• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis efisiensi pemasaran kelapa sawit - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis efisiensi pemasaran kelapa sawit - Repository UMA"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran dan share petani serta mengetahui efisiensi pemasaran kelapa sawit petani rakyat di Desa Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan. Responden dalam penelitian ini adalah petani, pengepul, pedagang besar dan pabrik kelapa sawit di desa Prapat Janji. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 pola saluran pemasaran kelapa sawit bagi petani rakyat di Desa Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan yaitu Saluran I yang terdiri dari petani, pengepul, pedagang besar dan pabrik kelapa sawit.

Margin pemasaran kelapa sawit pada saluran I lebih besar dibandingkan saluran II yaitu Rp 333/kg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, farmer share dan efisiensi pemasaran petani kelapa sawit di desa Prapat Janji kecamatan Buntu Pane kabupaten Asahan. Contoh penelitian ini adalah petani, pengepul, pedagang besar dan pabrik kelapa sawit di Desa Prapat Ikrar.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 saluran pemasaran kelapa sawit bagi petani kecil di desa Prapat Janji yang terdiri dari saluran I: dari petani ke pengepul, ke pedagang besar hingga pabrik sawit. Seluruh dosen Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang telah memberikan ilmu dan bimbingannya kepada penulis. Teman-teman semua di Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, khususnya teman-teman angkatan 2013 agrobisnis dan agroteknologi.

Rata-rata Margin Pasar, Persentase Margin, Pangsa Harga dan Efisiensi Pemasaran pada Saluran Pemasaran Klaster Buah Segar II.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Kerangka Pemikiran

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara. Dari 9 desa tersebut, rata-rata petani sawit di wilayah tersebut masih bergantung pada kegiatan pemasaran sawit. Secara khusus, di Desa Prapat Janji terdapat 176 petani kecil penghasil kelapa sawit yang dalam penjualan hasil panennya hanya bergantung pada pelaku dan saluran pemasaran yang ada di daerah tersebut yaitu pedagang.

Berdasarkan data di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi saluran pemasaran kelapa sawit petani rakyat di desa Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan. Pemasaran kelapa sawit merupakan kegiatan usaha yang melibatkan pemasaran tandan buah segar (TBS) melalui saluran pemasaran. Saluran pemasaran tersebut terdiri dari saluran pemasaran I melalui agregator dan pedagang besar, saluran pemasaran II melalui pedagang besar dan pabrik kelapa sawit (PKS).

Menjawab masalah tersebut, salah satu kajian penting yang perlu dilakukan ialah aspek pemasaran minyak sawit yang popular. Perkara penting mengenai pemasaran minyak sawit kepada ladang rakyat ialah fungsi dan saluran pemasaran, keuntungan dan margin pemasaran.

Tabel 1. Luas Tanaman dan Poduksi Kelapa Sawit Tanaman  Perkebunan Rakyat Tahun 2012 – 2015
Tabel 1. Luas Tanaman dan Poduksi Kelapa Sawit Tanaman Perkebunan Rakyat Tahun 2012 – 2015

TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Kelapa Sawit 2.1.Kelapa Sawit

  • Potensi Kelapa Sawit
  • Saluran Pemasaran
  • Margin Pemasaran
  • Fungsi Pemasaran
  • Efisiensi Pemasaran
  • Penelitian Terdahulu

Dalam perekonomian Indonesia, bahan baku kelapa sawit memegang peranan yang cukup strategis, karena bahan baku tersebut mempunyai prospek yang cukup cerah sebagai sumber devisa negara. Selain itu minyak sawit juga merupakan bahan baku minyak goreng yang banyak digunakan di seluruh dunia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Suyatno, 2007). Menurut Dinas Perkebunan Sumatera Utara (2015), luas perkebunan rakyat di Sumatera Utara Ha berdasarkan luas wilayah, tanaman kelapa sawit di Sumatera terdiri dari tanaman belum menghasilkan 63.093,00 Ha, tanaman menghasilkan 3.967,00 Ha dan tanaman belum menghasilkan 3.967,00 Ha. tanaman Ha. (Dinas Perkebunan Sumut, 2015).

Saat ini perkebunan kelapa sawit semakin berkembang seiring dengan kebutuhan dunia akan minyak nabati dan produk industri oleokimia. Produk kelapa sawit merupakan komponen penting dalam perdagangan minyak nabati dunia (Pahan, 2007). Pedagang grosir melakukan transaksi dalam rantai atau perusahaan yang akan memilah dan membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang akan dijual ke pabrik kelapa sawit. Pedagang pengumpul adalah lembaga atau orang yang melakukan kegiatan perdagangan hasil produksi kelapa sawit dari para petani.

Pabrik pengolahan kelapa sawit merupakan tempat penyimpanan produksi minyak kelapa sawit dari distributor dan agen untuk diolah menjadi CPO atau produk turunan lainnya. Fungsi ini mencakup proses pembelian minyak sawit dari petani sawit, baik agregator maupun grosir. Berdasarkan hasil penelitian Muhammad Romadon (2014) yang berjudul “Analisis Efisiensi Manajemen Perdagangan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit”, diketahui saluran pemasaran kelapa sawit ada 2, yaitu saluran 1 petani kelapa sawit – pedagang kecil – besar pedagang – pabrik kelapa sawit (PKS).

Sedangkan pada saluran pemasaran kedua adalah petani kelapa sawit – pedagang besar – pabrik kelapa sawit (PKS), dari kedua saluran pemasaran tersebut saluran pemasaran yang efisien terdapat pada saluran kedua yaitu petani kelapa sawit – pedagang besar – pabrik kelapa sawit. (PKS). Berdasarkan hasil penelitian Ardiansyah Pratam (2015) yang berjudul “Analisis Saluran Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit pada Kalangan Petani Mandiri di Desa Simpang Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu” diketahui bahwa dalam hal ini Penelitian, saluran pemasaran kelapa sawit terdapat 1 yaitu saluran 1 yaitu petani ke pengepul komersial dan pengepul komersial ke pabrik kelapa sawit (PKS). Gambar 1 menunjukkan adanya hubungan erat yang tinggi antara harga di tingkat pabrik kelapa sawit (POF) dan harga di tingkat petani.

Analisis Pemasaran Tandan Buah Sawit Segar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Studi Kasus pada Petani Mandiri di Kabupaten Muara Muntai)” mengungkapkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Kabupaten Muara Muntai, yaitu saluran pemasaran dua tingkat dan saluran pemasaran tiga tingkat. share (bagian) pada saluran pemasaran dua tingkat bagi petani sebesar 76,15%, pedagang agregator sebesar 17,96%, dan pemilik SPB sebesar 5,88%.Ada tiga permasalahan utama yang dihadapi petani kelapa sawit di kabupaten Muara Muntai, (1) Tidak Stabil harga; (2) Input produksi sulit diperoleh; dan (3) Peran kelompok tani belum optimal.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

  • Analisis Statistik Deskriptif

Jadi jika saluran pemasaran <50% maka saluran pemasaran tersebut efisien, jika saluran pemasaran >50% maka saluran pemasaran tersebut tidak efisien, dan jika saluran pemasaran = 50% maka saluran pemasaran tersebut efisien.

Defenisi Dan Batasan Operasional

  • Batasan Operasional

9. Sampel penelitian adalah petani kecil kelapa sawit, agregator, pedagang besar yang membeli tandan buah segar (TBS) di desa Prapat Janji, kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan. Analisis Saluran Pemasaran Tandan Buah Sawit Segar Kepada Petani Mandiri di Desa Simpang Selayang. Kuesioner ini dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah saja dan untuk menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Pertanian Universitas Medan Area.

Untuk itu saya mohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap, jujur, dan sesuai dengan keadaan saat ini agar informasi ilmiah yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan. 6. Menurut Bapak/Ibu/Saudara, pedagang manakah di bawah ini yang paling banyak menjual TBS (Tandan Buah Segar), berikan alasannya... a.Pedagang pengumpul b.Pedagang besar c.Pabrik kelapa sawit . Harga Jual Petani di Saluran I. Harga Jual Aggregator di Saluran I. Lampiran 7. Harga Jual Pedagang Besar di Saluran I. Harga Jual Petani di Saluran II.

Gambar 14. Wawancara Dengan Petani Responde
Gambar 14. Wawancara Dengan Petani Responde

Gambar

Tabel 1. Luas Tanaman dan Poduksi Kelapa Sawit Tanaman  Perkebunan Rakyat Tahun 2012 – 2015
Tabel 2. Luas Tanaman Dan ProduksiKelapa Sawit Perkebunan Rakyat  Menurut Kecamatan, 2015
Tabel  3  MetodeDisproportionate  Stratified  Random  Sampling  (acak)   menggunakan  rumus  Slovin  berdasarkan  jumlah  populasi  dan  sampel
Gambar 14. Wawancara Dengan Petani Responde
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Asahan pada lima kecamatan yaitu Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Buntu Pane, Kecamatan Pulau Rakyat, Kecamatan Bandar Pulau

Bambang Wahyu Dwiantoro, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian 2016-2019 : Menerangkan lahirnya perkebunan kelapa sawit milik petani adalah pola kemitraan atau pola inti rakyat

Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa saluran pemasaran pertama pada komoditi kelapa sawit, pedagang yang terlibat dalam proses pemasaran tandan buah segar (TBS) yang ada

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) Saluran, margin pemasaran TBS kelapa sawit dan bagian harga yang diterima oleh petani ;

Model Pengembangan Pola Perusahaan Inti Rakyat Anak Angkat-Bapak Angkat pada Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit. Warta Pusat Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui karakteristik petani kelapa sawit; (2) Untuk mengetahui serapan tenaga kerja perkebunan rakyat kelapa sawit;

Terdapat 3 (tiga) saluran pemasaran TBS oleh petani kelapa sawit swadaya yaitu petani menjual TBS langsung pada PKS, petani melalui loading point dan PKS, petani melalui

Pendpatan petani ini akan meningkat jika ditunjang dengan pemasaran tandan buah segar kelapa sawit TBS yang baik, khususnya dalam hal harga, saluran pemasaran, dan fungsi pemasaran