KLIPPING
AKHLAK TERCELA ISRAF, TABZIR DAN BAKHIL
Oleh:
Nama : SUNARTI
Kelas : XI. SOSIAL 1
MADRASAH ALIYAH NEGERI PINRANG
TAHUN 2021
PENDAHULUAN
Perbuatan tercela adalah perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah. Siapa yang melakukan perbuatan tercela berarti mereka telah menganiaya diri mereka sendiri.Manusia perlu memperhatikan perangainya dari waktu ke waktu yang dalam perjalanan itu kehidupan manusia mengalami banyak perubahan. Kemajuan peradaban menimbulkan pergeseran banyak perilaku yang mempengaruhi perangai perorangan maupun kelompok.
Iman Ibnul Qayyim berkata, "Akhlak yang tercela adalah bermula dari kesombongan dan rendah diri. Dari kesombongan muncul sikap bangga, sok tinggi, hebat, ujub, hasad, keras kepala, zhalim, gila pangkat, kedudukan dan jabatan, senang dipuji padahal tidak berbuat sesuatu dan sebagainya.
Maka dari itu makalah ini kami susun dengan harapan setiap pembaca menyadari sikap mereka masing-masing, mengetahui dampak dari setiap perilakunya sehingga dapat merubah diri mereka menjadi lebih baik.
AKHLAK TERCELA ISRAF A. Pengertian Israf
Israf adalah melampaui batas atau berlebih-lebihan. Israf ialah membelanjakan harta atau menggunakan sesuatu yang melebihi batas kewajaran atau berlebih-lebihan. Orang yang suka berlebih-lebihan dalam menggunakan harta disebut musrif (pemboros).
Allah SWT. melarang perbuatan boros dalam firman-Nya:
َنوُحِل ۡصُي َلَو ِض ۡرَ ۡلٱ يِف َنوُدِسۡفُي َنيِذّلٱ َنيِفِر ۡسُمۡلٱ َر ۡمَأ ْآوُعيِطُت َلَو ِنوُعيِطَأَو َ ّلٱ ْاوُقّتٱَف
Artinya: "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melampaui batas, yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (Qs. Asy-Syu'ara'/26: 150-152) B. Penyebab Perilaku Israf
1. Latar belakang keluarga. Bila orang tua membiasakan israf, anak-anak akan berperilaku israf pula
2. Perubahan secara spontan dalam hal kekayaan. Orang miskin yang tiba-tiba menjadi kaya biasanya cenderung berperilaku israf.
3. Berteman dengan pemboros
4. Pengaruh istri dan anak yang ingin hidup mewah dan boros
5. Kurang mampu mengendalikan berbagai tuntunan jiwa sehingga memperturuti nafsu yang mendorong kepada perilaku israf.
C. Macam-Macam Perilaku Israf 1. Berlebihan dalam belanja 2. Berlebihan dalam makan
3. Berlebihan dalam memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
D. Nilai-Nilai Negatif Israf
1. Mendorong pola hidup individualistik 2. Menimbulkan kesombongan, Cinta harta 3. Kesenjangan sosial
E. Cara Menghindari Perbuatan Israf 1. Hidup hemat dan sederhana 2. Tidak tergoda kemewahan hidup 3. Tidak menghamburkan harta
4. Membuat skala prioritas dalam berbelanja.
AKHLAK TERCELA TABZIR A. Pengertian Tabzir
Tabzir ialah perilaku pemborosan harta dalam hal-hal yang haram dan kemaksiatan kepada Allah, sedangkan israf ialah perilaku pemborosan harta dalam hal-hal yang dibolehkan atau hal-hal diharamkan oleh agama. Keduanya identik dalam pemborosan harta, tetapi tidak identik dalam objek yang diboroskan. Allah SWT. melarang tabzir dalam firman-Nya:
َناَكَو ِۖنيِطَٰيّشلٱ َن َٰو ۡخِإ ْآوُناَك َنيِرّذَبُمۡلٱ ّنِإ اًريِذۡبَت ۡرّذَبُت َلَو ِليِبّسلٱ َنۡبٱَو َنيِك ۡسِمۡلٱَو ۥُهّقَح ٰىَب ۡرُقۡلٱ اَذ ِتاَءَو ا ٗروُفَك ۦِهّبَرِل ُنَٰطۡيّشلٱ
Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu mengambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada tuhannya." (Qs. Al-Isra'/17:
26-27)
B. Macam-Macam Perbuatan Tabzir 1. Mengeluarkan harta untuk kemaksiatan 2. Membeli barang primer secara boros
3. Membelanjakan barang sekunder untuk pamer 4. Membeli kebutuhan tersier dengan niat sombong C. Nilai-Nilai Negatif Perbuatan Tabzir
1. Dekat dengan sumber kejahatan / setan 2. Terjebak pada dosa besar
3. Masa bodoh terhadap lingkungan D. Cara Menghindari Perbuatan Tabzir
1. Menyadari dan memahami bahaya tabzir 2. Hidup hemat dan sederhana
3. Merasakan kehidupan fakir miskin 4. Membuat skala prioritas dalam belanja
AKHLAK TERCELA BAKHIL A. Pengertian Bakhil
Bakhil adalah perilaku tercela yang disebabkan egoisme yang berlebihan dan tidak adanya empati. Orang yang bakhil mempunyai hati yang keras, tidak punya rasa belas kasihan, dan tidak berperikemanusiaan. Allah Swt. berfirman:
ْاوُُُلِخَب اَُُم َنوُقّوَطُي َُُس ۖۡمُهّل ّٞرَش َوُه ۡلَب ۖمُهّل ا ٗرۡيَخ َوُه ۦِهِل ۡضَف نِم ُ ّلٱ ُمُهٰىَتاَء اَمِب َنوُلَخۡبَي َنيِذّلٱ ّنَبَس ۡحَي َلَو
ٞريِبَخ َنوُلَم ۡعَت اَمِب ُ ّلٱَو ِۗض ۡرَ ۡلٱَو ِت َٰو َٰمّسلٱ ُث َٰريِم ِ ّ ِلَو ِۗةَمَٰيِقۡلٱ َم ۡوَي ۦِهِب
Artinya: "Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Qs. Ali Imran/3: 180)
B. Macam-Macam Perbuatan Bakhil
1. Bakhil untuk menunaikan kewajiban zakat
2. Bakhil untuk mengeluarkan sedekah demi kepentingan Allah
3. Bakhil untuk mengeluarkan infak untuk membantu orang tua sendiri, saudara, dan keluarga yang sedang kesulitan ekonomi
C. Nilai-Nilai Negatif Perbuatan Bakhil 1. Disiksa di akhirat
2. Dijauhi Allah 3. Dibenci manusia 4. Dijauhkan dari surga 5. Didekatkan dengan neraka 6. Dapat memutus silaturrahim D. Cara Mencegah Penyakit Bakhil
1. Menyadari dan memahami bahaya bakhil 2. Hidup hemat dan sederhana
3. Menyadari realitas kehidupan orang miskin dan duafa 4. Berusaha membantu sesama
5. Menumbuhkan kesadaran sosial
PENUTUP
Sifat bakhil adalah pokok dari semua kehinaan. Menandakan sedikitnya akal dan jeleknya pembinaan. Mengajak manusia kepada kebiasaan-kebiasan yang tercela. Tidak bisa bersatu dengan keimanan dalam hati manusia.Karena pada hakikatnya kebakhilan akan menyebabkan kehancuran dan rusaknya akhlak manusia. Sebagaimana ia merupakan tanda berburuk sangka kepada Allah. Maka kebakhilan akan menyebabkan seseorang terpisah dengan sahabat-sahabatnya dan jauh dari akhlak para nabi dan orang-orang sholeh.
Ada juga yang mengatakan, “Bakhil menghilangkan sifat kemanusiaan dan memunculkan kebiasaan hewani.” Oleh karena itu marilah kita senantiasa berusaha menjauhkan diri kita dari sifat bakhil. Karena ia hanya akan menjauhkan manusia dari kasih sayang Allah dan akan menjadikan orang lain benci terhadap kita. Bahkan seorang anak akan membenci ayahnya sendiri disebabkan oleh kebakhilan yang menyelimuti hati.
Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari sifat bakhil dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Wallahu a’lam