• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis keputusan petani berusahatani kelapa sawit di

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis keputusan petani berusahatani kelapa sawit di"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEPUTUSAN PETANI BERUSAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA DERANGGA, KECAMATAN HANAU, KABUPATEN SERUYAN.

SKRIPSI

Oleh : SITI MARIYATIN

218.01.032.003

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

MALANG 2022

(2)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Strata Satu (S-1)

Oleh:

SITI MARIYATIN 218.01.032.003

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FA KULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

MALANG 2022

(3)

1

RINGKASAN

Siti Mariyatin (21801032003) Analisis Keputusan Petani Berusahatani Kelapa Sawit Di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.

Dosen Pembimbing 1 : Dr. Ir. H. Bambang Siswadi, M.P.

Dosen Pembimbing 2 : Dr. Ir. Zainul Arifin, M.P.

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang saat ini masuk dalam 10 besar penyumbang devisa terbesar negara melalui hasil ekspornya. industri kelapa sawit mampu menyerap 16,2 juta orang sebagai tenaga kerja, yang berarti bahwa industri kelapa sawit ini memberikan peluang pekerjaan cukup tinggi bagi masyarakat, Selain itu industri kelapa sawit Indonesia menjadi sangat penting bagi dunia, pasalnya dari 64 juta ton produksi sawit dunia Indonesia menyumbangkan 35 juta ton atau 54%

dari produksi minyak kelapa sawit dunia. Diestimasikan pada tahun 2050 dunia memerlukan 60-170 ton minyak nabati tambahan untuk mencukupi kebutuhan minyak nabati. Cara untuk mencukupi kebutuhan tersebut dunia dapat mendapatkannya dari minyak kedelai atau dari minyak kelapa sawit. Apabila ekspansi kedelai yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan tersebut maka dunia memerlukan lahan seluas 120-340 juta ha untuk konversi menjadi perkebunan kedelai, dan jika ekspansi kebun kelapa sawit yang dipilihkan makan dunia hanyar memerlukan sekitar 12-34 juta ha untuk di konversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Artinya jika konversi kebun kelapa sawit yang dipilih makan kelapa sawit Indonesia berpeluang besar untuk berkembang di masa yang akan datang (kementrian pertanian, 2017). Saat ini luas area perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 15.081.021 Ha pada tahun 2021, ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya sepanjang 2019 mencapai 36,17 juta ton disusul oleh negara-negara timur tengah seperti India dan Pakistan, pada tahun 2017 nilai ekspor kelapa sawit mencapai nilai 18.513.463 US$

mengalami kenaikan sangat pesat daripada tahun 2016 Kondisi ini menjadikan usahatani kelapa sawit memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, hal ini bisa dilihat dari luas areal kelapa sawit perkebunan rakyat Kabupaten Seruyan pada tahun 2019 seluas 30.528 Ha sebagai kabupaten yang memiliki luas areal kelapa sawit perkebunan rakyat terluas ke 4 di Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuktikan tingginya minat petani dalam berusahatani kelapa sawit. Dengan kondisi tersebut maka perlu dilakukan sebuah analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan pengambilan data primer berupa observasi, wawancara dan studi pustaka. Penentuan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut banyak masyarakat yang berusahatani kelapa sawit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 petani yaitu hasil 10% dari banyaknya populasi

(4)

2

dan yang menjadi sampel ialah petani yang berusahatani kelapa sawit. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi dan menyajikan karakteristik dari responden kemudian analisis SEM-PLS digunakan untuk mengetahui faktor apa saya yang berpengaruh terhadap keputusan petani berusahatani kelapa sawit.

Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini menyatakan bahwa responden penelitian ini dari 50 responden terdapat 86% atau 43 responden berjenis kelamin laki- laki dan 14% atau 7 responden berjenis kelamin perempuan dengan usia 18-25 tahun sebanyak 34% atau 17 responden, 26-40 tahun sebanyak 32% atau 16 responden, 41- 60 sebanyak 22% atau 11 responden dan sebanyak 12% atau 6 orang responden berusia 60 tahun ke atas, status responden yaitu yang belum menikah sebanyak 28% atau 14 responden , menikah 66% atau 33 responden dan lainnya sebanyak 6% atau 3 responden, memiliki tingkat Pendidikan SD sebanyak 26% atau 13 responden, SMP sebanyak 16% atau 8 responden, SMA sebanyak 34% atau 17 responden, D3 sebanyak 2% atau 1 responden dan SARJANA sebanyak 22% atau 11 responden, dan memiliki pendapatan < Rp.2.000.000 sebanyak 36% atau 18 responden, Rp.2.000.000-5.000.000 sebanyak 52% atau 26 responden, Rp.5.000.000-8.000.000 sebanyak 6% atau 3 responden dan >Rp.8.000.000 sebanyak 6% atau 3 responden juga, esponden yang berprofesi sebagai petani sebanyak 17 responden, guru sebanyak 4 responden, karyawan swasta sebanyak 23 responden, satpam sebanyak 1 responden, pedagang juga sebanyak 1 orang, tukang bengkel juga 1 responden, pengusaha walet sebanyak 1 orang dan nelayan sebanyak 2 orang, terdapat 10 responden yang tanggungan keluarganya hanya 1 orang, 6 responden yang memiliki tanggungan keluarga sebanyak 2 orang, 11 responden yang memiliki tanggungan keluarga sebanyak 3 orang, 7 responden yang memiliki tanggungan keluarga sebanyak 4 orang, 15 responden yang memiliki tanggungan keluarga sebanyak 5 orang dan 1 responden yang memiliki tanggungan keluarga sebanyak 6 orang, pengalaman Bertani 1-10 tahun sebanyak 34 responden, pengalaman Bertani 11-20 tahun sebanyak 9 responden dan pengalaman Bertani >20 sebanyak 7 responden dan karakteristik responden dapat dilihat berdasarkan luas lahan dimana dari 50 responden 47% atau sebanyak 24 orang memiliki luas lahan usahatani kelapa sawit seluas <2 - 2 Ha, 35% atau sebanyak 18 orang memiliki luas lahan sekitar 3 -5 Ha dan 18% atau 8 responden memiliki luas lahan sekitar > 6 Ha. Hasil analisis SEM-PLS menggunakan smartPLS dimana lavel signifikansi 0,15 atau tarap kepercayaan sbesar 85% jika nilai P value suatu variabel tersebut di bawah 0,15 maka dapat dinyatakan signifikan. Dari hasil uji menggunakan smartPLS menunjukan bahwa terdapat empat variabel yang memiliki nilai P value <

0,15 yaitu variabel Pendidikan, iklim, jarak pabrik dan tanggungan keluarga yang dapat dinyatakan berpengaruh signifikan dan empat variabel lainnya memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap keputusan petani berusahatani kelapa sawit di desa Derangga, kecamatan Hanau, kabupaten Seruyan.

Saran dari penelitian ini ialah Saran dari penelitian ini yaitu untuk petani kelapa sawit di desa Derangga ataupun pihak serupa dalam melakukan usahatani kelapa sawit harus memperhatian Pendidikan atau pengetahuan agar usahatani yang dilakukan dapat termanajemen dengan baik dan mampu diterapkan berdasarkan pekembangan teknologi terbaru melalui kesadaran pelaku usahatani guna mengoptimalkan hasil produksi usahatani tersebut

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Negara indonesia merupakan negara yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencahariaanya pada sektor pertanian, itu sebabnya indonesia juga disebut sebagai negara agraris. Sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan perekonomian di indonesia pasalnya sektor pertanian ini menjadi sektor penghasil bahan pangan, sebagai sumber tenaga kerja bagi sektor ekonomi lain, sebagai salah satu penghasil devisa bagi negara melalui hasil pertanian indonesia. Salah satu sub sektor pertanian yang memiliki peran cukup besar dalam pembangunan perekonomian indonesia yaitu sub sektor perkebunan.

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang saat ini masuk dalam 10 besar penyumbang devisa terbesar negara melalui hasil ekspornya. Meskipun tumbuhan ini tumbuh subur di negara kita tanaman ini justru bukan berasal dari Indonesia melaikan dari negara Afrika, yang dibawa oleh bangsa belanda dan kemudian ditanam pertama kali di kebun raya bogor pada tahun 1848. Selain penghasil crude palm oil (CPO) kelapa sawit juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, sabun, pasta gigi, lilin, tinta dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Bambang Brodjonegoro selaku kepala Bappenas menyatakan bahwa industri kelapa sawit mempunyai peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pasalnya industri kelapa sawit mampu menyerap 16,2 juta orang sebagai tenaga kerja,

(6)

2

yang berarti bahwa industri kelapa sawit ini memberikan peluang pekerjaan cukup tinggi bagi masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa daerah yang berkontribusi dalam pembangunan kelapa sawit Indonesia ialah Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dilaporkan oleh (K. Anggraini & Hidayat, 2018) didalam tempo.co.

Selain itu industri kelapa sawit Indonesia menjadi sangat penting bagi dunia, pasalnya dari 64 juta ton produksi sawit dunia Indonesia menyumbangkan 35 juta ton atau 54% dari produksi minyak kelapa sawit dunia. Diestimasikan pada tahun 2050 dunia membutuhkan kurang lebih sekitar 60-170 ton minyak nabati tambahan untuk mencukupi kebutuhan minyak nabati seiring dengan meningkatnya kebutuhan penduduk dan juga pola konsumsinya. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut dunia dapat mendapatkannya dari minyak kedelai atau dari minyak kelapa sawit. Apabila ekspansi kedelai yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan tersebut maka dunia memerlukan lahan seluas 120-340 juta ha untuk dikonversi menjadi perkebunan kedelai, dan jika ekspansi kebun kelapa sawit yang dipilihkan makan dunia hanyar memerlukan sekitar 12-34 juta ha untuk dikonversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Artinya jika konversi kebun kelapa sawit yang dipilih makan kelapa sawit Indonesia berpeluang besar untuk berkembang di masa yang akan datang (kementrian pertanian, 2017).

Saat ini luas area perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 15.081.021 Ha pada tahun 2021, ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya sepanjang 2019 mencapai 36,17 juta ton disusul oleh negara-negara

(7)

3

timur tengah seperti India dan Pakistan, pada tahun 2017 nilai ekspor kelapa sawit mencapai nilai 18.513.463 US$ mengalami kenaikan sangat pesat daripada tahun 2016.

Kondisi ini menjadikan usahatani kelapa sawit memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, hal ini bisa dilihat dari luas areal kelapa sawit perkebunan rakyat Kabupaten Seruyan pada tahun 2019 seluas 30.528 Ha sebagai kabupaten yang memiliki luas areal kelapa sawit perkebunan rakyat terluas ke 4 di Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Lamandau (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2021).

Kondisi ini membuktikan tingginya minat petani dalam berusahatani kelapa sawit. Hal ini menyebabkan tidak sedikitnya masyarakat melakukan alih fungsi lahan dari kebun karet, kebun pantung, ladang kering menjadi perkebunan kelapa sawit yang dianggap menjadi usahatani yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian berupa keuntungan bagi masyarakat setempat. Didalam memilih suatu usahatani, petani dihadapkan oleh beberapa alternatif pilihan yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan suatu usahatani agar meminimalisir kesalahan dalam bertindak. Petani yang melakukan usahatani di Desa Derangga masih kurang mempertimbangakan alternatif- alternatif yang sangat penting untuk menentukan usahatani tersebut akan berhasil atau tidak untuk meningkatkan perekonomian, dimana ada petani yang melakukan usahatani kelapa sawit dengan luasan lahan < 1 Ha dengan pendapatan < Rp. 2.000.000.

Dengan kondisi tersebut maka perlu dilakukan sebuah analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga.

(8)

4

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas, pengkaji tertarik untuk melakukan sebuah kajian yang berjudul “ analisis keputusan petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan di atas, sehingga dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yaitu faktor apa saja yang mempengaruhi petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan?

1.3 Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian berdasarkan permasalahan yang diteliti adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani berusahatani kelapa sawit di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.

1.4 Batasan Penelitian

Penelitian ini dibatasi hanya pada aspek faktor yang mempengaruhi keputusan petani berusahatani kelapa sawit yang berlokasi di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Pengambilan data primer dan skunder dilakukan pada tanggal 1 November 2021 hingga Desember 2021.

1.5 Manfaat penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat bagi penulis, sebagai syarat dalam menyelesaikan program S1 prodi agribisnis di universitas islam malang dan juga untuk menambah ilmu

(9)

5

pengetahuan dan wawasan dalam pengaplikasian ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan baik dalam bidang teori maupun praktek.

2. Manfaat bagi pembaca, dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ataupun pembelajaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani berusahatani kelapa sawit dan analisis data SEM menggunakan smartPLS.

3. Manfaat bagi petani, dapat dijadikan bahan informasi sebelum mengambil keputusan dalam melakukan usahatani kelapa sawit.

4. Manfaat bagi pemerintah, sebagai bahan referensi dalam menentukan kebijakan yang memiliki kaitannya dengan usahatani kelapa sawit.

(10)

6

(11)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan dalam pembahasan secara rinci di atas hingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 8 variabel yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam berusahatani kelapa sawit di desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan yaitu usia, Pendidikan, kepastian pasar, iklim, jarak pabrik, pendapatan, luas lahan dan tanggungan keluarga.

Secara statistik variabel Pendidikan (X2), iklim (X4), jarak pabrik (X5) dan tanggungan keluarga (X8) yang memiliki pengaruh signifikan, dan variabel lain memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan petani dalam melakukan usahatani kelapa sawit di desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.

6.2 Saran

Saran dari penelitian ini yaitu untuk petani kelapa sawit di desa Derangga ataupun pihak serupa dalam melakukan usahatani kelapa sawit harus memperhatian Pendidikan atau pengetahuan agar usahatani yang dilakukan dapat termanajemen dengan baik dan mampu diterapkan berdasarkan pekembangan teknologi terbaru melalui kesadaran pelaku usahatani guna mengoptimalkan usahatani tersebut.

(12)

1

DAFTAR PUSTAKA

Alfa, A., Rachmatin, D., & Agustina, F. (2017). analisis pengaruh faktor keputusan konsumen dengan struktural equation modeling partial least square.

Eurekamatika, 5, 13. https://doi.org/10.1109/IRMMW-THz.2014.6956015 Anggraini, K., & Hidayat, ali akhmad noor. (2018, November 2). Bappenas: Industri

Kelapa Sawit Serap 16,2 Juta Tenaga Kerja. Tempo.Co.

https://bisnis.tempo.co/read/1142496/bappenas-industri-kelapa-sawit-serap-162- juta-tenaga-kerja#:~:text=Sebab%2C industri kelapa sawit ini mampu menyerap 16%2C2,memperhatikan masukan dan peran pihak swasta dan

Anggraini, R., Arida, A., & Hakim, L. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani terhadap usahatani nilam di kabupaten aceh jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 4(1), 337–347.

Arikunto, S. (2019). prosedur penelitian suatu pendekatan praktik (Ed.rev VI). PT raneka cipta.

Asyari, M. A. H., & Dewi, R. K. (2018). Analysis of Factors Influencing Sustainability of Social Forestry (Case Study At Bual Forest Farmer

Community, At Aik Bual Village, Sub-District of Kopang, Central Lombok Regency). Jurnal Manajemen Agribisnis, 6(2), 42–47.

https://ojs.unud.ac.id/index.php/agribisnis/article/view/45158

Badan Pusat Statistik. (2019). statistik kelapa sawit indonesia 2019. Badan Pusat Statistik.

Chaniago, A. (2017). teknik pengambilan keputusan (1st ed.). lentera ilmu cendekia.

(13)

2

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2021). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021. In D. Gartina & R. L. Sukriya (Eds.), Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan.

ghozali, imam. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20. semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

ginting, dahlia. (2009). STRUCTURAL EQUATION MODELING ( SEM ). Media Informatika, 8, 14.

Harahap, L. K. (2020). Analisis SEM (Structural Equation Modelling) Dengan SMARTPLS (Partial Least Square). Fakultas Sains Dan Teknologi Uin Walisongo Semarang, 1, 1.

Hayati, M., & Maisaroh, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Pemilihan Komoditas ( Studi Kasus Pada Tanaman Tembakau dan Padi Di Kabupaten Pamekasan ). Pamator, 12(2), 84–92.

hidayat, anwar. (2012). Penjelasan Uji Reliabilitas Instrumen Lengkap.

https://www.statistikian.com/2012/10/uji-reliabilitas-

instrumen.html#:~:text=Menurut Sukadji %282000%29%2C uji reliabilitas adalah seberapa besar,koefesien. Koefisien yang tinggi berarti reliabilitas yang tinggi.

Iskandar Johan. (2006). Metodologi Memahami Petani Dan Pertanian. Jurnal Analisis Sosial, 11(1), 1–42.

kementrian pertanian. (2017). Kelapa Sawit Indonesia Semakin Menjadi Andalan Ekonomi Nasional. Pusat Sosial Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian.

(14)

3

https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/22-informasi-berita/228-kelapa- sawit-indonesia-semakin-menjadi-andalan-ekonomi-nasional

KPPU republik indonesia. (2006). evaluasi kebijakan perkebunan kelapa sawit ( sri hartati Samhadi (ed.)). harian kompas.

Kurniawan, D. (2014). ANALISIS PENGARUH TINGKAT PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PENGUNJUNG KAWASAN WISATA PANTAI PARANGTRITIS DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODEL ( SEM ).

Martadona, I., & Elhakim, S. K. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Partisipasi Petani Terhadap Keberhasilan Implementasi Program faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Petani Terhadap Keberhasilan Implementasi Program Asuransi Usahatani Padi (Autp) Di Kota Padang: Analisis Sem-Pls.

Jurnal Hexagro, 4(2), 97–107.

Muhammad, A., Agustono, & Wijiyanti, A. (2016). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI DI KECAMATAN BEKAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR. SEPA, 12(2), 205–213.

Mukhtar, A., & Asmawiyah. (2019). Iklim Komunikasi Organisasi Dan Kinerja Karyawan. SEIKO Journal of Management & Business, 2(2), 246–255.

Pramuji, K., Siswadi, B., & Hindarti, S. (2021). Strategi Peningkatan Produktivitas Jeruk Keprok Batu 55 Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jurnal Sosial Ekonomi ….

http://www.riset.unisma.ac.id/index.php/SEAGRI/article/view/13295 pratama, aditya. (2019). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

(15)

4

MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR ZAKAT PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODELING). In fakultas ekonomi dan bisnis UIN Ar-raniry (Vol.

8, Issue 5).

Ratulangi, D., Katiandagho, T., & Sagay, B. (2019). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENANAM JAGUNG MANIS DAN JAGUNG LOKAL. Jurnal Nasional Sinta 5, 15(September), 463–472.

Rizal, M. (2018). “Faktor -Faktor yang Mempengaruhi Petani Padi Beralih ke Perkebunan Kelapa Sawit “.

Rohman, N., & Siswadi, B. (2020). Analisis Keputusan Petani Berusahatani Melon Di Desa Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. JU-Ke (Jurnal Ketahanan Pangan), 4(1), 28–35.

Saeri, moh. (2018). usahatani dan analisisnya ( herman subagyo (ed.)). UNIDHA Press.

shinta, agustina. (2011). Ilmu usahatani. UB Press.

Silvia, M., & Susilowati, D. (2021). ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM BERUSAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG. Jurnal Ketahanan Pangan, 5(1), 22–29.

Sofyan, M. (2021). SEM ( Structural Equation Modeling ).

Suratiyah, K. (2015). manajemen usaha tani. penebar swadaya.

Wanda, F. F. A. (2015). Analisis Pendapatan Usaha Tani Jeruk Siam (Studi Kasus di Desa Padang Pangrapat Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser). E-Journal

(16)

5 Ilmu Administrsi Bisnis, 3(3), 600–611.

Widodo, E., Prianda, B. G., S, A. A. P., & Hadjidjafar, V. G. (2019). Analisis Pengaruh PDRB , PMDN , dan PMA terhadap PAD Tahun 2013-2017 di Wilayah Bali Menggunakan Regresi Panel. Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi, 170–175.

Referensi

Dokumen terkait

After meeting with partners to explain the problems experienced, the authors provide explanations and explanations regarding the registration of BP Batam Area business

Purpose – This research was conducted with the aim of analyzing the effect of claim payments and reinsurance on the company's financial health (Solvability) Asuransi