Revew jurnal
1. Coastal Resource Management: Fishermen’s Perceptions of Seaweed Farming in Indonesia, Achmad Zamroni and Masahiro Yamao
Tujuan penelitian tersebut adalah untuk menentukan persepsi masyarakat terhadap pengembangan budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan, menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang timbul dari pengembangan budidaya rumput laut, serta mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh nelayan yang terlibat dalam budidaya rumput laut.
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut adalah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain kuesioner terstruktur dan semi-terstruktur, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok.
Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif sederhana untuk mendapatkan persentase, mean aritmatik, jumlah, dan standar deviasi. Skala tipe Likert digunakan ketika responden diminta untuk menunjukkan persepsi mereka. Selain itu,
penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh nelayan yang terlibat dalam budidaya rumput laut.
Hasil dari jurnal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Petani rumput laut di Laikang Bay, Indonesia, antusias dalam mengembangkan budidaya rumput laut dan rumput laut memainkan peran penting dalam mendukung ekonomi rumah tangga nelayan.
2. Teknologi pengeringan rumput laut saat ini tidak dapat mendukung peningkatan produksi rumput laut di lahan budidaya, terutama pada musim hujan.
3. Musim monsun yang bervariasi dan saluran pemasaran yang panjang masih menjadi kendala utama dalam pengembangan industri rumput laut.
4. Budidaya rumput laut di Laikang Bay, Indonesia, menggunakan sistem long line floating karena cocok dengan kondisi air yang dinamis, biaya investasi dan operasional yang rendah, dan daya tahan yang baik.
5. Pengelolaan lingkungan penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut, termasuk mengoptimalkan kapasitas angkut dan mengatasi faktor risiko seperti keamanan, konflik kepentingan, aksesibilitas, dan masalah lingkungan.
6. Pasar rumput laut kering memiliki rantai pasokan yang panjang dan melibatkan produsen, pedagang, grosir, gudang/eksportir, dan industri pabrik dan pengolahan.
7. Kendala dalam proses budidaya dan pemasaran rumput laut meliputi pergeseran waktu musim monsun, ketersediaan modal keuangan, dan akses ke saluran pemasaran.
8. Ketersediaan dan kualitas benih rumput laut, masalah kepemilikan lahan budidaya, predator, penyakit, dan keterbatasan dalam metode pascapanen juga menjadi kendala.
9. Meskipun ada kendala dalam budidaya dan pemasaran rumput laut, petani rumput laut dapat mengatasinya.
geLivelihood aspects of seaweed farming in Rote Island, Indonesia
Livelihood aspects of seaweed farming in Rote Island, Indonesia
Mónica Mariño, Annette Breckwoldt, Mirta Teichberg, Alfred Kase, Hauke Reuter
Marine Policy 107, 103600, 2019
Tujuan penelitian tidak secara eksplisit disebutkan dalam dokumen ini. Namun, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis karakteristik sosial-ekonomi keluarga petani rumput laut di Rote, Indonesia, termasuk pendapatan keluarga dan sumber penghidupan, serta praktik dan karakteristik pertanian rumput laut. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis interaksi petani dengan lingkungan alam.
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut adalah survei. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan 82 keluarga petani rumput laut di tiga desa di Rote, Indonesia. Pertanyaan terstruktur terkait kondisi sosial-ekonomi, praktik pertanian rumput laut, dan interaksi petani dengan lingkungan alam. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode klasifikasi dan pengkodean data. Data sosial-ekonomi
keluarga petani rumput laut dianalisis dengan menghitung pendapatan keluarga dan sumber penghidupan, serta praktik dan karakteristik pertanian rumput laut. Data produksi rumput laut dianalisis dengan menghitung hasil dan produktivitas pertanian rumput laut. Descriptive statistics (means, standard error (SE), maximum and minimum) digunakan dalam analisis data. Uji statistik digunakan untuk menentukan perbedaan dalam tingkat pendapatan, karakteristik pertanian, hasil dan produktivitas antara metode atau variabel yang relevan lainnya. Data diuji terlebih dahulu untuk normalitas kesalahan dan
homogenitas varians untuk menentukan apakah Model Linier (LM) atau Generalized Linear Model (GLM) harus digunakan.
Distribusi Poisson (uji, χ2) digunakan untuk data hitung
(misalnya jumlah tali).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga petani rumput laut di Rote, Indonesia, hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar keluarga hanya mengandalkan pertanian rumput laut sebagai sumber
penghasilan utama mereka, dan pendapatan dari pertanian rumput laut sangat bervariasi tergantung pada musim dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki alternatif penghasilan yang berbeda untuk mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan keluarga petani. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa praktik pertanian rumput laut di Rote masih perlu ditingkatkan, terutama
dalam hal pengelolaan pasca-panen dan kualitas produk.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendidikan adalah faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani rumput laut, dan bahwa pengenalan pertanian
rumput laut telah memberikan kesempatan bagi keluarga petani untuk membangun rumah permanen dan
meningkatkan taraf hidup mereka.
The interaction between seaweed farming as an alternative occupation and fisher numbers in the Central Philippines
Nicholas AO Hill, J Marcus Rowclife, Heather J Koldewey, EJ Milner Gulland‐ Conservation Biology 26 (2), 324-334, 2012
Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengeksplorasi dampak dari budidaya rumput laut terhadap jumlah nelayan di 10 desa yang tersebar di sepanjang Danajon Bank, Filipina.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi faktor sosial ekonomi dan faktor budidaya rumput laut yang mungkin berkorelasi dengan hasil yang berbeda dalam jumlah nelayan di setiap desa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei rumah tangga sistematis untuk mengumpulkan data sosial ekonomi dan jumlah nelayan di 10 desa yang tersebar di sepanjang Danajon Bank, Filipina. Data juga dikumpulkan melalui wawancara dengan informan kunci dan pengamatan langsung di lapangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model regresi linier campuran untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkorelasi dengan jumlah nelayan di setiap desa. Selain itu, analisis deskriptif juga dilakukan untuk menggambarkan karakteristik sosial ekonomi dan faktor budidaya rumput laut di setiap desa.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada penurunan atau stabilisasi jumlah nelayan setelah budidaya rumput laut dimulai di semua desa yang diteliti. Namun, terdapat perbedaan dalam perubahan jumlah nelayan di setiap desa. Ada desa yang mengalami peningkatan jumlah nelayan dan ada juga desa yang mengalami penurunan jumlah nelayan.
Faktor-faktor sosial ekonomi dan faktor budidaya rumput laut juga mempengaruhi perubahan jumlah nelayan di setiap desa. Desa-desa yang memiliki tingkat kekayaan yang lebih tinggi dan lebih banyak terlibat dalam budidaya rumput laut cenderung memiliki peningkatan jumlah nelayan, sedangkan desa-desa yang memiliki tingkat kekayaan yang lebih rendah dan kurang terlibat dalam budidaya rumput laut cenderung mengalami penurunan jumlah nelayan.
Factors afecting the behavior of farmers toward the risk of seaweed farming in the Bungin Permai village, southeast Sulawesi, Indonesia
Ine Fausayana, Weka G Abdullah, Fitri Susanti, Dasmin Sidu, Putu Arimbawa, Lukman Yunus Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation 10 (6), 1647-1653, 2017
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko dalam budidaya rumput laut di Desa Bungin Permai, Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini adalah petani rumput laut di Desa Bungin Permai, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik sosio-ekonomi petani, pengalaman bercocok tanam, luas lahan, konstruksi tambak, dan tingkat penerimaan terhadap risiko. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko dalam budidaya rumput laut. Selain itu, dilakukan juga uji asumsi klasik untuk memastikan validitas dan reliabilitas data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada tiga faktor sosio-ekonomi yang signifikan mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko dalam budidaya rumput laut di Desa Bungin Permai, Sulawesi Tenggara, yaitu pengalaman bercocok tanam, luas lahan, dan tingkat penerimaan terhadap risiko. Faktor-faktor lain seperti usia, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan konstruksi tambak tidak memiliki pengaruh signifikan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerimaan yang rendah terhadap risiko akan
meningkatkan ketidaknyamanan petani terhadap risiko, sedangkan penerimaan yang tinggi akan meningkatkan keberanian petani dalam menghadapi risiko. Hal ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap risiko adalah faktor penting dalam mempengaruhi perilaku petani dalam menghadapi risiko dalam budidaya rumput laut.
The government policy in strengthening the economy to seaweed farmers in South Sulawesi Province, Indonesia
Saripuddin D Saripuddin D, Syamsul Ridjal Syamsul Ridjal, Chalid Imran Musa Chalid Imran Musa, Romansyah Sahabuddin Romansyah Sahabuddin
International Journal of Applied Business and Economic Research 13 (1), 123-134, 2015
“Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi untuk Kebijakan Tata Kelola dalam Penguatan Ekonomi Petani Rumput Laut..
...Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kemudahan yang diperoleh masyarakat berupa kebijakan pemerintah dalam mendukung pembudidaya rumput laut....
...Hampir seluruh warga yang tinggal di pesisir melakukan budidaya rumput laut seperti di Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Pangkep, dan Barru....
...Terkait dengan pendapat tersebut, maka fokus kajian dalam penelitian ini terkait dengan perilaku ekonomi masyarakat pembudidaya rumput laut di Provinsi Sulawesi Selatan....
...Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemahaman warga dalam mengelola kinerja usahanya berdasarkan dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar....
...Selain itu, harga rumput laut yang berlaku di tingkat petani jauh lebih rendah dari harga yang berlaku di pasar, karena tengkulak umumnya menentukan harga di tingkat petani....
...Belum semua pengusaha rumput laut khususnya di tingkat petani mampu menciptakan kepentingan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya....
...Hal ini ditunjukkan dengan belum berkembangnya kelembagaan masyarakat petani rumput laut yang ditetapkan pada tingkat produksi, pemasaran dan keuangan....
...Perilaku ini didorong oleh adanya stimulus yang berhubungan dengan kebutuhan seseorang dan kebutuhan pihak lain yang lebih diminati....
...Pada umumnya seseorang dalam melakukan aktivitasnya didorong atau dirangsang oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi rasional yang berkaitan dengan biaya-biaya dalam arti keuntungan finansial....
...Dengan kata lain, pendapatan diperoleh dengan mengorganisir layanan dan objek di mana ada permintaan untuk membeli dengan kekuatan tinggi....
...Sumardi (1982) menyatakan bahwa pendapatan atau pendapatan adalah seluruh penerimaan yang besar dalam bentuk uang atau barang, baik dari pihak lain maupun hasil sendiri yang dinilai dengan sejumlah uang dengan harga yang berlaku pada saat itu....
...Oleh karena itu, ekonomi keluarga merupakan pendapatan yang menjadi sumber kehidupan yang mempunyai arti penting bagi keluarga....
...Kedua, anak miskin menghadapi ketakutan psikososial dan kondisi fisik yang kurang optimal. bahwa selain pendapatan dapat dilihat sebagai salah satu bentuk jasa, juga dapat ditinjau dari segi pemanfaatannya sebagai konsumsi bagi penerimanya dengan tidak mengurangi harta yang dimilikinya pada periode sebelumnya....
...Itu semua pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam kegiatan ekonomi pada periode tertentu....