PERAN BANK SYARIAH TERHADAP PERKEMBANGAN SEKTOR UMKM DI BULUKUMBA
(Studi Pada Bank Syariah Indonesia KC Bulukumba)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Pada Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar
Oleh:
MONALISA 90500116059
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2021
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Monalisa
Tempat / tanggal lahir : Balagana, 31 Desember 1997 Nomor Induk Mahasiswa : 90500116059
Jurusan Prodi : Perbankan Syariah
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Bulukumba
Judul : Peran Bank syariah terhadap perkembangan sektor UMKM di Bulukumba (study pada bank BSI KC Bulukumba)
Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya sendiri. Jika dikemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagai atau seluruhnya, skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.
Gowa, 13 Juli 2021 Penyusun
MONALISA NIM: 90500116059
ii
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan segala nikmat, rahmat dan inayah-Nya, sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Salawat dan salam kepada nabiyullah Muhammad swt. Dan sahabat-
sahabat, serta orang-orang yang mengikuti risalahnya
Skripsi ini berjudul Peran Bank Syariah Terhadap Perkembangan Sektor UMKM di Bulukumba ( study pada bank syariah indonesia KC Bulukumba) proses penyusunan, penelitian sampai tahap penyelesaian, banyak mendapatkan bantuan, bimbingan dukungan moral dan motivasi dari berbagai pihak dan akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. selaku pembimbing 1 dan bapak Kamaruddin, M.Si.,MM selaku pembimbing II, yang meluangkan waktu, tenanga, dan pemikirannya untuk pembimbing penulis, dan bapak Dr. Sudirman, SE.,M.Si. selaku penguji 1dan Dra. Hj. Nuraeni Gani, M.M. selaku penguji II.
Terimakasih yang sebesar-besarnya terkhusus kepada kedua orang tua (ayahanda Sengka dan Ibunda Jumanang) yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi, cinta dan kasih sayang serta dukungan dan jasa dan pengorbanan yang tiada henti-hentinya memberikan semangat yang luar biasa sampai ketahap ini dan terima kasih juga buat keluarga besar yang selalu mensupport dukungan baik serta materil maupun spiritual sampai terselesainya skripsi ini dengan baik. Ucapan terima kasih secara khusus ditujukan kepada:
Rektor UIN Alauddin Makassar.
1. Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, ph.D dan para Wakil rektor yang dengan berbagai kebijakannya sehingga dapat menyelesaikan segala proses perkuliahan.
2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Prof.
Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., Dr. Muhammad Wahyuddin Abdullah, S.E., M.Si. selaku wakil Dekan I, Dr.Hj. Rahmawati Muin HS., S.Ag., M.Ag.
iv
selaku wakil Dekan II, Dr. Amiruddin K, M.E.I selaku wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.
3. Ketua Jurusan Ibu Ismawati, SE.,M.Si dan sekretaris Jurusan Dr.
Sudirman, SE., M.Si. serta staf yang sudah banyak membantu dalam hal pengurusan berkas-berkas selama penyususan skripsi berlangsung.
4. Seluruh staf Akademik terima kasih atas segala bantuan yang diberikan selama pengurusan kelengkapan Administrasi.
5. Bapak dan ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar terkhusus Dosen Jurusan Perbankan Syariah yang telah mendidik dan membagikan ilmu selama berada dibangku perkuliahan.
6. Pimpinan Bank Syariah Indonesia di Kabupaten Bulukumba serta jajarannya yang telah membantu dan menerima selama penelitian berlangsung.
7. Untuk kakak kandung (Asrul Jasmal terima kasih atas bantuan selama ini yang sudah membantu kedua orang tua untuk membiayai perkuliahan selama menjenjang studi program).
8. Saudariku Ulya Hatta, Nurfadillah S, dan Dewi Ansti Ansar sekaligus sahabat seperjuangan selama perkuliahan baik dalam suka dan duka dilewati bersama semoga kedepannya tetap seperti ini dan melanjutkan perjuangan bersama, dan terima kasih selalu setia membantu dalam pengurusan selama ini.
9. Saudara Syamsul Rijal yang selalu berada dibelakang serta membantu, mensupport dan memberikan arahan dalam menyelesaikan skripsi.
10. Seluruh keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terutama teman kelas perbankan syariah B 2016, yang telah memberikan semangat, motivasi, saran serta cinta dan kasih sayang secara langsung maupun tidak langsung dalam menemani selama proses perkuliahan dan sampai sekarang.
11. Teman-teman seperjuangan PPL selama 30 hari.
v
12. Teman-teman Organda terkhusus KKMB yang telah banyak mendukung dan mendorong dalam menyelesaikan skripsi.
13. Saudari Asniar yang telah banyak membantu sehingga sampai ketahap ini.
14. Saudari Resti Amelia yang telah banyak membantu sehingga sampai ketahap ini.
15. Seluruh pihak yang tidak bisa disebut satu persatu yang telah membantu.
Semoga skripsi ini bermanfaat dan membutuhkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun agar skripsi ini bermanfaat bagi sipembaca tentunya.
Gowa, 13 Juli 2021 Penyusun
MONALISA NIM: 90500116059
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii
PENGESAHAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
ABSTRAK ...xi
BAB I PENDAHULUAN ...... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Penelitian Terdahulu ... 7
BAB II TINJAUAN TEORITIS ... 11
A. Syariah Enterprise Theory ... 11
B. Bank Syariah ...... 13
1. Pengertian Bank Syariah ... 13
2. Peran Bank Syariah ... 19
3. Faktor Berpengaruh Bank Sayriah ... 22
C. Perkembangan UMKM ...... 23
1. Pengertian UMKM... 24
2. Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ... 25
3. Keunggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ... 26
4. Perkembangan UMKM di Indonesia ... 26
5. Faktor Perkembangan UMKM di Indonesia ... 29
6. Pembiayaan UMKM ... 29
D. Kerangka Pikir ... 30 vii
BAB III METODE PENELITIAN ...... 33
A. Pendekatan Penelitian ... 33
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 33
C. Sumber Data ... 34
D. Teknik Pengumpulan Data ... 35
E. Teknik Analisis Data ... 36
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 39
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ...... 39
1. Sejarah Bank Syariah Indonesia ... 39
2. Visi dan Misi ... 40
3. Nilai-nilai Perusahaan ... 41
4. Struktur Organisasi ... 41
B. Hasil dan Pembahasan ... 42
BAB V PENUTUP ... 66
A. Kesimpulan ... 66
B. Keterbatasan dan Saran Penelitian ... 67
1. Keterbatasan Penelitian... 67
2. Saran Penelitian ... 67
3. Implikasi Penelitian ... 68
DAFTAR PUSTAKA ... 69 LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
viii
DAFTAR TABEL
Tabel Judul Tabel Halaman
1.1 Penelitian Terdahulu ... 7 4.1 Data Pembiayaan BSM per Desember 2019 dan per
Desember 2020 (Dalam Jutaan Rupiah) ... 50
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar Judul Gambar Halaman
2.1
Skema Kerangka Berfikir ... 30x
ABSTRAK Nama : Monalisa
NIM : 90500116059
Judul : Peran Bank Syariah Terhadap Perkembangan Sektor UMKM di Bulukumba (Studi Pada Bank Syariah Indonesia KC Bulukumba)
Penelitian ini berangkat dari fenomena perkembangan UMKM yang sangat pesat, khususnya di Kabupaten Bulukumba, namun masih membutuhkan dukungan finansial dan edukasi khusnsya dari lembaga keuangan seperti Bank Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran Bank Syariah Indonesia Cabang Bulukumba terhadap perkembangan sektor UMKM di Kabupaten Bulukumba.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, di mana sumber data utama adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara. Adapun data sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal, artikel ilmiah, buku, dan referensi lainnya yang diperoleh melalui metode riset literatur dan internet searching. Data-data yang dikumpulkan kemudian direduksi, dianalisis, lalu dibuat suatu kesimpulan sebagai hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia Cabang Bulukumba berkomitmen terhadap pengembangan UMKM di Kota Bulukumba sebagai bagian terintegrasi dari misi Bank Syariah Indonesia secara luas. Bentuk komitmen tersebut meliputi dukungan pembiayaan berupa modal usaha dan juga pelatihan marketing serta pengembangan SDM. Hal tersebut dimaksudkan agar produk-produk UMKM tidak hanya dikenal dan dipasarkan oleh pelanggan lokal, tetapi oleh juga pelanggan dari luar Bulukumba secara nasional maupun internasional. Dalam perkembangannya, terdapat kendala-kendala yang dihadapi dalam komitmen tersebut. Oleh karena itu Bank Syariah Indonesia senantiasa berusaha untuk menindaklanjuti dan mengembangkan solusi-solusi guna menyelesaikan kendala-kendala tersebut.
Implikasi yang diharapkan dari penelitian ini adalah berkembangnya wawasan terkait dengan peranan bank syariah khususnya BSI bagi pengembangan UMKM di Bulukumba. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi referensi bagi penelitian-penelitian dengan topik serupa.
Kata Kunci: Bank Syariah, Bank Syariah Indonesia, UMKM.
xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perekonomian yang sedang berkembang, masyarakat membutuhkan modal finansial untuk membuka usaha baru dan memperluas bisnis yang sudah berjalan.
Para pelaku usaha biasanya memperoleh modal finansial dari bank. Hal ini disebabkan oleh akses terhadap perbankan relatif lebih mudah dan jaringan kantornya lebih luas di berbagai daerah mulai dari kota sampai desa.
Di Indonesia terdapat dua jenis bank yaitu bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional adalah bank yang menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan sistem bunga sedangkan bank syariah sebaliknya yaitu menggunakan sistem bagi hasil, yaitu Bank Syariah adalah bank yang mejalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.1
Al-Quran sebagai pegangan hidup umat islam telah mengatur kegiatan bisnis secara eksplit dan memandang bisnis sebagai sebuah pekerjaan yang menguntungkan dan menyenangkan, sehingga Al-Quran sangat mendorong dan memotivasi umat islam untuk melakukan transaksi bisnis dalam kehidupan mereka.2
Perbankan selain sebagai salah satu agen pembangunan (agent of development) juga merupakan lembaga yang mempunyai fungsi utama sebagai
28-29.
1 Soemitra, Andri,Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. (Jakarta: Kencana, 2009), h. 23.
2 Veithzal Rivai, Islamic Transaction Law In Business, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h.
1
2
lembaga intermediasi keuangan (financial intermediary institution) yaitu lembaga menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Fungs tersebut juga menjadi concern dari perbankan syariah disamping fungsi lain sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sekedah (ZIS).
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan sektor memiliki tantangan pengembangan yang sangat banyak, mulai dari pemasaran produk hingga masalah permodalan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah inklusi keuangan bagi UMKM agar masalah permodal bisa teratasi. Perbankan syariah merupakan salah satu lembaga keuangan yang perannya sangat diharapkan oleh UMKM karena dana yang tersedia di bank syariah lebih banyak jika dibandingkan dengan lembaga keuangan mikro seperti baitul malwat tamwil (BMT) dan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS). Meskipun masalah yang dihadap oleh UMKM sangat banyak, akan tetapi UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. UMKM memiliki proporsi sebesar Sembilan puluh sembilan persen dari total keseluruhan di Indonesia.3
Bukti komitmen perbankan syariah terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat adalah dengan memberikan pembiayaan yang disalurkan kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Fokus utama bank syariah adalah penyaluran modal ke sektor UMKM yang notabene membutuhkan akses yang luas untuk menjangkau mereka. Mengapa sektor UMKM perlu penyaluran modal?
Karena sektor UMKM nasional dikenal memiliki karakteristik positif seperti
3 Zamroni, Peran Bank Syariah Dalam Penyaluran Dana Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).Iqtishadia,(Vol6 No. 2Tahun 2013), h. 225-240.
3
sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomondasi peran masyarakat miskin dan dominan dalam struktur ekonomi. Keterbatasan modal akan menyebabkan ruang gerak UMKM semakin sempit, misalnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Bila hal tersebut tidak teratasi maka kemungkinan usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan akan sulit diupayakan.4
Perkembangan perbankan syariah memiliki peranan yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan semaraknya perkembangan perbankan syariah maka diharapkan secara optimal dapat membantu perkembangan UMKM. Sektor UMKM memberikan kontribusi yang sangat tinggi bagi perekonomian Indonesia pada masa krisis dimana UMKM memiliki daya tahan menghadapi krisis ekonomi yang terjadi karena UMKM tidak banyak memiliki ketergantungan pada factor eksternal seperti hutang dan valutas asing, dan bahan baku impor dalam melakukan kegiatan operasionalnya. UMKM juga memiliki posisi yang penting karena kontribusina dalam penyerapan tenaga kerja dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Hal ini menjadikan UMKM harapan utama tulang punggung peningkatan perekonomian nasional.5
Seiring waktu berlalu masyarakat memiliki banyak potensi ide terbaiknya dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai, yaitu dengan membuat sesuatu yang dapat menghasilkan uang yaitu berusaha dalam membuka usaha kecil yang produktif, atau biasa dikenal dengan UMKM, dengan hal ini dapat menjadikan
4 Ana Widya Puspitasari,Peran dan Tantangan Perbankan Syariah Dalam Mengembangkan UMKM di Indonesia, Sidoarjo.(2020):h. 15-20.
5 Muslimin Kara,Kontribusi Pembiayaan Perbankan Syariah Terhadap Pengembangan UMKM di Kota Makassar. Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (Vol. 47 No.1 2013),h. 22-40.
4
perekonomian negara menjadi lebih baik dan bisa membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang ada salah satunya dalam hal ketenagakerjaan karena dengan membuka lapangan pekerjaan akan banyak menyerap tenaga kerja lebih banyak untuk lingkungan disekitarnya.
Salah satu upaya perbankan dalam mengembangkan ekonomi masyarakat adalah dengan cara memahami perilaku masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan. Salah satu perilaku konsumen yang harus dipahami oleh perbankan adalah perilaku dalam menentukan pilihan bank oleh pemilik usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Dalam hal ini, perbankan harus mengetahui aspek apakah yang menjadi pertimbangan konsumen dalam menemukan pilihan terhadap sebuah perbankan. Dengan demikian, sebagai financial intermediary, perbankan harus bisa berinteraksi dan memahami cara setiap konsumennya dalam memilih mengalami serta mengevaluasi pelayanan yang diberikan. Memahami prilaku konsumen akan memicu dampak yang positif terhadap perbankan, karena setiap perbankan akan berusaha melengkapi dan memperbaiki kinerja dalam memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen.6
Sehubungan pada perihal tersebut, maka penulis memilih judul sebagai tema penelitian yaitu:”Peran Bank Syariah Terhadap Perkembangan Sektor UMKM di Bulukumba”.
6 Jihan Fadilla,Peranan Perbankan Syariah Terhadap Pengembangan Modal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jurnal Ekonomi Bisnis dan Islam,(Vol 5 No.12019), h. 49- 58.
5
B. Rumusan Masalah
UMKM sebagai salah satu sektor perekonomian paling potensial di Indonesia secara umum dan Bulukumba secara khusus kiranya harus mendapatkan perhatian khusus dari seluruh stakeholder, tidak terkecuali oleh sektor perbankan yang memegang peranan besar terhadap porsi pembiayaan di Negeri ini. Olehnya itu, menjadi sebuah urgensi tersendiri bagi civitas akademika untuk mengkaji dan mengalanalisis peranan sektor perbankan, khususnya perbankan syariah terkait dengan pengembangan UMKM di Bulukumba. Berdasarkan uraian tersebut, maka pokok permasalahan penelitian ini adalah “Bagaimana peran bank syariah terhadap perkembangan sektor UMKM di Bulukumba?” dengan memilih Bank Syariah Indonesia KC Bulukumba (Ex Bank Syariah Mandiri Bulukumba) sebagai objek penelitian.
Dari pokok permasalahan tersebut, kemudian dibuat sebuah sub-rumusan masalah sebagai detail informasi terkait dengan arah penelitian yang akan dilakukan sebagai berikut:
1. Bagaimana peranan Bank Syariah Indonesia KC Bulukumba terkait dengan bantuan permodalan pada UMKM di Bulukumba?
2. Bagaimana peranan Bank Syariah Indonesia KC Bulukumba terkait dengan edukasi dan motivasi terhadap UMKM di Bulukumba?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menjelaskan Peranan Bank Syariah Indonesia terkait dengan bantuan permodalam pada UMKM di Bulukumba.
2. Untuk mengetahui dan menjelaskan Peranan Bank Syariah Indonesia terkait dengan edukasi dan motivasi terhadap UMKM di Bulukumba.
6
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, maka penelitian in diharapkan dapat memberikan manfaat yang berupa :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini merupakan bagian proses belajar sehingga dengan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis, terutama mengenai perbankan Syariah dan juga sebagai bahan informasi bagi kantor Bank Syariah Indonesia dengan pengelolaan yang baik melalui perkembangan UMKM. Manfaat terpenting yang diharapkan adalah penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan dorongan kepada bank syariah terkait dengan posisi mereka sebagai lembaga yang memiliki peranana untuk memajukan sektor-sektor ekonomi potensial seperti UMKM.
2. Manfaat Praktis
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi perbankan syariah yang berguna untuk menambah wawasan dan dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan yang dimiliki baik secara teoritis maupun praktek.
7
E. Penelitian Terdahulux
Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 Irvan Hartono
(2017)
Peran Perbankan Syariah dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil
dan Menengah
Dari penelitian ini penulis melakukan analisa data maka dapat diketahui bahwa, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Artha Madani berperan dalam perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk masyarakat di sekitar Cikampek, dengan adanya pemberian modal yang dilakukan BPRS Artha Madani sangat membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka dan mampu mengurangi kemiskinan serta
membantu menambah
pendapatan dan membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.
Walaupun bank syariah memilik berbagai macam kelebihan dan keunggulan dalam mengembangkan UMKM, namun bank syariah mempunyai kelemahan dan mempunyai kendala dalam mengembangkan UMKM seperti masalah permodalan, sumber daya manusia, kebijakan pemerintah yang lamban dan merugikan bank syariah, serta belum maksimalnya peran bank syariah dalam mebantu perkembangan UMKM.
2 Fahmi Analisis Peran Bank Hasil penelitian ini
8
2 Fahmi Muhammad Irfan (2019)
Analisi peran Bank Syariah Terhadap
Pemberdayaan UMKM melalui
Pembiayaan Murabahah
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa peran Bank BRI Syariah KCP Sribhawono Lampung Timur dalam pemberdayaan UMKM menunjukkan bahwa Bank mendukung para pelaku usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya, dengan cara memberikan pembiayaan dan kemudahan
dalam mengajukan
pembiayaan murabahah.
Sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan untuk
memajukan dan
mengembangkan usahanya.
Dan kendala jaminan dan permasalahan pembukuan.
Dalam hal ini banyak nasabah yang memberikan jaminan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh bank. Dan juga banyak nasabah yang tidak memiliki pembukuan dalam penjualannya, sehingga bank akan sulit untuk percaya kepada nasabah mengenai pendapatan yang dihasilkan oleh nasabah tersebut.
3 Hana Zunia Rini (2017)
Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM
Industri Rumah Tangga Batik
Laweyan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perbankan syariah terhadap Eksistensi UMKM Batik Laweyan masih sangat minim, dan sosialisasi produk dari pihak bank syariahnya pun masih rendah, sehingga pelaku UMKM batik Laweyan tidak tertarik untuk melakukan pinjaman atau pembiayaan di bank syariah.
Beberapa factor yang mempengaruhi kondisi tersebut, antara lain bank syariah dianggap rumit dalam prosedur, istilah produk yang masih asing, rasa tidak pasti
9
dan takut untuk melakukan pembiayaan di bank syariah.
4 Jihan Fadilla (2019)
Peranan Perbankan Syariah Terhadap Pengembangan Modal
Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM)
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pendampingan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan modal nasabah UMKM. Artinya, jika bank syariah mandiri KCP Bantul memberikan fasilitas pendampingan kepada nasabah seperti halnya layanan konsultasi, pembinaan, pengarahan, pendampingan serta informasi yang sesuai dengan harapan nasabah, maka
akan mempengaruhi
kenyamanan dan kelancaran nasabah dalam melakukan transaksi pembiayaan pada bank syariah mandiri KCP Bantul. Variabel pelayanan berpengaruh negative dan signifikan terhadap pengembangan modal nasabah UMKM. Artinya, pada aksebilitas memiliki peran yang menggambarkan bahwa bank syariah mandiri KCP Bantul guna memenuhi kebutuhan nasabah itu sendiri.
Dan variabel produk pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan modal nasabah UMKM.
5 Achmad Rifai (2017)
Peran Bank Pembiayaan Rakyat
Syariah dalam Mengimplementasikan
Keuangan Inklusif Melalui Pembiayaan
UMKM
Hasil penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Bank Pembiayaan Rakyat Syariah melakukan tugasnya dalam pembiayaan UMKM sebagai upaya untuk mencapai keuangan inklusif. Adapaun data yang digunakan menggunakan teknik analisis
10
open coding, arial coding dan selective coding. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan tiga indikator keuangan inklusif Bank Indonesia yaitu access, usage, dan quality menunjukkan bahwa Bank Pembiayaan Rakyat Syariah sejauh ini telah berhasil menjaga dan meningkatkan kapasitasnya dalam
memberikan akses,
menyalurkan pembiayaan, dan rasio keuangan.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS A. Shariah Enterprise Theory
Shari‟ah Enterprise Theory(SET) merupakan teori yang dicetuskan oleh Triyuwono untuk pengembangan ekonomi syariah dimana merujuk pada akuntabilitas yang lebih luas dengan mengaitkan akuntabilitas tertinggi adalah Tuhan, manusia dan alam. Syariah Enterprise Theory tidak mendudukkan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu sebagaimana dipahami oleh antroposentrisme. Tapi sebaliknya, Syariah Enterprise Theory menempatkan Tuhan sebagai pusat dari segala sesuatu.
Menurut SET, stakeholder meliputi Allah, manusia dan alam dimana Allah merupakan pihak paling tinggi dan menjadi satu-satunya tujuan hidup manusia.7 Oleh karena itu, manusia di sini hanya sebagai wakilNya (khalitullah fil ardh), sebagai perpanjangan tangan yang memiliki konsekuensi patuh terhadap semua hukum-hukum Tuhan. Artinya sebagai khalifatullah fil ardh manusia memiliki misi mulia yaitu menciptakan dan mendistribusikan kesejahteraan (materi dan nonmateri) bagi seluruh manusia dan alam semesta, untuk mempermudah tugas ini manusia dapat menciptakan organisasi (organisasi profit atau organisasi nonprofit) yang digunakan sebagai instrumen dalam mengemban tugas tersebut sehingga organisasi diharuskan mempertanggung jawabkan seluruh aktivitas kepada Allah secara vertikal, dan kemudian dijabarkan lagi dalam bentuk
7Samsiyah dkk.2013. Kajian Implementasi Corporate Social Responsibility Perbankan Syariah Ditinjau Dari Shariah Enterprise Theory pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bakti Sumekar Cabang Pemekasan. Jurnal Infestasi, 9(1): 47- 60.
11
14
pertanggungjawaban secara horizontal kepada umat manusia lain serta pada lingkungan alam8.
Golongan stakeholder terakhir dari SET adalah alam. Alam adalah pihak yang memberikan kontribusi bagi mati-hidupnya perusahaan sebagaimana pihak Allah dan manusia. Perusahaan eksis secara fisik karena didirikan di atas bumi, menggunakan energi yang tersebar di alam, memproduksi dengan menggunakan bahan baku dari alam, memberikan jasa kepada pihak lain dengan menggunakan energi yang tersedia di alam, dan lain-lainnya. Namun demikian, alam tidak menghendaki distribusi kesejahteraan dari perusahaan dalam bentuk uang sebagaimana yang diinginkan manusia.Wujud distribusi kesejahteraan adalah berupa kepedulian perusahaan terhadap kelestarian alam, pencegahan pencemaran, dan lain-lainnya.9Dengan demikian, Teori yang paling tepat untuk mengungkapkan CSR adalah shariah enterprise theory.10 Hal ini karena dalam shariah enterprise theory, Allah SWT adalah sumber amanah utama, sedangkan sumber daya yang dimiliki para stakeholders adalah amanah dari Allah SWT.
Teori ini digunakan guna membahas mengenai peranan Bank Syariah dalam pengembangan UMKM ke depannya. Secara umum, pengembangan UMKM selain menjadi program dan produk Bank Syariah, juga menjadi bentuk tanggung
8Kalbarini, Rahmah Yulisa dan Noven Suprayogi. 2014. Implementasi Akuntabilitas dalam Konsep Metafora Amanah di Lembaga Bisnis Syariah (Studi Kasus: Swalayan Pamella Yogyakarta). Jestt, 1(7) : 506- 517.
9Novarela, Dori, dan Indah Mulia Sari. 2015. Pelaporan Corporate Social Responsibility Perbankan Syariah dalam Perspektif Syariah Enterprise Theory, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, 2(2): 145- 160.
10Meutia, Inten. 2010. Shariah Enterprise Theory sebagai Dasar Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial untuk Bank Syariah. Disertasi. Universitas Brawijata, Malang.
12
14
jawab sosial mereka terhadap pengembangan dna kemajuan bisnis mikro, kecil, dan menengah. Hal tersebut secara langsung menjadi suatu perwujudan pertanggungjawaban kepada Allah, sesama manusia, dan Alam. Menjadi tanggung jawab kepada Allah karena pada dasarnya posisi perbankan syariah adalah entitas syariah yang berlandaskan kepada hukum-hukum Allah. Selanjutnya, dari sisi sesama manusia di mana bank syariah merupakan organisasi jasa yang berfungsi memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, entah itu secara individu maupun badan seperti UMKM itu sendiri. Dan dari sisi alam sendiri, mengembangkan berbagai produk dan program berlandaskan hukum-hukum syariah berarti Bank Syariah secara tidak langsung turut mengimplementasikan Islam yang rahmatan „lil „alamin.
B. Bank Syariah
1. Pengertian Bank Syariah
Bank Syariah merupakan lembaga perbankan yang dijalankan dengan prinsip syariah. Dalam setiap aktivitas usahanya, bank syariah selalu menggunakan hukum-hukum islam yang tercantum di dalam Al-Qur‟an dan Hadist. Berbeda dengan bank konvensional yang mengandalkan sistem bunga, bank syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil, sistem sewa, dan sistem jual beli yang tidak menggunakan sistem riba sama sekali. Bank pada dasarnya adalah entitas yang melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk pembiayaan. Dengan kata lain melaksanakan fungsi intermediasi keuangan.
Dalam sistem perbankan di Indonesia terdapat dua macam sistem operasional perbankan, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Bank syariah adalah bank
13
14
yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa majelis ulama Indonesia. Prinsip syariah misalnya prinsip keadilan dan keseimbangan („adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, masyir, riba, zalim dan obyek yang haram.11
Menurut Sudarsono bank syariah adalah lembaga keuangan negara yang memberikan kredit dan jasa-jasa lainnya di dalam lalu lintas pembayaran dan juga peredaran uang yang beroperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah atau islam.12 Hal tersebut relevan dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam Q.S Al-Jumu‟ah/62:10;
Terjemahnya:
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki dan usaha yang halal): dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.13
Ayat di atas dalam Kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab ditafsirkan “Apabila kalian telah melakukan salat, maka bertebaranlah untuk berbagai kepentingan. Carilah karunia Allah dan berzikirlah kepada-Nya banyak-
11 Darsono, Ali Sakti, Ascarya, dkk. Perbankan Syariah di Indonesia, (Jakarta: Rajawali Pers. 2017), h. 30-33.
12Heri, Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syariah. (Cet.2; Yogyakarta: Ekonisia, 2008),h. 21-22.
13Kementrian Agama RI.” Al-Qur‟an dan terjemahannya”. (Q.S.Al.Jumuah (62):10).
14
14
banyak, dalam hati maupun dan dengan ucapan. Mudah-mudahan kalian memperoleh keberuntungan dunia dan akhirat.”14
Unit Usaha Syariah (UUS) adalah unit kerja dari kantor pusat bank umum konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syariah, atau unt kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan diluar yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan unit syariah.Berikut bagian-bagian dari perbankan syariah yaitu:
a. Dasar Hukum Bank Syariah
Dalam Firmannya Q.S An-Nisa/4:29
Terjemahnya:
“Hai or.ang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyanyang kepadamu.
Adapun tafsir jalalayn dariayat ini yaitu:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, janganlah kalian mengambil harta orang lain secara batil (ilegal). Seperti
14https://tafsirq.com/62-al-jumuah/ayat-10#tafsir-quraish-shihab, diakses pada 12 Juli 2021 Pukul 06.38 WITA.
15
14
merampas, mencuri, suap-menyuap, dan lain-lain. Kecuali harta itu menjadi barang dagangan. Berlandaskan kerelaan antara pihak yang berakad. Harta macam itulah yang halal kalian makan dan belanjakan. Dan janganlah kalian membunuh orang lain, bunuh diri, dan menjerumuskan diri kalian sendiri kedalam kebinasaan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kalian ialah dia mengharamkan darah, harta dan kehormatan kalian.15
b. Fungsi Bank Syariah
Menurut kasmir fungsi bank syariah merupakan sumber dana yang mempunyai 3 fungsi sebagai berikut:
1. Penghimpun Dana
Sama seperti halnya bank umum, bank syariah memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dana dari masyarakat. Bedanya, jika pada bank konvensional si penabung mendapatkan balas jasa berupa bunga, di bank syariah penabung akan mendapatkan balas jasa berupa bagi hasil.
2. Penyalur Dana
Fungsi utama bank syariah yang kedua adalah sebagai penyalur dana.
Dana yang telah dihimpun dari nasabah, nantinya akan disalurkan kembali kepada nasabah lainnya dengan sistem bagi hasil.
15Tafsir jalalayn surah Al-Jumuah : 10‟, dalam www.tafsirq.com diakses pada tanggal 07 November 2020 pukul 15.30 WITA.
16
14
3. Memberikan Pelayanan Jasa Bank
Fungsi bank syariah yang ketiga adalah sebagai pemberi layanan jasa perbankan. Dalam hal ini, bank syariah berfungsi sebagai pemberi layanan jasa seperti jasa transfer, pemindah bukuan, jasa tarikan tunai, dan jasa – jasa perbankan lainnya.16
Terjemahnya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinyaorang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba; orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahuluc(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali ( mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
Adapun tafsir jalalayn dari ayat ini yaitu:
Orang-orang yang berinteraksidan mengambil harta riba tidak bisa berdiri dari kuburnya kelak pada hari kiamat kecuali seperti berdirinya orang yang kesurupan setan. Ia bangkit dari kuburnya sambil sempoyongan seperti orang kesurupan, jatuh bangun. Hal itu karena mereka menghalalkan memakan harta riba. Mereka tidak membedakan antara riba dengan hasil jual-belidihalalkan oleh
16 Kasmir, Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, (2003):h. 15-16.
12 Kementrian Agama RI.” Al-Qur‟an dan terjemahannya.” (Q.S.Al.Baqarah (2):275).
17
14
Allah.mereka mengatakan sesungguhnya jual beli itu seperti riba dalam hal kehalalannya. Karena keduanya sama-sama menyebabkan adanya pertambahan dan pertumbuhan harta. Lalu Allah membantah ucapan mereka dan membatalkan kias mereka. Allah menjelaskan bahwa dia menghalalkan jual-beli karena di dalamnya terdapat kedzhaliman dan tindakan memakan harta orang lain secara batil tanpa imbalan apapun. Maka barangsiapa menerima nasihat dari Rabbnya yang berisi larangan apapun. Maka barangsiapa menerima nasihat dari Rabbnya yang berisi larangan dan peringatan terhadap riba, lalu ia berhenti memungut ribadan bertaubat kepada Allahdari perbuatan itu, maka ia boleh memiliki harta riba yang telah diambilnya dimasa lalu tanpa dosa, dan urusan masa depannyasesudah itu diserahkan kepada Allah. Barangsiapa kembali mengambil riba setelah ia mendengar adanya larangan dari Allah dan ia telah mengetahui hujjah yang nyata, maka ia pantas masuk neraka dan kekal didalamnya.
c. Karakteristik Bank Syariah
Bank syariah yaitu bank yang berasaskan pada asas kemitraan, keadilan, transparansi dan universal serta melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan bank syariah adalah implementasi dari prinsip ekonomi islam dengan karakteristik, diantaranya sebagai berikut:
1. Pelarangan riba dalam berbagai bentuknya 2. Tidak mengenal konsep (time value of money)
3. Konsep uang adalah alat tukar bukan merupakan komoditas 4. Tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat spekulasi
18
14
5. Tidak diperbolehkan menggunakan dua harga dalam satu barang 6. Tidak diperbolehkan menggunakan dua transaksi dalam satu akad.
Bank syariah dalam beroprasinya atas dasar konsep bagi hasil, tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk memperoleh pedapatan ataupun membebankan bunga atas penggunaan dana dan pinjaman, karena bunga merupakan riba yang diharamkan. Bank syariah juga dalam melakukan kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan atas jasa perbankan lain tidak bertentangan dengan prinsip syariah.Suatu transaksi dikatan sesuai dengan prinsip syariah apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Transaksi tidak mengandung unsur kedzaliman 2. Bukan riba
3. Tidak membahayakan pihak sendiri atau pihak lain 4. Tidak ada penipuan (gharar)
5. Tidak mengandung materi-materi yang diharamkan 6. Tidak mengandung unsure jadi (maisyir).
Jadi, dalam oprasionalnya bank syariah perlu memperhatikan hal-hal yang memang terlah diatur oleh syariah atau ajaran islam yang berkaitan dengan harta, uang, jual beli, dan transaksi ekonomi lainnya.17
2. Peran Bank Syariah
Sistem lembaga keuangan atau aturan yang menyangkut aspek keuangan dalam sistem mekanisme keuangan suatu negara, telah menjadi astrument penting
17Antonio, Muhammad Syaf‟i,Islamic Banking, Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktik.
(Jakarta: Gema Insani, 2001), h. 35-40.
“ Tafsir jalalayn surah Al-Baqarah‟ : 275”. Dalam www.tafsirq.com diakses pada 07 November 2020 pukul 15.30 WITA.
19
14
dalam memperlancar jalannya pembangunan suatu bangsa. Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam tentu saja menurut adanya sistem yang baku untuk mengatur kehidupannya. Termasuk didalamnya kegiatan keuangan yang dijalankan oleh setiap umat. Hal ini berarti bahwa sistem baku termasuk dalam bidang ekonomi. Sementara, didalam perjalanan hidup umat islam, kini telah terbelenggu dalam sistem perekonomian yang bersifat sekunder.18
Untuk itu bank syariah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengatasi masalah perekonomian suatu negara. Berbicara tentang peranan, tidak dapat dipisahkan dengan suatu fungsi dan kedudukan. Peranan bank syariah diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Memurnikan operasional perbankan syariah sehingga dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat.
2. Meningkatkan kesadaran syariah umat islam sehingga dapat memperluas segmen dan pangsa pasar perbankan berbasis syariah 3. Menjalin hubungan bersama para ulama karena bagaimanapun peran
ulama, khususnya di Indonesia sangatlah dominan untuk kehidupan umat islam.
Peranan bank syariah secara nyata agar dapat terwujud dalam aspek-aspek berikut:
1. Menjadi perekat nasionalisme baru, artinya bank syariah dapat menjadi fasilitator aktif agar terbentuknya jaringan usaha ekonomi kerakyatan.
18 Irfadilla, Peran Perbankan Syariah Dalam Mendorong Usaha Kecil dan Menengah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim. (2011):h. 30-33.
20
14
Selain itu, bank syariah perlu mencontoh keberhasilan sarekat dagang islam, kemudian ditarik keberhasilannya untuk masa kini.
2. Memberdayakan ekonomi umat serta beroperasi secara transparan 3. Memberikan return yang baik
4. Mendorong penurunan spekulasi 5. Mendorong pemerataan pendapatan 6. Meningkatkan efisiensi mobilisasi dana
7. Uswah hasanah implementasi moral dalam penyelenggaraan usaha bank
Untuk menjalankan peranannya tersebut, bank syariah akan lebih realistis apabila bank syariah tersebut mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal.
Kegiatan bank syariah antara lain sebagai berikut:
1. Manajer investasi yang mengelola investasi atas dana nasabah dengan menggunakan akad mudharabah atau sebagai agen investasi
2. Investor yang menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercaya kepadanya dengan menggunakan alat investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan membagi hasil yang diperoleh sesuai nasabah yang disepakati antara bank dan pemilik dana
3. Menyediakan jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran seperti bank non-syariah sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah 4. Pengembangan fungsi sosial berupa pengelola dana zakat, infaq,
shadaqah serta pinjaman kebajikan (qardhul hasan) sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku.
21
14
3. Faktor Berpengaruh Perbankan Syariah
Faktor yang juga berpengaruh ke depannya yaitu, insentif kebijakan dan regulasi pada sisi moneter dan fiscal dari BI dan instansi terkait kepada industry perbankan syariah agar bisa berkembang lebih optimal. Misalnya saja, pengelolaan dana haji oleh bank syariah BPD syariah holding atau konversi bank.
Tantangan penting dalam pengembangan industry keuangan syariah dalam jangka pendek ini adalah sumber daya manusia (SDM), baik kuantitas maupun kualitas, di tingkat pelaku/praktisi maupun institusi penunjang termasuk pengawas bank.19
Bentuk kerjasama dengan institusi pendidikan dapat dilakukan, misalnya berupa pelatihan ekonomi/keuangan/perbankan syariah bagi para dosen, rekomendasi kurikulum dan penyediaan literature seperti buku teks ekonomi/keuangan/perbankan syariah. Sementara itu, kecukupan modal menjadi faktor tak terbantahkan. Prospek masuknya pelaku baru diperkirakan akan pula mendorong bank-bank syariah untuk menambah kapasitas usahanya melalui penambahan modal seiring dengan upaya perluasan jaringan kantor. Peningkatan modal diharapkan dapat mendorong perbankan syariah untuk menjaga kecukupan CAR-nya mengingat perluasan jaringan kantor yang diharapkan akan berkorelasi positif pada peningkatan dana pihak ketiga membuat perbankan syariah tetap memiliki financial buffer yang tinggi.
Upaya penguatan permodalan ini secara internal dapat dilakukan melalui devident policy, di samping penambahan modal baru oleh pemilik atau investor baru. Kedepannya amat dibutuhkan peningkatan efisiensi untuk menjaga daya
19 Remi Sjahdeini, Sutan. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana.(2014):h.39-40.
22
14
saing dan kinerja industry perbankan syariah. Hal ini antara lain bisa dilakukan melalui financial deepening dengan memperkaya variasi produk jasa yang ditawarkan. Tentu saja dengan tetap mengedepankan aspek kesesuaian prinsip syariah. Efisiensi dapat pula ditingkatkan lewat pembiayaan secara croos sector subsistem keuangan syariah lainnya, misalnya kolaborasi dengan sistem zakat.
Intinya, kreativitas diperlukan meskipun dengan kehati-hatian. Penuntasan segenap pekerjaan dirumah itulah yang bisa membawa perbankan syariah untuk bermetamorfosis secara utuh menjadi lebih dari sekedar bank.
C. Perkembangan UMKM
Beberapa peneliti telah banyak mengkaji dan berusaha memberikan masukan untuk pengembangan UMKM di Indonesia. Peneliti tersebut diantaranya dilakukan oleh Supriyanto menyimpulkan dalam penelitiannya ternyata UMKM mampu menjadi solusi penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Penanggulangan kemiskinan dengan cara mengembangkan UMKM memiliki potensi yang cukup baik, karena ternyata sektor UMKM memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu menyerap lebih dari 99,45% tenaga kerja dan sumbangan terhadap PDB sekitar 30%.20
Sedangkan peneliti Saputro, dkk melihat bahwa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia telah banyak memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sebesar 55,56% berdasarkan data Biro Perencanaan Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, pada tahun 2008. Untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing UKM,
20 Supriyanto, “Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sebagai Salah Satu Upaya Penanggulangan Kemiskinan”, Jurnal Ekonomi dan Pendidikan. (Vol 3 No.12006), h. 45-55.
23
14
UKM membutuhkan suatu aplikasi yang dapat mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses bisnis UKM.21
Kemudian peneliti Darwanto melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan UMKM dalam perekonomian di Indonesia. UMKM sebagai bagian dari perekonomian juga harus lebih meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi. Keunggulan bersaing berbasis inovasi dan kreativitas harus lebih diutamakan karena mempunyai daya tahan dan jangka waktu panjang.22
1. Pengertian UMKM
UMKM adalah perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa sebuah perusahaan yang digolongkan sebagai UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.23
Keberadaan usaha mikro dalam perekenomian Indonesia memiliki sumbangan yang sangat positif, diantaranya dalam menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa, serta pemerataan usaha untuk mendistribusikan pendapatan nasional. Dengan peranan usaha mikro tersebut posisi UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional menjadi sangat penting.
21Saputro.J.W, Handayani, Putu Wuri., Hidayanto, Achmad Nizar.,Budi,Indra, Peta Rencana (ROADMAP, ERP) Dengan Fokus Riset Pada Usaha Kecil dan Menengah (UMK) Di Indonesia. Journal of Infformation Systems. (Vol. 6 No.2 Tahun 2010), h. 140-145.
22 Darwanto, Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrma Widya.(2013), h. 40-41.
23 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
24
14
Di Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Dari statistic dan riset yang dilakukan UMKM mewakili jumlah kelompok usaha terbesar, UMKM merupakan kelompok pelaku terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga membantu upaya mengurangi pengangguran.
2. Perbedaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan, yakni sebagai berikut :
a. Usaha Mikro
Usaha produktif milik perseorangan dan atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro yang diatur oleh undang-undang b. Usaha kecil
Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik secara langsung maupun tidak langsung.
25
14
c. Usaha Menengah
Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil dan usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang.
3. Keunggulan Usaha Mikro Kecil dan Menegah
Meski skala bisnis yang ditargetkan oleh bisnis UMKM tidak sebesar perusahaan kelas kakap, banyak orang yang nyaman berbisnis dalam level ini karena keunggulan yang ditawarkan pada bisnis usaha mikro kecil dan menengah serta keunggulan tersebut sulit didapatkan di level bisnis raksasa.
Salah satu keunggulan yang utama adalah kemudahan dalam mengadopsi inovasi dalam bisnis, terutama dalam bidang tekonologi. Adopsi teknologi terbaru menjadi lebih mudah dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM karena tidak memiliki birokrasi yang berbelit dan sistem yang rumit. Selain kemudahan aplikasi teknologi, keunggulan dalam factor hubungan antara karyawan karena lingkupnya lebih kecil, dan fleksibilitas untuk menyesuaikan bisnis dengan kondisi pasar yang dinamis.
4. Perkembangan UMKM di Indonesia
Data yang dihimpun dari kementerian Koperasi dan UMKM adalah sebagai berikut:
a. 2009 berjumlah 52.764.750 unit dengan pangsa 99,99%
26
14
b. 2010 berjumlah 54.114.821 unit dengan pangsa 100,53%
c. 2011 berjumlah 55.206.444 unit dengan pangsa 99,99%
d. 2012 berjumlah 56.534.592 unit dengan pangsa 99,99%
e. 2013 berjumlah 57.895.721 unit dengan pangsa 99,99%
f. 2014 berjumlah 57.895.721 unit dengan pangsa 99,99%
g. 2015 berjumlah 59.262.772 unit dengan pangsa 99,99%
h. 2016 berjumlah 61.651.177 unit dengan pangsa 99,99%
i. 2017 berjumlah 62.922.617 unit dengan pangsa 99,99%
Pada tahun 2014-2016 jumlah UMKM lebih dari 57.900.000 unit dan pada tahun 2017 jumlahnya diperkirakan berkembang sampai lebih dari 59.000.000 unit. Dan pada tahun 2016, Presiden RI menyatakan UMKM yang dimiliki daya tahan tinggi akan mampu untuk menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global. Pada November 2016 Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) menerima pelaku para bisnis ini di istana merdeka untuk dimintai pendapatnya.
Jokowi sangat berharap pelaku bisnis usaha kecil, mikro dan menengah menjadi garda terdepan dalam membangun ekonomi rakyat.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat penyaluran kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus bertumbuh menjelang akhir 2020 Kredit berpotensi bertumbuh seiring dengan tingginya kebutuhan modal baru tahun 2021 saat ini tercatat lebih dari dari 65 juta aumkma yang tersebar di indonesia. Pada 2016, tercatat ada 61,7 juta UMKM di Indonesia. Jumlahnya terus meningkat, pada 2017, jumlah UMKM mencapai 62,9juta dan pada tahun 2018, jumlah UMKM mencapai 64,2 Juta diprediksikan bahwa pada tahun 2019, 2020 hingga 2021
27
14
jumlahnya terus meningkat. Dikutip dalam situs Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, saat ini telah tercatat sebanyak 314 Unit UMKM yang tersebar di wilayah Kabupaten Bulukumba. Dan hanya ssekitar 23%
yang diberikan bantuan melalui UMKM, dan dana yang diberikan sekitar 10 juta samapai 50 juta per orang unit UMKM.
UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN. Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha ASEAN adalah bentuk usaha mikro kecil dan menengah dengan penyerapan tenaga kerja mecapai 51,7-97,2%. Bisnis ini memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit. Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan bisnis usaha mikro kecil dan menengah perlu diutamakan.
Perkembangan potensi UMKM di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM. Menurut data bank Indonesia, setiap tahunnya kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan.
Walaupun pada tahun 2015, sekitar 60%-70% dari seluruh sektor ini belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan.24
Bank Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan kepada perbankan untuk mengalokasikan kredit/pembiayaan kepada UMKM mulai tahun 2015 sebesar 5%, 2016 sebesar 10%, 2017 sebesar 15% dan pada akhir tahun 2018 sebesar 20%. Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, semua orang harus berlomba-lomba menjalankan UMKM dan meraih peluang bisnis yang ada.
Untuk itu, diperlukan pengaturan keuangan bisnis yang baik untuk menunjang keberlangsungannya.
24 Ramdhansyah, “Pengembangan Model Pendanaan UMKM Berdasarkan Persepsi Umkm Jurnal Keuangan dan Bisnis. (Vol 5 No.1 2013), h. 21-30.
28
14
5. Faktor Perkembangan UMKM di Indonesia
1) Pemanfaatan sarana teknologi, informasi dan komunikasi
Kemajuan UMKM disejalankan dengan perkembangan teknologi yang semakin kian berkembang. Hasil penelitian menyatakan bahwa salah satu kesuksesan bisnis adalah penunjangan teknologi yang baik dan tepat sasaran. Pada tahun 2017, 8 juta unit usaha mikro kecil dan menengah yang sudah go digital. Angka ini diharapkan terus bertambah demi keberlangsungan dan kemajuan bisnis di Indonesia 2) Kemudahan pinjaman modal
Perkembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan di Indonesia. Untuk mendorong pertumbuhan UMKM, diperlukan keterbukaan akses pembiayaan dari perbankan dan alokasi kredit khusus untuk UMKM.
3) Menurunnya Tarif PPH Final
Penurunan tarif PPH akan berdampak baik bagi para pemilik bisnis usaha mikro kecil dan menengah untuk mempermudah pebisnis menjalankan kewajiban perpajakan.
6. Pembiayaan UMKM
Dukungan modal untuk pengusaha kecil, mikro dan menengah terus disuntikkan oleh pemerintah dan lembaga keuangan. Tentuu hal ini membuat iklim ekonomi di Indonesia semakin sehat. Namin tentu saja hal itu perlu diregulasi dengan baik agar modal yang telah disiapkan menjadi tepat sasaran dan bisa mengembangkan potensi ekonomi di masyarakat.
Salah satu dukungan modal yaitu kredit UMKM dari pemerintah yang beberapa waktu belakangan semakin serius durespon oleh lembaga keuangan maupun pemangku kebijakan.
29
14
Bank Syariah Usaha Mikro Kecil
dan Menengah
Menurut sugiyono (2014) kerangka pemikiran adalah bentuk strategi konseptual yang dianggap penting untuk diselesaikan.25Agar lebih mudah memahami konsep kerangka pikir, maka penelitian ini mendefinisikan beberapa istilah sebagai berikut:
D. KERANGKA PIKIR
Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir
25 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta ( 2014):h. 70.
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan atau dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang tertentu. Jawaban dari saat masalah dapat berupa jawaban abstrak dan umum atau jawaban yang konkrit dan spesifik dalam jawabannya.
Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini pengertian dari penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang terbentuk kalimat, skema dan gambar).
Jadi metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah.26
B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini adalah studi kasus Bank Syariah Indonesia (Ex bank syariah mandiri) Kabupaten Bulukumba yang beralamat di Jl Lanto Dg Pasewang No. 88, Caile, Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan 92517.
26 Sangadji, Etta Mamang, Sopiah, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: CV Andi Offset.
2010),h. 50.
33
34
2. Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian yang akan dilaksanakan pada 07 Juni sampai dengan 05 Juli 2021.
C. Jenis Data
Sumber data yang biasanya digunakan dan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer adalah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Sedangkan Data sekunder adalah data-data yang dikumpulkan oleh institusi/lembaga pengumpulan data yang telah dipublikasikan kepada masyarakat luas. Menurut Moleong (2001:112) pencatatan sumber data melalui wawancara atau pengamatan merupakan hasil gabungan dari kegiatan melihat, mendengar, dan bertanya. Pada penelitian kualitatif, kegiatan- kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang diperlukan.27Penentuan sumber data didasarkan atas jenis data yang telah ditentukan. Adapun sumber data pada penelitian ini, penulis menggunakan sumber data menjadi 2 bagian yaitu :
1. Data Primer
Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dengan cara observasi dan wawancara di Bank Syariah Mandiri Kabupaten Bulukumba
27 Moleong Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, (PT Remaja Rosda Karya:
Bandung2001), h. 120.
35
2. Data Sekunder
Data yang diperoleh secara tidak langsung dari obyek penelitiannya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari Website Bank Syariah Mandiri Kabupaten Bulukumba
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang akurat, penelitian ini digunakan dengan metode pengumpulan data yang dikenal secara umum yaitu :
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan atau peninjauan secara mendalam. Apabila dihubungkan dengan penelitian maka observasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap sesuatu baik benda, perilaku, maupun kondisi dari berbagai gejala yang diteliti.
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari respondennya sedikit/kecil. Wawancara dilakukan dua pihak yaitu pewawancara (interview) dan yang mengajukan pertanyaan kepada orang yang diwawancarai dengan maksud untuk mengkontruksi kejadian dan kegiatan. Wawancara secara garis besar dibagi menjadi dua yakni, wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur, wawancara
36
terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data telah mengetahui pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.Dalam hal ini, peneliti melakukan Tanya jawab atau wawancara secara tidak terstruktur kepada pimpinan dan staff dari Bank Syariah Mandiri Kabupaten Bulukumba.
3. Dokumentasi
Dokumentasi ialah kumpulan dari dokumen-dokumen dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengelolaan dokumen secara sistematis serta menyebar luaskan kepada pemakai informasi tersebut. Menurut Hamidi (2004:72) dokumentasi merupakan informasi yang berasal dari catatan penting baik dari lembaga atau organisasi maupun perorangan. Dokumentasi diperlukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara.28 E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data meliputi analisis kualitatif dimana digunakan untuk menilai objek penelitian berdasarkan sifat tertentu dimana dalam penilaian yang sifatnya dinyatakan tidak dalam angka dan digunakan untuk menjelaskan analisis data yang diolah secara terstruktur.
28 Hamidi,Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Malang: UMM Press(2004): h. 61-70.
37
Teknik analisis data yang digunakan penulis berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Penulis mencoba memaparkan data-data dan informasi yang diperoleh, kemudian menganalisis dari sumber data tertulis. Penyusun mencari sistematis data yang diperoleh dari hasil, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi dengan cara mengorganisasi data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesia, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami baik oleh individu maupun orang lain. Pada tahap ini data yang diperoleh di lapangan akan dianalisis dan diolah kemudian disimpulkan secara garis besar, maka garis besar analisis data yang akan dilakukan oleh penulis yaitu :
1. Redukasi Data
Redukasi data merupakan bagian dari analisis berbentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan penelitian dapat ditarik dan diverifikasi.
2. Penyajian Data
Penyajian data adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang penelitian, baik individu maupun berkelompok untuk melengkapi proses pembuatan laporan atas hasil penelitian kemudian menguraikan setiap permasalahan penelitian secara umum dan menjelaskan kembali secara spesifik.
38
3. Penarikan Kesimpulan
Data yang sudah tersusun rapi merupakan langka selanjutnya dalam menganalisis data kualitatif. Kesimpulan yang diperoleh selama di lapangan diverifikasi selama penelitian berlangsung, dengan cara meninjau kembali catatan lapangan sehingga terbentuk penegasan kesimpulan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Bank Syariah Indonesia
Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan Syariah. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah. Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.
Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam kurun tiga dekade ini.
Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan percepatan juga tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.
Pada 1 Februari 2021 yang bertepatan dengan 19 Jumadil Akhir 1442 H menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi satu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI). Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari ketiga Bank Syariah
39