ANALISIS KELAYAKAN PADA DESTINASI WISATA RINTISAN DI KOLAM RENANG TIRTA REBANBELA DESA LENEK RAMBAN
BIAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Oleh Rima Rosmawati
NIM 180503102
JURUSAN PARIWISATA SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2022
ANALISIS KELAYAKAN PADA DESTINASI WISATA RINTISAN DI KOLAM RENANG TIRTA REBANBELA DESA LENEK RAMBAN
BIAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Skripsi
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mendapat gelar Sarjana Ekonomi
Oleh Rima Rosmawati
NIM 180503102
JURUSAN PARIWISATA SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2022
MOTTO
“Tidak perlu terus berlari untuk mengejar ketertinggalan, jika lelah berjalanlah asal tetap melangkah”
“-Rimawa-”
HALAMAN PERSEMBAHAN
“Skripsi yang menjadi karya tulis ini akan saya persembahkan untuk diri saya sendiri, beserta orang tua yaitu untuk ibu tercinta Ibu Murni dan bapak tersayang Bapak H. Muhammad Arsya beserta seluruh keluarga besar yang selalu mendukung dan memberikan semangat serta motivasi untuk segera menyelesaikan perkuliahan dan menjadikan diri orang yang berpendidikan. Serta diharapkan untuk bisa membuat keluarga bangga dengan adanya tambahan sedikit huruf dibelakang nama.”
KATA PENGANTAR
Rasa puji dan syukur sebagai penulis saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya dan hidayah-Nya sehingga saya diberikan kemudahan, kelancaran serta motivasi dalam mengerjakan dan menyelesaikan Skripsi ini yang berjudul “Analisis Kelayakan Pada Destinasi Wisata Rintisan Di Kolam Renang Tirta Rebanbela Desa Lenek Ramban Biak Kabupaten Lombok Timur”, sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk segera lulus dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi serta menjadi alumni dari Universitas Islam Negeri Mataram.
Selain untuk memenuhi persyaratan, pembuatan skripsi ini ditujukan untuk membantu para pengelola Destinasi Wisata Rintisan Kolam Renang Tirta Rebanbela untuk memahami dan memenuhi standar kelayakan serta apa saja kekurangan yang ada di Destinasi Wisata Rintisan yang diharapkan bisa menjadi Destinasi yang lebih baik lagi untuk kedepannya. Pada kesempatan ini dengan limpahan rasa syukur dan terimaksih penulis ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada:
1. Ibu Syukriati S.Pd., M.Hum dan Pak M. Setyo Nugroho, S.Par., M.Par.
selaku Dosen Pembimbing yang senantiasa meluangkan waktu disela-sela kesibukannya untuk memberikan arahan serta dukungan yang terbaik bagi bimbingannya dalam menyusun dan menyelesaikan pembuatan skripsi dengan baik.
2. Muhammad Johari, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pariwisata Syariah dan Wahyu Khalik, M.Par. selaku Sekretaris Jurusan Pariwisata Syariah.
3. Dr. Riduan Mas’ud,M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram.
4. Prof. Dr. H. Masnun Thahir, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
5. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, yang telah dengan sabar membimbing dan memberikan ilmu dengan sepenuh hatinya.
6. Semua anggota keluarga yang senantiasa memberikan doa dan dukungan dengan berbagai cara. Serta menjadi sumber motivasi penulis untuk segera menyelesaikan penulisan skripsi ini.
7. Begitu juga dengan berbagai pihak yang sudah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber bagi penulis sehingga memudahkan dalam mengumpulkan informasi untuk penulisan skripsi ini.
8. Para sahabat, teman serta kerabat yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas tempat untuk melepas lelah, tempat bertukar keluh kesah dan dukungan serta semangat yang diberikan dalam penulisan skripsi ini.
9. Begitu juga penulis ucapkan terimakasih kepada diri saya sendiri yang telah mampu mengerjakan serta menyelesaikan tugas akhir kuliah ini dengan proses yang begitu panjang dan bisa dibilang tidak mudah.
10. Dan rekan-rekan lainnya terima kasih banyak untuk semuanya karena tidak bisa saya sebutkan satu namanya persatu, kalian adalah teman dan sabahat
terbaikku dikampus, dirumah, maupun teman dalam bermain, selama mengenal kalian. Kalian banyak menghibur dalam suka maupun duka.
Saya sebagai penulis mendoakan kepada semua yang telah berpartisipasi dalam penulisan skripsi ini semoga dilimpahkan kasih sayang, keberkahan serta kemudahan dalam hidupnya. Atas semua kebaikan, bantuan, doa dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari penyusunan, pembahasaan, ataupun penulisannya karena keterbatasan kemampuan serta pengalaman saya sebagai penulis. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dari pembaca sebagai acuan dalam perbaikan yang akan datang.
Aikmel, 22 Maret 2022
Rima Rosmawati NIM : 180503102
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN LOGO ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN ... vi
MOTTO ...vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
ABSTRAK ...xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A.Latar Belakang ... 1
B.Rumusan Masalah ... 4
C.Tujuan Penelitian ... 4
D.Manfaat Penelitian ... 5
E.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6
F. Telaah Pustaka ... 6
G.Kerangka Teori ... 12
H.Metode Penelitian ... 28
I. Sistematika Pembahasan ... 35
BAB II PAPARAN DAN TEMUAN DATA ... 36
A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 36
B.Komponen Pariwisata Yang Ada di Destinasi Wisata Rintisan Kolam Renang Tirta Rebanbela Sebagai Daerah Tujuan Wisata ... 45
C.Studi Standar Kelayakan Pada Destinasi Wisata Rintisan Kolam Renang Tirta Rebanbela Sebagai Daerah Tujuan Wisata ... 52
BAB III PEMBAHASAN... 69
A.Komponen Pariwisata Yang Ada di Destinasi Wisata Rintisan Kolam Renang Tirta Rebanbela Sebagai Daerah Tujuan Wisata ... 69
B.Standar Kelayakan Destinasi Wisata Rintisan Pada Kolam Renang Tirta Rebanbela Sebagai Daerah Tujuan Wisata ... 74
BAB IV PENUTUP ... 90
A. Kesimpulan ... 90
B. Saran ... 91
DAFTAR PUSTAKA ... 92
LAMPIRAN ... 95
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 114
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Standar Kelayakan Daerah Tujuan Wisata ...24
Tabel 2.1 Profil Desa Lenek Ramban Biak ...36
Table 2.2 Jumlah penduduk Desa Lenek Ramban Biak ...37
Tabel 2.3 Komposisi usia penduduk Desa Lenek Ramban Biak ...37
Tabel 2.4 Pendidikan di Desa Lenek Ramban Biak ...38
Tabel 2.5 Tingkat Kesejahteraan Keluarga per Kepala Keluarga ...39
Tabel 2.6 Jenis pekerjaan / Mata Pencaharian Penduduk Desa Lenek Ramban Biak ...39
Tabel 2.7 Susunan Stuktur Desa Lenek Ramban Biak ...42
Tabel 2.8 Stuktur Pokdarwis Desa Lenek Ramban Biak ...45
Tabel 2.9 Pendidikan di Desa Lenek Ramban Biak ...66
Tabel 3.1 Standar Kelayakan Daerah Tujuan Wisata Yang Ada di Kolam Renang Tirta Rebanbela ...88
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta Lokasi Penelitian ... 29
Gambar 1 Wawancara dengan Ketua Pokdarwis ... 101
Gambar 2 Wawancara dengan staff Desa Lenek Ramban Biak ... 101
Gambar 3 Pengambilan Profil Desa di Kantor Desa Lenek Ramban Biak ... 101
Gambar 4 Wawancara dengan pemilik warung kios Barokah dengan Ibu Mardiana ... 102
Gambar 5.1 Warung kios Ibu Murtini ... 102
Gambar 5.2 Warung kios Miss Miarti ... 102
Gambar 6.1 Kolam anak-anak ... 103
Gambar 6.2 Kolam desawa ... 103
Gambar 7. 1- 7.2 Prosotan kolam anak-anak ... 103
Gambar 7.3 Prosotan kolam dewasa ... 103
Gambar 8.1 – 8.4 Berugak di sekeliling area kolam ... 104
Gambar 9 Musholla ... 105
Gambar 10 Kamar bilas ... 105
Gambar 11.1 Plang menuju destinasi wisata Ramban Biak ... 106
Gambar 11.2 plang informasi kebersihan ... 106
Gambar 12 Pintu masuk dan loket pembelian tiket ... 106
Gambar 13.1 dan 13.2 Taman setelah pintu masuk sampe sebelum kolam berenang ... 107
Gambar 14.1 Tempat parkir kendaraan roda 2 ... 107
Gambar 14.2 Tempat parkir kendaraan roda 4 ... 107
Gambar 15 Pangkalan ojek ... 108
Gambar 16 Toilet ... 108
Gambar 17 Mesin ATM ... 109
Gambar 18.1 Jalan dari arah Desa Lenek ... 109
Gambar 18.2 Jalan dari arah Desa Toya ... 109
Gambar 19 Aktivitas Rekreasi... 110
Gambar 20.1 Akomodasi hotel ... 110
Gambar 20.2 Homestay ... 110
ANALISIS KELAYAKAN PADA DESTINASI WISATA RINTISAN DI KOLAM RENANG TIRTA REBANBELA DESA LENEK RAMBAN BIAK
KABUPATEN LOMBOK TIMUR Oleh :
Rima Rosmawati NIM : 180503102
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelengkapan komponen pariwisata yang di miliki oleh destinasi wisata kolam renang Tirta Rebanbela sebagai sebuah daerah tujuan wisata serta untuk menganalisis kelayakan pada destinasi wisata rintisan di kolam renang Tirta Rebanbela sebagai sebuah daerah tujuan wisata. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, obervasi dan dokumentasi yang akan menjadi sumber data primer serta data skunder yang bersumber dari kajian pustaka berupa buku-buku, serta situs internet dengan keterkaitan yang kuat pada fokus penelitian. Penelitian ini dilakukan di destinasi wisata kolam renang Tirta Rebanbela yang terletak di Dusun Ramban Biak Desa Lenek Ramban Biak.
Adapun hasil penelitian ini menyatakan bahwa destinasi wisata rintisan kolam renang Tirta Rebanbela sudah memenuhi komponen pariwisata yang terdiri dari 4A yaitu ; attraction, amenities, accesibility dan ancillary). Adapun standar kelayakan pada destinasi wisata kolam renang Tirta Rebanbela sudah memenuhi semua kriteria yang ada.
Kata Kunci : Komponen Pariwisata, Analisis Kelayakan, Wisata, Rintisan.
BAB I
PENDAHULUAN A.Latar Belakang
Pada kehidupan sekarang ini kegiatan pariwisata sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, dan melakukan kegiatan pariwisata sudah menjadi sebuah trend. Dalam makna yang luas, kegiatan pariwisata tidak hanya dilakukan untuk menikmati perjalanan ataupun bersenang-senang, tetapi kegiatan pariwisata juga memiliki dampak yang besar dalam kegiatan pembangunan ekonomi, seni dan budaya.1 Dalam upaya untuk mewujudkan hal tersebut destinasi wisata atau objek wisata yang menjadi daerah tujuan wisata harus mampu mendatangkan pengunjung sebanyak mungkin.
Untuk menarik perhatian pengunjung agar mengunjungi sebuah destinasi wisata, maka destinasi wisata haruslah memiliki komponen kepariwisataan mulai dari potensi pariwisata yang unik sebagai ciri khas dan menjadi daya tarik utama serta dilengkapi dengan menyediakan berbagai komponen kepariwisataan lainnya untuk menunjang kelayakan dan kelengkapan disebuah destinasi wisata seperti penyediaan fasilitas, keamanan dan memberikan kenyamanan yang akan ditawarkan kepada pengunjung.
Tetapi banyak sekali destinasi wisata yang belum memenuhi komponen kepariwistaan atau syarat tersebut untuk menjadi sebuah destinasi wisata dan menunjang kelayakan di destinasi wisata selain itu hal tersebut menjadi
1 I Gusti Bagus Arjana, “Geografi Dan Ekonomi Kreatif”, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016) Hlm 1
penghambat dalam mensukseskan potensi pariwisata yang ada.2 Ini berlaku untuk semua jenis destinasi wisata seperti destinasi wisata alam, buatan, maupun budaya baik yang termasuk kedalam tingkat kategori atau klasifikasi destinasi wisata rintisan, berkembang, maju atau mandiri.3
Daerah tujuan wisata atau destinasi wisata memiliki tingkat kategori yang berbeda seperti destinasi wisata rintisan, berkembang, maju serta mandiri. Klasifikasi tersebut disebabkan karena adanya perbedaan dalam masing-masing tingkatan. Adapun indikator dasar dalam klasifikasi daerah tujuan wisata adalah jumlah kunjungan, industri pariwisata yang berkembang, kesiapan skill dan SDM, diversifikasi produk dan aktivitas wisata, serta amenitas pariwisata.4 Selain itu, letak perbedaannya adalah kelengkapan komponen yang dimiliki oleh setiap kategori destinasi wisata, dampak yang diberikan saat ini dan kedepannya baik untuk lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi untuk masyarakat lokal bahkan untuk wisatawan yang berkunjung.
Lombok merupakan salah satu pulau yang ada di Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari 5 kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram. Pariwisata di masing- masing kabupaten memiliki keunikannya tersendiri.5 Khususnya Kabupaten Lombok Timur terdapat destinasi wisata alam, buatan bahkan budaya. Untuk
2 I Gede Pitana&I Ketut Surya Diarta, “Pengantar Ilmu Pariwisata”, (Yograkarta : C.V ANDI OFFSET, 2009), hlm 155
3Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman Dan Investasi, “Pedoman Desa Wisata 2020” (2020), hlm 42
4Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman Dan Investasi, “Pedoman Desa Wisata 2020” (2020), hlm 42
5 NTB IDNTIMES “5 Fakta Menarik Tentang Lombok Yang Wajib Diketahui”
https://ntb.idntimes.com/travel/destination/ririn-sintani-1/5-fakta-menarik-tentang-lombok-yang- wajib-diketahui-c1c2 diakses pada 09 Agustus 2022
destinasi wisata alam ada yang berupa pegunungan, perbukitan, pantai, serta hutan yang masih terjaga. Serta masih banyak lagi destinasi wisata buatan yang memanfaatkan alam sebagai sumber utamanya. Baik yang masuk kedalam klasifikasi destinasi wisata maju, berkembang bahkan destinasi wisata yang masih dirintis atau destinasi wisara rintsan.
Kelayakan disuatu destinasi wisata sangat mempengaruhi suasana kegiatan kepariwisataan bagi para pengunjung di objek destinasi wisata, baik yang ada di dalam destinasi wisata itu sendiri maupun yang ada disekitar destinasi wisata. Selain itu kelayakan destinasi wisata juga mempengaruhi bagaimana para pengunjung menilai sebuah destinasi wisata yang akan mempengaruhi keinginan pengunjung untuk melakukan kunjungan ulang.
Salah satu contoh destinasi wisata rintisan yang ada di Kabupaten Lombok Timur adalah Kolam Renang Tirta Rebanbela yang berada di Dusun Ramban Biak Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur yang menggunakan konsep destinasi buatan yang menfaatkan aliran air alami dari hutan kaki Gunung Rinjani. Namun demikian, Kolam Renang Tirta ini belum ramai dikunjungi oleh wisatawan baik yang domestik maupun mancanegara. Karena, Kolam Renang Tirta belum sepopuler dengan destinasi serupa seperti yang ada di Suranadi. Akibat kurang ramai dikunjungi manfaat pariwisata belum dirasakan sepenuhnya oleh masarakat sekitar.
Untuk itu perlu dilakukan analisis kelayakan ini untuk membantu meningkatkan serta mengembangkan destinasi wisata rintisan menjadi destinasi wisata maju. Dengan demikian analisis kelayakan destinasi ini
bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-kompenen yang sudah ada dan yang masih kurang serta akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk kedepannya.
Berdasarkan latar belakang diatas dan berbagai manfaat yang sekiranya akan diperoleh dari penelitian ini, saya sebagai peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Kelayakan Destinasi Wisata Rintisan Kolam Renang Tirta Rebanbela Di Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur”.
B.Rumusan Masalah
1. Apakah Kolam Renang Tirta Rebanbela sudah memenuhi komponen pariwisata sebagai daerah tujuan wisata?
2. Bagaimana standar kelayakan dari destinasi wisata rintisan pada Kolam Renang Tirta Rebanbela di Desa Lenek Ramban Biak sebagai daerah tujuan wisata?
C.Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah Kolam Renang Tirta Rebanbela sudah memenuhi syarat berserta komponen pariwisata sebagai sebuah daerah tujuan wista.
2. Untuk menganalisis standar kelayakan yang dimiliki oleh destinasi wisata Kolam Renang Tirta Rebanbela di Desa Lenek Ramban Biak sebagai daerah tujuan wisata.
D.Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a. Bagi Penulis
Dalam melaksanakan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi penulis mengenai bagaimana menganalisis kelayakan dari suatu destinasi wisata.
b. Bagi Peneliti Lain
Semoga dikemudian hari penelitian ini bisa membantu peneliti lain yang membutuhkan bahan referensi, bahan perbandingan bagi yang memiliki keterkaitan dan tema yang sama tentang menganalisis kelayakan suatu destinasi wisata rintisan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Pemerintah Daerah (Desa)
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan atau panutan bagi destinasi wisata serupa dalam meningkatkan kelayakan objek destinasi wisata, serta bisa dijadikan bahan pelajaran bagi pihak pemerintah untuk mengetahui dukungan seperti apa yang dibutuhkan oleh destinasi wisata.
b. Bagi Pengelola Destinasi Wisata
Diharapkan penelitian ini bisa menjadi media edukasi untuk membantu dalam menganalisis kekurangan yang masih ada di objek wisata, langkah-langkah yang akan diambil dalam upaya mewujudkan kelayakan dari suatu destinasi wisata.
E.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Semua aspek kehidupan pasti memiliki batas tertentu, begitu juga dengan kemampuan penulis dalam melakukan penelitian ini seperti keterbatasan tenaga, waktu serta biaya, sehingga penulis membatasi penelitian tentang analisis kelayakan destinasi wisata rintisan Kolam Renang Rebanbela Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur, hanya mencangkup objek wisata kolam renang Rebanbela dan kekurangan serta kelebihan yang dimiliki serta apa saja yang harus dilakukan dalam menciptakan kelayakan destinasi wisata kolam renang Rebanbela ini.
2. Setting penelitian
Penelitian ini dilakukan di sebuah destinasi Wisata Kolam Renang Tirta Rebanbela yang berada di desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur, yang dimulai dari bulan Juni sampai bulan Agustus tahun 2022.
F. Telaah Pustaka
Dalam penulisan proposal penelitian ini sebelumnya sudah melakukan penelaahan untuk beberapa karya penelitian yang memiliki keterkaitan serta hubungan dengan tema yang diangkat oleh peneliti :
1. Rahmat Dwi Sanjaya, Iis Prasetyo dalam Jurnal Sekolah tahun 2018 yang berjudul “Partisipasi Pemuda dalam Pengembangan Rintisan Destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman” dengan menggunakan metode
Brainstroming untuk mengidentifikasi dan menganalisis data yang diperoleh dari lapangan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab kurangnya partisipasi pemuda dan bagaimana upaya dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab kurangnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman yaitu: kurangnya sosialisasi, pengembangan dilakukan bukan berdasarkan aspirasi bersama, kebingungan mengenai arah pengembangan yang dituju, serta kesibukan lain yang dimiliki oleh masing-masing pemuda. Upaya yang dilakukan oleh 4 orang pengelola untuk meningkatkan antusias pemuda untuk bergabung dan berperan aktif dalam pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman. Selain itu juga dengan melakukan kerjasama dengan pihak luar, membuat organisasi Pokdarwis, serta melakukan pertemuan rutin.
Kesamaan penelitian Sanjaya dengan penulis terletak pada tujuannya yaitu untuk mengetahui penyebab kurang berkembangnya destinasi wisata rintisan, Sanjaya meneliti perkembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman. Sedangkan untuk penulis melakukan penelitian tentang analisis kelayakan destinasi wisata rintisan di Kolam Renang Tirta Rebanbela .Untuk perbedaannya terletak pada fokusnya yaitu penelitian Sanjaya lebih berfokus pada peran partisipasi pemuda dalam pengembangan destinasi wisata rintisan. Sedangkan penulis berfokus pada
komponen-komponen yang kurang dan kelayakan pada destinasi wisata rintisan.6
2. Abdul Gafur dalam skripsi tahun 2019 dari Universitas Muhammadiyah Makasar yang berjudul “Analisis Kelayakan Potensi Daya Tarik Objek Wisata Permandian Alam Baruttung Kecamatan Tandong Tallasa Kabupaten Tangkep” dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui potensi dan untuk mengetahui nilai kelayakan potensi wisata Permandian Alam Baruttung Di Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Kawasan Wisata Permandian Alam Baruttung Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep menyimpan potensi objek ekowisata berupa keindahan panorama alam berupa permandian Baruttung serta keragaman flora dan fauna serta layak untuk dikembangkan berdasarkan hasil dari penelitian kelayakannya dengan indeks potensi yang terdiri daya tarik, aksesibilitas, akomodasi serta sarana dan prasarana. Kesamaan penelitian Gafur dengan penulis terletak pada teori yang digunakan yaitu teori studi kelayakan dan jenis destinasi wisata yang di teliti yang berupa destinasi wisata pemandian. Sedangkan untuk perbedaannya terletak pada fokus penelitian, penelitian Gafur fokus pada analisis kelayakan potensi daya tarik objek wisata dan untuk penulis lebih
6 Rahmat dwi sanjaya, Iis prasetyo “Partisipasi Pemuda dalam Pengembangan Rintisan Destinasi wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman”, Jurnal sekolah, 2018.
fokus pada analisis kelayakan yang berfokus kepada komponen-komponen pada destinasi wisata.7
3. Alfian Tri Nugroho dalam skripsi tahun 2020 yang berjudul “Studi Kelayakan Pantai Teleng Ria Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Pacitan Jawa Timur” dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu metode survei dalam pengumpulan data primer. Dengan tujuan mengetahui hasil uji kelayakan Pantai Teleng Ria sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Pacitan Jawa Tengah. Hasil penelitianya menunjukkan bahwa Pantai Teleng Ria mendukung dan sesuai untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata, hal ini berdasarkan hasil skoring harkat kelas dan kriteria pada aspek fisik, daya tarik, sosial ekonomi, aksesibilitas dan sarana prasarana sebasar 115 dan masuk kelas II. Faktor yang paling mendukung dari 5 faktor tersebut adalah sosial ekonomi dan aksesibilitas yang berada dikelas I. Kesamaan penelitian Alfian dengan penulis terletak pada teori yang digunakan yaitu teori studi kelayakan.
Sedangkan untuk perbedaannya terletak pada tujuan penelitiannya. Alfian melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisi kelayakan Pantai Teleng Ria sebagai daerah tujuan wisata, dan untuk penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis kelayakan destinasi wisata
7Abdul Gafur “Analisis Kelayakan Potensi Daya Tarik Objek Wisata Permandian Alam Baruttung Kecamatan Tandong Tallasa Kabupaten Tangkep” skripsi Universitas Muhammadiyah Makasar, 2019.
Kolam Renang Tirta untuk meningkatkan kemajuan dari destinasi wisata rintisan.8
4. Putri Apriliana dalam skripsi tahun 2020 dengan judul “Studi Kelayakan Air Terjun Ciismun Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur” menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui hasil uji kelayakan Air Terjun Ciismun sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air Terjun Ciismun mendapat skor 63 dan masuk kategori kelas 1 yang artinya suatu kawasan yang sangat mendukung dari berbagai faktor seperti faktor fisik (11), daya tarik (7), kondisi sosial ekonomi (18), aksesibilitas (17), sarana dan prasarana (10) sebagai daerah tujuan wisata. Kesamaan penelitian Apriliana dengan penulis terletak pada teori yang digunakan yaitu teori studi kelayakan.
Sedangkan untuk perbedaannya terletak pada tujuan penelitian Apriliana fokus dengan tujuan menganalisis kelayakan Air Terjun Ciismun sebagai daerah tujuan wisata dan untuk penulis menganalisis kelayakan Kolam Renang Tirta untuk meningkatkan kemajuan dari destinasi wisata rintisan menjadi destinasi wisata berkembang atau maju. Selain itu, perbedaannya juga terletakan pada pendekatan yang digunakan Apriliana menggunakan
8 Alfian Tri Nugroho, “Studi Kelayakan Pantai Teleng Ria Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kabupaten Pacitan Jawa Timur“, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakart, 2020
pendekatan kuantitatif sedangkan penulis menggunakan pendekatan kualitatif.9
5. Dwita Angelia BR. Gurusinga dalam skripsi tahun 2021 yang mengangkat judul “Analisis Kelayakan Pengembangan Pada Kawasan Wisata Alam Simarjarunjung Kabupaten Simalungun” dengan menggunakan metode penelitian deskriftif kuantitatif yaitu dengan metode survei, kepustakaan dan dokumentasi dengan tujuan untuk mengetahui potensi yang ada pada objek wisata, tingkat kelayakan, serta untuk mengetahui penilaian pengunjung terhadap kawasan wisata alam Simarjarunjung. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kasawan wisata Alam Simarjarunjung memiliki 3 potensi keindahan alam yaitu menyajikan pemandangan Danau Toba, perbukitan dan keragaman Flora. Dan sudah dikatakan layak dikembangkan dengan indeks 82,22%. Dan hampir seluruh pengunjung menyukai aktivitas dikawasan ini, pelayanan dikawasan ini bersifat baik, serta kondisi fasilitas dan sarana sudah memadai. Kesamaan penelitian Dwita dengan penulis terletak pada teori yang digunakan yaitu tentang studi kelayakan serta kriteria pada objek penelitian yang memiliki lebih dari 1 potensi pada objek wisata. Sedangkan untuk perbedaanya terletak pada tujuan penelitian. Dwita melakukan penelitian untuk mengetahui potensi yang ada pada objek wisata, tingkat kelayakan, serta untuk mengetahui penilaian pengunjung terhadap kawasan wisata alam Simarjarunjung, dan untuk penulis melakukan penelitian dengan tujuan
9 Putri Apriliana, “Studi Kelayakan Air Terjun Ciismun Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Cipanas Di Kabupaten Cianjur“, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakart, 2020
untuk menganalisis komponen pada destinasi wisata rintisan untuk meningkatkan kemajuan destinasi wisata.10
G.Kerangka Teori
1. Komponen Pariwisata
Komponen merupakan bagian dari keseluruhan atau unsur yang membentuk suatu sistem atau kesatuan. Komponen juga diartikan sebagai unsur-unsur atau elemen yang saling berinteraksi dan memiliki ketertarikan satu sama lainnya yang membentuk suatu sistem atau kesatuan.11
Pariwisata (turisme) suatu perjalanan yang dilakukan untuk tujuan rekreasi atau liburan.12 Pariwisata ialah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung dengan berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah daerah.13 Adapun pengertian pariwisata menurut Mathieson & Wall yaitu pariwisata merupakan serangkaian aktivitas yang berupa aktivitas perpindahan orang untuk sementara waktu ke suatu tujuan di luar tempat tinggal maupun tempat kerjanya, aktivitas yang dilakukan selam tinggal ditempat tujuan tersebut dan kemudahan-kemudahn yang disediakan untuk
10 Dwita Angelina BR gurusinga, “analisis kelayakan pengembangan pada kawasan alam simarjarunjung kabupaten simalungun” skripsi universitas islam negeri syarif hidayatullah Jakarta, 2021
11 KBBI https://kbbi.lektur.id/komponen diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 09.38
12 Wikipwdia, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pariwisata diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 10.15
13Undang Undang Republik Indonesia nomor 10 Tentang Kepariwisataan
memenuhi kebutuhannya baik selama diperjalanan maupun di lokasi tujuannya.
Pariwisata secara umum dapat diartikan sebagai perjalanan wisata yang dilakukan sesuai dengan yang sudah direncanakan atau yang tidak terencana yang akan memberikan pengalaman bagi pelakunya. Kegiatan wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan dengan cara individu atau berkelompok yang dilakukan dari tempat tinggalnya menuju tempat tertentu untuk mendapatkan pengalaman diluar kegiatan kesehariannya.
Selain itu kegiatan pariwisata menawarkan produksi jasa yang memberikan kenyamanan kepada konsumen yang di tentukan oleh faktor seperti tujuan wisata, produk wisata, promosi, peran penduduk lokal, dan sistem organisasi. Adapaun komponen yang mempengaruhi kegiatan wisata yaitu, pelaku perjalanan wisata, tempat tinggalnya, kegiatan perjalanan, serta lokasi yang menjadi tempat tujuannya. Karena itu ada keterkaitan antara perjalanan wisata dengan kegiatan wisata yaitu, setiap kegiatan wisata merupakan perjalanan wisata, tetapi sebaliknnya tidak semua perjalanan wisata termasuk kedalam kegiatan wisata.14
Kepariwisataan didefinisikan sebagai seluruh kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi dan multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dengan masyarakat setempat, sesama wisatawan,
14 Hidayah, Nurdin (2019) “Pengertian Pariwisata Dan Kepariwisataan” Diakses Pada 14 Agustus Pukul 10.00
pemerintah, pemerintah daerah, pengusaha.15 Kepariwisataan menurut Hans Buchli adalah setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari seseorang atau beberapa orang dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperuntukkan bagi kepariwisataan itu oleh lembaga-lembaga yang digunakan untuk tujuan tertentu.
Komponen pariwisata merupakan komponen kepariwisataan yang harus ada pada objek destinasi wisata yang akan menjadi daya tarik disebuah destinasi wisata. Isitilah kepariwisataan terdiri dari gabungan antara istilah wisata, pariwisata dan kepariwisataan. Kepariwisataan sendiri diartikan sebagai seluruh kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan yang dilengkapi dengan fasilitas dan infrastuktur pendukung yang sudah disediakan.
Adapun komponen pariwisata yang harus ada untuk menjadi sebuah destinasi wisata adalah atraksi wisata (atracion), fasilitas (amenities), aksesibilitas (accessibility) dan layanan tambahan (ancillary service).
1) Atraksi (attraction)
Atraksi wisata disebut juga sebagai objek dan daya tarik wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Menurut Yoeti suatu daerah tujuan wisata hendaknya memenuhi syarat yang memuat ketersediaan : sesuatu untuk dilihat (something to see), yang dapat dilakukan (something to do), dan
15Undang Undang Republik Indonesia nomor 10 Tentang Kepariwisataan
yang dapat dibeli (something to buy). Dan dengan semakin luasnya perkembangan pariwisata syarat tersebut bertambah yakni : sesuatu yang dapat dinikmati dan sesuatu yang berkesan yang mampu menahan wisatawan untuk lebih lama dan merangsang kunjungan ulang.16
Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekeyaan alam, budaya dan hasil buatan manusia.17 Adapun model atraksi yang dapat menarik perhatian wisatawan untuk datang ke daerah tujuan wisata terbagi menjadi 3 diantaranya sebagai berikut:18
a) Daya tarik wisata alam (natural resources)
Daya tarik wisata merupakan daya tarik wisata yang dikembangkan lebih kepada anugrah keindah dan keunikan yang sudah tersedia di alam. Contohnya seperti, pantai dengan pasir putih, matahari terbit dan terbenam serta deburan ombaknya, laut dengan keindahan terumbu karang dan ikan didalamnya, danau dengan keindahan panoramnya, hutan dengan keaslian flora dan faunanya dan sebagainya.
b) Daya tarik wisata budaya
Daya tarik yang dikembangkan berdasarkan hasil dari ciptaan manusia baik yang berupa sejarah, budaya peninggalannya ataupun nilai budaya masih tetap dilaksanakan sampai sekarang. Adapun
16S, I Ketut Dan I Gusti N.W.”Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata”, (Denpasar:
Pustaka Larasan. 2017), hlm 96
17Undang Undang Republik Indonesia nomor 10 Tentang Kepariwisataan
18S, I Ketut Dan I Gusti N.W.”Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata”, (Denpasar:
Pustaka Larasan. 2017), hlm 100-102
contohnya seperti, upacara ritual, seni pertunjukan, museum, festival dan berbagai event lainnya.
c) Daya tarik wisata buatan
Daya tarik wisata buatan adalah daya tarik wisata yang sengaja dikembangkan untuk menarik wisatawan. Adapun contoh dari wisata buatan seperti taman, waterpark, kolam dan lain sebagainya.
2) Fasilitas (amenities)
Secara umum pengertian amenities adalah segala jenis sarana dan prasarana yang dibutuhkan wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Wisatawan yang melakukan perjalanan ke destinasi wisata membutuhkan berbagai kebutuhan serta pelayanan, mulai dari saat keberangkatan sampai kembali ketempat tinggalnya. Kebutuhannya sangat beragam mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti makan minum, tempat tinggal serta alat transportasi.19
a) Usaha penginapan (accommodation)
Tempat dimana wisatawan bisa menginap atau bermalam sementara di suatu daerah tujuan wisata, adapun akomodasi yang membuat wisatawan betah adalah akomodasi yang bersih, pelayanan yang baik, ramah dan tepat waktu, harga yang sesuai dengan kenyamanan yang ditawarkan serta relatif mudah dijangkau. Adapun contoh akomodasi seperti : hotel, guest house, homestay, losmen, perkemahan dan vila.
19S, I Ketut Dan I Gusti N.W.”Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata”, (Denpasar:
Pustaka Larasan. 2017), hlm 103-107
b) Usaha makanan dan minuman
Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, makanan bisa dijadikan sebagai suatu daya tarik tersendiri karena banyak wisatawan yang ingin mencoba makanan lokal yang menjadi makanan khas dari suatu daerah di daerah tujuan wisata karena akan menjadi sebuah pengalaman yang menarik bagi mereka. Usaha makanan dan minuman ini harus memperhatikan jenis hidangan yang disajikan, cara penyajian, kebersihan yang hidangan, bentuk kualitas pelayanan serta lokasinya. Usaha makanan dan minuman banyak yang berupa restoran, warung atau cafe.
c) Transportasi dan infrastruktur
Wisatawan memerlukan transportasi untuk mencapai daerah tujuan wisata serta komponen pendukungnya adalah insfrasrtuktur yang secara tidak langsung mendukung kelancaran kegiatan pariwisata. Walupun tidak semua daerah tujuan wisata memiliki infrastruktur yang baik, tetapi banyak wisatawan yang memandang itu sebagai sebuah tantangan untuk mencapai suatu daaerah tujuan wisata.
3) Aksesibilitas (Access)
Jalan masuk atau pintu masuk utama ke daerah tujuan wisata merupakan access penting dalam kegiatan pariwisata dan sering diidentikkan dengan kemudahan bergerak dari daerah yang satu ke daerah lainnya atau yang sering disebut dengan tranferabilitas. Serta
harus diperhatikan karena memberikan pengaruh kepada keputusan wisatawan dalam mengunjungi daerah tujuan wisata.
4) Pelayanan tambahan (ancillary service)
Sering disebut sebagai pelengkap yang disediakan pemerintah baik untuk wisatawan maupun pelaku wisatawan. Pelayanan yang disediakan seperti pemasaran, pembangunan fisik (jalan, air minum, listrik dan lain- lain) serta mengatur segala macam aktivitas dengan Undang-undang baik dari objek wisata maupun di jalan raya. Namun semakin terpencil daerah tujuan wisata maka semakin minim jasa pendukung yang ditawarkan tetapi para wisatawan yang memilih pergi ke tempat terpencil sudah mempersiapkan diri dengan kondisi yang terbatas.
2. Daerah Tujuan Wisata / Destinasi Wisata
Daerah tujuan wisata atau yang disebut dengan destinasi pariwisata merupakan kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibiltas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi dalam mewujudkan kepariwisataan.20
Leiper menyatakan bahwa suatu daerah tujuan wisata atau destinasi wisata merupakan susunan dari 3 elemen yaitu seseorang yang akan melakukan kegiatan pariwisata yang akan menjadi inti dari elemen ini, sesuatu yang istimewa ditempat yang akan dikunjungi, adanya minimal satu penanda informasi. Perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan
20Undang Undang Republik Indonesia nomor 10 Tentang Kepariwisataan
dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang akan menyebabkan perjalanan jauh serta harus mengeluarkan banyak uang. Maka daerah tujuan wisata harus memiliki potensi serta daya tarik yang besar untuk dijadikan pilihan daerah tujuan wisata oleh wisatawan. Selain itu daerah tujuan wisata harus memiliki berbagai fasilitas yang diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan seperti, transportasi, akomodasi, biro perjalanan, atraksi (rekreasi, budaya dan hiburan), pelayanan makanan dan barang cindramata.21
Menurut Jackson suatu daerah yang menjadi daerah tujuan wisata atau destinasi wisata dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti : a. Menarik dimata wisatawan atau calon pengunjung
b. Fasilitas dan atraksi yang tersedia c. Letak geografis
d. Akses jalur transfortasinya e. Politik yang stabil
f. Lingkungan yang sehat
g. Tidak ada larangan/pembatasan dari pemerintah.
Daerah tujuan wisata adalah salah satu faktor utama penyebab terjadinya kunjungan wisatawan karena itu keberadaan daerah tujuan wisata sangat penting dalam industri pariwisata. Dapat disimpulkan bahwa destinasi wisata merupakan interaksi antar berbagai elemen, serta
21Pitana, I Gede dan Gayatri, Putu, G (2005). “Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta : Andi
ada komponen yang harus diperhatikan dengan baik oleh destinasi wisata yaitu wisatawan, wilayah, dan informasi mengenai wilayah.
Daerah tujuan wisata atau destinasi wisata sering juga disebut sebagai objek wisata. Objek wisata merupakan segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang menjadi daya tarik agar orang-orang mau berkunjung ke tempat tersebut. Objek wisata juga diartikan sebagai semua tempat atau keadaan alam yang memiliki potensi wisata yang dibangun serta dikembangkan sehingga menjadi daya tarik untuk wisatawan. Selain itu objek wisata kadang disebut tempat wisata atau daerah wisata untuk menunjukkan suatu lokasi yang bertujuan untuk kegiatan berwisata.22
3. Studi Kelayakan Pariwisata
Kelayakan merupakan serangkaian penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah proyek yang diusulkan akan memberikan manfaat yang lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan serta dikaji secara menyeluruh. Analisis kelayakan adalah analisis dan evaluasi didasarkan pada proyek dengan tujuan untuk mengukur kelayakan baik dari segi teknis, estimasi biaya, serta keuntungan.
Analisis kelayakan sering kali disebut dengan studi kelayakan.23 Terdapat 5 tujuan mengapa perlu melakukan studi kelayakan :
a. Menghindari resiko kerugian
22Wikipedia https://id.m.wikipedia.org/wiki/Obyek_wisata diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 12.31
23Prima Kelola (2022) “Studi Kelayakan” Institut Pertanian Bogor https://primakelola.co.id/studi-kelayakan/ diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 12.49
b. Memudahkan perencanaan
c. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan d. Memudahkan pengawasan
e. Memudahkan pengendalian.
Menurut Pinata dan Diata studi kelayakan pariwisata merupakan tentang beberapa hal spesifik yang harus dipahami jika ingin mensukseskan potensi suatu usaha pariwisata secara maksimal. Studi kelayakan adalah penilaian kepraktisan dari suatu proyek yang diusulkan, dengan tujuan untuk menilai secara objektif dan rasional mengenai kelemahan dan kekuatan, peluang serta ancaman yang akan ditemukan pada lingkungan alam, sumber daya yang diperlukan, serta prospek keberhasilan dari proyek tersebut.24 Diantara hal spesifik yang harus dipahami seperti, faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pariwisata :25
a. Faktor permintaan potensial : sesungguhnya permintaan potensial atas produk pariwisata dapat diperkirakan, seperti jumlah penduduk sekitar kawasan dan tingkat kepadatan penduduk.
b. Faktor tempat wisata : begitupun dengan penawaran terdapat empat aspek yang harus diperhatikan dalam penawaran pariwisata , yaitu attraction (daya tarik), acesble (transportasi), amenities (fasilitas), ancillary (kelembagaan).
24Wikipedia https://id.m.wikipedia.org/wiki/Studi_kelayakan diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 16.09
25 I Gede Pitana &I Ketut Surya Diarta, “Pengantar Ilmu Pariwisata”, (Yograkarta : C.V ANDI OFFSET, 2009), hlm 155
Menurut Siswanto Sutojo (2002), hal-hal yang perlu diketahui dalam studi kelayakan antara lain :
a. Lingkup pekerjaan proyek
b. Bagaimana pelaksanaan proyek tersebut
c. Mengevaluasi berbagai aspek yang dapat menentukan keberhasilan proyek secara menyeluruh
d. Fasilitas sarana yang dibutuhkan pada proses pembuatan proyek e. Dana yang dikeluarkan sampai proyek selesai
f. Langkah-langkah pendirian serta jawal dari masing-masing proyek Pembangunan suatu daerah tujuan wisata harus dirancang sedemikian rupa berdasarkan potensi yang sudah ada dengan mengacu pada berbagai kriteria keberhasilan pengembangan yang meliputi berbagai kelayakan, sebagai berikut :26
a. Kelayakan financial
Studi kelayakan ini menyangkut tentang perhitungan secara komersial atas pembangunan daerah tujuan wisata.
b. Kelayakan sosial ekonomi regional
Studi kelayakan ini dilakukan untuk mengetahui apakah investasi yang ditanam untuk membangun daerah tujuan wisata memiliki dampak sosial ekonomi regional yang dapat dirasakan mulai dari menciptakan lapangan pekerjaan baru bahkan meningkatkan devisa.
26Wahyudi, Isa, (2020) “Konsep Pengembangan Pariwisata” http://dprd.talaudkab.go.id/baca-berita-180-konsep-pengembangan-pariwisata.html diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 13.11
c. Kelayakan teknis
Studi ini mengkaji tentang pembangunan daerah tujuan wisata dengan tetap memperhatikan pertanggung-jawaban secara teknis dengan melihat daya dukung yang tersedia. Daya tarik dari suatu daerah tujuan wisata akan berkurang bahkan hilang apabila mempertaruhkan keselamatan wisatawan.
d. Kelayakan lingkungan
Studi kelayakan ini dilakukan untuk menjadi acuan dalam pembangungan daerah tujuan wisata. Pembangunan daerah tujuan wisata yang mengakibatkan kerusakan pada lingkungan tidak dapat dilakukan, karena tujuan pembuatan daerah tujuan wisata ini hanyalah untuk memanfaatkan sumber daya alam untuk kebaikan manusia serta untuk meningkatkan kualitas hidup, sehingga mejadi sebuah keseimbangan, keselarasan dan keserasian.27
Standar kelayakan untuk menjadi daerah tujuan wisata menurut Lothar A. Kreck dalam Irma Herlina Way dkk tentang sarana dan prasarana merupakan salah satu indikator yang harus dipenuhi dalam pengembangan pariwisata, serta menjadi objek penilaian dalam pengukuran standar kelayakan daerah tujuan wisata dan untuk lebih rincinya dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :28
27Suwantoro (1997, “Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta : Andi
28 Irma Herlina Way, Dkk, “Analisis Kebutuhan Prasarana Dan Sarana Pariwisata Di Danau Uter Kecamatan Maybrat Provinsi Papua Barat” e-journal unsrat, 2016, hlm 29-30
Table 1.1
Standar Kelayakan Daerah Tujuan Wisata
No Kriteria Standar Minimal
1 Objek Terdapat salah satu unsur alam, sosial, atau budaya 2 Akses Adanya kemudahan pada jalan, rute, tempat parkir
dan harga parkir yang terjangkau 3 Akomodasi Adanya pelayanan penginapan
4 Fasilitas Agen perjalanan, pusat informasi, salon, fasilitas kesehatan, pemadam kebakaran, hydrant, TIC (Tourist Information Centre), guiding, plang informasi, petugas yang memeriksa keluar masuknya wisatawan
5 Transportasi Adanya transportasi lokal yang nyaman, variatif yang menghubungkan akses masuk.
6 Catering service Adanya pelayanan makanan/minuman (rumah makan, restaurant, warung nasi)
7 Aktivitas rekreasi Terdapat sesuatu yang dilakukan di lokasi wisata 8 Pembelanjaan Adanya tempat pembelian barang-barang umum 9 Komunikasi Adanya televisi, telepon umum, radio, sinyal telepon
seluler, penjual voucher (isi ulang pulsa seluler) dan akses internet
10 Sistem perbankan Adanya bank (beberapa jumlah dan jenis bank dan
ATM beserta selebarannya)
11 Kesehatan Poliklinik poli umum/jaminan ketersediaan pelayanan yang baik untuk penyakit yang kemungkinan diderita oleh wisatawan
12 Keamanan Adanya jaminan keamanan (petugas khusus keamanan, polisis wisata, petugas pantai, rambu- rambu perhatian, pengarah kepada wisatawan)
13 Kebersihan Tempat sampah dan rambu-rambu tentang kebersihan
14 Sarana ibadah Terdapat salah satu sarana untuk ibadah bagi wisatawan
15 Sarana pendidikan
Terdapat salah satu sarana pendidikan formal
16 Sarana olahraga Terdapat alat dan perlengkapan untuk berolahraga.
Sumber : Jurnal Pada Universitas Sam Ratulangi Oleh Irma Herlina Way, Dkk 4. Desa Wisata Rintisan
Desa wisata merupakan integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.29 Desa wisata Indonesia secara garis besar terbagi menjadi 3 produk unggulan yaitu potensi berbasis budaya, alam dan kreatif.30 Desa wisata
29 Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 53 tahun 2019 pasal 1 nomor 12
30 Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman Dan Investasi, “Pedoman Desa Wisata 2020” (2020), hlm 36
terbagi menjadi 4 kategori menurut pengembangannya seperti, desa wisata rintisan, berkembang, mandiri dan maju.31
Desa wisata rintisan adalah desa wisata yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan sarana dan prasarana dan fasilitas wisata yang terbatas, dan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata mulai tumbuh, mulai dikunjungi wisatawan dan sudah ada pengelolanya.32
Penentuan klasifikasi desa wisata rintisan dengan kriteria sebagai berikut:33
a) Masih berupa potensi yang masih dikembangkan.
b) Pengembangan sarana dan prasarana yang masih terbatas.
c) Kurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung dan pengunjung hanya berasal dari masyarakat sekitar.
d) Kesadaran masyarakat terhadap potensi masih belum tumbuh.
e) Diperlukannya pendampingan dari pihak terkait (pemerintah, swasta).
f) Memanfaatkan dana desa untuk pengembangan desa wisata.
g) Pengelolaan desa wisata masih bersifat lokal desa.
5. Wisata Air Kolam Renang
Berenang merupakan suatu kegiatan olahraga yang masuk kedalam kategori olahraga yang seru serta menyenangkan karena bisa dilakukan
31 NEWS, UNAIR (2021) “Kategori Desa Wisata di Indonesia Brdasarkan Pengembangannya” https://news.unair.ac.id/2021/08/03/kategori-desa-wisata-di-indonesia- berdasarkan-pengembanganya/?lang=id diakses pada 14 Agustus 2022 pukul 14.21
32 Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 53 Tahun 2019 pasal 1 Nomor 22
33Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman Dan Investasi, “Pedoman Desa Wisata 2020” (2020), hlm 42
sambil bermain-main dan bersantai bahkan bisa untuk menenangkan pikiran tetapi tetap bagus untuk kesehatan tubuh dan membantu dalam pertumbuhan. Tetapi tidak semua orang yang ingin berenang memiliki kolam berenang, maka hadirlah pembuatan kolam berenang yang dijadikan sebagai tujuan wisata yang menjadi jenis wisata air kolam renang serta dirancang sedemikian rupa untuk umum sebagai tempat berlibur dan dilengkapi dengan wahana untuk melengkapi keseruan saat berwisata. Adapun ciri umum kolam berenang sebagai wisata air sebagai berikut :34
a. Area yang luas
b. Memiliki wahana bermain c. Jenis kolam yang beragam d. Menyediakan fasilitas lengkap
e. Desain kolam berenang yang menarik
Fakta tentang semakin banyaknya pecinta olahraga renang dan semakin terkenalnya jenis wisata air kolam renang dan bahkan pada saat ini semakin banyaknya dibuka tempat wisata air kolam renang tidak hanya dibangun di kota-kota besar bahkan di desa-desa terpencil sudah membangun destinasi wisata air kolam renang.35
34 Kontaktor.work “Kolam Renang Wisata [Keuntungan dan Kerugian] ” https://kontraktor.work/media/kolam-renang-wisata/ diakses pada 11Agustus 2022 pukul 12.46
35KabarSport.com “ Wahana Wisata Air Kolam Renang”
http://www.kabarsport.com/2016/12/macam-jenis-ukuran-kolam-renang-wahana.html?m=1 diakses pada 11Agustus 2022 pukul 12.49
H. Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian
Setiap penelitian memerlukan suatu metode untuk membantu mempermudah dalam proses pengumpulan dan menampilkan hasil data hasil penelitian. Penggunaan metode penelitian juga akan berdampak terhadap kebutuhan dari suatu penelitian. Metode penelitian juga memberikan gambaran mmengenai pendekatan, tipe, jenis atau desain dari suatu penelitian.36
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Menurut Sugiyono jenis metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiah (sebagai lawan eksperimen) dimana peneliti sebagai kunci teknik pengumpulan data dan bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dan hasil penulisannya berupa kata-kata atau pernyataan sesuai kejadian.37
36M. Amim A, “Panduan Menyusun Proposal Skripsi, Tesis & Disertasi, (Yogyakarta;
Smart Pustaka,2014), hlm 23
37 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011)
2. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian
Gambar 1.1. Lokasi Penelitian Kolam Renang Rebanbela, di Desa Lenek Ramban Biak kecamatan Lenak
Penelitian ini dilaksanakan di destinasi wisata kolam renang Tirta Rebanbela yang berada di Jl. Wisata Reban Bela Loanggali Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan karena banyaknya destinasi wisata yang berupa pemandian kolam renang yang masih belum memenuhi komponen serta kurangnya kelayakakan yang ditawarkan sebagai sebuah destinasi wisata salah satunya Kolam Renang Tirta Rebanbela Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan Agustus tahun 2022. Pengambilan waktu pelaksanaan penelitian ini
berdasarkan pertimbangan interval waktu penulis sehingga dapat memfokuskan penelitian dan penulisan hasil penelitian.
3. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data
Dalam suatu penelitian ada 2 macam data yang digunakan yaitu data kuantitatif fan kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis data kualitatif. Penelitian dengan data kualitatif adalah suatu penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Memperoleh data dengan membuat gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan yang terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.38
b. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1) Sumber Data Primer
Sumber data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data/informasi kepada pengumpul data.39 Seperti data yang diperoleh dari pengelola destinasi, wisatawan, masyarakat, pemerintah daerah (Desa) yang menjadi informan serta keadaan dan situasi secara langsung di lapangan.
38 Creswell, J.W, (1998). Qualitative Inquiry And Resercch Design: Choosing Among Five Tradition. London: Sage Publications. Hlm 15
39Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011), hlm 225
2) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan informasi/data kepada pengumpul data misalkan lewat orang lain atau dokumen.40 Seperti data dari pemerintah daerah (Desa), jurnal serta skripsi yang relevan.
4. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Menurut Nasution observasi adalah dasar ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya bekerja dari data yang diperoleh melalui observasi.41 Teknik observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan dimana peneliti hanya berperan sebagai pengamat tanpa telibat langsung dengan kehidupan objek yang di observasi.42 Adapun cara pengumpulan data penelitian melalui pengamatan terhadap suatu objek baik secara visual, pancaindra atau alat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab masalah penelitian ke destinasi wisata Kolam Renang Tirta Rebanbela di Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek.
b. Wawancara
Esterberg mendefinisikan wawancara sebagai pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga
40Sugiyono “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011), hlm 225
41 Sugiyono “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011, hlm 226
42Sugiyono “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif, San R&D” Bandung: Alfabeta,201”. Hlm 218
dapat menyimpulkan makna dari suatu topik.43 Menurut Sugiyono, wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti.44 Serta menggunakan teknik wawancara terstruktur yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperoleh serta menggunakan pedoman wawancara.45 Wawancara akan dilakukan kepada beberapa informan sebagai narasumber serta yang paling mengetahui situasi dan kondisi di Kolam Renang Tirta yaitu para pengelola, pedagang, wisatawan dan pemerintah daerah (Desa).
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan atau karya seseorang, dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa atau kejadian dalam situasi sosial serta berkaitan dengan fokus penelitian. Dokumen bisa berbentuk teks tertulis (biografi, karya tulis dan cerita), gambar maupun foto.46 Dokumentasi yang digunakan ada yang berupa jurnal, skripsi serta data yang relevan dari pemerintah daerah (Desa).
43Esterberg, Kristin G, 2002 ; Qualitative Methods In Social Research, Mc Graw Hill, New York
44Sugiyono “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011), hlm 231
45Sugiyono “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Dan R&D”, Bandung : Alfabeta, 2011), hlm 233
46 Sugiyono, (2012),” Memahami Penelitian Kualitatif” Bandung : ALFABETA, hlm 236
5. Tekik Validasi Data
Validasi data merupakan bagian dalam pemeriksaan untuk memastikan bahwa suatu data sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dengan tujuan untuk memastikan bahwa data tersebut dapat dijelaskan sumber dan kebenarannya.47
Teknik validasi data yang digunakan adalah Tringulasi. Tringulasi merupakan teknik pemeriksaan kebenaran data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu sendiri sebagai pembandingnya. Jenis tringulasi data yang digunakan adalah tringulasi sumber yang merupakan membandingkan ulang tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda.48
6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan suatu metode atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga selain itu bermanfaat untuk menemukan solusi dari suatu masalah.49 Menurut Miles & Huberman tentang Analisis Data Kualitatif, analisis data melalui 3 tahap yaitu:
reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.50
47BalaiBwssuatera2“ValidasiData”https://www.google.com/url?q=https://sda.pu.go.
id/balai/bwssumatera2/file/1639&sa=U&ved=2ahUKEwjs_eP_2d75AhWpRWwGHb0kB8EQFno ECAEQAg&usg=AOvVaw1hAKIsLq3dq6DfYMrOJ34T Diakses pada 01 Agustus tahun 2022 pukul 12.05
48Bachtiar S. Bachri “Menyakinkan Validasi Data Melalui Tringulasi Pada Penelitian Kualitatif” Jirnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No.1, April 2010, hlm 56
49 Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha “Teknik Analisis Data Kualitatif(2019)” Diakses pada 14 April tahun 2022 pukul 22.02
50 Miles & Huberman “Analisis Data Kualitatif” , (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992), hlm16.
a. Reduksi Data
Reduksi data adalah penyederhanaan, penggolongan, dan menyisihkan data yang tidak diperlukan sehingga menghasilkan informasi yang diperlukan dan memudahkan dalam penarikan kesimpulan.51
b. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang disusun secara sistematis dan mudah untuk dipahami sehingga memungkinkan untuk penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data dapat berupa teks naratif (catatan lapangan), matriks, grafik, ataupun bagan. Melalui penyajian data, data akan terorganisasikan dan tersusun dalam pola hubungan.52
c. Penarikan Kesimpulan/verifikasi
Kesimpulan awal yang ditemukan masih bersifat sementara dan dapat berubah apabila tidak ditemukan bukti yang mendukung kesimpulan awal dan sebaliknya jika didukung dengan bukti yang valid akan menjadi kesimpulan yang kredibel. Verifikasi dimaksud agar penilaian tentang kesesuaian data dengan maksud yang terkandung dalam konsep dasar analisis data lebih tepat dan obyektif.53
51Miles & Huberman “Analisis Data Kualitatif” , (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992), hlm16.
52DQLab “Langkah-langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif (2020)”Diakses pada 14 April tahun 2022 pukul 22.48
53DQLab “Langkah-langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif (2020)”Diakses pada 14 April tahun 2022 pukul 22.48
I. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan terdiri dari : 1. Bab I (Pendahuluan)
Karena jenis penelitian yang diambil adalah penelitian jenis kualitatif maka pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
2. Bab II (Paparan Data dan Temuan)
Pada bagian ini, terdapat perincian mengenai semua hasil penelitian dan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan tanpa adanya rekayasa.
3. Bab III (Pembahasan)
Pada bagian pembahasan akan berisikan tentang analisis penulis mengenai fakta data yang ditemukan yang dipaparkan pada bab II yang disesuaikan dengan teori yang digunakan dalam penelitian yang ada di bab I (Pendahuluan) pada bagian kajian teori serta disesuaikan berdasarkan rumusan masalah dan dikaitkan dengan pendapat para ahli dan memberikan kesimpulan pada setiap kriteria pada kerangka teori.
4. Bab IV (Penutup)
Pada bagian ini akan berisikan kesimpulan dari hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah yang diambil, beserta saran-saran yang bisa digunakan sesuai dengan hasil penelitian.
BAB II
PAPARAN DAN TEMUAN DATA
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Desa Lenek Ramban Biak
Desa Lenek Ramban Biak merupakan salah satu desa yang masuk di Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Lenek Ramban Biak ini terbentuk dari tahun 2010 dengan luas wilayah 182,0200 Ha, dan terdiri dri 5 dusun/lingkungan yaitu : Dusun Gelumpang, Dusun Lingsar, Dusun Dasan Baru, Dusun Rebanbela dan Dusun Ramban Biak.
Table 2.1
Profil Desa Lenek Ramban Biak
Kode Desa 5203212007
Luas Wilayah 182,0200
Koordinat 116.49025 BT / 8.492458 LU
Tipologi Perindustrian / Jasa
Klasifikasi Swadaya
Sumber : Profil Desa, Lenek Ramban Biak (2022) 2. Letak Geografis
Desa Lenek Ramban Biak terletak di bagian tengah dengan batas wilayah sebelah Utara yaitu dengan Desa Lenek Daya, sebelah Selatan