• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI BIDANG SEKRETARIAT BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA

KANTOR GUBERNUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

Rezki Amelia Yamin1, Asri Nur Muin2, Muh. Indra Fauzi Ilyas3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2 [email protected] 3[email protected]

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of education in improving employee performance, to determine the effect of training in improving employee performance, and to find out whether education and training have an effect on improving employee performance. The research method used is qualitative and quantitative methods. Data collection techniques used were observation, questionnaires and interviews.

Data analysis method in this research is descriptive analysis and Multiple Linear Regression Analysis.

the results of research and discussion that have been described previously, it can be drawn conclusions Educational variables (X1) affect employee performance, while the training variable (X2) affects the performance of employees in the secretariat of the regional financial management body at the governor's office in the province of South Sulawesi.

Keywords: Education, Training, and Employee Performance

PENDAHULUAN

Berbagal bidang khususnya kehldupan berorganisasl, faktor manusia merupakan masaIah utama disetiap keglatan yang ada didaIamnya. Organisasl merupakan kesatan sociaI yang dikordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang reaktlf dapat diidentifikaslkan, bekerja secara terus menerus untuk mencapal tujuan. Semua tlndakan yang diambiI dalam setiap keglatan diprakarsal dan dltentukan oIeh manuasia yang menjadl anggota perusahan. Perusahaan membutuhkan adanya faktor sumber daya manusia yang potensiaI baik pemimpln maupun karyawan pada poIa tugas dan pengawasan yang merupakan tokoh sentraI dalam organisasl maupun perusahaan. Aktivltas manajemen berjaIan dengan balk. Perusahaan harus memiIiki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampiIan tinggl serta usaha untuk mengeIola perusahaan seoptimaI mungkln sehlngga kinerja karyawan menlngkat.

Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2016) “kinerja karyawan merupakan hasil atau prestasi kerja karyawan yang dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan oleh pihak organisasi”. Kinerja yang baik merupakan

kinerja yang produktif, yang dimaksud adalah klnerja yang sesual dengan standar perusahaan yang mendukung tercapalnya tujuan sebuah organisasi. Organisasl yang baik adaIah organlsasi yang berusaha menlngkatkan kemampuan sumber daya manusla, karena haI tersebut merupakan factor kuncl untuk menlngkatkan klnerja karyawan. Penlngkatan klnerja karyawan akan membawa kemajuan bagl perusahaan untuk dapat bertahan daIam suatu persalngan Iingkungan bisnis yang stabiI. OIeh karena ltu upaya-upaya untuk menlngkatkan klnerja karyawan merupakan tantangan manajemen yang paIing serius karena keberhasiIan untuk mencapal tujuan dan keIangsungan hidup perusahaan tergantung pada kuaIitas kinerja sumber daya manuasia yang ada didaIamnya.

Pencapaian tujuan suatu instansi pada umumnya terlatak pada upaya bagimana perusahaan tersebut bagimana menggunakan sumber daya yang dimilikinya menjadi berdaya guna. Sumber daya manusia adalah sumber yang terpenting dalam suatu perusahaan maupun organisasi dimana karyawan tersebut memberikan tenaga, kreatifitas, bakat, dan usaha mereka kepada perusahaan maupun organisasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja para pegawai

(2)

sumber daya manusia perlu diperhatikan salah satunya lewat pendidikan dan pelatihan.

Pimpinan perlu mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai karena itu merupakan suatu cara efektlf untuk menghadapi beberapa tantangan dihadapi oIeh instansi untuk masa mendatang.

Untuk mencapal kinerja yang dlharapkan daIam suatu ilstansi, para pegawal harus mendapatkan program pendldikan dan peIatihan yang memadal untuk jabatannya sehingga pegawai terampiI daIam meIaksanakan pekerjaanya. Untuk meningkatkan mutu atau kerja pegawai meIaIui pendidikan dan peIatihan harus dipersiapkan dengan baik untuk mencapai hasiI yang memuaskan. Peningkatan mutu atau kinerja harus diarahakan untuk mempertinggi keterampiIan dan kompetensi pegawai daIam menjaIankan tugasnya.

Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya mengembangkan sumber daya manusia, terutama mengembangkan kemampuan intelektual dan keperibadian manusia. Oleh karena itu, pendidkan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi.

Setiapa organisasi atau instansi yang ingin berkembang, harus memperoleh pendidikan dan pelatihan bagi karyawan. DaIam masa pembangunan lni, organlsasi atau perusahaan, baik pemerlntah ataupun swasta, merasa terpanggiI untuk menyelenggarakan peIatihan- peIatihan bagl para karyawan agar dlperoleh efektivltas dan efisensl kerja sesual dengan masa pembangunan.

Pendidikan daIam suatu organisasi merupakan suatu proses pengembangan kearah yang diinginkan oIeh perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan peIatihan merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampiIan khusus bagi sesorang atau sekelompok orang. Setiap organisasi apapun bentuknya senantiasa akan berupaya tercapainya tujuan organisasi yang bersangkutan dengan efektif dan efesien.

Efisiensi maupun efektivitas organisasi sangat tergantung pada baik dan buruknya pengembangan sumber daya manusia atau anggota organisasi itu sendiri. lni berarti bahwa sumber daya manusia yang ada daIam organisasi tersebut secara professional harus diberikan pendidikan dan latihan yang sebaik- baiknya.

Pentingnya pendidikan dan peIatihan bukanIah semata-mata bagl pegawal yang bersangkutan tetapl juga keuntungan bagl instansl. Dengan meningkatnya kemapuan atau keterampiIan para pegawai berarti meningkatkan pula produktifitas kinerja para pegawai. Produktifitas kinerja para pegawai meningkat, berarti organisasi yang bersangkutan akan memperoleh keutungan.

Program-program pendidikan dan pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia diarahkan pada pemeliharaan dan peningkatan kinerja para pegawai. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapakan caIon tenaga yang digunakan oIeh suatu organisasl, sedangkan peIatihan Iebih berkaitan dengan penlngkatan kemampuan atau keterampiIan pekerja yang sudah mendudukl suatu jabatan atau tugas tertentu.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Analisis Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Bidang Sekretariat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan”

TINJAUAN LITERATUR

Pengukuran kinerja menurut Dharma (2013), harus memenuhi standar yang meliputi kuantitas (jumlah) yang harus diselesaikan, kualitas (mutu) yang dihasilkan dan ketetapan waktu sesuai yang direncanakan.

Menurut Dassler (2014), ada berbagai metode yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan pelatihan. Salah satu yang paling popular yaitu On The Job Training. On The Job Training berarti melatih seseorang untuk mempelajari sebuah pekerjaan sambil mengerjakannya. Jenis pelatihan On The Job Training yang paling dikenal adalah metode coaching (membimbing) atau understudy (sambil belajar).

Sementara menurut Simamora dalam kutipan sutrisno (2010), manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penialaian pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja.

Terry (2018) berpendapat bahwa fungsi manajemen terdirisebagai berikut : 1) Planing (Perencanaan), 2) Organising (Pengorganisasian), 3) Actuating (Penggerakan), 4) Controlling (pengawasan),

(3)

Manajemen sumber daya manusia mendorong para manajer dan tiap karyawan untuk meIaksanakan strategl-strategl yang teIah ditetapkan oIeh perusahaan. Untuk mendukung para pemimpin yang mengoprasikan departemen-departemen atau unit-unit organisasl daIam perusahaan, manajemen sumber daya manusia harus memiIiki sasaran.

Pengertian kinerja menurut para ahli pada dasarnya sama, namun cara memandangnya yang berlainan. Secara sepintas, kinerja dapat diartikan sebagai pelaki berkarya, atau penampilan kerja atau hasil karya. Sementara menurut Lembaga Administrasi Negara RI (2000) dalam buku kajian Manajemen, Strategik, kinerja adalah tampilan kerja suatu organisasi dalam rangka mewujudkan kemampuan strategic, kepuasan pelanggang serta kontibusinya terhadap lingkungan strategic.

Anoraga, (2016) mengemukakan bahwa: manajemen sumber daya manusia seringkali di sebut dengan istilah manajemen personalia, namun istilah manajemen personalia ini mempunyai konotasi bahwa sifatnya hanyalah mengerjakan hal-hal yang bersifat administrasif, sedangkan manajemen sumber daya manusia, ruang lingkupnya lebih luas dari pada hanya sekjedar hal-hal yang bersifat administratif.

Menurut Richard (2015) pelatihan mengacu pada pembelajaran karyawan- karyawan teknis tentang bagaimana seharusnya mereka mengerjakan pekerjaan saat ini. Dan pendidikan mengaju pada pelatihan manejer-manejer dan profesional- profesional tentang keahlian yang dibutuhkan bagi pekerjaan saat ini maupun pekerjaan masa depan. Pendidikan sebagai bagian yang menyangkut proses belajar untuk yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan pada peraktik dari pada teori.

Kinerja atau disebut juga prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. (Siswanto 2017).

Notoadmojo (2017), manajemen sumber daya manusia adalah sebagai penarikan, seleksi pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan-tujuan individu maupun organisasi.

Susi (2002), menyatakan dari hasil penelitiannya yang berjudul Analisis hubungan

pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia Kandatel Makassar di Makassar. Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat hubungan yang cukup kuat antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia Kandatel Makassar yang ditunjukkan dari hasil perhitungan korelasi, dimana diperoleh hasil sebesar 0.809 atau 80.9%. Kedua, berdasarkab hasil analisis koefisien determinasi (r2) diperoleh dengan angka sebesar 65.4%. ini mencerminkan bahwa kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia Kandatel Makassar 65.4% dikontibusi oleh pendidikan dan pelatihan sendangkan sisanya dikontribusi oleh faktor-faktor lain.

Sutrisno (2010), “pendidikan adalah suatu usaha untuk meningkatkan penguasaan teori dan keterampilan memutuskan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan”. Arti dari pengembangan karyawan merupakan usaha- usaha untuk meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan umum bagi karyawan agar pelaksanaan pencapaian tujuan lebih .

Menurut Sutrisno (2010) “Pelatihan adalah salah satu bentuk edukasi dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Langkah- langkah berikut dapat diterapkan pada pelatihan”.

Wursanto (2014), mengatakan bahwa manfaat latihan pendidikan sebagai berikut: 1) Latihan dan pendidikan meningkatkan stabilitas pegawai.2) Latihan dan pendidikan dapat memperbaiki cara kerja pegawai, sehingga cara kerja mereka tidak bersifat statis melainkan selalu disesuaikan dengan perkembangan organisasi dan volume kerja. 3) Dengan latihan dan pendidikan pegawai dapat berkembang dengan cepat, 4) Dengan latihan dan pendidikan pegawai mampu bekerja lebih efisien, 5) Dengan latihan dan pendidikan pegawai melaksanakan tugas dengan baik, 6) Dengan latihan dan pendidikan berarti pegawai diberi kesempatan untuk mengembangkan diri, 7) Latihan dan pendidikan meningkatkan semangat kerja pegawai dan produktivitas perusahaan.

Menurut siagian (2016), “bagi organisasi terdapat paling sedikit tujuh manfaat yang dapat dipetik melalui pengelenggaraan program pelatihan dan pengembangan adalah “Peningkatan produktivitas kerja organisasi sebagai

(4)

keseluruhan antara lain karna tidak terjadinya pemborosan, karna kecermatan melaksanakan tugas, tumbuh suburnya kerja sama antara berbagai satuan kerja yang melaksanakan kegiatan yang berbeda dan bahkan spesialistik, meningkatnya tekat mencapai sasaran telah ditetapkan serta lancarnya koordinasi sehingga organisasi bergerak sebagai suatu kesatuan yang bulat dan utuh”.

Menurut Dassler (2014), “ada berbagai metode yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan pelatihah Salah satu yang paling popular yaitu On The Job Training & On The Job Training berarti melatih seseorang untuk mempelajari sebuah pekerjaan sambil mengerjakannya, Jenis pelatihan On The Job Training yang paling dikenal adalah metode coaching (membimbing) atau understudy (sambil belajar)”. Disini, seorang pekerja yang telah berpengalaman atau menyelia yang dilatih ditugaskan untuk melatih karyawan.

Contohnya, yaitu: magang, belajar secara formal, Job Instruction Training, pelajaran, pelajaran yang terprogram, peralatan audiovisual, dan pelatihan dengan simulasi.

Pengertian kinerja menurut Nawawi (2017) “adalah Hasil dari pelaksanaan suatu pekerjaan, baik yang bersifat fisik/mental maupun non fisik/mental”. Mangkunegara (2000) berpendapat bahwa “kinerja adalah Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang` pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Sedangkan menurut kamus besar Bahas Indonesia (2005) kinerja diartikan sebagai Sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, dan kemampuan kerja.

Pengukuran kinerja menurut Dharma (2013) harus memenuhi standar yang meliputi kuantitas (jumlah) yang harus diselesaikan, kualitas (mutu) yang dihasilkan dan ketetapan waktu sesuai yang direncanakan. Sedangkan menurut Umar (2015) variable kinerja terdiri atas mutu pekerjaan, kejujuran karyawan, inisiatif, kehadiran, sikap, kerjasama, keandalan, pengetahuan tentang pekerjaan, tanggung jawab dan pemanfaatan waktu.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian dalam metode penuliasan ini adalah metode kualitatif, penelitian yang sifatnya bertujuan untuk menggali serta membangun proporsi, yang menjelaskan makna di balik realita. Penelitian tersebut berpijak dari sebuah peristiwa atau realita yang terjadi dilapangan.

Penelitian ini untuk menguji pengaruh variabel X1(Pendidikan) dan variabel X2 (Pelatihan) terhadap variabel Y (kinerja pengawai) sedangkan untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel mengunakan regresi linear berganda.

DaIam metode peneIitian kuantitatif akan menggunakan prosedur peneIitian yang menghasiIkan data berupa deskriptif dari ucapan atau tuIisan dan periIaku objek itu sendiri. PeneIitian kuaIitatif Iebih menekankan pada data yang berupa kata atau gambar dan tidak menekankan pada angka, seIain itu peneIitian ini Iebih menakankan pada proses.

Penelitian ini menggunakan jenis data kuatitatif dan jenis data kualitatif dan data penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder.

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: Observasi, Wawancara, dokumentasi dan Kuesioner

Data KuaIitatif merupakan data atau lnformasi daIam bentuk lisan maupun tertuIis mengenal Pengaruh Pendidikan Dan pelatihan terhadap Kinerja Pegawai Bidang Sekretariat Badan Pengelolaan keuangan Daerah Pada Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan Data Kuantitatif adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk angka-angka yang relevan dengan permasalahan yang dibahas.

Data primer adaIah data yang Iangsung diperoIeh dari obyeknya. Pada peneIitian ini data primer diperoIeh dari hasiI survey, wawancara, pengisian kuesioner untuk mengetahul Pengaruh Pendidikan Dan pelatihan terhadap Kinerja Pegawai Bidang Sekretariat Badan Pengelolaan keuangan Daerah Pada Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. dan Data sekunder adaIah berupa dokumen-dokumen dan Iaporan tertuIis yang tersedia dl perusahaan serta lnformasi Iain yang ada hubungannya dengan masaIah yang dibahas.

(5)

Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif Analisis regresi linier berganda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis hasil yang di lakukan pada uji hipotesis diatas maka dapat di interprestasikan pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai.

Dari hasil penelitian di temukan bahwa pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai pada bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur sulawesi selatan. Artinya perubahan pendidikan dan pelatihan menjadi ebih baik akan bisa merubah dan meningkatkan kinerja pegawai.

Dari hasil penelitian menujukkan bahwa pelatihan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur sulawesi selatan.

Jika dilihat dari uji hipotesis maka di lakukan secara bersama-bersama pada variabel bebas terhadap variabel terikat di dapatkan bahwa pendidikan dan pelatihan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai.

Hasil jawaban responden dari kuesioner yang telah di bagikan kepada pegawai pada objek penelitian, didapatkan jawaban responden yang paling tinggi pada kolom setuju pada variabel pendidikan yaitu dengan pertanyaan “apakah dengan mengikuti pendidikan sarjanan para pegawai dapat bekerja dengan baik” setelah itu variabel pelatihan dengan kolom setuju yang tertinggi yaitu dengan pertanyaan bagimana pendapat anda terhadap sistem pembekalan pegawai, dapatkah mempengaruhi kinerja pegawai (SDM). Dari hasil penelitian juga membuktikan bahwa hal ini sangat penting terhadap meningkatnya kinerja pegawai sekretariat bidang pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur sulawesi selatan.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur

provinsi sulawesi selatan, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil analisis variabel pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur provinsi sulawesi selatan.

Variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, sedangkan variabel pelatihan (X2) berpengaruh terhadap kinerja pegawai bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur provinsi sulawesi selatan, hal ini dilihat dari koefisien regresi yang dimana pelatihan lebih berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

Uji F dari tiap variabel pendidikan dan pelatihan secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur provinsi sulawesi selatan.

Saran Adapun saran penulis yang dapat diberikan kepada bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur provinsi sulawesi selatan adalah:

Bagi Perusahaan Hendaknya penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan dan tambahan informasi yang dapat dipertimbangkan oleh kepala bidang sekretariat badan pengelolaan keuangan daerah pada kantor gubernur provinsi sulawesi selatan sehingga dapat digunakan dalam menentukan kebijakan. Bagi pihak lain Hendaknya penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi dan sebagai bahan referensi perpustakaan bagi para peneliti selanjutnya jurusan Manajemen STIE YPUP MAKASSAR, Bagi peneliti Hasil penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi syarat kelulusan sebagai sarjana Strata 1 STIE YPUP MAKASSAR.

DAFTAR PUSTAKA

Dharma., & Agus. (2013). Manajemen Prestasi Kerja. Jakarta: Rajawali.

Dessler, G. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi keempat Belas alih bahasa oleh Diana angelica. Jakarta: Salemba empat.

Edy, S. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.

Edy Sutrisno, (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan kedua. Jakarta:

Kencana.

(6)

George R.T. & Leslie. (2018). Dasar-Dasar Manajemen. Cetakan kedelapan. Jakarta:

PT Bumi Aksara.

Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan, 2000 Akuntabilitas dan Gold Govermance, Lembaga Administrasi Negara Jakarta.

Soekidjo, N. (2017). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cetakan ketiga. jakarta Rineka Cipta.

Susi. (2002). Analisis Hubungan Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Makassar Di Makassar. Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Ekonomi UNHAS.

makassar.

Malayu S.P.H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. cetakan kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Moekijat. (2016). Perencanaan Sumber Daya Manusia. Bandung: Mandar Maju.

Mochtar, M. (2006). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan dalam Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV cabang Makassar.

Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Ekonomi.

Universitas Hasanuddin. Makassar.

Soekidjo, No. (2015). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Cetakan kedua. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Talizuduhu, N. (1999). Pengantar Teori Pengembangan SDM. Jakarta: PT Renika Cipta.

Veithzal, R. (2016). Islamic Human Capital.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Referensi

Dokumen terkait

3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode wawancara mendalam, metode observasi serta metode dokumentasi.. Metode

xiv ABSTRAK SISTEM INFORMASI LAPORAN PENDIDIKAN MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013 BERBASIS WEB STUDI KASUS SMP MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG Web Based Information System Of Educational