• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Nusa Tenggara Timur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Nusa Tenggara Timur"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

82

DAFTAR PUSTAKA

Abineno, J.L. Ch. 1983. Perkawinan (persiapan, persoalan-persoalan dan pembinaanya). Jakarta. BPK Gunung Mulia.

Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Nusa Tenggara Timur. 1983. Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.

Atardi, I Ketut. 1987. Hukum Adat Bali dengan Aneka Masalahnya Dilengkapi Yurisprudensi. Denpasar. Setia Lawan.

Bakker, J.W.M. 1984. Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta. Kanisius.

Bushar, Muhammad. 1997. Asas-asas Hukum Adat. Jakarta. Pradnya Paramita.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1983. Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi ke-3. Jakarta. Balai Pustaka.

Dewantara, Ki Hajar. 1994. Kebudayaan. Yogyakarta. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Djara, Julius. C. 2010. Kenoto dalam Perkawinan Adat Sabu. Semarang. Artha Media Grup

Dillistone, F. W. 2002. The Power Of Symbol. Yogyakarta. Kanisius.

(2)

83

Faisal, Sanapiah. 2007. Format-format Penelitian Sosial. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.

Geertz Clifford. 1993. Kebudayaan dan Agama. Yogyakarta. Kanisius

Giddens, Anthony, Daniel Bell and Michael Forse. 2004. Sosiologi Sejarah dab Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta. Kreasi Wacana.

Herusatoto, Budiono. 1984. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta. PT Hanindita.

Jones, Pip. 2009. Pengatar Teori-teori Sosial dari Teori Fungsionalisme hingga Post-modernisme. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. 1967. Beberapa pokok Antropologi Sosial. Jakarta. Dian Rakyat Masinambow, E.K.M. 1997. Koentjanigrat dan Antropologi di Indonesia. Jakarta.

Yayasan Obor Indonesia.

Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatf . Bandung. Remaja Rosdakarya.

Palmer, Richard. E. 2015. Hermeneutika: Teori Baru Mengenai Interetasi.

Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset.

Poerwadarminta, W.J.S. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2013. Teori Sosiologi: Dari Teori Sosial Klasik sampai Perkembangan Muktahir Teori Sosial Postmodern.

Yogyakarta. Kreasi Wacana.

(3)

84

Ritzer, George. 2001. Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda. Jakarta. PT Rajawali Press.

Saleh, K. Wantjik. 2000. Hukum Perkawianan Indonesia. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Siahan, Hotman. M. 1989. Sejarah dan Teori Sosiologi. Jakarta. Erlangga Soekanto, Soerjono. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. Rajawali Press.

Soemardjan, Selo dan Soelaeman Soemardi. 1964. Setankai Bunga Sosiologi.

Jakarta. Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UI.

Subeki, R dan Tjitrosudibio. 1974. Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Jakarta.

Pradnya Paramitha.

Subagyo, Joko. 2011. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta. Rineka Cipta.

Sztompka, Piotr. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta. Prenada Media Grup.

Turner, Bryan. S. 2012. Teori Sosial dari Klasik Sampai Postmodern. Yogyakarta.

Pustaka Belajar.

Van Perursen, C. A. 1998. Startegi Kebudayaan.Yogyakarta. Kanisius.

Walizer, Michael H, Arief Sadiman dan Paul L. Wienir. 1986. Metode dan Analisis Penelitian: Mencari Hubungan jilid 1. Jakarta. Erlangga.

Weber, Max. 1968. Economy and Society: An Outline Of Interpretative Sosiology.

London. Universitas Of California Pres.

Weber, Max. 1964. The Theory Of Social and Economic Organization, Terj. Talcot Parson and A. M. Handerson. New York. The Free Press.

(4)

85

Wirawan, I. B. 2012. Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma. Jakarta. Kencana Prenadamedia Grup

WEBSITE

https://www.statistikian.com/2017/06/penjelasan-teknik-purposive- sampling.html/amp/. Akses 12-02-19. 12.00 WIB

Yunita wadu, Kebudayaan Sabu, http://yunita-wadu.blogspot.com. Akses 07-01- 19, 20.00 WIB

JURNAL

Jurnal Romi Adi Kurnia Bangngu Sikap GKS Jemaat Kambaniru Terhadap Makna Tradisi Kenoto Ditinjau dari Teori Mas Kawin. Fakultas Teologi UKSW 2015.

Jurnal Audra Jovani Nokas: Mahalnya Cinta dalam Balutan Belis di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Inada Vol 3 No. 1, Juni 2020

WAWANCARA

Bapak Yakob kale Dara, 14 Juni 2021 Pukul 11.00 Wita

Ibu Pdt. Em. Banni Hede Wata, S.Th, 14 Juni 2021 Pukul 12.00 Wita Bapak Petrus Bara Paa, 14 Juni 2021 Pukul 12.35 Wita

Bapak Habakuk Willa, 14 Juni 2021 Pukul 16.15 Wita

(5)

86

Bapak Melkisedek Palike, 14 Juni 2021 Pukul 21.00 Wita Bapak Bernabas Bunga Djami, 15 Juni 2021 Pukul 11.00 Wita Bapak Melki Ratu Djara, 16 Juni 2021 Pukul 19.10 Wita Ibu Belandina W. Molawahi, 16 Juni 2021 Pukul 19.10 Wita Bapak Nimron Banu, 16 Juni 2021 Pukul 19.55 Wita

Ibu Yublina Bunga, 16 Juni 2021 Pukul 19.55 Wita

Ibu Pdt. Lefrodia Hadjoh, S.Th, 17 Juni 2021 Pukul 19.00 Wita Pendeta-Pendeta GMIT Klasis Sabu Barat

Referensi

Dokumen terkait

Di Sarilamak perkunjungan ke rumah anak dara oleh keluarga marapulai disebut manjanguak karambia (melihat kelapa) oleh karena pada waktu itu mereka akan melihat

Diharapkan penelitian ini bisa memberikan peran bagi perkembangan penelitian ilmu sosial atau ilmu sosial terutama yang berkaitan dengan sosiologi gender untuk

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk melengkapi salah satu syarat ujian sarjana dalam Bidang Ilmu Sastra

yang utama dalam penelitian ini tentang strkutur upacara adat perkawinan. peranakan Tionghoa di Tangerang melalui Teori Upacara dan

Kehadiran provokator sangat mempengaruhi kelompok rentan yaitu pihak-pihak yang berkonflik.. Para mosa sungguh menyadari pengaruh buruk dari para provokator untuk

Perbedaanya saat meminang pada orang kota berbicara Belis, maka paman dari pihak mempelai wanita akan menawarkan sesuai kemampuan yang terpenting adalah kedua mempelai atas

Kita dapat menggambarkan karya Simmel (1908/1971) mengenai bentuk- bentuk sosial melalui diskusinya mengenai dominasi, yakni, superdinasi dan subordinasi. Superdinasi dan

Selama melaksanakan Peraturan Daerah tersebut, telah terjadi berbagai perkembangan kebijakan baru yang belum diakomodasi, sehingga dilakukan revisi pada Tahun 2005 dan