AKSARA JAWA NGLEGENA, SANDANGAN, DAN PASANGAN
Cara penulisan dengan aksara jawa baik nglegena, pasangan, dan sandangan secara lengkap.
1. Pengertian Pasangan Aksara Jawa
Yang dimaksud dengan ‘pasangan’ dalam aksara Jawa adalah sebuah simbol yang digunakan untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal dari aksara carakan atau dasar. Selanjutnya, karena pada dasarnya aksara carakan atau nglegena mempunyai vokal inheren /a/ atau /ɔ/ maka ketika diberi pasangan aksara carakan akan menjadi huruf mati.
Berkaitan dengan hal tersebut, jika aksara carakan jumlahnya 20, maka jumlah pasangannya juga ada 20, mengikuti setiap hurufnya.
2. Fungsi Pasangan Aksara Jawa
Fungsi dari aksara pasangan adalah untuk menggantikan aksara Carakan apabila aksara carakan tersebut berada dibelakang aksara yang bersifat sigeg (konsonan/mati), yang proses perubahan konsonannya tidak dikarenakan mendapat sandhangan sigeg pangkon.
Pasangan aksara jawa gunane kanggo nulis aksara kang mapane ana ing sakmburine aksara sigeg.
3. Perbedaan Penggunaan Pasangan dan Pangkon
Penggunaan pasangan berbeda dengan sandhangan pangkon.
Vokal inheren dari tiap aksara dasar atau carakan sebenarnya dapat dimatikan dengan penggunaan diakitrik pangkon. Akan tetapi, pangkon normalnya tidak digunakan di tengah kata atau kalimat.
Sehingga untuk menuliskan suku kata tertutup di tengah kata dan kalimat, digunakanlah bentuk pasangan (ꦥꦱꦔꦤ꧀).
Bahkan, berbeda dengan pangkon, pasangan tidak hanya mematikan konsonan yang diiringinya tetapi juga menunjukkan konsonan selanjutnya. Sebagai contoh, aksara ma (ꦩ) yang diiringi
bentuk pasangan dari pa ( ꧀꧀ꦥ) menjadi mpa (ꦩꦥ).
Contoh kedua, seperti dalam kata ‘mangan nanas’. Huruf N pada kata mangan tidak boleh dimatikan dengan pangkon, karena masih berada dalam satu kalimat. Itulah mengapa huruf N dimatikan dengan memberi pasangan ‘Na’. Ketika sudah seperti ini, maka otomatis huruf N mati, dan suku kata Na dalam kata nanas sudah ditulis.
Agar lebih paham, perhatikan gambar berikut.
4. Gambar dan Letak Penulisan Pasangan
Setiap aksara carakan mempunyai simbol pasangan yang berbeda. Jika ada 20 carakan, maka juga ada 20 aksara pasangan.
Aksara aksara tersebut dituliskan sebagai berikut:
Dari gambar penulisan pasangan aksara Jawa diatas, diketahui:
• Pasangan yang ditulis disamping aksara utama adalah pasangan Ha, Sa, Pa, Nya.
Pasangan aksara jawa sing manggon ing sisihe yaiku Ha, Sa, Pa, Nya
• Pasangan yang ditulis di bagian bawah adalah Ca, Ra, Ka, Da, Ta, La, Dha, Ja, Ya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga.
• Sedangkan untuk pasangan Na dan Wa, ditulis menggantung dengan aksara.
• Pasangan yang bentuknya sama dengan aksara carakannya adalah Ra, Ya, Ga, Nga.
Pasangan aksara jawa sing wujude padha karo aksarane yaiku Ra, Ya, Ga, Nga.
Penulisan simbol pasangan haruslah tepat dan benar, baik dalam segi simbol, letak (atas, bawah atau menggantung) serta posisi dimana pasangan diletakkan dalam huruf. Hal ini karena, apabila salah penempatan bisa terjadi kesalahan membaca serta mengartikannya.
5. Aturan Penulisan Pasangan Aksara Jawa
Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi dalam penulisan pasangan aksara Jawa, seperti akan dijelaskan dalam ulasan berikut ini.
• Pasangan ditulis dari kiri ke kanan.
• Pasangan bisa mendapat sandhangan swara (wulu, suku, pepet, taling dan taling tarung).
• Pasangan juga bisa mendapat sandhangan panyigeg wignyan, layar dan cecak.
• Pasangan digunakan untuk mematikan huruf di dalam kata atau kalimat.
• Sedangkan untuk mematikan huruf pada akhir kalimat, digunakan sandhangan panyigeg pangkon.