Disusun : 1. Megawati O.P Sihombing (2008016016) 2. Harliani Dalimunthe (2008016017) 3. Nadya Audrey (2008016019)
4. Yuni (2008016022)
5. Ahlakul Karimah (2008016024) 6. Dede Wahyudi (2008016027) 7. Yuni Lastri (2008016028)
ANALISIS KASUS
PELANGGARAN DESAIN INDUSTRI ECO BOTTLE
A. Posisi Kasus
Kasus pertama kali berlangsung ketika Dart Industries yang merupakan perusahaan pembuatan kemasan temuan Earl Silas Tupper sebagai Co-Founder Merek Tupperware ini memuat gugatan sebagai pihak pemohon kasasi. Dimana pihak Dart Industries ini mengajukan gugatan kepada pengusaha kemasan plastik di Indonesia, antara lain Mariana dari Semarang, Retno Palupi Wahyuningtyas dari Semarang, Lie Fang dari Solo, Yuni Indrawati dari Yogyakarta, Riza Yulina Amry dari Yogyakarta, dan Kezia Dina Songtiana dari Yogyakarta. Keenam pengusaha ini merupakan pihak termohon kasasi.
B. Perusahaan PT. Dart Industries
Dart Industries Inc. merupakan perusahaan dari Amerika Serikat yang berfokus pada pembuatan alat-alat rumah tangga seperti toples, ember, botol, panci, dan perkakas dapur rumah tangga yang dikenal dengan Tupperware. Di Indonesia, Tupperware banyak mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan produknya secara internasional sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induknya Tupperware Brands Corporation dan dipasarkan melalui penjualan langsung melalui tenaga penjualan independen sekitar 1,9 juta konsultan melalui metode "Tupperware Party" (Hidayah, 2017). Inti dari lini produk Tupperware terdiri dari wadah penyimpanan makanan yang menjaga kesegaran melalui segel Tupperware yang terkenal (Fitri, 2022).
Selain itu, lini produk milik Tupperware telah berkembang selama bertahun- tahun ke dapur, penyimpanan rumah dan penggunaan pengorganisasian dengan produk-produk seperti wadah Modular Mates, wadah Kulkas Stackable, tabung One Touch, lini Rock N'Serve, lini Meals in Minutes, lini Legacy Serving dan lini
Tupper Magic, dan produk khusus yang banyak dikembangkan adalah produk Eco Botttle (Seran, 2021). Tupperware Co memiliki pendaftaran merek dagang untuk bentuk Eco Botttle, dan mengklaim bahwa Biolife melanggar pendaftaran ini dengan menjual botol dengan bentuk yang sama, dimana Dart Industries menggugat pelanggaran merek dagang dan passing off. Sebagai tanggapan, Biolife mengajukan permohonan untuk membatalkan pendaftaran merek dagang Tupperware.
C. Produk Eco Bottle sebagai Aset Dart Industries
Dart Industries menjadikan produk Eco Bottle milik mereka sebagai salah satu aset yang berdampak dalam garansi jaminan seumur hidup. Produk Eco Bottle ini sendiri sudah diperkenalkan di Indonesia mulai dari tahun 2011 hingga 2014 dan sudah terjual kurang lebih 33.5 juta buah. Beberapa analisis hukum mengapa Dart Industries menjadikan produk Eco Bottle ini sebagai aset yang penting adalah persepsi publik adalah kunci karena masalahnya tergantung pada apakah merek dagang dilihat sebagai indikator asal. Orang umumnya tidak menganggap bahwa bentuk wadah adalah merek dagang (Hidayah, 2017).
D. Macam Pelanggaran yang Dilakukan
Pelanggaran yang dilakukan berdasarkan gugatan oleh Dart Industries antara lain adalah:
1. Dart Industries merasa dirugikan karena adanya konfigurasi desain botol dari Biolife Borneo oleh Mariana dkk. Kekurangan dari gugatan ini adalah salah penargetan gugatan dari Dart Industries dikarenakan Mariana dkk tersebut merupakan seorang distributor saja. Kerugian sebesar Rp 5.512.000 yang dialami Dart Industries ini disebabkan oleh penolakan gugatan Hakin dan Mariana dkk berdasarkan keputusan oleh Nomor.02/Pdt.SusHKI/2016/PN.Niaga.Smg (Nugroho, 2022).
2. Kerugian karena dibatalkannya gugatan ini disebabkan oleh Pasal 44 Ayat (1) yang menyatakan bahwa “Dalam hal pendaftaran Desain Industri dibatalkan berdasarkan gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38,
penerima Lisensi tetap berhak melaksanakan Lisensinya sampai dengan berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian Lisensi.”
3. Gugatan tersebut secara tidak langsung berhasil dikarenakan pihak Biolife Borneo tidak pernah menggunakan izin dalam menggunakan desain indutri produk Eco Bottle milik Tupperware.
4. Sehingga dengan dilangsungkannya produksi dan distribusi Biolife Borneo yang dilakukan oleh para tergugat memiliki konfigurasi persis sama seperti Eco Bottle milik Dart Industies.
E. Analisa Pelanggaran
1. Pemegang Hak Desain Industri
Undang-undang perlindungan desain industri yang terdaftar di Indonesia dianggap tidak dapat melaksanakan perlindungan desain industri sebagaimana diatur dalam Pasal 9 Ayat (1) undang-undang No. 31 tahun 2000 tentang desain industri, maka pelaksanaan perlindungan hukum Desain industri terdaftar sehubungan dengan putusan kasasi Mahkamah Agung No. 594 K/PDT. SusHKI/2017 jika dilihat berdasarkan prinsip John Rawls bahwa penerapan kasasi oleh Dart Industies (Nugroho, 2022). Sebagai pemilik Tupperware yang memproduksi produk konsumsi Eco Bottle yang diterima oleh Majelis Kehakiman Agung berarti prinsip yang terakhir dan kedua sesuai dengan putusan demikian juga jika dilihat dari sisi keadilan sosial Pancasila dan keadilan menurut agama Islam, maka peradilan sedang melaksanakan sebagaimana diatur dalam undang-undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, dan solusi terbaik sehubungan dengan putusan Mahkamah Agung No. 594 K/Pdt.SusHKI/2017 karena putusannya sudah ada di Kracht maka Dart Industies telah memperoleh perlindungan desain industri sesuai dengan pasal 9 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2000 tentang desain industri, untuk Dart Industies.
2. Gugatan Pemegang Hak Desain Industri
Disamping itu, pemerintah Indonesia hukum harus lebih aktif untuk melihat atau mengawasi desain industri yang baru terdaftar oleh desainer lain agar tidak sama dengan itu, maka bagi produsen yang akan menjual produk kemasan dan memiliki unsur desain Industri perlu mendaftarkan desain terlebih dahulu, dan bagi Pemerintah yang memberikan perlindungan terhadap desain industri baru apakah ada yang sama dengan yang telanjang mata seperti bahan yang digunakan, kemudian perang na dari produk, dan konfigurasi produk telah memperoleh hak desain industri. Desain Industri merupakan salah satu kategori yang diatur oleh Kekayaan Intelektual (KI) dalam Undang- Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Prakoso dan Erwita, 2020). Adanya desain industri dapat memajukan perekonomian negara dan mengembangkan bisnis baik nasional maupun internasional.
Perselisihan antara Eco Bottle Tupperware dan Biolife Borneo awalnya terjadi karena kesamaan desain industri yang menyebabkan PT. Dart Industries tidak menerima dan merasa dirugikan yang akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Semarang dalam keputusan No.02/Pdt.Sus-HAKI/2016/PN.Niaga.Smg. Namun gugatan ditolak karena dikarenakan isi dari Pasal 9, yaitu: (1) Gugatan ganti rugi; (2) Penghentian semua perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.
F. Analisa Kasus
Berdasarkan pertimbangan hakim dan MA dalam hukum pemerintahan Indonesia, yaitu pada Pasal 9 Ayat (1) bahwa Mariana dkk yang sebelumnya menurut Pengadilan Niaga Semarang tidak dapat dikenakan gugatan penggunaan desain hak industri Dart Industries yang disebabkan oleh posisinya sebagai distributor, non produsen masih dapat dinyatakan bersama karena berani menjadi distributor dari perbuatan yang melanggar hukum. Namun berdasarkan peraturan pada Pasal 46 Ayat (1) dan Pasal 9 Ayat (1) No. 31 tahun 2000 dan Pasal 46 Ayat (1) bahwa gugatan Dart Industries terhadap pihak distributor
ataupun produsen dari Biolife Borneo dinyatakan sah dikarenakan ketentuan yang dianggap melanggar dan dapat dikenakan hukuman secara perdata (ganti kerugian) maupun pidana (pidana penjara atau membayar denda).
REFERENSI
Fitri, S. R. (2022). Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Desain Industri Eco Bottle (Studi Putusan Nomor 594 K/Pdt. Sus-Hki/2017). Jurnal Perspektif Hukum, 3(1), 92-100.
Hidayah, N. (2017). Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Brand Image Terhadap Keputusan PembelianEco bottleTupperware di Kota Balikpapan. Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM), 2(2).
Nugroho, M. (2022). Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Desain Industri Eco Bottle Terhadap Tindakan Pemalsuan (Studi Perbandingan Dengan Amerika Serikat). JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 6(1).
Prakoso, D. H., & Erwita, Y. (2020). Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Sengketa Bentuk Botol Minuman Tupperware Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 1(1), 145-164.
Seran, J. (2021). PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Kasus Pada Konsumen Produk Eco Bottle Tupperware Di Kota Malang) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).