TUGAS REKAYASA PONDASI 2 PONDASI DALAM
Dosen Pengampu : Undayani Cita Sari S.T, M.T.
Disusun Oleh :
Aditya Ranuarta 21010117140123
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2021
1. X = 2 Y = 3
Estimasikan nilai kapasitas daya dukung tiang pancang (FS = 2,5) menggunakan metode Meyerhof ,Vesic dan Coyle Castello, bila diketahui panjangnya 2X m dengan diameter 0,30 m pada tanah pasir. Data sand unit weight, =18kN/m3; dan soil friction angle, =45°
Diketahui :
Panjang Tiang (L) = 22 m Diameter Tiang (D) = 0,3 m
Luas Penampang (Ap) = 0,25 × × = 0,071m2 Data tanah :
Tekanan Atmosfer(Pa) = 100 kPa Sand unit weight ( ) = 18 kN/m3 Soil friction angle ( ) = 45°
Fs = 2,5
Jawab
1. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang dengan Metode Meyerhof Rumus :
Qp = Ap × q’ × Nq*≤ Ap × (0.5*pa*Nq*tanØ’)
Penentuan nilai Nq*
Tabel 1.1. Penentuan Nilai Nq’ berdasarkan Soil friction angel (Ø)
Jadi berdasarkan tabel di atas didapatkan nilai Nq’ = 930
Luas Penampang tiang pancang (Ap) Ap = 0.25 x x D2 = 0.25 x 3,14 x 0.32 Ap = 0.071 m2
q’ = ɣ × L = 18 × 22 q’ = 396 kn/m3 Jadi, Nilai Qp,
Qp = Ap × q’ × Nq* ≤ Ap × (0.5*pa*Nq*tanØ’)
Qp = 0.071 x 396 x 930 ≤ 0.071 x (0.5 x 100 x 930 x tan 45֯)
= 26032,179 kN ≤ 3286,891 kN
Sehingga Ultimate Point dengan metode mayeroff dipilih yang terkecil antara 26032,179 kN dan 3286,891 kN, yaitu Qp = 3286,891 kN
2. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang dengan Metode Meyerhof Rumus,
Qp = Ap x x Nσ*
Mencari Tegangan Normal Efektif Rata-Rata Pada Ujung Tiang ( )
= 1 + 2(1 − )
3 × ′
= 1 + 2(1 − 45)
3 396
= 209,32 kN/m2
Penentuan Nilai Elastic Modulus (Es) = 45°
Asumsikan dense soil sand (m = 1000) m = 1000
Es = m × Pa
= 1000 × 100 = 100000 kPa
Nilai Poisson ratio (μ)
"# = 0,1 + 0,3 $ − 25 20 %
"# = 0,1 + 0,3 $45 − 25 20 %
"# = 0,4
Rata-rata volumetric strain pada plastic zone dibawah pile tip
∆ = 0,005 $1 − − 25 20 % ' ′
()*
∆ = 0,005 $1 −45 − 25
20 % $396 100%
∆ = 0
Rigidity index
+, = -
2(1 + "#) × × .) +, = 100000
2(1 + 0,4) × 396 × 1 +, = 90,187
Reduced Rigidity index +,, = +,
1 + ∆+, +,, = 90,187
1 + 0 × 90,1875 +,, = 90,187
Mencari Nilai Nσ*
Tabel 1.2 Hubungan Antara , Irr dan Nσ*
Dari Tabel di atas di peroleh nilai Nσ* = 200,686
Sehingga Perhitungan kapasitas daya dukung tiang pancang dengan metode Vesic, Qp = Ap × σ0’ × Nσ*
= 0,071 × 209,323 × 200,686 Qp = 2969,402 kN
3. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang dengan Metode Coycle Castello
Rasio dari panjang tiang terhadap diameter pile L/D = 22/0,3
= 73,33
Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilaiNq* = 58 Qp = q’ × Nq* × Ap
= 396 × 58 × 0,071 Qp = 1623,512 kN
Kesimpulan
Qp = rata rata ketiga metode
= 6 78,79:; 989,< :;:8 6,=:
6
Qp = 2626,601 kN
Perhitungan nilai Ultimate Friction Capacity (Qs)
Kedalaman Kritis
L’ = 15D = 4,5
K = 1 − sin = 0,292893219
Pada Permukaan Tanah Pada titik Z = 0
σ = 0 f = 0
Pada Kedalaman 4,5 m Pada titik Z = L’ = 4,5
σ = Z × ɣ
= 4,5 × 18 = 81 kPa
Δ = 0,8 = 36°
f = K × σ × tanδ
= 0,292893219 × 81 × 0,726542528
= 17,23 Sehingga Qs,
@ = A(BC )+ ADBCEFG
2 HI + ADBCEFGH(I − I )
@ = 0 + 17,23
2 1,57 ∗ 4,5 + 17,23 ∗ 1,57(22 − 4,5)
@ = 320,840 KL
Sehingga, Q total Qu = Qp + Qs
= 2626,601 + 320,840
= 2947,441kN
Sehingga , Q allowable
@)MM = @N
OP = 2947,441
2,5 = QQRS, TR UV
Soal No. 2 1. X = 2
Y = 3
Suatu pondasi dengan dimensi 0,30 meter x 0,30 meter. Dengan panjang penancapan tiang pada tanah pada lapisan saturated clay adalah 12 m. Dibawah ini detail dari data tanah yang ada. Dengan groundwater table berlokasi pada kedalaman 2,5 m dari permukaan tanah.
Estimasikan nilai kapasitas daya dukun ijin dengan FS = 2,5. Perhitungan kapasitas daya dukung ujung menggunakan metode Meyerhof dan Vesic dan kapasitas daya dukung frisk menggunakan metode λ dan α
Data Teknis :
Panjang Tiang (L) = 12 m
Diameter Tiang (D) = 0,3 m × 0,3 m Tekanan Atmosfer(Pa) = 100kPa Sand unit weight ( ) = 18 kN/m3
Fs = 2,5
Penyelesaian
Kapasitas Daya Dukung Ujung (Qp)
1. Menentukan Kapasitas Daya Dukung Ujung Pada Tanah Clay dengan Metode Mayeroff
Dikarenakan ujung pile berada pada tanah clay, maka cu = 42 Qp = Nq* × cu × Ap = 9 x cu x Ap
= 9 × 42 x (0.3 x 0.3)
= 34,02 kN
2. Menentukan Kapasitas Daya Dukung Ujung Pada Tanah Clay dengan Metode Vesic
Qp = Ap x cu x Nc*
Menentukan nilai Ir +, = 347 $WN
H)% − 33 X 300 +, = 347 $42
100% − 33 X 300 +, = 112,74 X 300 (YK)
Menentukan Nilai Irr Irr = Ir = 112,74
Menentukan Nilai Nc*
Tabel 2.1 Hubungan Antara Nilai Irr dengan Nc*
Dari tabel diatas dengan nilai Irr = 112,74 maka nilai Nc* = 10,158 Maka Nilai Qp
Qp = Ap x cu x Nc*
= (0.3 x 0.3) × 42 × 10,158 = 38,399 kN
Kesimpulan,
Qp = Z[ \]^_`] \ab]c_d;Z[ \]^_`] e]#fg
= 6<, ;67,699
Qp = 36,209 kN
Kapasitas Daya Dukung Friksi (Qs)
1. Menentukan Daya Dukung Friksi (Qs) Metode α Qs = h ∗ ij ∗ k ∗ lm
Tabel 2.2 Perhitungan Daya Dukung Friksi (Qs) Metode α Kedalaman
(m)
∆I (m) cu (kN/m2)
WN
() α (tabel) α*cu*p*ΔL
0-2 2 20 0,2 0,92 44,16
2-6 4 28 0,28 0,84 112,896
6-10 4 35 0,35 0,78 131,04
10-12 2 42 0,42 0,728 73,3824
Jumlah 361,478
Berdasarkan tabel diatas maka nilai Qs = 361,478 Kn
Tabel 2.3 Hubungan Antara oagn dan α
2. Menentukan Daya Dukung Friksi (Qs) Metode λ pq = k ∗ m ∗ rstu
Tabel Hubungan Antara Panjang Pondasi dan λ
Berdasarkan tabel diatas dengan nilai L = 12 m, maka λ= 0,236 Tabel Perhitungan σ0’
Kedalaman (m)
∆I (m) cu (kN/m2)
cu*L A
0-2 2 20 40 32
2-2,5 0,5 28 14 10,0375
2,5-6 3,5 28 98 114,1
6-10 4 35 140 179,83
10-12 2 42 84 62,96
Jumlah 12 376 398,927
WN = ∑ gn∗E∑ E = 6w8: = 31,333
= ∑ x∑ E = 697,9 w: = 33,243
Axyz = {( + 2WN)
Axyz = 0,236(33,324 + 2 ∗ 31,33) Axyz = 22,652
Maka, Qs
@ = H ∗ I ∗ Axyz
@ = 1,2 ∗ 12 ∗ 22,652 = 326,189 kN
Kesimpulan
Qs = Z# \]^_`] |;}~ •€•‚ƒ€ „
= 68:,<w7;6 8,:79
Qs = 343,833 kN
Menentukan nilai Q ultimate Qu = Qp + Qs
= 36,209 + 343,833
= 380,042 kN
Menentukan Q allowable
@)MM = @N
OP = 380,042
2,5 = 152,017 KL
Soal 3 3. X = 2
Y = 3 (menggunakan data sondir proyek pembangunan tower INDOSAT)
Tiang beton berdiameter 0,20 meter dipancang sampai kedalaman 10 m pada pasir homogen. Dari hasil uji kerucut statis (sondir), diperoleh data tahanan konus (qc) dan tahanan gesek lokal dari sisi sondir (qf) yang dapat dilihat pada lampiran*. Dengan metode Schmertmann - Nottingham, hitung kapasitas dukung ijin dengan faktor aman F= 2,5. Berat volume beton 25 kN/m3. Hitung juga besar penurunan elastic yang terjadi
Data Teknis
Diameter tiang (d) = 0,2 m
L = 10 m
Faktor aman = 2,5 m Berat volume beton = 25 kN/m3 Menentukan lokasi qc
q c1 berada pada 0.7D - 4D dibawah ujung 0.7D = 0,7 x 0,2 = 0.14 m,
4D = 4*0.2 = 0,8 m
Jadi qc1 berada pada 10,14 m – 10,8 m
q c2 4D berada pada 8D di atas ujung tiang 8D = 8 x 0.2 = 1,6 m
Jadi qc2 berada pada 8,4 m – 10 m
Dari Tabel Data Hasil Uji Sondir : W1 = 1
4 (88,00 + 91,00 + 92,00 + 94,00) = 91,25 K…/W‡
W2 =1
8 (25,00 + 42,00 + 47,00 + 35,00 + 52,00 + 50,00 + 55,00 + 60,00 + 90,00) = 57,00 K…/W‡
A. Daya Tahanan Ujung (Qb)
fb = ω x qa ≤ 150 kg/cm2 (15000 kN/m2) qca = 0,5 (qc1 + qc2)
untuk pasir normally consolidated , ω = 1 qca = 0,5 (91,25 + 57,00) = 74,125 kg/cm2
Tahanan Ujung Satuan :
fb = ω x qca = 1x 74,125 = 74,123 kg/cm2
Luas Dasar tiang :
Ab = ¼ π d2 = ¼ x π x 0,22 Ab =0,03141 m2 = 314,159 cm2
Tahanan Ujung ultimit tiang : Qb = Ab x fb
= 74,123 x 314,159
= 23287,06 kg = 232,870 kN
B. Tahanan Gesek Tiang (Qs) fs = Kf x qf (kg/cm2)
Pada kedalaman sampai 11,4 m , qf rata-rata 0,133 kg/cm2 = 13,3 kPa. Bila diambil secara keseluruhan Kf = 0,9 , maka tahanan gesek satuan :
fs = Kf x qf = 0,9 x 0,133= 0,12 kg/cm2 = 12 kPa < 120 kPa (OK)
Tahanan gesek ultimit :
Qs = As x fs = πdLfs = π x 0,2 x 10 x 12 = 75,398 kN
C. Kapasitas dukung ultimit (Qu)
Berat Sendiri Tiang :
Wp = 0,0314 x 10 x 25 = 7,853 kN
Kapasitas dukung ultimit tiang : Qu = Qb + Qs – Wp
= 232,870 + 75,398 – 7,853 Qu = 300,415 kN
D. Kapasitas dukung ijin tiang (Qall) dengan FS = 2,5 Qall = Znˆ‰
= 6 ,<:=.= = 120,166 kN
E. Penurunan elastic yang terjadi Rumus Penurunan Elastic S = ŠQ + Š‹ + ŠŒ
Data Teknis ε = 0,5
Ep = 4700√25 = 23500 MPa
Qwp = ZŽˆ‰ = 6 ,7w,= = 93,148 kN = 93148 N Qws = Z#ˆ‰ = w=,697,= = 30,159 kN = 30159 N Ap = 0,0314 m2
= 31415,9 mm2
Penurunan Batang Tiang (S1)
p p
ws wp
E A
L Q S Q
1
S1 = (96:<8 ; .= • 6 :=9)• : 6:<::=,9 • 6=
= 0,00146 mm
Penurunan Tiang Akibat Beban di Ujung Tiang (S2)
p wp wp
wp s s
wp
A q Q
E I D S q
2
2 1
µ = 0,3 Iwp= 0,85
qwp = Z‘[x[ = 6:<:=,996:<7 = 2,96 N/mm2 S2 = ,98 • , 6= x (1-0,32) x 0,85 = 0.000019485 mm
Penurunan Tiang Akibat Beban Yang Tersalurkan Sepanjang Tiang (S3)
s
ws sws I
E D pL
S3 Q 12
Iws = 2 + 0.35’“E
= 2 + 0.35’:. = 4,474
S3 = ” • , • : 6 :=9 x 6= , x (1-0,32) x 4,474 = 0,1663 mm
Sehingga Penurunan Elastic S = S1 + S2 + S3
= 0,00146 + 0.000019485 + 0,1663 = 0,16777 mm
Soal 4 4. X = 2
Y = 3 (Menggunakan data SPT BH.1 Proyek Pembangunan Gedung Sukoharjo) Pondasi bangunan dirancang berdasarkan data boring dengan nilai SPT yang dapat dilihat pada lampiran. Tiang yang digunakan adalah tiang beton dengan dimensi 0,20 x 0,20 m, Berapa kapasitas dukung ijin tiang jika pada kedalaman 20,0 meter menggunakan metode Meyerhoff dengan factor keamanan FS = 2,50. Bandingkan hasil kapasitas daya dukung bila digunakan tiang pancang dan tiang bor serta hitung penurunannya
Depth SPT
2 3
4 4
6 8
8 23
10 32
12 29
14 32
16 34
18 49
20 56
22 44
24 48
26 56
28 60
30 60
32 60
34 46
36 54
38 57
40 60
A. Menghitung Kapasitas Bored Pile
a. Kapasitas dukung ijin metode meyerhoff
Tahanan Ujung
Luas Ab Ab = S x S
= 0,2 x 0,2
= 0,04 m2
Keliling P = 4 x S = 4 x 0,2 = 0,8 m
Menentukan nilai N
Kedalaman 8D diatas ujung tiang 8D = 8 x 0.2 = 1,6 m diatas ujung tiang Kedalaman 18,4 m – 20 m
Kedalaman 4D dibawah ujung tiang 4D = 4 x 0.2 = 0.8 m
Kedalaman 20 m – 20,8 m
V• = 49 + 56 + 44
3 = 49,66
Perhitungan Qb
. = 0,4 ∗ () ∗ L60 ∗ $I% = 0,4 ∗ 100 ∗ 49,66 ∗ $20
0,2% = 198640 . –),). = 4 ∗ () ∗ L60 = 4 ∗ 100 ∗ 49,66 = 19864
qt dipakai = 19864 Ab = 0,04 m2
@— = ˜— ∗ . = 0,04 ∗ 19864 = 794,56 kN
Tahanan Friction (Qs) Rumus,
@ = ˜ ∗ A
Perhitungan Luasan Selimut (As)
˜ = (
= 0.8 x 20
= 16 m2
Tiang Pancang A = 1
100 ( L60
= 1
100 100 49,66 = 49,66
@ = ˜ A
= 16 49,66
= 794,56 kN Bored Pile A = 1
50 ∗ () ∗ L60
= 1
50 ∗ 100 ∗ 49,66 = 99,32
@ = ˜ A
= 16 99,32
= 1589,12 kN
Daya Dukung Ultimit (Qu)
@N = @— + @ Tiang Pancang
@N = 794,56 + 794,56 = 1589,12 KL Bored Pile
@N = 794,56 + 1589,12 = 2383,68 KL
Daya dukung ijin (Qall), FS = 2,5
@)MM = @N OP Tiang Pancang
@)MM = 1569,12
2,5 = 627,648 KL
Bored Pile
@)MM = 2383,68
2,5 = 953,472 KL
b. Besar penurunan elastic
Penurunan pada tiang pancang S = ŠQ + Š‹ + ŠŒ
Penurunan Batang Tiang (S1) ε = 0,5
Ep = 4700√25 = 23500 MPa Qwp = ZŽ
ˆ‰= w9<,=8
.= = 317,824 kN = 317824 N Qws = Z#ˆ‰ = w9<,=8,= = 317,824 kN = 317824 N Ap = 0,04 m2 = 40000 mm2
L = 20 m
p p
ws wp
E A
L Q S Q
1
P1 = (317824 + 0,5 317824)20
40000 23500 = 0,01014 mm
Penurunan Akibat beban di ujung tiang (S2)
p wp wp
wp s s
wp
A q Q
E I D S q
2
2 1
μ = 0,3 Iwp = 0,85
œH = Z‘[x[ = 6:w7 << = 7,945 N/mm2 P2 = w,9<=∗ ,
6= (1 − 0,3 ) ∗ 0,85 = 0,0000523 mm
Penurunan Akibat Beban Yang Tersalurkan Sepanjang Tiang (S3)
s
ws sws I
E D pL
S3 Q 12
+œ = 2 + 0,35•I
= 2 + 0,35•20 0,2 = 5.5 P3 = $ 317824
4 ∗ 0,2 ∗ 20% 0,2
23500 (1 − 0,3 ) ∗ 0,55 = 0,08461 mm
Total penurunan Š = ŠQ + Š‹ + ŠŒ
P = 0,01014 + 0,0000523 + 0,08461 P = 0,09480 mm
Penurunan pada bored pile ε = 0,5
Es = 4700√25 = 23500 MPa
Qwp = ZŽˆ‰= w9<,=8 .= = 317,824 kN = 317824 N Qws = Z#
ˆ‰ = :=79,:
,= = 635,648 kN = 635648 N Ap = 0,04 m2 = 40000 mm2
L = 20 m
Penurunan Batang Tiang (S1)
p p
ws wp
E A
L Q S Q
1
P1 = (317824 + 0,5 635648)20
40000 23500 = 0,01352 mm
Penurunan Akibat beban di ujung tiang (S2)
p wp wp
wp s s
wp
A q Q
E I D S q
2
2 1
μ = 0,3 Iwp = 0,85
œH = Z‘[x[ = 6:w7 << = 7,945 N/mm2 P2 = w,9<=∗ ,
6= (1 − 0,3 ) ∗ 0,85 = 0,0000523 mm
Penurunan Akibat Beban Yang Tersalurkan Sepanjang Tiang (S3)
s
ws sws I
E D pL
S3 Q 12
+œ = 2 + 0,35•I
= 2 + 0,35•20 0,2 = 5.5 P3 = $ 635648
4 ∗ 0,2 ∗ 20% 0,2
23500 (1 − 0,3 ) ∗ 0,55 = 0,169224 mm
Total penurunan Š = ŠQ + Š‹ + ŠŒ
P = 0,01352 + 0,0000523 + 0,169224 P = 0.18279 m
Soal 5 5. X = 2
Y = 3
Salah satu kolom pojok dengan beban total P = 420 ton, Mx = 15 tm dan My = 10 tm.
Dari data sondir sampai kedalaman -20,0 m dapat direkap sebagai berikut:
− layer-1 → 5 m qc rata2 = 15 kg/cm2,
− layer-2 → 10 m qc rata2 = 60 kg/cm2
− layer-3 → 5 m qc rata2 = 100 kg/cm2
− JHP = 1100 kg/cm’, qc atas = 160 kg/cm2 dan qc bawah = 180 kg/cm2.
Ditanya :
a. Hitung H-ijin timbunan pada abutment bila FK = 1.50.
b. Hitung gaya-gaya yang terjadi dan P mak. pada tiang pancang tsb.
c. Hitung daya dukung tiang pancang diameter 0,45 m min. 3 formula dan cari FK masing2 formula tersebut
Penyelesaian
a. Hitung H-ijin timbunan pada abutment bila FK = 1.50.
Menghitung tinggi timbunan kritis (H-Kritis) Hcr = žj Ÿ Vi
¡¢£¤j¥¦¥
Menentukan nilai kohesi undrain tanah dasar (Cu) Cu = ¨©§g
= :=
:7
= 0,83333 kg/cm2 = 8,333 t/m2
Menentukan nilai Nc
Tabel 5.1 Penentuan nilai Nc berdasarkan faktor daya dukung menurut Vesic, 1973
Tanah dasar adalah tanah clay φ = 0m maka Nc = 5.14
Berat isi Tanah Timbunan ( . ‡—N ) ) Asumsi γ tanah = 1,8 ton/m3
Cu = 8,333 t/m3 Nc = 5,14 HKritis
Hcr = «^f¬Žn-a-ªn • ¨g
= 7,666 • =,:<
:,7
= 23,798 m Hizin
Hizin = ®gcˆ©
= 6,w97,=
= 15,864 m
b. Hitung gaya-gaya yang terjadi dan P mak. pada tiang pancang tsb.
n tiang total = 6 n tiang arah x = 3 n tiang arah y = 2 xmax = 1,25 m ymax = 1,25 m (‡) = (N
+ ¯ ∗ ‡)
∑ ‡) + ¯– ∗ –‡)
∑ –‡) (‡) = 420
6 + 15 ∗ 1,25
3 ∗ 1,25 + 10 ∗ 1,25
2 ∗ 1,25 = 78 KL (‡ = (N
− ¯ ∗ ‡)
∑ ‡) − ¯– ∗ –‡)
∑ –‡) (‡ = 420
6 − 15 ∗ 1,25
3 ∗ 1,25 − 10 ∗ 1,25
2 ∗ 1,25 = 62,8 KL
c. Hitung daya dukung tiang pancang diameter 0,3 m min. 3 formula dan cari FK masing-masing formula tersebut
Data Teknis L = 20 m D = 0,45 m
P (keliling) = 0,942 m Ap = 0,071 m2
Beban Total P = 420 ton
Wpondasi = n . L . Ap .ϒbeton = 6 x 20 x 0,071 x 2,4 = 20,358 ton Ptotal = P – Wpondasi = 420 – 20,358 = 440,358 ton
Effisiensi (Eff)
Eff = 0,743
1. Metode Mayeroff
Daya Dukung ujung (Qp) qc atas = 160 kg/cm2 qc bawah = 180 kg/cm2 qc = :8 ;:7
= 170 kg/cm2 = 1700 t/m2 Qp = Ap x qc = 0,071 x 1700 = 120,166 ton
Daya dukung friksi (Qs)
Tabel 5.2 Perhitungan Qs
Jadi Qs = 55,371 ton Qu = Qp + Qs
= 120,166 + 55,371 = 175,536 ton Qu = n x Q x Eff
= 6 x 175,536 x 0,743 = 782,908 ton
FK = o^_^a°Zn = w7 ,9 7<< ,6=7 = 1,78 2. Metode Cara Umum
Kb = 0,75 Ks = 0,75 P = 0,942 m Ab = 0,071
qc atas = 160 kg/cm2 qc bawah = 180 kg/cm2 qc = :8 ;:7
= 170 kg/cm2 = 1700 t/m2 JHP = 1100 kg/cm
= 110 t/m
Daya Dukung ujung (Qp) Qp = Kb x qc x Ab
= 0,75 x 1700 x 0,071 = 90,124 ton
Daya dukung friksi (Qs) Qs = Ks x JHP x P = 0,75 x 110 x 0,942 = 77,754 ton
Layer tebal (m) qc
(kg/cm2)
fs
(kg/cm2) fs (t/m2) As (m2) Qs (ton)
1 5 15 0.075 0.75 4.71 3.534
2 10 60 0.3 3 9.42 28.274
3 5 100 0.5 5 4.71 23.562
Q = Qp + Qs
= 90,124 + 77,754 = 167,879 ton Qu = n x Q x Eff
= 6 x 167,879 x 0,743 = 784,754 ton
FK = o^_^a°Zn = w7<,w=<
<< ,6=7 = 1,70 3. Metode Begemann
P = 0,942 m Ab = 0,071
qc atas = 160 kg/cm2 qc bawah = 180 kg/cm2 qc = :8 ;:7
= 170 kg/cm2 = 1700 t/m2 JHP = 1100 kg/cm
= 110 t/m
Daya Dukung ujung (Qp) Qp = qc x Ab
= 1700 x 0,071 = 120,166 ton
Daya dukung friksi (Qs) Qs = JHP x P
= 110 x 0,942 = 103,673 ton Q = Qp + Qs
= 120,166 + 103,673 = 223,838 ton Qu = n x Q x Eff
= 6 x 223,383 x 0,743 = 998,336 ton
FK = o^_^a°Zn = 997,668<< ,6=7 = 2,27