• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pengaruh indikator dalam teori human

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pengaruh indikator dalam teori human"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH INDIKATOR DALAM TEORI HUMAN CAPITAL TERHADAP KEMUDAHAN MAHASISWA DALAM

MENDAPATKAN PEKERJAAN (Studi Pada Alumni Ilmu Ekonomi UB Lulusan Tahun 2013-2015)

SKRIPSI

Dwityo Adi Nugroho 115020107111045

Skripsi Ini Merupakan Salah Satu Syarat Untuk Meraih Derajat Sarjana Ekonomi

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2015

(2)

ANALISIS PENGARUH INDIKATOR DALAM TEORI HUMAN CAPITAL TERHADAP KEMUDAHAN MAHASISWA DALAM MENDAPATKAN PEKERJAAN (Studi Pada

Alumni Ilmu Ekonomi UB Lulusan Tahun 2013-2015)

Dwityo Adi Nugroho Mochamad Affandi., SE., Su.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Email: [email protected]

Mendapatkan pekerjaan merupakan keharusan bagi para lulusan atau angkatan kerja, termasuk para lulusan Ilmu Ekonomi FEB UB. Para lulusan dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan sebagai modal untuk mencari pekerjaan. Penelitian ini dimulai dengan melakukan analisa dan identifikasi indikator-indikator dalam teroi human capital yang dapat mempengaruhi lulusan Ilmu ekonomi FEB UB dalam mendapatkan pekerjan. Setelah indikator penentu dari teori Human Capital didapatkan, maka dilakukan spesifikasi model dan dimensi untuk pemodelan ekonometrik dan penyusunan kuisioner, yaitu dengan merumuskan persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antar indikator sesuai dengan teori Human Capital. Kemudian dilakukan penaksiran atau estimasi parameter hubungan-hubungan diantara indikator-indikator yang terdapat dalam model. Tahapan bnerikutnya adalah pencarian data untuk pemodelan ekonometrik melalui penyebaran kuisioner. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan regresi untuk menghasilkan model ekonometrik. Selanjutnya dilakukan peramalan mengenai pengaruh teori Human capital terhadap kemudahan lulusan Ilmu Ekonomi FEB UB dalam mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus.

Kata Kunci: Human Capital, Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan, Lulusan Ilmu Ekonomi FEB UB.

A. Pendahuluan

Indonesia sebagai sebuah Negara berkembang menganggap pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteran melalui pemanfaatan kesempatan kerja yang ada. Sebagian

besar masyarakat Indonesia berusaha untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin sebelum memasuki dunia kerja.

Menjalankan pendidikan setinggi mungkin diharapkan untuk lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Namun pada

(3)

kenyataannya tidak semua sarjana lulusan universitas yang dengan mudah mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus dan mendapatkan gelar. Hal tersebut mungkin terjadi karena banyak mahasiswa yang tidak memiliki dan menguasai skill lain yang mumpuni untuk dapat menunjang kompetensi individu agar dapat bersaing didunia kerja. Kurangnya skill atau keterampilan yang mumpuni untuk memasuki dunia kerja, sekalipun seseorang telah menempuh pendidikan yang tinggi dengan nilai yang tinggi pula, mereka tidak akan memiliki nilai jual jika keterampilan yang dimiliki rendah. Keterampilan juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan, baik itu keterampilan dalam bidang pekerjaan ataupun keterampilan sosial.

Lulusan sarjana memiliki tingkat pengangguran sebesar 5,04% dari seluruh angkatan kerja, sementara lulusan SMK dan sederajat sebesar 9,6% dengan total pengangguran di Indonesia sebesar 7,17 juta atau sekitar 5,92% dari total angkatan kerja. Berdasarkan data tersebut, terdapat 368.532 lulusan sarjana yang menganggur setiap tahunnya dengan daya serap lulusan srjana sebesar 49,14% per tahun.

Sedangkan yang menganggur dari lulusan SMK sebesar 656.72 siswa per tahunnya, dengan daya serap sebesar 56,22% per tahun. Bila mengacu pada kondisi tersebut, jelas lulusan SMK dan sederajat lebih berpeluang mendapatkan pekerjaan

dibandingkan dengan lulusan sarjana.

(Antaranews, 2013).

Mengacu pada beberapa

permasalahan yang telah peneliti uraikan sebelumnya, peneliti mencoba memasukkan variabel human capital dalam mempengaruhi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan kelak ketika telah meraih gelar sarjana. Karena bagi peneliti, variabel tersebut memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi mahasisa yang ingin mendapatkan pekerjaan ketika telah meraih gelar sarjana. Human capital dapat dijadikan sebagai investasi non fisik mahasiswa ketika sedang melakukan pendidikan. Atau bisa juga diartikan sebagai sejumlah dana yang dikeluarkan dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi. Penghasilan selama proses investasi ini sebagai imbalannya dan diharapkan memperoleh tingkat penghasilan yang lebih tinggi untuk mampu mencapai tingkat konsumsi yang lebih tinggi pula. Investasi yang demikian disebut dengan human capital (Payaman J.

Simanjuntak, 1985). Istilah modal manusia (human capital) ini dikenal sejak tiga puluh tahun lalu ketika Gary S. Becker, seorang penerima Nobel di bidang ekonomi membuat sebuah buku yang berjudul Human Capital (Becker, 1964 dalam Agus Iman Solihin, 1995). Manusia sebagai human capital tercermin dalam bentuk pengetahuan, gagasan (ide), kreativitas,

(4)

keterampilan, dan produktivitas kerja. Tidak seperti bentuk kapital lain yang hanya diperlakukan sebagai tools, human capital ini dapat menginvestasikan dirinya sendiri melalui berbagai bentuk investasi SDM, diantaranya pendidikan formal, pendidikan informal, pengalaman kerja, kesehatan, dan gizi serta transmigrasi (Fattah, 2004).

Human capital berbeda dengan human resources management, namun keduanya juga bisa bersinergis dan memiliki hubungan. Human capital lebih memandang menusia sebagai asset intangible dan human resources management memandang manusia sebagai cost atau beban biaya yang merugikan perusahaan.

Awal mula munculnya konsep human capital ini karena adanya pergeseran peranan sumber daya manusia. Human capital muncul dari pemikiran bahwa manusia merupakan asset yang memiliki banyak kelebihan yaitu kemampuan manuisa apabila digunakan dan disebarkan tidak akan berkurang melainkan bertambah baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi organisasi. Didalam teori human capital ini terdapat beberapa komponen yang bisa digunakan sebagai penunjang konsep modal manusia, diantaranya yaitu modal intelektual, modal emosional, modal ketabahan, modal moral, dan modal kesehatan (Ancok, 2002).

B. Tinjauan Pustaka Teori Human Capital

Human Capital sebagai nilai ekonomi dari SDM yang terkait dengan kemampuan, pengetahuan, ide-ide, inovasi, energy dan komitmen. Human capital merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, inovasi dan kemampuan seseorang untuk menjalankan tugasnya sehingga dapat menciptakan suatu nilai untuk mencapai tujuan. Pembentukan nilai tambah yang dikontribusikan oleh human capital dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya akan memberikan sustainable revenue di masa akan datang bagi suatu organisasi (Malhotra-Bontis dalam Rachmawati- Wulani, 2004).

Unsur-Unsur Human Capital

Terdapat enam komponen dari modal manusia, yakni: (1) Modal intelektual; (2) Modal emosional; (3) Modal sosial; (4) Modal ketabahan, (5) Modal moral; dan (6) Modal kesehatan (Ancok,2002). Keenam komponen modal manusia ini akan muncul dalam sebuah kinerja yang optimum apabila disertai oleh modal kepemimpinan dan modal struktur organisasi yang memberikan wahana kerja yang mendukung.

C. Metodologi Penelitian Metode Pendekatan Kuantitatif

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok ataupun tentang satu gejala atau

(5)

hubungan diantara gejala atau lebih (Soehartono, 2008).

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dengan variabel ukur yaitu indikator dalam teori Human Capital (modal intelektual, modal emosional, modal moral, modal sosial, modal ketabahan, dan modal kesehatan).

Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dan primer yang diperoleh dari dokumentasi Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FEB UB (data sekunder). Data primer yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari Kuesioner para alumni lulusan jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB tahun lulus 2013-2015.

Metode Analisis Data

Untuk menambah tingkat kevalidisitas dan ketepatan fungsi regresi untuk memperkirakan nilai aktual dapat dilihat dari goodness of fit –nya. Secara statistik dapat diperoleh dengan tahapan analisis sebagai berikut :

1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 2. Uji F-statistik

3. Uji t-statistik 4. Uji Koefisien 5. Uji Korelasi

D. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden

1. Usia Responden

Data karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No. Usia

Jumlah

Responden Persentase ( % ) 1 20 tahun - 25

tahun. 57 75

2 > 25 tahun 19 25

Jumlah 76 100

Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015 1. Jenis Kelamin Responden

Data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut:

Tabel 2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase ( % )

1 Laki – laki 41 53,9

2 Perempuan 35 46,1

Jumlah 76 100

Sumber: Data primer diolah (2015) Distribusi Frekuensi Variabel Variabel X (Human Capital)

Dalam variabel Human Capital terdapat enam indikator, yang tergambarkan melalui enam belas pernyataan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 3

(6)

Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Variabel Human Capital

Item 4 3 2 1 Jumlah Rata-rata

f % f % f % f % Jumlah %

X1 6 7.89 56 73.68 14 18.42 0 0.00 76 100 2.89

X2 3 3.95 52 68.42 20 26.32 1 1.32 76 100 2.75

X3 27 35.53 42 55.26 7 9.21 0 0.00 76 100 3.26

X4 17 22.37 50 65.79 8 10.53 1 1.32 76 100 3.09

X5 3 3.95 49 64.47 23 30.26 1 1.32 76 100 2.71

X6 4 5.26 47 61.84 25 32.89 0 0.00 76 100 2.72

X7 5 6.58 45 59.21 26 34.21 0 0.00 76 100 2.72

X8 30 39.47 45 59.21 1 1.32 0 0.00 76 100 3.38

X9 13 17.11 45 59.21 18 23.68 0 0.00 76 100 2.93

X10 4 5.26 57 75.00 15 19.74 0 0.00 76 100 2.86

X11 6 7.89 48 63.16 22 28.95 0 0.00 76 100 2.79

X12 3 3.95 44 57.89 28 36.84 1 1.32 76 100 2.64

X13 3 3.95 2 2.63 30 39.47 41 53.95 76 100 1.57

X14 10 13.16 56 73.68 10 13.16 0 0.00 76 100 3.00

X15 9 11.84 51 67.11 16 21.05 0 0.00 76 100 2.91

X16 33 43.42 41 53.95 2 2.63 0 0.00 76 100 3.41

2.85 Sumber : data primer diolah (2015)

Variabel Y (Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan)

Dalam variabel Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan terdapat empat item pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4 :

Tabel 4 : Distribusi Frekuensi Variabel Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan

Item 4 3 2 1 Jumlah

Rata-rata

F % f % f % f % Jumlah %

Y1 12 15.79 55 72.37 9 11.84 0 0.00 76 100 3.04

Y2 3 3.95 55 72.37 18 23.68 0 0.00 76 100 2.80

Y3 2 2.63 56 73.68 15 19.74 3 3.95 76 100 2.75

Y4 54 71.05 18 23.68 3 3.95 1 1.32 76 100 3.64

3.06 Sumber : data primer diolah (2015)

(7)

Uji Validitas

Pengujian validitas yang dilakukan dengan melalui program SPSS ver. 13.0 dengan mengggunakan korelasi product moment menghasilkan nilai masing-masing item pernyataan dengan skor item pertanyaan secara keseluruhan dan untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 5 : Uji Validitas Variabel

Item r Hitung Sig. r Tabel Keterangan

X1.1 0.339 0.003 0.3 Valid

X1.2 0.374 0.001 0.3 Valid

X1.3 0.478 0.000 0.3 Valid

X1.4 0.344 0.002 0.3 Valid

X2 0.438 0.000 0.3 Valid

X3.1 0.400 0.000 0.3 Valid

X3.2 0.507 0.000 0.3 Valid

X3.3 0.326 0.004 0.3 Valid

X3.4 0.446 0.000 0.3 Valid

X4.1 0.422 0.000 0.3 Valid

X4.2 0.325 0.004 0.3 Valid

X4.3 0.418 0.000 0.3 Valid

X4.4 0.397 0.000 0.3 Valid

X5 0.599 0.000 0.3 Valid

X6.1 0.384 0.001 0.3 Valid

X6.2 0.358 0.001 0.3 Valid

Y1 0.589 0.000 0.3 Valid

Y2 0.693 0.000 0.3 Valid

Y3 0.752 0.000 0.3 Valid

Y4 0.695 0.000 0.3 Valid

Sumber: Data Primer Diolah (2015)

Uji Realibilitas

Teknik pengujian reliabilitas adalah dengan menggunakan nilai koefisien reliabilitas alpha.

Kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari koefisien reliabilitas alpha lebih besar dari 0,6 maka variabel tersebut sudah reliabel (handal).

Tabel 6 : Uji Reliabilitas Variabel

No. Variabel Koefisien Reliabilitas Keterangan

1 Human capital 0.666 Reliabel

2 Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan 0.615 Reliabel

Sumber: Data primer diolah (2015)

(8)

Persamaan Regresi

Tabel 7 : Persamaan Regresi

Sumber: Data Diolah (2015)

Berdasarkan pada Tabel 4.7 didapatkan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 0,087+ 0,266 X

Dari persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

 Konstanta sebesar 0,087, menunjukkan bahwa rata – rata Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan jika tidak ada Human Capital sebesar 0,087

 Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan akan meningkat sebesar 0,266 satuan untuk setiap tambahan satu satuan X (Human Capital). Jadi apabila human capital mengalami peningkatan 1 satuan, maka Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan akan meningkat sebesar 0,266 satuan dengan asumsi variabel yang lainnya dianggap konstan.

Berdasarkan interpretasi di atas, dapat diketahui besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, antara lain Human Capital sebesar 0,266. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Human Capital berpengaruh positif terhadap Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan. Dengan kata lain,

apabila bahwa Human Capital meningkat maka akan diikuti peningkatan Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan.

Pembahasan

Analisa penelitian yang sudah dijabarkan di atas merupakan data-data yang sudah peneliti kumpulkan untuk dapat mengetahui hasil dari penelitian yang sedang dikerjakan. Responden penelitian yang peneliti kerjakan adalah Alumni Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Brawijaya Lulusan Tahun 2013 – 2015, dengan populasi berjumlah 312 orang. Peneliti menggunakan metode sampling Slovin, sehingga total responden berjumlah 76 responden, dimana laki-laki yang berjumlah 41 orang dengan persentase 53,9% dan untuk responden perempuannya berjumlah 35 orang dengan persentase 46,1%. Pada kuesioner yang dibagikan peneliti mengklasifikasikan usia yaitu 20-25 tahun berjumlah 57 responden dengan persentase 75%. Dan usia >

.087 1.616 .054 .957

.266 .035 .659 7.542 .000

(Constant) X

Model 1

B St d. Error Unstandardized

Coef f icients

Beta St andardized Coef f icients

t Sig.

(9)

25tahun berjumlah 19 responden dengan persentase 25%. Lalu, berikut adalah pembahasan hasil penelitian berdasarkan variabel X dan Y.

Pembahasan Indikator Dalam Variabel Human Capital (X)

Pada indikator yang pertama yaitu Modal Intelektual, yang terdiri dari empat penyataan, antara lain Mengikuti Kursus Bahasa Asing Selama Menempuh Kuliah Memudahkan anda Mendapatkan Pekerjaan Setelah Lulus, memiliki jumlah rata-rata penghitungan sebesar 2,89.

Bidang Ilmu Yang Anda Pelajari di Bangku Kuliah Sesuai Dengan Yang Anda Dapat Saat Ini Di Dunia Kerja, memiliki rat-rata penghitungan sebesar 2.75. Anda Mengembangkan dan Mencari Informasi Lain Terkait Mata Kuliah di Tempat Lain (Jurnal, Wikipedia, dll), memiliki rata-rata penghitungan sebesar 3.26. Anda Dapat Menerima Inovasi Dan Berbagai Perubahan Dalam Dunia Kerja dengan Cepat, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 3.09.

Berdasarkan penghitungan rata-rata yang peneliti lakukan, dari indikator Modal Intelektual rata-rata terbesar ditunjukkan oleh pernyataan Anda Mengembangkan dan Mencari Informasi Lain Terkait Mata Kuliah di Tempat Lain (Jurnal, Wikipedia, dll). Dengan total rata-rata dari keempat pernyataan sebesar 2.99. hal ini menggambarkan bahwa untuk

meningkatkan potensi diri melalui pengembangan intelektual diperlukan adanya suatu kemauan untuk berfikir dan terus memikirkan sesuatu yang baru, dimana sesuatu yang baru tersebut di aplikasikan dengan informasi dan pelajaran yang telah didapatkan mahasiswa di bangku kuliah.

Pada indikator yang kedua yaitu Modal Emosional, dengan pernyataan Anda Lebih Memilih Melakukan Debat dengan Teman Kuliah/Rekan Kerja Ketika Memiliki Perbedaan Pendapat, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,71. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan emotional intelligence sedikit banyak berpengaruh terhadap kemudahan mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus. Emotional intelligence yang dimaksudkan disini yaitu kemampuan individu dalam mengenal dan mengelola emosi diri, serta memahami emosi orang lain agar dapat mengambil tindakan yang sesuai dalam berinteraksi dengan orang lain.

Pada indikator ketiga yaitu Modal Sosial, yang terdiri dari empat pernyataan, antara lain Mengikuti Kepanitiaan Selama Menempuh Kuliah Memudahkan Anda Mendapatkan Pekerjaan Ketika Lulus, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,72. Mengikuti Keorganisasian Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Selama Menempuh Kuliah Memudahkan Anda Mendapatkan

(10)

Pekerjaan Ketika Lulus, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,72. Anda Lebih Memilih Melakukan Sharing Dengan Kepada Teman Kuliah/Rekan Kerja Ketika Menemukan Suatu Masalah memiliki rata- rata penghitungan sebesar 3,38. Serta pernyataan Dengan Mengikuti Organisasi Ketika Kuliah Anda Lebih Percaya diri dalam Berkomuniksasi dengan Orang Lain, meiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,93.

Berdasarkan penghitungan rata-rata dari Modal Sosial, rata-rata terbesar ditunjukkan oleh pernyataan Anda Lebih Memilih Untuk melakukan Sharing Kepada Teman Kuliah/Rekan Kerja Ketika Menemukan Suatu Masalah. Dengan total rata-rata dari keempat pernyataan sebesar 2,93. Hal ini menggambarkan bahwa indikator Modal Sosial yang terdapat dalam teori Human capital menekankan pada pembentukkan social network jaringan kerjasama diantara individu dengan individu yang memfasilitasi pencarian sebuah solusi dari setiappermasalahan yang mereka hadapi.

Pada indikator yang keempat yaitu Modal Ketabahan, yang terdiri dari empat pernyataan, antara lain Metode Perkuliahan Yang Didapat Selama Anda Kuliah Memudahkan Anda Untuk berkembang, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,86. Anda Butuh Penyesuaian Dalam Menerima Inovasi dan Perubahan Dalam dunia Kerja, memiliki rata-rata penghitungan

sebesar 2,79. Anda akan Menyelesaikan Dan Mencari Solusi Dari Suatu Masalah Seorang diri, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,64. Serta Anda Akan Menyerah Ketika Mengalami Kesulitan dalam Belajar, Memiliki rata-rata penghitungan sebesar 1,57.

Berdasarkan penghitungan Modal Ketabahan, rata-rata terbesar ditunjukkan pada pernyataan Metode perkuliahan Yang Didapat Selama Anda Kuliah Memudahkan Anda Untuk Berkembang. Dengan total rata-rata dari keempat pernyataan sebesar 2,46. Hal ini menggambarkan bahwa indikator Modal Ketabahan menekankan pada semangat pantang menyerah untuk terus mengembangkan potensi diri dalam situasi dan kondisi apapun, guna mencapai tujuan hidupnya dengan misi dan visi yang mereka miliki.

Pada indikator yang kelima yaitu Modal Moral, dengan pernyataan Bertanggung Jawab, dan Tetap Mengikuti Peraturan Serta Etika Yang Berlaku Selama Mengikuti Perkuliahan Memudahkan Anda Dalam Mendapatkan Pekerjaan Setelah Lulus, dengan rata-rata penghitungan sebesar 3,00. Hal ini menggambarkan bahwa individu yang berpegang pada prinsip moral etika lebih memiliki citra yang baik dan juga integritas yang tinggi. Dimana hal tersebut akan menimbulkan suatu nilai tambah individu tersebut dibandingkan dengan indivivu lainnya.

(11)

Pada indikator yang keenam yaitu Modal Kesehatan, yang terdiri dari dua pernyataan, antara lain Faktor Kesehatan Merupakan Salah Satu Faktor Penunjang Dalam Terselesaikannya Perkuliahan Anda memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,91. Serta Fisik Yang Sehat Dapat Menunjang Pekerjaan dan Membantu Anda Berfikir Secara Produktif memiliki rata-rata penghitungan sebesar 3,41. Berdasarkan penghitungan Modal Kesehatan, rata-rata terbesar ditunjukkan pada pernyataan Fisik Yang Sehat Dapat menunjang Pekerjaan Dan Membantu Anda Berfikir Secara Produktif. Dengan total rata-rata kedua pernyataan sebesar 3,16.

Hal tersebut mengambarakan bahwa diantara keenam indikator yang peneliti gunakan untuk mengukur variabel Human Capital terhadap Kemudahan Mahasiswa Mendapatkan Pekerjaan (Y), indikator Modal Kesehatan yang paling memiliki penghitungan rata-rata terbesar. Karena, badan atau raga adalah wadah untuk mendukung manifestasi semua indikator modal yang sudah peneliti jelaskan diatas.

Badan yang tidak sehat akan membuat semua indikator modal di atas tidak muncul dengan maksimal. Oleh karena itu kesehatan adalah bagian dari Human Capital yang cukup vital guna mendukung individu untuk dapat bekerja dan berfikir secara produktif.

Pembahasan Variabel Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan (Y)

Dalam variabel Kemudahan Mahasiswa Mendapatkan Pekerjaan (Y) terdapat empat item pernyataan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Antara lain, IPK Diatas Tiga Memudahkan Anda Untuk Mendapatkan Pekerjaan, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 3,04. Lamanya Pengerjaan Skripsi Mempengaruhi Kinerja Anda Dalam Dunia Kerja, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 2,80. Lamanya Menempuh Kuliah, memiliki rata-rata penghutungan sebesar 2,75. Lamanya Jarak Setelah Kelulusan dan Mendapatkan Pekerjaan, memiliki rata-rata penghitungan sebesar 3,64. Dengan total rata-rata dari keempat pernyataan sebesar 3,06.

Hal tersebut menggambarkan bahwa Lamanya Jarak Setelah Kelulusan Mempengaruhi Mahasiswa yang telah lulus untuk mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus, dalam pernyataan ini peneliti mengkategorikan jawaban menjadi empat kategori, yaitu tiga bulan (3 Bulan), enam bulan (6 bulan), sembilan bulan (9 bulan), dan lebih dari duabelas bulan (>12 bulan).

Sehingga dengan pernyataan tersebut, semakin seorang mahasiwa memiliki potensi diri yang tinggi dan memenuhi setiap indikator dalam Human Capital, akan membuat mahasiwa tersebut mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang singkat.

(12)

Pembahasan Hasil Korelasi dan Regresi Hasil perhitungan korelasi, dapat dilihat di tabel 4.9, pada tabel tersebut diketahui bahwa hasil signifikansi antara korelasi X dan Y sebesar 0,000. Hasil tersebut dapat dikatakan signifikan karena kurang dari 0,005. Selain itu, koefisien korelasi yang menunjukkan besarnya hubungan antara variabel bebas yaitu Human Capital dengan variabel terikat yaitu Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan, nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.659, nilai korelasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas yaitu Human Capital dengan Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan termasuk dalam kategori kuat karena berada pada selang 0,6 – 0,8. Hubungan antara variabel bebas yaitu Human Capital dengan Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan bersifat positif, artinya jika variabel bebas semakin ditingkatkan maka Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan juga akan mengalami peningkatan.

Untuk menghitung besarnya pengaruh atau kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, peneliti mencari koefisiensi determinasi melalui regresi linear sederhana. Dari analisis pada Tabel 4.10 diperoleh hasil R2(koefisien determinasi) sebesar 0,435. Artinya bahwa 43,5%

variabel Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan akan dipengaruhi oleh variabel bebasnya, yaitu Human capital. Sedangkan sisanya 56,5% variabel Kemudahan

Mendapatkan Pekerjaan akan dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

E. Hasil dan Pembahasan Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Human Capital terhadap kemudahan mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus dari studi perkuliahan, dengan indikator-indikator yang digunakan untuk menghitung variabel bebas Human Capital (X) terhadap variabel terikat Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan (Y). Indikator tersebut antara lain Modal Intelektual, Modal Emosional, Modal Sosial, Modal Ketabahan, Modal Moral, dan Modal Kesehatan.

Human capital diartikan sebagai investasi sumber daya manusia, dimana individu menginvestasikan dirinya untuk meningkatkan potensi yang dimiliki, salah satu caranya dengan meningkatkan pendidikannya. Dengan potensi diri yang meningkat melalui pengembangan Human Capital, secara otomatis individu tersebut akan lebih mudah untuk masuk dalam pasar tenaga kerja. Karena dengan indikator yang terdapat dalam Human Capital tersebut, seorang individu akan memiliki keahlian khusus yang akan menjadikan nilai tambah, selain dari ilmu yang sudah didapat dalam perkuliahan, dan akan membedakan

(13)

dengan individu yang lain yang tidak memiliki suatu keahlian khusus.

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta pihak Universitas Brawijaya sebagai stakehoulder disini juga memiliki beberapa upaya yang dilakukan untuk membantu setiap anggotanya, yaitu alumni atau mahasiswa yang telah lulus untuk mendapatkan pekerjaan, dengan beberapa program-program yang telah mereka buat dan jalankan. Pihak kampus juga memfasilitasi setiap fakultas untuk mendirikan job placement & information center, dimana program tersebut dapat dimanfaatkan alumni ataupun mahasiswa yang baru lulus untuk segera mencrari informasi pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki.

Berdasarkan pada penghitungan analisis regresi linier sederhana, dapat diketahui Pengaruh secara simultan (bersama-sama) tiap variabel bebas terhadap Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan dilakukan dengan pengujian F- test. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel bebas terhadap variabel

Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan dapat diterima.

Koefisien korelasi pada penelitian ini, yang menunjukkan besarnya hubungan antara variabel bebas yaitu Human Capital dengan variabel terikat yaitu Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan termasuk dalam kategori kuat. Hubungan antara variabel Human Capital dan Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan bersifat positif, artinya jika variabel bebas semakin ditingkatkan maka Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan juga akan mengalami peningkatan.

Berdasarkan penghitungan rata-rata dari total kuisioner, indikator yang memiliki hasil rata-rata tertinggi yaitu indikator Modal Kesehatan. Hal ini terjadi karena mayoritas responden menyadari bahwa faktor kesehatan adalah faktor yang terpenting guna mendukung individu untuk dapat terus berkembang. Badan atau raga yang sehat akan mendukung manifestasi semua modal yang telah peneliti sebutkan sebelumnya.

Badan yang tidak sehat akan membuat semua modal indikator Human Capital tidak keluar secara maksimal.

Penghitungan total rata-rata terendah terdapat pada indikator Modal Ketabahan.

Rendahnya rata-rata ada indikator Modal Ketabahan dapat menjelaskan bahwa mayoritas responden belum memperhatikan aspek-aspek yang terdapat dalam indikator Modal Ketabahan, seperti tiga tipe individu

(14)

yang terdapat dalam Modal Ketabahan, yaitu quitter, camper, dan climber.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi akademik maupun bagi pihak-pihak lain.

Adapun saran yang diberikan, antara lain:

1. Saran Akademik

Diharapkan pihak akademik dapat mempertahankan serta meningkatkan pelayanan terhadap indikator-indikator yang terdapat dalam Human Capital, karena variabel Human Capital mempunyai pengaruh yang dominan dalam mempengaruhi mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan, diantaranya yaitu dengan mengadakan peningkatan modal Intelektual mahasiswa melalui program- program pelatihan bahasa asing, pekan inovasi mahasiwa, mewajibkan tiap mahasiswa untuk mengikuti setiap organisasi intra fakultas dan juga mewajibkan tiap mahasiswa untuk membuat suatu acara yang melibatkan banyak massa, sehingga modal sosial mahasiwa mengalami peningkatan.

2. Saran Praktis

Bagi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan potensi dirinya melalui indikator-indikator Human Capital yang telah peneliti sebutkan diatas. Menjaga modal kesehatan pribadi, agar raga tetap sehat dan mampu untuk bekerja, belajar

dan berfikir secara positif. Serta meningkatkan modal ketabahan, karena dengan ketabahan, ide-ide, inovasi, dan juga pikiran-pikiran baru akan muncul dengan sendirinya. Ketika menghadapi kesulitan atau problem yang belum terpecahkan, hanya mereka yang tabah yang akan berhasil menyelesaikannya.

Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi Kemudahan Mendapatkan Pekerjaan diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempertimbangkan variabel-variabel lain yang merupakan variabel lain diluar variabel Human Capital yang sudah peneliti gunakan dalam penelitian ini.

(15)

F. Daftar Pustaka

Agus, Iman Solihin. 1995. Investasi Modal Manusia Melalui Pendidikan : Pentingnya Peran Pemerintah. Mini Economica 23, Jakarta, Him. : 6 — 20

Ancok, D. 1998. Membangun Kompetensi Manusia dalam Milenium Ketiga, Psikologika, No. 6, 5-17.

Ancok, D. 2002. Outbound Management Training: Aplikasi Ilmu Perilaku dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jogjakarta: UII Press.

Ancok, D. 2008. Konsep Modal Manusia.http://ancok.staff.ugm.ac.id/h18/Konsep-modal- manusia.html. Diakses 12 Juli 2015

Ariefianto, Moch. Doddy. 2012. Ekonometrika Esensi dan Aplikasi dengan Menggunakan Eviews. Jakarta: Penerbit Erlangga

Arikunto, Suharsimi 1998. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Cetakan Kedua, Rineka Cipta, Jakarta

Arfida BR. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Damanhuri, D.S. 2006. Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Persaingan Global.

http://www.duniaesai.com/ekonomi/eko61.html.Diakses 9 Agustus 2015

Djojonegoro, Wardiman, dan Suryadi, Ace.(1994). Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pembangunan, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan Pengembangan.

Firdaus, Muhammad. 2011. Ekonometrika. Edisi Kedua. Penerbit: PT Bumi Aksara.

Jakarta.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian dan Peningkatan Produktivitas Pegawai.

Grasindo Widiasarana Indonesia, Jakarta

Iik Nurulpaik. 2004. Pendidikan Sebagai Investasi. http://www.pikiran-rakyat.com/ cetak/0404/

05/teropong/lainnya05.html. Diakses 19 Agustus 2015.

Masruhin. 2013. Kompetensi Kerja Calon Sarjana Menurut Kebutuhan Pasar Tenaga Kerja (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi UB T.A 2009). Malang. Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Brawijaya.

Mathis, Robert. L dan John H Jackson. 2009. Manajemen Sumber Daya Stratejik.

Diterjemahkan oleh Diana Angelica. Jakarta: Salemba Empat.

Nurkolis. 2002. Pendidikan Sebagai. Investasi Jangka Panjang. bttp : //artikel.us/nurkolis5.html Permadi, Suhendra. 2010. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Teori

Human Capital No. 29 ISSN: 1411–2566. Majalah Ilmiah Kependidikan FKIP Uninus

(16)

Psacharopoulos, George, and Maureen Woodhall. 1985. Education for Development : An Analysis of Investment Choice. Published for The World Bank : Oxford University Press.

Rachmawati, D., dan F. Wulani. 2004. Human Capital dan Kinerja Daerah: Studi Kasus di Jawa Timur, Penelitian APTIK, April: 1-73.

Sari, Erlinda Puspita. 2014. Modal Manusia dan Produktivitas. Semarang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Simanjuntak, Payaman J. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Sumarsono, S. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan.

Graha Ilmu. Yogyakarta.

Suryadi, A. 2002. Pendidikan, Investasi SDM dan Pembangunan : Isu, Teori dan Aplikasi. PN Balai Pustaka. Jakarta.

Wijaya, Tony. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

Winters, John. 2011. Human capital, Higher Education Institutions, and Quality of Life. Regional Science and Urban Economics Vol.41 446–454. Cincinnati : Department of Economics, University of Cincinnati

Referensi

Dokumen terkait

FM-IM-3UP63X 7525100 FC….-NA… ailesinden Ex olmayan akış sensörleri için sinyal işlemcisi; çalışma gerilimi 20…30 VDC; akış hızını ve ortam sıcaklığını görüntüleyen LED çubuk; akış,