G SJMBOLIK MELAWAN KORUPSI:
AN :~.::tsiMIOTOK pUISI MENOLAK KORUPSI Oleh:
Dr . .Junai<li
(Deknn Fakultas Hmu Budaya Unilak) email: [email protected].
Abstrak
Korupsi inei~adi n1usuh utama bagi bangsa Indonesia saat ini sehingga korupsi harus diperangi. Berbagai cara telah dilakukan untuk melawan kuatny~ korupsi, seperti pendekatan hukum dan politik. Namun k~nyataannya korups1 semakin banyak terjadi di Indonesia. Pendekatan lain yang dapat mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia adalah pendekatan kultural yang melibatkan partisipasi publik dan penyadaran nilai-nilai kejujuran dalam diri manusia. Para penyair Indonesia telah melakukan gerakan kultural untuk memerangi korupsi dengan cara menulis puisi menolak korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat menolak korupsi dengan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat puisi menolak korupsi secara tegas di Indonesia karena korupsi telah menyebabkan bencan~ kerusakan, penderitaan dan kemiskinan bagi bangsa Indonesia. Daya rusak korupsi sangat kuat sehingga korupsi harus diperangi dengan berbagai pendekatan. Perang simbolik yang dilakukan oleh para penyair Indonesia dengan cara menulis puisi menolak korupsi memiliki kontribusi dalam 1:1embangun semangat anti korupsi dalam diri bangsa Indonesia Perang simbolik ti~ menggunakan kekuatan fisik, hukum dan politik. Tetapi perang sitnbolik dilaku~an dengan cara membangkitkanjiwa bangsa Indonesia untuk menolak korups1 karena sebenarnya dalam · · J1wa se iap manus1a potens1kon1ps11tu ada. 1· · · · · Kata kunci: Puisi, Perang simbolik, Pemberantasan korupsi
Abstract Corruption is the enemy for th . d .
aim 0rthis· \'tud . . e zn oneszan today. It must be foue,ht. The
'J , · Y rs to examine thefio . h · ~
semiotic a_p,nroach Th
I ur poems t at reject the corruption by
JJ • e res·u l'l show d th h .
corruption in indo 7 •• • er. • • e at t ejourpoems explicid_v rejects ne~ta . . ~ymbohc war in t} . h Indonesian poet\· have .
1 .b ?e poems that wrae by r e
h . con n utecl to build th . . . . .
1 e lndon<:siun people. , e spznt oj anti-corruprwn m
Keyword: J>ot1. nn \. , , ym ' h o 1 le wca: ,:orruption rejection.
46
PENDAHULUAN
Korupsi n1enjadi persoalan sosial yang sangat 1nenganggu pe1nbangunan di Indonesia. Korupsi telah meran1bah ke seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia saat ini.
Korupsi ibarat penyakit kronis yang terus merusak kehidupan bangsa Indonesia. Mulai dari pejabat negara sampai pej a.bat daerah berlomba- lomba untuk mendapat kekayaan secara salah dan merugikan rakyat.
Lebih parahnya lagi, korupsi dianggap perbuatan biasa dan para koruptor tidak merasa bersalah kepada rakyat dan tidak pula merasa berdosa kepada Tuhan. Padahal korupsi adalah kejahatan yang dapat merusak bangsa.
Pemberantasan korupsi bukanlah persoalan mudah di Indonesia sebab korupsi telah menjadi budaya yang telah berurat dan berakar dalam masyarakat Indonesia (Azra, 2002:
31-36).
Sa.at ini korupsi tidak lagi menjadi persoalan lokal tetapi korupsi tel ah menj adi persoalan dunia intemasional. Pada tahun 2003 United Nation telah mengeluarkan konvensi pemberantasan korupsi. Dalam bagian pembukaan konvensi itu dinyatakan:
;~Concerned about the seriousness of problems and threats posed by corruption to the stability and security of societies, undermining the institutions and values of democracy, ethical values and Justice andjeopardizing sustainable
development and the rule of law". Artinya, negara yang terlibat dalam penandatanganan konvensi ini prihatin atas keseriusan ma<,alah dan ancaman yang ditimbulkan korupsi terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat, yang merusak lembaga-lembaga dan nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai etika dan keadilan serta mengacaukan pembangunan yang berkelanjutan dan penegakan hukum. Kutipan di atas menegaskan bahwa korups benar- benar sangat merusak bagi kehldupan berbangsa sehingga korupsi harus diberantas sampai ke akar-akamya.
Pemberantasan korupsi harus dilakukan karena korupsi sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia.
St~tus bahaya korupsi dapat dilihat dalam dasar penyusunan Undang- Undang No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yakni "bahwa tindak pidana korupsi sangar merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dan menghambat pembangunan nasional, sehingga harus diberantas dalam rangka meivuj udkan masyarakar adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan U ndang- Undang Dasar I 9-15. '~ Pemerintah Indonesia sebenainya telah n1enyadari bahwa korupsi harus di be ran tas tetapi tern ya ta pe.mberantasan korupsi sulit dilaksanakan di Indonesia. Berbagai kebijakan dan program telah dibuat
untuk pen1berantasan kon1psi. Bahkan 47
b tuk Komisi . l t lah mem en
pemennta 1 e • bertugas Pemberantasan Korup~t ya~gd? an
k koord1nas1 eng melaku an melakukan
l·,1stansi vang berwenang ·d ,/ · d k pz ana . emberantasan tin a .
~orupsi,· supervisi terhadap instansz ber,,venang melakukan
yang r . •
pemberantasan tindak pzdana korupsi,· melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntuta~
terhadap tindak pidana korupsz,· melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi,·
dan melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. Saat ini KPK menjadi ujung tombak dalam pemberantasan korupsi. Bangsa Indonesia memiliki harapan yang besar kepada KPK untuk mengakhiri korupsi di Indonesia.
. Terk~t pemberantansan korupsi d1 Indonesia, Human Right Watch
~~0~9: 7) dalam risetnya yang berjudul Wzld Money: The Human Rights Consequences of Illegal Lo .
d , . ggzng
an Corruption in Ind .
Fi onesza
s
orestry Secto~" merekomendasikan kepada pemermtah Indon .
"reduce ill l es1a untuk . ega logging
assoc1ated corntpt' b and . . zon y en-rorc.
ex1sttng forestry l Ul mg aws and . money launde . antz-
. rtng and •
corruption lei , anti-
lW,L Seb-
pendekatan pol1't1·k -1 enurnya
h ( an pe ct k
ukum telah d' I· k n e. atan
i a ukan d
pemberantasan tindak ·ct alam Dalam pendekatan
o lr
kana korupsi.t e I ah me Oge 1 . P k. · ti Pernerintah
uar an b
erbagai
48
kebijakan dan regulasi terk .
b t k .
a n
pem eran asan orups1 sedangk pendekatan hukurn digunakan
un:
membawa kasus korupsi ke wila h
M ki ya
hukum. es pun pendekatan Politik dan hukum telah dtlakukan, temyata korupsi semakin menjadi-jadi di Indonesia. Pendekatan politik tampak mandul clan pendekatan hukum pun tumpul karena berbagai cara digunakan oleh para koruptor
clan
kroninya untuk terbebas dari hukuman tindak pidana korupsi. Semakin kuat gerakan untuk memberantas korupsi semakin laju pula praktik korupsi.
Selain pendekatan politik dan hukum, korupsi dapat diberantas dengan pendekatan kultural. Bahkan pendekatan ini dianggap lebih efektif karena melibatkan partisipasi publik.
Dalam pendekatan kulturaL ditanamkan nilai-nilai kejujuran dan budaya anti kon1psi menjadi semangat utama dalam berbanasa 0 dan bernegara. Selain itu, dalam pendekatan kultural masyarakat dibentengi dengan nilai-nilai yang bisa memberantas korupsi dan masyarakat diberdayakan dalam pemberantasan kon1psi.
Salah satu gerakan kultural untuk
01enolak korupsi dilakukan oleh ko muru· tas penyair Indonesia, deng an cara menulis puisi menolak korupsi ~ menerbitkannya dalam bentuk antologt
Puisi
M
eno ak Kor1
ups1..
parakh
Penyair di Indonesia memiliki cara usus ll.ntuk me la wan derasnya ~ ,..111.. 5'!.mwl '/~.mlol(a ·JJ11cluuo (: I 1, .1--· , .
cl' 7 • • t> . ( , ) / ;,· ·1 ,
, , l., - r/ ll ! ,e.L)//;
korupsi di Indonesia. Penyair Indonesia telah n1enabuh genderang perang 1nelawan korupsi di Indonesia dengan cara-cara sastra, yakni dengan menulis puisi yang menolak mengkritik~ dan mencaci-maki perbuatan korupsi dan para koruptor.
Untuk n1enguatkan perang simbolik melawan korupsi, buku antologi tersebut dibuka dengan sebuah pengantar yang disampaikan oleh salah seorang Komisioner Komisi Pemberatansan Korupsi, Bambang Widjojanto. Perang yang dilakukan penyair Indonesia bersifat simbolik.
Artinya perang dilakukan dengan menggunakan bahasa agar aksi korupsi yang dilakukan • koruptor dapat diberatas. Kata-kata mempunyai kekuatan dalam merubah perilaku dan pikiran seseorang. Kekua.tan kata- kata itu digunakan oleh para penyair Indonesia untuk melawan korupsi.
Penolakan terhadap korupsi akan berperan dalain hati dan j i wa manusia.
Perang simbolik melawan korupsi melalui puisi merupakan ekspresi voices of conscience a.tau suara hati nurani manusia untuk memberantas korupsi. Perang simbolik ini merupakan gerakan kultural yang dilakukan para penyair Indonesia untuk mengalahkan para koruptor agar Indonesia terbebas
dari korupsi. .
Berdasarkan realitas korupsi yang terjadi di Indonesia dan adanya gerakan penyair Indonesia untuk menolak puisi, tulisan ini secarakhusus
diarahkan untuk meneliti gagasan perlawan terhadap korupsi yang terdapat dalam puisi menolak korupsi.
Peneli tian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes, yakni pembacaan tanda lapis pertama (konotasi) dan lap is kedua ( denotasi) serta dilanj utkan dengan penemuan mitos dalam setiap puisi yang dibahas.
Dengan pembacaan kedua lapis makna dan penemuan mitos, tanda- tanda yang terdapat dalam puisi dapat diperoleh maknanya. Data utama penelitian ini adalah lima puisi yang tulis oleh pengarang yang berbeda. Tahapan dalam penelitian ini adalah membaca, mencatat dan melakukan interpretasi atas tanda-tanda yang terdalam dalam objek penelitian. Selanjunya akan dilakukan penyajian hasil dan penarikan kesimpulan.
Kehidupan manusia penuh dengan simbol. Bahkan Cassirer ( 1944) menyatakan manusia sebagai Animal Symbolicum. Artinya, dalam berinteraksi manusia memerlukan tanda atau simbo l. Secara khusus, ilmu sastra sastra memberikan perhatian pada ilmu tanda atau semiotik dalam memahami karya sastra. U nhik n1eW1at pentingnya semiotik dalam sastra ada baiknya melihat posisi karya sastra dalam kehidupan manusia terlebih dahulu. faruk (2012: 77) secara filosofis mengatakan bahwa "karya sastra adalah objek menusiawi, fakta kemanusian, atau fakta kultural, sebab
49
. "
· 1 . taan manus1a . merupakan has1
;~~
bah wa karyaFaruk menegas • berbeda b · fl t khas sehmgga
sastra ers1 a . lainnya seperti fakta kemanus1a . d~ngan . 1 dan sistem ekonom1.
s1stem sosia k da
Kekhasan sastra terleta pa_ . konstruksi karya sastra itu send1n.
Faruk(2012: 77) menjelaskan bahwa
"karya sastra dibangun atas hubungan an tar tanda dan inakna, an tar a ekspresi dan pikiran, antara aspe~ l~ar dan aspek dalam." Dengan dem1kian karya sastra dipandanga sebagai fakta simbolik seperti yang disampaikan Mukarovsky (1978).
Tanda utama yang terdapat dalam . karya sastra adalah bahasa.
Prado po (2002: 121) menegaskan bahwa bahasa merupakan media karya sastra yang merupakan sistem tanda yang mempunyai makna. Tanda yang digunakan dalam bahasa bermakna bila dilakukan proses pemaknaan. Proses pemaknaan karya sastra dilakukan dengan pembacaan t~utla-tanda yang ditentukan oleh s1s:em tanda yang berlaku dalam karya sastra. Karya sastra b.
1asanya menggunakan bahasa khas y k . bahasa perlambangan K k, ha n1
bah · e asan
asa dalam kaiya sastr
lahir
. ame kan
s1stem tanda tersendiri dal k am arya sastra. Lotmann (
1977 _ 1 menegaskan bahwa met f. S)
k · a ora
onotas1 dan bahasa perlamb '
buk bahasa . angan
an b1asa yang dipergtlnak sehari-hari tetapi bahasa yang memii:
muatan kebudayaan. Sehingga 50
pembacaan tanda-tanda karya sastra perlu melihat makna kultural Yang terdapat dalam masyarakat Yang melahirkan karya sastra denga menggunakan semiotik. n
Salah satu tokoh pentin se1niotik adalah Roland Barthe;
Dalam bukunya . Elements of Semiology ( 1964 ), Roland Barthes menyatakan dua tingkatan bahasa
}
yakni bahasa sebagai objek dan bahasa se bagai meta bahasa. Bahasa itu sendiri merupakan suatu sistem tanda yang terdiri dari signifier (penanda) dan signified (petanda).
Sistem tanda pertama disebut dengan denotasi dan sistem kedua disebut dengan konotasi. Terkait sastra.
bahasa yang digunakan dalam karya sastra 1nerupakan sistem tanda tingkat pertama, sedangkan konvensi sastranya digolongkan sebagai sistem tanda la.pis kedua. Oleh karena itu.
untuk menemukan makna karya sastra
dapat dilakukan pen1bacaan secara denotatif dan dilanjutkan dengan pem bacaan secara konotatif.
Pembacaan tanda la.pis pertama bersifat literal dengan merujukpada kainus sedangkan pe1nbacaan pada la.pus kedua berisifat kultural dengan inelihat konvensi-konvensi kesastraan akat yang berken1bang <la.lam masyar ·
HASIL DAN PEMBAHASAN
· tik Pembacaan secara senll0 at terhadap tanda-tanda yang terdaP
l·rna puisi n1enolak korupsi 1am 1 •
da 1. dengan pen,1elasan makna i·awa 1
LI t si untuk n1enem ukan 1nakna deno a. b . . . . S I
. 1 dari bagian- agian pu1s1. ete ah htera 1· 1 d•·1. . '
J'
eroleh makna 1tera 1 al1_J uti<an ip ,,.ru1 pene1nuan makna konotasideJ1::-L .
t tk mengungkap latent meaning
tUl t .
tau makna tersembunyi yang terdapat
~alam puisi tersebut. Untuk melengkapi hasil penelitian, diungkapkan lagi mitos atau idealogi yang tersembunyi dalam setiap puisi.
1. Puisi "Kutbah Air Mata"
karya Abdurrahman El Husaini
Berdasarkan pem bacaan semiotik tingkat pertama dan tingkat kedua terhadap puisi "Kutbah Air Mata", berikut diringkaskan hasilnya dalam tabel 1 :
Tabel I: Pembacaan semiotik puisi "h:utbah Air Mata"
l i: ~~:t :isis-.• ·;A.• Pidato ai~~~:asi-'.,i •·:::i;::tota:~nX:1::~
akibat kehancuran yang ditimbulkan oleh korupsi
k di Indonesia.
/ )l'a, kesempatan itu Aku Jirik mengatakan Korupsi yang semakin I masin ada/ akan terus bahwa apabila masih ada kuat terjadi Indonesia
• kusampa,kan kutbah itu/ kesempatan atau waktu, telah mendatangkan d, pantai-pantai/ lidah ia akan menyampaikan kehancuran dan
1 tsunam, akan selalu khutbah di pantai dan ia penderitaan bagi bangsa
I: menjilati tubuh kota/ mengatakan bahwa Indonesia .. b1ia dosa-<lo k
· stmak sa ·oruptor/ bencana tsunami akan 1 da ging '0 mendarah melanda kota bila para koruptor terus berbuat dosa dcngan melakukan J1ka -;;;-i;- koru1>si.
~.,1 1 "" tda waktu/ Aku lirik kembah
htbilli ~: ~u tenakan mcuyatakan bohwa ,a
!.",nw1 .. , . 1 ~unun~- akun menyampa1ka11
, ,L II mulut ,,~'"P" k b I J
1 ••1U1 51:I 1 .,. • ·u1 a 1 , yu11uny-gunung
· b1b,r I
u melumat untuk 111en1111111111ka11
, ko111111u1 b 1 ~ .,
prak11k k I u bahwa 11tmp11 akun
\~ &(!muk111 tcrJad, b,la prak11k 1J1k~ rna$I ·----kurup_i;, tc:~ crJ~-
· I\J.arakw "k, 1 ternsa Aku lirik m~nuin~utkun
b ~ an ltl\J~ k I b . . ,P
I llta~an is, k b u a~1 ahwa Jtka ,n mus,h dt l\ln~aj. ·u, ah llu/ pun)'a wuktu 1naku ,a I b . sun~a, / lilll . .. •
1 AOJ1r akan . u~n s~un terusk11J1 mtmbucu 111k1r , ___ menKgulun~ kutbah di SUJ1~1 unlUk
I
n,- o,utamu/ b'i
·'"11Jlll1 liar 1 8 menlllltakan bahwa banJir
t.einak,n tumbut tKN akan melunda kota b1la
~ 1 su iur praktik KKN terus
- - tiiJalankan. i
Bencana akan terus datang dun akon m~rusuk keh,dupan di lndones10 bilu prnk11k korupsi torus tllr]Udi.
Elcn~Hnu .. iikiin -ldruS.
uo1u1111 dan ukun mcrllllu~
k11h1dupun bda prt1kt,~
KKN 1~1us dilukukan.
Dalam puisi ini korupsi dipandang sebagai perbuatan dosa karena korupsi tidak hanya merugikan negara tetapi juga merugikan banyak orang. Uang pembangunan yang bersumber dari rakyat seharusnya digunakan untuk menyej ahterakan rakyat. Na.mun, karena ulah para koruptor uang rakyat tidak sampaikan ke tangan rakyat. I rulah dosa terbesar koruptor kepada rakyat. Karena besamya dosa koruptor, alam pun murka kepada bangsa Indoensia.
Secara literal kutbah [khotbah]
bermakna pidato yang berisikan pesan dan nasihat agar orang berbuat kebenaran dan air mata berrnakna air yang keluar dari mata manus_i~ ~bat menangis. Secara konotatif. ?iJul puisi ini n1enandaka:1 kescd1ha~ sangat mendalam akihat kor~ps1 yang inelanda Indone~ia. Kese~1h~ mendalan1 itu ditandat okh hodimya
la 11 vang mdanda tig•1 bcncana a ( t • .., . l d'onesin akibat korupsi, y~kni
n d B 1kut
tsuna1ni, gem pa dan banJ lf .. er konstruksi korupsi-dan ak1batnya dalam puisi ini.
51
1<1nn l • 1 . 1<nn!oltrt1l(SI ltol'llf)S {;i\fl\ )1\1 • •
,,ldb•1tnYJ'
n1011jllnll ,,,1,uh kOIA
I
\l(l 1''<1 t'JnlA•· . . . ,·.-uiAll1I _ . t11di1J1t1RI hihlr kolll
~~'IR\'l'~I I hun11,~ ... 11c,1111n - - : n1c11~g11l11nij tikor kotn l-,()\l,\'l'SI S1,1111~,-.... ·~•n1111r _
. awal puisi
Pada bagtan .
ditunJ· ukkan adanya hubungan kon1ps1
· pemah dena:an bencana tsunru111 yru1g
mel;nda Indonesia. Kaitan antara -~tsunami yang menj ilat kota" dengan '·dosa koruptor" menandakan betapa dahsyatnya daya rusak korupsi bagi kehidupan manusia. Frasa "menjilati tubuh kota" menegaskan bahwa korupsi telah menjadi bencana yang dapat merusak kehidupan manusia.
Puisi ini juga menegaskan bahwa korupsi harus ditolak karena perbuatan buruk ini dapat menyebabkan alam marah, yakni dengan datangnya tsunaini. Seperti diketahui, tsunami adalah bencana alam yang sangat dahsyat. pemah melanda beberapa daerah d1 Indonesia. Signifikansi alam pun marah aki bat ulah para koruptor meneg~kan sangat buruknya tindakan korups1.
Kemarahan alam kem
ct·
d·t, d . u ian
1 an a1 dengan ungkapan " /
gem ka mu ut
'JXI a n selalu melumat b 'b.
kotam ulbi I a prakti k k 1 '.r
~- k. orups 1;
. ema in mengguritc," .
mcnegaskan bah wa . b . . In i
r>er uatan kort1psi menycbabkan gernpu hl11:n1· · · • K orup ·- . 1 t.elabrrn..:ugglu1can" lndnncsi~ ~ .. 1 · ~ 1 . c . ,~ - ungga
n_dones1a bcrada dulain Pro:se~ kehancunrn. I-' rasa ·~semak.
meng . " in
igunta mcnandakan bahwa
52
praktik korupsi semakin
kuat clan
telah merambah_ ke be:bagai aspekkehjdupan d1 Indonesia.
Pada bagian selanj utnya digambarkan pula datangnya banjir dari sungai yang menghancurkan kot.a- kota akibat semakin berkembangnya korupsi. Dalam bagian ini.
digambarkan bahwa tidak han;~
korupsi yang menye babkan
bencana
tetapi ada juga kolusi dan nepotisme yang semakin memperparah kondisi bangsa Indonesia. Kedatangan barJir menandakan bahwa korupsi menjadi bencana besar yang dapat merusak Indonesia. Penggunaan frasa ~~nnnpm liar" yang merujuk kepada KK\menandakan bahwa praktik kolusi.
korupsi dan nepotisme adalah perbuatan ilegal yang merusak kehidupan bangsa Indonesia
Pada bagian akhir puisi in.i ditandai dengan pertanyaan temang mengapa korupsi terus saja t~rjadi padahal alam telah menunjukkan kemurkaannya. Meskipun tsunamj. gem pa dan banj ir telah terjadi berulang-ulang kali di Indonesii.
bangsa Indonesia belumjuga marnpu menghentikan korupsi. Twpakn?
bangsa Indon~sia tak peduli lngt dengan tandn--tanda kcnurrkaan alarn aki bat dos a korupsi. Me ski pun korupsi terus menohancurkan kehidupun bangsa Indo~esi~ prakti~
korupsi terus terjadi sebab koruPst telah tnelekat dalam diri manusia.
pada bagian penutup puisi, tidak Jagi aJa.m yang ditampilkan terkait
~da . T .
1 ,,:>bnb korups1. etap1 yang
p<,;11) ~ t ' ' • '
ti. ,u,1pill~nn adnlnh enam pres1den yang
l t~ . . I :l
pernnh mem1mp111 . nc onesia.
K,eg:1galan enan1 pres1den dalain inengehentikan korupsi 1nenandakan kegagalan pemerintah Indonesia dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Meskipun sudah ada KPK, praktik koiupsi terus saja terjadi di Indonesia.
Puisi ini mengisyaratkan bahwa alam tidak bisa menghentikan korupsi tetapi alam akan semakin murka bila praktik koiupsi terns terj adi di Indonesia. Yang bisa menghentikan korupsi itu adalah b~ngsa Indonesia sendiri yang d1dukung oleh komitmen yang kuat oleh pemerintah.
Mitos yang dibangun dalam puisi ini adalah kuatnya daya rusak korupsi sehingga korupsi menjadi bencana bes~r yang dapat merusak berbagai kehidupan di Indonesia. Meskipun ko rups1 · telah merusak Indonesia korupsi belum bisa dihentikan di 1nd0nesia. Bahkan praktik korupsi
~rus
menguat di Indonesa. Pemerintah nd0nesia dianggap gagalrnengh enti ·kan korupsi karena temyata
Prakt'k • 1 k orups1 . terus meltias dan telah rnenJadi tradisi.
J. Puisi "Tolong Bcrhcntilah'' karya Agus Sri Danardann
Has1·1 b · 'k
. pem acaan se1n1ot1 · tingkat pertama dan tingkat kedua
terhaclap puisi "Ti 1
· • 0 ong Berhentilah"
dtnngkaskan dal-· ~ am ta b el . berikut· . '
, Tnirrl 1: Pftmh•t••n , '
- IJ,~1_ Al!lilt•I• I ,r.mlm,k p11hl '.'J~ln~r~rti, •
1nlo11g lx:rtw:r,r,lrit, -- f ~ nu!Jlfl .,__ nlll,b -•·
I
Perrn1n,~,,n "'""'"' -• , I 11,~-~I~ r,1>!'1~ ~ l ... at, • · -• trr,.l;w;,11~_.11
lolo,~ j" - - - · ~mun:ifik.,n,i,,,..,.,
er icn11lnh/ ~,c•w, Ak - - - pr:11<~..-r,.rw.1 I<
1cn11111g kclcrnlnran ''""~; ·•• l1r1, 11',;m,nt, -~,,..,.~-,:--,,_ ~'P'' .111,,.. • r,r-,- ornn~"'"•"~ Ile~ · ''"" l<!.!a/
' ,,,_,, yang 111c111b1l:,ng di bcrll • ·"'' 1~~
scmun kcpaln/scbab h:1 , Kar., "''"·'"~ ·'"*.., >'!Pl• . ~,....
scmkah/, • . nya :ingb ka"' - 1 """' 11
• ~ , , . , d·,n b ~1t1s, namr, nng,c ' kc'ICr,1knlt1n •. ,,;"" ~..+,.r,~"'" '"""' -.,
I , nny,1 n<1nm/ incncl;rn n:1rir !!1"'11n ~AJf",y,r.,, .O--..,r.t', ~ · .u1gka-angka. ' , OOJ!IC 11"0 ~-•)Yak rt/t/;,t ... • K
"'""" l~inn-1a ld:rh I rtl:,/i ""Y-1..,,, _,,.,,.,.
mcncun angl<a-angh r.w· ""'11r,.,- ~
' y'ifl ~
""'"'""'••fr:in ~
lolong bcrhc111ilah bicara Aku link ,mr::r,;b
konscrvas, alan, y·mg O . mcm,n1,, lf..cmu~ !t;,n ~
k ' r.ing~r.ing umuk ·
mcngc al di scm101 bcrhcn11 . ICJ'J;idi d:!lan ;--1,-:w- l"1111pamn/ scbab hanva tenlang konsc ~rb~.,r,, ,0~111 ~ , , _ . '1!:t;:i;
;unarah/ pcn;unbang,111. karc,~1 "''.~' a am ' ~r•~ i;er-,.;:a..,.
pcmbalakan d· ' IIVlia.s pcnyelam:un . _
. . . ,m pcnrsakan alam rcru.s 1e1 . - pcrtmru.111 mcmbrak har d, saja IC ·tdi ilJ)1 pc~,s;,1,,.,. "'-
mana-mana IJ• sepen, rcn,~ 'laJa c,:,µdi
· pcn;imbang.1n. I
pcmbalakan d.,n I ocrbuni:m.
lolong bcrhcnlilalL bicara Aku lirik mcminla Kcmumfikan , - l~nlang rcfonnas, b.irokrasi orang-orang bcrl,cnu I rcrjadi dalam '""°"
y,mg_ tcnaia mp, d.• scmua bica111 rcfonnas, i,:fonnas, ,dJ;i/r, ~
lcmb.iga d.m. 111s1ansi/ birokrnsi yang dilakuk.,n orang yang be1t ~
sebab hanya llpu lepok/ bcrbag.,i instansi scbab i,:formas, 0, . , ; :
~a:7~~~:~ kon:•Db~:~~ ~~~::" :~:ui ~~~ ~";;."::'bn .,,:;:
1nc~Jnkan 1bhs d.111 peril unluk mcnu1upi praklik- P:ldahaJ rtforn=
gaJ1. Un~1. d.111 . likus p111k1ik. kccurang.1n d.1n b,rok,:,s, ~ "
bcrdasi/ seJal,m seras,. korups, yang dilakukan unruk mcmbel31ltOS olch pam pclinggi , korupst.
Indonesia.
lolong, bcrhcntilah bic,1rJ Aku link mcrrunta , Kcmuroiikan se:::m:3 segala umsan. apalagi omng-0111ng bcrb,c.1111 mcnjad,. ia=,1r.
membcr.uuas korupsi/ scgala hal, khususnya kcmunafikan
=
sebab hanya percuma/ 1en1ang pembcra111asan I pemberaJUSall (OIIJF5I orkcslra kcscrakahan korupsi scbab ilu udak scllab n:iisu kalian/ scnyapkan llcndang bcrguna karcna ' la:scrnkall:ln wn:ECt
kcmiskinan kami. kesemkahan para J•uh ld"h kllJI ~
korup1or rclah puda 11US1 -
menga~1hlwn progr:im membcia k<p:OWl!!P"
kescJntcraan unruk rak)·3L rakva1
Puisi ini diarahkan untuk
melawan praktik kemunafikan y3.ng terjadi di Indonesia. Gagasan, wacana.
gerakan, penegakkan hukum dan kebijakan pemberantasan korursi sering digaung-gaungkan di ln1.fonc:si~~ Namun semua in1 tcrk~s..u1 bas:1-b~s1 saj a se bah prak t ik h1_rup~ i tc"ru~
meningkat dun scnwk1n parJh d1 . l . 't1' ··1 t)l'nw-t wrn'-! \'ang
f ndoncsm. roms ., , ~ ..u•o ~ ._. - .
menvunnlkan p~mbcr..u1t~L~~~, l-.l)rups1
·~1- ·1·i..,1rk··1sus korups1. Bahk~m banyul\. tel l l'll ii• - ' -• . . -. •
.. l . k1'111 y·uu! mcngadil1 ko::iu::>
par a 1,1 . • -:- . k· 'k
• · ·t t --r1th·1t dalam pr .. l ll
korups1 Jug~ 1.: . " •• •
korupsi. Bcgitul.th parahnya kusus
. . . .- 1<cn1un1hnn
korup~, d1 lndn1H.:.st1L · ..
h ,. cm hL:ntn tasc.111 tNhad:,p bnsn• ns1 p , . I· . k 'l1~i mcn1'ndi gngasnn utun1<1dtt. u~
\)\"\ ·" · · k t ks1 puisi ini. Bcrikut ilustras1 on ru . kenHHahan terhadnp bas~ .~a.s1
k · dalam pws1 1ru: pernberantan 0111ps1 '
Keternturnn Angka-angko
~Konservasi Alam 13ERHENTI BICARA Reformasi Birokrasi
Pemberantasan Korupsi
Puisi ini dibuka dengan ungkapan kemarahan atas kemunafikan menjalankan tugas negara. Tiga nama ikon koruptor Indonesia digunakan dalam puisi ini, yakni Gayus [ Gayus Tambunan] terkenal dengan kasus manipulasi pajak, nazar [Nazarudin]
adalah politikus partai Demokrat yang terkenal dengan kasus korupsi Hambalang dan Angie [ Angelina Sondakh] terkenal sebagai politisi perempuan dari Partai Demokrat dalam kasus korupsi di beberapa kementerian. Puisi ini menegaskan bahwa para koruptor telah berbuat serakah karena telah mencuri uang rakyat padahal mereka adalah wakil rakyat dan abdi negara yang berperan dalam penyusunan anggaran pembangunan bagi rakyat M . k
b . . ere a
erh1cara tentang
k .. , .-. program
~~~Jubtcraan r~kyat, padahal mereka ah ~cng,arnhil urung rakym.
Sclur· t
, i1u nyu ditampilk·
pcrsc,alan k1:1nun· 1· k <l n k. · L., . u 1_ un Ye.mg tcrJ· udi ter mt n.cu itHu - k
e H u11scrvasi alum. Pant koruptor rncnyuarnkul rv• l
- . ~ i~llY\! a1nat'\n
aJam paduliul d1bt1Jik misi mcr1:ku i;u,
54
tcrdapat m.1s1 pribadi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Akibatnya, program konsevasi alam tidak berjalan tetapi justru praktik korupsi yang semakin parah. Program konservasi alam sering dijadikan laha1:
empuk bagi para koruptor sebab program konsevasi alam ini mudah dimanipulasi dan melibatkan para cukong-cukong bermodal besar.
Persoalan korupsi selanjunya dibidik dalam puisi ini adalah ref orrnasi
birokrasi. Salah satu penyebab korupsi adalah buruknya praktik birokras: ~. Indonesia. Karena buruknva birokra.-,t .,
ini, bahkan dibuat satu kementeria:--.
yang secara khusus menanga.:1:
refonnasi birokrasi. Ironisny~ gerak.:- refonnasi birokrasi dijadikan selubur.~
untuk memperlanjar korupsi oleh par:
birokrat dan pejabat tinggi. Prog:r.r.: reformasi birokrasi hanya scbual~
sandiwara untuk memperlar1i.1~ korupsi. Dalam puisi ini digunJ.kr beberapa frasa terkait kon1psi. yakni kursi manjakan iblis dan peri. FrJS.t1
ini menandakan bahwa sistem birokrasi semakin mcrnanjaklll p;lf-1 koruptoryang dijulnki scb~gai .. iblis"
dan ··peri." Scbuton ••iblis··
mcnandakan sangat hinanya pclaku konipsi kar('na n1erek:1 n1~ncuri unr1l!
rnkynt yang seharusnva digunakan
lll\t\lk k~pentiugan n.tk~at. Scdangkan Schutan '•peri,;-mena~daknn bah\VH p,,ra koruptnr ini cbpat men,rn1pilkaJ1 k~munaftkannya dt:nglm cara berpura~
pura baik clan ingin menye)arnatkan
rakyat dengan cara 1nela.kukan
utU1g ' .
l·traan terka1 t pe111 berantasan
penc
lrJsi Padahal kenyataanny,1
kOI'L t • • (.
~ ·eka tetup 1nenJalankan aksi
111 t.1 · . . .
~orupsi. Dalrun ba~1~1~ 1n1, koruptor
• ,n~.,, cla disebut sebagai . . t1kus berdasi " . .
·TikuS berdas1 senng d1asosiasikan sebagai para pej abat negara yang melakukan korupsi. Sebutan ini inenandakan bahwa para koruptor yang berindentitas pejabat negara telah mencuri uang rakyat.
Pada bagian akhir puisi ini ditutup dengan ekspresi kemarahan atas pemberatasan korupsi. Bagian mt menjadi mitos tentang pemberantasan korupsi.
Pemberantasan korupsi hanya dianggap basa-basi dan penuh dengan praktik kemunafikan. Puisi ini menunjukkan adanya sikap
"muak" akibat semakin kuatnya praktik korupsi di Indonesia.
Ungkapan "orkestra keserakahan kalian/ senyapkan dendang kemiskinan kami" menandakan bahwa praktik korupsi benar-benar di_tata secara rapi agar lebih mudah dilakukan. Bahkan gerakan Pernberantasan korupsi hanya
sebuah c . .
8
ara
untuk menutupt korups1.emaki n kuat kita bicara Pemeberantasan korupsi n1uka
sernak. l . .
d . .' 111 (Uat pula praktik korups 1 kIJalankan sebab akar dan roh eserakahan itu ada dalan1 diri rnanusia.
3. Puisi "Syair Para Pen
Berebut Utang di
r t an~
Utang'' k . egeri MAJ arya Fakhrunas
· . , ahbar
Hasil pem bacaan s . .
t' k ·, , em1ot1k
mg at pertama dan tingkat k d terhadap puisi "Syair Para P<."llgh~~
B_erebut Utang di Negeri Utang"
d1sampaikan dalam tabel berikut: ,
Tabe) 3:
Pembacaan semiotik puisi "Syair Para Pengutang Berebut Utano 0 di
Negeri Utang"
. Unit Analisis Dcnotasi KmcuiD
syair para pengutang Kisah para pc:rnbuai Orang r -
bcrcbul u1ai1g d1 11cgcr. ulang bcrcbu1 utang di bcrlomba-iomoa
ulan\! 11egcri yan!! banyal ,ucmoua ~ oJall
utang. !ndoocs.<a ctl;cad
~ ,q.n ~ $;
:ui =
inilah kisal1 para Diccritakan para lndoocsl3 ,:i.:a:...
pengutang/ bcrebu: utang di pembuat u1ang d1 11egara scooga, rqxa D3ll':1ll negeri berutang/ tagihan yang banyak utang dan utq ciln llr.lll/i datang jcjak pw1 hilang/ kctika iagihan utang lndotcsia ..,;::n ulang berutang j:xh datang me~a 1erl!rasa 1IICIIU)U.Jt .:tnJ bcrbilang I melanken din J.is1 urnng' iemp scnng
=
I pw1 scmak1n bcnambah. mampu n ~lf
I U L l l l ! ! ~ ~
I pun I O \ d ~
1 Para bayi disuguhi susu D1centakJn bah-.a b~ ,. Bero,,g;11 _,,,.
sapi baittuan u1ai1g/ anok- b~ 1 ~illl!l h,dup ill ~d\>Jllpill1 ~ anak pw1 dibcsarkan cblam Indonesia ~ . ! Ill~ .ai. ~ rumnh utang/ n1creka mengkonsumsi susu sap• mulm .bl ~
disuapi nasi dw1 lauk-pauk don bantu31l U(.lltg, d:ll;,r, } . . ~ utang/ sampai usia bclia rumJh tcmp.11 J11Jk-.1D.il,; p..:nim,:e..i,i. ~
tcrbiasa pula utang . tumbuh ju,p Jlln utW\!!. ll'-.kll!. .ui: ~ .ba
111engu1w1g/ sampw • be!' 1 111 ... -• I -•••n•n seMl • M'\ ~ .DA . ~ ~ ku1w1g pun ... bcru1w1g mcn:i.JI JU\!3 disn ut;itl!l. ~ ; , n ~
s.:lu,1~J idllll)W nm\.ij,I 11 ~ I . : ~
I
. 1111.~l..i tcrbliil .ti.:"""'~ !\.Jul}
d:111 b;ihl..111 i.JIUl)'ll ~l.
~uUll!I pull ill-.-n:i.~
bc.rut.UI~ - -- - ~ - --~
- - - __.,.- .- f:b ..,;;., -- ; ;,t.t.llhj t:l,:,1,,J1•~ ~\JI\ 11~•~-
ul:UI~ 111J1 puni;luuu diplijJ/ " 1
., ,,..,1 5'1,l!u ><•IP''°""" •:11\1.
1 b , . ..1 .. Joh J,...,11.111 u,,.1 ...
1 J1 ba11~u• '111!1•" ""'y •·· . . J1 • ~ iu.i..11.l..ll•
' ~"ni 111uhxs1>"-' m.ilt.lail>''J 1'
I IIIIJal Ju~JUJI .,...-jl~t..:111 Uhll'll / "''1111"'" ., II ,i;t;,;111 . ~Ull.'11 __ _ __.
,;c111c.;CCJ:!!Y _ - - ., l\.!1 -:;;;.'lo 1..1'~ fwll ~o.i~ l ...-ia;
I. l)l.Ulll·•••U\¥ l,.·q,.uns illl!J 'i ·t.aJII iu{II.I 11""'-'lli"""' 1..11111 k Ulllll" l...ua I ,11al,liUI I ~ \!I Jl,tn8il ,a ... bill»
I 1no11111Jllf o, 111 . I. 11 • ,d,J bt.'t u,:l.a\H I\: I T ,.
lt~ii»V~ ,11,.,111..111.11• r,~u ~ .. ,.,.1i;11• sA'J ~•
.,.,, UI ·'.111 ~.;i,..<;lf\111 J,.. ti.It! ,,~w,,ul,l.11 IUllv.f
j,Ct)Iµ~" y /
~.1111bd t,c,utui'll·•i.Llt'll . ...,..i . ·-•·• I
, I , )11l0\t u1li\il -
1 pll IV . J
1 ~lljll 11N·•b<I !).ul. ,I, l,JJU lilO>t:l..ln .ll.:b [ ,b.1 ,,bu \.ojjlll)lillW JI
1,,.,u J, 1..111111\Jl 1II ,.-.b,~ Jl · i, .,_..,...,
' d ' II .11 .. .-• IIIJJI ·- • b,:ftwiP' ...
1,.,;1L,,,.i.,11 ""''' u~ ,.,.i.,h· ,u11.i ui,:11111Lul1 411J.•, "'~ be~ ,h lll.JJ\¥'b,.,uYIIIJ, .,, ,h.,.il J.r"II"'' ,,,,au ul.111W J,, I~ !11llllJ11.til<ll d...,_ . ,11J.ilv lllilt11lula ,mn 11Ulllf. "" "-"'" .
l);:rn1rv•11J1f,:,111.1(1~"'' ..
55