer atau protein ekstrinsik, sedangkan protein yang menembus kedua lapisan fosfolipid disebut protein integral atau protein intrinsik.. Pada bagian fosfolipid biasa dijumpai gugus glikolipid, sedangkan pada bagian protein bisa dijumpai glikoprotein.. Lapisan fosfolipid dibedakan atas bagian 'kepala' dan 'ekor'.. Kepala bersifat hidrofilik (menyukai air) dan ekor bersifat hidrofobik (membenci air), itulah sebabnya ekor selalu saling berhadapan karena di dalam dan di luar sel terdapat cairan ekstraseluler dan intraseluler.. Karena membran sel dibentuk oleh struktur lipoprotein, maka membran sel mempunyai permeabilitas selektif, yang membantu mengatur pengangkutan zat ke dalam sel.. Membran yang melapisi sel disebut membran plasma dan berfungsi sebagai penghalang selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrisi, dan limbah cukup untuk melayani seluruh volume sel.. Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, sinyal sel, dan adhesi sel (Susilawati, 2018).

Sitoplasma adalah plasma sel, yakni cairan yang ada di dalam sel selain nukleoplasma (plasma inti).. Sitoplasma terdiri dari cairan atau padat.. Cairan sitoplasma disebut sitosol, sifat fisik sitosol berubah-ubah karena mengandung protein. Fungsi Sitoplasma Sitoplasma adalah tempat penyimpanan bahan kimia terpenting untuk metabolisme sel, seperti enzim, ion, gula, lemak, dan protein (Kurniati, 2020)

Kloroplas atau kloroplas adalah bagian plastida yang mengandung klorofil.. Di dalam kloroplas terjadi reaksi terang dan gelap fotosintesis tumbuhan.. Diamati di bawah mikroskop optik, pada perbesaran tertinggi,

(32)

kloroplas tampak berbentuk granular.. Kloroplas menyerap energi dari matahari dan menggunakannya untuk mensintesis karbohidrat dan molekul organik dari CO2 dan H2O.. Reaksi internal yang terlibat dalam sintesis ATP mengikuti proses yang kurang lebih berkaitan erat dengan mekanisme kerja mitokondria (Kurniati, 2020).

Amiloplas adalah bagian dari plastida tidak berpigmen penyimpan pati (ada istilah umum leucoplast yang artinya plastida tidak berpigmen, tetapi bukan istilah untuk amiloplas yang menjelaskan apa yang disimpan di dalam plastida). Amiloplas juga dikenal sebagai butiran pati. Ukuran amiloplas bervariasi tergantung pada jumlah pati yang disimpan (Kuriniati, 2020).

Membran sel merupakan sel kaku, yang dibentuk oleh kompleks Golgi. Dinding sel terletak di luar membran plasma, berperan dalam turgor sel.. Pada dinding sel yang berdekatan, di antara dinding sel terdapat lamela tengah yang banyak mengandung kalsium dan magnesium (Kurniati, 2020)

Berdasarkan hasil pengamatan seperti terlihat pada Tabel 1..2, terdapat banyak perbedaan bentuk, struktur dan fungsi bagian sel setiap sediaan yang diamati di bawah mikroskop.. Observasi dilakukan dengan menggunakan langkah kerja dari salah satu LKPD yang belum direkontruksi kembali.. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengamati sel tumbuhan antara lain membersihkan object glass terlebih dahulu dan penutup object glass dengan aquades, kemudian melakukan persiapan pengamatan dengan cara mengiris halus sel-sel dari bahan preparasi.

Pada hasil pengamatan bentuk sel dengan preparat irisan melintang empulur batang singkong menggunakan mikroskop, bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat. Di dalam sel berlangsung berbagai aktivitas penting seperti makan, membuang zat sisa, bernafas, reproduksi dan

(33)

masih banyak lagi aktivitas penting lainnya.. Organel yang dapat ditemukan adalah dinding sel, ruang sel, dan mengandung protoplasma, yang meliputi sitoplasma yang mengandung organel, seperti inti sel (Silalahi, 2019).

Pada hasil pengamatan sel dengan bagian yang hidup menggunakan preparat selaput umbi bawang merah, didapatkan hasil bagian dinding sel dengan bentuk segi enam yang berfungsi membatasi ruang untuk ekspansi sel dibentuk oleh kompleks golgi berperan dalam turginitas sel, di dalam dinding sel terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sebagai pengontrol pertumbuhan dan reproduksi sel serta sebagai tempat penyimpanan materi genetik, dan sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan- bahan kimia yang penting bagi metabolism sel.

Plastida merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas, berfungsi sebagai organel utama penyelenggara proses fotosintesis. Kromoplas adalah plastida yang berisi pigmen selain klorofil, misalkan karoten, xantofil, fikoerithrin, atau fikosantin, dan memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga.Plastida yang tidak berwarna disebut leukoplas, termodifikasi sedemikian rupa sehingga berisi bahan organik. Pada buah cabai terdapat kromoplas berisi pigmen likopen, Likopen adalah hidrokarbon karotenoid merah cerah yang ditemukan pada tomat dan buah-buahan serta sayuran merah lainnya, seperti wortel, semangka, tepurang, dan pepaya, tetapi tidak ada dalam stroberi atau ceri (Susilawati, 2018).

Tanaman kentang (Solanum tuberosum) berdasarkan posisi hilum termasuk dalam tipe eksentrik, dimana posisi hilum berada di tepi, amilum Tunggal (monoadelf) dan semi pati – majemuk diadelf merupakan butiran pati yang jumlahnya lebih dari satu hilum, setiap butirnya dikelilingi oleh lamela, dan permukaan luar dikelilingi oleh lamela beraturan.. Pada kentang, perubahan periodik yang menciptakan

(34)

4..444 lapisan semuanya berasal dari dalam.. Butiran pati yang terbentuk bervariasi ukurannya mulai dari hingga 17 µm -20 µm (Shastra, 2022).

Endosperma terdiri dari lapisan aleuron dan endosperm mengandung pati.. Lapisan aleuron merupakan lapisan terluar dari jaringan endosperma.. Jumlah lapisan aleuron yang ada bergantung pada letaknya dalam benih, jenis varietas, dan faktor lingkungan.. Lapisan aleuron banyak mengandung unsur fosfor, magnesium dan kalium..

Endosperma bertepung terdiri dari sel parenkim berdinding tipis yang mengandung pati dan protein. Aleuron merupakan lapisan yang kaya akan gizi dari endosperm untuk memberikan asupan nutrisi bagi embrio (Pambudi et al., 2023).

Kristal kalsium oksalat merupakan salah satu zat ergastik yang terdapat pada papaya berbentuk berupa kristal majemuk berbentuk drusses dan tunggal berbentuk prisma yang terbentuk dari endogen asam oksalat dan kalsium. Kristal Ca-oksalat berfungsi sebagai sistem pertahanan dari tanaman papaya agar terhindar dari serangan hewan herbivora. Asam oksalat sendiri pada manusia meyebabkan gatal-gatal hingga batu ginjal (Santoso, 2013).

Pada Tabel 1..3 Anda akan menemukan gambar bentuk berbagai jaringan dengan bentuk, struktur, jenis, bahan pembentuk dan fungsi yang berbeda-beda.. Jaringan tumbuhan adalah sekelompok sel yang mempunyai fungsi dan ciri yang serupa serta berinteraksi satu sama lain untuk menjalankan fungsi biologis.. Jaringan tumbuhan terbagi menjadi jaringan hidup dan jaringan mati.. Jaringan hidup merupakan tempat terjadinya metabolisme, sedangkan jaringan mati merupakan bagian dari rantai struktur yang menunjang fungsi jaringan lain

Parenkim adalah jaringan dasar yang paling umum di banyak tanaman.. Secara umum parenkim bercirikan dinding tipis, memiliki noktah sederhana, bentuk isokalori atau polihedral, dan ada pula yang

(35)

memiliki kloroplas. Bentuk isodiametris jaringan parenkim tercermin dari banyaknya ruang antar sel yang terdapat pada jaringan parenkim. Jaringan parenkim mempunyai banyak fungsi yang berbeda-beda, terutama sebagai tempat fotosintesis, tempat menyimpan makanan, dan tempat menyimpan air. Pada daun, jaringan basal terbagi menjadi jaringan palisade (jaringan tiang) dan jaringan bunga karang (jaringan bunga karang). Jaringan parenkim yang terdapat pada daun mempunyai fungsi fotosintesis.

Jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan udara sering juga disebut aerenkim.. Hal ini menyebabkan jaringan parenkim tumbuhan air mempunyai banyak ruang (Silalahi, 2019).

Dibandingkan dengan jaringan parenkim, jaringan kolenkim memiliki struktur yang lebih kuat.. Hal ini berkaitan dengan penebalan dinding sel sekunder jaringan parenkim, sehingga secara penampakan dinding sel jaringan parenkim lebih tebal dibandingkan dinding sel jaringan parenkim, namun ketebalan dindingnya relatif tidak merata..

Dinding sel jaringan parenkim yang menebal terdiri dari pektin dan selulosa dan bersifat elastis.. Jaringan kolenkim dapat dengan mudah ditemukan pada banyak batang tanaman herba.. Letak jaringan dasar pada tumbuhan sangat bervariasi.. Sebagai contoh jaringan daun, jaringan kolenkim banyak terdapat pada daun, batang, dan maupun tulang daun.

Sel-sel penyusun jaringan kolenkim merupakan jaringan hidup, sehingga jaringan ini dapat tumbuh dan berkembang. Jaringan kolemkim memiliki ruang antar sel yang lebih sedikit dan lebih kecil dibandingkan jaringan parenkim.. Hal ini berkaitan dengan struktur dinding sel jaringan usus besar yang mengalami pertumbuhan sekunder. Jaringan kolemkim terbagi menjadi kolenkim angular dan kolenkim kolenkimlamelar. Jaringan parenkim angular merupakan jaringan parenkim yang mengalami penebalan pada bagian sudut sel, sedangkan jaringan parenkim kolenkimlamelar tersusun atas sel-sel parenkim makanan yang mengalami penebalan hanya pada sisi tangensialnya (Silalahi, 2019).

(36)

Selain parenkim dan kolenkim, jaringan dasar lain yang terdapat pada tumbuhan adalah jaringan sklerenkim. Pada tumbuhan, sklerenkim berperan sebagai penyokong dan penguat.. Jaringan sklerenkim memiliki dinding sel yang lebih tebal dibandingkan jaringan kolenkim, dan dinding sel jaringan sklerenkim memiliki ketebalan yang lebih seragam sehingga lebih kuat.. Dinding sel jaringan sklerenkim terbuat dari lignin yang sangat tebal.. Namun, sel-sel yang membentuk jaringan sklerenkim adalah jaringan hidup.. Tergantung pada bentuk dan ukurannya, jaringan skleral dibagi menjadi serat dan sklereid. Serat biasanya lebih panjang dan lebih fleksibel, sedangkan serat sklereid pendek dan kaku.. Berbagai sel yang membentuk serat mungkin berupa sel runcing.. Sklereid, disebut juga sel batu, memiliki bentuk pendek, keras, dan dinding sangat tebal (Silalahi, 2019).

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang ditemukan pada lapisan terluar atau jaringan yang terdapat di permukaan setiap organ tumbuhan. Jaringan epidermis pada umumnya terdiri dari satu lapisan saja namun beberapa tumbuhan ada yang memiliki banyak lapisan. Secara umum jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung atau sebagai perantara dengan lingkungan sekitar. Pada organ daun jaringan epidermis berfungsi untuk mengatur masuk dan keluarnya oksigen dan karbondioksida. Pada tumbuhan yang hidup di daerah kering atau xerofit daun sering memiliki lapisan kutikula yang dilapisi dengan lilin yang berfungsi untuk mengurangi transpirasi atau penguapan. Pada umumnya jaringan epidermis berbentuk pipih, rapat, dan jaringan epidermis yang terdapat di daun memiliki kloroplas atau transparan sehingga tidak menghalangi masuknya cahaya masuk ke jaringan palisade. Berbagai jaringan epidermis pada daun dapat mengalami modifikasi menjadi stomata atau mulut daun (Silalahi, 2019).

Trikoma adalah rambut-rambut yang tumbuh berasal dari sel epidermis yang bentuk, susunan, dan fungsinya berbeda. Trikoma terdapat

(37)

pada epidermis dan sering terdapat alat tambahan baik unisel maupun multisel seperti tonjolan, kelenjar maupun duri. Trikoma pada akar disebut rambut akar yang berfungsi untuk menyerap air dan garam – garam air dalam tanah. Trikoma pada daun banyak ditemukan di tulang helaian daun, di biji, dan ada juga yang terdapat di buah yang disebut dengan rambut buah. Bentuk trikoma yang dimiliki tumbuhan akan mempengaruhi struktur permukaan daunnya. Sebagai contoh durian memiliki trikoma yang menyerupai sisik, dengan bagian basal (“tangkai”) yang tipis sehingga muda lepas ketika diraba (Silalahi, 2019).

Stomata atau yang dikenal dengan mulut daun merupakan modifikasi dari jaringan epidermis. Stomata dibangun oleh sel penjaga, dan sel tetangga. Jumlah, letak dan bentuk stomata pada setiap jenis tumbuhan bervariasi dan juga dapat digunakan sebagai salah satu untuk identifikasi tumbuhan. Pada tumbuhan darat atau daerah kering pada umumnya stomata terdapat pada bagian permukaan bawah daun. Fungsi utama dari stomata adalah pertukaran gas pada proses fotosintesis. Salah satu bahan utama fotosintesis adalah karbon dioksida dari udara. Stomata berkembang untuk memastikan bahwa cukup karbon dioksida bisa menembus daun dan jaringan lain tanaman untuk memastikan fotosintesis lebih efisien. Selain itu, stomata juga berperan dalam transportasi air dan uap air dari tumbuhan ke atmosfer. Struktur stomata pada umumnya berupa celah berbentuk elips yang dikelilingi sel penjaga pada epidermis.

Sel penjaga merupakan “struktur bibir” stomata yang mengendalikan penutupan serta pembukaan stomata. (Silalahi, 2019).

(38)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktkum acara satu adalah sebagai berikut:

1. Bentuk dan fungsi setiap sel pada setiap tumbuhan berbeda-beda seperti terlihat pada Tabel 1..1 dan 1..2.. Berdasarkan hasil kerja

(39)

praktek, fungsi, struktur dan bentuk sel dipengaruhi oleh zat-zat penyusunnya..

2. Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai fungsi dan kesatuan yang sama.. Tabel 1..3 memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa setiap jenis jaringan mempunyai bentuk, struktur, bahan penyusun dan fungsi yang berbeda-beda..

D. Saran

Saran saya terhadap praktikum biologi pertanian pada acara satu adalah agar diberi pisau atau cutter yang lebih tajam agar memudahkan kami dalam membuat preparat yang benar

DAFTAR PUSTAKA

Advinda, L. 2018. Dasar–dasar fisiologi tumbuhan. Deepublish.

Amintarti, S., & Ajizah, A. 2021. Implementasi Media Gambar Alga Mikroskopis dalam Praktikum Botani Tumbuhan Rendah dengan Materi Alga Mikroskopis Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 6, No. 2).

Dhaniaputri, R. 2016. Mata kuliah struktur dan fisiologi tumbuhan sebagai pengantar pemahaman proses metabolisme senyawa Fitokimia. Research Report.

(40)

Gabus, V. D. K. 2023. Daftar Gambar. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.

I Made Subagiartha. 2018. Sel Struktur, Fungsi, dan Regulasi.

Istighfarin, L. 2015. Profil miskonsepsi siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 4(3).

Jusuf, I. M. 2013 Biologi dan Reproduksi Sel.

Kurniati, T. 2020. Biologi Sel.

Lahay, R. R. 2013 Peroksisom-Biogenesis, Struktur, Dan Fungsi.

Muhammad, S., & Pambudi, P. E. 2023. Pelatihan Pembuatan Pupuk Tanaman Hias Dengan Bahan Baku Sekam Padi Basah Lokasi Di Kelurahan Pringgokusuman. JNANADHARMA, 1(2), 78-86.

Rahayu, S., Azhari, N., & Ruslinawati, I. 2017. Penggunaan Amylum Manihot Sebagai Bahan Penghancur Dalam Formulasi Tablet Ibuprofen Secara Kombinasi Intragranular-Ekstragranular. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), 1(1), 6-11.

Rahmadina, R. 2020. Modul Ajar Biologi Sel Dan Peranannya Dalam Kehidupan.

Santoso, A. M. 2013. Distribution of Calcium Oxalate Cristal, Reduction of Oxalates, and the Effect of Cultivation Method on Its Formation in Some Vegetables. In Prosiding Seminar Biologi (Vol. 10, No. 2).

Shastra Wijaya, S. 2022. Analisis Tipe-Tipe Amilum Pada Umbi-Umbian Sebagai Referensi Praktikum Anatomi Tumbuhan (Doctoral dissertation, Uin Ar- Raniry).

Silalahi, M., & Adinugraha, F. 2019.Penuntun praktikum Anatomi, Fisiologi, dan Perkembangan Tumbuhan I.

Sumiwi, Y. A. A., Susilowati, R., Purnomosari, D., Paramita, D. K., Fachiroh, J., Septyaningtrias, D. E., & Wicaksono, S. A. 2023. Buku Ajar Histologi.

UGM PRESS.

Susilawati, D. N. B. 2018. Biologi Dasar Terintegrasi. Pekan Baru. Kreasi Edukasi benda.

TIM MGMPS Biologi, T. I. M. 2019. E-modul biologi Kelas XI: jaringan tumbuhan.

Trisiswanti, T. Efektivitas Teknik Clearing Daun Untuk Pengamatan Mikromarfologi. Indonesian Journal of Laboratory, 2(3), 47-53.

(41)

Ulfa, H. L., Falahiyah, R., & Singgih, S. 2020. Uji Osmosis pada kentang dan wortel menggunakan larutan NaCl. Sainsmat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 9(2).

Ulimaz, A., Vertygo, S., Mulyani, Y. W. T., Suriani, H., Hariyanto, B., Muliana, G. H., & Azmi, Y. 2022. Anatomi Tumbuhan. Global Eksekutif Teknologi.

Yusupova, G., Yusupov, M., & Earnest, T. N. 2015. Advances in the structural understanding of the ribosome. Functional insights into ribosome biology from structure. Nature, 518(7539), 378-384.

(42)

LAMPIRAN

(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)

Lampiran 2. Dokumentasi acara 1

pengenalan bahan dan alat

mikroskop untuk pengamatan

pengamatan preparat

(50)

Gambar

Tabel 1.1 struktur sel tumbuhan
Tabel 1.3 hasil pengamatan histologi

Referensi

Dokumen terkait

Pada awal pertumbuhan vegetatif, tanaman jambu biji membutuhkan ketersediaan unsur hara yang cukup yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro untuk.. mendukung proses

Hal ini dikarenakan pertumbuhan umbi mikro sangat baik dalam menyerap unsur hara pada media kultur dan adanya penghambatan pertumbuhan vegetatif yang terjadi dengan pemberian

HUBUNGAN ANTARA UNSUR HARA TANAH DAN STRUKTUR VEGETASI TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN HUTAN JATI. (Tectona grandis L. f.) DI KPH

menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia di tanah untuk. mendukung

Unsur-unsur alam yang akan digunakan sebagai penambah suasana rekreatif pada pola tata ruang adalah unsur alam yang berupa sinar matahari, air dan tumbuhan yang merupakan suatu

Jarak tanam yang tidak teratur akan memungkinkan terjadi kompetisi terhadap cahaya matahari, unsur hara, air dan diantara individu tanaman, sehingga pengaturan jarak

Unsur hara disebut esensial bagi tanaman bila : (1) kekurangan unsur hara tersebut tidak memungkinkan tanaman untuk menyelesaikan pertumbuhan baik vegetatif maupun reproduktif,

Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium yang baik untuk mendukung masa pertumbuhan tanaman serta mampu menyumbangkan unsur hara untuk