TUGAS INDIVID U
MATA KULIAH : ILMU PERILAKU DAN ETIKA PROFESI
NAMA : AJWA ZAFIRAH MAS’UD
NIM : AKF22003
KELAS : FARMASI 5A
MATERI : PERILAKU KESEHATAN, PENAMPILAN DAN SIFAT AHLI
MADYA FARMASI
No Analisa Keterangan
1 JUDUL PENELITIAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19
2 PENGARANG Andi Vira Aulia, Andi Rizki Amelia dan
Wardiah Hamzah.
3 NAMA JURNAL Window of Public Health Journal, Vol. 3 No. 1 (Februari, 2022) : 146-156.
4 TAHUN PUBLIKASI 2022
5 INTERVENSI YANG DIBANDINGKAN
Membandingkan faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan covid-19 di Kelurahan Macanang, Kabupaten Bone.
6 TIPE STUDI Tipe studi analitik.
7 HASIL AKHIR Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa pengetahuan dan pendapatan merupakan faktor yang signifikan dalam mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19, sementara tingkat pendidikan dan pekerjaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan instansi kesehatan untuk meningkatkan edukasi masyarakat mengenai protokol kesehatan dan
memperhatikan faktor ekonomi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
8 TIME HORIZON Cross-sectional dengan lama penelitian selama 1 bulan.
9 PERSPEKTIF PENELITIAN Dalam penelitian ini, perspektif penelitian yang digunakan adalah perspektif kesehatan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19 di Kelurahan Macanang, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan pendapatan.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, yang merupakan upaya penting dalam pengendalian pandemi COVID-19.
Penelitian ini berusaha memberikan wawasan tentang bagaimana karakteristik demografis dan sosioekonomi dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dengan demikian, perspektif yang digunakan berfokus pada hubungan antara perilaku individu dan kesehatan masyarakat secara lebih luas, serta bagaimana faktor sosial dan ekonomi berperan dalam mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap penyakit menular seperti COVID-19.
10 LATAR BELAKANG Peningkatan kasus COVID-19 yang
terjadi di masyarakat didukung oleh proses penyebaran virus yang cepat, baik dari hewan
kemanusia ataupun antara manusia. Penularan virus SARS-CoV-2 dari hewan kemanusia utamanya disebabkan oleh konsumsi hewan yang terinfeksi virus tersebut sebagai sumber makanan manusia, utamanya hewan keleawar.
Proses penularan COVID-19 kepada manusia harus diperantarai oleh reservoir kunci yaitu alphacoronavirus dan betacoronavirus yang memiliki kemampuan menginfeksi manusia.
Kontak yang erat dengan pasien terinfeksi COVID-19 akan mempermudah proses penularan COVID-19 antara manusia. Proses penularan COVID-19 disebabkan oleh pengeluaran droplet yang mengandung virus SARS-CoV-2 ke udara oleh pasien terinfeksi pada saat batuk ataupun bersin. Droplet di udara selanjutnya dapat terhirup oleh manusia lain di dekatnya yang tidak terinfeksi COVID- 19 melalui hidung ataupun mulut. Droplet selanjutnya masuk menembus paru-paru dan proses infeksi pada manusia yang sehat berlanjut. COVID-19 menjadi perhatian penting pada bidang medis, bukan hanya karena penyebarannya yang cepat dan berpotensi menyebabkan kolaps sistem kesehatan, tetapi juga karena beragamnya manifestasi klinis pada pasien.
Pandemi COVID-19 telah
menyebabkan dampak yang signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus setiap harinya. Berdasarkan data dari pemerintah, angka kematian dan jumlah kasus yang terkonfirmasi terus meningkat, dengan
Kabupaten Bone, khususnya Kelurahan Macanang, tercatat memiliki peningkatan kasus yang tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Kelurahan Macanang, Kabupaten Bone, adalah salah satu wilayah yang mengalami peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan penularan virus melalui protokol kesehatan sangat penting. Namun, perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran virus ini.
Pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19, serta faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan, dapat mempengaruhi kepatuhan mereka terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
11 TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan pendapatan dengan perilaku masyarakat terhadap COVID-19.
12 METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif.
13 DESAIN PENELITIAN Desain Cross-Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan pendapatan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19.
14 VARIABEL PENELITIAN Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat
pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan pendapatan.
15 POPULASI DAN SAMPEL Populasi dalam penelitian ini adalah 9629 dan sampel berjumlah 384 yang ditentukan sesuai perhitungan besar menggunakan rumus slovin dan menggunakan teknik Accidental Sampling dalam pengambilan sampel.
16 KRITERIA INKLUSI DAN EKSLUSI
Kriteria Inklusi
a. Usia: Responden berusia di atas 18 tahun.
b. Tempat Tinggal: Responden yang merupakan penduduk Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
c. Kesediaan Berpartisipasi: Responden yang bersedia untuk diwawancarai dan mengisi kuesioner.
d. Pengetahuan tentang COVID-19:
Responden yang memiliki pemahaman dasar tentang COVID-19.
Kriteria Eksklusi
a. Usia: Responden yang berusia di bawah 18 tahun.
b. Non-Penduduk: Responden yang tidak tinggal di Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
c. Kondisi Kesehatan: Responden yang memiliki kondisi kesehatan mental atau fisik yang menghalangi mereka untuk memahami pertanyaan.
d. Penolakan untuk Berpartisipasi:
Responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner.
17 METODE PENGAMBILAN DATA Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung terhadap responden
menggunakan kuesioner.
18 METODE ANALISA DATA Analisis secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square serta disajikan dalam bentuk tabel disertai dengan narasi untuk membahas hasil penelitian.
19 HASIL PENELETIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Kelurahan Macanang, Kabupaten Bone. Data diambil dari 384 responden melalui teknik Accidental Sampling.
Analisis dilakukan dengan uji Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil sebagai berikut:
Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat:
a. Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 (p= 0.000). Responden yang memiliki pengetahuan cukup lebih banyak menunjukkan perilaku yang baik dalam menjalankan protokol kesehatan.
Hubungan antara pendapatan dan perilaku masyarakat:
a. Ada hubungan signifikan antara pendapatan dengan perilaku masyarakat (p= 0.000).
Responden dengan pendapatan tinggi lebih cenderung mengikuti protokol kesehatan dibandingkan mereka yang memiliki pendapatan rendah atau tidak
berpendapatan.
Hubungan antara tingkat pendidikan dan perilaku masyarakat:
a. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan perilaku masyarakat (p= 0.438). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak mempengaruhi perilaku masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.
Hubungan antara pekerjaan dan perilaku masyarakat:
a. Tidak ada hubungan signifikan antara pekerjaan dengan perilaku masyarakat (p=
0.931). Baik responden yang bekerja maupun yang tidak bekerja, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam perilaku mematuhi protokol kesehatan.
Pembahasan:
a. Tingkat Pengetahuan: Pengetahuan yang baik tentang COVID-19 mempengaruhi perilaku masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan. Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang lebih baik cenderung lebih patuh dalam menerapkan protokol seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
b. Pendapatan: Pendapatan yang lebih tinggi memungkinkan individu untuk lebih
mudah mengakses peralatan pelindung diri seperti masker dan hand sanitizer, serta mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat dengan pendapatan rendah mungkin kesulitan membeli alat-alat ini, sehingga perilaku pencegahan mereka lebih rendah.
c. Pendidikan: Meskipun pendidikan secara umum dianggap dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dalam kasus ini, pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti akses informasi yang lebih merata atau sosialisasi protokol kesehatan yang tidak bergantung pada tingkat pendidikan.
d. Pekerjaan: Status pekerjaan tidak mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Baik mereka yang bekerja maupun yang tidak bekerja, memiliki kecenderungan perilaku yang serupa dalam hal kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
20 KETERBATASAN PENELITIAN Jurnal ini tidak secara eksplisit menyebutkan keterbatasan penelitian.
21 SENSITIVITAS ANALISIS Jurnal ini tidak secara eksplisit menyebutkan Sensitivitas analisis.
22 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian
mengenai faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di kelurahan Macanang Kabupaten Bone Tahun 2021, maka dapat
disumpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 (p= 0,000) dan ada hubungan antara pendapatan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 (p=
0,000) di Kelurahan Macanang, Kabupaten Bone. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 (0,438) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 (p=0,931) di Kelurahan Macanang, Kabupaten Bone.