• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACARA III STRUKTUR ORGAN TUMBUHAN

N/A
N/A
Abdul Munir

Academic year: 2024

Membagikan "ACARA III STRUKTUR ORGAN TUMBUHAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ACARA III

STRUKTUR ORGAN TUMBUHAN

Oleh :

Nama : Revangga Alviano A P P NIM : B0A021024

Kelompok : 3 (Tiga) Rombongan : 2

Asisten : Indah Pratama Ningtyas

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR III

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS BIOLOGI

PROGRAM STUDI D-III BUDIDAYA IKAN PURWOKERTO

2021

(2)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan makhluk hidup pada tumbuhan dengan cara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin). Pertumbuhan vegetatif dan generatif adalah proses penting dalam siklus hidup setiap jenis tumbuhan. Pertumbuhan generatif adalah pertumbuhan organ generatif yang dimulai dengan terbentuknya primordia bunga hingga buah masak. Proses dan fase pertumbuhan ini ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungan, tempat tumbuh tanaman. Perbedaan masa dan fase antar jenis, varietas dan lingkungan yang berbeda. (Humphries dan Wheeler, 1963)

Reproduksi bertujuan untuk memperbanyak keturunan sehingga tidak punah, dengan kata lain melestarikan keturunannya. Pertumbuhan vegetatif adalah pertambahan volume, jumlah, bentuk dan ukuran organ-organ vegetatif seperti daun, batang dan akar yang dimulai dari terbentuknya daun pada proses perkecambahan hingga awal terbentuknya organ generatif. Vegetatif terjadi dengan cara alami dan buatan. Perkembangbiakan secara vegetatif alami dibagi menjadi beberapa macam yaitu dengan cara membelah diri, fragmentasi, tunas, spora, umbi akar, umbi batang, umbi lapis, akar tinggal, geragih / stolon, stek, cangkok. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan juga dibagi menjadi beberapa macam yaitu cangkok, stek ada dua yaitu setek batang dan setek daun, runduk, menempel (okulasi), sambung pucuk (mengenten). (Rafika et al, 2020)

Perkembangbiakan generatif disebut juga perkembangbiakan secara kawin (seksual), karena ditandai adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan dua sel gamet tersebut dinamakan pembuahan. Tumbuhan biji tertutup, pembuahan didahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari dikepala putik. Pembuahan akan menghasilkan biji. Biji yang jatuh ditempat yang cocok dapat tumbuh menjadi individu baru. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan baru yang didahului dengan penyerbukan atau persarian. Penyerbukan atau persarian merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina. (Sri Harmi, 2012).

(3)

B. Tujuan

Tujuan praktikum acara III adalah mengetahui karakter-karakter yang perlu diperhatikan dalam mengenal tumbuhan serta mengetahui cara membuat deskripsi suatu spesies tumbuhan.

(4)

II. DASAR TEORI

Menurut Tjitrosupomo 2003 berbagai jaringan pada tumbuhan membentuk sistem jaringan dan beberapa sistem jaringan membentuk organ. Organ-organ pada tumbuhan yang bersifat vegetotrof adalah akar, batang dan daun. Organ generotif yang pokok pada tumbuhan berbunga adalah bunga. Tumbuhan tersusun atas 3 organ pokok utama, yaitu : akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium).

Tumbuhan yang memiliki 3 organ pokok tersebut digolongkan sebagai tumbuhan kormofita.

Tumbuhan berpembuluh mempunyai akar. Akar merupakan tempat masuk air dan mineral dari dalam tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai pelekat dan penopang tubuh tumbuhan agar tetap kokoh. Akar juga menjadi tempat penyimpanan makanan pada beberapa tumbuhan seperti ketela pohon. Akar terdiri dari beberapa bagian yaitu : leher akar, ujung akar, batang akar, serabut-serabut akar, rambut-rambut akar dan tudung akar. Pembuluh tingkat tinggi, system perakaran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu akar serabut yang terdapat pada tumbuhan monokotil dan akar tunggang yang terdapat pada kelompok tumbuhan dikotil.

Batang merupakan bagian dari tubuh tanaman yang sangat penting dan mempunyai fungsi sebagai tempat duduk daun, serta sarana lintasan air dan mineral yang sering disebut sebagai penghasil alat-alat lateral. Batang terdiri dari beberapa bagian yaitu buku-buku batang yang merupakan tempat melekatnya daun dan untuk tumbuhnya tunas baru. Ruang batang (bagian diantara dua buku- buku yang berurutan). Daun penumpu (berupa dua helai lembaran serupa daun kecil yang terdapat dekat pangkal tangkai daun berfungsi untuk melindungi kuncup muda). Batang terdapat struktur anatomi yaitu pritiderma yang merupakan bagian luar membentuk epidermis dan prokambium.

Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan fungsi utama sebagai penangkap energi dan cahaya matahari melalui fotosintesos. Daun juga berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis pada tumbuhan dikotil. Fotosintesis yang terjadi pada jaringan

(5)

parenkim palisade adalah jaringan spons sebagai organ pernapasan dan tempat terjadinya transpirasi. Daun terbagi menjadi beberapa bagian yaitu upih atau pelepah daun, tangkai daun, helai daun, tulang daun, dan ibu tulang daun. Satu tangkai daun terdapat 2 jenis daun yakni daun tungga dan daun majemuk.

(6)

III. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum acara III adalah alat tulis, kamera dan tumbuhan di sekitar rumah.

B. Cara Kerja

Metode yang digunakan pada praktikum acara III antara lain :

1. Mengambil sampel tumbuhan dan mencatat karakter vegetatif dan generatifnya.

2. Memperhatikan urutannya yaitu karakter paling umum ke paling khusus, dari yang paling besar ke yang paling kecil, dari pangkal ke ujung.

3. Memperhatikan tanda baca

a) Koma (,) untuk memisahkan sifat;

b) Titik koma (;) untuk memisahkan karakter;

c) Titik (.) untuk memisahkan organ satu sama lain d) Menulis hasil pengamatan pada lembar pengamatan.

(7)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

(Gambar 1.1 Pohon Mangga)

(Gambar 1.2 Struktur Pohon Mangga) Daun

Buah Dahan

Batang

Akar

(8)

B. Pembahasan

Menurut Simpson 2006, proses mengidentifikasi tumbuhan bertujuan untuk mengetahui identitas dari tanaman yang belum diketahui. Identifikasi dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yakni mendeskripsikan tanaman dan menggunakan daftar kemungkinan. Tanaman yang akan diidentifikasi harus dideskripsikan semua bagian morfologinya. Penggunaan referensi harus mencakup semua kemungkinan yang akan terjadi dalam proses identifikasi.

Tanaman asli ataupun tanaman naturalisasi dan flora daerah dapat pula digunakan dalam proses identifikasi tumbuhan yang belum diketahui. Identifikasi dilakukan dengan mengacu pada metode yang jelas dan harus sesuai dengan kajian ilmiah.

Identifikasi biasanya dilakukan dengan mengamati ciri morfologi dengan mendeskripsikan secara detail. Identifikasi tanaman dapat dilakukan dalam 4 metode, diantaranya kunci taksonomi, menulis deskripsi tanaman, membandingkan spesimen, membandingkan gambar, dan pendapat lembaga atau ahli.

Pertumbuhan vegetatif adalah pertambahan volume, jumlah, bentuk dan ukuran organ-organ vegetatif seperti daun, batang dan akar yang dimulai dari terbentuknya daun pada proses perkecambahan hingga awal terbentuknya organ generatif. Vegetatif terjadi dengan cara alami dan buatan. (Rafika et al, 2020).

Perkembangbiakan generatif disebut juga perkembangbiakan secara kawin (seksual), karena ditandai adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan dua sel gamet tersebut dinamakan pembuahan. Tumbuhan biji tertutup, pembuahan didahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari dikepala putik. Pembuahan akan menghasilkan biji. Biji yang jatuh ditempat yang cocok dapat tumbuh menjadi individu baru. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan baru yang didahului dengan penyerbukan atau persarian. Penyerbukan atau persarian merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina. (Sri Harmi, 2012).

(9)

Menurut Tim Penyusun 2018, tanaman dapat membiak dengan menggunakan organ vegetatif secara alami maupun secara buatan. Pembiakan vegetatif suatu tanaman dapat dibedakan sebagai berikut ini :

1. Vegetatif Alami

Perkembangbiakkan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia dinamakan vegetatif alami. Dengan kata lain, vegetatif alami adalah perkembangbiakkan yang berlangsung karena proses alami. Berikut ini beberapa contoh tumbuhan yang berkembangbiak secara vegetatif alami.

a) Menanam Umbinya

Mengembangbiakkan tumbuhan yang berumbi, yang ditanam adalah bagian umbinya. Dua cara yang dapat dilakukan dengan menanam umbi, yaitu menanam umbi batang dan umbi lapis. Umbi batang adalah batang yang ditanam dan memiliki mata tunas yang bakal menjadi tumbuhan baru. Contohnya kentang dan ketela rambut. Sementara itu, umbi lapis memiliki susunan berlapis-lapis. Bagian yang berlapis-lapis itulah yang disebut dengan tunas. Tunas tumbuh membesar sehingga terbentuk siung.

Siung ini dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contohnya, bawang merah, bawang putih, dan bunga lili.

b) Menanam Tunasnya

Tunas muncul pada pangkal batang. Pangkal batang ini terdapat didalam tanah. Tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contohnya tanaman pisang, bambu, dan tebu.

c) Menanam Akar Tinggalnya

Akar tinggal adalah batang yang terdapat didalam tanah. Batang tersebut beruas-ruas dan tumbuh mendatar. Ruas akan tumbuh akar. Tunas ini dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contohnya jahe, kunyit, lengkuas, alang-alang, dan rumput.

d) Menanam Geragihnya

Geragih atau biasa disebut dengan skolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Batang tersebut beruas-ruas, pada ruasnya dapat tumbuh tunas, yang kemudian tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan geragih adalah rumput teki dan strawberry.

(10)

e) Menanam Daunnya

Mengembangbiakkan tumbuhan dapat juga dari daun. Daun yang dipetik kemudian ditanam di tanah, maka akan tumbuh tunas di tepi daun tersebut yang nantinya akan menjadi tumbuhan baru. Contohnya tumbuhan cocor bebek.

2. Vegetatif Buatan

Vegetatif buatan adalah vegatatif yang dilakukan melalui bantuan manusia.

Tanaman tertentu sengaja dikembangbiakkan dengan rekayasa dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Perkembangbiakkan ini dilakukan melalui stek, cangkok, okulasi (menempel), dan enten (menyambung).

a) Mencangkok

Mencangkok adalah membuat cabang batang tanaman menjadi berakar.

Mencangkok dilakukan pada cabang yang dekat dengan batang. Caranya, sebagian kulit cabang dibuang. Cabang itu kemudian dibalut dengan tanah.

Pada cabang yang dicangkok akan tumbuh akar. Cabang ini siap ditanam menjadi tanaman baru. Mencangkok biasanya dilakukan pada tanaman yang berkambium. Contohnya, tanaman mangga, jambu air, dan rambutan.

b) Stek

Stek dilakukan dengan menanam bagian potongan tumbuhan. Bagian potongan tumbuhan yang dipotong dapat berupa batang, daun, atau akar.

Stek batang dapat dilakukan pada tanaman ketela pohon dan sirih. Stek daun dilakukan dengan memotong helaian daun, kemudian menanamnya.

Stek akar dilakukan dengan memotong bagian akar. Stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun.

c) Okulasi

Okulasi adalah mengembangbiakkan tanaman dengan cara menempelkan calon mata tunas suatu pohon ke batang pohon lain yang sejenis. Okulasi dapat dilakukan pada singkong mukibat ke singkong karet, pohon mangga, belimbing, dan sebagainya.

d) Menyambung (enten)

Menyambung adalah cara mengembangbiakkan tanaman, yaitu bagian pucuk dahan/ pohon disambungkan ke dahan yang lain yang sejenis.

(11)

Tumbuhan yang dapat disambung antara lain kopi, ubi, karet, jambu, durian, dan sebagainya.

e) Merunduk

Merunduk dilakukan pada cabang tumbuhan yang menjalar. Cabang dirundukkan dan ditimbun tanah. Akar akan tumbuh dari cabang yang tertimbun tanah. Cabang dapat dipotong dari induknya apabila akar sudah banyak. Perkembangbiakkan dengan cara merunduk dapat dilakukan pada tanaman alamanda. (Suhartanti, 2008:26)

Berdasarkan hasil praktikum, struktur pada tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 yaitu : generatif dan vegetatif. Vegetatif adalah semua bagian tumbuhan yang secara langsung atau tidak langsung berguna untuk menegakkan kehidupan tumbuhan, yaitu yang berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan. Perkembangan vegetatif alami contohnya adalah stalon, rimpang, dan akar horizontal. Perkembangan vegetatif buatan contohnya adalah stek (cutting), menempel (okulasi), dan menyambung (grafting). Hal ini sesuai dengan pustaka yaitu pertumbuhan vegetatif adalah pertambahan volume, jumlah, bentuk dan ukuran organ-organ vegetatif seperti daun, batang dan akar yang dimulai dari terbentuknya daun pada proses perkecambahan hingga awal terbentuknya organ generatif. Vegetatif terjadi dengan cara alami dan buatan.

Perkembangbiakan secara vegetatif alami dibagi menjadi beberapa macam yaitu dengan cara membelah diri, fragmentasi, tunas, spora, umbi akar, umbi batang, umbi lapis, akar tinggal, geragih / stolon, stek, cangkok. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan juga dibagi menjadi beberapa macam yaitu cangkok, stek ada dua yaitu setek batang dan setek daun, runduk, menempel (okulasi), sambung pucuk (mengenten). (Rafika et al, 2020)

(12)

V.PENUTUP

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum acara III struktur organ tumbuhan serta data yang diperoleh perkembangan makhluk hidup pada tumbuhan dengan cara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin). Pertumbuhan vegetatif dan generatif adalah proses penting dalam siklus hidup setiap jenis tumbuhan. Pertumbuhan generatif adalah pertumbuhan organ generatif yang dimulai dengan terbentuknya primordia bunga hingga buah masak.

B. Saran

Praktikum biologi tentang struktur organ tumbuhan kali ini cukup membantu kami sebagai praktikan. Untuk itu, kerja sama antara asisten dengan praktikan harus ditingkatkan lagi agar praktikan dapat sungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Humphries, E.C. and A.W.Wheeler. 1963. Ann. Rev. Plants Physiol. 14:385-410.

PT Eisei.

Sri Harmi. 2012. Ilmu Pengetahuan Alam. Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Tjitrosoepomo, G. 1994. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada. University Press.

Yogyakarta.

Simpson, M. G. 2006. Plant systematics, Elsevier Academic Press Publivation, London.

Suhartanti et al. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta:

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, terdapat pula organ-organ aksesori, seperti trikoma (rambut daun atau batang), duri, dan sulur, atau organ- organ penyimpanan cadangan makanan/penyintas (survival),

Setelah proses perkecambahan, tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Tumbuhan akan membentuk akar, batang, dan daun. Ujung batang dan ujung akar

1. Judul : Organ pada Tumbuhan ( Akar, Batang dan Daun ) 2. Tujuan : A. Untuk mengamati dan mengenal struktur jaringan akar, batang, dan daun jagung (Zea

Sesuai dengan pertumbuhan terbaik pada parameter pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar dan ratio tajuk akar, berat kering

Sesuai dengan pertumbuhan terbaik pada parameter pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar dan ratio tajuk akar, berat kering

pertambahan tinggi planlet, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun, pertambahan bobot total, saat muncul tunas, jumlah tunas, bobot akar, volume akar dan jumlah

 mempunyai pembuluh angkut pada akar, batang, serta daun, yaitu pembuluh xilem yang mempunyai fungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar untuk di salurkan ke

B.1.1 Divisi Briofita Lumut Daun / Moss - Briofita yang terkenal adalah lumut daun - Tubuh telah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun akan tetapi organ tersebut tidak