Analisis Elemen Arsitektur Islam Pada Masjid Raudhatul Jannah Khadafy1, Ahmad Riyadi2, M.Mirza Aflahuzzuhdi3, M.Rizki Putra4
1,2,3,4Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Riau
Email: [email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4
ABSTRAK
Dalam aspek agama, mesjid merupakan tempat utama untuk melaksanakan salat, ibadah pokok dalam agama Islam. Selain itu, mesjid juga menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah-ibadah lain seperti Tarawih, salat Jumat, dan salat Id. Mesjid memiliki peran sebagai pusat kegiatan keagamaan yang memungkinkan umat Muslim untuk berkumpul, berinteraksi, dan menguatkan ikatan antara sesama Muslim. Di sisi sosial, mesjid juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk komunitas Muslim. Mesjid sering kali menjadi tempat berkumpulnya umat Muslim dalam berbagai kegiatan seperti pengajian, kajian agama, dan ceramah. Selain itu, mesjid juga menjadi pusat pendidikan agama untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda dan memfasilitasi pembelajaran agama bagi seluruh umat Muslim. Selain sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan, mesjid juga memiliki aspek budaya yang khas.
Arsitektur mesjid yang indah dan unik, seperti kubah, menara, dan ornamen- ornamen Islam, mencerminkan identitas budaya dan agama umat Muslim.
Kata kunci: Analisis Elemen, Arsitektur Islam, Masjid Raudhatul Jannah ABSTRACT
In terms of religion, the mosque is the main place to carry out prayers, the main worship in Islam. In addition, the mosque is also a place to carry out other services such as Tarawih, Friday prayers and Eid prayers. The mosque has a role as a center of religious activity that allows Muslims to gather, interact, and strengthen bonds between fellow Muslims. On the social side, mosques also have a significant role in shaping the Muslim community. The mosque is often a gathering place for Muslims in various activities such as recitation, religious studies, and lectures. In addition, the mosque is also a center for religious education to teach Islamic values to the younger generation and facilitate religious learning for all Muslims. Apart from being a place of worship and a center for religious activities, the mosque also has a distinctive cultural aspect. The beautiful and unique architecture of the mosque, such as domes, minarets and Islamic ornaments, reflects the cultural and religious identity of Muslims.
Keywords: Element Analysis, Islamic Architecture, Raudhatul Jannah Mosque
1. Pendahuluan
Pengembangan arsitektur Islam memiliki akar yang mendalam dalam sejarah perkembangan agama Islam dan budaya Muslim. Gaya arsitektur Islam mulai timbul pada abad ke-7 di semenanjung Arab setelah penyebaran agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Pada awalnya, arsitektur Islam dibangun berdasarkan prinsip-prinsip tradisional Arab sebelum Islam dengan penambahan elemen-elemen baru yang mengambil inspirasi dari ajaran Islam.
Salah satu arsitektur Islam yang paling mendasar adalah masjid. Masjid merupakan bangunan suci dan pusat ibadah dalam agama Islam. Desain masjid didasarkan pada prinsip-prinsip arsitektur Islam yang khas, yang mencakup elemen-elemen seperti mihrab (nisan arah kiblat), mimbar (tempat khutbah), dan kubah yang melambangkan simbolisme agama. Selain itu, penggunaan ornamen dan hiasan geometris serta pola-pola repetitif yang kompleks juga merupakan ciri khas dalam arsitektur masjid.
Masjid Raudhatul Jannah di Pekanbaru dipilih menjadi objek studi pada kasus ini dikarenakan masjid ini telah memberikan sebuah wacana baru dalam perancangan jika dibandingkan dengan masjid-masjid yang ada sebelumnya dan yang ada pada saat ini tersebar luas baik di Indonesia maupun di luar Indonesia, yanag mana masjid cenderung memakai elemen kubah sebagai identitasnya.
Sang arsitek mengangkat konsep Arsitektur Islam kedalam perancangan Masjid Raudhatul Jannah baik prinsip maupun karakteristik dari arsitektur islam maupun masjid, dengan tujuan edukasi kepada masyarakat yang selama ini telah terpaku akan budaya yang ada bahwa Masjid adalah bangunan yang harus memiliki kubah. Dapat dilihat dari kebanyakan Masjid yang ada, bentuk dan warna Masjid pada saat ini merupakan hasil olahan imajinasi manusia tanpa memikirkan konsep yang seharusnya menjadi panutan dalam proses perancangan Masjid itu sendiri
2. Bahan dan Metode
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode (jalan) penelitian yang sistematik yang
digunakan untuk mengkaji atau meneliti suatu objek pada latar ilmiah tanpa ada manipulasi di dalamnya dan tanpa ada pengujian hipotesis, dengan metode- metode yang alamiah ketika hasil penelitian yang diharapakan bukanlah generalisasi berdasarkan ukuran-ukuran kuantitas, namun makna (segi kualitas) dari fenomena yang diamati.
Dalam penelitian kualitatif data-data yang dikumpulkan berupa deskriptif.
Pendekatan deskriptif yakni pendekatan yang penulis gunakan pada penelitian ini. pendekatan deskriptif sendiri berupa gambaran hal-hal yang ditemukan selama melakukan wawancara dan observasi yang kemudian di deskripsikan penulis sesuai dengan temuan dan pengamatan yang diteliti setelah data diolah dengan di dukung oleh data dokumentasi. Penulis akan mendeskripsikan elemen pembentuk Masjid, ornamen dan lanskap pada Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data bersifat terbuka dan data yang terkumpul cenderung berupa data teks, objek atau gambar, bukan berupa angka, disebabkan tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukan dan memaparkan atau mendiskripsikan tentang elemen pembentuk apa saja yang ada, ornamen, dan lanskap pada Masjid Raudhatul jannah.
Selain itu karena memiliki tujuan sebagai pengumpulan data ataupun informasi untuk memecahkan masalah berdasarkan data-data yang ada, yakni dengan menyajikan, menganalisis, serta menginterpretasikan data. Penulis bermaksud dalam penelitian ini menggambarkan secara sistematis tentang permasalahan yang akan diteliti, yakni mengenai menganalisis elemen pembentuk Masjid, oranmen dan lanskap pada Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru.
a. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang diambil adalah Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru dengan metode kualitatif studi kasus. Peneliti mempelajari subjek penelitian dengan mencari literatur terkait, observasi lapangan serta Dokumentasi.
b. Lokasi Penelitian
Lokasi pelaksanaan penelitian yaitu berada di jalan Jl. Tuanku Tambusai, Labuh Baru Tim., Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28123.
c. Teknik Pengumpulan Data
Studi Literatur
Studi literatur diperoleh dari mengkaji pustaka beberapa buku, jurnal penelitian yang sudah dilakukan atau teori seni Islam dan studi literature tentang Masjid Raudhatul Jannah yang selanjutnya digunakan sebagai parameter/tolok ukur data dan digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh.
Observasi
Pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participant observation) atau pengamatan secara langsung. Data yang didapat berupa data gambar yang bersifat aktual dan faktual. Jadi peneliti Langsung meninjau/melakukan pengamatan secara langsung dilokasi Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru, untuk menganalis elemen-elemen pembentuk Masjid, ornamen Masjid, dan lanskap Masjid.
Dokumentasi
Dalam penelitian ini alat tulis dan kamera digunakan sebagai alat dokumenyasi. Alat tulis digunakan untuk mencatat data observasi langsung pada objek penelitian. Alat tulis berupa pensil, kertas, pena. Alat kamera digunakan untuk pengambilanambar gambar yang berkaitan dengan elemen elemen pembentuk Masjid, ornamen pada masjid, dan area lanskap masjid.
3. Hasil dan Diskusi
a. Identifikasi Elemen Pada Masjid 1. Tampak Exterior
Gambar 1. Foto Tampak Udara
Gambar 2. Tampar Eksterior
Pada bagian exterior, dinding fasad menggunakan material ACP berwarna abu abu terang, terdapat motif motif ukiran pada sebagian dindingnya. Motif ukiran yang digunakan yaitu arabesque. Penggunaan warna juga dominan monochrome yaitu abu-abu terang dan abu-abu gelap
Gambar 3. Elemen Eksterior
2.Tampak Interior 1. Tempak Wudhu
Tempat wudhu pada masjid Raudhatul Jannah terbagi menjadi 2 zona yaitu pada area dalam masjid dan area luar masjid. Yang mana tempat wuhdu di desain dengan menggunakan pendekatan desain arsitektur masjid yang ada di timur, menggunakan warna warna kontras dan terang.
Pada tempat wudhu yang terdapat di dalam masjid disediakan dudukan yang terbuat dari cor beton, yang mana merupakah salah satu sunnah dalam mengambil wudhu. Terdapat tangga ramp yang bersebelahan dengan anak tangga yang diperuntukkan kepada disabilitas. Untuk tempat wudhu yang berada di luar memilki bentuk yang menyerupai pohon kurma yang menambah nilai ke isleman pada masjid ini.
Gambar 4. Tempat Wudhu Di Dalam Masjid
Gambar 5. Ramp
Gambar 6. Tempat Wudhu Di luar Masjid 2. Tempat Sholat
Pada bagian interior terdapat ruang sholat dengan desain yang mengarah kepada desain arsitektur timur tengah dengan perpaduan arsitektur modern. Elemen plafon dibikin tinggi untuk memberikan kesan keesaan, terdapat motif yang sederhana pada plafon namun tetap memberikan kesan indah. Terdapat ornament pada kisi-kisi dinding atau biasa disebut dinding roster, dinding roster ini memiliki motif yang disebut arabesque.
Ornament ini terletak di dekat pintu masuk dan di area yang minim terkena panas matahari langsung sehingga bangunan masjid tidak memiliki tingkat termal bangunan yang tinggi apabila di siang hari.
Gambar 7. Area Sholat dan Ibadah 3. Mihrab dan Mimbar
Pada bagian mihrab terdapat area yang disebut (4iwan), desain ini mengacu kepada arsitektur timur tengah. Pada area mihrab tidak terdapat elemen-elemen ornamentasi bercorak. Pada area ini lebih dominan penggunaan elemen gari teras dengan menonjolkan ketegasab warna dan tekstur pada material bangunan. Pada bagian railing lantai 2 terdapat motif motif di dinding railingnya. Motif tersebut berupa motif geometris melengkung yang disusun bertingkat tingkat.
Gambar 8. Mihrab dan Mimbar 4. Lantai
Lantai pada masjid ini menggunakan kombinasi material yaitu marmer, granit, dan keramik. Disusun berdasarkan peruntukkannya, pada bidang lantai yang besar dominan menggunakan material marmer untuk menghindari terlihatnya nat-nat lantai, sedangkan pada bagian bidang yang kecil menggunakan granit dan keramik.
Gambar 12. Lantai Masjid 5. Ukiran
Pada masjid ini motif ukiran atau ornament yang digunakan tergolong sedikit. Adapun motif yang digunakan adalah dominan berbentuk geomtris dan repetisi bentuk.
Gambar 13. Ukiran Pada Masjid
b. Elemen Pendukung 1. Pos Security
Pada area masjid terdapat beberapa fasilitas pendukung lainnya diantaranya yaitu pos security dan area perdagangan atau kedai-kedai kecil sebagai sarana bagi para pedagan untuk melakukan aktifitas jual-beli.
Gambar 14. Pos Security 2. Toko dan Perdagangan
Pada area masjid juga terdapat took – took yang menjual berbagai macam keperluan ibadah seperti, baju gamis, jubah, peci, celana, minyak wangi, buku – buku tentang agama islam, mushaf, hingga makanan – makan kecil juga terdapat pada area toko ini
Gamvbar 15. Area Toko dan Perdagamgan 3. Area Parkir
Pada masjid juga terdapat area parkir yang area ini digunakan untuk memarmirkan kendaraan yang dibawa oleh jamaah. Dan untuk area parkir ini dibagi menjadi dua are, yaitu area parkir untuk Ikhwan dan area parkir untuk akhwat. Untuk desain sendiri area parkir hanya didesain terbuka, dan juga tidak terdapat ornament dari arsitektur islam itu sendiri
Gambar 16. Area Parkir Kendaraan
4. Kesimpulan
Berdasarkan informasi yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa elemen pembentuk, ornamen, dan lansekap Mesjid Rhodatul Jannah di Pekanbaru memberikan pengalaman yang indah dan mempesona bagi para pengunjungnya.
Mesjid ini dirancang dengan baik dan memperhatikan aspek estetika serta fungsionalitas.Elemen pembentuk mesjid, seperti arsitektur bangunan, tata letak, dan ruang dalam, dirancang dengan cermat untuk menciptakan suasana yang tenang dan spiritual. Dengan desain yang proporsional dan properti akustik yang baik, mesjid ini memberikan lingkungan yang ideal untuk ibadah.Ornamen yang digunakan di Mesjid Rhodatul Jannah juga memberikan keindahan visual.
Ornamen-ornamen tersebut mungkin mencakup ukiran kayu, kaligrafi Arab, dan motif geometris yang rumit. Penggunaan ornamen yang halus dan terukir dengan detail menambahkan nilai seni dan keunikan pada mesjid ini.Mesjid Rhodatul Jannah juga merupakan elemen penting yang memperindah area sekitarnya.
Dalam hal ini, pohon-pohon hijau, taman yang dirawat dengan baik, dan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan suasana damai dan menyenangkan bagi para pengunjung.
Daftar Pustaka
Abdul Rahmat dan M. Arief Effendi, Seni Memakmurkan Masjid, Gorontalo: Ideas Publising, 2013.
Abdullah, A. (2019). Sistem Evaluasi dalam Pendidikan Islam. TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(02), 148-161.
Dani, F., & Mawardi, A. (2019). POLA PEMBINAAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI MTS. MUHAMMADIYAH CAMBAJAWAYA DESA SENGKA KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN KABUPATEN GOWA. PILAR, 10(2).
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: PT Madina Raihan Makmur, 2010.
Umar Jaeni, Panduan Remaja Masjid Surabaya: CV. Alfa Surya Grafika, 2003 Winarno Surakhmad, 1994, Pengantar Penelitian Ilmuah, Bandung: Tarsito.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2017.
Umar Jaeni, Panduan Remaja Masjid Surabaya: CV. Alfa Surya Grafika, 2003.
Winarno Surakhmad, 1994, Pengantar Penelitian Ilmuah, Bandung: Tarsito. Yakub, Y.
(2020). PENDIDIKAN INFORMAL DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM.
TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(01), 92-103
Moleong, Lexy J. 2009.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Prastowo, Andi. 2012. Metode Penelitian Kualitatif: dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Penerbit Alfabeta.Siswanto, Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid Jakarta:
Pustaka AlKautsar, 2005.
Slthon, M dan Khusnurridlo, M, Manajemen Pesantren Dalam Perspektif Global, laksbang peress, Yogyakarta , 2012.