• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pengaruh capital adequacy ratio, financing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pengaruh capital adequacy ratio, financing"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, FINANCING TO DEPOSIT RATIO, DANA PIHAK KETIGA, DAN NON PERFORMING

FINANCING TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2013 - 2017

Oleh :

Syahrain Kuswanda 20141112089

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi sebagian syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Program Akuntansi

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA BANKING SCHOOL

JAKARTA 2018

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi Indonesia Banking School

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat dan karunia- Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

β€œAnalisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga, dan Non Performing Financing” dengan tepat waktu. Penulisan Skripsi ini dilakukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk mencapai gelar Sarjana (S1) Ekonomi di STIE Indonesia Banking School.

1. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat saran, bimbingan, doa, dan dukungan dari berbagai pihak sehingga segala bentuk hambatan dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: Bapak Dr. Muhammad Yusuf S.E., Ak., M.M., CA selaku dosen pembimbing skripsi dan Kepala Program Studi Akuntansi atas perhatian, bimbingan dan pembelajaran yang telah beliau berikan.

2. Tim penguji sidang skripsi yaitu Ibu Dr. Istianingsih, MS.Ak., CA., dan Ibu Nova Novita, S.E.,M.S.Ak., CSRS selaku Ketua Penguji, Bapak Dr. Muhammad Yusuf S.E., Ak., M.M., CA selaku Dosen Pembimbing dan Kaprodi Akuntansi, serta Bapak Ramzi A. Zuhdi, SE.Ak., MSc selaku Penguji II, yang telah memberikan kritik dan saran terhadap penelitian ini.

3. Pimpinan STIE Indonesia Banking School yaitu Bapak Dr. Subarjo Joyosumarto selaku Ketua STIE Indonesia Banking School, Bapak Dr. Sparta, M.E., Ak., CA selaku Wakil Ketua I, Bapak Khairil Anwar SE., M.S.M selaku Wakil Ketua II, dan Bapak Ir. Mahirsyah E. Akbar, MBA selaku Wakil Ketua III.

(7)

vii Indonesia Banking School

4. Seluruh dosen dan jajaran staf STIE Indonesia Banking School yang telah banyak membantu penulis selama perkuliahan, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

5. Keluarga penulis, Mama, Papa, Teteh, Najla, dan Brian yang telah memberikan doa, dukungan, kasih sayang, dan motivasi yang begitu besar.

6. Keluarga penulis lainnya yang selalu memberikan motivasi dan dukungan secara materil dan non-materil.

7. Makhluk hidup yang berjasa sekali membantu skripsi saya yaitu Agnes Ajeng yang selalu mendukung saya, Boss Fadhli yang selalu membantu dengan sabar setiap keluhan saya, dan kak Marsya yang sabar memberikan referensi saran dan pengalaman.

8. Teman-teman penulis β€œSkripsi No Omdo!” Aziz, Surya, Ditot, Enal, Mizan, Abizar, Richo dan Dimstot, yang telah menjadi teman baik dan membantu di saat kuliah dan skripsi ini. Teman-teman kampus penulis lainnya, Rony, Dimas, Maikel Gepeng, Lorry, Adi, Andy, Rahman, Ilham, Dalfian, Diyan, Ayu, Sekar, Ica, Mawadah, Devi, dan Loly, serta Meta, Tika, Syifa, Sheila, Sarto, Vikka, Divira, Aliya, Kirana, a (yang memaksa penulis untuk menuliskan namanya disini) dan segenap anak kantin yang selalu menghibur dan menemani penulis didunia perkuliahan.

9. Teman-teman kampus penulis lainnya di angkatan 2012,2013,2014,2015,2016,2017 yang penulis kenal baik dan telah memberikan pelajaran mengenai arti silaturahmi dan kebersamaan selama kuliah.

(8)

viii Indonesia Banking School

10. Teman-teman Organisasi, BEM, dan DPM, yang telah mengajari penulis mengenai kerja sama dan tanggung jawab yang begitu berharga dengan segenap pengalaman yang begitu indah tak lekang oleh waktu.

11. Teman-teman SMAN 47 Jakarta dan tongkrongan yang selalu menjaga silaturahmi dan berbagi pengalaman dengan penulis, yang tentunya merupakan sebuah lingkungan yang penulis sangat rindukan.

12. Seluruh jajaran civitas academica Indonesia Banking School, bagian akademik (Pak&Mas Arif, Pak Ucup, Mbak Ria dkk), Security (Pak Imam dan Cing Dahlan dkk), Housekeeping (Pak Sugeng, Pak De, Ajo dkk), Teknisi (Sohib penulis bang Iwan, Abi, Darma dkk), dan petugas kantin (Jali, Eki, Combro, Mas Nok, Mpok Barkah dkk) yang selalu siap sedia melayani saya ketika saya membutuhkan sesuatu selama saya kuliah.

13. Segenap pihak yang membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Sesungguhnya penulis sangat bersyukur pernah mengenal kalian semua selama ini.

Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak demi pengembangan penulisan di masa yang akan datang. Akhir kata, penulis mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak.

Jakarta, 27 Agustus 2018

Syahrain Kuswanda

(9)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI SIDANG AKHIR ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI ... iv

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ... xv

ABSTRACT ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Ruang Lingkup Masalah ... 7

1.3 Identifikasi Masalah ... 8

1.4 Perumusan Masalah ... 9

1.5 Pembatasan Masalah ... 9

1.6 Tujuan Penelitian ... 10

1.7 Manfaat Penelitian ... 10

1.8 Sistematika Penulisan ... 11

BAB II LANDASAN TEORI ... 13

2.1Agency Theory ... 13

2.2 Bank Syariah ... 15

2.2.1 Pengertian Perbankan Syariah ... 15

2.2.2 Fungsi Perbankan Syariah ... 16

2.3 Prinsip Murabahah ... 20

2.3.1 Pengertian Murabahah ... 20

2.3.2 Jenis Akad Murabahah ... 22

2.3.3 Perbedaan jual beli murabahah dengan pembiayaan konsumen ... 23

2.4Capital Adequacy Ratio ... 24

2.5Financing Deposit Ratio ... 25

(10)

x Indonesia Banking School

2.6Dana Pihak Ketiga ... 26

2.7Non Performing Financing ... 28

2.9 Penelitian Terdahulu ... 29

2.10 Kerangka Pemikiran ... 38

2.11 Pengembangan Hipotesis ... 38

2.11.1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Pembiayaan Murabahah... 38

2.11.2 Pengaruh Financing to Deposit Ratio terhadap Pembiayaan Murabahah .... 39

2.11.3 Pengaruh Dana Pihak Ketiga terhadap Pembiayaan Murabahah ... 40

2.11.4 Pengaruh Non Performing Financing terhadap Pembiayaan Murabahah .... 41

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 43

3.1 Objek Penelitian ... 43

3.2 Metode Pengambilan Sampel ... 43

3.2.1 Tipe, Jenis, dan Sumber Data ... 44

3.2.2 Metode Pengumpulan Data ... 45

3.3Variabel dan Operasional Variabel ... 45

3.3.1Variabel Dependen ... 45

3.3.2 Variabel Independen ... 46

3.4 Model Penelitian ... 49

3.5 Metode Analisis Data ... 49

3.5.1 Analisis Regresi Data Panel ... 49

3.5.2 Statistik Deskriptif ... 51

3.5.3 Uji Normalitas ... 52

3.5.4 Uji Asumsi Klasik ... 52

3.5.5 Uji Hipotesis ... 54

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 55

4.1Gambaran Umum Objek Penelitian ... 55

4.2 Analisis Hasil Penelitian ... 56

4.2.1 Analisis Hasil Statistik Deskriptif ... 56

4.2.2 Analisis Regresi Penelitian ... 60

4.2.3 Uji Asumsi Klasik ... 62

4.2.4 Hasil Regresi Data Panel ... 66

4.2.5 Hasil Uji Hipotesis ... 68

(11)

xi Indonesia Banking School

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 71

4.3.1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah ... 71

4.3.2 Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah ... 73

4.3.3 Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah ... 74

4.3.4 Pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah ... 74

4.4 Implikasi Manajerial ... 75

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 79

5.1Kesimpulan ... 79

5.2Saran... 79

DAFTAR PUSTAKA... 81

DAFTAR LAMPIRAN ... 85

Riwayat Hidup ... 93

(12)

xii Indonesia Banking School

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Statistik Pembiayaan berdasarkan Jenis Akad (dalam Milyar Rupiah) ... 4

Tabel 2.1. Hasil Penelitian Terdahulu ... 34

Tabel 3.1. Daftar Bank Umum Syariah di Indonesia ... 43

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel ... 48

Tabel 4.1 Daftar Bank Umum Syariah Sebagai Objek Penelitian ... 55

Tabel 4.2 Statistik Deskriptif ... 56

Tabel 4.3 Hasil Uji Chow ... 61

Tabel 4.4 Hasil Uji Hausman... 61

Tabel 4.5 Uji Heteroskedastisitas ... 63

Tabel 4.6 Hasil Uji Multikolinearitas ... 64

Tabel 4.7 Hasil Uji Autokorelasi ... 65

Tabel 4.8 Hasil Uji Regresi Data Panel ... 66

(13)

xiii Indonesia Banking School

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Statistik Pertumbuhan DPK ... 2

Gambar 1.2 Statistik Pertumbuhan CAR, FDR, dan NPF ... 2

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 38

Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas ... 62

(14)

xiv Indonesia Banking School

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Objek Penelitian ... 85 Lampiran 2 : Data Seluruh Variabel ... 85 Lampiran 3 : Hasil Output Data Eviews ... 91

(15)

xv Indonesia Banking School

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan observasi dari penelitian ini adalah sebanyak 11 Bank Umum Syariah di Indonesia. Data diperoleh dari data sekunder laporan kuartal Bank Umum Syariah, mulai dari Kuartal I tahun 2013 hingga Kuartal IV tahun 2017. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hipotesis dalam penelitian ini didasarkan pada penelitian terdahulu dan berbagai teori pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Murabahah Bank umum Syariah di Indonesia.

Kata Kunci: Pembiayaan Murabahah, Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing.

(16)

xvi Indonesia Banking School

ABSTRACT

The purpose of this research is to examine and analyze relation between independent variable Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Third Party Funds and Non Performing Financing to Murabahah Financing Sharia Commercial Bank. Sampling determined by using purporsive sampling method and the observation sampling is eleven Sharia Commercial Bank. Data obtained as secondary data on quarter financial report for Sharia Commercial Bank, start from quarter I for year 2014 to quarter IV year 2017.

The analysis tools on this research is using multiple linier regression analysis, the hypothesis is basedon prior research with similar topic and another supporting theory.

The results from this research shows that Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Third Party Funds, and Non Performing Financing have significantly effect on Murabahah Financing Sharia Commercial Bank.

Keywords: Murabahah Financing, Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Third Party Funds, and Non Performing Financing.

(17)

1 Indonesia Banking School

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan Bank Syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini dibuktikan dengan nilai market share perbankan syariah menembus angka 5,12% terhadap industri perbankan nasional, tertinggi sepanjang keberadaannya di Indonesia (ekbis.sindonews.com). Berdasarkan data yang diperoleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi perbankan syariah hingga Desember 2017 lalu mengalami pertumbuhan positif. Permodalan perbankan syariah tergolong baik, hal ini tercermin pada rasio capital adequacy ratio (CAR) umum perbankan syariah sebesar 16,99% dan non performing financing (NPF) pada Desember 2017 sebesar 4,72% masih terjaga di bawah threshold 5%. Adapun nilai rasio financing to deposit ratio (FDR) perbankan syariah per Desember 2017 sebesar 79,65% atau di bawah tahun sebelumnya sebesar 85,99%. Posisi dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun 205,873 triliun.

Nilai pembiayaan perbankan syariah bergerak ke level dua digit yakni 14,76% yoy menjadi Rp 289,99 triliun (keuangan.kontan.co.id).

Berikut ini merupakan grafik pertumbuhan DPK dan pertumbuhan rasio CAR, FDR, dan NPF selama 5 tahun terakhir:

(18)

Indonesia Banking School

14,42 15,74 15,02 16,63 16,99

100,32

86,66 88,03 85,99

79,65

2,62 4,95 4,84 4,42 4,72

0 20 40 60 80 100 120

2013 2014 2015 2016 2017

PERSENTASE

TAHUN

STATISTIK CAR, FDR, DAN NPF

CAR FDR NPF

183.534

170.723 174.895

206.407 205.873

0 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000

2013 2014 2015 2016 2017

NOMINAL (dalam Milyar Rp)

TAHUN

Gambar 1.1 Statistik Pertumbuhan DPK

Sumber: Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan

Gambar 1.2 Statistik Pertumbuhan CAR, FDR, dan NPF Sumber: Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan

Menurut Wulandari et al (2015), untuk bersaing dengan perbankan konvensional, perbankan syariah mengaku siap melakukan transaksi yang paling efisien dan menawarkan berbagai produk perbankan kepada pelanggan mereka. Hal yang membedakan antara bank umum syariah dengan bank umum konvensional jika dilihat dari sisi pembagian keuntungannya, bank umum syariah menerapkan

(19)

3

Indonesia Banking School

sistem pembagian keuntungan sesuai dengan akad yang telah disepakati sejak awal oleh kedua belah pihak. Jika usaha tersebut dianggap tidak menguntungkan maka bank umum syariah akan menolak pengajuan pinjaman nasabah. Pada bank konvensional menerapkan sistem bunga tetap atau bunga mengambang pada semua pinjaman kepada nasabahnya.

Menurut Sabir et al (2012) sistem bagi hasil perbankan syariah yang diterapkan dalam bank relatif mempertahankan kinerjanya dan tidak hanyut oleh tingkat suku bunga simpanan yang melonjak sehingga beban operasional lebih rendah dari bank konvensional. Secara umum efektivitas fungsi intermediasi perbankan syariah tetap terjaga seiring pertumbuhan dana yang dihimpun maupun pembiayaan yang relatif tinggi dibandingkan perbankan nasional, serta penyediaan akses jaringan yang meningkat dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas sehingga hal tersebut dapat membuat kinerja keuangan perbankan syariah lebih baik. Tetapi bagi kalangan investor (deposan atau penanam modal lainnya), sistem perbankan ini kurang menjanjikan. Para investor menginginkan dana yang diinvestasikannya memiliki pengembalian minimal sesuai dengan harapan mereka.

Sebaliknya, bank sebagai lembaga intermediasi bisa mengalami kesulitan untuk menggalang dana masyarakat. Sedangkan bagi perbankan konvensional, adanya selisih antara besarnya bunga yang dikenakan kepada para peminjam dana dengan imbalan bunga yang diberikan kepada nasabah penyimpan merupakan sumber keuntungan terbesar, sehingga pendapatan tersebut dapat mempengaruhi kinerja keuangan perbankan konvensional. Stabilitas kinerja perbankan syariah dan perbankan konvensional yang berjalan dengan seimbang merupakan penerapan dari

(20)

Indonesia Banking School

dual banking system. Menurut Sovia, et al (2016), dual banking system adalah terselenggaranya dua sistem perbankan (konvensional dan syariah) secara berdampingan yang pelaksanaannya diatur dalam berbagai peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Keberadaan perbankan syariah sebagai bagian dari sistem perbankan nasional diharapkan dapat mendorong perkembangan perekonomian suatu negara.

Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai (Rimadhani dan Erza, 2011).

Pembiayaan dengan akad murabahah merupakan pembiayaan dengan kontribusi tertinggi dalam metode pembiayaan lainnya pada sektor Bank Umum Syariah dari tahun 2013 – 2017. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel pembiayaan yang dilakukan Bank Umum Syariah dan peningkatannya dari tahun ke tahun :

Tabel 1.1

Statistik Pembiayaan berdasarkan Jenis Akad (dalam Milyar Rupiah)

Akad 2013 2014 2015 2016 2017

Mudharabah 13625 14094 14815 15263 15984 Musyarakah 39874 46320 55331 71710 95088 Murabahah 110565 110885 115605 133956 145338

Salam 0 0 0 0 0

Istishna 582 663 770 878 1189

Ijarah 10481 9257 8972 8105 8535

Qardh 8995 5963 3948 4731 6347

Total 184122 187182 199441 234643 272481

Sumber: Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan tahun 2013 – 2017 Berdasarkan tabel 1.l, dapat diketahui bahwa skema pembiayaan murabahah merupakan skema pembiayaan yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan jumlah transaksi tahun ke tahun,

(21)

5

Indonesia Banking School

pembiayaan murabahah sebagai akad jual beli selalu menempati posisi pertama, diikuti oleh pembiayaan musyarakah dan mudharabah yang merupakan akad bagi hasil. Sebagai skema pembayaran yang paling diminati masyarakat, murabahah bukan hanya dikenal oleh nasabah, melainkan juga dirasakan sebagai tolak ukur kinerja dari perbankan syariah. Penerapan skema murabahah memiliki variasi yang berbeda-beda pada bank diseluruh dunia sesuai dengan penerapan sistem syariah yang berlaku. (Wulandari et al, 2015)

Menurut Octavina dan Darma (2012), jual beli dengan skema murabahah adalah jual beli dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan yang disepakati oleh penjual dan pembeli, di mana pembayaran murabahah dilakukan dengan cara mencicil pembayaran dengan menyerahkan barang di muka. Dalam pembiayaan ini, bank sebagai pemilik dana membelikan barang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh nasabah yang membutuhkan pembiayaan kemudian menjualnya ke nasabah tersebut dengan penambahan keuntungan yang tetap (Wardiantika dan Kusumaningtias, 2014).

Variabel CAR dapat mempengaruhi tingkat pembiayaan murabahah bank syariah. CAR adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank (Agista, 2015). Semakin tinggi CAR maka semakin besar pula sumber daya finansial yang dapat digunakan untuk keperluan pengembangan usaha dan mengantisipasi potensi kerugian yang diakibatkan oleh penyaluran pembiayaan (Wardiantika dan Kusumaningtias, 2014).

Sehingga bank tersebut dinyatakan mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. Pernyataan ini tidak

(22)

Indonesia Banking School

sesuai dengan penelitian Ali dan Miftahurrohman (2016) yang menyatakan CAR memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah, namun sesuai dengan penelitian Sudarsono (2017) yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh signifikan positif terhadap pembiayaan murabahah.

Financing to Deposit Ratio (FDR) tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya.

Semakin besar kredit maka pendapatan yang diperoleh naik, karena pendapatan naik secara otomatis laba juga akan mengalami kenaikan (Rimadhani dan Erza, 2011). Dalam penelitian Sudarsono (2017), menunjukkan FDR berpengaruh signifikan positif terhadap pembiayaan murabahah. Namun pada penelitian Adzimatinur et al (2016), FDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.

Menurut Wardiantika dan Kusumaningtias (2014), Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan dana simpanan dari masyarakat yang dititipkan kepada bank syariah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada bank dengan media penarikan tertentu. DPK merupakan sumber likuiditas untuk penyaluran pembiayaan pada bank umum syariah. Semakin tinggi DPK maka bank memiliki sumber daya finansial yang tinggi untuk penyaluran pembiayaan, sehingga pembiayaan juga mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Kusnianingrum dan Ridwan (2016) dan Fauzan (2017) yang menyatakan bahwa DPK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Namun, berbeda dengan hasil penelitian

(23)

7

Indonesia Banking School

Adzimatinur et al (2015) yang menyatakan bahwa DPK memilik pengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.

Non Performing Financing (NPF) atau biasa disebut Non Performing Loan (NPL) pada bank konvensional, merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara pembiayaan yang bermasalah dengan total pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah (Agista, 2015). Apabila NPF menunjukkan nilai yang tinggi dapat menyebabkan bank mengurangi jumlah dana yang disalurkan ke dalam bentuk pembiayaan karena harus membentuk cadangan penghapusan yang besar.

Sebaliknya, semakin rendah NPF maka bank cenderung akan meningkatkan jumlah pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah (Sudarsono, 2017). Dengan kata lain, NPF berhubungan negatif dengan pembiayaan murabahah bank syariah. Teori ini didukung oleh Prastanto (2013) yang menyatakan bahwa NPF berpengaruh signifikan negatif terhadap pembiayaan murabahah. Namun beda halnya dengan penelitian Kusnianingrum dan Riduwan (2016) yang menunjukkan NPF memiliki pengaruh positif terhadap pembiayaan murabahah.

Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat ketidakkonsistensian pada hasil penelitian. Maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul

β€œAnalisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing Terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah periode 2013-2017”.

1.2 Ruang Lingkup Masalah

Penelitian ini merupakan modifikasi model dari penelitian sebelumnya Wardiantika dan Kusumaningtias (2014). Penelitian sebelumnya menguji pengaruh

(24)

Indonesia Banking School

dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, non performing financing dan sertifikat wadiah Bank Indonesia terhadap pembiayaan murabahah. Pada penelitian ini, peneliti mencoba meneliti kembali penelitian sebelumnya. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada variabel SWBI, dan penelitian saat ini menggantinya dengan variabel financing to deposit ratio. Serta periode penelitian sebelumnya yaitu tahun 2008 – 2012, sedangkan penelitian saat ini menggunakan periode tahun 2013 – 2017. Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai (Rimadhani dan Erza, 2011). Karena itu pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengidentifikasi pengaruh CAR, FDR, DPK, dan NPF terhadap pembiayaan murabahah.

1.3 Identifikasi Masalah

Data Otoritas Jasa Keuangan mengenai pembiayaan berdasarkan akad menunjukkan pembiayaan murabahah merupakan skema pembiayaan yang paling banyak diminati oleh masyarakat pada perbankan syariah. Hal ini disebabkan pembiayaan murabahah dapat dijadikan tolak ukur oleh masyarakat secara umum bagi perbankan syariah (Wulandari et al, 2015). Secara umum efektivitas fungsi intermediasi perbankan syariah tetap terjaga seiring pertumbuhan dana yang dihimpun maupun pembiayaan yang relatif tinggi dibandingkan perbankan nasional, serta penyediaan akses jaringan yang meningkat dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas sehingga hal tersebut dapat membuat kinerja keuangan perbankan syariah lebih baik. Pada penelitian ini, penulis menunjukkan data yang dihimpun dari Otoritas Jasa Keuangan mengenai

(25)

9

Indonesia Banking School

pertumbuhan capital adequacy ratio (CAR), financing to deposit ratio (FDR), dana pihak ketiga, dan non performing financing (NPF) dari tahun 2013 sampai tahun 2017. Berdasarkan penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah dapat dipengaruhi oleh capital adequacy ratio (CAR), financing to deposit ratio (FDR), dana pihak ketiga, dan non performing financing (NPF).

1.4 Perumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah?

2. Apakah Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah padaa bank umum syariah?

3. Apakah Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah?

4. Apakah Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah?

1.5 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan agar penulis dapat memberikan pemahaman yang sesuai dan terarah. Penulis membatasi permasalahan pada:

1. Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia periode 2013-2017

2. Variabel yang diuji pada penelitian ini hanya pada Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Financing (NPF).

(26)

Indonesia Banking School

1.6 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap pembiayaan murabahah bank umum syariah tahun 2013 - 2017.

2. Untuk mengetahui pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap pembiayaan murabahah bank umum syariah tahun 2013 - 2017.

3. Untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap pembiayaan murabahah bank umum syariah tahun 2013 - 2017.

4. Untuk mengetahui pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap pembiayaan murabahah bank umum syariah tahun 2013 - 2017.

1.7 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan penggunanya, antara lain sebagai berikut:

1. Manfaat untuk Akademik

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada ilmu Akuntansi terutama mengenai pembiayaan murabahah bank syariah, dimana akan diketahui keterkaitan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Financing (NPF). Penelitian ini juga bermanfaat untuk memperluas pengetahuan serta dapat mengaplikasikan ilmu akuntansi pada bank syariah.

2. Manfaat untuk Praktisi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi tambahan bagi para pembaca serta pihak-pihak yang terlibat. Untuk

(27)

11

Indonesia Banking School

kalangan manajerial, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Financing (NPF) terhadap pembiayaan murabahah bank syariah. Sehingga diharapkan bank syariah mampu mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada kegiatan perbankan berbasis syariah.

1.8 Sistematika Penulisan

Secara umum, sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memberikan gambaran tentang pembiayaan Murabahah serta variabel yang mempengaruhinya sehingga penulis memilih judul β€œAnalisis Pengaruh Capital Adequacy (Bank Indonesia; Bank Indonesia)Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing Terhadap Pembiayaan Murabahah Bank Umum Syariah periode 2013-2017”. Rumusan Masalah, mengungkapkan apakah variabel yang digunakan berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

Pembatasan Masalah, menjelaskan mengenai batasan terhadap pembahasan penelitian. Tujuan Penelitian, untuk mengetahui pengaruh variabel terhadap pembiayaan murabahah. Manfaat Penelitian, untuk mengetahui manfaat yang dihasilkan penelitian ini. Sistematika Penulisan, menjelaskan secara ringkas mengenai isi pokok sub-bab dalam penelitian ini.

(28)

Indonesia Banking School

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan teori mengenai perbankan syariah dan pembiayaan murabahah serta berbagai landasan teori lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, hasil penelitian terdahulu dan pengembangan antar variabel yang membentuk hipotesis penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan mengenai metode penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder, Objek penelitian, model penelitian, metode pengambilan sampel, variabel dan operasionalisasi variabel, teknik pengolahan dan analisis data, dan teknik pengujian hipotesis.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum objek penelitian yaitu Bank Umum Syariah di Indonesia, analisis dan pembahasan hasil penelitian pengaruh Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing terhadap Pembiayaan Murabahah, dan implikasi manajerial.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis pada bab sebelumnya, saran bagi peneliti selanjutnya, dan keterbatasan penelitian.

(29)

13 Indonesia Banking School

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Agency Theory

Agency Theory diperkenalkan oleh Jensen dan Meckling (1976) dengan menggambarkan teori hubungan diantara principal dan agen, dimana principal telah mendelegasikan wewenang kepada agen dalam mengelola usaha serta mengambil keputusan yang berkaitan (Wahyuni, 2016). Terdapat dua pihak yang berhubungan dalam agency theory, yaitu pihak principal yang berperan sebagai pemilik sumber daya ekonomis, dan agent yang berperan untuk mengendalikan sumber daya tersebut. Namun dalam penerapannya dapat terjadi perbedaan kepentingan yang menyebabkan asimetri informasi dari agen terhadap principal.

Agency Theory dapat terjadi pada lembaga keuangan syariah pada skema penyaluran produk pembiayaan yang berbasis jual beli pada perbankan syariah. Hal ini dapat dilihat ketika pihak principal memberikan amanat kepada agen untuk melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati antara kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli (Mizan, 2016).

Keterkaitan Agency Theory pada penelitian ini terletak pada variabel CAR terhadap pembiayaan murahabah. Hal ini dapat dilihat ketika bank memiliki modal yang tinggi, maka pihak principal ingin memperoleh keuntungan maksimal dengan mengeluarkan biaya yang efisien atas aktiva yang dikerjakan. Sedangkan pihak agen lebih mengetahui dan memahami kondisi kinerja suatu perusahaan, sehingga akan memilih keputusan lain untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari

(30)

Indonesia Banking School

perusahaan tersebut. Adapun pihak agen akan memilih untuk menyalurkan pembiayaan murabahah lebih tinggi lagi karena bank memiliki modal yang tinggi untuk menunjang aktiva yang dikerjakan, guna mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi pula.

Keterkaitan Agency Theory pada penelitian ini terletak pada variabel FDR terhadap pembiayaan murahabah. Ketika bank memiliki nilai pembiayaan yang tinggi, maka bank akan mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi pula. Disini pihak principle akan menginginkan keuntungan yang besar. Namun pihak agen lebih mengetahui kondisi dan strategi yang tepat untuk dijalankan oleh perbankan guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar pula.

Keterkaitan Agency Theory pada penelitian ini terletak pada variabel DPK terhadap pembiayaan murahabah. Sumber dana bank dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, salah satunya dapat digunakan sebagai pemenuhan operasional. Pihak principle lebih menginginkan dana tersebut digunakan untuk disalurkan menjadi pembiayaan murabahah guna mendapat keuntungan yang tinggi. Namun pihak agen lebih mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi oleh bank, sehingga diperlukan diskusi untuk menentukan keputusan yang akan dipilih.

Keterkaitan Agency Theory pada penelitian ini terletak pada variabel NPF terhadap pembiayaan murahabah. Ketika nilai pembiayaan macet bank begitu besar, maka bank akan mengalami kerugian sehingga porsi pembiayaan murabahah yang disalurkan akan menjadi berkurang. Pihak principle akan memerintahkan agen untuk mengurangi tingkat pembiayaan yang akan disalurkan, karena bank

(31)

15

Indonesia Banking School

sedang berusaha menutupi kerugian yang ditimbulkan akibat tingginya nilai pembiayaan macet.

2.2 Bank Syariah

2.2.1 Pengertian Perbankan Syariah

Menurut Undang – Undang Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008, Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan, Bank Syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS, adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah.

Dalam melaksanakan jasa perbankan melalui kegiatan penghimpunan dana, penyaluran dana dan pelayanan jasa bank, bank wajib memenuhi Prinsip Syariah. Menurut PBI No. 10/16/PBI/2008, pemenuhan Prinsip Syariah dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan pokok hukum Islam antara lain prinsip keadilan dan keseimbangan (β€˜adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), dan universalisme (alamiyah) serta tidak mengandung unsur:

(32)

Indonesia Banking School

a. Gharar adalah transaksi yang objeknya tidak jelas, tidak dimiliki, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak dapat diserahkan pada saat transaksi dilakukan.

b. Maysir, yaitu transaksi yang digantungkan kepada suatu keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan.

c. Riba, yaitu adalah pemastian penambahan pendapatan secara tidak sah (bathil) antara lain dalam transaksi pertukaran barang sejenis yang tidak sama kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan (fadhl), atau dalam transaksi pinjam-meminjam yang mempersyaratkan nasabah penerima fasilitas mengembalikan dana yang diterima melebihi pokok pinjaman karena berjalannya waktu (nasiah).

d. Zalim, adalah transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lainnya.

e. Objek Haram, yaitu suatu barang atau jasa yang diharamkan dalam prinsip Syariah.

2.2.2 Fungsi Perbankan Syariah

Kegiatan perbankan yang dilakukan oleh perbankan syariah tidak berbeda dengan kegiatan yang dilakukan oleh perbankan konvensional. Yaitu sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. (bi.go.id)

(33)

17

Indonesia Banking School

Dalam undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah, pasal 4 dijelaskan fungsi bank syariah sebagai berikut :

1. Bank Syariah dan UUS wajib menjalankan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat.

2. Bank Syariah dan UUS dapat menjalankan fungsi social dalam bentuk lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat.

3. Bank Syariah dan UUS dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan menyalurkannya kepada penglola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak pemberi wakaf (wakif).

4. Pelaksanaan fungsi sosial sebagaimana dimaksud ayat (2) dan ayat (3) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Yusuf et al (2010:25) bank syariah memiliki fungsi sebagai berikut:

A. Fungsi Manajer Investasi

Bank syariah merupakan manajer investasi dari pemilik dana (shahibul maal) dari dana yang dihimpun dengan prinsip mudharabah (dalam perbankan lazim disebut dengan deposan atau penabung), karena besar- kecilnya imbalan (bagi hasil) yang diterima oleh pemilik dana, sangat tergantung pada hasil usaha yang diperoleh (dihasilkan) oleh bank syariah dalam mengelola dana (khususnya dana mudharabah).

Bank syariah dapat menghimpun dana yang besar, kemudian dalam penyaluran dana dilakukan tidak efektif, kurang memperhatikan prinsip-

(34)

Indonesia Banking School

prinsip kehati-hatian, sembarangan sehingga banyak yang macet atau banyak yang dikategorikan bermasalah (non performing), banyaknya penyaluran dana yang tidak melakukan pembayaran angsuran, maka membawa dampak hasil usaha yang diikuti aliran kas masuk (cash basis) hanya kecil atau sedikit yang diterima. Dengan adanya hasil usaha yang cash basis kecil maka pendapatan yang akan dibagi antara bank syariah dan shahibul maal juga kecil, yang akhirnya membawa dampak kecilnya bagi hasil yang diterima oeh pemilik dana (shahibul maal). Begitu sebaliknya jika penyaluran dana yang tidak besar, namun dilakukan dengan efektif, efisien dan produktif, dan kualitas penyaluran dana yang baik sehingga banyak debitur yang melakukan pembayaran angsuran atau pembayaran bagi hasil yang diterima dari nasabah pengelola dana (mudharib) banyak, akan membawa dampak pada hasil usaha yang akan dibagi antara bank syariah sebaga pengelola dana dan pemilik dana juga besar, yang mengakibatkan pendapatan bagi hasil diterima pemilik dana juga besar.

B. Fungsi Investor

Bank syariah menjalankan fungsi investor dengan melakukan penerima pendapatan dan kualitas aktiva produktif yang sangat baik menjadi tujuan yang penting dalam penyaluran dana, karena pendapatan yang diterima dalam penyaluran dana inilah yang akan dibagikan kepada pemilik dana (deposan atau penabung, mudharabah).

Bank syariah menginvestasikan dana yang disimpan pada bank tersebut (dana pemilik bank maupun dana rekening investasi) dengan menggunakan

(35)

19

Indonesia Banking School

alat investasi yang sesuai dengan syariah. Investasi yang sesuai dengan syariah tersebut meliputi akad murabahah, akad ijarah, akad musyarakah, akad mudharabah, akad salam atau istishna’, pembentukan perusahaan atau akuisisi pengendalian atau kepentingan lain dalam rangka mendirikan perusahaan, memperdagangkan produk. Hasil usaha yang diperoleh dibagikan kepada pihak yang memberikan kontribusi dana (shahibul maal), dan bank syariah menerima bagian keuntungan sebagai mudharib sesuai yang disepakati antara pemilik dana dan bank sebagai pengelola, sebelum pelaksanaan akad.

C. Fungsi Jasa Perbankan.

Dalam menjalankan fungsi ini, bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank non syariah, seperti misalkan memberikan layanan kliring, transfer, inkaso, pembayaran gaji dan sebagainya, hanya saja yang sangat diperhatikan adalah prinsip-prinsip syariah yang tidak boleh dilanggar. Bank syariah memberikan jasa transfer, inkaso, kliring dengan prinsip wakalah;

menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat-surat berharga berdasarkan prinsip wadiah yad amanah; memberikan layanan letter of credit (L/C) dengan prinsip wakalah; memberikan layanan bank garansi dengan prinsip kafalah; melakukan kegiatan wali amanat dengan prinsip wakalah;

memberikan layanan penukaran uang asing dengan prinsip sharf dan sebagainya.

D. Fungsi Sosial

(36)

Indonesia Banking School

Dalam konsep perbankan syariah mengharuskan bank-bank syariah memberikan pelayanan sosial apakah melalui dana Qard (pinjaman kebajikan) atau zakat dan dana sumbangan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Bank syariah harus memegang amanah dalam menerima ZIS atau dana kebajikan lainnya dan menyalurkan kepada pihak-pihak yang berhak untuk menerimanya dan atas semua itu haruslah dibuatkan laporan sebagai pertanggung jawab dalam pemegang amanah tersebut.

2.3 Prinsip Murabahah 2.3.1 Pengertian Murabahah

Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. (Yusuf et al, 2010:163). Sedangkan menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional 2017, murabahah adalah akad jual beli suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayamya dengan harga yang lebih sebagai laba.

Dewan Syariah Nasional menetapkan aturan mengenai murabahah yang tertera pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No:1l/DSN- MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli Murabahah. Adapun ketentuan umum mengenai murabahah yaitu:

1. Akad bai' al-murabahah adalah akad jual beli suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayamya dengan hargayang lebih sebagai laba.

2. Penjual (al-Ba'l') adalah pihak yang melakukan penjualan barang dalam akad jual beli, baik berupa orang (Syakhshiyah thabi'iyah /natuurlijke

(37)

21

Indonesia Banking School

persoon) maupun yang dipersamakan dengan orang, baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum (syakhshiyah i'tibariah/syakhshiyah huhniyah- rechtperson).

3. Pembeli (al-Musytari) adalah pihak yang melakukan pembelian dalam akad jual beli, baik berupa orang (Syakhshiyah thabi'iyah/ natuurlijke persoon) maupun yang dipersamakan dengan orang baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum (Syakhshiyahi' tib ariah/ syakhshiyah hulcrniyah/ rechtsperson)

4. Witayah ashliyyah adalah kewenangan yang dimiliki oleh penjual karena yang bersangkutan berkedudukan sebagai pemilik.

5. Wilayah niyabiyyah adalah kewenangan yang dimiliki oleh penjual karena yang bersangkutan berkedudukan sebagai wakil dari pemilik atau wali atas pemilik.

6. Mutsman/mabi' adalah barung yang dijual; mutsman/mabi- merupakan imbangan atas tsaman yang dipertukarkan.

7. Ra's mal al-murabahah adalah harga perolehan dalam akad jual beli murabahah yang berupa harga pembelian (pada saat belanja) atau biaya produksi berikut biaya-biaya yang boleh ditambahkan.

8. Tsaman al-murabahah adalah harga jual dalam akad jual beli murabahah yang berupa ra's mal al-murabahah ditambah keuntungan yang disepakati.

(38)

Indonesia Banking School

9. Bai' al-murabahah al-'adiyyah adalah akad jual beli murabahah yang dilakukan atas barang yang sudah dimiliki penjual pada saat barang tersebut ditawarkan kepada calon pembeli.

10.Bai' al-murabahah li al-amir bi al-syira' adalah akad jual beli murabahah yang dilakukan atas dasar pesanan dari pihak calon pembeli.

11. At-Tamwil bi al-murabaha (pembiayaan murabahah) adalah murabahah yang pembayaranharganya tidak tunai.

12. Bai' al-muzayadah adalah jual beli dengan harga paling tinggi yang penentuan harga (tsaman) tersebut dilakukan melalui proses tawar menawar.

13.Bai' al-munaqashah adalah jual beli dengan harga paling rendah yang penentuan harga (tsaman) tersebut dilakukan proses tawar menawar.

14.Al-Bai' al-hal jual beli yang pembayaran harganya dilakukan secara tunai.

15.Al-Bai' bi al aqs adalah jual beli yang pembayaran harganya dilakukan secara angsur/bertahap.

16.Bai' al-muqashshah adalah jual beli yang pembayaran harganya dilakukan melalui pedumpaan utang.

17.Khiyana Tadlis adalah bohongnya penjual kepada pembeli terkait penyampaian ra's mal murabahah.

2.3.2 Jenis Akad Murabahah

Menurut Yusuf et al (2010:164), murabahah sesuai jenisnya dapat dikategorikan dalam:

(39)

23

Indonesia Banking School

1. Murabahah tanpa pesanan artinya ada yang beli atau tidak, bank syariah menyediakan barang

2. Murabahah berdasarkan pesanan artinya bank syariah baru akan melakukan transaksi jual beli apabila ada yang pesan. Murabahah berdasarkan pesanan dapat dikategorikan dalam:

a. Sifatnya mengikat artinya murabahah berdasarkan pesanan tersebut mengikat untuk dibeli oleh nasabah sebagai pemesan.

b. Sifatnya tidak mengikat artinya walaupun nasabah telah melakukan pemesanan barangan, namun nasabah tidak terikat untuk membeli barang tersebut.

2.3.3 Perbedaan jual beli murabahah dengan pembiayaan konsumen

Menurut Rivai et al (2012:320) terdapat beberapa perbedaan antara jual beli murabahah dengan pembiayaan konsumen, antara lain yaitu:

a. Harga jual pembiayaan konsumen biasanya memakai tingkat bunga yang tergantung situasi pasar, sedangkan tingkat keuntungan murabahah bersifat tetap, sehingga harga jual tidak boleh berubah. Jadi, sejak awal perjanjian sampai dengan masa pelunasan, bank syariah tidak diperbolehkan mengubah harga yang telah diperjanjikan.

b. Akad murabahah adalah akad jual beli, sehingga diwajibkan adanya suatu barang yang diperjual belikan. Barang yang diperjual beilkan tersebut berupa harta yang jelas harganya, seperti mobil atau motor. Sedangkan akad pembiayaan konsumen adalah akad pinjam meminjam. Dalam hal ini belum tentu ada barangnya. Pada pembiayaan konsumen, nasabah diberi uang yang

(40)

Indonesia Banking School

akan dipergunakan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dalam praktiknya, sering kali terjadi penyalahgunaan pemakaian.

c. Dalam jual beli murabahah, utang nasabah adalah sebesar harga jual. Harga jual adalah harga perolehan/pembelian barang ditambah keuntungan yang disepakati. Sedangkan dalam pembiayaan konsumen, utang nasabah adalah sebesar pokok kredit ditambah bunga.

2.4 Capital Adequacy Ratio

Menurut Peraturan Bank Indonesia No. 17/11/ PBI/2015, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang selanjutnya disingkat KPMM adalah rasio antara modal terhadap aset tertimbang menurut risiko sebagaimana dimaksud dalam ketentuan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bank umum. Rasio CAR adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber diluar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman (utang), dan lain- lain (Dendawijaya, 2009:121). Menurut Ali dan Miftahurrohman (2016) Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko, misalnya pembiayaan yang diberikan.

Menurut Kasmir (2014:44) Rasio CAR merupakan perbandingan anatara rasio modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan sesuai ketentuan pemerintah CAR tahun 1999 minimal harus 8%.

(41)

25

Indonesia Banking School

Berikut ini adalah rumus untuk menghitung rasio CAR : 𝐢𝐴𝑅 = π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™

π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘–π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘” π‘€π‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘ π‘…π‘–π‘ π‘–π‘˜π‘œ Γ— 100%

Menurut PBI No. 15/12/PBI/2013, bank wajib menyediakan modal minimum sesuai dengan profil risiko. Penyediaan modal minimum sebagaimana yang dimaksud yaitu ;

a. 8% (delapan persen) dari Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Bank dengan profil risiko peringkat 1 (satu);

b. 9% (sembilan persen) sampai dengan kurang dari 10% (sepuluh persen) dari ATMR untuk Bank dengan profil risiko peringkat 2 (dua);

c. 10% (sepuluh persen) sampai dengan kurang dari 11% (sebelas persen) dari ATMR untuk Bank dengan profil risiko peringkat 3 (tiga); atau

d. 11% (sebelas persen) sampai dengan 14% (empat belas persen) dari ATMR untuk Bank dengan profil risiko peringkat 4 (empat) atau peringkat 5 (lima).

2.5 Financing Deposit Ratio

Financing to Deposit Ratio (FDR) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah dengan jumlah dana yang dihimpun oleh bank syariah. Dana yang disalurkan oleh bank merupakan dana pihak ketiga yaitu giro, tabungan, dan deposito. Semakin tinggi angka FDR suatu bank, berarti digambarkan sebagai bank yang kurang likuid dibanding bank yang mempunyai angka rasio lebih kecil (Rivai et al, 2010:784).

Financing to Deposit Ratio (FDR) menjadi tolak ukur untuk memperlihatkan kinerja perbankan dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan pembiayaan yang telah diberikan sebagai sumber

(42)

Indonesia Banking School

likuiditasnya. Semakin besar pembiayaan yang disalurkan oleh bank maka akan semakin terlihat kinerja bank dalam hal pembiayaan serta melihat sejauh mana kemampuan bank untuk mengembalikan penarikan dana yang telah dilakukan kepada deposan (Kusnianingrum dan Riduwan, 2016).

Financing to Deposit Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

𝐹𝐷𝑅 =π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘–π‘ π‘Žπ‘™π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π·π‘Žπ‘›π‘Ž Γ— 100%

2.6 Dana Pihak Ketiga

Menurut Undang – Undang Perbankan Syariah No. 10 tahun 2008, Bank Umum Syariah memiliki kegiatan untuk menghimpun dana dalam bentuk Simpanan berupa Giro, Tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan Akad wadi’ah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah. Adapun Yang dimaksud dengan β€œAkad wadi’ah” adalah Akad penitipan barang atau uang antara pihak yang mempunyai barang atau uang dan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang atau uang.

Menurut Kasmir (2014:58) sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Hal ini sesuai dengan fungsinya bahwa bank adalah lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang jual beli uang. Tentu saja sebelum menjual uang (memberikan pinjaman) bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank mencari keuntungan.

(43)

27

Indonesia Banking School

Adapun sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai berikut :

1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri. Secara garis besar pencarian dana sendiri terdiri dari :

a. Setoran modal pemegang saham

b. Cadangan-cadangan bank, yaitu cadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada pemegang sahamnya.

c. Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu.

2. Dana yang berasal dari masyarakat luas.

Adapun sumber dana dari masyarakat luas dapat dilakukan dalam bentuk : a. Simpanan giro

b. Simpanan tabungan c. Simpanan deposito

3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya.

Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari : a. Kredit likuiditas Bank Indonesia

b. Pinjaman antarbank (callmoney) c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri d. Surat Berharga Pasar Uang (SPBU).

Sehingga dapat disimpulkan rumus untuk menghitung Dana Pihak Ketiga yaitu :

Dana Pihak Ketiga = Tabungan + Giro + Deposito

(44)

Indonesia Banking School

2.7 Non Performing Financing

Menurut SE BI No. 17/19/DPUM tahun 2015, Non Performing Loan/Non Performing Financing (NPL/NPF) total Kredit atau Pembiayaan adalah penjumlahan Kredit atau Pembiayaan dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet yang disalurkan Bank Umum. Perhitungan rasio NPL/NPF total Kredit atau Pembiayaan dilakukan dengan membandingkan total NPL/NPF terhadap total Kredit atau Pembiayaan Bank Umum.

Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia kategori yang termasuk dalam NPF adalah pembiayaan kurang lancar, diragukan dan macet. Salah satu risiko usaha bank menurut Peraturan Bank Indonesia adalah risiko pembiayaan, yang didefinisikan: risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi kewajiban (Rimadhani, 2011: 35).

Menurut PBI No.13/13/PBI/2011 penetapan kualitas Kredit dilakukan dengan melakukan analisis terhadap faktor penilaian pada prospek usaha, kinerja (performance) debitur, dan kemampuan membayar. Adapun penilaian kualitas Kredit menurut ketepatan pembayaran pokok dan margin ditetapkan menjadi:

a. Lancar, Pembayaran angsuran tepat waktu dan tidak ada tunggakan.

b. Dalam Perhatian Khusus. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin belum melampaui 3 (tiga) bulan.

c. Kurang Lancar. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin telah melampaui 3 (tiga) bulan namun belum melampaui 6 (enam) bulan.

(45)

29

Indonesia Banking School

d. Diragukan, jika terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin telah melampaui 6 (enam) bulan namun belum melampaui 9 (sembilan) bulan.

e. Macet. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin telah melampaui 9 (sembilan) bulan.

Adapun rumus untuk menghitung Non Performing Finance adalah sebagai berikut :

π‘π‘œπ‘› π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘“π‘œπ‘Ÿπ‘šπ‘–π‘›π‘” πΉπ‘–π‘›π‘Žπ‘›π‘π‘–π‘›π‘” =π‘ƒπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ƒπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘Žπ‘› Γ— 100%

2.9 Penelitian Terdahulu

Berikut ini merupakan penelitian – penelitian terdahulu tentang capital adequacy ratio, financing to deposit ratio, dana pihak ketiga, dan non performing financing.

Penelitian Mustika Rimadhani dan Osni Ezra (2011) berjudul β€œAnalisis Variabel – Variabel yang Mempengaruhi Pembiayaan Murabahah pada Bank Syariah Mandiri Periode 2008 – 2011”. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel DPK, Margin Keuntungan, FDR dan NPF. Dan variabel dependen yang digunakan yaitu Pembiayaan Murabahah. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah Multiple Linear Regression. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa DPK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah, Margin Keuntungan dan FDR tidak memiliki pengaruh terhadap pembiayaan murabahah, NPF memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan

(46)

Indonesia Banking School

murabahah. Persamaan dengan penelitian penulis terletak pada variabel dependen yaitu pembiayaan murabahah. Perbedaan penelitian terletak pada variabel independen yaitu capital adequacy ratio dan objek penelitian yang lebih luas, tidak hanya Bank Syariah Mandiri.

Penelitian Kristia Octavina & Emile Satia Darma (2012) berjudul

β€œPengaruh Kas, Bonus SWBI (Sertifikat Wadiah Bank Indonesia), Marjin Keuntungan, dan Dana Pihak Ketiga Terhadap Pembiayaan Murabahah”. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kas, Bonus SWBI, Marjin Keuntungan, dan Dana Pihak Ketiga. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pembiayaan Murabahah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan metode dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan penelusuran secara manual maupun computer. Data dokumentasi diperoleh dari situs Bank Indonesia (www.bi.go.id) dan sumber referensi lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel kas tidak memiliki pengaruh terhadap Pembiayaan Murabahah, variabel bonus SWBI memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah, variabel marjin keuntungan, dan DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Perbedaan penelitian yang dilakukan penulis yaitu variabel independen capital adequacy ratio, financing to deposit ratio, dan non performing financing.

Penelitian Fauziyah Adzimatinur (2014) berjudul β€œFaktor – Faktor yang Mempengaruhi Besaran Pembiayaan Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2010 – 2013”. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu NPF, ROA,

(47)

31

Indonesia Banking School

FDR, DPK, BOPO dan tingkat bagi hasil. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah. Hasil pada penelitian ini yaitu variabel NPF dan ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan, sedangkan variabel FDR, DPK, BOPO dan tingkat bagi hasil memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan.

Penelitian Lifstin Wardiantika dan Rohmawati Kusumaningtias (2014) berjudul β€œPengaruh DPK, CAR, NPF, dan SWBI Terhadap Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah tahun 2008-2012”. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu DPK, CAR, NPF, dan SWBI. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pembiayaan Murabahah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah. SWBI dan CAR tidak berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah. Dan NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.

Penelitian Devi Kusnianingrum dan Akhmad Riduwan (2016) berjudul

β€œDeterminan Pembiayaan Murabahah (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri)”.

Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu DPK, CAR, NPF, dan FDR. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pada Bank Syariah Mandiri periode 2010-2014 dengan mengambil runtun waktu secara triwulanan, diperoleh sampel penelitian sebanyak 20 triwulan dengan 100 observasi. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dengan Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistika t) Hasil penelitian ini menunjukkan variabel CAR, NPF,

(48)

Indonesia Banking School

FDR dan DPK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.

Penelitian Fika Azmi (2015) berjudul β€œFaktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah di Indonesia.

Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Dana Pihak Ketiga, Non Performing Financing, Margin Murabahah, Inflasi, dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah. Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil biasa atau Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel DPK dan margin murabahah memiliki pengaruh positif terhadap pembiayaan murabahah, NPF, inflasi, dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah tidak memiliki pengaruh terhadap pembiayaan murabahah.

Penelitian Prastanto (2013) berjudul β€œFaktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia”. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yaitu NPF, FDR, QR, ROE dan DER. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Proporsi Pembiayaan Murabahah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap pembiayaan murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan populasi laporan keuangan triwulan dari seluruh Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia pada periode tahun 2009-2011. Pengambilan sampel yaitu 3 Bank Umum Syariah menggunakan metode purposive sampling.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variabel FDR, QR dan ROE memiliki pengaruh

(49)

33

Indonesia Banking School

positif terhadap pembiayaan murabahah. Sedangkan NPF dan DER berpengaruh negatif terhadap pembiayaan murabahah.

Penelitian Herni Ali dan Miftahurrohman (2016) berjudul β€œDeterminan yang Mempengaruhi Pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah di Indonesia”. Variabel independen pada penelitian ini yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), tingkat suku Bunga pembiayaan, Produk Dometsik Bruto, Return On Asset, Inflasi dan Non Performing Financing (NPF). Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah regresi berganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini Dana Pihak Ketiga (DPK), inflasi, PDB dan ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pembiayaan Murabahah pada Bank Syariah di Indonesia.Adapun Non Performing Financing (NPF) dan BOPO tidak memiliki pengaruh terhadap Pembiayaan Murabahah pada Bank Syariah di Indonesia, sedangkan Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pembiayaan Murabahah. CAR dan tingkat suku bunga pembiayaan berpengaruh negatif.

Penelitian Heri Sudarsono (2017) berjudul β€œModelling Respon Rasio Keuangan terhadap Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia”. Variabel independen pada penelitian ini yaitu CAR, FDR, BOPO, DPK, dan TBH. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu Pembiayaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa data runtut waktu (time series).

(50)

Indonesia Banking School

Untuk melihat kointegrasi antara dua atau beberapa variabel dilakukan uji kointegrasi penelitian ini mengunakan estimasi maksimum likehood kointegrasi yang diusulkan oleh Johansen untuk menguji apakah ada kointegrasi di antara variabel. Selain itu uji Johansen digunakan untuk untuk menemukan jumlah kointegrasi kelompok vektor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DPK, CAR, FDR, dan TBH memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang terhadap pembiayaan. Dan BOPO memiliki pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang terhadap pembiayaan.

Penelitian M. Fauzan (2017) berjudul β€œPengaruh Dana Pihak Ketiga dan Modal Sendiri terhadap Pembiayaan Murabahah”. Variabel independen pada penelitian ini yaitu DPK dan modal sendiri. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah. Sampel pada penelitianini adalah laporan keuangan PT. BPRS Al-Yaqin periode 2013-2015 yang berasaldari laporan keuangan PT.

BPRS Al-Yaqin. Regresi linier berganda digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan secara serempak bahwa variabel DPK dan modal sendiri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.

Tabel 2.1. Hasil Penelitian Terdahulu

No. Penulis dan Tahun

Metodologi Penelitian Hasil Penelitian 1 Mustika

Rimadhani dan Osni Erza. Vol.

19, No. 1, April 2011. Media Ekonomi

Jenis Penelitian:

Kuantitatif X1 = DPK,

X2 = Margin

Keuntungan, X3 = NPF, X4 = dan FDR

Y = Pembiayaan Murabahah

DPK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah, Margin Keuntungan dan FDR tidak memiliki pengaruh terhadap pembiayaan murabahah, NPF memiliki pengaruh negatif dan signifikan

Referensi

Dokumen terkait