Analisis pelengkung 3 sendi yang dibahas pada bab ini adalah yang bentuk geometrinya simetris tetapi pembebanannya tidak harus simetris.
Langkah-langkah perhitungan yang dapat digunakan sebagai pedomen analisis struktur pelengkung tiga sendi yang simetris adalah sebagai berikut :
Pelengkung 3 sendi A-S-B pada gambar, yang mempunyai ketinggian sama,
panjang bentang A-B = L, puncak ketinggian = h,
mendapat beban = P, dengan jarak a dari tumpuan A.
Gambar 1. Pelengkung 3 Sendi dengan Gaya di Titik C
Dengan persamaan kesetimbangan : ΣMB = 0 akan diperoleh RAV dan
ΣMA = 0 akan diperoleh RBV
Reaksi vertikal R
AVdan R
BVadalah sama seperti pada persamaan simple beam atau balok
sederhana A-B.
Hitungan momen pada pelengkung 3 sendi sama dengan hitungan momen pada simple beam.
Momen di titik C adalah
Tanda ± tergantung dari arah momen akibat R
AH.
Untuk mencari koordinat pada pelengkung 3 sendi yang berjarak X m dari tumpuan,
digunakan persamaan dasar parapola, yaitu :
Keterangan :
y : tinggi titik yang ditinjau dari tumpuan.
h : tinggi puncak parabola dari tumpuan.
x : jarak mendatar dari tumpuan terdekat.
L : jarak mendatar dari dua tumpuan parabola.
Untuk menghitung gaya lintang / geser dan gaya
normal / aksial pada setiap titik pada pelengkung 3 sendi, diperlukan kemiringan / garis singgung pada titik tsb.
Gaya vertikal V diuraikan menjadi gaya yang tegak lurus garis singgung pada titik tersebut atau gaya lintang / geser (SFV) dan gaya yang sejajar dengan garis singgung atau gaya normal / aksial (NFv).
Demikian pula gaya horizontal H diuraikan menjadi gaya lintang (SFH) dan gaya normal (NFH) seperti pada Gambar 1.b.
Contoh Soal :
Diketahui pelengkung 3 sendi A-S-B dengan beban dan ukuran
seperti Gambar 2(a). Hitung reaksi tumpuan / perletakan, gaya geser, gaya normal dan momen di titik x.
(a) Pelengkung tiga sendi (b) Gaya-gaya pada titik X Gambar 2. Pelengkung Tiga Sendi A-S-B