• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA MBAWI KABUPATEN DOMPU - Ummat Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA MBAWI KABUPATEN DOMPU - Ummat Repository"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

59 BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Kepuasan masyarakat Desa Mbawi terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah desa berdasarkan hasil survei yaitu:

1. Kepuasan masyarakat desa Mbawi terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat oleh aparatur desa cukup puas terhadap pelayanan dengan nilai IKM “55,75%” dari 150 responden yang mendapat penilaian unsur pelayanan seperti prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan , institusi transparansi, tugas pejabat, dll. Di sisi lain, sarana dan prasarana cukup untuk dinikmati pengguna jasa.

2. Faktor apa saja yang menghambat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik DI Kantor Desa Mbawi Kabupaten Dompu yaitu dimana lemahnya pengawasan, kurangnya transpansansi mengenai anggaran desa baik anggaran masuk ataupun anggaran keluar.

5.2.Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan untuk kesimpulan yang disampaikan dan untuk pelayanan publik yang lebih baik kedepannya yaitu :

1. Semua staf Desa Mbawi memiliki beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu setiap 3-6 bulan staf Desa Mbawi akan menyelidiki keluhan masyarakat yang sebelumnya telah dituliskan dalam proposal dan mencari solusi terbaik. kotak, juga digunakan untuk mengidentifikasi dari mana

(2)

60

sumber masalah berasal dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh kota

2. Diharapkan Kantor Kelurahan Mbawi mengadakan acara pelantikan pegawai yang terkait dengan dinasnya. Bermanfaat juga untuk menambah pengetahuan dan tetap up to date, misalnya layanan internet sudah dibuat di kota-kota, maka tidak menutup kemungkinan layanan internet juga bisa dibuat di desa-desa. Seharusnya pihak kelurahan Mbawi dapat memberikan informasi yang jelas tentang persyaratan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak menganggap persyaratan pelayanan publik terlalu rumit. Misalnya, menyediakan papan informasi yang dapat dilihat langsung kepada masyarakat tentang prosedur, persyaratan, biaya dan jam pelayanan untuk setiap jenis pelayanan.

(3)

61

DAFTAR PUSTAKA a. Buku

Bagong Surya & Suptina, (2008). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: kencana

Hardiyansyah, (2018). Kuaslitas Pelayanan Publik (Edisi Revisi).

Yogyakarta Gava Media

Hardiansyah. (2011). Kualitas pelayanan publik konsep, dimensi, indikator, dan implementasinya. Yogyakarta: Gava media.

Kencara Syavie dan Inu. (1999). Ilmu Administrasi Publik. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Melong . 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D Bandung: CV ALFABETA

Moenir. (2008). Manajemen Pelayanan Umum di Indonrsia. Jakarta. Bumi Aksara.

Nanang Marnoto. (2016). Metode Penelitian Social: Konsep-Konsep Kunci. Jakarta: Rajawali Pers

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Bandung : ALFABET

Sugiyono (2003), Metode penelitian administrasi, Bandung

Tjiptono, Fandy dan Chandra, Gregorius. (2011). Service, Quality &

SatisfactionEdisi 3. Yogyakarta: Andi

Thoha, Miftah. Ilmu Administrasi Negara. Jakarta: rajawali press, cet. Ke VIII, 2015

b. Jurnal

Adi Mursalin & Nerlinda. (2021). Analisis Kepuasan Mayarakat Terhadap Pelayanan Publik. Jurnal Equilibrium Manajemen. Vol 7 No. 1.

Fakultas Ekonomi. Universitas Panca Bhakti. ISSN : 2460-2299.

Suandi. (2019). Pelayanan Publik, Indeks Kepuasan Mayarakat. Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK). Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Sjakhyaktirti. ISSN : 2654-3141.

jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/2Ags05123150.pdf Pengembangan Model Citizter Dalam Meningkatkan peayanan Publik di Indonesia

(4)

62

Prof. DR HR Riyadi Soeprapto, MS (Dosen Universitas Brawijaya Malang).

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.36/KEP./M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.2.KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Index Kepuasan Masyarakat

c. website

https://ejournal.undikshaac.id//index.php/JJPE/article/down;oad/20048/12 019

https://eprints.uny.ac.id./28343/1/proposal.pdf

https://kampungkb.bkkbn.go.ac.id/kampung/1886/desa-mbawi d. Undang –undang dan perda

Undang-undang No.25 tahun 2009. tentang Pelayanan Publik.

(5)

63

LAMPIRAN

(6)

64

DOKUMENTASI

Wawancara dengan Ibu Ramlah, selaku warga Desa Mbawi Kabupaten Dompu

Wawancara dengan Bapak Imran Ismail, selaku warga Desa Mbawi Kabupaten Dompu

Wawancara dengan Ibu Amnah , selaku warga Desa Mbawi Kabupaten Dompu

(7)

65

Wawancara dengan Bapak Ilyas Muhammad, selaku Sekertaris Desa Mbawi Kabupaten Dompu

(8)

66

Wawancara dengan Bapak Yusuf, selaku Staf Kantor Desa Mbawi Kabupaten Dompu

Wawancara dengan Ibu Siti Hajar, selaku Staf Kantor Desa Mbawi Kabupaten Dompu

(9)

67

Suasana ruangan Pelayanan di Kantor Desa Mbawi Kabupaten Dompu

Referensi

Dokumen terkait

Secara keseluruhan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dengan kategori puas, dari nilai indeks kepuasan masyarakat maka pihak rumah sakit harus bisa meningkatkan dan

Untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan SAMSAT Pemerintah mengeluarkan beberapa regulasi yang berkaitan dengan kualitas pelayanan publik, salah satunya

Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan yang dilakukan oleh aparatur Kelurahan Lubuk Lintang tergolong cukup baik, kepuasan publik (masyarakat) terhadap

Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/25PAN/2004 tentang Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), terdapat 14 (empat belas) unsur yang relevan,

Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No Kep./25/M.PAN/2/2004 tentang Indeks Kepuasan Masyarakat, menyatakan bahwa: “Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yeng diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas

menunjukkan adanya perbedaan sehingga terdapat perbedaan kepuasan pada masyarakat terhadap pelayanan publik tersebut Dari ke 14 unsur pelayanan tersebut, terdapat satu unsur pelayanan

Keamanan Pelayanan Berdasarkan pengukuran terhadap kualitas 14 unsur pelayanan tersebut diperoleh hasil skor Indeks Kepuasan Masyarakat IKM : 68,902 dengan angka Indeks sebesar 2.756