• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc (TENTANG PUTUSAN PELANGGARAN TAKLIK TALAK )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc (TENTANG PUTUSAN PELANGGARAN TAKLIK TALAK )"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc (TENTANG PUTUSAN PELANGGARAN

TAKLIK TALAK )

SKRIPSI

OLEH ERMA WATI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

2018 M/1439 H

(2)

ii

ANALISIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc (TENTANG PUTUSAN PELANGGARAN

TAKLIK TALAK)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Syariah untuk memenuhi Sebagai Syarat

Guna Mencapai Gelar Sarjana Dalam Ilmu Hukum Keluarga

Oleh:

Erma Wati 1301110006

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS SYARIAH

PRODI HUKUM KELUARGA BANJARMASIN

2018 M/1439

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi ABSTRAK

Erma Wati. 2017. Analisis Putusan Nomor 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc (Tentang Putusan Pelanggaran Taklik Talak). Skripsi, Program Studi Ahwal al- Syakhshiyah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) Dra.

Hj. Yusna Zaidah, MH, (II) H. Fuad Lutfhi, S.Ag, M.H.

Kata Kunci: Perceraian, Pelanggaran, Taklik Talak.

Penelitian ini berawal dari penemuan penulis terhadap putusan nomor 106/Pdt.G/2012/PA.PKC. mengenai gugatan perceraian yang dikumulasikan dengan istbat nikah. Pada putusan tersebut terdapat kesalahan dalam mempertimbangkan fakta hukumnya. Kesalahan tersebut dikarenakan majelis hakim Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci memutus perkara dengan meggunakan pertimbangan pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam yaitu telah melanggar Taklik Talak. Sedangkan alasan yang diajukan oleh Penggugat adalah pasal 116 huruf (f) yaitu perselisihan terus menerus.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dan untuk mengetahui dasar hukum hakim dalam memutus perkara nomor 106/Pdt.G/2012/PA.PKC.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan Pendekatan undang-undang dan analitik. Bahan hukum yang digali dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer berupa salinan putusan dan Perundang-undangan. Bahan hukum sekunder seperti doktrin para ahli. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan preskriptif.

Hasil penelitian pada putusan Nomor 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc. Pertama, bahwa Majelis Hakim dalam putusan ini telah salah dalam mempertimbangkan dan mengambil dasar hukum memutus perkara ini. Pertimbangan yang diambil oleh hakim dalam putusan ini, bahwa adanya pelanggaran taklik talak sebagai alasan perceraian, sedangkan dalil yang diajukan oleh penggugat adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Kedua, dasar hukum yang diambil oleh majelis hakim adalah pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam.

Seharusnya dasar hukum yang tepat adalah pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Jika dilihat dari Pertimbangan dan dasar hukum majelis hakim tidaklah sesuai dengan fakta-fakta dan dalil-dalil yang diajukan oleh penggugat.

(7)

vii

MOTO

”The Intelligent people can lose because of the tenacity of the fools”

(orang cerdas bisa kalah karena keuletan

orang bodoh)

(8)

viii

KATA PERSEMBAHAN

Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillahirobil‟alamin.

Sujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan agar bisa menyelesaikan sebuah karya kecil ini yang mana karya ini aku persembahkan untuk ayahnda Syamsuddin dan ibunda Syuhairiah, kedua orang inilah yang tida pernah hentinya selama ini memberiku semangat, do‟a, dorongan, nasehat dan kasih sayang serta pengorbanan yang tak tergantikan hingga aku selalu kuat menghadapi segala rintangan yang ada didepanku. Ayah…ibu… terimalah bukti kecilku ini sebagai keseriusanku untuk membalas semua pengorbanan kalian.

Ku pesembahakan rasa Terimakasihku juga kepada saudara-saudariku yang juga selama ini telah memberikanku motivasi, nasehat, serta dukungan, baik moril, juga materil, hingga penulis bisa bertahan sampai pada titik ini.

Terima kasih khususnya kepada para dosen yang telah memberikan ilmu, pengalaman, nasehat, dan bimbingannya.

Orang-orang terdekat yang telah memberikanku semangat serta do‟a.

teman-teman yang sudah saya anggap sebagai saudari, mereka yang tak henti- hentinya memberikan dorongan dan semangat dikala aku lelah, dan memberikanku beribu-ribu motivasi untuk bangkit lagi. Terimakasih „keluarga wati” dan untuk Muhammad Zaini yang tidak kenal lelah mendampingiku, rela membuang-buang waktunya hanya untuk membantu dan mengusahakan aku sampai pada titik ini, terimakasih untuk kalian semua.

(9)

ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA

Fonem konsonan Bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lagi dengan huruf dan tanda sekaligus.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 158/1987 dan 0543 b/U/1987, tanggal 22 Januari 1988, sebagai berikut:

1. Konsonan Tunggal Huruf

Arab Nama Huruf Latin Keterangan

ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ب Ba’ B Be

ت Ta’ T Te

ث Ṡa’ es (dengan titik di

atas)

ج Jim J Je

ح Ḥa ha (dengan titik di

bawah)

خ Kha Kh ka dan ha

د Dal D De

ذ Ża Ż zet (dengan titik di

atas)

ر Ra R Er

ز Zai Z Zet

س Sin S Es

(10)

x

ش Syin Sy es dan ye

ص Ṣad es (dengan titik di

bawah)

ض Ḍad de (dengan titi di

bawah)

ط Ṭa te (dengan titik di

bawah)

ظ Ẓa zet (dengan titik di

bawah)

ع ‘Ain Koma terbalik di atas

غ Gain G Ge

ف Fa F Ef

ق Qaf Q Qi

ك Kaf K Ka

ل Lam L ‘el

م Mim M ‘em

ن Nun N ‘en

و Waw W We

ه Ha’ H Ha

ء Hamzah Aposrof

ى Ya’ Y Ye

2. Konsonan rangkap karena syaddah ditulis rangkap

هيدقعتم Ditulis Muta’aqqidin

ةدع Ditulis ‘iddah

(11)

xi 3. Ta’marbutah

a) Apabila dimatikan ditulis h.

تبه Ditulis Hibbah

تيسج Ditulis Jizyah

(ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti sholat, zakat dan se bagainya, kecuali apabila dikehendaki lafal aslinya).

Bila diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.

ءبينولأا تمرك Ditulis Karāmah al auliyā

b) Apabila ta‟ marbutah hidup atau dengan harakat, fatha, kasrah dan dammah ditulis t.

رطفنا ةبكز Ditulis Zakātul-fitri

4. Vokal Pendek

̶ࣲ Kasrah Ditulis I

ؘ Fatḥah Ditulis A

ؘ ḍammah Ditulis U

5. Vokal Panjang

1 Fatḥah + alif – تيههبج Ditulis ā – jahiliyah 2 Fatḥah + ya‟mati – ىعسي Ditulis ā – yas’ā

3 Kasrah + ya‟mati – ميرك Ditulis Ῑ - karim

4 Dammah + wawu mati – ضورف Ditulis ū – furūd

(12)

xii 6. Vokal Rangkap

1 Fatḥah + ya‟mati – مكىيب Ditulis ai – Bainakum 2 Fatḥah + wawu mati – لوق Ditulis au – Qaulun

7. Vokal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof

متوأأ Ditulis a’antum

ثدعا Ditulis u’iddat

متركش هئن Ditulis la’in syakartum

8. Kata sandang alif + lam

a) Apabila diikuti huruf Qomariyyah ditulis dengan menggunakan huruf

“al”.

نأرقنا Ditulis Al-Qur’an

شبيقنا Ditulis Al-Qiyās

b) Apabila diikuti huruf syamsiyyah ditulis dengan menggunakan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya, dengan menghilangkan huruf “al”nya.

ءبمسنا Ditulis As-Samā

صمشنا Ditulis Asy-Syams

(13)

xiii

9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat

ضورفنا يوذ Ditulis

Żawi al-furūd atau Żawil furūd

تىسنا مها Ditulis

Ahl as-sunnah atau ahlussunnah

(14)

xiv

KATA PENGANTAR ميحرلا نحمرلا هّللا مسب

لحا ر هّلل دم ب لا ع لا ّصلاو ين لا ة لاّسلا و ع م يل فرشا لاا يينب ءا وا ل ل ينللر ّيد

مح انب ّم لعو د ى هلأ و يحص ه

جما ع ين

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya jualah akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Putusan Nomor 106/Pdt.G/2012/PA.Pkc. (Tentang Putusan Pelanggaran Taklik Talak)“ yang mana karya ilmiah ini diajukan untuk memenuhi sebagian syarat guna mencapai gelar sarjanapada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.

Terwujudnya dan terselesaikannya penelitian ini tentu tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan motivasi, serta do‟a dari banyak pihak. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak banyak yang dapat penulis berikan melainkan kata terimakasih yang sebanyak-banyaknya. Terutama kepada: .

1. Dekan Fakultas Syariah , Dr. H. Jalaluddin, M.Hum. Yang berkenan menerima judul skripsi ini.

2. Ketua Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga), Ibu Dra. Hj.

Wahidah, MHI. Telah menyetujui dan mempertimbangkan judul skripsi ini.

3. Kedua Pembimbing Skripsi, Ibu Dra. Hj Yusna Zaidah, MH. dan Bapak H.

Fuad Lutfhi, S.Ag, M.H. yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikiran untuk mengarahkan penelitian ini sampai dengan selesai.

(15)

xv

4. Kepada para dosen Fakultas Syariah, khususnya dosen mata kuliah program studi Ahwal Al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam), yang telah membrikan banyak ilmunya kepada penulis.

5. Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syariah dan beserta Stafnya yang telah memberikan pelayanan yang baik sehingga memudahkan penulis.

6. Kepala Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin dan Kepala Perpustakaan Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

7. Semua pihak yang memeberikan bantuan dan motivasi yang sangan berharga dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat untuk kita semua dan atas segala bantuan dan bimbingan tersebut penulis berdo‟a semoga Allah berkenan untuk membalasnya dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Amin Allahumma Amin

Banjarmasin, 06 November 2017

Penulis

(16)

xvi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... ii

PERSETUJUAN ... iii

PENGESAHAN ... iv

ABSTRAK... v

MOTO ... vi

KATA PERSEMBAHAN ... vii

PEDOMAN TRANSLITERASI... viii

KATA PENGANTAR ... xiii

DAFTAR ISI ... xv

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Signifikasi Penelitian ... 9

E. Definisi Operasional ... 10

F. Kajian Pustaka ... 11

G. Metode Penelitian 1. Jenis, Pendekatan, Tipe dan Sifat Penelitian ... 12

2. Bahan Hukum ... 12

3. Teknik Pengumpulan Bahan Hukum ... 13

4. Teknik Pengolahan dan Analisis Bahan Hukum ... 13

H. Sistematika Penulisan ... 14

BAB II. PERCERAIAN DAN PENYELESAIANNYA

(17)

xvii

A. Pengertian Perceraian... 15

B. Dasar Hukum Perceraian ... 19

C. Prosedur Cerai di Pengadilan Agama ... 21

D. Alasan-alasan perceraian ... 26

E. Taklik Talak Sebagai Alasan Perceraian ... 27

F. Pembuktian dan Proses Pengambilan Putusan di Pengadilan Agama ... 33

1. Pembuktian ... 33

2. Musyawarah Majelis Hakim ... 41

BAB III. PENYAJIAN DAN ANALISIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.G/2012/PA.PKC A. Penyajian Bahan Hukum... 44

B. Analisis Putusan ... 57

1. Analisis Pertimbangan Majelis Hakim Dalam Memutus Putusan Nomor 106/Pdt.G/2012/PA.PKC ... 57

2. Analisis Dasar Hukum Hakim Pada Putusan Nomor 106/Pdt.G/2012/PA.PKC ... 65

BAB IV. PENUTUP A. Simpulan ... 68

B. Saran-saran ... 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 73

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 99

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan antara tinggi dinding sumur gali, kondisi lantai sumur gali, dan jarak sumur gali dari sumber pencemar dengan kadar nitrit pada air sumur gali di Kelurahan

• Untuk menjamin kesinambungan pelayanan, maka perlu ditetapkan kebijakan dan prosedur pemulangan pasien dan tindak lanjut maupun rujukan yang perlu dilakukan pada

Dapat dilihat pada gambar berikut (gambar 3) WML dibutuhkan untuk menggantikan HTML pada media wireless adalah masalah kecilnya bandwidth pada jaringan wireless yang

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian kekerasan akibat didinginkan laju pendinginan air lebih cepat, karbon yang terjebak dari struktur

sepupunya, sedangkan pada kelompok tani Tranggulasi aspek Bonding Social Capital tidak terlihat. 2) Aspek Bridging Social Capital pada pihak SOM dan kelompok

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu substansi kajian penelitian terdahulu yaitu dana Qardhul Hasan diperuntukan pada CSR atau tanggung jawab sosial

TINJAUAN PUSTAKA 11 Distribusi Binomial Variabel Acak Diskrit Distribusi Normal Standart Distribusi Bernoulli Distribusi Normal Penelitian Terdahulu PENDAHULUAN TINJAUAN