KELOMPOK 2
Anali i si i s Unsur Narati i f
dan Unsur Si i nemati i k
ANGGOT
1.Zaidah Umniyah H ( 13010120140049 A ) 1.Rafi Naufal U ( 13010120140057 )
2.Anisa Putri Budiarti ( 13010120140050 ) 2.Linda Febriyanti ( 13010120140058 )
3.Tri Masriana ( 13010120140052 ) 3.Urwah Dzakkiy U ( 13010120140066 )
4.Regina Gayuh R ( 13010120140053 ) 4.Talita Melina ( 13010120140067 )
5.Bintang Raphael C ( 13010120140056 ) 5.Annisa Rahmatika ( 13010120140068 )
a. Judul b. G e n re c. Karya
d. S u trad ara e. Produser f. Produksi
: D u a Garis Biru : D ra m a , Keluarga : G i n a S. N o e r
: G i n a S. N o e r
: C h a n d Parwez Servia & Fiaz Servia : Starvision & Wa h a n a Kreator
g. Ta h u n rilis : 2019
h. Pe meran : Adhisty Zara, Angga Yunanda
IDENTITAS FILM
D u a Garis Biru merupakan film yang mengangkat tema tentang kehamilan di luar nikah oleh remaja S M A dan pernikahan dini. F i l m ini m encer mi nkan tentang berbagai d am p ak dari pasangan remaja yang kebablasan melakukan hal yang tidak patut dilakukan ketika masih masa pacaran hingga d a mp a k dari pernikahan dini yang mengorbankan banyaknya m i m p i .
SINOPSIS
EKSPOSISI
keterangan tentang tempat, waktu, suasana, watak
-Gambar 1 (00.00.16) Dara bangkit dari bangku
kelas.
-Gambar 2 (00.00.37) Vini bangkit dari bangku
kelas.
-Gambar 3 (00.01.04) Bima bangkit dari bangku
kelas.
Gambar 4 (00.09.18) Bima mencium tangan Ibu Dara untuk berpamitan pulang
Gambar 5 (00.10.29) Dara dan
Adiknya sedang bersenda gurau
Point Of Attack
Bagian ini merupakan semacam jembatan untuk
mengantarkan kita ke masalah-masalah yang ada
dalam cerita. Bagian ini menjadi penghubung antara
babak 1/pembuka ke babak 2/tengah. Dalam
bagian ini mulai disajikan masalah atau awal mula
terjadinya masalah. Bagian ini mengandung suspend
agar penonton menjadi terarik mengetahui cerita
lebih lanjut.
-Gambar 6 (00.01.42) Dara Mengajak Bima untuk ke rumahnya
- Gambar 7 (00.02.00) Dara dan Bima sampai di rumah Dara.
-Gambar 8 (00.02.04) Bima menjahili Dara dengan mencium kepala Dara.
-Gambar 9 ( 00.02.34) Dara mengajak Bima untuk ke kamarnya.
-Gambar 10 (00.02.36) Dara dan Bima masuk kedalam kamar Dara.
- Gambar 11 (00.03.00) Dara mendandani Bima.
- Gambar 12 (00.03.40) Dara dan Bima mengambil foto berdua.
- Gambar 13 (00.03.49) Bima berusaha merebut ponsel Dara.
Gambar 14 (00.04.30) Bima mendekatkan wajahnya ke Dara
Gambar 15 (00.04.39) Bima
menanyakan kondisi Dara.
KOMPLIKASI
Insiden mulai
berkembang dan
memunculkan konflik
yang makin banyak dan
ruwet.
(00.10.51) Dara menggigit kaki adiknya
(00.10.59) Dara baru
menyadari perkataan adiknya (00.11.01) Dara berendam
sambil melamun
(00.11.10) Dara duduk
sambil melamun
(00.23.49) Dara & Bima turun dari motor (00.24.43) Beli jus stoberi
(00.24.30) Dara melihat panti pijat (00.24.41) Stoberi di blender
(00.20.45) Stoberi sebagai gambaran janin
(00.20.46) Dara tahu itu dari internet
DISCOVERY
Penemuan informasi
-informasi baru dalam pertengahan
cerita.
(00.14.00) Testpack garis
dua yang berarti hamil
(00.32.53) Dara duduk di pinggir lapangan
(00.33.01) Dara terkena lemparan bola
(00.33.16) Dara
merasakan perutnya sakit
(00.34.11) Orangtua
Dara mengetahui Dara
hamil
(00.37.12) Dara ketahuan di-
DO
(00.51.28-00.52.00) Dara tahu anaknya akan
diberikan pada Om
dan Tantenya
(01.13.23) ASI
Dara mulai merembes
(01.13.45) Dara menangis karenanya
(01.13.59) Stretchmark mulai terlihat
(01.16.50) Mulai
merasakan
tendangan bayi
Reversal
Reversal adalah suatu bentuk dari twist yang mengalami
perubahan kondisi keberuntungan secaara mendadak yang
di alami karakter. Dengan reversal kita dapat mengubah
kehidupan tokoh protagonis yang tadinya buruk menjadi
lebih baik, atau sebaliknya.
Jika melihat film dua garis biru, Reversal pada film ini terdapat pada saat ibu dan bapaknya Bima selesai solat lalu merundingkan soal pernikahan bima denga dara, yang awalnya bapaknya tidak menyetujui soal pernikahan bima dengan dara untuk menikah, dikarenakan bima dan dara belum cukup umur. Akhirnya tiba-tiba ibu bima meniggalkan tempat solat karena sedih dengan keadaan yang dialaminya sekarang. keesokan harinya akhirnya bapaknya bima menyetujui pernikahan bima dengan dara, dan saat itu juga keluarga bima melakukan seserahan dengan keluarga dara. Dan akhirnya mereka menikah.
KONFLIK
Konflik dalam teks drama merupakan ketegangan dan pertentangan dalam teks drama.Dengan mencakup faktor pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri seorang tokoh, pertentangan dua orang tokoh,dan pertentangan kelompok. Konflik dalam teks drama terdiri dari dua macam, yaitu:
>Konflik eksternal:
konflik antara seorang tokoh dengan lingkungan alamnya (konflik fisik) atau dengan lingkungan manusia (konflik sosial), misalnya perkelahian. Jika dari.
>Konflik internal :
adalah konflik yang terjadi dalam diri atau jiwa tokoh (konflik batin), misalnya dilanda galau, kebingungan karena dua pilihan yang sulit.
Begitu juga dalam film 2 garis biru ini terdapat berbagai konflik dari internal maupun eksternal.film ini bercerita tentang pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Konflik berat yang dialami remaja dalam film ini salah satunya adalah pergaulan bebas.
Di bawah ini ada cuplikan foto dan
penjelasan beberapa konflik yang terjadi di film 2 garis biru :
1. gambar 1 (menit ke
01:04) Nilai akademik yang buruk
Konflik di gambar 1 meceritakan Bima berdiri ketika sang guru bertanya siapa yang memperoleh nilai 40. Dengan berdirinya Bima, maka itu tandanya dialah yang memperoleh nilai 40. Nilai 40 menjadi penyebab Bima disebut tidak mempunyai masa depan oleh sang Guru, itu artinya Bima mmepunyai prestasi akademik yang buruk. Ekspresi wajah Bima yang nampak pasrah ketika sang guru menyebut dirinya sudah tidak mempunyai masa depan.
2. Gambar 2 (menit ke02.06-05:09) Hubungan asmara yang kebablasan
Konflik yang timbul di Gambar ke 2 yaitu menunjukkan tanda Bima dan Dara usai melakukan hubungan seksual dengan tubuh mereka yang ditutupi oleh selimut. Ditambah dengan dialog Bima : “Ra ... “Dara : “Kamu jangan bilang siapa-siapa, ya, Bim?”.Yang melengkapi peristiswa yang terjadi di antara Bima dan Dara begitu dirahasiakan.
Berawal dari bermain, bersenda gurau secara berlebihan, hingga
saling
dikendalikan
pandang, membuat
nafsu Bima yang tak bisa mereka melakukan hubungan
seksual. Jarak tubuh antara Bima dan Dara yang sangat dekat dan terbalut kain selimut, serta ekspresi wajah keduanya yang nampak gelisah.
Rising Action adalah
situasi dimana konflik utama sudah ada
tetapi disertai
dengan yang lain.
Tahap ini
konfli k
ditanda i
Rising Action
dengan adanya ketegangan atau pertentangan antar
tokoh.
(Gambar di menit 00.33.02 - 00.33.20) Dara yang terkena bola dilapangan dan
mengkhawatirkan bayinya.
(Gambar di menit 00.34.45 - 00.35.53) Orang tua Dara dan Bima yang memarahi anak-anaknya dan
Perdebattan antara orang tua Dara dan Bima
Krisis terjadi apabila komplikasi-komplikasi yang terjadi sepanjang cerita menuntut tokoh untuk mengambil sebuah keputusan penting.
Krisis
(Gambar di menit 00.38.35 - 00.39.45) Mama Dara yang marah dan meninggalkan Dara untuk tinggal bersama Bima
(Gambar di menit 00.43.53) Dara, Bima dan keluarganya sampai dirumah
Bima
(Gambar di menit 01.22.59 - )Dara dan Bima bertemu dengan om
Adi dan tante Lia membahas tentang bayi yang ingin diberikan
atau tidak
Gambar menit 01.50.14 - 01.50.30) Perpisahan antara Bima dan Dara
Pada akhirnya Dara memutuskan untuk melanjutkan kuliah nya di Korea dan bayinya tidak jadi diberikan kepada om Adi dan tante Lia
melainkan di rawat oleh ayahnya yaitu Bima dan keluarganya.
Klimaks
( 33:29 ) Disinilah klimaks pada film ini. Pada durasi tersebut terlihat pada
akhirnya kehamilan Dara diketahui oleh banyak
orang. Dara tanpa sengaja khawatir dengan bayinya
karena kepalanya terkena
benturan bola.
(34:36)
Pada bagian ini terlihat
bahwasannya Ayah Dara sangat emosi melihat Bima karena
seoalah-olah Bima mau lepas tanggung jawab atas perbuatan
yang telah mereka berdua berbuat
( 34:44 )
Ibu Bima yang juga tersulut emosi dikarenakan tindakan
daripada Ayah Dara yang keras pada Bima sehingga ada rasa tidak terima akan perlakuan
Ayah Dara tersebut.
(35:50)
Ibu Bima yang sangat geram kepada anaknya sehingga ia membentak Bima, dan disitu
juga Dara mengutarakan bahwa ia memiliki perasaan sayang
kepada Bima.
( 37:53 )
Orangtua Dara yang beradu argumen dan berselisih pendapat dengan pihak sekolah karena tidak terima hanya Dara yang dikelaurkan dari sekolah, lalu Ayah Dara mengancam untuk melaporkan pihak Sekolah ke Polisi.
( 39:44 )
Ibu Bima meluapkan emosinya pada Bima yang telah
mengecewakan kedua orangtua atas tindakan yang Bima lakukan dengan Dara sehingga Ibu Bima lalu menampar
Bima di depan Dara dan Ayah Bima
( 53:04 )
Dara yang beradu argumen dengan Ibunya dikarenakan ia mendengar bahwasannya anaknya nanti akan
diadopsi oleh orang lain, Dara tidak setuju dengan usulan Ibunya tersebut
( 55:52 )
Kakak Bima yang datang dari Bandung juga terlihat kecewa terhadap Bima yang telah berbuat kesalahan yang
semestinya tidak terjadi. Dapat dilihat bila Kakaknya langsung memukul Bima dengan tasnya.
( 57:05
Keluarga Bima akhirnya bersedia untuk )
melamar Dara, dan pada menit tersebut mereka sedang bersiap
untuk menuju ke rumah Keluarga Da
( 1:01:1 5 )
Pertemuan antar kedua keluarga yaitu Keluarga Bima dengan
Keluarga Dara untuk melamar Dara supaya segera bisa dinikahkan
secara sah.
( 1:02:56 )
Akhirnya pernikahan Bima dan Dara terlaksana dengan baik, mereka pun akhirnya sah menjadi sepasang Suami dan Istri
( 1:25:13 )
Pada bagian ini juga menimbulkan konflik antara kedua keluarga, karena mereka sedang membicarakan tentang hak asuh anak yang akan dialihkan kepada orang lain
sehingga pada bagian ini ada beberapa adegan yang memperlihatkan Orangtua Bima dan Dara yang beradu argumen menentukan pendapat untuk hak asuh anak Bima dan Dara.
Falling action adalah sebuah bagian klimaks yang menurun dan menuju
kesimpulan. B agian ini dapat terlihat dari sebuah permasalahan lebih
terkontrol dan mereda, biasanya
bagian ini muncul ketika menjelang akhir film.
Falling
Action
Gambar ( 1:30:20) saat mereka sedang
berbincang di kamar dan Dara berusaha
meredakan adu argumen orangtuanya.
Gambar ( 1:31:34 ) Saat mereka sedang
melakukan Salat dan Ibu Bima menangis
ketika sedang melakukan ibadahnya.
Gambar (1:35:07) ketika Bima dan Ibunya
sedang berbincang berdua setalah
beribadah Salat.
(1:41:48) Dara merenung memikirkan banyak hal
jelang kelahiran anaknya
(1:42:20) Dara yang sudah di RS menunggu operasinya sedang
bersama Ibunya merundingkan
hak asuh Adam anaknya kepada
Bima, suaminya
(1:44:01) Dokter yang menangani proses kelahiran Dara
menginfokan kepada Bima
bahwa Dara ada masalah pada
organnya setelah melahirkan,
yang membuat Bima beserta
kedua keluarga terkejut.
(1:44:45) Dara sedang
menjalani operasi kelainan
pada organnya yang terjadi
setelah melahirkan anaknya
( 1:47:18 ) Raut
kebahagiaan mereka
berdua setelah proses panjang menanti
lahirnya sang anak
( 1:49:13 ) Di bagian ini Dara yang hendak pergi ke Korea untuk melanjutkan studinya dan sekaligus menyerahkan hak asuh anaknya kepada
keluarga Bima.
Inilah momen perpisahan Dara dan Bima beserta kedua
keluarganya
KESIMPULAN
Dari banyaknya konflik hingga mencapai klimaks dan penyelesaian, kisah Dara dan B i m a terbilang berakhir bahagia terhadap masing-masing tokoh.
Pasalnya, kedua pasangan m e n e r i m a dengan lapang dada keputusan akhir mereka, bukan hanya antar pasangan, akan tetapi juga antar keluarga yang juga
berperan penting pada kisah ini.
Unsur
sinematik
dala aspek - m
aspek
fil m
tekni s
merupaka n
pembentu k
film. Unsur sinematik
dalam film terbagi menjadi empat elemen pokok yakni, mise - en - scene, sinematografi, editing, dan suara.
Unsur
Sinematik
Mise - en - scene
Mise - en - scene adalah segala hal yang terletak di depan
kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi film.
Setting
Setting adalah seluruh latar bersama segala propertinya.
Setting dalam sebuah film dibuat senyata mungkin
dengan konteks ceritanya.
Ruang Kelas Gambar 1 (0.00.18 )
Lorong sekolah Gambar 2
(0.01.53)
Lapangan
Sekolah Gambar 3 (0.06.42)
Berikut Setting dalam film “ Dua Garis Biru ” :
Sekola h
Rumah Dara
Ruang Tamu Gambar 4 (1.00.59)
Kamar Dara Gambar 5 (0,03.08)
Kolam Renang Gambar 6
(1.23.52)
Rumah Bima
Halaman Rumah Gambar 7
(0.32.12)
Ruang Makan Gambar 8
(0.17.08)
Kamar Bima Gambar 9 (0.19.28)
Dalam Masjid
Gambar 10 (1.02.36)
Akad Nikah
Gambar 11 (1.02.46)
Buku Nikah
Gambar 12 (1.03.13)
Berikut Setting dalam film “ Dua Garis Biru ” :
Masjid
Rumah Sakit
Ruang Tunggu
Gambar 13 (1.17.40)
Ruang Bersalin
Gambar 14 (1.42.49)
Halaman Rumah Sakit
Gambar 15 (1.49.39)
Kostum dan Tata Rias
Kostum adalah segala hal yang dikenakan pemain bersama
seluruh asesorisnya. Sedangkan tata rias digunakan untuk
menunjukkan usia serta
mengubah bentuk wajah para
pemain apabila wajah pemain
tidak seperti yang diharapkan
dalam cerita filmnya.
Gambar 1 (0.00.18)
Gambar 2 (0.01.53)
Kostum dan tata rias dalam film “ Dua Garis Biru ” :
1. S eragam S ekolah
2. Pakaian Olahraga
Gambar 4 (0.06.44) Gambar 3 (0.06.42)
3. Tokoh Dara
Gambar 6 (0.11.37) Gambar 5
(0.09.35)
4. Tokoh Bima
Gambar 8 (0.11.16) Gambar 7
(0.09.53)
Gambar 9
(0.33.33) Gambar 10
(0.49.00)
5. Orang Tua Dara
6. Puput ( Adik Dara )
Gambar 12 (0.51.22) Gambar 11
(0.10.23)
Kostum dan tata rias dalam film “ Dua Garis Biru ” :
7. Orang Tua B ima
Gambar 13 (0.18.41) Gambar
14 (0.31.13)
8. Dewi ( Kakak Bima )
Gambar 16 (1.02.40) Gambar 15
(0.55.44)
9. Kostum Ondel - Ondel
Gambar 18 (0.42.48)
Gambar 17 (0.22.58)
Kostum dan tata rias dalam film “ Dua Garis
Biru ” :
Pencahayaan
Pencahayaan dalam film Dua Garis
Biru tidak begitu terlihat
perbedaannya. Hanya perbedaan
siang dan malam yang menjadi
pembeda waktu.
Dara mengarahkan kepala kearah kamarnya bertujuan untuk
mengajak B i m a ke kamarnya.
Pemain dan Pergerakan
Berikut beberapa pergerakan pem ain yang digunakan untuk mengurangi dialog antar pemain.
Dara yang merias B i m a seperti oppa korea dan
mendengarkan bahasa korea menggunakan earphone nya menandakan Dara yang
menyukai budaya Korea.
B i m a yang berdiri dihadapan Dara agar Dara tidak kepanasan adalah cara B i m a untuk meluluhkan hati Dara yang tadinya sempat tidak m a u bicara dengannya.
Tangan mereka yang akhirnya
bergandengan menandakan mereka sudah berbaikan.
Posisi B i m a yang m e m a n d a n g i tulisan
korea tersebut menandakan B i m a yang
peduli dengan impian Dara.
Adegan-adegan dibawah ini memberitahukan pada Dara dan B i m a akan lika-likunya kehidupan berumah
tangga dalam perjalanan mereka m en u ju r u m a h B i m a :
"Uang yang kemaren kemana? sudah habis juga? kau pikir gampang cari duit?"
Tidak m u d a h mencari uang, apalagi yang hanya lulusan
S M A .
C in ci n pernikahan di tangan ibunya B i m a dan adegan Bapaknya B i m a m e n u n t u n ibunya B i m a berjalan di
jembatan dengan ucapan Bismillah yang artinya harus selalu m e n gu ca p Bismillah ketika akan melakukan sesuatu agar
tidak terjatuh pada jalan yang salah.
Anak-anak yang bermain di air kotor, jika mereka tidak ingin anaknya seperti itu,
mereka harus m emberika n lingkungan yang baik kelak.
Dara yang melihat ondel-ondel didepannya seperti berkaca pada dirinya sendiri yang sama-sama sedang berbadan dua.
Tentunya, yang terakhir adalah
mengingatkan bahwa kematian adalah akhir
dari semuanya. setelah itu mereka sampai
dirumah Bima.
Ibunya Dara : “Aku nggak bisa,”
D e n ga n gerakan ibunya Dara yang m e m b u a n g m u ka saat orangtuanya B i m a
datang, tad in y a ia in gin m en gh in d ari acara lam aran tersebu t d en gan lebih m em en tin gkan
jadwal renang Puput, adiknya m en gh ilan g. T an dan y a ia tid ak
Dara, tapi tertunda karena bisa kabu r d ari ken y ataan ,
p o n seln y a A y ah n y a
y an g D ara menguatkan agar Ibunya Dara bisa menghadapi hal tersebut.
Ibu yang sedang menggendong anak tersebut menggambarkan masa depan
Dara yang akan seperti itu.
mereka bersandar pada Dara untuk menguatkan, Keluarganya selalu ada
untuk Dara, begitu pula sebaliknya.
Sinematografi
D a l a m sinematografi, jarak dan
pergerakan kamera m e m e g a n g andil besar dalam me n g un gka p
hubungan antara kamera dan objek.
J a r a k
1.
Long shot
2.
Medium shot
3.
Close
-up shot
4.
Extreme close
-up shot
Pergerakan Kamera
1.Z o o m in dan z o o m out 2. P an n in g 3. F o llo w
1
2 3
Editing/Penyuntingan
Proses penggabungan gambar menjadi satu keutuhan atau penekanan dramatik yang dibangun melalui proses pemilahan dan penggabungan potongan-potongan gambar.
Suara/Iustrasi MusiTh
1. Dialog - Dialog antar tokoh 1.Dialog - Overlopping
dialog
MusiT
1 h
2
3 5
Pengiring yang memperkuat percakapan atau suasana film.
4 6
7
8
Efek Suara
1 2 3
5
6
Suara yang diciptakan agar dapat m e m b e r i kesan artistik, dramatis, atau irama yang berbeda. Tujuannya agar latat setiap adegan realistis.
4 7
8