• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agrowisata vs Wisata Pedesaan

N/A
N/A
Vicarius Anugrah Jaya Zai

Academic year: 2023

Membagikan "Agrowisata vs Wisata Pedesaan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Agrowisata vs Wisata Pedesaan

Agrowisata bukan satu satunya klasifikasi mengenai daerah pariwisata, terdapat juga bidang lain yang terkenal seperti ekowisata, wisata taman, safari, dan tentu saja wisata pedesaan yang memiliki kaitan dengan pertanian, kehutanan, pengolahan makanan dan daerah pedesaan. Wisata pedesaan bukanlah istilah yang identik dengan agrowisata. Namun, kedua istilah tersebut sangat erat kaitannya. Selain berhubungan dengan produksi dan pengolahan tumbuhan dan hewan, wisata pedesaan biasanya juga mencakup jenis-jenis kegiatan manusia yang berhubungan dengan kehidupan di daerahnya masing masing seperti budaya, agama, dan segala sesuatu yang dipahami dengan istilah etnografi. Yaitu disiplin ilmu yang subjek penelitiannya adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. Etnografi mengatakan bahwa keberagaman individualitas dan karakter dari kelompok etnis disebabkan karena perbedaan wilayah keberadaan manusia. Sehingga tidaklah wajar apabila hanya berfokus pada pembangunan agrowisata, aspek pariwisata pedesaan juga harus diperhatikan, walaupun pada kenyataannya pertanian merupakan bagian yang penting dari wilayah pedesaan.

Istilah agrowisata memiliki banyak interpretasi tergantung pada wilayah geografisnya, sehingga hubungan agrowisata dan wisata pedesaan juga berubah secara regional. Keragaman ini merupakan hasil dari peranan pertanian dan daerah pertanian di suatu negara atau wilayah tertentu. Dinell (2003) mencirikan istilah agritourism di negara bagian Kansas sebagai berikut: 'agritourism terdiri dari perjalanan wisata ke pertanian dan peternakan, perjalanan yang terdiri dari paket acara di daerah pedesaan dan perjalanan ke pabrik pengolahan makanan'. Sedangkan di Eropa, daerah pedesaan memenuhi sejumlah fungsi non-pertanian.

Dari kasus tersebut maka membedakan antara agrowisata dan wisata pedesaan masih relevan.

Di daerah di mana produksi pertanian telah hancur tetapi terdapat komunitas pedesaan yang kuat, adalah salah satu pembeda antara wisata pedesaan dan agrowisata yang dapat dibenarkan. Di sisi lain fakta bahwa komunitas pedesaan tradisional mulai ditinggalkan menyebabkan kemungkinan di masa depan istilah agrowisata akan lebih sering digunakan daripada istilah pariwisata pedesaan. Gambar 1.2 menunjukkan piramida yang memberikan posisi hierarkis pariwisata pedesaan dan agrowisata dalam kaitannya satu sama lain dan dalam kaitannya dengan pariwisata massal dan pariwisata alternatif. Semakin tinggi piramida jenis pariwisata tertentu diposisikan, semakin sempit jangkauan fokusnya.

(2)

Gambar 1.2

Pariwisata maupun agrowisata bertujuan untuk memenuhi permintaan wisatawan untuk jalan-jalan, belajar, relaksasi, rekreasi atau olahraga. Pada dasarnya yang menjadi pembeda antara pariwisata dengan agrowisata adalah pada titik fokusnya, agrowisata menitik beratkan pada aktivitas wisata yang mencakup kegiatan pertanian atau fasilitas terkait (kebun, lahan, peternakan, dan industry pertanian). Dari gambar piramida tersebut dapat dilihat posisi rural tourism (wisata pedesaan) berada di bawah agrowisata, itu artinya wisata pedesaan menjadi sumber untuk mengembangkan agrowisata, karena wisatawan mengunjungi daerah agrowisata akan sekaligus menikmati daerah pedesaan. Sehingga wisata pedesaan dan agrowisata pada dasarnya saling berkaitan satu sama lain.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini membahas tentang apa yang melatarbelakangi kebijakan Mangkunegara VII dalam pembangunan pertanian dan dampaknya bagi pedesaan Mangkunegaran, khususnya di

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji seberapa besar edukasi pertanian dalam agrowisata berbasis usahatani padi sawah ini dapat merubah mindset generasi

Seluruh teman-teman mahasiswa/i Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara kelas Bappeda Angkatan 2009

Dalam penelitian ini kami menggali lebih jauh potensi pedesaan dengan melihat kepada aspek potensi sektor ekonomi (pertanian dan pariwisata), peran dan keterlibatan masyarakat

Pada aspek sirkulasi, pencapaian sirkulasi wisata dan pencapaian sirkulasi agroindustri yang berbeda baik di Kusuma Agrowisata dan Taman Buah Mekarsari, pencapaian berupa

Minimnya infrakstruktur di provinsi ini, merupakan salah satu faktor yang menghambat pembangunan pedesaan dan pertanian di Sulawesi tengah, karena para petani tidak dapat

Kesimpulan Isu yang menyangkut kebijakan pem- bangunan pertanian dan pedesaan ditinjau dari sudut pandang tersebut berikut ini, Kerangka Makro Kebijakan Pembangunan Pertanian dan

Keterkaitan pariwisata dalam objek wisata Desa Batur Tengah Kecamatan Kintamani ditinjau dari teori sosiologi klasik, modern, dan teori