YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN
--- Linda Hernike Napitupulu, Fajar Hidayah, Agnes Ferusgel, Ani Deswita Chaniago Institut Kesehatan Helvetia
(Naskah diterima: 1 juni 2022, disetujui: 28 Juli 2022) Abstract
Water is one of the components of the environment which is very important for the development and growth not only for humans, but also for other living creatures. The water that is used for everyday purposes such as drinking, cooking, washing and others must meet certain health requirements. The purpose of this study was to determine the quality of the groundwater community. The method of this study used descriptive analytic study by using the method of field survey. Research results of the Examination of the content of physical, chemical, and biological water samples began with sampling. The Results of the test of colors and flavors that are contained in well water showed that of the 3 water samples from wells, there were two samples that qualify quality standards. And the Results of the Turbidity and the smell of the 3 water samples from wells, all the samples have been qualified quality standards of health. The conclusion of the quality of drink water stated that the content of the bacteria e. coli and total coliform should be 0/100 ml of sample, and unfit for consumption by the public. It is recommended to pay attention to the source of water from dug wells in order to get clean water sources to be consumed because it has been qualified health.
Keywords : Physical Quality, Chemistry, Microbiology of Well Water Abstrak
Air merupakan salah satu komponen lingkungan hidup yang sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya. Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci dan lain-lain harus memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air tanah masyarakat. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survey lapangan. Hasil Penelitian Pemeriksaan kandungan fisik, kimia, dan biologi pada sampel air dimulai dengan pengambilan sampel. Untuk Hasil Uji Warna dan uji rasa yang terdapat Pada Air umur Gali menunjukkan bahwa dari 3 sampel air sumur gali terdapat dua sampel yang memenuhi syarat standar baku mutu. Dan Hasil Uji Kekeruhan dan bau dari 3 sampel air sumur gali, semua sampel telah memenuhi syarat standar baku mutu kesehatan. Kesimpulan peneliti Tentang Kualitas Air Minum yang menyatakan bahwa kandungan bakteri e. coli dan total koliform harus 0/100 ml sampel, dan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Disarankan untuk memperhatikan sumber air sumur gali agar bisa mendapatkan sumber air bersih untuk dikonsumsi yang harus memenuhi syarat kesehatan.
Kata Kunci : Kualitas fisik, Kimia, Mikrobiologi, Air sumur gali
I. PENDAHULUAN
ir merupakan salah satu komponen lingkungan hidup yang
sangat penting untuk
perkembangan dan pertumbuhan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa “bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Pasal ini bermakna negara menjamin setiap warga negara untuk memperoleh hak atas air (1)
A
Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci dan lain-lain harus memenuhi persyaratan kesehatan. Di Indonesia, air untuk keperluan sehari-hari tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 (Permenkes untuk air bersih, air kolam renang, dan air pemandian umum) dan Keputusan Menteri Kesehatan No 907 tahun 2002 (2).
Pada data WHO 2015 ditemukan bahwa 663 juta penduduk masih kesulitan dalam mengakses air bersih. Berkaitan dengan krisis air ini, diramalkan pada tahun 2025 nanti hampir dua pertiga penduduk dunia akan tinggal di daerah-daerah yang mengalami kekurangan air. Ramalan itu dilansir World Water Assesment Programme (WWAP), bentukan United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco). Terkait Indonesia, pada tahun 2012 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat Indonesia menduduki peringkat terburuk dalam pelayanan ketersediaan air bersih dan layak konsumsi se-Asia Tenggara (3).
Menurut World Health Organization (WHO) pada Negara-negara maju, setiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari, sedangkan pada Negara berkembang tiap orang memerlukan air antara 30-60 liter per hari (4).
Air bersih menurut Permenkes No 416 tahun 1990 adalah air yang digunakan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak, sedangkan air minum menurut Kepmenkes No 907 tahun 2002 adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat dan dapat langsung diminum. Dalam kedua peraturan tersebut disebutkan bahwa baik air bersih dan air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, mikrobiologi, dan radioaktif.
Parameter mikrobiologi merupakan parameter yang harus mendapat perhatian karena dampaknya yang berbahaya yaitu dapat menimbulkan penyakit infeksius (5).
Menurut ketentuan WHO (World Health Organization) dan APHA (American Public Health Association) saat ini, kualitas air ditentukan oleh kehadiran dan jumLah bakteri didalamnya, terdapat beberapa jenis bakteri yang hidup di dalam air yaitu bakteri Coliform dan E. coli. Secara mikrobiologis, keberadaan bakteri coliform pada air dapat dijadikan penentu apakah air tersebut layak digunakan untuk keperluan tertentu seperti untuk air minum, perikanan, peternakan, pertanian, dan lain-lain (6).
Indonesia masih menghadapi permasalahan ketersedian air bersih, drainase, dan sanitasi. Walaupun pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya pembangunan sanitasi di daerah, permasalahan ini tidak dengan mudah terselesaikan. Salah satu kendala peningkatan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Indonesia adalah keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi isu tersebut.
Tantangan tersebut semakin meningkat di era desentralisasi mengingat semangat penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak dapat berbeda antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah seperti kurangnya kapasitas sumber daya manusia(SDM) dan finansial untuk penyediaan infrastruktur sanitasi air bersih pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat lebih menghadapi persoalan kompleks.(7).
Sumber air bersih antara lain air hujan, air permukaan dan air tanah. Termasuk air permukaan adalah air sungai dan air danau, sedangkan air tanah dapat berupa air sumur dangkal, air sumur dalam, maupun mata air. Air juga menjadi salah satu faktor yang potensi besar terhadap penularan dan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
transmisi berbagai penyakit apabila air tersebut tercemar (8).
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Amirah dengan judul Pengaruh Timbunan Sampah Dilahan Terbuka Terhadap Kualitas Air Tanah di Sekitar Tempat Penampungan Sementara Kelurahan Batu Ampar 2012 didapatkan hasil bahwa sebagian besar konsentrasi pencemar pada jarak 5 m, 30 m, 50 m, 75 m, dan 100 m dari TPS (Tempat Pembuangan Sampah) masih memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh PP RI No.82 Tahun 2001 PERMENKES RI No.
492/MENKES/PER/IV/2010, Namun
konsentrasi amonia pada titik 0 m dari nilai pH pada titik 15 m, 50 m, 75 m, dan 100 m dari TPS tidak memenuhi baku mutu yaitu lebih dari 0,5 mg/l. Serta pengaruh jarak sumber air tanah dari TPS terhadap kualitas air tanah tidak erat karena ada berbagai faktor lain yang juga turut serta mempengaruhi kualitas air tanahnya (9).
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Alfi Rahmi dkk Dengan Judul Identifikasi Pengaruh Air Lindi (Leachate) Terhadap Kualitas Air Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Belit.
Sampel diambil sebanyak 5 sampel yaitu air
lindi, air sumur pantau dan air sungai disekitar TPA dimana parameter diukur yaitu pH, DO, TDS, BOD, COD, Nitrit, Sulfat dan Klorida berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 dan KEPMEN LH No.51 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair. Hasil analisa menunjukan bahawa air lindi TPA Tanjung Belit berpengaruh terhadap kualitas air sungai dan air sumur pantau disekitar TPA Tanjung Belit tetapi masih tergolong dalam tercemar ringan. Adanya pengaruh jarak terhadap kualitas air sungai dan air sumur pantau, yaitu semakin jauh jarak maka kadar cemaran dalam air semakin sedikit (10).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air tanah masyarakat di sekitar TPA sampah Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.
II. METODOLOGI
Desain penelitian merupakan pedoman bagi seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian agar dapat dikumpulkan secara efektif dan efisien serta dapat diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survey lapangan yang
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
bertujuan mengumpulkan data berupa variabel untuk mengetahui kualitas air tanah dan hubungan antara air dengan kondisi kesehatan. Penelitian ini dilakukan di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan. Penulisan dan penyusunan penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan November 2020. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek yang diteliti.
Populasi dalam penelitan ini adalah semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah TPA Terjun. Populasi dalam penelitian ini dibedakan menjadi aspek fisik dan aspek non fisik (sosial). Populasi aspek fisik merupakan seluruh air sumur warga di wilayah TPA Terjun. sedangkan populasi aspek sosial adalah seluruh penduduk yang bertempat tinggal di wilayah penelitian yang digunakan untuk mencari kebutuhan dari air sumur.
III. HASIL
Hasil Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik uji warna, bau, rasa, dan kekeruhan pada air sumur gali dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel bebas dari pencemaran atau tidak, karena pemeriksaan uji fisik pada air dapat mengetahui air tersebut tidak berwarna, berbau dan berasa. Sampel diambil dari
ketiga tempat dan langsung dibawa ke laboratorium BTKLPP Kelas 1 Medan untuk kemudian di periksa dan didapatkan hasil berikut ini :
Tabel 1. Hasil Uji Warna yang Terdapat Pada Air Sumur Gali
Kode Sampel Unit Hasil Uji Standar Baku Mutu
Air Bersih Keterangan
1367 (1) TCU 0.6 50 Memenuhi syarat
1368 (2) TCU 9.9 50 Memenuhi syarat
1369 (3) TCU 66.5 50 Tidak memenuhi syarat
Sumber : Hasil Uji Laboratorium
Dari tabel 1 di atas menunjukkan bahwa dari 3 sampel air sumur gali terdapat dua sampel yang memenuhi syarat standar baku mutu yaitu sampel 1 dan sampel 2, sedangkan sampel 3 tidak memenuhi syarat standar baku mutu. Sesuai dengan Permenkes No.32 Tahun 2017 Tentang Kualitas Air Bersih.
Tabel 2 Hasil Uji Kekeruhan, Uji Bau, dan Uji Rasa yang Terdapat Pada Air Sumur Gali
Kode Sampel Unit Standar Baku
Mutu Hasil Uji Keterangan
1367 (1) NTU 25 1.84 NTU Memenuhi Syarat
1368 (2) NTU 25 3.63 NTU Memenuhi Syarat
1369 (3) NTU 25 8.40 NTU Memenuhi Syarat
Uji Bau
1367 (1) - Tidak Berbau Tidak Berbau Memenuhi Syarat 1368 (2) - Tidak Berbau Tidak Berbau Memenuhi Syarat 1369 (3) - Tidak Berbau Tidak Berbau Memenuhi Syarat Uji Rasa
1367 (1) - Tidak Berasa Tidak Berasa Memenuhi Syarat 1368 (2) - Tidak Berasa Tidak Berasa Memenuhi Syarat 1369 (3) - Tidak Berasa Berasa Tidak Memenuhi Syarat
Sumber : Hasil Uji Laboratorium
Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa dari 3 sampel air sumur
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
gali, semua sampel telah memenuhi syarat standar baku mutu kesehatan sesuai dengan Permenkes No.32 Tahun 2017
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 3 sampel air sumur gali semua hasil uji laboratorium airnya tidak berbau dan memenuhi standar baku mutu sehingga tidak layak untuk dikonsumsi sesuai dengan Permenkes No.32 Tahun 2017.
Dari tabel 2. menunjukkan bahwa pada hasil Uji Rasa dari ketiga sampel terdapat 2 sampel yang tidak berasa dan 1 sampel yang berasa dari hasil uji laboratorium dengan menggunakan organoleptis.
Hasil Pemeriksaan Kimia
Pemeriksaan Kimia Uji pH, BOD, COD
Tabel 3 Hasil Uji pH yang Terdapat Pada Air Sumur Gali
Kode Sampel Unit Standar Baku Mutu Hasil Uji Keterangan Uji pH
1367 (1) Mg/l 6,5-8,5 7,39 Memenuhi Syarat
1368 (2) Mg/l 6,5-8,5 7,53 Memenuhi Syarat
1369 (3) Mg/l 6,5-8,5 7,42 Memenuhi Syarat
BOD
1367 (1) Mg/l 30 1,53 Memenuhi syarat
1368 (2) Mg/l 30 2,51 Memenuhi syarat
1369 (3) Mg/l 30 6,09 Memenuhi syarat
COD
1367 (1) Mg/l 300 4,3 mg/l Memenuhi Syarat
1368 (2) Mg/l 300 9,2 mg/l Memenuhi Syarat
1369 (3) Mg/l 300 42,1 mg/l Memenuhi Syarat
Dari tabel 3 menunjukkan bahwa dari ketiga sampel air sumur gali pada uji pH memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No 32 Tahun 2017. Dari tabel diatas terdapat hasil uji pada air sumur gali yaitu semua sampel memenuhi syarat sesuai PermenLKH No 68 Tahun 2016
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa hasil uji COD memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Permenkes No 32 Tahun 2017 Tentang Kualitas Air Bersih.
Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi
Pemeriksaan Mikrobiologi Uji E. Coli dan Total Coliform pada air sumur gali bertujuan untuk mengetahui apakah air sumur tersebut tercemar atau tidak oleh bakteri e.
coli dan koliform. Berdasarkan Baku Mutu Air Bersih Permenkes No. 32 Tahun 2017 jumlah bakteri E. coli di air bersih pada air sumur adalah 0/100 ml.
Tabel 4 Hasil Uji Bakteri E. Coli Pada Air Sumur Gali
Kode Sampel Unit Standar Baku Mutu Hasil Uji Keterangan
1368 (1) CFU/ 100 ml 0 2 Tidak Memenuhi Syarat
1369 (2) CFU/ 100 ml 0 4 Tidak Memenuhi Syarat
1370 (3) CFU/ 100 ml 0 72 Tidak Memenuhi Syarat
Pada tabel 4. diatas dapat diketahui dari ketiga sampel air sumur gali pada hasil uji bakteri E. Coli menunjukkan bahwa adanya kandungan bakteri e. coli dan tidak memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes No 32 Tahun 2017 Tentang Kualitas Bersih
Tabel 5. Hasil Uji Total Koliform Pada Air Sumur Gali
Kode Sampel Unit Standar Baku
Mutu Hasil Uji Keterangan
1368 (1) CFU/ 100 ml 50 509 Tidak Memenuhi Syarat
1369 (2) CFU/ 100 ml 50 1553 Tidak Memenuhi Syarat
1370 (3) CFU/ 100 ml 50 540 Tidak Memenuhi Syarat
Sumber : Hasil Uji Laboratorium
Pada tabel 5. diatas dapat diketahui dari ketiga sampel air sumur gali pada hasil uji
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
bakteri Total Koliform menunjukkan bahwa adanya kandungan bakteri Total Koliform dan tidak memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes No 32 Tahun 2017 Tentang Kualitas Air Bersih.
IV. PEMBAHASAN
Pembahasan Pemeriksaan Fisik
Air tanah atau sumur gali berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi yang kemudian mengalami perkolasi atau penyerapan ke dalam tanah dan mengalami proses filtrasi secara alamiah. jenis sarana air bersih dengan cara tanah di gali sampai mendapatkan lapisan air dengan kedalaman tertentu. Sumur gali terdiri dari bibir sumur, dinding sumur, lantai sumur, saluran air limbah dan dilengkapi dengan timba dan gulungan pompa. Air sumur juga sering digunakan manusia sebagai sarana kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum, cuci, kakus, dan sebagainya(11).
Menurut Permenkes No 32 Tahun 2017, dari segi kualitas air bersih sumur gali adalah tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Air bersih juga seharusnya bebas dari kandungan bakteri patogen yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi oleh manusia (5).
Bau dan rasa biasanya terjadi secara bersamaan dan biasanya disebabkan oleh adanya bahan-bahan organik yang membusuk.
Air juga tidak boleh berwarna, warna pada air disebabkan oleh adanya partikel hasil pembusukan bahan organik, ion-ion metalalam (besi dan mangan), plankton, humus, buangan industri dan tanaman air.
Selain itu air tidak boleh berwarna, air yang berwarna dalam tingkatan tertentu akan mengurangi segi estetika dan tidak diterima di kalangan masyarakat. Selanjutnya kekeruhan pada air, Air dikatakan keruh apabila air tersebut mengandung begitu banyak partikel bahan yang tersuspensi sehingga memberikan warna/rupa yang berlumpur dan kotor.
Pada pemeriksaan kekeruhan, ketiga sampel tersebut sudah memenuhi syarat. Pada pemeriksaan uji bau, dengan menggunakan organoleptis atau menggunakan indra penciuman pada manusia menunjukkan bahwa tidak ada yang berbau sehingga memenuhi syarat.
Pada pemeriksaan uji rasa, dari ketiga sampel air terdapat dua sampel yang memenuhi syarat dan satu sampel hasil uji tidak memenuhi syarat. Air yang berasa ini telah dicemari oleh sampah yang mengandung
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
bahan organik maupun non organik. Lindi yang dihasilkan sampah masuk bersama resapan air ke dalam sumur warga sehingga air sumur gali . Diketahui bahwa lokasi rumah penduduk berada disekitar area Tempat Pembuangan Akhir.
Pembahasan Pemeriksaan Kimia
Air merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari kehidupan yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain, dengan demikian layak untuk diketahui kandungan air tersebut. Air tanah memiliki beberapa kerugian atau kelemahan dibanding sumber air lainnya karena air tanah mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi tinggi. Air bersih dengan pH, zat-zat mineral atau zat-zat kimia tertentu, BOD, dan COD tidak boleh melampaui batas yang telah ditentukan (12).
Berdasarkan hasil penelitian uji kimia terhadap 3 sampel air sumur gali diketahui bahwa :
Pada hasil pemeriksaan uji pH, diketahui hasil pemeriksaan yaitu ketiga kode sampel sudah memenuhi syarat kesehatan.
Begitu juga dengan pemeriksaan kimia uji BOD dan COD, masing-masing sampel telah memenuhi syarat sesuai dengan PermenLKH No 68 Tahun 2016.
BOD dan COD pada air berperan sebagai penduga pencemaran bahan organik yang berhubungan dengan penurunan oksigen terlarut. Nilai BOD yang tinggi menandakan rendahnya kandungan oksigen terlarut di perairan. Konsntrasi COD yang tinggi dalam badan air menunjukkan bahwa adanya bahan pencemar organik dalam jumlah tinggi jumlah mikroorganisme baik secara patogen dan tidak patogen yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit untuk manusia.
Pembahasan Pemeriksaan Mikrobiologi Sumber-sumber air di alam pada umumnya mengandung bakteri, baik air angkasa, air permukaan, maupun air tanah.
Jumlah dan jenis bakteri berbeda sesuai dengan tempat dan kondisi yang mempengaruhinya. Penyakit yang di transmisikan melalui faecal material dapat disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, dan metazoa. Bakteri golongan coli ini berasal dari usus besar dan tanah, oleh karena itu Air bersih tidak boleh mengandung bakteri golongan coli melebihi batas-batas yang telah ditentukan yaitu untuk e. coli 0/100 ml sampel sedangkan untuk total koliform 50/100 ml.
Sesuai dengan peraturan Permenkes No 32 Tahun 2017.
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
Berdasarkan hasil penelitian uji mikrobiologi terhadap 3 sampel air sumur gali diketahui : Pada hasil pemeriksaan uji bakteri e. coli menunjukkan bahwa ketiga sampel air sumur gali tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No32 Tahun 2017.
E. coli merupakan bakteri indikator terjadinya pencemaran tinja manusia/ hewan di lingkungan. Kehadiran coliform fekal di air sumur dapat mengindikasikan bahwa adanya
pencemaran bakteri patogen.
Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Kontaminasi air tanah karena kotoran manusia maupun hewan yang dapat mengandung bakteri, virus, atau organisme penyebab penyakit lainnya. Air yang terkontaminasi dengan organisme bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan seperti diare, kolera, poliomelistis dan lainnya. Jika penyakit ini dibiarkan dapat mengakibatkan masalah yang fatal terutama jika terjadi pada anak-anak atau balita.
V. KESIMPULAN
Kesimpulan peneliti Tentang Kualitas Air Minum yang menyatakan bahwa
kandungan bakteri e. coli dan total koliform pada air sumur warga sudah melebihi ambang batas dan kurang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Alihar F. Penduduk dan Akses Air Bersih di Kota Semarang. Kependud Indones.
2018;13(1):67–76.
Athena, Sukar, Haryono. Kandungan Bakteri Total Coli Dan Eschereclria coli/ Fecal Coli Air Mnum Dari Depot Air Minum Isi Ulang Di Jakarta, Tangerang, Dan Bekasi. 2002;(57).
Utami S, Handayani SK. Ketersediaan Air Bersih untuk Kesehatan : Kasus dalam Pencegahan Diare pada Anak. Optim Peran Sains dan Teknol untuk Mewujudkan Smart City [Internet].
2017;(October):211–35. Available from:
http://repository.ut.ac.id/7078/1/UTFMI PA2017-09-utami.pdf
Riung PE, Sondakh RC, Umboh JML, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S. Analisis Mikrobiologi Dan Higiene Sanitasi Pada Depot Air Minum Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Kota Manado. 2019;8(3):94–101.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (230-239)
Air. Adv Exp Med Biol. 1976;72:227–
56.
Widiyanti NL putu manik. Parameter Fisik Dan Jumlah Perkiraan Terdekat Coliform Air Danau Buyan Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Buleleng. JST (Jurnal Sains dan Teknol. 2016;6(1):870.
Putra HS, Rianto N, Kajian P, Iv A, Kebijakan L, Umum KP, et al. Pengaruh Akses Air Bersih Terhadap Kemiskinan Di Indonesia : Pengujian Data Rumah Tangga Impact Of Clean Water Access To Poverty In Indonesia: Micro Analysis At Household Level.
2016;65–76.
Wulandari PE, Pinontoan OR, Boky HB, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S. Kualitas Air Sumur Berdasarkan Parameter Fluorida Dan Parameter Ph.
2019;8(6):13–9.
Amirah. Pengaruh Timbunan Sampah Di Lahan Terbuka Terhadap Kualitas Air Tanah Di Sekitar Tempat Penampungan Sampah Sementara Kelurahan Batu Ampar. 2012;
Rahmi A, Edison B. Identifikasi Pengaruh Air Lindi (Leachate) Terhadap Kualitas Air Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Tanjung Belit. J APTEK.
2019;11(1):1–6.
Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M. MK. Kesehatan Lingkungan - Edisi Revisi. Prenada Media; 2017.
Munfiah S, Setiani O. Kualitas Fisik dan Kimia Air Sumur Gali dan Sumur Bor di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak. J Kesehat Lingkung Indones. 2013;12(2):154–9.