• Tidak ada hasil yang ditemukan

AL-FARABI: KEBAHAGIAAN

N/A
N/A
Rafi Nurfauzi

Academic year: 2024

Membagikan "AL-FARABI: KEBAHAGIAAN "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ABU NASR MUHAMMAD IBN MUHAMMAD IBN TARKHAN IBN UZALAH AL- FARABI

AL-FARABI:

KEBAHAGIAAN

Fahruddin Faiz

(2)

Al-TANBIH ALA-SABIL AL-SA’ADAH

KEBAHAGIAAN (SA’ADAH) BAGI AWAM: KESEJAHTERAAN

SA’ADAH SEMACAM INI SELEVEL DENGAN AL-LADZDZAH (KENIKMATAN)

KENIKMATAN HANYA SALAH SATU JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN

KENIKMATAN SIFATNYA TEMPORER DAN BERUBAH-UBAH, KEBAHAGIAAN SIFATYA LEBIH ABADI

(3)

TAHSIL AL-SA’ADAH

Kebahagiaan adalah “Absolute Good”, kebaikan yang diinginkan untuk kebaikan itu sendiri, tidak ada ang lebih lagi untuk diraih.

Kebahagiaan: Tujuan Hidup. Tuhan menciptakan kita untuk bahagia.

Segala yang membuat seseorang bahagia itu baik, dan demikian pula sebaliknya.

Orang tidak cukup hanya paham dan sadar tentang kebahagiaan, tetapi ia juga harus menginginkan dan menjadikan kebahagiaan tujuan hidupnya.

Saat orang tidak ingin bahagia, atau tidak terlalu ingin bahagia, maka yang ia temukan/lakukan adalah kejahatan/keburukan.

Kebahagiaan diraih saat jiwa mencapai „kesempurnaan‟-nya (optimalisasi potensi)

(4)

DAYA JIWA

• DAYA GERAK: seperti gerak untuk makan, gerak untuk memelihara sesuatu, dan gerak untuk berkembang biak.

• DAYA MENGETAHUI: seperti mengetahui dalam merasa dan mengetahui dalam berimajinasi.

• DAYA BERPIKIR yang dipilah kepada akal praktis dan akal teoritis.

Akal praktis berfungsi untuk menyimpulkan apa yang mesti dikerjakan oleh seseorang.

Akal teoritis berfungsi untuk membantu dalam menyempurnakan jiwa.

Akal potensial atau akal fisik (material). Akal ini dapat menangkap bentuk-bentuk dari barang- barang yang dapat ditangkap dengan panca indra.

Akal aktual, akal biasa (habitual). Akal ini dapat menangkap makna-makna dan konsep-konsep belaka.

Akal mustafad, akal yang diperoleh (acquired). Akal ini mampu mengadakan komunikasi dengan Akal Fa’al.

(5)

KEBAHAGIAAN SOSIAL

◦ Al-Ijtima’ al-fadil__Kelompok Masyarakat

◦ Al-Madinah al-fadilah__Kota

◦ Al-Ma’murah al-fadilah__Negara

“Saling Bekerja Sama demi Kebahagiaan Bersama”

(6)

KEBAHAGIAAN SOSIAL

◦ Fadilah

◦ Jahilah

◦ Fasiqah

◦ Mutabaddilah

◦ Dalalah

(7)

MENCAPAI KEBAHAGIAAN PUNCAK

• KEUTAMAAN TEORITIS

• KEUTAMAAN BERPIKIR

• KEUTAMAAN MORAL

• KEUTAMAAN PRAKSIS

(8)

KEUTAMAAN TEORITIS

Pemahaman terhadap segala yang ada (being)

Isinya adalah “ilmu”

Being---Physics---Metaphysics---Intellect---intelligibles

Thing---Cause/thing--- Cause/thing--- Cause/thing--- ultimate cause

Proses:

Otomatis, dari pengalaman

Otodidak, belajar mandiri

Dari orang lain yang dipercaya

(9)

PENGETAHUAN DAN KEBAHAGIAAN

Bahagia = puas, merasa tuntas sempurna, tidak lagi melirik hal lain.

Maka bahagia tidak bisa ditemukan dalam kekayaan atau

kenikmatan materi, namun terletak dalam pengetahuan kita dalam menyikapi materi yang ada.

Kebahagiaan tergantung kesempurnaan jiwa, dan kesempurnaan jiwa tergantung pengetahuan; semakin bertambah pengetahuan, semakin bertambah kesempurnaan jiwa, dan semakin bertambah kebahagiaan.

Pengetahuan akan membuat manusia tenang (sukun al-nafs) dengan apa yang dimiliki.

(10)

KEUTAMAAN BERPIKIR

Berpikir utama: Kemampuan seseorang untuk menemukan apa yang paling penting untuk mencapai hasil yang baik.

Berpikir utama: hanya berpikir tentang hal-hal yang baik dan utama, kemudian mempertahankan pemikiran itu dalam jangka waktu yang lama, demi manfaatnya, baik secara personal maupun social.

Apabila memang utama, boleh saja pemikiran utama ini dijadikan undang-undang

Harus bertaut dengan keutamaan moral/akhlak.

(11)

BERPIKIR SEBAGAI SOLUSI

Sumber perpecahan umat: bayani & irfani, solusinya:

burhan, logika demonstratif.

Argumentasi yang dibangun melalui premis-premis dalam ilmu logika akan menghasilkan konklusi yang benar tanpa memerlukan pihak lain (teks atau entitas transendental).

‘Irfan dalam pemikiran Al-farabi peting, namun „irfan menurut al-farabi berada pada tataran hasil penalaran.

Seorang filosof hanya akan mendapatkan ilham dari Tuhan sesudah melakukan penalaran secara matang, jadi pelakunya tidak pasif seperti dalam logika laduniyah.

(12)

KEUTAMAAN MORAL

Ilm al-akhlaq: a science that studies the state of human soul

Ada dua jenis: Akhlak teoritis (mirip dengan keutamaan berpikir) & Akhlak Praktis

Dicapai lewat dua jalur:

nasehat/perintah/himbauan/anjuran

pembentukan karakter (habituasi)

(13)

KEUTAMAAN PRAKSIS-KREATIF

Praksis/karya akan jadi utama di tangan oran-orang yang utama

Praksis/Karya yang utama pasti menghasilkan sesuatu yang juga utama

Praksis akan menjadi utama kalau tiga keutamaan sebelumnya terpenuhi (teori, proses berpikir dan moralitas)

Hasil dari praksis keutamaan ini adalah kebahagiaan tertinggi.

(14)

KEBAJIKAN SEPERTI MENULIS

Menurut Al-farabi, perilaku utama itu seperti seni menulis, semakin orang berlatih mempraktekkan cara menulis, maua tulisannya akan semakin baik.

Semakin orang membiasakan diri menjalankan kebajikan, semakin ia akan menjadi bijak, dan pada akhirnya secara otomatis ia akan mengenyam kebahagiaan.

(15)

KEBAHAGIAAN MANUSIA: ANTARA KEMAMPUAN DAN KEMAUAN

Setiap orang dapat memahami kebahagiaan dan memiliki semua pra-syarat yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan.

Tidak semua orang mau mendayagunakan „kapasitas‟ yang dimilikinya.

Tidak semua yang mendayagunakan „kapasitas‟-nya otomatis mencapai kebahagiaan, karena kadang kebahagiaan bukan tujuannya.

Tidak semua yang mendayagunakan „kapasitas‟-nya dan kebahagiaan sebagai tujuannya mencapai kebahagiaan yang menjadi tujuannya, karena kadang metode yang digunakannya keliru, baik dalam level teoritis, pemikiran, moral maupun praksis.

(16)

Setiap orang memerlukan guru atau pembimbing yang bias menuntunnya menemukan kebahagiaan; demikian pula satu kota atau Negara memerlukan seorang “penuntun” yang dapat membawanya kepada kebahagiaan.

„Penuntun‟ kota atau Negara ini bisa Raja, Imam (Ulama) atau Filosof.

Raja, Imam (Ulama) atau Filosof hakikatnya memiliki kualitas kebenaran dan kebajikan yang sama di level idealnya; dan mereka dapat memandu masyarakat dan Negara menuju kebahagiaannya.

(17)

PENGARUH FILSAFAT YUNANI

FILSAFAT KEBAHAGIAAN PLATO DAN ARISTOTELES

KESAMAAN: Kebahagiaan adalah puncak kebajikan dan tujuan hidup.

PERBEDAAN:

Plato & Aristoteles: Kebahagiaan sifatnya ekslusif, individual melalui kontemplasi rasional

Al-Farabi: Dapat dicapai bersama-sama oleh masyarakat.

Seorang ‘Penyendiri’ tak akan mampu mencapai kebahagiaan.

(18)

PENGARUH ISLAM

■ Kebahagiaan Dunia:

KEBAHAGIAAN DUNIAWI – Sa’adah al-Dunya

KEBAHAGIAAN PUNCAK/TERTINGGI– Sa’adah al-Quswa

■ Sa’adat al-dunya itu terbatas, nilainya rendah dibandingkan Sa’adat al-Quswa

■ Modenya teleologis: Allah menciptakan manusia sebagai karya terbaik-Nya---Allah menginginkan manusia bahagia---Jalan untuk bahagia adalah dengan cara jihad al-nafs---hasil dari jihad al- nafs adalah perilaku yang utama---Perilaku Utama meniscayakan kebahagiaan.

(19)

MENGAJARKAN KEBAHAGIAAN

AWAM: Dipahamkan melalui metaphor-metaphor yang menyentuh imajinasi mereka sehingga secara otomatis mereka membayangkan ideal kehidupan bahagia yang hakiki, baik secara individual maupun social.

ELIT: semua pernyataan dan kenyataan yang berhubungan dengan kebahagiaan dibukukan dalam tulisan-tulisan sehingga dapat dipahami, dikaji lalu disetujui dan diterapkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan menginspirasi lahirnya hal-hal baru.

Karakter Pembaca buku: 1) Mampu menyimpulkan sendiri secara benar, 2) mampu menyimpulkan dengan bantuan pembimbing, 3) Tidak mampu menyimpulkan, dan cenderung apriori dengan kebenaran baru. (Tugas pemimpin umat untuk membuka wawasannya)

Referensi

Dokumen terkait

Jadi asba>b al-nuzu>l dari surat al-Ikhla>s } itu memang awalnya dikhususkan kepada orang-orang musyrik Makkah pada saat itu, namun kemudian menjadi umum

b) Fungsi sosial menjadi hal yang terpenting dalam keutamaan penerapan Al-qardhul Hasan, karena ditujukan memang untuk orang yang tidak mampu yang nantinya dapat

• Jika akurasi menjadi pertimbangan utama, perlu digunakan sampling design yang menghasilkan sampel yang paling presisi. Tapi biayanya bisa jadi

13Rusn, Abidin Ibnu. “Pemikiran Al Ghazali Tentang Pendidikan”.. menjadi produk pendidikan. Apabila sebuah proses pendidikan menghasilkan orang-orang yang bertanggungjawab atas

Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, laki-laki maupun perempuan, jiwa yang

Karakteristik Pendidik adalah hal yang penting untuk menjadi model dari berbagai masalah yang mana dari tangan pendidik yang kreatif menghasilkan peserta didik yang luar

2) Aktifitas Muhammad Syafaruddin dalam membuat karya dan orang- orang yang mempengaruhi dalam proses perjalanan beliau menjadi seniman kaligrafi. 3) Bentuk Khaṭ

Si Kabayan Jadi Dukun memiliki alur cerita yang sama dengan naskah karya Moliere, yaitu tokoh utama yang berpura-pura menjadi dukun.. Namun tokoh dalam karya Moliere adalah ciptaannya