PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Teori
- Pengertian Koperasi
- Prinsip-Prinsip Koperasi
- Jenis-jenis Koperasi
- Modal Koperasi
- Perangkat Koperasi
- Pengertian Sisa Hasil Usha
- Pembagian Sisa Hasil Usaha
- Faktor-Faktor yang Mempengruhi Sisa Hasil Usaha
- Prinsip-Prinsip Pembagian Sisa Hasil Usaha
Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan proporsional sesuai dengan lingkup pelayanan masing-masing anggota. Keuntungan koperasi berupa Sisa Hasil Operasi (SHU) dibagikan secara adil sesuai kesepakatan dalam Rapat Anggota. Tujuan utama koperasi produsen adalah menyatukan kemampuan dan modal para anggotanya untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu melalui suatu badan usaha yang mereka kelola dan miliki sendiri.
SHU setelah dikurangi dana cadangan dibagikan kepada setiap anggota sesuai dengan jasa usaha yang dilakukan masing-masing anggota pada koperasi, dan dipergunakan untuk pendidikan koperasi dan keperluan koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Pembagian sisa hasil usahanya dibicarakan atau diputuskan dalam rapat anggota dan kemudian ditetapkan dalam piagam koperasi. Bagi koperasi Indonesia, dasar hukumnya adalah pasal 5 ayat 1 undang-undang no. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang dalam penjelasannya menyatakan bahwa pembagian sisa hasil usaha dilakukan tidak hanya berdasarkan modal yang dimiliki oleh seseorang dalam koperasi. tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota kepada koperasi.
Menurut Soesilo (2008), acuan dasar pembagian sisa hasil usaha adalah sebanding dengan besar kecilnya transaksi usaha masing-masing anggota dalam koperasi. 25 Tahun 1992, sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan dibagikan kepada para anggota sesuai dengan jasa usaha yang dilakukan dan digunakan oleh masing-masing anggota dalam koperasi untuk keperluan pendidikan koperasi dan keperluan lainnya, sesuai dengan keputusan anggota. pertemuan. Dana pengelolaan merupakan sisa pendapatan operasional yang disisihkan bagi pengurus sebagai imbalan atas jasa-jasanya dalam menjalankan organisasi koperasi dan usaha.
Dana Pegawai merupakan penyisihan sisa keuntungan usaha yang digunakan untuk membayar gaji pegawai yang bekerja pada suatu koperasi. Dana pendidikan merupakan hibah sisa keuntungan usaha yang digunakan untuk membiayai pelatihan pengurus, pengurus, dan pegawai koperasi dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia dalam mengelola koperasi. Dana sosial disisihkan dari sisa keuntungan usaha yang digunakan untuk membantu anggota dan masyarakat yang terkena bencana.
Dana pengembangan wilayah kerja merupakan penyisihan sisa pendapatan usaha yang digunakan untuk pengembangan wilayah kerja. Menurut Pachta dan Anjar (2009), faktor yang mempengaruhi sisa hasil usaha terdiri dari 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Oleh karena itu, perlu ditetapkan proporsi SHU atas jasa permodalan dan jasa transaksi bisnis yang dibagikan kepada para anggotanya.
SHU per anggota harus diberikan secara tunai karena dengan cara ini ia membuktikan bahwa ia adalah badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra usaha. Sisa hasil usaha dibagikan berdasarkan insentif modal hasil investasi berdasarkan hasil transaksi anggota.
Kerangka Pikir
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Daerah dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
- Meode Analisis
- Definisi Operasional
Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui pengumpulan data langsung dari Koperasi Tabungan Kredit Makmur Mandiri. Koperasi simpan pinjam Makmur Mandiri bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut serta membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat maju, adil dan makmur. Visi Koperasi Simpan Pinjam Mandiri Sejahtera adalah menjadi salah satu koperasi terbaik di Indonesia.
Motto Koperasi Simpan Pinjam Makmur Madiri adalah maju dan berkembang bersama para anggotanya dengan motto kerja : Bekerja dengan jujur, ramah tamah, tersenyum dan ramah tamah. Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewakili penilaian Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat. Penawaran koperasi simpan pinjam Makmur Mandiri terdiri dari produk simpanan dan produk kredit.
Tabungan Perencanaan Pendidikan diperuntukkan khusus bagi anggota atau calon anggota koperasi pinjaman Makmur Mandiri. Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri mempunyai produk pinjaman anggota, dimana pinjaman ini hanya disalurkan atau disalurkan kepada anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri yang memenuhi persyaratan koperasi. Dirancang khusus bagi anggota koperasi tabungan Makmur Mandiri yang mempunyai usaha kecil dan menengah (UKM) yang memerlukan tambahan modal usaha (modal kerja).
Laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri cabang Makassar disajikan dalam bentuk neraca dan laporan sisa hasil usaha (R&B) setiap periode bulanan dan akhir tahun. Dari tabel 4.4 ROI pada Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri Cabang Makassar mengalami perubahan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan pada tahun 2017 total biaya yang dikeluarkan Koperasi Tabungan Kredit Makmur Mandiri jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterimanya.
Pada tahun 2019, ROI Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri cabang Makassar kembali mengalami penurunan yaitu -27%, hal ini juga disebabkan karena Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri cabang Makassar kembali mengalami penurunan persentase ROI dan menjadi negatif. Terlihat dari Tabel 4.5 bahwa return on equity (ROE) Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri cabang Makassar selalu mengalami perubahan selama tiga tahun terakhir. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Usaha Residual Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Di Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Neraca menunjukkan keadaan keuangan koperasi, dan laporan sisa hasil usaha menunjukkan sisa hasil koperasi. Analisis data yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah analisis return on investment dengan membagi sisa hasil usaha dengan . Untuk mengukur besarnya pinjaman anggota, saya menggunakan analisis Return on Equity dengan cara membagi sisa hasil usaha dengan jumlah seluruh simpanan, dimana jumlah simpanan tersebut akan diubah menjadi modal saham.
UMtk mengukur modal kerja, juga menggunakan analisis pengembalian modal dengan membagi sisa hasil usaha dengan jumlah modal sendiri, dimana komponen modal pada koperasi adalah simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, dana cadangan. dan SHU tahun berjalan. . Return on equity merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur profitabilitas, dalam hal ini rumus saya membagi jumlah sisa hasil usaha dengan jumlah simpanan anggota pada koperasi yang saya pelajari. Dari tabel 4.3, berdasarkan perhitungan Return on Capital dengan membagi Sisa Hasil Usaha diperoleh hasil bahwa pada tahun 2017 persentase ROE sebesar -224%, nilai ROE pada tahun ini negatif, hal ini disebabkan karena koperasi mengalami kerugian. koperasi yang rugi akan menerima SHU sebesar itu dengan besaran persentasenya. 224 koperasi pandai mengelola simpanan anggotanya.
Pada tahun 2018 persentase ROE sebesar 18%, cukup baik karena pada tahun 2018 koperasi berhasil mencapai SHU. Pada tahun 2019, perseroan kembali mengalami defisit sebesar tersebut sehingga menyebabkan persentase ROE tahun 2019 kembali negatif. Berdasarkan analisis tersebut, koperasi belum mampu mengelola jumlah simpanan anggota dan calon anggota untuk mencapai sisa hasil usaha yang cukup.
Pada tahun 2018 persentase ROI naik menjadi 22%, pada tahun ini koperasi berhasil mengelola asetnya agar tidak mengalami kerugian. Pada tahun 2017 persentase ROE sebesar -321%, karena pada tahun 2017 koperasi mengalami kerugian sebesar ini karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan pendapatan. Tahun ini persentasenya kembali negatif, hal ini dikarenakan SHU pada tahun ini juga negatif, yakni kerugian pada tahun 2019 tidak sebesar tahun 2017.
Berdasarkan hasil Return on Equity (ROE) dengan hasil membagi sisa keuntungan usaha dengan jumlah simpanan anggota pada koperasi, koperasi belum mampu mengelola jumlah simpanan anggota untuk mendapatkan SHU yang baik. Berdasarkan hasil Return on Investment (ROI) pada koperasi juga tidak mampu mengatasi anggota yang tidak mengembalikan pinjaman sehingga koperasi mengalami kerugian pada tahun 2017 dan 2019. Berdasarkan perhitungan ROE dengan metode pembagian sisa hasil usaha secara ekuitas, koperasi menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, sehingga koperasi mengalami defisit pada tahun 2017 dan 2019.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Koperasi harus memaksimalkan simpanan anggotanya agar dapat diolah dan memberikan SHU yang layak SHU yang layak juga akan diterima oleh anggota sehingga anggota akan tetap mau tetap menjadi anggota koperasi 2. Koperasi Simpan Pinjam, Yang Perlu Dilakukan tahu." https://www.cermati.com/article/koperasi-simpan-pinjam-apa-ja-yang-should-you-ketahui. Pengertian koperasi sekolah, fungsi, tujuan dan ciri-cirinya secara lengkap." https://www.gurupendidikan.co.id/koperasi-school/.19 September 2020.
Tujuan dan Fungsi Koperasi Unit Desa (KUD) secara umum.” http://kud.co.id/besar-dan-besar-koperasi-unit-desa-kud-cepat/.19 September WITA.