• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK AKHLAK TERCELA

Sad Spongebob (Sad Boy)

Academic year: 2024

Membagikan "METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK AKHLAK TERCELA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK AKHLAK TERCELA

Yang disusun oleh:

INDRA MAULANA NIM:2021862088058

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) KUALA KAPUAS

2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah agama ini dengan baik.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.

Kami, sangat menyadari sepenuhnya bahwa makalah kami ini memang masih banyak kekurangan serta amat jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangatt mengharapkan kritik serta saran nya dari semua teman-teman demi tercapainya kesempurnaan yang di harapkan dimasa akan datang.

[i

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……….

………. i

Daftar Isi ……….

……….. ii BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang ………..

……… 1 1. Rumusan Masalah

………. 1 BAB II. PEMBAHASAN

A.Buruk Sangka ………..

……… 2

B. Gibah ……….

………. 3 C.Larangan Berbuat

Boros………. 5 BAB III. PENUTUP

4. Simpulan

……….. 7 5. Saran ……….

……… 7

DAFTAR PUSTAKA ……….

……… 8

[i

BAB I

(4)

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Perilaku Tercela adalah perbuatan yang tidak Diridhoi oleh Allah. Seorang Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidakadilan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa. Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi.

Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya.

Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut.

Disisi lain, Al-Qur’an juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang akhlak- akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah yang disampaikan oleh rasulullah yang ditunjukkan oleh kaum Quraisy dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Quraisy seperti Abu jalal, Walid bin mugirah, Akhnas bin syariq, Aswad bin abdi Yaquts. Oleh karena itu, iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran dan harus dipelihara serta di tingkat kan kualitas nya melalui sikap dan perilaku terpuji.

2. Rumusan Masalah

1. Jelaskan pengertian dari sifat Buruk Sangka?

2. Jelaskan pengertian dari Ghibah?

3. Jelaskan pengertian dari sifat Boros?

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Buruk Sangka

Buruk sangka adalah menyangka seseorang berbuat kejelekan atau menganggap jelek tanpa adanya sebab-sebab yang jelas yang memperkuat sangkanya. Dan perbuatan itu dapat membuat pelakunya mendapat dosa dari Allah SWT. Dan dapat membuat hati seseorang kotor dan itu sangat di sayangkan karna pusat kegiatan seorang ada di hati,jika hati seseorang bersih dari noda dan dosa maka seluruh anggota tubuhnya akan bersih pula namun jika hatinya kotor maka tubuhnya akan ikut ter kotori karna hati itu yang menyebarkan darah yang mengalir dari jantung ke setiap sendi-sendi dalam tubuh manusia dan bayangkan jika darah itu telah terkotori dengan dosa dan noda.

Dalam hadis kudsi bahwasanya dari Abu Dzar Al-Ghifari ra.Rasulullah bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari rabb-nya ‘Azza wa Jalla, sesungguhnya Dia berfirman,1

“Wahai hamba-ku, sesungguhnya aku telah mengharamkan kezaliman itu haram di antara kamu. Oleh karna itu, janganlah kamu saling Menzalimi.(H.R Muslim)[1][4].

Buruk sangka itu termasuk perbuatan zalim karna kita telah memberikan perasangka tidak baik pada sesuatu padahal sesuatu/seseorang itu belum tentu buruk karena yang pantas mengadili sesuatu baik atau buruknya hanya-lah Allah semata karena kita manusia sangat banyak kekurangan dalam segala hal dan bagaimana kita mengatakan sesuatu itu buruk sedangkan kita sendiri tidak tahu apakah kita sudah termasuk orang yang terbebas dari dosa dan noda serta keburukan dalam hati kita serta hidup kita dalam sehari-hari.2 Dan Allah juga telah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi :

ا ًضضضْعَب ْمُكُضْعَب ْبَتْغَي َلَو اوُسّسَجَت َلَو ٌمْثإإ ّنّظلا َضْعَب ّنإإ ّنّظلا َنإم اًريإثَك اوُبإنَتْجا اوُنَمآ َنيإذّلا اَهّيَأ اَي

ۚ ۖ

ٌميإحَر ٌباّوَت َهّللا ّنإإ َهّللا اوُقّتاَو ُهوُمُتْهإرَكَف اًتْيَم إهيإخۚ ۚ َأ َمْحَل َلُكْأَي ْنَأ ْمُكُدَحَأ ّبإحُيَأ 1 Syafe’I Rachmat.2000. Al-hadis(Aqidah,Akhlak,Sosial dan Hukum.) Bandung. CV Pustaka Setia

2 An-Nawawi.2001.Terjemahan Hadits Arba’in. Jakarta.Al-I’tishom Cahaya Umat. blogspot.com/2011/06/hadits-tentang- buruk-sangka

2

(6)

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (Q.S Al-Hujurat :12)

Apalagi kalau kita berperasangka buruk pada masalah-masalah Aqidah yang harus di yakini apa adanya. Buruk sangka dalam hal ini adalah haram seperti yang telah Allah gambarkan dalam Al-Qur’an surah Al-hujurat di atas bahwasanya Allah sangat melarang hal demikian karna dapat menjerumuskan kita pada perbuatan dosa dan perbuatan dosa itu akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat kelak oleh Allah dan sebaiknya kita berperasangka terhadap masalah-masalah kehidupan agar memiliki semangat untuk menyelidikinya, dan perkara seperti ini di bolehkan karna dapat membawa seseorang pada sesuatu yang bermanfaat bagi hidupnya dan orang lain untuk sumber ilmu yang baru.

Rasulullah SAW bersabda :

"Hindarilah prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong."

(HR. Muslim).

B. Gibah

Secara bahasa, gibah (menggunjing) adalah menceritakan keburukan (keaiban) orang lain.

Secara istilah berarti membicarakan kejelakan dan kekurangan orang lain dengan maksud mencari kesalahan-kesalahannya, baik jasmani, agama, kekayaan, akhlak ataupun bentuk lahiriyahnya. Gibah tidak terbatas melalui lisan saja, namun bisa terjadi dengan tulisan atau gerakan tubuh. Apabila hal itu berhubungan dengan agama seseorang, ia akan mengatakan bahwa ia pembohong, fasik, munafik, dan lain-lain. 3 Dalam hadist dikatakan :

:َلاَق ،ُمَلْعَأ ُهُلْوُسَرَو ُهللا :اْوُلاَق ؟إةَبْيإغْلاإب َنْوُرْدَتَأ :َلاَق .م.ص إهللا َلْوُسَر ّنَأ .ض.ر َةَرْيَرُه ىإبَأ ْنَعَو إدضضَقَف ُلْوضضُقَت اضضَم إهضضْيإف َناضضَك ْنإا :َلاضضَق ؟ُلْوضضُقَأ اَم يإخَأ يإف َناَك ْنإا َتْيَأَرَفَأ َلْيإق ،ُهَرْكُي اَمإب َكاَخَأ َكُرْكإذ ملسم هاور) ،ُهَتَهَب ْدَقَف ُلْوُقَت اَم إهْيإف ْنُكَي ْمَل ْنإاَو ،ُهَتْبَتْغا

3 Kamarudin. 2011. Makalah Perilaku Tercela. http//perilakutercela.com/. Di akses pada tanggal 23 Oktober 2013

(7)

Artinya : “Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah SAW bersabda: ”Tahukah kamu apakah gibah itu?”Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui”. Lalu Nabi bersabda:

menyebut saudaranya dengan apa yang tidak disukainya. Lalu Rasul ditanya: “Bagaimanakah pendapat engkau kalau itu memang (kejadian) sebenarnya dan apa adanya?” Nabi menjawab:

“Walaupun yang kamu katakan itu benar begitu, itulah disebut Gibah. Akan tetapi jikalau menyebut apa-apa yang tidak sebenarnya, berarti kita telah menuduhnya dengan kebohongan atau fitnah”. (H.R. Muslim).

Dari hadis diatas dapat kita ambil hikmah bahwasanya kita dilarang menceritakan kejelekan saudara kita walaupun dibelakangnya, sekalipun sesuatu itu benar-benar terjadi, sedangkan ia tidak menyukai jika ia mendengar apa yang kita katakan kepada saudara kita yang lain dan dapat juga mencemarkan nama baik saudara kita dalam bermasyarakat. Allah SWT menggambarkan bahwa seseorang yang menggunjing itusama dengan memakan daging bangkai yang tentunya sangat menjijikkan.

Apabila kita mendengar seseorang yang melakukan gibah atau membicarakan hal-hal yang kotor lainya tentang seseorang maka kita hendaklah menghindar karena kita dapat resiko yaitu mendapat dosa dari Allah karena kita membiarkan suatu kemungkaran dan tanpa mencegahnya bahkan kita ikut bergabung dalam perbuatan mungkar tersebut. Seperti Firman Allah SWT (QS al Qhasshas ayat 55)

Islam melarang perbuatan ghibah tersebut dengan maksud untuk menjaga keimanan serta menjaga dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT, karena sesungguhnya sesama muslim dilarang membuka aib.

Contoh perilaku gibah antara lain :

a. Membicarakan kburukan orang lain melaui lisan, seperti antartetangga yang satu dengan yang lainnya.

b. Membicarkan keburukan orang lain melalui bahasa isyarat.

c. Membicarakan keburukan orang lain melalui gerakan tubuh dengan maksud mengolok-ngolok.

d. Membicarkan keburukan orang lain melalui media massa tanpa ada maksud untuk kebaikan.

(8)

4

C. Larangan Berbuat Boros (Konsumtif)

Boros adalah Perbuatan boros adalah gaya hidup gemar berlebih-lebihan dalam menggunakan harta, uang maupun sumber daya yang ada demi kesenangan saja. Dengan terbiasa berbuat boros seseorang bisa menjadi buta terhadap orang-orang membutuhkan di sekitarnya,sulit membedakan antara yang halal dan yang haram,mana boleh mana tidak boleh dilakukan, dan lain sebagainya.

Alloh SWT menyuruh kita untuk hidup sederhana dan hemat, karena jika semua orang menjadi boros maka suatu bangsa bisa rusak/hancur. 4Menurut para sahabat pengertian sikap boros dalam pandangan islam :

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.”

Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”

(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 474-475).

Ibnul Jauzi berkata bahwa yang dimaksud boros ada dua pendapat di kalangan para ulama:

1. Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Ini dapat kita lihat dalam perkataan para pakar tafsir yang telah disebutkan di atas.

2. Boros berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul Masiir, 5: 27-28)

Dalam hadist Rasulullah saw bersabda :

4 Lumrisaja. 2010. Perilaku Tercela. http://lumrisaja.blogspot.com/p/perilaku-tercela.html. Di akses tanggal 25 Oktober 2013

(9)

ْمُكَل ُهإرضضْ كُيَو ،ًاضضثَلَث ْمُكَل ى َضضضْرَي ىَلاضضَعَت َهضضللا ّنإإ :.م.ص إهضضللا ُلْوُسَر َلاَق :َلاَق .ض.ر َةَرْيَرُه ىإبَأ ْنَع

ُهإرْكُيَو ،اْوُقّرَفَت َلَو ًاعْيإمَج إهللا إلْبَحإب اْوُمإصَتْعَت ْنَاَو ،ًائْي َش إهإب اْوُكإر ْشُت َلَو ُهْوُدُبْعَت ْنَا ْمُكَل ىَضْرَيَف ،ًاثَلَث ملسم هاور ).إلاَمْلا ُةَعاَضإاَو إلاَؤّسلا ُةَرْثَكَو َلاَقَو َلْيإق ْمُكَل).

Artinya : “Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SAW.bersabda”sesungguhnya Allah SWT.menyukai tiga macam yaitu,kalau kamu menyembah kepadan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.Dan supaya kamu berpegang teguh dengan ikatan Allah,dan janganlah bercerai-berai.Dan Dia membenci bila kamu banyak bicara dan banyak bertanya dan memboroskan harta.” (H.R Muslim).

Dari hadist di atas mengandung enam hal ; tiga hal yang Allah sukai dan tiga hal yang Allah di benci-Nya,yaitu :

1. Allah suka bila hamba-Nya menyembah padan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

2. Allah suka kalau hambanya berpegang teguh dengan ikatan Allah;

3. Allah suka kalau hambanya tidak bercerai-berai 4. Allah membenci hambanya yang banyak bicara

5. Allah membenci hambanya yang banyak bertanya sesuatu tidak berguna.

(10)

6

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan dari referensi yang kami baca, maka dapat di simpulkan bahwa didalam diri manusia terdapat dua sifat, yaitu sifat terpuji dan sifar tercela. Namun pada makalah ini kami hanya membahas tentang sifat tertcela yang di larang dalam islam. Banyak sekali sifat-sifat tercela yang ada tetapi kami hanya mengambil beberapa diantaranya adalah buruk sangka, gibah, boros, hasad, dan namimah. Perilaku tercela merupakan perilaku yang sangat di benci oleh Allah Swt dan Nabi Muhammad saw karena sifat ini dapat merusak jasmani dan rohani dari orang yang melakukan sifat tercela tersebut. Allah telah berfirman di dalan kitab suci al-Qur’an dan Rasulullah saw pun telah bersbda lewat hadist-hadistnya untuk menjauhi sifat tercela tersebut.

Karena sifat tercela dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

B. Saran

Sebaiknya kalian menjauhi sifat-sifat tercela tersebut, karena dapat merusak aqidah kita. Dan agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.

(11)

7

DAFTAR PUSTAKA

Syafe’I Rachmat.2000. Al-hadis(Aqidah,Akhlak,Sosial dan Hukum.) Bandung. CV Pustaka Setia

An-Nawawi.2001.Terjemahan Hadits Arba’in. Jakarta.Al-I’tishom Cahaya Umat. blogspot.com/2011/06/hadits-tentang-buruk-sangka

Kamarudin. 2011. Makalah Perilaku Tercela. http//perilakutercela.com/. Di akses pada tanggal 23 Oktober 2013

Lumrisaja. 2010. Perilaku Tercela. http://lumrisaja.blogspot.com/p/perilaku-tercela.html. Di akses tanggal 25 Oktober 2013

(12)

8

DAFTAR ISI

COVER... i

DAFTAR ISI ... ii

KATA PENGANTAR... iii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1... Latar Belakang ...2

1.2... Rumusan Masalah ...3

BAB II PEMBAHASAN... 4

2.1... Pengertian Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah ...5

2.2... Penerapan Akhlakul Karimah ...6

2.3... Problematika Pembelajaran Akidah Akhlak ...7

BAB III PENUTUPAN... 8

3.1... Kesimpulan ...9

DAFTAR PUSTAKA... 10

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menemukan beberapa metode pendidikan anak dalam al- Quran surat Az-zumar ayat 7-9, diantaranya Metode Targhib dan tarhib, metode Ibrah dan

1) Strategi pembelajaran yang diterapkan berperan secara signifikan dalam meningkatkan mutu belajar peserta didik. Dalam pengembangan strategi pembelajaran inovatif,

Skripsi yang berjudul PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI AKHLAK TERCELA KELAS V PADA MADRASAH IBTIDAYAH..

ABSTRAK IMPLEMENTASP PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN NILAI KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI MIN 7 BANDAR LAMPUNG OLEH LAILATUL MUSTAGFIROH Pendidikan akhlak

Madrasah Ibtidaiyah menghadapi tantangan dalam pembelajaran akidah akhlak karena metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik minat

Faktor ini dikarenakan karakter yang positif akan memberikan manfaat bagi siswa dalam menghadapi berbagai situasi, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, Fokus penelitian

Pada saat peneliti observasi pada tanggal 26 Januari 2022 terlihat kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilakukan di MTs Negeri 3 Jember sudah dilaksanakan di sekolah, seperti

Sebagai mana ungkapan kepala sekolah yaitu: Selaku kepala sekolah tentunya harapan besar kepada para pendidik khususnya yang mengajarkan pendidikan Aqidah Akhlak ini mampuh memberikan