• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amin Mustofa 12103241077

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "Amin Mustofa 12103241077"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Perlakuan guru terhadap anak berkebutuhan khusus di kelasnya masih kurang memperhatikan anak berkebutuhan khusus tersebut sehingga menimbulkan permasalahan dalam pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus yang tidak mampu mengikuti pembelajaran klasikal. Kecenderungan sikap salah satu guru kelas di sekolah dasar inklusif di Kabupaten Magelang belum menunjukkan sikap yang baik terhadap anak berkebutuhan khusus.

Batasan Masalah

Guru tidak memberikan pengaruh (keteladanan) kepada anak lain untuk membantu memenuhi kebutuhannya dalam bimbingan khusus anak berkebutuhan khusus, sehingga hal ini berdampak pada sikap siswa lain dalam sikapnya terhadap anak berkebutuhan khusus, yaitu tidak Bagus.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi pemangku kepentingan kebijakan, penelitian ini memberikan gambaran tentang sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus, serta menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemberian pelatihan guru kelas guna meningkatkan sikap baik guru.

Definisi Operasional Variabel

KAJIAN PUSTAKA

Definisi Guru Kelas

Guru umum yang memimpin kelas inklusif adalah guru kelas yang mempunyai tugas khusus yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus. Guru kelas yang mengasuh anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi mempunyai tugas tambahan yang berbeda dengan guru kelas pada umumnya.

Definisi Sikap

Komponen psikomotor menunjukkan kecenderungan perilaku yang ada pada diri seseorang terhadap hubungannya dengan objek yang dihadapinya. Individu yang tidak memiliki pengalaman terhadap suatu objek biasanya memiliki sikap yang buruk terhadap objek psikologis tersebut.

Sikap Guru Pria dan Guru Wanita

Perbedaan dan persamaan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan gender dibedakan dari berbagai sudut pandang. Berdasarkan pemahaman tersebut, guru laki-laki dan perempuan cenderung menunjukkan sikap yang berbeda ketika menghadapi anak berkebutuhan khusus.

Sikap Guru Kelas Ideal terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di

Dalam kaitannya dengan siswa, terdapat standar etika yang harus dipatuhi oleh guru, termasuk terkait dengan sikap guru terhadap anak berkebutuhan khusus (Novan. Kode etik ini memuat standar minimal yang harus diikuti oleh guru dalam berperilaku terhadap siswa.

Kajian Anak Berkebutuhan Khusus

  • Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus
  • Macam-macam Anak Berkebutuhan Khusus

Pada pendidikan khusus, tunanetra hanya terbatas pada orang yang mengalami hambatan dalam menerima informasi melalui penglihatan (Somantri, 2012:65). Namun bagi siswa yang mempunyai gangguan penglihatan akibat low vision dapat memperbesar sisa penglihatannya dengan menggunakan media visual berukuran besar atau memperbesarnya dengan kaca pembesar. Sedangkan orang yang mengalami gangguan pendengaran adalah orang yang mempunyai gangguan pendengaran namun dapat berkomunikasi atau menggunakan bahasa pendengaran dengan bantuan alat bantu dengar (Hallahan, et al.

Somantri mengartikan anak tunarungu adalah anak yang kehilangan pendengarannya sebagian (sulit mendengar) atau seluruhnya (tuli), sehingga pendengarannya tidak lagi mempunyai nilai fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Somantri menyebut anak yang mengalami hambatan intelektual dan tumbuh kembang adalah anak tunagrahita, yaitu suatu kondisi dimana perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak dapat mencapai tahap perkembangan yang optimal. Misalnya saja pada anak yang tangannya lumpuh sehingga sulit menulis, maka bisa digantikan dengan kakinya.

Akselerasi diberikan kepada siswa yang mempunyai kemampuan belajar lebih cepat dibandingkan teman lainnya. Pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang mempunyai daya ingat yang luas dan mendalam, sehingga dapat menerima berbagai informasi yang diterima secara matang.

Kerangka Berpikir

Guru kelas di sekolah komprehensif harus mampu memberikan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya. Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus lainnya, guru harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memenuhi hak-hak anak berkebutuhan khusus di kelasnya. Pandangan guru terhadap anak berkebutuhan khusus idealnya menerima dan memberikan pendidikan dan pengajaran yang pantas dan terhormat.

Guru yang akrab dengan anak berkebutuhan khusus akan memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan khusus mereka. Guru yang mempunyai perasaan positif terhadap anak berkebutuhan khusus dapat memberikan kesempatan yang sama kepada anak normal. Seorang guru ideal yang berperilaku psikomotorik akan menghabiskan waktu dan tenaganya untuk membimbing anak berkebutuhan khusus yang menjadi tanggung jawabnya.

Perbedaan sikap ini timbul karena adanya perbedaan cara berpikir antara guru yang menyukai tantangan dengan guru yang memandang anak berkebutuhan khusus sebagai beban. Perbedaan gender antara guru dan guru selain disebabkan oleh perbedaan cara berpikir, juga dapat memicu perbedaan sikap terhadap anak berkebutuhan khusus.

Pertanyaan Penelitian

Perbedaan sikap guru berdasarkan stereotip gender pada aspek kognitif guru perempuan yang menguasai keterampilan multibahasa. Sedangkan pada aspek psikomotorik guru laki-laki mempunyai kecenderungan lebih besar dalam bertindak karena tenaganya lebih besar dibandingkan guru perempuan.

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Variabel Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
    • Teknik Pengumpulan Data
    • Instrumen Penelitian
  • Uji Validitas dan Reliabilitas
    • Uji Validitas Instrumen
    • Uji Reliabilitas Instrumen
  • Teknik Analisis Data

Gambaran sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus aspek kognitif dapat dilihat pada tabel 10. Gambaran sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus aspek kognitif dapat dilihat pada tabel 12. Perbandingan Gambaran sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus dari aspek psikomotorik dapat dilihat pada grafik 6.

Perbedaan persentase sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan gender dapat dilihat pada tabel 16. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik dibedakan antara guru laki-laki dan perempuan. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek kognitif rata-rata berada pada kategori baik.

Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek afektif di sekolah dasar inklusi rata-rata berada pada kategori baik. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik di sekolah dasar inklusi rata-rata berada pada kategori baik.

Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Skala Sikap
Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Skala Sikap

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi dan Subjek Penelitian

Ketiga sekolah ini terdaftar sebagai SD inklusif di Kabupaten Magelang berdasarkan data yang dihimpun oleh PK-LK Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang pada tahun 2016. Dan berdasarkan data pada website resmi KEMENDIKBUD pada laman kemendikbud .go.id, yang mana memberikan pendidikan inklusif kepada SD Mendut pada tahun ajaran 2016/2017 bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan pendengaran, disabilitas intelektual, disabilitas fisik, ketidakmampuan belajar, autis dan berkebutuhan khusus lainnya, serta berkebutuhan khusus ganda. Masih mengacu pada website kemendikbud.go.id, pada tahun ajaran 2016/2017, SDN 3 Ngluwar menyelenggarakan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, meliputi gangguan pendengaran, disabilitas intelektual ringan dan sedang, disabilitas fisik ringan, ketidakmampuan belajar, autisme dan kebutuhan khusus lainnya, serta kebutuhan khusus untuk tipe rangkap.

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru kelas di sekolah inklusi di wilayah Kabupaten Magelang. Perbandingan lebih jelas antara guru laki-laki dan perempuan pada SD inklusif di wilayah Kabupaten Magelang dapat dilihat pada grafik 1 di bawah ini.

Tabel 7. Deskripsi Subjek Penelitian Sikap Guru Kelas Terhadap Anak
Tabel 7. Deskripsi Subjek Penelitian Sikap Guru Kelas Terhadap Anak

Deskripsi Data

Diperoleh skor sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi wilayah Kabupaten Magelang berdasarkan Gambar 2. Dengan demikian dapat diperoleh informasi bahwa sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus pada aspek kognitif rata-rata berada pada kategori baik. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek afektif dapat dilihat pada tabel 12 dengan jumlah 9 orang dengan kategori sangat baik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah komprehensif wilayah Kabupaten Magelang berada pada kategori baik. Hasil Sikap Guru Kelas Terhadap ABK Berdasarkan Aspek Psikomotorik Di Sekolah Komprehensif Kabupaten Magelang. Data sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS Statistics 17.0 for Windows.

Dengan demikian, rata-rata skor sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik adalah 72,04. Untuk lebih memahami perbedaan sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus menurut gender dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 8. Sikap Guru Kelas Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Tabel 8. Sikap Guru Kelas Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Mean Sikap Guru Kelas Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Berdasarkan tabel diatas, rata-rata sikap guru terhadap anak berkebutuhan khusus sebesar 3,0839. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata sikap guru memenuhi kriteria. Rata-rata tersebut diperoleh dari rata-rata per aspek sikap guru terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek kognitif sebesar 2,89131 dan dapat diinterpretasikan sesuai dengan kriteria yang digunakan. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek afektif sebesar 3,2039 yang berarti rata-rata guru kelas berdasarkan aspek afektif mempunyai sikap yang memenuhi kriteria.

Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik menunjukkan rerata per aspek sebesar 3,15641 yang dapat diartikan sebagai rata-rata memenuhi kriteria. Rata-rata sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus didasarkan pada aspek kognitif dengan indikator keyakinan terhadap adanya perbedaan individu pada anak berkebutuhan khusus. Terdapat satu item yang meannya belum sesuai dan berada di bawah kriteria. Sikap guru kelas berdasarkan aspek kognitif dengan indikator pengetahuan tentang materi sesuai untuk anak berkebutuhan khusus terdapat satu item yang rata-rata kurang sesuai dan berada di bawah kriteria.

Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus didasarkan pada aspek afektif, dimana indikator perasaan guru terhadap anak berkebutuhan khusus bernilai satu poin yang rata-ratanya berada di bawah kriteria. Sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek psikomotorik menunjukkan rata-rata yang sesuai dengan kriteria berdasarkan indikator kesiapan menjadi teladan, kemauan menjalin komunikasi dan kemauan mengajarkan metode dan media pembelajaran kepada anak. dengan kebutuhan khusus.

Tabel 18. Mean Sikap Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Tabel 18. Mean Sikap Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Pembahasan

  • Sikap Guru Kelas Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
  • Sikap Guru Pria dan Guru Wanita Terhadap Anak Berkebutuhan

Dengan demikian terlihat adanya guru yang mempunyai sikap yang sangat buruk terhadap anak berkebutuhan khusus. Kesimpulan mengenai sikap guru terhadap anak berkebutuhan khusus sebagian besar berada pada kategori baik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan skor sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus, perlu dilakukan peningkatan aspek kognitif guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus.

Aspek kognitif dengan nilai rata-rata sebesar 68,04 menunjukkan bahwa rata-rata sikap guru dari aspek kognitif berada pada kategori baik dalam sikap terhadap anak berkebutuhan khusus berdasarkan aspek kognitif. Skor rata-rata sebesar 72,04 pada aspek psikomotorik menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus sebagian besar berada pada kategori baik. Rata-rata total skor sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus antara guru laki-laki dan perempuan menunjukkan perbedaan sebesar 0,20 dengan rata-rata skor guru perempuan lebih baik.

Berdasarkan aspek psikomotorik, selisih rerata nilai sikap guru kelas terhadap anak berkebutuhan khusus antara guru laki-laki dan perempuan adalah sebesar 0,05. Penelitian ini menemukan bahwa guru perempuan juga menunjukkan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kecenderungan berperilaku baik terhadap anak berkebutuhan khusus.

Keterbatasan Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Skala Sikap
Tabel 2. Kisi-kisi Skala Sikap Sebelum Dilakukan Uji Validitas
Tabel 3. Hasil Validitas Skala Sikap Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus  (ABK)
Tabel  distribusi  frekuensi  digunakan  untuk  menampilkan  sebaran  data  yang  diperoleh
+7

Referensi

Dokumen terkait

Populasi penelitian ini seluruh guru di sekolah dan lembaga layanan bagi anak berkebutuhan khusus di kota Yogya- karta berjumlah 10 sekolah luar biasa (SLB) dan 35

Luaran kegiatan berupa adanya kemampuan guru dalam melaksanakan/ rintisan program pendidikan inklusif Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah dasar, yang

Luaran kegiatan IbM ini adalah adanya kemampuan guru dalam melaksanakan atau merintis program pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah

Evaluasi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Kota Tasikmalaya. (Tesis) Sekolah

Peran lingkungan sekolah terhadap keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah Nitikan Berdasarkan hasil wawancara kepala sekolah, guru kelas III, serta guru

Hanya sekolah inklusif yang mau menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk belajar di sekolah tersebut bersama-sama dengan teman sebayanya. Sekolah inklusif memberikan

Namun perlu dimaklumi juga bahwa pihak kepala sekolah dan guru belum memiliki pengetahuan yang lebih tentang pendidikan inklusif dan anak berkebutuhan khusus

Selain empat kompetensi yang harus dimiliki pendidik untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus, guru kelas di sekolah inklusif hendaknya juga memiliki beberapa kompetensi yakni 1