PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian Terdahulu
Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang diberikan langsung kepada konsumen yang menggunakan atau membeli sepeda motor Yamaha dari PT. Variabel distribusi merupakan variabel dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. 8 Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah penelitian ini lebih fokus menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. . Pada sisi perbedaan juga terdapat persamaan, persamaan dalam penelitian ini adalah penelitian ini dan penelitian penulis fokus pada penerapan teori bauran pemasaran.
Data pada penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, kuesioner pada penelitian ini menggunakan pertanyaan tertutup. Dari segi perbedaan juga terdapat persamaan. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menganalisis faktor penurunan penjualan. 9 Muhammad Wimman Zulfikar, Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian (studi pada Oasis Batik Pekalongan).
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah penelitian ini fokus pada apakah penelitian tersebut konsisten dengan bauran pemasaran atau tidak, sedangkan penelitian penulis fokus untuk mencari tahu penyebab menurunnya penjualan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang membeli mobil di dealer Suzuki Ertiga di Banjarmasin.11 Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel.
Metode Penelitian
Tempat penelitian adalah Rumah Makan Islam Sejahtera Jalan Merawan Kota Bengkulu. Data penelitian diperoleh langsung dari pemilik restoran. Menurut Sugiyono, purposive sampling adalah suatu unit pengambilan sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh unit sampling yang mempunyai karakteristik yang diinginkan14, dimana populasinya adalah konsumen yang menjadi pelanggan Restoran Islam Sejahtera. Konsumen Restoran Islam Sejahtera yang membeli disana minimal 8 kali dalam sebulan.
Sampel ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari pemilik, karyawan dan konsumen Restoran Islam Sejahtera. Penelitian ini menggunakan data primer karena data diperoleh langsung dari subjek penelitian berupa wawancara langsung dengan pemilik dan karyawan Restoran Islam Sejahtera Bengkulu. Sumber sekunder penelitian ini diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian, dokumen dan literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab sehingga terbangun pemahaman terhadap suatu topik tertentu. 16 Wawancara dalam penelitian kualitatif bersifat mendalam karena ingin menggali informasi secara holistik dan jelas oleh para informan. 17 Penulis telah melakukan wawancara kepada pemilik dan karyawan Rumah Makan Sejahtera Islami. Dokumen yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah dokumen resmi yang berupa dokumentasi foto restoran Islami Sejahtera.
KAJIAN TEORI
- Produk
- Harga
- Tempat/Saluran Distribusi
- Promosi
- Volume Penjualan
- Pengertian Penjualan
- Tujuan Penjualan
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penjualan
- Kondisi dan Kemampuan Penjual
- Kondisi Pasar
- Pemasaran Syaria’ah
- Pengertian Pemasaran Syariah
- Prinsip Pemasaran Nabi Muhammad SAW
- Tanggapan Islam Tentang Bauran Pemasaran
Strategi produk dalam hal ini adalah penentuan metode dan penyampaian produk yang tepat kepada pasar sasaran sehingga dapat memuaskan konsumen sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang melalui peningkatan penjualan dan peningkatan pangsa pasar. Tujuan utama strategi produk adalah mencapai target pasar dengan meningkatkan daya saing atau mengatasi persaingan. Sementara itu, pemilihan saluran distribusi melibatkan keputusan tentang pengguna distributor (pedagang grosir, pengecer, dll) dan bagaimana bekerja sama dengan baik dengan distributor.
Volume penjualan adalah kinerja yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk fisik atau volume atau satuan suatu produk.29. Volume penjualan adalah sesuatu yang menunjukkan kenaikan dan penurunan penjualan dan dapat dinyatakan dalam satuan, kilo, ton atau liter. Jadi volume penjualan yang menguntungkan seharusnya menjadi tujuan utama perusahaan dan bukan untuk kepentingannya sendiri.
Menurut Kotler, volume penjualan menunjukkan banyaknya barang yang terjual dalam jangka waktu tertentu. Dari pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa volume penjualan dalam jangka waktu tertentu dalam satuan dinilai oleh perusahaan untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya sehingga dapat menunjang pertumbuhan perusahaan. Akan lebih sulit bagi suatu perusahaan untuk menjual barangnya jika barang yang dijual tersebut belum diketahui oleh calon pembeli.
Pasar syariah merupakan pasar emosional dimana masyarakat tertarik karena alasan agama, bukan semata-mata karena keuntungan finansial, sedangkan pasar konvensional merupakan pasar yang rasional, yaitu masyarakat cenderung berbisnis hanya untuk mendapatkan keuntungan finansial yang sebesar-besarnya, tidak peduli apakah itu bisnis atau tidak. halal. atau haram.35. ‘Prinsip dan Strategi Dasar Pemasaran Syariah’ yaitu pemasaran syariah yang artinya dalam keseluruhan proses baik proses penciptaan, proses penawaran maupun proses perubahan nilai tidak boleh ada yang bertentangan dengan akad dan prinsip muamalah dalam Islam. Selama hal tersebut dapat dijamin dan tidak terjadi penyimpangan terhadap prinsip muamalah, maka segala bentuk transaksi bisnis diperbolehkan dalam syariat Islam.36 Aturan fiqh yang paling mendasar dalam konsep muamalah, artinya.
Kata kunci dalam definisi pemasaran syariah adalah bahwa dalam keseluruhan proses, baik itu proses penciptaan, proses penawaran, atau proses perubahan nilai, tidak boleh ada yang bertentangan dengan akad. Kualitas barang yang dijual harus jelas dan nyata, sehingga pembeli dapat memberikan perkiraan terhadap barang yang akan dibeli. Sesuatu yang tidak berguna dan dilarang dalam pemasaran Islami bukanlah definisi produk dalam pemasaran Syariah.42.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Visi Misi Rumah Makan Islami Sejahtera
Visi dan misi tersebut merupakan gambaran kekuatan restoran karena menunjukkan keinginan untuk membangun mengenai kinerja keuangan, kepuasan pelanggan, pengembangan bisnis dan peningkatan kinerja karyawan. Visi yang membangun restoran ini adalah yang pertama dan utama adalah membangun kualitas yang baik, namun tetap terjangkau oleh masyarakat dan mencari seseorang yang jujur dan ikhlas. Sedangkan misi dari restoran ini adalah memohon ridho Allah SWT dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran khususnya di kota Bengkulu.45.
Sasaran Rumah Makan Islami Sejahtera
Struktur Organisasi
Sumber Dana
Strategi Pemasaran
Restoran Islami Sejahtera terletak di Jalan Jendral Sudirman, terletak di tengah kota dekat universitas dan perumahan. Promosi yang dilakukan hanya melalui mulut ke mulut yaitu dengan menceritakan atau menawarkan kepada teman, dan Restoran Islami Sejahtera menggunakan promosi dengan memberikan bonus makanan kepada pelanggan.
Produk Rumah Makan Islami Sejahtera
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa promosi pemasaran restoran Islami Sejahtera adalah pemasaran langsung yaitu dari mulut ke mulut (worth of Mouth) dan dengan memberikan makanan gratis kepada konsumen dan karyawan. Sebaiknya Restoran Islami Sejahtera melakukan promosi, apalagi saat ini teknologi sudah semakin canggih sehingga lebih mudah melakukan promosi untuk menarik minat konsumen. Berdasarkan hasil survei terlihat bahwa Rumah Makan Islami Sejahtera tidak memiliki target penjualan, karena saat ini mereka yakin masih meraup untung.
Produk-produk yang dilakukan oleh Rumah Makan Islami Sejahtera dapat dikategorikan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas. Tempat yang bersih dan sesuai digunakan untuk meletakkan bahan baku di Rumah Makan Islam Sejahtera agar bahan baku tidak cepat busuk. Promosi yang dilakukan Rumah Makan Islami Sejahtera tetap mengedepankan nilai kejujuran dan selalu berusaha menghindari unsur kebohongan dalam penyampaian informasi.
Penerapan Bauran Pemasaran Restoran Islami Sejahtera saat ini telah menerapkan empat komponen yaitu produk, harga, distribusi dan promosi. Namun penerapan bauran pemasaran Restoran Islam Sejahtera saat ini belum maksimal pada komponen promosi. Promosi pemasaran Restoran Islami Sejahtera adalah pemasaran langsung yaitu melalui mulut ke mulut atau word ofmouth (nilai dari mulut ke mulut), serta pemberian makanan gratis kepada konsumen dan karyawan.
Rumah Makan Islami Sejahtera tidak memiliki target penjualan, hal ini dilakukan karena masih meraup untung tanpa memiliki target. Dalam hal menghasilkan uang, Rumah Makan Islami Sejahtera selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dibandingkan keuntungan. Dan dalam mendukung pertumbuhan perusahaan, Rumah Makan Islami Sejahtera tetap bertahan di tengah persaingan dengan tetap memberikan standar harga Rp.
Bauran Pemasaran yang dilakukan Restoran Islam Sejahetra tidak sesuai dengan konsep Bauran Pemasaran menurut Islam karena ada. Harga yang ditawarkan Rumah Makan Islami Sejahtera terbilang sangat murah bagi sebuah perusahaan. Restoran Islam Sejahtera seharusnya memiliki slogan untuk menaikkan harga yang ditawarkan menjadi Rp.
PENUTUP
Saran
Diharapkan kedepannya Restoran Islami Sejahtera dapat meningkatkan promosinya melalui teknologi, memanfaatkan teknologi untuk menjadikan restoran lebih muda sehingga menarik minat konsumen seperti grab food, maxim dan media sosial. Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan (Studi Kasus Pabrik Teh Kaligma Pandansari Paguyangan). Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Purwokorto).