• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN DASAR KOPERASI PEGAWAI KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI PAPUA BARAT

N/A
N/A
dedi azwar

Academic year: 2023

Membagikan "ANGGARAN DASAR KOPERASI PEGAWAI KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI PAPUA BARAT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI PAPUA BARAT

Jalan Angkasa Mulyono, Amban – Manokwari Telepon (0986) 2217087, Faksimile (0986) 2217088

E-mail: [email protected]

ANGGARAN DASAR

KOPERASI PEGAWAI KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI PAPUA BARAT

BAB I

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

1) Koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat

2) Koperasi ini berkedudukan di Jalan Angkasa Mulyono, Amban Manokwari Provinsi Papua Barat

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

Koperasi Pegawai Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat bertujuan mewujudkan kesejahteraan anggota berdasar azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

BAB III BIDANG USAHA

Pasal 3 Koperasi melaksanakan kegiatan usaha, yaitu :

a) Jasa simpanan

b) Jasa peminjaman

c) Jasa lainnya yang telah mendapat persetujuan rapat anggota

BAB IV KEANGGOTAAN

Pasal 4

(1) Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa (2) Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan

(2)

Pasal 5

Syarat menjadi anggota Koperasi ini adalah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. . Warga negara Indonesia

b. Merupakan pegawai/warga Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat

c. Telah menyetujui isi anggaran dasar dan peraturan-peraturan perkoperasian yang berlaku

d. Bersedia membayar simpanan pokok dan simpanan wajib yang besarnya ditentukan pada anggaran rumah tangga atau merupakan keputusan rapat anggota

Pasal 6 Setiap anggota mempunyai kewajiban :

a. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan-keputusan Rapat Anggota;

b. Membayar Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan simpanan lainnya yang diputuskan oleh Rapat Anggota;

c. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi;

d. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan azas kekeluargaan

Pasal 7 Setiap anggota mempunyai hak :

a. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat Anggota

b. Memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas

c. Meminta diadakannya Rapat Anggota

d. Mengemukakan pendapat dan saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota baik diminta

maupun tidak diminta

e. Mendapatkan pelayanan yang sama antara sesama anggota

f. Meminta keterangan mengenai perkembangan koperasi

g. Mendapat bagian SHU sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota terhadap Koperasi

h. Mendapat bagian sisa hasil Penyelesaian

Pasal 8

Keanggotaan Koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota

(3)

Pasal 9 Keanggotaan berakhir, bilamana anggota :

a. meninggal dunia;

b. minta berhenti atas permintaan sendiri;

c. diberhentikan oleh Pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat keanggotaan;

d. diberhentikan oleh Pengurus karena tidak mengindahkan kewajiban sebagai anggota, atau berbuat sesuatu yang merugikan Koperasi

e. Pegawai pindah tempat kerja di luar Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat

Pasal 10

1) Berakhirnya keanggotaan mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam Buku Daftar Anggota

2) Permintaan berhenti sebagai anggota harus diajukan secara tertulis kepada Pengurus

3) Seseorang yang diberhentikan oleh Pengurus dapat meminta pertimbangan dalam Rapat Anggota berikutnya

BAB V

RAPAT ANGGOTA Pasal 11

1) Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

2) Rapat Anggota menetapkan :

a. Anggaran dasar;

b. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi;

c. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian pengurus dan pengawas;

d. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi;

e. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan tugasnya, serta pengesahan laporan keuangan;

f. Pembagian sisa hasil usaha;

g. Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.

3) Rapat Anggota dilakukan/dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun.

4) Rapat Anggota Tahunan (RAT) dilaksanakan paling lambat tanggal 31 Maret tahun

berikutnya setelah tutup tahun buku (per 31 Desember)

(4)

Pasal 12

Rapat Anggota sah jika dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota Koperasi;

1) Apabila kuorum tidak tercapai, maka Rapat Anggota ditunda untuk waktu paling lama 7

hari;

2) Apabila pada rapat kedua sebagaimana dimaksud ayat (1) kuorum tetap belum tercapai,

maka rapat dapat dilangsungkan dan keputusannya sah serta mengikat bagi semua anggota

Pasal 13

1) Dalam Rapat Anggota Koperasi tiap anggota mempunyai hak suara yang sama yaitu satu anggota satu suara.

2) Keputusan dalam Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mendapatkan mufakat, dalam hal tidak tercapai kata mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.

Pasal 14

Selain Rapat Anggota Tahunan, Koperasi dapat mengadakan Rapat Anggota yang diadakan secara khusus untuk membahas rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi yang diselenggarakan paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum tahun buku berikutnya berjalan.

Pasal 15

1) Rapat Anggota Luar Biasa diadakan apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan

segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota

2) Rapat Anggota Luar Biasa dapat diselenggarakan atas kehendak :

a. Pengurus;

b. Pengawas;

c. atas permintaan tertulis minimal 1/10 jumlah anggota

Pasal 16

Untuk mengubah Anggaran Dasar harus diadakan Rapat Anggota yang diadakan khusus untuk mengubah anggaran dasar tersebut, yang harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota Koperasi dan keputusannya harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlahanggota yang hadir

(5)

Pasal 17

Untuk membubarkan Koperasi harus diadakan Rapat Anggota yang diadakan khusus untuk pembubaran koperasi tersebut, yang harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota Koperasi dan keputusannya harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota yang hadir.

BAB VI PENGURUS

Pasal 18

Struktur Organisasi Koperasi Pegawai Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat adalah sebagai berikut:

Pasal 19

Tata cara pemilihan Pengurus Koperasi diatur berdasarkan keputusan Rapat Anggota Tahunan.

BAB VII PENGAWAS

Pasal 20

1) Susunan Pengawas Koperasi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha Koperasi.

RAT KOPERASI

KETUA

KETUA BIDANG USAHA SIMPAN

PINJAM

KETUA BIDANG USAHA LAIN-

LAIN

BENDAHARA SEKRETARIS BADAN

PENGAWAS

PEMBINA (KEPALA PERWAKILAN)

(6)

2) Susunan pengawas Koperasi berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri dari : a. Ketua

b. Anggota

3) Masa jabatan Pengawas Koperasi selama 3 (tiga) tahun, dan dapat dipilih kembali.

4) Dalam pelaksanaan tugasnya Pengawas Koperasi menyampaikan laporan hasil pengawasannya atas kegiatan dan asset/ keuangan Koperasi secara tertulis setiap tahun secara kontinu dan konsisten.

BAB VIII

PENGELOLA USAHA Pasal 21

1) Koperasi mengangkat Ketua Koperasi dan staf administrasi (bendahara & Sekretaris) sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha koperasi.

2) Ketua Koperasi dan staf administrasi (bendahara & Sekretaris) diangkat melalui Surat Keputusan Pengurus Koperasi dan dilaporkan pada Rapat Anggota.

3) Dalam pelaksanaannya Manajer/ Pengelola usaha/kepala bagian dan karyawan

secara periodik melaporkan tugas dan tanggung jawab penuh kepada pengurus Koperasi.

BAB VIX

PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 22

1) Tahun buku Koperasi mulai dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan 31 (tiga puluh satu)

Desember.

2) Koperasi wajib menyelenggarakan pembukuan sesuai Prinsip Akuntansi Indonesia dan Standar Khusus Akuntansi.

BAB X

MODAL KOPERASI Pasal 23

1) Modal Koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan hibah

2) Modal sendiri Koperasi berasal dari :

a simpanan pokok;

b simpanan wajib;

(7)

c dana cadangan;

d hibah;

3) Untuk memperbesar usahanya, Koperasi dapat memperoleh modal pinjaman yang tidak

merugikan Koperasi berupa pinjaman dari : a anggota;

b bank dan lembaga keuangan lainnya;

c sumber lain yang sah

4) Koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal Penyertaan

BAB XI

SIMPANAN ANGGOTA Pasal 24

1) Setiap anggota harus membayar Simpanan Pokok atas namanya kepada Koperasi dengan perhitungan nilai yang sudah disetujui oleh Rapat Anggota

2) Setiap anggota diwajibkan untuk membayar Simpanan Wajib atas namanya kepada Koperasi

yang besarnya ditetapkan dalam Anggaran Rumah tangga atau Peraturan Khusus

3) Simpanan pegawai dapat ditarik sewaktu-waktu jika dibutuhkan oleh pegawai yang bersangkutan.

4) Pada waktu keanggotaan diakhiri, Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib merupakan suatu

tagihan atas Koperasi sebesar jumlahnya secara kumulatif

5) Setiap anggota digiatkan untuk menyimpan dalam bentuk atau jenis lainnya atas dasar

keputusan Rapat Anggota

6) Simpanan Wajib Anggota tidak dikenakan bunga simpanan oleh Koperasi

BAB XII SISA HASIL USAHA

Pasal 25

1) Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun

buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan

2) Sisa Hasil Usaha Koperasi yang diperoleh dibagikan untuk :

a cadangan;

b anggota sesuai transaksi dan simpanannya;

c pendidikan anggota dan karyawan;

(8)

d insentif untuk Pengurus dan Pengawas;

3) Pembagian dan presentase sebagaimana dimaksud ayat (2) ditentukan dan diputuskan sesuai

dengan Keputusan Rapat Anggota

Pasal 26

Bagian Sisa Hasil Usaha untuk anggota dapat diberikan secara langsung atau dimasukkan dalam simpanan anggota yang bersangkutan

Pasal 27

Dana cadangan dipergunakan untuk pemupukan modal dan menutup kerugian Koperasi

BAB XIII

TANGGUNGAN ANGGOTA Pasal 28

1) Bilamana Koperasi dibubarkan dan pada penyelesaiannya ternyata bahwa kekayaan Koperasi

tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajibannya, maka sekalian anggota diwajibkan menanggung kerugian masing-masing terbatas pada Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib yang seharusnya telah dibayar oleh anggota yang bersangkutan pada Koperasi, serta modal penyertaan yang dimilikinya

2) Kerugian yang diderita oleh Koperasi pada akhir suatu tahun buku ditutup dengan dana cadangan

3) Bilamana kerugian tersebut dalam ayat (2) tidak terpenuhi maka Rapat Anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian yang belum terpenuhi ditutup atau diperhitungkan dengan SHU tahun-tahun yang akan datang

BAB XIV

PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN Pasal 29

(1) Pembubaran Koperasi dapat dilaksanakan berdasarkan :

a. keputusan Rapat Anggota;

b. keputusan Pemerintah

(2) Pembubaran Koperasi oleh Rapat Anggota didasarkan pada :

a. atas permintaan anggota secara tertulis sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota;

b. koperasi tidak lagi mempunyai kegiatan

(9)

(3) Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah didasarkan pada :

a. adanya bukti-bukti bahwa Koperasi tersebut tidak memenuhi ketentuan undang-undang perkoperasian;

b. kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan;

Pasal 30

1) Seluruh anggota wajib menanggung kerugian yang timbul pada saat pembubaran Koperasi 2) Anggota yang telah keluar sebelum Koperasi dibubarkan wajib menanggung kerugian,

apabila kerugian tersebut terjadi selama anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota Koperasi dan keluarnya sebagai anggota belum lewat jangka waktu 6 (enam) bulan.

BAB XV

KESEJAHTERAAN / SOSIAL Pasal 31

1) Koperasi mengupayakan bantuan/tunjangan atau imbalan jasa kepada anggota, Pengurus,

Pengawas dan Manager/ karyawan antara lain seperti : a. Jasa anggota koperasi.

b. Bingkisan/ paket.

c. Bantuan pengobatan kesehatan dan atau santunan kepada anggota yang meninggal dunia, dan yang mengalami musibah.

2)Besarnya jasa, bingkisan dan santunan pada tersebut diatas akan ditetapkan dalam rapat pengurus dan disampaikan ke dalam Rapat Anggota untuk mendapatkan pengesahan.

BAB XVI S A N K S I

Pasal 32

Anggota Koperasi yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga maupun peraturan lain yang berlaku di Koperasi dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 33

1)Anggota maupun anggota luar biasa yang mencemarkan nama baik dan merugikan Koperasi serta tidak mengindahkan kewajibannya sebagai anggota/melalaikan

(10)

kewajibannya dalam membayar simpanan dan piutangnya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota, maka kepada anggota yang bersangkutan diberikan peringatan/teguran.

2) Bilamana pada kurun waktu selanjutnya peringatan/ teguran tersebut tidak diindahkan

maka yang bersangkutan dapat diberhentikan oleh pengurus dan

selanjutnya keputusan dimaksud akan dilakukan pembahasan (disetujui atau ditolak) pada forum Rapat Anggota berikutnya.

3)Simpanan pokok dan simpanan wajib dan simpanan lain/jasa lainnya dari anggota yang diberhentikan dikembalikan setelah anggota tersebut menyelesaikan kewajiban utang piutangnya.

Pasal 34

Pengurus, pengawas maupun pengelola/karyawan Koperasi yang melakukan pelanggaranatau penyalahgunaan wewenang atas tugas dan tanggung jawab yang dibebank an kepadanya dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan untuk selanjutnya dapat dipecat dari jabatannya berdasarkan hasil keputusan Rapat Anggota.

Pasal 35

1) Pengurus,pengawas maupun pengelola Koperasi yang dengan sengaja dan atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian Koperasi

dikenakan sanksi ganti rugi sebesar kerugian yang disebabkan oleh masing-masing pengurus, pengawas maupun pengelola yang bersangkutan.

2)Apabila tersebut pada ayat 1 diatas tidak mendapat tanggapan untuk membayar ganti rugi maka kepada yang bersangkutan berdasarkan hasil keputusan rapat

anggota dapat diajukan kepengadilan baik perkara pidana maupun perdata.

BAB XVII

KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 36

Ketentuan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dengan peraturan khusus atau peraturan lainnya atas persetujuan Rapat Anggota.

(11)

BAB XIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 37

Anggaran Rumah Tangga Koperasi ini disetujui/ disahkan oleh Rapat Anggota/ Rapat Anggota Tahunan Koperasi. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan/ditetapkan untuk dapat dijadikan pedoman kerja dalam menjalankan kegiatan Koperasi.

Referensi

Dokumen terkait