PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kinerja anggaran selalu berkaitan dengan bagaimana suatu satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum bidang sumber daya air, penciptaan karya dan penataan ruang Provinsi Sulawesi Selatan dikaitkan dengan efisiensi anggaran kinerja yang digunakan dalam mencapai tujuan kerja dengan anggaran yang tersedia. alokasi. Pada tahun 2008-2013, hal ini lebih lanjut dijabarkan dalam pernyataan visi Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Wilayah Sulawesi Selatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, PP Nomor 38 Tahun 2004 dan UU No.
Rumusan Masalah
7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan dengan memperhatikan analisis perkembangan lingkungan hidup, maka dirumuskan visi PDSA Provinsi Sulawesi Selatan periode 2008-2013 sebagai berikut: “Mewujudkan pemanfaatan sumber daya air Sulawesi Selatan secara berkelanjutan untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.” orang orang." kondisi yang saya jadikan bahan acuan dalam melakukan penelitian terkait “Analisis Kinerja Efisiensi Anggaran Pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Selatan”. “Apakah anggaran kinerja yang digunakan pada Dinas Sumber Daya Air, Permukiman, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan berjalan efektif?”
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Efesiensi
Analisis efesiensi
Pengertian Anggaran
Dengan persepsi yang jelas mengenai tujuan anggaran yang ingin dicapai dan dengan alokasi sumber daya yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut, maka manajer akan mempunyai komitmen, kemampuan untuk mencapai tujuan anggaran. Proses penyusunan anggaran melibatkan manajer yang berkomitmen untuk mencapai tujuan anggaran sehingga menghasilkan anggaran dalam bentuk anggaran yang dikenakan sendiri. Namun jika proses penyusunan anggaran tidak baik maka akan mengakibatkan anggaran mempunyai ciri-ciri tidak lebih dari perkiraan, dan setiap pengelola tidak mempunyai komitmen untuk mencapai tujuan anggaran tersebut (Mulyadi, 2001).
Anggaran variabel adalah anggaran yang disusun berdasarkan interval (rentang) kapasitas (kegiatan) tertentu dan pada hakikatnya merupakan serangkaian anggaran yang dapat disesuaikan dengan tingkat kegiatan (kegiatan) yang ada. Anggaran tetap adalah anggaran yang disusun untuk suatu periode tertentu yang volumenya tertentu dan berdasarkan volume itu direncanakan pemasukan, biaya, dan pengeluaran. Menurut Freemen (2003) yang dikutip dari buku Deddi Nordiawan (2008) mengartikan penganggaran sebagai berikut: “Penganggaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki untuk kebutuhan yang tidak terbatas (the process of alocation of resources to unlimited tuntutan). )".
Pengertian Kinerja
Bernandin dan Russell 9 10 dalam Sulistiyani dan Rosidah (2003) juga secara pasti menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya berdasarkan keterampilan, pengalaman dan keseriusan serta waktu. Mangkunegara (2004) mengartikan kinerja sebagai kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penilaian kinerja merupakan evaluasi sistematis terhadap pekerjaan yang dilakukan pegawai dan ditujukan untuk pengembangan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dirumuskan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dan didasarkan pada keahlian, pengalaman dan keseriusan serta waktu, yang hasilnya tercermin dalam kuantitas dan kualitas. Tanggung jawab dapat berupa kewajiban pegawai untuk melakukan apa yang diminta darinya dengan baik. Pengukuran kinerja adalah metode mengevaluasi kemajuan yang dicapai terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
Efesiensi Kinerja
- Kerangka Pikir
Menurut Mulyadi (2001), “Kinerja adalah keberhasilan personel, tim, atau unit organisasi dalam mencapai tujuan strategis yang telah ditentukan melalui perilaku yang diharapkan.” Kinerja suatu perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu menurut standar yang telah ditetapkan. Kinerja perusahaan harus merupakan suatu hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empiris perusahaan dari berbagai kriteria yang disepakati. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah kemampuan, usaha dan peluang personel, tim atau unit organisasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan tujuan strategis yang telah ditetapkan.
Penting untuk mengukur keberhasilan pencapaian strategis yang menjadi dasar pengukuran kinerja, dan menentukan inisiatif strategis untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu unsur penyelenggara pemerintahan daerah di bidang sumber daya air, oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan pelaksanaan kebijakan pengelolaan sumber daya air yaitu penetapan kebijakan penganggaran berbasis kinerja, serta di bidang teknis pembangunan, pengelolaan sumber daya, pembangunan air dan sebagainya. Hubungan antara variabel partisipasi anggaran, kejelasan tujuan anggaran dan kinerja manajerial adalah partisipasi yang tinggi dalam perencanaan anggaran memberikan kesempatan kepada manajer untuk berpartisipasi dalam menentukan bagaimana anggaran akan disusun sesuai dengan tujuan anggaran di departemennya masing-masing.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel Defenisi Operasional Variabel
- Metode Pengumpulan Data
- Defenisi Operasional Variabel
- Jenis dan Sumber data
- Metode Analisis
Struktur organisasi Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Penataan Ruang berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Menyusun laporan kinerja instansi pemerintah pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Selatan. Tingkat efisiensi anggaran Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan dihitung dengan cara membandingkan.
Sumber : Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan (Data dalam Olah). Tingkat efisiensi anggaran Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan dihitung dengan membandingkan total penerimaan anggaran dengan realisasi anggaran belanja yang dapat dilihat pada tabel 4.2. Sumber : Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan (Data di Olah.
SEJARAH UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Berdirinya Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya
Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah di bidang sumber daya air, yang dipimpin oleh seorang kepala dinas, dimana lembaga ini berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur. Provinsi Sulawesi Selatan, dan dalam bidang teknis administrasi dikelola dan dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan rumah tangga daerah di bidang sumber daya air. Tujuh pegawai tewas dalam pertempuran mempertahankan markas besar Departemen Pekerjaan Umum di kota Bandung yang dikenal dengan sebutan “Gedung Sate”.
Pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, para pegawai muda Departemen Pekerjaan Umum tak mau meninggalkan generasi muda lainnya di Kota Bandung. Semangat dan semangat juang yang kuat dari para patriot muda ini kemudian dikumpulkan dan disalurkan dalam suatu gerakan yang terorganisasi dalam bentuk organisasi bernama Gerakan PU Mladina. Untuk menyatukan pertahanan, gerakan pemuda ini kemudian membentuk bagian pertahanan yang dipersenjatai dengan granat, beberapa senapan dan senjata api lainnya yang dirampas dari tentara Jepang.
Sumpah Setia
Mereka bersiap menghadapi segala kemungkinan yang dapat menghambat dan mengganggu proklamasi kemerdekaan. Kewajiban mereka selanjutnya saat itu adalah mempertahankan dan mempertahankan apa yang sudah direbut agar tidak direbut kembali oleh musuh. Sejak saat itu, gerakan pemuda harus berhadapan dengan pasukan Jepang dan sekutu, Belanda, dan NICA.
Hampir setiap hari kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum diganggu oleh pasukan Sekutu/Belanda/NICA, sehingga pegawai tidak dapat menjalankan tugasnya dengan tenang. Oleh karena itu, seluruh pegawai Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum pada awalnya diperbolehkan untuk tidak masuk kantor hingga situasi aman. Mereka menerima tugas sulit ini sebagai kewajiban mulia yang harus dilakukan dengan mengorbankan jiwa dan raga mereka.
Terjadinya Peristiwa
Mereka melakukan perlawanan mati-matian dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan kantor yang ingin mereka rebut, dan dikepung serta diserang dari segala penjuru. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pemuda yang hilang tersebut adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu dan Soerjono. Sebagai penghormatan atas jasa tiga orang lainnya yang kerangkanya tidak ditemukan, didirikan 2 tanda peringatan.
Satu dipasang di dalam Gedung Sate dan satu lagi berupa batu alam berukuran besar yang bertuliskan nama tujuh pahlawan. Ukar Bratakusuma, ketujuh pahlawan muda tersebut dinyatakan dan diberi penghargaan sebagai “PEMUDA PELAYANAN” dan bentuk apresiasi ini juga disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Hari Bakti
Perjuangan generasi penerus bangsa diwujudkan dalam pengabdian kepada negara untuk mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan pembangunan yang saat ini sedang giat dilakukan. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, negara Indonesia berupaya menjadi negara berkembang dengan pembangunan di segala bidang, baik ekonomi, politik, dan sosial budaya. Namun ketika para pemuda pemberani Indonesia menyadari maksud dan tujuannya, maka para pemuda berhasil merebut kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tangan penjajah, terbukti dengan terjadinya perlawanan fisik dan diplomasi.
Ketika kemerdekaan sudah berada di tangan bangsa Indonesia, Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Presiden Soekarno menyita beberapa infrastruktur yang dibangun oleh penjajah, salah satunya adalah Departemen Sumber Daya Air yang menjadi pusat pengembangan sumber daya air. , yang mana Indonesia sangat diperlukan untuk mewujudkan impian anda. Pada tahun 1946, pelayanan air langsung digantikan oleh orang Indonesia, dan diawasi oleh salah satu menteri dalam kabinet yang dipimpin oleh presiden Republik Indonesia.Dalam perkembangannya, Republik Indonesia memerlukan cabang-cabang yang berbeda untuk menyeimbangkan pembangunan. dan juga karena Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke, maka dibangunlah pelayanan irigasi di setiap provinsi dan salah satunya di Makassar yang berkantor pusat di Jl. 11 Tahun 2001 yang dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia, Abdul Rahman Wahit (Gusdur), mengubah Dinas Air menjadi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan memisahkan kantor wilayah yang dahulu berkantor di dinas tersebut dan dipindahkan ke Kantor Wilayah. Kantor Gubernur.
Visi Dan Misi Organisasi
Berdasarkan Visi Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan tersebut di atas, yang pada hakekatnya bertujuan untuk mendukung terwujudnya Visi Pemerintah Provinsi, maka dirumuskan misi Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan sebagai berikut.
Azaz dan Nilai
Struktur Organisasi dan Job Description
Menetapkan rencana dan program pengelolaan sumber daya air provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan kebijakan umum daerah. Menyiapkan rencana pemberian pelayanan di bidang persuratan, kerumahtanggaan, kehumasan dan hal-hal umum lainnya dengan berkoordinasi dengan Sekretariat, satuan kerja di lingkungan Dinas Air, Permukiman dan Tata Ruang serta instansi/instansi terkait untuk ketepatan dan kejelasan pemberian pelayanan. . Membuat rancangan surat keputusan persetujuan kenaikan gaji secara berkala bagi pegawai Departemen Sumber Daya Air, Permukiman, dan Tata Ruang yang telah mendapat persetujuan atasan sesuai formulir yang tertera. F.
Anggaran kinerja yang diterapkan pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan berjalan efektif. Untuk menganalisis sejauh mana kinerja perencanaan anggaran pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang penulis berikan, maka saran yang diberikan sebagai bahan perbandingan kepada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan dapat meningkatkan koordinasi yang baik dengan masyarakat dalam pelaksanaannya. kebijakan, program kegiatan dan anggaran untuk menciptakan integrasi integritas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan agar anggaran kinerja yang dilaksanakan setiap tahunnya berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan tersebut, yaitu pada periode anggaran kinerja Dinas Pengelolaan Air, Permukiman, dan Tata Ruang. untuk provinsi Sulawesi Selatan, belanja tahun 2015-2017 untuk belanja efisien Anggaran secara keseluruhan efisien karena banyak program dan anggaran yang direncanakan terealisasi sesuai anggaran yang direncanakan sesuai persentase.
Saran