• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAMPAK SPIN OFF TERHADAP TINGKAT EFESIENSI BANK BRI SYARIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS DAMPAK SPIN OFF TERHADAP TINGKAT EFESIENSI BANK BRI SYARIAH "

Copied!
82
0
0

Teks penuh

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dampak sebelum dan sesudah Spin Off terhadap nilai Tingkat Efisiensi per tahun. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya dampak sebelum dan sesudah Spin Off. Saat ini banyak bank syariah yang mulai tumbuh sejak awal berdirinya atau hasil spin off dari bank induknya.

Bank syariah yang didirikan dari awal seperti Bank Muamalat, dan yang baru berdiri seperti bank spin-off atau 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, bank akan melakukan proses pemisahan jika sudah mencapai 50 persen dari total aset bank induknya atau jika sudah beroperasi selama 15 tahun sejak undang-undang tersebut diundangkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menulis tentang kinerja keuangan dengan judul: “Analisis Dampak Demerger Terhadap Tingkat Kinerja Bank BRI Syariah.

Aturan dalam UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang pemisahan diri ditengarai kurang tepat jika jangka waktunya empat tahun. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pembelajaran baru khususnya bagi para manajer spin-off yang menggunakan metode DEA (Data Analysis Envelopment). Dengan telah selesainya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi acuan bagi Perbankan Syariah yang belum melakukan spin-off dan dapat mempersiapkan hasil penelitian ini.

Dan bagi industri perbankan syariah yang telah mencapai spin-off, menetapkan tujuan operasional bank agar bank tersebut dapat menjadi bank syariah yang efisien dengan cara mengoptimalkan output yang ada dalam menghasilkan input yang ditargetkan sehingga tidak ada lagi. menjadi inefisiensi dalam dunia syariah. perbankan syariah.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Identifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Kegunaan Hasil Penelitian

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORITIS

Kerangka Teoritis

  • Penertian Perbankan Syariah
  • Bank Umum Syariah
  • Unit Usaha Syariah
  • Spin Off
  • Efesiensi

Hasil Penelitian yang Relevan

Kerangka Berfikir

Perumusan Hipotesis

METODE PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Setelah melihat judul yang diangkat dan latar belakang masalah yang ada serta rumusan masalah yang ada dan rumusan yang diperoleh, maka penelitian ini bertujuan antara lain untuk mengetahui

Tempat dan Waktu Penelitian

Metode Penelitian

Setelah mendapatkan skor efisiensi Bank Umum Syariah, lihatlah perbedaan efisiensi bank sebelum melakukan spin-off. Bank Rakyat Indonesia Syariah masih memiliki laporan sebelum dan sesudah Spin Off. Data yang disajikan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tiga tahun sebelum pemisahan dan empat tahun setelah pemisahan BRIsyariah.

Di bawah ini adalah hasil penelitian dengan mengolah data laporan keuangan triwulanan BRIsyariah dengan menggunakan metode DEA (data development analysis) untuk mengukur tingkat efisiensi bank BRIsyariah yang melakukan spin off murni. Pada tabel diatas dapat dilihat nilai rata-rata tingkat efisiensi yang berfluktuasi pada bank BRI Syariah sebelum dilakukan spin off. Dan pada periode terakhir tahun 2008 sebelum spin off, tingkat efisiensi turun signifikan dari pencapaian sebelumnya yaitu sebesar 99,56% dan inefisiensi sebesar 0,44%.

Pada periode spin-off tahun 2008, bank BRI Syariah mengalami penurunan efisiensi seperti terlihat pada tabel di atas; efisiensi pada bulan Juni seharusnya variabel kelebihan DPK juta diturunkan menjadi 1,6% atau mencapai 10.783 juta. Peningkatan yang cukup besar yang dapat bertahan setahun setelah spin-off dalam meningkatkan efisiensi. Dan kondisi ini mulai stabil ketika menjalankan kegiatan yang telah melewati fase spin-off selama empat tahun terakhir.

Dari hasil penelitian sebelum dan sesudah spin-off, peneliti melihat terjadi fluktuasi pada tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudahnya. Dilihat dari data-data yang telah diolah sebelum dilakukannya spin off yaitu pada periode tahun 2006, 2007 dan 2008, dapat diambil beberapa kesimpulan. Dalam hal ini, ada kemungkinan bank mempertahankan nilai tunainya untuk mempersiapkan masa transisi Spin Off, sehingga bank tidak mengeluarkan dana terlalu banyak.

Nilai rata-rata tingkat efisiensi diambil dari rata-rata setiap tahunnya dan dihitung sebagai rata-rata sebelum spin-off, sehingga nilai periode 2006-2008 mempunyai rata-rata tingkat efisiensi sekitar 99,60%. Nilai rata-rata tingkat efisiensi diambil dari nilai Mean setiap tahunnya dan dirata-ratakan sebelum dilakukan spin off. Bagi Bank BRI Syariah dalam penelitian ini digunakan sumber-sumber sebelum dan sesudah spin-off agar kinerja bank kedepannya dapat terjaga nilai input dan outputnya sehingga diperoleh nilai kinerja yang efektif pada tahun-tahun berikutnya.

Bagi Unit Usaha Syariah yang mengacu pada penelitian ini diharapkan mendapat gambaran ketika hendak mempersiapkan spin off atau setelah spin off. Nizar, Ahmad, “Analisis Tingkat Efisiensi Bank Umum Syariah Sebelum dan Sesudah Devolusi” Tesis Program Manajemen Bank Syariah, UIN Syarif Hidayatullah.

Gambar 3.2 Rumus Formulasi CRS
Gambar 3.2 Rumus Formulasi CRS

Indentifikasi Variebel Penelitian

Populasi dan Sampling

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Rakyat Indonesia Syariah yang menyediakan laporan keuangan tahunan di website OJK. Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang dapat diteliti.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Kemudian PT Bank BRIsyariah Tbk mengubah kegiatan usahanya dari kegiatan operasional konvensional, kemudian mengubahnya menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. Bank BRIsyariah Tbk hadir memperkenalkan bank ritel modern terkemuka dengan layanan keuangan sesuai kebutuhan nasabah dengan peluang termudah untuk hidup lebih bermakna. Bank BRIsyariah Tbk di tengah industri perbankan nasional disorot dengan makna kecemerlangan yang dihasilkannya.

Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., akan melakukan merger dengan PT Bank BRIsyariah Tbk (proses spin-off) efektif tanggal 1 Januari 2009. Penandatanganan dilakukan oleh Bapak Sofyan Basir sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). ), Tbk., dan Bpk. Ventjr Rahardjo sebagai Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk. PT Bank BRIsyariah Tbk telah berkembang pesat dari sisi aset, total pendanaan, dan pendanaan pihak ketiga.

Dengan fokus pada segmen kelas menengah ke bawah, PT Bank BRIsyariah Tbk bertujuan menjadi bank ritel modern terkemuka dengan beragam produk dan layanan perbankan. Kelebihan nilai DPK yang mencapai jutaan harus dikurangi sebesar 3,1% atau sejuta agar nilai input dapat seimbang dengan nilai output. Dan untuk belanja pegawai juga terjadi inefisiensi hingga 2,9% sehingga harus ada pengurangan agar menjadi nilai input yang efisien.

Pada tahun 2006 tingkat efisiensi mencapai 99,22%, pada tahun 2007 mencapai 100%, terjadi peningkatan hingga 0,79% karena penurunan nilai DPK dan beban usaha sehingga meningkatkan nilai pendapatan operasional dan pada tahun 2008 mencapai 99,59%, turun menjadi 0,41%. Dampak sebelum dilakukannya spin-off adalah pada tahun 2008 terjadi kekurangan pembayaran dana yang mencapai 51,9% karena bank yang fungsinya sebagai lembaga penyalur dana belum optimal. Tahun 2011 mencapai 99,27% turun menjadi 0,73% karena masih ada permasalahan yang sama yaitu adanya peningkatan nilai output akibat adanya BUS baru.

Pada tahun 2012 mencapai 100%, meningkat hingga 0,73%, karena dikatakan kondisi BUS mampu menjaga kestabilan perusahaan sehingga tercipta nilai input dan output yang stabil.

HASIL PENELITIAN

Pofil Bank

  • Sejarah PT. Bank BRI Syariah
  • Visi dan Misi
  • Struktur Organisasi BRI Syariah

Deskripsi Data

Dalam pembahasan dan hasil penelitian analisis kualitatif ini, penulis akan menjelaskan pengujian melalui hasil deskripsi data. Deskripsi data yang disajikan dari hasil penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai hasil nilai efisiensi triwulanan, dan rata-rata efisiensi tahunan yang diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan. Berdasarkan entri data yang dilakukan OJK pada tahun 2006-2012 yang diperoleh dari www.ojk.go.id, nilai input dan output yang digunakan dalam penelitian ini dapat dihitung secara kuantitatif. Perhitungan variabel dilakukan dengan melihat nilai input (DPK, biaya operasional dan belanja pegawai) dan nilai output (pendapatan operasional dan penyaluran dana).

Pengujian Hipotesis

  • Pra Spin Off
  • Pasca Spin Off

Pada periode tahun 2006, Bank BRI Syariah tidak mengalami peningkatan nilai efisiensi, hanya mencapai 99,22% dan mengalami inefisiensi sebesar 0,78%. Dari nilai input yang lebih rendah nilainya kurang optimal, misalnya DPK hanya mendapat nilai 14,6% yang berarti mendapat nilai efisiensi sebesar 26,9% yaitu 1 juta dan untuk mendapatkan efisiensi penuh maka anda perlu melakukan pengurangan sekitar 314,563 juta untuk mencapai nilai efisiensi yang tinggi. Biaya operasionalnya berjumlah 88.414 juta, sehingga harus kita turunkan sekitar 35.113 juta atau 39,7%, biaya tenaga kerja juga berkurang 14,6% sehingga nilai input bisa lebih rendah dibandingkan output.

Dengan kondisi demikian, pada periode tahun 2012 Bank BRI Syariah telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai lembaga intermediasi antara nilai input dan output yang berimbang dan mencapai target. Tabel diatas menunjukkan bahwa kondisi bank BRI Syariah dalam menjalankan fungsinya sebagai bank intermediasi berjalan baik dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Tabel 4.1 Target of Efisiensi Variable Return To Scale Used (VRS)  Sebelum Spin Off
Tabel 4.1 Target of Efisiensi Variable Return To Scale Used (VRS) Sebelum Spin Off

Gambar

Gambar 2.1. Kurva Garis Frontier Produksi
Tabel 2.2 Kerangka Berfikir
Gambar 3.2 Rumus Formulasi CRS
Gambar 3.3 Kurva CRS
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hal ini tidak selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Syahbudi yang berjudul Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan

Bahsan M, 2007, Hukum Jaminan dan Jaminan Kredit Perbankan Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.. Djumhana, Muhammad, 2000, Hukum Perbankan di Indonesia , Citra Aditya Bakti,

untuk lembaga keuangan, nasabah, praktisi dan mahasiswa , Jakarta : Raja Grafindo Persada, 20008, h.. imbalan atau bagi hasil. Dalam aktivitasnya, pembiayaan tersebut

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Umroatul Mufidhoh (2017) yang mengatakan bahwa nilai tukar rupiah tidak pengaruh signifikan

Berikut adalah nama-nama sampel bank yang akan diteliti: Tabel 1 Sampel penelitian No Bank Syariah Bank Konvensional 1 Bank BRI Syariah Bank BRI 2 Bank BNI Syariah Bank

Sehingga peneliti menetapkan judu “Analisis Pengaruh Kebijakan Spin-Off Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Di Indonesia” dengan rumusan masalah bagaimana pengaruh NIM, BOPO, CAR, NPF

Berikut beberapa kajian penelitian terdahulu yang relevan pada tabel berikut : Tabel 1.1 Penelitian Relevan Terdahulu Nama Peneliti Judul Tujuan Penelitian Hasil Candrawati

Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test Hasil Uji Rasio NPF Tabel 5 Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test Rasio NPF Sumber : Data Sekunder yang sudah diolah Output SPSS Dari tabel