• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil dan Pembahasan

42

43

3. Jika jaminan dianggap layak, maka bank akan membuat usulan kepada pimpinan terhadap permohonan tersebut guna dipertimbangkan untuk mendapatkan pembiayaan.

Tahapan III – Persetujuan Pengajuan Pembiayaan

Bank akan melakukan konfirmasi terkait dengan putusan pengajuan dengan dua hasil sebagai berikut

1. Apabila dinyatakan layak, pihak Bank memberikan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan kepada UMKM yang bermohon (Offering Letter) 2. Apabiladinyatakan tidak layak, maka Pihak Bank akan segera

mengkonfirmasi dan memberikan Surat Penolakan Pembiayaan kepada Nasabah

Tahapan IV – Perikatan Pembiayaan dan Jaminan

1. Berkas dan jaminan yang dinilai layak dan telah disetujui, selanjutnya akan dikonfirmasi pada UMKM yang bermohon untuk kemudian melakukan perikatan pembiayaan dan jaminan.

2. Pihak Bank akan mengverifikasiorisinalitas dokumen jaminan.

3. UMKM yang bermohon akan melakukan perikatan pembiayaan dan jaminan yang dilakukan dan dibuat oleh Notaris yang berafiliasi dengan Bank.

4. Setelah perikatan dilakukan, Bank akan menyimpan dokumen asli dari perikatan pembiayaan dan jaminan.

44

Tahapan V – Kesepakatan terhadap Pembayaran Biaya yang Timbul 1. Setelah terjadi perikatan, maka pihak UMKM yang bermohon akan

diarahkan untuk menyepakati biaya-biaya yang timbul dalam perikatan tersebut sebelum dilakukan pengaturan terhadap fasilitas pembiayaan.

2. Biaya yang dimaksudseperti:

a) Biaya administrasi

b) Biaya Asuransi Jiwa (bila disyaratkan) c) Biaya Asuransi Kebakaran

d) Biaya Asuransi Pembiayaan (bila disyaratkan) e) Biaya Notaris

f) Biaya Penilaian Jaminan, dan g) Biaya Materai

Tahapan VI – Pengaturan Fasilitas Pembiayaan

1. Setelah biaya yang ditimbul disepakati dan dibayarkan, maka bank akan segera melakukan penyediaan terhadap fasilitas pembiayaan.

2. Bank menentukan plafond pembiayaan yang merupakan kesepakatan yang telah ditandatangani di atas dokumen bermaterai.

Tahapan VII – Pembayaran Angsuran

1. Setelah plafond pembiayaan dilakukan, maka selanjutnya UMKM berkewajiban membayarkan angsuran sesuai dengan nominal yang telah disepakati.

2. Pembayaran pengembalian dana Bank dilakukan otomatis ketika terdapat dana di rekening nasabah UMKM tersebut.

45

Tahapan VIII – Pelunasan Pembiayaan 1. Fasilitas pembiayaan dinyatakan lunas apabila:

a) Lunas sesuai jangka waktu pembiayaan,

b) Nasabah UMKM tersebut melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo fasilitas pembiayaan.

2. Nasabah melakukan pelunasan melalui penyetoran dana sesuai dengan sisa dana angsuran. Setelah seluruh kewajiban Nasabah lunas maka pihak Bank akan melakukan pelepasan jaminan dan penghentian permintaan angsuran.

2. Peranan Bank Syariah Indonesia Cabang Bulukumba dalam Pengembangan UMKM

a) Peranan dalam Wujud Pemahaman Pentingnya Pembiayaan bagi UMKMdi Bulukumba

Perbankan selain sebagai salah satu agen pembangunan (agent of development) juga merupakan lembaga yang mempunyai fungsi utama sebagai lembaga intermediasi keuangan (financial intermediary institution) yaitu lembaga menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Fungsi tersebut juga menjadi concern dari perbankan syariah disamping fungsi lain sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sekedah (ZIS). Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Pihak BSI Cabang Bulukumba;

Ya sebagaiaman yang kita ketahui, BSI ini kan hasil merger dari 3 besar bank syariah di Indonesia, yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Tujuannya ya agar jangkauan terhadap layanan keuangan dan perbankan syariah semakin luas dan terpusat. Visi misinya kita jelas,

46

BSI mau jadi 10 besar bank syariah dunia. Makanya kami juga di Bulukumba harus lebih bekerja keras juga demi itu.29

Apa yang disampaikan tersebut sejalan dengan apa yang tercantum dalam misi pertama BSI yakni “memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia.

Dalam misi tersebut dijabarkan tujuan dari BSI adalah utnuk melayani kurang lebih 20 juta nasabah secara maksimal. Untuk menjalankan misi tersebut, bank syariah akan lebih realistis apabila bank syariah tersebut mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal. Kegiatan bank syariah antara lain dengan menyediakan jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran seperti bank non-syariah sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta melakukan pengembangan fungsi sosial pengelola dana zakat, infaq, shadaqah serta pinjaman kebajikan (qardhul hasan) sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Pihak BSI Cabang Bulukumna menjelaskan;

Dalam rangka pencapaian visi dan misi kita, kita harus bisa dengan gencar melakukan sosialisasi dan terobosan-terobosan baru terkait dengan fungsi bank syariah itu sendiri, apalagi kita baru saja sudah merger sehingga harus ada penginformasian kembali kepada masyarakat. Selain sosialisasi, BSI juga sekarang harus lebih multi-fungsi, harus jadi lembaga pengelola dana-dana syariah seperti zakat dan lain sebagainya.30

Apa yang dijelaskan tersebut relevan dengan urgensi bank syariah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa majelis ulama Indonesia. Prinsip syariah misalnya prinsip keadilan dan keseimbangan („adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, masyir, riba, zalim dan

29 Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni 2021 di Kantor BSI KC Bulukumba

30Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni 2021 di Kantor BSI KC Bulukumba

47

obyek yang haram.31 Hal ini relevan dengan yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam sruah Al-Baqarah ayat 276;

ٍميِثَأ ٍراهفَك هلُك ُّبِحُي َلَ ُ هللَّٱَو ِِۗتَٰقَدهصلٱ يِب ۡرُيَو ْا ٰوَبِّرلٱ ُ هللَّٱ ُقَح ۡمَي ٦٧٢

.

Terjemahan:

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (Q.S Al-Baqarah/2:276).

Dalam tafsir Al-Misbah, ayat ini ditafsirkan “Allah memusnahkan (meniadakan berkah) pungutan tambahan dari praktek riba, dan memberikan berkah kepada harta yang disedekahkan serta membalasnya dengan balasan berlipat ganda. Allah tidak menyukai orang-orang yang terus menghalalkan segala yang diharamkan seperti riba. Begitu juga terhadap orang yang terus melakukannya.”32 Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah mengembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan pahalanya serta memberkahi harta itu. Karena menghalalkan riba. Ada pula yang menafsirkan "kafir" di sini dengan kufur nikmat karena tidak menunaikan kewajiban pada hartanya. Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.

Sistem lembaga keuangan atau aturan yang menyangkut aspek keuangan dalam sistem mekanisme keuangan suatu negara, telah menjadi astrument penting

31Heri, Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syariah. (Cet.2; Yogyakarta: Ekonisia, 2008),h. 21-22

32https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-276#tafsir-quraish-shihab, diakses pada 21 Juni 2021, 13.56 WITA.

48

dalam memperlancar jalannya pembangunan suatu bangsa. Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam tentu saja menurut adanya sistem yang baku untuk mengatur kehidupannya. Termasuk didalamnya kegiatan keuangan yang dijalankan oleh setiap umat. Hal ini berarti bahwa sistem baku termasuk dalam bidang ekonomi. Sementara, didalam perjalanan hidup umat islam, kini telah terbelenggu dalam sistem perekonomian yang bersifat sekunder.33

Untuk itu bank syariah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengatasi masalah perekonomian suatu negara, salah satunya melalui sektor UMKM. Perkembangan bank syariah memiliki peranan yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan semaraknya perkembangan perbankan syariah maka diharapkan secara optimal dapat membantu perkembangan UMKM. Sektor UMKM memberikan kontribusi yang sangat tinggi bagi perekonomian Indonesia pada masa krisis dimana UMKM memiliki daya tahan menghadapi krisis ekonomi yang terjadi karena UMKM tidak banyak memiliki ketergantungan pada faktor eksternal seperti hutang dan valuta asing, dan bahan baku impor dalam kegiatan operasionalnya. Hal ini yang disampaikan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba ;

Realisasi BSI dengan sektor UMKM sampai saat ini terus digenjot, apalagi kita baru saja merger yah. Intinya hubungan tersebut memang ada dalam rencana dan eksekusi strategis. Dulu waktu kami masih bernama BSM kan sudah banyak kerja sama dengan UMKM, makanya kita akan tetap pertahankan dengan nama BSI ini.34

Apa yang disampaikan tersebut menjadi bukti komitmen perbankan syariah terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat adalah dengan memberikan

33 Irfadilla, Peran Perbankan Syariah Dalam Mendorong Usaha Kecil dan Menengah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim. (2011):h. 30-33.

34Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni 2021 di Kantor BSI KC Bulukumba

49

pembiayaan yang disalurkan kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Fokus utama bank syariah adalah penyaluran modal ke sektor UMKM yang notabene membutuhkan akses yang luas untuk menjangkau mereka.

Mengapa sektor UMKM perlu penyaluran modal? Karena sektor UMKM nasional dikenal memiliki karakteristik positif seperti sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomondasi peran masyarakat miskin dan dominan dalam struktur ekonomi. Keterbatasan modal akan menyebabkan ruang gerak UMKM semakin sempit, misalnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Bila hal tersebut tidak teratasi maka kemungkinan usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan akan sulit diupayakan.

Urgensi tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba;

Seperti diketahui bahwa saat ini perkembangan sektor UMKM sangatlah pesat, termasuk di Bulukumba sendiri. Kenapa UMKM di Bulukumba sangat pesat, karena kita tau Bulukumba ini kan bisa dikatakan sebagai destinasi wisata nomor satu di Sulsel. Maka dari itu, UMKM yang berkembang juga tidak jauh-jauh dari sektor-sektor pemenuhan kebutuhan wisatawan dan itu harus kita dukung dengan baik tentunya. Salah satu alasan mengapa kemudian kita harus mensupport UMKM karena UMKM itu banyak fungsinya.35

Apa yang dijelaskan tersebut relevan dengan yang didefenisikan dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah bahwa UMKM adalah perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif. Keberadaan usaha mikro dalam perekenomian Indonesia memiliki sumbangan yang sangat positif, diantaranya

35Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

50

dalam menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa, serta pemerataan usaha untuk mendistribusikan pendapatan nasional. Dengan peranan usaha mikro tersebut posisi UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional menjadi sangat penting.

b) Peranan dalam Fasilitas Pembiayaan dan Pengembangan UMKM di Bulukumba

Di Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Dari statistic dan riset yang dilakukan UMKM mewakili jumlah kelompok usaha terbesar, UMKM merupakan kelompok pelaku terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga membantu upaya mengurangi pengangguran.

Terkait dengan apa yang telah dilakukan oleh BSI Cabang Bulukumba pada sektor UMKM, pihak BSI Cabang Bulukumba menjelaskan;

Kalo soal realisasi kerja sama dengan UMKM, dengan nama BSI, kita baru akan memulai. Kita kan baru selesai merger ya, kami juga masih fokus perbaikan sistem, penyesuaian-penyesuaian, termasuk masih mengurusi mengenai migrasi rekening nasabah. Tapi kan sebelum kita bernama BSI kita sudah punya berbagai kerja sama pembiayaan dengan banyak UMKM di Bulukumba ini.36

Pada dasarnya, kerja sama BSI dan UMKM merupakan misi BSI secara umum bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini tentu

36Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

51

menjadi sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Bulukumba yang sangat kaya akan destinasi pariwisatanya, entah itu pantai, gunung, hingga wisata adat. Hal ini pun diamini oleh pihak BSI Cabang Bulukumba;

Sebagai bank syariah yang inklusif dan melayani beragam segmen, BSI berkomitmen untuk dapat menjadi mitra dalam memberikan kebermanfaatan baik di dunia maupun akhirat kepada segenap nasabah, termasuk UMKM khususnya ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.37 Merujuk pada yang telah dijelaskan tersebut, diketahui bahwasanya pihak BSI Cabang Bulukumba telah berusaha melakukan kerja sama secara intensif dengan sektor UMKM demi kemajuan UMKM dan daerah secara pesat. Namun, kendala utama yang kadang terjadi dalam upaya ini adalah terbatasnya modal UMKM. Maka dari itu, UMKM membutuhkan bantuan modal yang signifikan dan bantuan analisis peluang terhadap usaha yang mereka jalankan. Sebagaiman disampaikan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba;

Kami sadar dengan potensi yang dimiliki oleh UMKM yang ada di Bulukumba ini. Makanya kami terus berupaya memberikan support, salah satunya dengan memberikan bantuan PUR (Pembiayaan Usaha Rakyat) Ini setara dengan KUR dibank konvesional. Selain itu, kami juga berusaha memberikan edukasi terkait dengan marketing bagi para pelaku UMKM di tengah pandemi yang belum berakhir ini, apalagi UMKM itu daya tahannya bisa dibilang tinggi dibanding perusahaan ya.38

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa selain dnegan bantuan modal, BSI juga mempertahankan eksistensi yang dimiliki oleh UMKM di Bulukumba. Pada dasarnya, kemudahan akses peromodalan memjadi kunci penting dalam keberhasilan pembangunan UMKM di suatu negara. Perkembangan ekonomi yang sangat pesat memunculkan inovasi-inovasi pembiayaan keuangan yang dapat mempermudah pembiayaan UMKM.

37Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

38Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

52

Pemberian pembiayaan atau permodalan kepada pelaku UMKM, secara langsung akan mempengaruhi volume usaha bila hal tersebut digunakan memjadi modal kerja. Jika pembiayaan tersebut digunakan untuk investasi maka akan meningkatkan pendapatan bagi UMKM maupun tenaga kerja yang bekerja pada UMKM tersebut.

Lebih lanjut, apa yang dijelaskan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba menjelaskan bahwa eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi penggerak ekonomi, terutam pasca krisis ekonomi. UMKM pada saat krisis ekomoni mampu melaluka penyesuaian dan bertahan ketika banyak perusahaan besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK dalam jumlah besar. Kemampuan UMKM untuk bertahan dalam kondisi krisis terjadi karena kandungan domestik yang tinggi pada input produksinya, sehingga mampu menghindar dari keterpurukan akibat dari depresiasi rupiah yang menyebabkan peningkatan biaya produksi pada usaha yang banyak menggunakan input impor.

Namun kebanyakan produksi UMKM masih mengandalkan pasar lokal dan permintaan dalam negeri sebagai sumber omsetnya, kecuali pada produk tertentu. Belum banyak produk UMKM yang mampu melakukan ekspor langsung.

Pengembangan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan

53

produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Dalam situasi pandemi sendiri, pihak BSI (yang dulunya direpresentasikan dengan BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah) telah menjadi agen penghubung pemerintah dengan UMKM, di mana mereka menjadi salah satu bank yang menjadi penampung dan pengalur dana BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta. Hal ini sebagaimana dijelaslkan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba;

Alhamdulillah, kalo soal peran BSI dengan UMKM itu sudah sejak dulu, artinya sebelum jadi BSI memang sudah ada kerja sama seperti saat penyaluran bantuan covid kemarin dek.39

Seiring berjalannya waktu, keinginan pihak perbankan, tidak terkecuali dengan BSI Cabang Bulukumba terus melakukan pendekatan dan dukungan kepada pihak UMKM yang ada di Bulukumba. Pengembangan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Hal ini tidak terkecuali dengan UMKM di Kabupaten Bulukumba, yang notabene merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi sentra pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan. Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten

39Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

54

Bulukumba per tahun 2020, terdapat 7.075 UMKM yang terdaftar di sana. Jumlah UMKM yang sangat besar tersebut tentunya sangat potensial untuk dikembangkan melalui produk dan pengelolaan yang baik. Terkait dengan hal tersebut, pihak BSI Cabang Bulukumba menjelaskan;

Alhamdulillah, kami sudah koordinasi dengan pihak Dinas Koperasi dan UMKM Bulukumba terkait dengan program pemberdayaan UMKM dan mereka sangat mendukung hal tersebut. Ke depannya, setelah urusan administrasi dan lain-lain selesai kita akan segera mengeksekusi program- program yang kita buat seperti pelatihan marketing dan digitalisasi usaha dan pelatihan retorika agar UMKM di Bulukumba ini semakin berkualitas.40

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahu bahwa saat ini pihak BSI Cabang Bulukumba telah menentukan berbagai program yang nantinya akan dieksekusi bersama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Bulukumba. Hal ini juga sangat relevan dengan apa yang disampaikan oleh Pihak BSI melalui Direktur Retail Bankingnya;

Sebagai bank syariah yang inklusif dan melayani beragam segmen, BSI berkomitmen untuk dapat menjadi mitra dalam memberikan kebermanfaatan baik di dunia maupun akhirat kepada segenap nasabah, termasuk UMKM khususnya ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.41 Untuk memberdayakan UMKM, BSI telah menyiapkan beberapa strategi.

Diantaranya sinergi bersama pemerintah dalam proses pembinaan UMKM melalui kegiatan inklusi keuangan dan pemberian fasilitas pembiayaan kepada umkm binaan instansi, pemda dan komunitas halal. Selain itu, BSI juga berusaha memberdayakan UMKM go digital dengan mendorong sentra

40Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

41M. R. B. Kencana, Bank Syariah Indonesia Bidik Kredit UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diakses dari https://www.liputan6.com/bisnis/read/4507566/bank-syariah- indonesia-bidik-kredit-untuk-umkm-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif , 26 Juni 2021

55

produksi UMKM Binaan go digital yang dihubungkan dengan e-commerce sebagaimana disampaikan pihak BSI melalui Direktur Retail Bankingnya;

Kami berkomitmen untuk mengembangkan UMKM dengan penyaluran pembiayaan untuk menambah modal, memfasilitasi pengusaha UMKM agar bisa menjual secara online melalui kerjasama dengan e-commerce, dan bersama-sama dengan Kemenparekraf melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM.42

Apa yang dijelaskan oleh pihak BSI Pusat tersebut dengan sangat jelas memberikan informasi terkait dengan apa yang menjadi prioritas BSI dalam pengembangan UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.Namun, tentunya terdapat beberapa kendala yang akan dihadapi dalam hal ini. Sebagaimana dijelaskan oleh pihak BSI Cabang Bulukumba;

Ya walaupun kami sudah berkomitmen untuk terus memberi dukungan terhadap UMKM, namun tentu ada kendala yang kita hadapi seperti data UMKM yang kurang, dan juga kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih mengambil kredit dibank konvensional dibanding pada bank syariah. Ya, kami paham karena masyarakat Indonesia khususnya di Bulukumba ini meskipun mayoritas muslim, tapi masih banyak masyarakat yang awam terhadap produk bank syariah. Sehingga kita harus bisa memberikan edukasi dan juga memahami bagaimana kemauan masyarakat khususnya pelaku UMKM.43

Apa yang dijelaskan tersebut menggambarkan salah satu upaya perbankan dalam mengembangkan ekonomi masyarakat adalah dengan cara memahami perilaku masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan. Salah satu perilaku konsumen yang harus dipahami oleh perbankan adalah perilaku dalam menentukan pilihan bank oleh pemilik usaha mikro kecil dan menengah UMKM.

Dalam hal ini, perbankan harus mengetahui aspek apakah yang menjadi

42M. R. B. Kencana, Bank Syariah Indonesia Bidik Kredit UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diakses dari https://www.liputan6.com/bisnis/read/4507566/bank-syariah- indonesia-bidik-kredit-untuk-umkm-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif , 26 Juni 2021

43Wawancara dengan Bapak Aldi, 11 Juni di Kantor BSI KC Bulukumba

56

pertimbangan konsumen dalam menemukan pilihan terhadap sebuah perbankan.

Dengan demikian, sebagai financial intermediary, bank syariah seperti BSI harus bisa berinteraksi dan memahami cara setiap konsumennya dalam memilih mengalami serta mengevaluasi pelayanan yang diberikan. Memahami perilaku konsumen akan memicu dampak yang positif terhadap perbankan, karena setiap perbankan akan berusaha melengkapi dan memperbaiki kinerja dalam memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen.

Sebagai tambahan informasi terkait bagaimana peranan BSI KC Bulukumba yang dulunya merupakan Bank Syariah Mandiri Cabang Bulukumba, berikut peneliti sajikan data pembiayaan UMKM secara nasional per Desember 2019 dan Desember 2020.

Tabel 4.1 Data Pembiayaan BSM per Desember 2019 dan per Desember 2020 (Dalam Jutaan Rupiah)

No. Jenis Pembiayaan 2020 2019

1 Pembiayaan berbasis piutang dan sewa:

a) Rupiah b) Valuta Asing

6.269.161 55.750

7.623.612 17.214 2 Pembiayaan berbasis bagi

hasil a) Rupiah b) Valuta Asing

4.137.966 -

4.197.361 -

Total 10.462.877 11.838.18744

Merujuk pada sajian data pada tabel 4.1, diketahui total pembiayaan yang dialokasikan untuk UMKM secara nasional mengalami penuruan dari tahun 2019 ke tahun 2020. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi pandemi, di mana beberapa persen dana pembiayaan UMKM dialihkan ke sektor CSR dalam rangka peduli

44Laporan Keuangan Bank Syariah Mandiri & Perusahaan Induk 2020 dan 2019

Dokumen terkait