• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Parkir Pada Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus Plaza Millenium Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Kinerja Parkir Pada Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus Plaza Millenium Medan)"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Dalam penelitian ini kinerja pelayanan relevan dimaksudkan sebagai indikator keadaan pelayanan parkir bagi pelanggan parkir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja pelayanan parkir berdasarkan kepuasan pelanggan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Dari hasil penelitian kinerja pelayanan parkir berdasarkan kepuasan pelanggan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hal inilah yang melatar belakangi penelitian ini dengan harapan agar hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi kontribusi bagi pemerintah kota Medan dalam pengelolaan parkir.

Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Maksud

Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan kondisi masalah yang ada, maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja pelayanan parkir di Plaza Millennium Medan.

Lingkup Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Lidia Chronika, Lamria Mangunsong, Narsih (2018) tentang Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Parkir di Mega Mall A. Dalam penelitian ini dilakukan untuk menentukan skala prioritas elemen pelayanan parkir yang ada, yang menjadi pertimbangan penting oleh responden, oleh karena itu kualitasnya harus ditingkatkan.

Perparkiran

Hambatan operasional penanggulangan kebakaran disebabkan kendaraan yang parkir menghalangi operasional unit pemadam kebakaran. Ketika terjadi kebakaran di suatu kawasan, kendaraan yang parkir di pinggir jalan juga menghalangi sambungan air pinggir jalan (hidran) untuk keperluan kebakaran.

Jenis-Jenis Parkir

Hambatan operasional penanggulangan kebakaran disebabkan kendaraan yang parkir menghalangi operasional unit pemadam kebakaran. Ketika terjadi kebakaran di suatu kawasan, kendaraan yang parkir di pinggir jalan juga menghalangi sambungan air pinggir jalan (hidran) untuk keperluan kebakaran. kendaraan tidak terletak di jalan. Parkir jenis ini menggunakan ruang pada tempat parkir umum, tempat parkir khusus yang juga dibuka untuk umum, dan tempat parkir khusus yang dibatasi sesuai kebutuhan sendiri, seperti: perkantoran, rumah sakit, kampus, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya. Fasilitas parkir umum off-road dapat berupa lapangan parkir atau gedung parkir.

Yang dimaksud dengan off-road meliputi kawasan tertentu seperti pusat perbelanjaan, bisnis, perkantoran, dan pendidikan yang menyediakan fasilitas parkir bagi masyarakat. Parkir darurat merupakan area parkir yang menggunakan lahan milik pemerintah daerah atau swasta yang timbul akibat adanya kegiatan. Gedung parkir adalah pembangunan gedung yang akan dipergunakan sebagai tempat parkir yang pengelolaannya dikuasai oleh pemerintah daerah atau pihak ketiga yang telah mendapat izin dari pemerintah daerah. e) Tempat parkir.

Tempat parkir mobil adalah suatu bangunan atau tempat parkir mobil lengkap dengan fasilitasnya yang dikelola oleh pemerintah.

Satuan Ruang Parkir

Berkenaan dengan keselamatan kendaraan terhadap benturan atau goresan kendaraan lain atau bagian bangunan (pilar, dinding atau pilar), diperlukan ruang bebas dalam arah lateral dan memanjang. Untuk mencapai keseragaman dalam penentuan kapasitas tempat parkir, maka perlu ditentukan satuan-satuan tempat parkir yang dapat digunakan dalam perencanaan tempat parkir. Jarak bebas samping ditentukan dengan pintu kendaraan terbuka, diukur dari tepi luar pintu sampai badan kendaraan di sebelahnya.

Jarak bebas ini diberikan untuk mencegah terjadinya benturan antara pintu kendaraan dengan kendaraan yang diparkir di sebelahnya pada saat penumpang hendak keluar dari kendaraan, sedangkan jarak memanjang diberikan pada bagian depan kendaraan untuk mencegah terjadinya benturan dengan tembok atau kendaraan yang melewati koridor. menghindari Umumnya ruang bebas pada arah menyamping diambil 5 cm dan ruang bebas pada arah memanjang adalah 30 cm dengan rincian bagian depan 10 cm dan belakang 20 cm. Misalnya, lebar pintu kendaraan bagi pegawai kantor pemerintahan akan berbeda dengan lebar pintu kendaraan bagi pengunjung toko atau mall.

Dari uraian di atas, maka besaran satuan ruang parkir untuk setiap jenis kendaraan dapat ditentukan sebagai berikut. Pada gambar di bawah ini terdapat satuan tempat parkir kendaraan roda 2 (dua) sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan RI.

Survei Kebutuhan Parkir

Percakapan parkir (dari pengemudi/pemilik) b. Teknik sederhana akan lebih tepat jika survei parkir tidak dimaksudkan untuk memetakan proses perjalanan pemikir. Survei ini merupakan survei keliling yang dibatasi pada pos pemantauan dan penghitungan di semua persimpangan. Alasan dilakukannya survei parkir barisan adalah: 1) Untuk mengukur akumulasi kendaraan di wilayah studi terutama pada jam sibuk, untuk mengetahui presentasi ketersediaan ruang parkir yang sedang digunakan.

Survei ini adalah jenis survei yang paling banyak digunakan dan dapat diandalkan, kadang-kadang disebut sebagai survei patroli parkir atau survei pelat nomor parkir. Sistem berubah seiring berjalannya waktu (progresif). yaitu sistem pembayaran biaya parkir yang memperhitungkan lamanya waktu kendaraan diparkir. Retribusi parkir sebagai pendapatan, karena berlaku untuk berbagai jenis penggunaan lahan, seperti perumahan dan perkantoran, tempat parkir yang memerlukan luas lahan tertentu mempunyai kewajiban yang sama.

Pembayaran setiap kejadian parkir dapat menjadi bagian pendapatan, di beberapa negara maju biaya parkir sangat mahal, hal ini dilakukan sebagai alat untuk mengurangi keinginan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan tertentu dan mendorong penggunaan angkutan umum.

Pemeliharaan Parkir 1) Pelataran Parkir 1) Pelataran Parkir

Marka jalan atau rambu-rambu jalan berfungsi sebagai petunjuk atau petunjuk kepada pengemudi pada saat atau pada saat akan parkir, bagian-bagian dari marka dan rambu jalan tersebut hendaknya dijaga agar tetap terlihat jelas. a) Rambu-rambu jalan.

Analisis Biaya

Tingkat Kepuasan Pelanggan .1 Pengertian Kepuasan

Menurut Tjiptono (2000:89) kepuasan pelanggan merupakan respon emosional terhadap penilaian pengamatan terhadap konsumsi suatu produk atau jasa. Kepuasan pelanggan juga dapat didefinisikan sebagai perasaan bahagia atau kecewa seseorang yang dihasilkan dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapannya (Kotler, 2000:36). Kepuasan pelanggan disini yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan parkir Plaza Millennium Medan yang akan diukur tingkat kepuasannya.

Nantinya, kepuasan pengguna tempat parkir dan harapannya diperoleh dari hasil evaluasi kinerja kepentingan atau analisis kinerja kepentingan. Dalam hal ini banyak perusahaan yang fokus pada kepuasan pelanggan yang tinggi, karena pelanggan dengan tingkat kepuasan yang rendah akan mudah berubah pikiran jika ditawari nilai dan manfaat lebih. Kuadran A : merupakan indikator yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan terhadap operasional yang kondisinya kurang memuaskan dan perlu ditingkatkan sebagai prioritas.

Kuadran B : Merupakan indikator yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja yang kondisinya telah memenuhi harapan dan harus dipertahankan. Kuadran C : Merupakan indikator yang tidak terlalu penting untuk mencapai tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja yang penerapannya dianggap memadai atau biasa saja.

Kinerja Pelayanan

Kualitas suatu produk yang dihasilkan tidak lepas dari adanya suatu sistem yang berfungsi secara optimal dimana sistem tersebut harus bekerja secara harmonis, dengan kata lain seluruh komponen yang terlibat memperoleh suatu keuntungan dan kepuasan yang sebanding dengan apa yang dikorbankannya. Masyarakat sebagai pengguna jasa mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam undang-undang no. 8 Tahun 1999 yang menetapkan hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa sesuai dengan nilai tukar dan syarat serta jaminan yang dijanjikan dengan mengikuti petunjuk dan prosedur. untuk mempergunakan atau menggunakan suatu barang atau jasa demi keselamatan dan keamanan, mempunyai itikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa, serta pembayaran sesuai dengan nilai tukar yang disepakati. Dalam dunia jasa parkir, yang disebut produsen adalah penyedia jasa parkir (pengelola parkir), sedangkan pelanggan atau konsumen adalah pengguna jasa parkir.

Lokasi Penelitian

Tahap Persiapan Penelitian

Pengumpulan Data

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan tertulis untuk dijawab. Meliputi apakah anda sering meninggalkan tempat parkir karena tidak dapat menemukan tempat parkir, dan apakah anda sering berjalan mengelilingi tempat parkir untuk mencari tempat parkir, kondisi tempat parkir, kondisi lebar tempat parkir. . pintu masuk, kondisi lebar gang, ketangkasan petugas parkir lapangan dalam mencari tempat parkir yang kosong, ketangkasan petugas parkir lapangan dalam memandu parkir kendaraan, karcis parkir sebagai identifikasi kendaraan, pengecekan karcis parkir di pintu keluar, keamanan koridor pada area parkir, tingkat keamanan kendaraan, ketersediaan tempat penyimpanan helm, ketersediaan petugas keselamatan, kondisi sirkulasi kendaraan, kondisi penerangan, jarak menuju tempat parkir dan kesesuaian retribusi parkir. Survei dilakukan pada setiap objek parkir yang telah ditentukan, baik pada area parkir sepeda motor maupun mobil.

Penyebaran kuesioner dibagi menjadi dua kelompok hari, yaitu hari kerja/hari biasa dan akhir pekan/hari libur. Untuk hari kerja/biasa, hari Senin dipilih mewakili hari kerja/biasa lainnya (Senin-Jumat) dengan pertimbangan karena aktivitas masyarakat yang datang ke PMM pada hari-hari tersebut mempunyai trend yang sama. Sedangkan hari libur/weekend dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, maka hari Sabtu dipilih sebagai hari survei, karena hari tersebut merupakan titik temu antara hari kerja dan hari libur, dengan kata lain masih terdapat kegiatan masyarakat yang bersifat seperti hari kerja/biasa, padahal pada umumnya sebagian yang lain sudah libur.

Disini kita akan ditanya mengenai tingkat kepentingan variabel kinerja pelayanan parkir yang pilihan penurunannya adalah sangat penting, penting, cukup penting, tidak penting dan sangat tidak penting. Survei sekunder merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari beberapa sumber dan instansi terkait, atau dengan kata lain merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut, yang dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti .sh.

Diagram Alir Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Karakteristik Ruang Parkir

Kinerja Pelayanan Parkir

  • Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan melalui observasi langsung, penulis memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak pengelola parkir Plaza Millennium Medan. Perlunya peningkatan kapasitas parkir karena pada hari atau tanggal tertentu seringkali terjadi peningkatan jumlah pengguna parkir sehingga menyulitkan pelanggan dalam mencari tempat parkir khususnya untuk parkir sepeda motor. Dibutuhkan tambahan valet pada area parkir untuk membantu menata area parkir agar pelanggan tidak kesulitan untuk masuk.

Tan Lie, Arie Hadian Yanuardi (2016) Ulasan Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Parkir Basement Di Bandung Super Mall, Jurnal, Vol.3 No.2. Jawaban sangat puas diberi bobot 5 yang berarti pelanggan sangat puas. Jawaban puas diberi bobot 4 yang berarti pelanggan puas. Jawaban cukup puas diberi bobot 3 yang berarti pelanggan cukup puas. Jawaban tidak puas diberi bobot 2 yang berarti pelanggan tidak puas. Jawaban sangat tidak puas diberi bobot 1 artinya pelanggan.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel brand association dalam penelitian ini merupakan variabel yang paling dominan melekat di benak pelanggan, sehingga disarankan kepada Sun Plaza Medan untuk

Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi

Menurut Lupiyoadi (2001, 143), Pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki

Jadi dapat dikatakan bahwa pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu

Apabila tarif yang gunakan sesuai dengan peraturan perda setempat dengan sistem kebijakan tarif kombinasi ( progressive-fix ), maka titik impas akan terjadi pada tahun

Jadi dapat dikatakan bahwa pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya

Jadi, dengan kata lain pelanggan merupakan seseorang yang secara berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu

Jadi dengan kata lain, pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginan dengan memiliki suatu produk