• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACCESSIBILITY TO PUBLIC PASAR GANTING IN KENAGARIAN KAMBANG TIMUR KECAMATAN LENGAYANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ACCESSIBILITY TO PUBLIC PASAR GANTING IN KENAGARIAN KAMBANG TIMUR KECAMATAN LENGAYANG "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

(2)

ACCESSIBILITY TO PUBLIC PASAR GANTING IN KENAGARIAN KAMBANG TIMUR KECAMATAN LENGAYANG

KABUPATEN PESISIR SELATAN

Oleh:

Nia Komala Sari*

Erna Juita

**

Rozana Eka Putri

**

*Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat

**Staf pengajar Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

This study focused on the issue of accessibility to the Community Pasar Ganting in Kenagarian Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. This study aims to reveal and describe: Accessibility to the public pasar Ganting seen from mileage, transportation, and transportation infrastructure. The research is a descriptive qualitative research, in Kenagarian Kambang Timur subdistrict Lengayang district Pesisir Selatan. Informants in this study is the sub- district head, village trustees, community leaders, and the people who perform the accessibility to pasar Ganting. The method of collecting data through observation, interviews, and documentation.

Data analysis techniques with data reduction, data presentation or display of data, decision-making and verification. The validity of the data with the extension of participation, persistence observation, triangulation, and peer examiners through discussion. The results showed that the accessibility of the public in Kenagarian Kambang Timur to pasar Ganting. viewed from the distance of a variety, there is a short distance away there. Sufficient transportation facilities. in Kenagarian Kambang Timur. available some public transport, such as bibs cigak baruak, motorcycles and tricycles. Poor transport infrastructure, state of the road along the East Kambang Kenagarian up to pasar Ganting There are many hollow road, gravel, dust if the day is hot, and muddy when it rains.

Keywords: public accessibility, to the market

(3)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Sebenarnya negara ini diuntungkan karena dikaruniai kondisi alam yang mendukung, hamparan lahan yang luas, keragaman hayati yang melimpah, serta beriklim tropis dimana sinar matahari terjadi sepanjang tahun sehingga bisa menanam sepanjang tahun. Realita sumberdaya alam seperti ini sewajarnya mampu membangkitkan Indonesia menjadi negara yang makmur, tercukupi kebutuhan pangan seluruh warganya. Meskipun belum terpenuhi, pertanian menjadi salah satu sektor riil yang memiliki peran sangat nyata dalam membantu penghasilan devisa negara. Untuk mendukung sektor pertanian ini tentu dibutuhkan pula aksesibilitas yang lancar sehingga tujuan kemakmuran dapat tercapai.

Aksesibilitas merupakan suatu ukuran potensial atau kemudahan orang untuk mencapai tujuan dalam suatu perjalanan.

Karakteristik sistem transportasi ditentukan oleh aksesibilitas. Aksesibilitas memberikan pengaruh pada beberapa lokasi kegiatan atau tata guna lahan. Lokasi kegiatan juga memberikan pengaruh pada pola perjalanan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pola perjalanan ini kemudian mempengaruhi jaringan transportasi dan akan pula memberikan pengaruh pada sistem transportasi secara keseluruhan.

Transportasi adalah suatu jaringan yang secara fisik menghubungkan suatu ruang dengan ruang kegiatan lainnya, sebagai suatu kegiatan memindahkan atau mengangkut barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Lebih lanjut didefinisikan bahwa transportasi adalah suatu perpindahan barang atau penumpang dari satu lokasi ke lokasi lainnya, yang membuat barang atau penumpang tersebut mempunyai nilai yang lebih tinggi di lokasi yang baru. Dari definisi ini terdapat tiga komponen transportasi, yaitu:

Jalan raya sebagai bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan. Jalan dikembangkan dengan pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah, membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan pertahanan dan keamanan nasional, serta

membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional.

Pembangunan merupakan usaha sadar dan berencana untuk meningkatkan mutu hidup yang dalam pelaksanaanya akan selalu menggunakan dan mengelola sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya buatan (Martopo, 1997). Salah satu tujuan pokok dari pembangunan itu adalah pembangunan wilayah-wilayah yang ada di dalamnya terutama dalam keserasian perkembangan atau laju pertumbuhan antar wilayah dalam daerah tersebut. Faktor pendorong perkembangan suatu wilayah sangat terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana wilayah khususnya sarana dan fasilitas sosial ekonomi. Sarana dan fasilitas ekonomi seringkali merupakan faktor dominan yang berperan dalam memajukan wilayah.

Perubahan pola hidup yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat sebagai akibat pertumbuhan ekonomi dan lingkungan merupakan faktor yang dominan dalam pertumbuhan permintaan transportasi di samping faktor pengelolaan yang terjadi pada transportasi itu sendiri. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalam penataan transportasi adalah berdasarkan pendekatan kesistematisan untuk menghasilkan konsep penataan yang handal dan menyeluruh. Pada masa kini perkembangan kepemilikan kendaraan yang pesat akibat meningkatnya kesejahteraan masyarakat, yang tak mungkin diikuti terus menerus dengan pembangunan jaringan jalan, telah mendorong banyak kota untuk manggalakkan penggunaan angkutan umum, bahkan di sejumlah kota di negara maju peranan angkutan umum amat dirasakan manfaatnya.

Ditinjau dari konteks sistem transportasi kota, angkutan umum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem transportasi kota, dan merupakan komponen yang perannya sangat signifikan karena kondisi sistem angkutan umum yang jelek akan menyebabkan turunnya efektifitas maupun efisiensi angkutan umum itu sendiri.

Tingkat kesejahteraan masyarakat ditentukan dari berbagai faktor seperti perekonomian, transportasi jalan, pertanian terpenuhinya permintaan akan kebutuhan transportasi ditimbulkan oleh ciri-ciri perjalanan yang mempengaruhi pemilihan moda, dimana masyarakat sebagai pengguna

(4)

jasa transportasi dapat menggunakan moda yang ada.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2009, jumlah petani mencapai 44 % dari total angkatan kerja di Indonesia, atau sekitar 46,7 juta jiwa. Sebagai negara agraris, hingga kini mayoritas penduduk Indonesia telah memanfaatkan sumberdaya alam untuk menunjang kebutuhan hidupnya dan salah satunya ialah dengan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Adanya hal tersebut sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting, karena sebagai penghasil pangan bagi penduduk yang jumlah tiap tahunnya selalu terus bertambah.

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang selain mengandalkan sector perikanan dan perkebunan juga mengandalkan sektor pertanian. Secara umum propinsi ini memiliki potensi yang besar dan variatif serta didukung oleh kondisi fisik lahan yang cocok untuk pengembangan komoditas pertanian khususnya sawah.

Salah satu pusat pertanian di Sumatera Barat terdapat di Wilayah Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Nagari Kambang mempunyai potensi pertanian yang sangat besar untuk dikembangkan. Daya dukung dan luas lahan yang besar, lebih dari setengah jumlah penduduk bekerja pada sektor pertanian dengan keterampilan dasar yang dimiliki, pasar yang tersedia dengan infrastruktur yang sedang digalakkan, merupakan modal dasar untuk pengembangan pertanian.

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari tanaman, ternak dan ikan untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta turunannya yang bermanfaat bagi kesehatan.

Manusia dengan segala kemampuannya selalu berusaha mencukupi kebutuhannya dengan berbagai cara. Jenis tanaman pangan yang utama bagi penduduk Indonesia adalah padi yang dihasilkan dari lahan pertanian sawah.

Namun tidak seluruhnya manusia dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, manusia membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain agar kebutuhannya terpenuhi. Seperti pasar misalnya, manusia

dapat menukarkan uang sebagai transaksi jual beli demi memenuhi kebutuhannya. Begitu juga di daerah Kambang Timur, saat peneliti melakukan observasi tanggal 22 Juni 2014 terlihat bahwa di daerah ini terdapat pasar yang menyediakan semua kebutuhan hidup masyarakat di sana. Pasar ini dibuka setiap hari namun hanya pada sore hari. Berbagai aktivitas terjadi di pasar yang berada di daerah Kambang Timur. Untuk melakukan transaksi di pasar daerah Kambang tidak mudah.

Karena kendala aksesibilitas ke daerah ini masih ada. Daerah yang tergolong kurang dalam pembangunan, memiliki jalan sempit, dan belum diaspal. Sepanjang jalan masih terdapat berbatuan dan lubang-lubang yang membuat kendaraan tidak bisa berlari kencang. Kendaraan umum untuk angkutan ke pasarpun tidak banyak.

Begitu pula di daerah Ganting salah satu kampung yang berada di Daerah Kambang Timur. Daerah ini juga berada dalam masa pembangunan. Di Kampung Ganting ini terdapat sebuah pasar yang menjadi pusat perekonomian bagi masyarakat Ganting. Masyarakat Ganting tinggal di lingkungan yang berjauhan, sehingga untuk dapat ke pasar masyarakat harus menggunakan angkutan umum. Angkutan yang biasa digunakan di daerah ini adalah mobil angkutan umum, becak, ojek, dan kendaraan pribadi seperti sepeda motor.

Namun angkutan umum disini tidak tersedia banyak seperti di kota-kota. Di Kampung Ganting hanya terdapat 1 buah mobil angkutan umum berupa mobil cigak baruak.

Jalan menuju pasarpun tidak lancar, terdapat banyak jalan berlobang dan kerikil di sepanjang jalan. Dilihat dari kemudahannya, aksesibilitas ke Pasar Ganting bisa dibilang cukup mudah, karena sepanjang jalan tidak terdapat kemacetan. Dilihat dari tingkat kesulitannya aksesibilitas ke Pasar Ganting bisa dibilang cukup sulit, karena keadaan jalan yang sempit, berlubang dan banyak kerikil dan banyak abu dan debu.

Bambang sutantono (2004:1) menyatakan bahwa aksesibilitas adalah “hak atas akses yang merupakan layanan kebutuhan melakukan perjalanan yang mendasar. Dalam hal ini aksesibilitas harus disediakan oleh pemerintah terlepas dari digunakannya moda transportasi yang disediakan tersebut oleh masyarakat.”

(5)

Menurut Fuat Alfauzi (2012) Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu.

Konsep Jarak memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.

Transportasi dapat diartikan sebagai usaha yang memindahkan, menggerakkan, menganggkut, atau mengalihkan suatu objek dari satu tempat ke tempat lain, dimana di tempat lain objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. (Fidel Miro, 2005) Dalam pengertian lain transportasi diartikan sebagai usaha pemindahan atau pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya dengan menggunakan suatu alat tertentu. Dengan demikian maka transportasi memilik dimensi seperti lokasi (asal dan tujuan), alat (teknologi) dan keperluan tertentu.

Menurut Tamin (1997:5), prasarana transportasi mempunyai dua peran utama, yaitu: (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah perkotaan; dan sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan/atau barang yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut. Dengan melihat dua peran yang di sampaikan di atas, peran pertama sering digunakan oleh perencana pengembang wilayah untuk dapat mengembangkan wilayahnya sesuai dengan rencana. Misalnya saja akan dikembangkan suatu wilayah baru dimana pada wilayah tersebut tidak akan pernah ada peminatnya bila wilayah tersebut tidak disediakan sistem prasarana transportasi.

Sehingga pada kondisi tersebut, parsarana transportasi akan menjadi penting untuk aksesibilitas menuju wilayah tersebut dan akan berdampak pada tingginya minat masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonomi. Hal ini merupakan penjelasan peran prasarana transportasi yang kedua, yaitu untuk mendukung pergerakan manusia dan barang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis tentang:

1. Aksesibilitas masyarakat menuju pasar Ganting dilihat dari jarak tempuh.

2. Aksesibilitas masyarakat menuju pasar Ganting dilihat dari sarana transportasi.

3. Aksesibilitas masyarakat menuju pasar Ganting dilihat dari prasarana transportasi.

METODOLOGI PENELITIAN

Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah ditetapkam, maka penelitian ini tergolong Penelitian Kualitatif.

Menurut Kuswana (2012), metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek alamiah, yaitu peneliti merupakan instrument kunci, teknik penelitian pengumpulan data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Penelitian ini akan dilakukan di Kenagarian Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Informan dalam penelitian ini adalah camat, wali nagari, pemuka masyarakat, dan masyarakat yang melakukan aksesibilitas ke pasar Ganting dilibatkan dalam penelitian ini. Adapun metode yang di gunakan untuk penelitian informan adalah metode purposive sampling maksudnya peneliti menentukan sendiri informan penelitian berdasarkan tujuan penelitian.

Sumber data primer meliputi mencari informasi, upaya yang di lakukan dan bagaimana aksesibilitas masyarakat menuju pasar Ganting di Kenagarian Kambang Timur yang di peroleh melalui observasi dan wawancara dengan informan yang telah di tetapkan. Sumber data sekunder di peroleh melalui studi kepustakaan dan pencatatan di kantor Wali Nagari Ganting meliputi kondisi geografis dan kondisi sosial. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, serta pemeriksa sejawat melalui diskusi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Aksesibilitas Masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting dilihat dari jarak tempuh beragam, ada yang dekat dan ada yang jauh. Jarak tempuh dari tempat tinggal masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting beragam, ada yang dekat pasar, ada yang berjarak 1 km, 1,5 km, dan paling jauh 3 km. Paling cepat untuk menuju pasar Ganting menggunakan ojek, hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit dari daerah paling jauh. Untuk ke pasar Ganting tidak dapat ditempuh dengan waktu yang relatif cepat, karena keadaan jalan yang kurang bagus. Masyarakat dapat ke pasar

(6)

Ganting kapanpun dia mau jika menggunakan kendaraan pribadi, tapi jika menggunakan kendaraan umum agak susah. Karena kendaraan umum yang susah didapatkan meskipun ongkosnya tidak terlalu besar.

Keberadaan sarana transportasi di Kenagarian Kambang Timur cukup memadai.

Di Kenagarian hanya terdapat beberapa kendaraan umum. Untuk yang sekarang hanya tersedia 2 buah oto cigak baruak, sekitar 15 buah ojek, sekitar 10 buah becak, 2 buah bendi, dan sekitar 5 buah becak angkutan barang. Masyarakat ada juga yang menggunakan motor pribadi ke pasar.

Menurut tokoh masyarakat keberadaan sarana transportasi sudah cukup memadai jika dilihat dari dinamika kependudukan yang masih dalam pembangunan. Tapi jika dilihat dari kesejahteraan masyarakat masih dibawah kategori. Masyarakat lebih banyak menggunakan ojek dan becak untuk transportasi, dan penggunaan oto cigak baruak sudah mulai berkurang, bahkan sudah mulai hilang. Karena itu masyarakat perlu menunggu dengan waktu yang lama untuk bisa mendapatkan angkutan, karena angkutan tidak selalu ada dalam setiap waktu mengingat sewaan juga tidak selalu ada dalam setiap waktu. Keluhan masyarakat, kurangnya angkutan umum sehingga masyarakat harus menunggu lama.

Keadaan prasarana transportasi di Kenagarian Kambang Timur kurang memadai.

Keadaan jalan sepanjang Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting banyak yang rusak, masih sempit terdapat jalan yang berlobang, kerikil, debu jika hari panas, dan jalan becek jika hari hujan. Keadaan ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Namun belum ada perbaikan. Masyarakat sering mengeluh dengan keadaan jalan, dan berharap ada perhatian pemerintah terhadap perbaikan jalan. Sepanjang ini masyarakat dan pemerintah sendiri tidak merasa nyaman dengan keadaan jalan seperti ini. Menyikapi ini ada sebagian masyarakat untuk menambal jalan dengan tanah atau pasir, tapi ini tidak bertahan lama. Dari pemerintah sendiri pemerintah sudah mengajukan proposal ke pemerintah atas, namun belum ada jawaban.

Keadaan jalan seperti tidak sepenuhnya menghambat aktivitas masyarakat, namun hanya memperlambat akses ke pasar saja.

Pemerintah dan masyarakat tentu mempunyai rencana untuk memperbaiki jalan, namun

untuk saat ini belum kesampaian, karena beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya masalah dana.

Aksesibilitas masyarakat menuju Pasar Ganting di Kenagarian Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan kurang lancar dilihat dari jarak tempuh, sarana transportasi, dan prasarana transportasi. Sutantono (2004:1) menyatakan bahwa aksesibilitas adalah “hak atas akses yang merupakan layanan kebutuhan melakukan perjalanan yang mendasar. Dalam hal ini aksesibilitas harus disediakan oleh pemerintah terlepas dari digunakannya moda transportasi yang disediakan tersebut oleh masyarakat.”

Jarak tempuh dari tempat tinggal masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting beragam, ada yang dekat pasar, ada yang berjarak 1 km, 1,5 km, dan paling jauh 3 km. Paling cepat untuk menuju pasar Ganting menggunakan ojek, hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit dari daerah paling jauh. Untuk ke pasar Ganting tidak dapat ditempuh dengan waktu yang relatif cepat, karena keadaan jalan yang kurang bagus. Masyarakat dapat ke pasar Ganting kapanpun dia mau jika menggunakan kendaraan pribadi, tapi jika menggunakan kendaraan umum agak susah. Karena kendaraan umum yang susah didapatkan meskipun ongkosnya tidak terlalu besar.

Untuk itu diperlukan aksesibilitas yang lancar untuk dapat mengefisiensi waktu karena jarak daerah yang agak jauh. Menurut Fuat Alfauzi (2012) Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep Jarak memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.

Keberadaan sarana transportasi di Kenagarian Kambang Timur cukup memadai.

Di Kenagarian hanya terdapat beberapa kendaraan umum. Untuk yang sekarang hanya tersedia 2 buah oto cigak baruak, sekitar 15 buah ojek, sekitar 10 buah becak, 2 buah bendi, dan sekitar 5 buah becak angkutan barang. Masyarakat ada juga yang menggunakan motor pribadi ke pasar.

Menurut tokoh masyarakat keberadaan sarana transportasi sudah cukup memadai jika dilihat dari dinamika kependudukan yang masih

(7)

dalam pembangunan. Tapi jika dilihat dari kesejahteraan masyarakat masih dibawah kategori. Masyarakat lebih banyak menggunakan ojek dan becak untuk transportasi, dan penggunaan oto cigak baruak sudah mulai berkurang, bahkan sudah mulai hilang. Karena itu masyarakat perlu menunggu dengan waktu yang lama untuk bisa mendapatkan angkutan, karena angkutan tidak selalu ada dalam setiap waktu mengingat sewaan juga tidak selalu ada dalam setiap waktu. Keluhan masyarakat, kurangnya angkutan umum sehingga masyarakat harus menunggu lama. Angkutan menurut UU No.

14tahun 1992 tentang angkutan jalan adalah pemindahan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. Angkutan umum penumpang menurut Warpani (1990) adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan penumpang adalah angkutan kota (minibus, bus, dsb), kereta api, angkutan air, dan angkutan udara.

Keadaan prasarana transportasi di Kenagarian Kambang Timur kurang memadai.

Keadaan jalan sepanjang Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting banyak yang rusak, masih sempit terdapat jalan yang berlobang, kerikil, debu jika hari panas, dan jalan becek jika hari hujan. Keadaan ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Namun belum ada perbaikan. Masyarakat sering mengeluh dengan keadaan jalan, dan berharap ada perhatian pemerintah terhadap perbaikan jalan. Sepanjang ini masyarakat dan pemerintah sendiri tidak merasa nyaman dengan keadaan jalan seperti ini. Menyikapi ini ada sebagian masyarakat untuk menambal jalan dengan tanah atau pasir, tapi ini tidak bertahan lama. Dari pemerintah sendiri pemerintah sudah mengajukan proposal ke pemerintah atas, namun belum ada jawaban.

Keadaan jalan seperti tidak sepenuhnya menghambat aktivitas masyarakat, namun hanya memperlambat akses ke pasar saja.

Pemerintah dan masyarakat tentu mempunyai rencana untuk memperbaiki jalan, namun untuk saat ini belum kesampaian, karena beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya masalah dana. Menurut Tamin (1997:5), prasarana transportasi mempunyai dua peran utama, yaitu: (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah perkotaan; dan sebagai prasarana bagi

pergerakan manusia dan/atau barang yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut. Dengan melihat dua peran yang di sampaikan di atas, peran pertama sering digunakan oleh perencana pengembang wilayah untuk dapat mengembangkan wilayahnya sesuai dengan rencana. Misalnya saja akan dikembangkan suatu wilayah baru dimana pada wilayah tersebut tidak akan pernah ada peminatnya bila wilayah tersebut tidak disediakan sistem prasarana transportasi.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Aksesibilitas Masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting dilihat dari jarak tempuh beragam, ada yang jaraknya dekat ada yang jauh, sehingga untuk dapat ke pasar Ganting masyarakat tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar 15-30 menit jika menggunakan angkutan umum.

Masyarakat tidak dapat ke pasar Ganting kapanpun yang di inginkan meskipun pasar buka setiap hari, karena transportasi tidak selalu ada dalam setiap waktu.

2. Aksesibilitas Masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting dilihat dari sarana transportasi cukup memadai.

Di Kenagarian Kambang Timur tersedia beberapa angkutan umum, seperti 2 buah oto cigak baruak, sekitar 15 buah ojek, sekitar 10 buah becak, 2 buah bendi, dan sekitar 5 buah becak angkutan barang, pada umumnya masyarakat menuju pasar Ganting menggunakan ojek.

3. Aksesibilitas Masyarakat di Kenagarian Kambang Timur ke pasar Ganting dilihat dari prasarana transportasi tidak baik.

Keadaan jalan sepanjang Kenagarian Kambang Timur hingga ke pasar Ganting terdapat banyak jalan berlobang, kerikil, debu jika hari panas, dan becek ketika hari hujan.

Berdasarkan hasil penelitian peneliti memberikan beberapa saran:

1. Kepada Masyarakat, agar dapat dijadikan informasi dan menambah pengetahuan tentang aksesibilitas masyarakat menuju pasar Ganting.

2. Pihak pemerintah agar dapat memperhatikan keadaan sarana dan prasarana transportasi di Kenagarian Ganting menuju pasar Ganting, dan agar

(8)

adanya kebijakan atas hal tersebut supaya sarana dan prasarana di daerah menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3. Kepada peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian tentang aksesibilitas masyarakat ke pasar di daerah lain.

DAFTAR PUSTAKA

Fuat, Alfauzi. 2012. Pengertian dan Contoh Konsep Geografi. Jakarta:

Universitas Negeri Jakarta

Miro, F. 2005. Perencanaan Transportasi untuk Mahasiswa, Perencana, dan.

Praktisi. Jakarta: Erlangga

Susantono, Bambang. 2004. Langkah Kecil Yang Kita Lakukan Menuju Transportasi Yang Berkelanjutan.

Jakarta: Masyarakat Transportasi Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

The A N C., the spear and shinlll of the oppressad people of South Africa puts bafora all the oppres'ad and democrats the following taskSl' i massive demonstrations throughout the

Name CGPA Metallurgical and Materials Engineering 112118058 KIMAYA PRASAD SURYARAO 9.88 Institute Medal 2022 for Highest CGPA in B.Tech.. Department Roll