See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/350021804
Buku Akuntabilitas Organisasi Nirlaba
Book · January 2021
CITATIONS
2
READS
7,746
1 author:
Ihda Arifin Faiz Universitas Gadjah Mada 28PUBLICATIONS 78CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Ihda Arifin Faiz on 12 March 2021.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
Kata Pengantar
iii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat waktu dan kesempatan serta beragam nikmat lainnya yang tidak terhitung dan tidak terbalas. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kehadirat Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Sosok figur tauladan yang tidak akan habis kita selami keunggulan pribadi, baik dari sikap, sifat dan praktik keseharian beliau. Sosok sempurna yang tidak tergantikan hingga akhir zaman. Dari beliaulah kita mendapatkan petunjuk indahnya Islam dan nikmatnya iman. Kita berdoa bersama semoga kita mendapatkan syafaat beliau di Hari Kiamat nanti. Aamin
Buku ini hadir sebagai bagian dari upaya penulis untuk turut berkontribusi terhadap kajian akuntabilitas pada umumnya dengan mengambil subyek pada organisasi nirlaba secara khusus. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mendukung terbitnya buku ini, terutama keluarga yang memberikan dukungan penuh, Bapak, Ibu, istri, anak-anak dan saudara-saudara. Para sahabat dan rekan di Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, terutama di Program Studi DIV Akuntansi Sektor Publik (DIV ASP).
Semoga kehadiran buku ini dapat menjadi referensi dalam pembahasan topik akuntabilitas terutama di organisasi nirlaba. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam karya ini masih banyak sekali kekurangan, baik konseptual dan teknikal sehingga masukan membangun serta saran dari para pembaca untuk perbaikan dan peningkatan kualitas buku ini dan juga kontribusinya ke depan. Semua ilmu yang baik hanyalah berasal dari Allah SWT Rabb al ‘alamin semata, tidak ada daya upaya dari diri al faqir atasnya. Kesalahan dan kekeliruan di dalamnya menunjukkan betapa terbatasnya ilmu dan kemampuan manusia.
Di atas semua itu, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan suatu jalan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu jalan untuk menapaki ilmu itu adalah dengan menulis dan menyebarkannya secara luas.
iv
Akuntabilitas Organisasi NirlabaRasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sungguh para malaikat melingkupkan sayap- sayapnya kepada para penuntut ilmu karena ridho terhadap apa yang mereka perbuat.
Dan sungguh seorang yang berilmu senantiasa dimintakan ampunan untuknya oleh semua penduduk langit dan bumi, bahkan hingga ikan-ikan di lautan.” (HR Abu Daud dan Tirmizi).
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yogyakarta, Desember 2020 Ihda Arifin Faiz
Kata Pengantar
v
KATA PENGANTAR
KETUA FDAP IAI KAPd
Kata Pengantar Dekan FEB Universitas Mercu Buana dan Ketua Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd).
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua. Saya menyambut baik terbitnya buku yang berjudul “Akuntabilitas Organisasi Nirlaba” yang ditulis oleh sahabat/rekan/sdr saya yang sangat luar biasa Saudara Ihda Arifin Faiz, selaku penulis muda yang ditengah kesibukannya yang luar biasa sebagai dosen dan peneliti masih menyempatkan diri memanfaatkan waktu luangnya untuk menulis buku ini.
Kita menyadari zaman terus bergerak demikian pula dengan tatanan kehidupan manusia juga terus bergerak mengikuti arus kebutuhan masyarakat, dari era tradisional terus bergerak cepat ke era tekhnologi informasi yang terus berkembang hingga zaman era digital seperti saat ini. Era Asymetri Informasi semakin kecil, karena informasi dalam hitungan detik cepat sekali menyebar keseluruh dunia. Harus dipahami bahwa perubahan tidak semata- mata menimbulkan ancaman (threat), bahaya (danger), dan tantangan (challenge) tetapi juga menumbuhkan harapan atau peluang (opportunities). Berangkat dari hal inilah maka dibutuhkan seorang peneliti/penulis muda yang mempunyai pemikiran cerdas sehingga mampu menjadi Influencer/agent of change yang inovatif, kreatif dan smart.
Buku ini menghadirkan kajian secara mendalam dan gamblang terkait dengan sejarah organisasi nirlaba di Indonesia, teori yang mendasari serta tata kelola dari organisasi nirlaba, Pasang surut organisasi nirlaba di Indonesia mungkin sudah banyak yang kita ketahui di sinilah pentingnya Akuntabilitas. Banyak sekali organisasi-organisasi Nirlaba yang rontok karena disorientasi segera setelah lingkungan eksternalnya berubah drastis. Sebaliknya tidak sedikit pula organisasi-organisasi Nirlaba yang tetap bertahan dalam segala “cuaca”
karena memiliki reputasi yang baik dan tata kelola yang baik. Buku ini mengulas dengan tuntas dan jelas berbagai sisi akuntabilitas dalam pengelolaan Organisasi Nirlaba dari seoarng Influencer/agent of change, peneliti dan juga pelaku yang langsung membantu organisasi nirlaba untuk memperbaiki tata kelola sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas organisasi. Buku ini menawarkan resep bagaimana mengembangkan organisasi nirlaba secara professional, yang disajikan secara utuh dan lugas serta lengkap.
vi
Akuntabilitas Organisasi NirlabaSaya yakini bahwa buku ini harus dibaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan how to be Influencer/agent of change karena buku ini laksana “setitik cahaya dalam kegelapan” di khazanah tata kelola organisasi nirlaba di Indonesia yang saat ini mulai kekurangan generasi yang Sidiq, Fathonah, Amanah dan Tabligh Buku ini akan memberikan kontribusi pemikiran dan referensi buat para siswa, mahasiswa dan masyarakat luas terutama para calon-calon Influence/Agent of Change dan Pemimpin Indonesia di Masa Datang. Buku ini juga sangat cocok untuk menjadi bahan bacaan dan acuan untuk para birokrat dan politikus di Indonesia, bagaimana menghasilkan keputusan yang ekselen dan memiliki akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan, yang akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas demi kemajuan bangsa, karena hakekat seorang manusia adalah mereka yang berani dan memiliki hasyrat yang besar untuk menyerahkan jiwa raganya untuk bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
Meruya, Kampus UMB 2020 Dr. Harnovinsah., Ak., M.Si., CA., Cert.IPSAS., CMA., CSRS., CSRA., CSPttd Dekan FEB Universitas Mercu Buana.
Kata Pengantar
vii
KATA PENGANTAR
KETUA MAKSI FEB UGM
Bismillahirrahmannirrahiim, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai seorang dosen dan guru besar di bidang Akuntansi dan Manajemen Keuangan Publik, di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, saya diberi kesempatan yang sangat berharga untuk memberikan kata pengantar atas buku yang ditulis oleh saudara Ihda Arifin Faiz sebagai dosen muda sekaligus generasi penerus di bidang Akuntansi Publik pada Sekolah Vokasi Bisnis Universitas Gadjah Mada. Penulis salah satu dosen muda yang diminta oleh instansinya untuk pendirian atau pembukaan Program Studi DIV Akuntansi Sektor Publik. Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, saudara Ihda menghasilkan karyanya ini.
Buku ini jelas merupakan salah satu buku yang sangat dibutuhkan dalam pendalaman saat para mahasiswa mempelajari Akuntansi Sektor Publik. Selain itu, buku ini juga sangat perlu dibaca dan dipahami oleh para pihak yang terkait atau berkeinginan mendalami masalah akuntabilitas, khususnya di organisasi nirlaba. Di tengah masih langkanya literatur di bidang ini, maka buku ini menjadi sangat berharga untuk dibaca dan dipahami. Saya sangat berkewajiban untuk mengapresiasi karya ini.
Buku ini dimulai dengan membahas sejarah organisasi nirlaba di Indonesia sebelum lebih jauh bicara tentang akuntabilitas publik. Ini sangat berharga sekali bagi pembelajar Akuntansi Sektor Publik karena terkait juga dengan sejarah perjalanan Bangsa Indonesia dari saat adanya organisasi pergerakan nasional hingga saat ini. Bahasan selanjutnya memfokuskan pada masalah Akuntabilitas Publik yang kemudian dilanjutkan dengan bahasan Lingkup Organisasi Nirlaba. Setelah itu, dibahas Perspektif dan Teori Akuntabilitas.
Sebelum pembahasan terkait Manajemen Organisasi Nirlaba pembaca dikenalkan tentang konsep-konsep Legitimasi dan Legalisasi.
Perencanaan dan Penganggaran merupakan hal yang sangat urgen dalam Manajemen, terlebih lagi pada Manajemen Keuangan Pemerintah. Penganggaran tidak akan memuaskan bila tidak didasari oleh Perencanaan yang memuaskan pula. Buku ini telah mencoba menyajikan lebih lanjut pelaksanaan anggaran, termasuk pengadaan barang dan jasa. Setelah dilaksanakan tentu dilakukan pelaporan keuangan dan audit sektor publik sebagai rangkaian pertanggungjawaban sektor publik. Tidak ketinggalan bahasan tentang Akuntansi Organisasi Nirlaba disajikan pula. Buku diakhiri dengan bahasan tentang Indikator Akuntabilitas. Dari bahasan-bahasan tersebut, dengan gaya penulisan yang cukup komunikatif, yang tercermin
viii
Akuntabilitas Organisasi Nirlabadengan disajikannya diskusi di setiap akhir bab, maka buku ini cukup menyenangkan untuk dibaca dan dipahami.
Selamat kepada Saudara Ihda yang telah berhasil membuahkan karyanya dalam mendukung sosialisasi pencapaian Akuntansi dan Manajemen Keuangan Publik yang lebih baik di masa depan. Ditunggu karya-karya berikutnya. Kepada pembaca, selamat menikmati.
Terlepas dari kelemahan yang ada dari buku ini, karena memang tidak ada yang sempurna di dunia, buku ini boleh dikatakan sudah cukup sesuai dengan standar yang diharapkan.
Yogyakarta, Medio Safar 1442 H, Awal Desember 2020.
Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.
Kata Pengantar
ix
KATA PENGANTAR
KETUA DEPARTEMEN MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK FISIPOL UGM
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah. Secara pribadi saya menyambut baik terbitnya buku "Akuntabilitas Organisasi Nirlaba" yang ditulis oleh Saudara Ihda Arifin Faiz, seorang dosen di Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, yang masih muda, rajin dan energik. Buku ini telah berhasil mengisi salah satu celah wacana tentang akuntabilitas yang selama ini hanya berbicara tentang akuntabilitas yang dituntut dari para politisi atau pejabat negara, atau sebaliknya dari para pengusaha di perusahaan swasta. Pengertian organisasi publik semestinya juga meliputi organisasi quasi-state dan non-state institutions, termasuk diantaranya yang berbentuk Yayasan, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), charity foundations, pesantren, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dan bentuk-bentuk organisasi nirlaba lainnya.
Di awal tahun 1980-an, para pemimpin negara Barat menggagas dikuranginya peran negara hingga seminimal mungkin. Pengaruh yang sangat kuat dari Perdana Menteri Margaret Thatcher di Inggris dan Presiden Ronald Reagan di Amerika Serikat mewarnai pola kebijakan di banyak negara dengan gagasan-gagasan liberal melalui kebijakan deregulasi, debirokratisasi, dan swastanisasi. Intinya adalah bahwa peran negara dalam kehidupan sosial- ekonomi masyarakat harus diminimalkan untuk mendorong agar peran swasta menjadi lebih efisien dan produktif. Negara-negara di Asia, Amerika Latin dan Afrika dan negara bekas komunis Eropa yang berhasil keluar dari penguasa yang otoriter juga menyambut baik gagasan deregulasi dan swastanisasi memperoleh ruang yang sangat luas. Belakangan, di negara-negara Timur Tengah, sebagian pakar mengaitkan gerakan itu mengikuti "musim semi Arab" (the Arab spring) yang terjadi sekitar tahun 2010-an.
Akan tetapi di awal abad ke-21 sejumlah peristiwa mengguncang dunia membuat pemikiran tentang minimalisasi peran negara memperoleh tantangan besar. Hancurnya gedung WTC di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 betul-betul memukul balik gagasan tentang liberalisme di AS. Masyarakat tersentak ketika menyaksikan bahwa terorisme bisa terjadi di mana saja dengan pemicu dan skala yang tidak terduga. Terorisme juga terjadi di Basel (Spanyol), Mumbay (India), Mindanao (Filipina), Bali (Indonesia),
x
Akuntabilitas Organisasi Nirlabadan di Oslo (Norwegia). Kekerasan dan terorisme ternyata bukan hanya terjadi di negara- negara yang secara politik tidak stabil seperti di Afghanistan, Iraq atau Suriah. Justru di AS dan banyak negara yang meyakini ideologi kebebasan, kapitalisme, dan hak azasi manusia, terjadi ironi yang menunjukkan betapa masih pentingnya peran negara guna menjamin rasa aman. Oleh sebab itu, kendatipun peranannya dapat dipersempit, tetapi peran negara tidak boleh gagal atau mustahil dihapuskan (Fukuyama, 2004; Chomsky, 2011). Dengan meluasnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020, juga tampak jelas betapa pentingnya peran negara dan organisasi publik pada umumnya untuk mengatasi berbagai macam masalah mendasar terkait dengan kesehatan, keamanan, dan revitalisasi ekonomi yang bermanfaat bagi banyak warga yang terpinggirkan.
Untuk memastikan bahwa kiprah organisasi publik atau organisasi nirlaba tidak disalahgunakan bagi tujuan-tujuan yang buruk dan sebaliknya dimanfaatkan untuk sebesar- besarnya kepentingan khalayak, akuntabilitas adalah kata kuncinya. Prinsip akuntabilitas (accountability) atau "kinerja yang dipertanggungjawabkan kepada publik" pada intinya mensyaratkan bahwa setiap organisasi yang dibentuk di dalam sebuah sistem sosial wajib mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya yang telah dihimpun dari masyarakat.
Dalam sistem yang demokratis, akuntabilitas organisasi pemerintah telah dibangun melalui pertanggungjawaban melalui sistem kawal dan imbang (checks and balances) dari unsur eksekutif, legislatif, dan judikatif, serta kontrol masyarakat melalui mekanisme politik.
Akuntabilitas dipahami sebagai sebuah cara untuk menyediakan bagi rakyat sarana untuk mengendalikan perilaku politisi atau pejabat pemerintah, yang telah memperoleh delegasi kekuasaan dari rakyat baik melalui pemilihan umum, seleksi profesional, atau cara-cara modern lainnya (Goetz & Jenkins, 2005). Akuntabilitas bagi organisasi perusahaan swasta juga telah diatur dalam berbagai ketentuan akuntabilitas kepada para investor, pemilik perusahaan dan mekanisme RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Uraian dalam buku ini terutama membahas sistem akuntabilitas yang semestinya juga berlaku bagi organisasi-organisasi nirlaba yang jumlahnya di Indonesia semakin banyak sedangkan besaran dana yang dihimpun dari masyarakat juga begitu besar. Buku ini terasa sangat penting kontribusinya karena menjelaskan banyak hal yang sebelumnya belum diuraikan dalam buku-buku tentang akuntansi pemerintahan. Laporan keuangan yang bersifat umum dalam bentuk penjatahan anggaran tanpa rincian proses yang dapat dipertanggungjawabkan (biasa disebut ex ante control) akan menghasilkan kinerja program yang buruk (Ladipo et al, 2009:8). Oleh sebab itu, para mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang perlu memahami betul bagaimana sebaiknya mengontrol kinerja organisasi nirlaba melalui sistem akuntabilitas yang baik dan sistematis. Ucapan selamat ingin saya sampaikan kepada penulis buku ini dan segenap staff pengajar maupun civitas akademika di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Semoga para pembaca memperoleh manfaat dari buku ini.
Kata Pengantar
xi
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wahyudi Kumorotomo Gurubesar Ketua Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol, Universitas Gadjah Mada Sumber (Rooseno, 2014)
xii
Akuntabilitas Organisasi NirlabaDaftar Isi
xiii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iii
KATA PENGANTAR KETUA FDAP IAI KAPd ... v
KATA PENGANTAR KETUA MAKSI FEB UGM ... vii
KATA PENGANTAR KETUA DEPARTEMEN MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK FISIPOL UGM ... ix
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR ILUSTRASI ... xvii
DAFTAR GAMBAR ... xviii
DAFTAR TABEL ... xix
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
Sas aran ... 5
Sektor Publik... 6
Organisasi Publik ... 10
Pendekatan Perspektif Komparatif ... 11
Studi Kasus ... 14
BAB 2. SEJARAH ORGANISASI NIRLABA DI INDONESIA ... 15
Pergerakan Nasional Indonesia ... 15
Lanskap Sejarah Organisasi Nirlaba di Indonesia ... 18
Organisasi Tradisional ... 21
Lahirnya Gerakan Modern Islam ... 22
Pendidikan Sekuler Barat dan Kemunculan Tokoh Cendekiawan ... 24
Organisasi Pergerakan Nasional 1900AN–1942 dan Organisasi ... pada Masa Pemerintahan Sukarno ... 29
Menjelang Kemerdekaan hingga kemerdekaan 1942 – 1945 ... 36
Organisasi dalam Bayangan Partai Politik 1945–1965 ... 38
xiv
Akuntabilitas Organisasi NirlabaOrde Baru dan Organisasi Profesional 1967—1997 ... 39
Reformasi dan Menjamurnya LSM ... 45
Diskusi ... 47
BAB 3. AKUNTABILITAS PUBLIK ... 55
Akuntabilitas ... 55
Kontestasi Akuntabilitas ... 58
Lingkup Akuntabilitas Publik ... 61
Tipologi Akuntabilitas Publik ... 63
Latar belakang Munculnya Kebutuhan Akuntabilitas ... 66
Jenis Akuntabilitas ... 68
Orientasi Akuntabilitas ... 70
Faktor Kontekstual Akuntabilitas ... 72
Siklus Akuntabilitas ... 73
Tuntutan Akuntabilitas ... 74
Akuntabilitas Publik Sektor Bisnis ... 79
Kemanfaatan Laporan Akuntabilitas ... 82
Diskusi ... 84
BAB 4. LINGKUP ORGANISASI NIRLABA ... 87
Pengertian Organisasi Nirlaba ... 87
Pemetaan TSE Sector ... 90
Cakupan Organisasi Nirlaba ... 102
Diskusi ... 105
BAB 5. PERSPEKTIF DAN TEORI AKUNTABILITAS ... 111
Teori dan Perspektif Akuntabilitas Organisasi Nirlaba ... 111
Deskripsi Masyarakat Sebagai Pijakan ... 114
Perspektif Akuntabilitas Organisasi Nirlaba ... 116
Karakter dan Dimensi Akuntabilitas Organisasi Nirlaba ... 125
Perspektif Organisasi Nirlaba ... 128
Diskusi ... 141
BAB 6. LEGITIMASI DAN LEGALISASI ... 143
Legitimasi Organisasi ... 143
Inspirasi dan Mimpi ... 145
Daftar Isi
xv
Orientasi dan Interest ... 147
Mendudukkan Aspek Legal ... 150
Analisis Kritis Aspek Legal ... 161
Diskusi ... 165
BAB 7. MANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA 169 Pendekatan Manajemen Organisasi ... 169
Manajemen Berbasis Siklus Akuntansi ... 170
Perencanaan ... 171
Penganggaran ... 176
Realisasi Anggaran Publik ... 180
Pengadaan Barang dan Jasa ... 188
Pemanfaatan Sumber Daya dan Aset Bersih Organisasi Nirlaba... 189
Definisi Barang dan Jasa Publik ... 190
Pelaporan Keuangan ... 197
Audit Sektor Publik ... 198
Diskusi ... 203
BAB 8. AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA 207 Akuntansi Publik... 207
Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba ... 209
ISAK No.35 Tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba ... 215
Aset Organisasi Nirlaba: Wakaf ... 222
Liabilitas Organisasi Nirlaba: Pesantren ... 225
Aset Neto Organisasi Nirlaba: Pesantren ... 232
Penerimaan dan Pengeluaran Organisasi Nirlaba: Pesantren ... 235
Diskusi ... 238
BAB 9. INDIKATOR AKUNTABILITAS 245 Assessment Organisasi ... 245
Kemanfaatan Informasi Akuntabilitas ... 251
Parameter Kinerja: Indeks Zakat Nasional (IZN) ... 253
Parameter Akuntabilitas: Pendekatan Informasi ... 265
Diskusi ... 293
xvi
Akuntabilitas Organisasi NirlabaDAFTAR PUSTAKA ... 299
LAMPIRAN ... 305
INDEKS ... 323
Daftar Ilustrasi
xvii
DAFTAR ILUSTRASI
Ilustrasi 1.1 Pemetaan Organisasi Publik ... 10
Ilustrasi 2.1 Akuntabilitas Horizontal dan Vertikal ... 70
Ilustrasi 2.2 Model Analitis: Siklus Akuntabilitas dalam Faktor Kontekstual 71 Ilustrasi 2.3 Siklus Akuntabilitas: Hubungan Keterkaitan antara IA dan Cabang Eksekutif ... 73
Ilustrasi 2.4 Beberapa Faktor Kontekstual yang Mempengaruhi Siklus Akuntabilitas ... 74
Ilustrasi 2.5 Kuadran Pelaporan Akuntabilitas Perusahaan ... 81
Ilustrasi 3.1 Rerangka Konseptual untuk TSE sector di SNA ... 92
Ilustrasi 3.2 Pengujian Organisasi ... 93
Ilustrasi 3.3 Pengujian Self-Governing ... 95
Ilustrasi 3.4 Pengujian Ketiadaan Paksaan ... 96
Ilustrasi 3.5 Pengujian Pembatasan Pembagian Keuntungan ... 98
Ilustrasi 3.6 Pengujian Privat ... 101
Ilustrasi 4.1 Lintas Batas Ruang, Arena dan Aktor Global ... 112
Ilustrasi 5.1 Orientasi Penggerak ONBP ... 148
Ilustrasi 6.1 Siklus Akuntansi Sektor Publik ... 170
Ilustrasi 6.2 Sistem Realisasi Anggaran ... 181
Ilustrasi 6.3 Alur Manajerial di Sektor Publik ... 184
Ilustrasi 6.4 Pola Penetapan Indikator Kinerja Keterkaitan Misi dan Indikator Kinerja ... 186
Ilustrasi 6.5 Alur Informasi Kinerja ... 187
Ilustrasi 6.6 Contoh Identifikasi Indikator Kinerja di Pemerintah ... 188
Ilustrasi 6.7 Kekayaan Negara ... 192
Ilustrasi 7.1 Pemetaan Standar Entitas Nirlaba ... 210
Ilustrasi 7.2 Ciri PSAK 45 ... 211
Ilustrasi 7.3 Perbandingan Jenis Ponpes ... 225
Ilustrasi 7.4 Keorganisasian Pesantren ... 226
Ilustrasi 7.5 Organisasi Pesantren Berdasarkan Kegiatan ... 226
Ilustrasi 7.6 Keorganisasian Pesantren dalam Pengelolaan Aset/Dana ... 227
Ilustrasi 8.1 Komponen Pembentukan IZN ... 254
xviii
Akuntabilitas Organisasi NirlabaDAFTAR GAMBAR
Gambar 8.1 Pengaruh Akuntabilitas terhadap Pembuatan Keputusan ... 252
Gambar 8.2 Pengaruh Akuntabilitas terhadap Keperilakuan ... 253
Daftar Tabel
xix
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Perbandingan Entitas Sektor Publik dan Sektor Bisnis... 7
Tabel 4.1 Karakter dan Orientasi Arena, Sektor dan Aktor ... 111
Tabel 4.2 Logics, Governance, and Accountability ... 117
Tabel 4.3
Typology of Nonprofit Governance and Accountability ...122
Tabel 4.4
NGO Accounting and Accountability Practices - how defined,what for and to whom ... 125
Tabel 4.5 Perbedaan Konsep PPA, NPM, dan NPG ... 128
Tabel 4.6 Core Elements of The NPG, in Contrast to PA and The NPM ... 131
Tabel 6.1 Kegiatan dalam Realisasi Anggaran ... 182
Tabel 6.2 Teknik Realisasi Anggaran ... 183
Tabel 6.3 Regional Public Goods: thypology and examples ... 194
Tabel 6.4 Struktur Peraturan Presiden Nomor 16/2018 15 Bab 94 Pasal ... 196
Tabel 6.5 Perbandingan Jenis Barang dan Jasa ... 197
Tabel 7.1 Perbandingan Akuntansi Publik dan Akuntansi Bisnis ... 208
Tabel 7.2 Contoh Laporan Posisi Keuangan ... 216
Tabel 7.3 Contoh Laporan Penghasilan Komprehensif ... 217
Tabel 7.4 Contoh Laporan Penghasilan Komprehensif Model 2 ... 218
Tabel 7.5 Contoh Laporan Perubahan Aset Neto ... 219
Tabel 7.6 Contoh Laporan Arus Kas ... 220
Tabel 7.7 Potensi Wakaf Tunai yang Ada di Indonesia ... 224
Tabel 7.8 Contoh Laporan Posisi Keuangan Pesantren ... 228
Tabel 7.9 Contoh Laporan Aktivitas Pesantren ... 229
Tabel 8.1 Akuntabilitas bagi Partai Politik ... 249
Tabel 8.2 Komponen Indeks Zakat Nasional ... 256
Tabel 8.3 Indeks Zakat Nasional Dimensi Makro ... 259
Tabel 8.4 Indeks Zakat Nasional Dimensi Mikro ... 260
Tabel 8.5 Indeks Zakat Nasional Skoring Dimensi Makro ... 261
Tabel 8.6 Indeks Zakat Nasional Skoring Dimensi Mikro ... 263
Tabel 8.7 Isian Kuesioner... 268
Tabel 8.8 Matriks Perbandingan Berpasangan dengan Penilaian Kriteria .... 271
Tabel 8.9 Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria ... 274
xx
Akuntabilitas Organisasi NirlabaTabel 8.10 Penambahan Baris Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria 276
Tabel 8.11 Perhitungan Bobot Priortas: rata-rata baris ... 279
Tabel 8.12 Random Index ... 281
Tabel 8.13 Matriks Desimal dan Penambahan Pembobot Kriteria ... 282
Tabel 8.14 Perhitungan Weighted Sum ... 284
Tabel 8.15 Perhitungan Lamda Max ... 286
Tabel 8.16 Hasil Ringkasan Prioritas ... 290
Tabel 8.17 Hasil Perkalian Alternatif dengan Prioritas ... 290
Tabel 8.18 Peringkat Prioritas Kriteria ... 291
Tabel 8.19 Penilaian Karakter Informasi Akuntabilitas ... 291
Tabel 8.20 Perangkingan Hasil Skoring Informasi Akuntabilitas ... 293
Daftar Pustaka
299
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, R., Pilcher, R., & Perrin, B. (2012). Performance Measurement in Indonesia: the Case of Local Government. Public Accounting Review Vol. 24, No. 3, 262-291.
Aleksovska, M., Schillemans, T., & Grimmelikhuijsen, S. (2019). Lessons from Five Decades of Experimental and Behavioral Research on Accountability: A Systematic LIterature Review. Journal of Behavioral Public Administration, Vol. 2, No. 2, 1-18.
Alim, M. N. (2019, September 18). Karakteristik (Tata Kelola) dan Akuntansi Pesantren.
Pengelolaan Dana Pesantren. Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia:
Ikatan Akuntan Indonesia.
Amir, S. (2013). The Technological State in Indonesia. Routledge.
Anderson, K. (2009). Review work NGO Accountability: Politics, Principles and Innovations by Lisa Jordan and Peter van Tuijl. The American Journal of International Law, Vol.
103, No. 1, 170-178.
Anheier, H. K. (2010). What Kind of Nonprofit Sector, What Kind of Society? In K. J. Hopt,
& T. V. Hippel, Comparative Corporate Governance of Non-Profit Organizations (pp. 3-19). Edinburgh: Cambridge University Press.
Azra, A. (2005). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.
Bachtiar, H. (2007). Menuntaaskan Dilema "Moral dan/atau Modal?" dalam praksis Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia. In L. Terry, Handbook Manajemen Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil (pp. ix-Ivi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bastian, I. (2016, Oktober 25). Akuntansi Sektor Publik. Retrieved from Repository Universitas Terbuka: http://repository.ut.ac.id/3858/
BAZNAS. (2016). Indeks Zakat Nasional. Jakarta: Pusat Kajian Strategis BAZNAS.
Bovens, M., Goodin, R., & Schillemans, T. (2014). The Oxford Handbook of Public Accountability. Oxford: Oxford University Press.
Cavill, S., & Sohail, M. (2007). Increasing Strategic Accountablity: A Framework for International NGOs. Development in Practice, Vol. 17., No. 2, 231-248.
300
Akuntabilitas Organisasi NirlabaChomsky, N. (2011). Failed States: The Abuse of Power and the Assault on Democracy.
New York: Owl Book.
Cordery, C. J., Sim, D., & van Zijl, T. (2017). Differentiated Regulation: The Case of Charities. Accounting and Finance 57, 131-164.
Cordery, C., Belal, A. R., & Thomson, I. (2019). NGO Accounting and Accountability: Past, Present, and Future. Accounting Forum, 43:1, DOI: 10.1080/01559982.2019.1593577, 1-19.
Coule, T. M. (2015). Nonprofit Governance and Accountability: Broadening the Theoritical Perspective. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly Vol. 44(1), 75-97.
Dhahani, A., & Connolly, C. (2015). Non-Govermental Organizational Accountability:
Talking the Talk and Walking the Walk? Journal of Business Ethics, Vol. 129, No. 3, 613-637.
Dick, P., & Coule, T. (2020). Nonconformance With Regulatory Codes in the Nonprofit Sector: Accountability and the Discursive Coupling of Means and Ends. Business and Society Vol. 59 (4), 749-786.
DJPK. (2014). Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Fadlia Hana, d. (2016). Yang Kelewat di Buku Sejarah. Jakarta: Pamflet.
Faiz, I. A. (2020). Rerangka Dasar Akuntansi Berlandaskan Syariah. Yogyakarta: UGM Press.
Fakih, F. (2014). The Rise of Managerial State in Indonesia. Disertasi Leiden University.
Fauzia, A. (2013). Faith and The State a History of Islamic Philanthropy in Indonesia.
Leiden: Koninklijke Brill NV.
Fukuyama, F. (2004). State-Building: Governance and World Order in the 21st Century.
Ithaca: Cornell University Press.
Gie, S. H. (2005). Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan. Yogyakarta: Bentang.
Goetz, A.M. & Jenkins, R. (2005). Reinventing Accountability: Making Democracy Work for Human Development. New York: Palgrave-MacMillan.
Hadiwinata, B. (2003). The Political of NGOs in Indonesia Developing Democracy and Managing a Movement. Newyork: Routledge.
Halim, A. (2019, Oktober 19). Pemantapan Posisi Akuntansi Publik. Seminar Olimpiade Akuntansi XXI Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM. Yogyakarta, Indonesia.
Daftar Pustaka
301
Hartnell, C. (2020). Philanthropy in Indonesia. PSJP.
Herdiansah, A. G., & Randi. (2016). Peran Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dalam Menopang Pembangunan di Indonesia.
Sosioglobal Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, Vol. 1, No. 1, 49-67.
Jonsson, J. (2019). Logic Salience in Ideologically-torn Nonprofit Hybrids. Nonprofit Policy Forum Vol 10, Issue 3, 1-18.
Jusuf, C. (2007). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial . Vol 12, No 1.
Kautsar, S. R. (2019, September 18). Akuntansi Pesantren Berbasis Pedoman Akuntansi Pesantren dan PSAK Syariah. Pengelolaan Dana Pesantren. Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia: Ikatan Akuntan Indonesia.
Khazinudin, A., & Irawan, C. P. (2018). Perjuangan Hizbut Tahrir Melawan Rezim Diktator Konstitusional. Jakarta: Pemuda Indonesia Bangkit.
Kumorotomo, W. (2005). Akuntabilitas Birokrasi Publik: Sketsa Pada Masa Transisi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kumorotomo, W. (2013). Memperkuat Akuntabilitas Anggaran Publik: Agenda Kebijakan di Indonesia. Yogyakarta: Pidato Pengukuhan Guru Besar UGM.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Kurniawan, H. (n.d.). SNH Law Office. Retrieved from Mengenal dan Memahami Yayasan di Indonesia: snhlawoffice.com/id/artike/58-mengenal-dan-memahami-yayasan-di.
indonesia.
Ladipo, O., Sanchez, A. & Sopher, J. (2009). Accountability in Public Expenditures in Latin America and the Caribbean: Revitalizing Reforms in Financial Management and Procurement. New York: IBRD, World Bank.
Lewis, T. (2007). Handbook Manajemen Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil (Practical Financial Management for NGOs: a Course Handbook Getting Basics Right, Taking the Fear Out of Finance). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lucas. (2012). Radikalisme Lokal, Oposisi, dan Perlawanan terhadap Pendudukan Jepang di Jawa (1942-1945). Yogyakarta: Antariksa.
Luong, T. M. (2012). The Local in Transformation During The Period of Ethical ca. 1900- 1942. MA Thesis.
Maarif, S. (2018). Pasang Surut Rekognisi Agama Leluhur dalam Politik Agama di Indonesia.
Yogyakarta: CRCS.
302
Akuntabilitas Organisasi NirlabaMartani, D. (2019). Akuntansi Sektor Publik. Retrieved from Staff.blog.ui.ac.id/martani:
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/2019/09/02/akuntansi-sektor-publik-4/
Martani, D. (2020, September). ISAK 35 Entitas Berorientasi Nonlaba. Retrieved from https://staff.blog.ui.ac.id/martani: https://staff.blog.ui.ac.id/martani/2020/09/30/
akuntansi-keuangan-kontemporer-pkn-stan-gasal-2020-2021/
Matanasi, P. (2017, Mei 9). Tirto.id. Retrieved from Siapa Menolak Pancasila Sebagai Asas Tunggal: tirto.id/siapa-menolak-pancasila-sebagai-asas-tunggal-coki
Mayhew, S., Douthwaite, M., & Hammer, M. (2006). Balancing Protection and Pragmatism:
A Framework for NGO Accountability in Rights-Based Approaches. Health and Human Rights, Vol. 9, No. 2, 180-206.
Mir, M., & Bala, S. K. (2015). NGO Accountability in Bangladesh: Two Contrasting Case.
Voluntas: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organization, Vol. 26, No. 5, 1831-1851.
Nailufar, N. N. (2020, 01 13). Kompas. Retrieved from MIAI dan Masyumi, Cara Jepang Galang Dukungan Umat Islam: kompas.com/skola/read/2020/01/13/150000069/
miai-dan-masyumi-cara-jepang-galang-dukungan-umat-islam?page=all#page2 Nakamura, M. (1983). Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin. Yogyakarta: UGM
Press.
Newhouse, C. (2019). Not Just an Urban Phenomenon-New Data on the Nonprofit Workforce.
Baltimore: John Hopkons Center for Civil Society Studies.
Noer, D. (1996). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Osborne, S. P. (2010). The (New) Public Governance: a Suitable Case for Treatment? In S.
P. Osborne, The New Public Governance Emerging Perspectives on the Theory and Practice of Public Gocernance (pp. 1-16). New York: Routledge.
Putri, A. S. (2020, Maret 6). Kompas. Retrieved from Politik Etis: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh dan Tujuan: kompas.com/skola/read/2020/03/06/173000169/politik-etis-- pengertian-latar-belakang-tokoh-dan-tujuan?page=all
Raditya, I. N. (2019, Oktober 28). Tirto.id. Retrieved from Isi, Makna, & Sejarah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: tirto.id/isi-makna-sejarah-hari-sumpah-pemuda- 28-oktober-1928-eku2
Raihan Febriansyah, d. (2013). 100 Tahun Muhammadiyah Menyinari Negeri. Yogyakarta:
Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammdiyah.
Daftar Pustaka
303
Ramanna, K. (2013). A Framework for Research on Corporate Accountability Reporting.
Accounting Horizons 26, no. 2.
Ricklefs, M. (2005). Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi.
Ricklefs, M. (2008). ISIM Review 21, Spring 2008. Leiden University.
Rooseno. (2014). Akuntabilitas Pendanaan Partai Politik dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI.
Salamon, I. M., & Anheier, H. K. (1992). In Search of the Non-Profit Sector. II: The Question of Definition. Voluntas: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organization 3, 267-309.
Sandler, T. (2002). Demand and Institutions for Regional Public Goods. In A. Estevadeordal, B. Frantz, & T. R. Nguyen, Regional Public Goods from Theory to Practice (pp. 11- 30). Washington: Inter-American Development Bank.
Schacter, M. (2005). A Framework for Evaluating Institutions of Accountability. In A. Shah, Public Sector Governance and Accountability Series: Fiscal Management (pp. 229- 249). Washington: The World Bank.
Shiraisi, T. (1997). Jaman Bergerak Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Jakarta: Grafiti Press Terj Hilmar.
Shiraissi, T. (2001). Hantu Digoel: Politik Pengamanan Politik Zaman Kolonial. Yogyakarta:
LKIS.
Sudiyo. (1997). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia Dari Budi Utomo sampai Dengan Pengakuan Kedaulatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumarmo, d. (2019). Ethical Politics and Educated Elites in Indonesian National Movement Advances in Social Science, Education and Humanities Research. Atlantis Press.
Suwardjono. (2005). Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta:
BPFE.
UN. (2003). Handbook on Non-Profit Institutions in the System of National Accounts. New York: United Nations Publications.
UN. (2018). Satellite Account on Non-Profit and Related Institutions and Volunteer Work.
New York: United Nations Publication.
Unerman, J., & O'Dwyer, B. (2006). Theorising Accountability for NGO Advocacy.
Accounting, Auditing and Accountability Journal 19, 349-376.
304
Akuntabilitas Organisasi NirlabaVey, R. T. (2010). Kemunculan Komunisme Indonesia. Jakarta: Komintas Bambu.
Wasistiono, S. (2005). Desentralisasi, Demokratisasi dan Pembentukan Good Governance.
In S. Haris, Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Jakarta: LIPI Press.
Welianto, A. (2020, Juni 19). Kompas. Retrieved from Kongres Pemuda 1 1926, Merumuskan Cita-Cita Indonesia: kompas.com/skola/read/2020/06/19/094500069/kongres- pemuda-1-1926-merumuskan-cita-cita-indonesia?page=all
Wiesel, F., & Modell, S. (2014). From New Public Management to New Public Governance?
Hybridization and Implication for Public Sector Consumerism. Financial Accountability and Management 30 (2), 175-205.
Yakin, A. U. (2016). Sejarah Hukum Islam Nusantara Abad XIV-XIX M. Jakarta: Kencana.
View publication stats