Judul Skripsi: Analisis Pengaruh Komunikasi Karyawan dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi dan Tinjauan Perspektif Islam (Studi Kasus Pada PT Jingdong Indonesia Pertama DC Marunda Warehouse). Analisis pengaruh komunikasi karyawan dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel moderasi dan tinjauan perspektif Islam (studi kasus PT Jingdong Indonesia Pertama DC Marunda Warehouse).
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Apakah motivasi dapat memoderasi pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pekerja gudang PT Jingdong Indonesia Pertama? Untuk menganalisis dan menjelaskan motivasi yang memoderasi pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja karyawan gudang PT Jingdong Indonesia Pertama.
Tinjauan Pustaka
- Kinerja Karyawan
- Komunikasi
- Servant Leadership
- Motivasi
Ukuran keberhasilan suatu perusahaan adalah jika sumber daya manusia berupaya meningkatkan kinerja karyawannya untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Bekerja dan membangun hubungan kerja yang baik antara manajer dan karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan guna mencapai tujuan perusahaan.
Penelitian Terdahulu
Dari tabel 2.1 dapat disimpulkan sebagai berikut: hasil penelitian terdahulu yang membahas hubungan komunikasi dengan kinerja karyawan menurut Morsen (2020), Sutarno, dkk. Temuan penelitian sebelumnya membahas variabel kepemimpinan pelayan menurut Kurniawan (2019), Akbar dan Nurhidayati (2018) dan Silalahi, dkk. 2022) menyatakan bahwa kepemimpinan pelayan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Berikut temuan penelitian terdahulu yang membahas tentang variabel motivasi sebagai moderator. 2017) menyatakan bahwa motivasi tidak memoderasi hubungan komunikasi dengan kinerja pegawai.
Kemudian hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanti dan Sintaasih (2022), Hastuti (2020) menyatakan bahwa motivasi pelayan dapat memoderasi hubungan kepemimpinan dengan kinerja pegawai.
Kerangka Pemikiran
Dari Gambar 2.2 penelitian ini akan melihat bagaimana komunikasi dan kepemimpinan pelayan masing-masing mempengaruhi kinerja karyawan.
Hipotesis
- Komunikasi dan Kinerja Karyawan
- Servant Leadership dan Kinerja Karyawan
- Motivasi, Komunikasi dan Kinerja Karyawan
- Motivasi, Servant Leadership dan Kinerja Karyawan
Kepemimpinan yang melayani adalah pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan karyawannya, yang mendorong dan mengembangkan karyawannya untuk mencapai visi dan meningkatkan kemampuannya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2019), Akbar dan Nurhidayati (2018) dan Silalahi, dkk (2022) bahwa kepemimpinan pelayan berpengaruh positif dan signifikan. Perusahaan yang memberikan komunikasi terarah kepada karyawannya cenderung mendorong kinerja tinggi dan memperkuat motivasi karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. 2017) menyatakan bahwa motivasi tidak memoderasi hubungan komunikasi dengan kinerja pegawai. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Sundarsi dan Wardiningsih (2012), motivasi dapat memoderasi pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan.
Sesuai dengan teori perilaku organisasi menurut Robbins (2016), komunikasi merupakan proses tingkat kelompok yang selalu terjadi dalam aktivitas perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja di bawah standar dengan motivasi yang pada tingkat individu dapat memperkuat atau melemahkan proses komunikasi dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini mendukung peneliti untuk mempelajari motivasi kerja sebagai variabel dimana komunikasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Kepemimpinan yang melayani diartikan sebagai kepemimpinan yang melayani, memberdayakan dan mengembangkan karyawan dengan ketulusan dan rasa hormat terhadap orang lain (Dierendock, 2011).
Pada penelitian sebelumnya Hastuti, (2020), Yanti dan Sintaasih (2022) menyatakan bahwa motivasi dapat memoderasi hubungan kepemimpinan pelayan dengan kinerja pegawai.
- Jenis Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Operasionalisasi Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran
- Metode Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Metode Analisis Data
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 600 orang pegawai, sehingga persentase tunjangan yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungannya dapat dibulatkan sesuai kesesuaian. Penelitian ini menggunakan variabel komunikasi (X1), kepemimpinan pelayan (X2) sebagai variabel bebas, kinerja pegawai (Y) sebagai variabel terikat dan motivasi (Z) sebagai variabel moderasi. Metode pengumpulan data membahas tentang jenis data, sumber data, dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan untuk penelitian ini.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data subjek (data laporan diri) dan sumber data primer. Sumber data utama penelitian ini adalah kuesioner yang diisi oleh responden yaitu karyawan JD.ID pada survei komunikasi dan manajemen karyawan mengenai kinerja dengan motivasi sebagai variabel moderasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode survei kuesioner, yang mana dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari identitas responden, variabel kinerja pegawai dengan indikator menurut Mangkunegara (2013) kualitas, kuantitas, pelaksanaan kerja dan tanggung jawab berjumlah 6 pernyataan.
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Perusahaan
- Gambaran Responden
Dengan nilai kompetitifnya, JD.ID bertujuan untuk menjadi perusahaan e-commerce terpopuler dan terpercaya dengan upaya terus menerus dalam memberikan layanan dan produk yang beragam kepada seluruh pengguna dan pelanggan di Indonesia. PT Jingdong Indonesia Pertama (JD.ID) juga menyediakan layanan pengiriman mencakup 365 kota di Indonesia dengan ribuan armada yang siap mengantarkan langsung ke pelanggan JD.ID dengan estimasi pengiriman 1-3 hari untuk wilayah JABODETABEK, 3-5 hari untuk Pulau Jawa wilayah pulau dan 2-14 hari kerja di luar pulau jawa. Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan JD.ID Warehouse Marunda yang berada pada bagian incoming, inventory dan outgoing.
FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) merupakan gudang yang menyimpan produk-produk kategori kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, mie instan, makeup, skin care dan lain-lain. Big Item merupakan gudang yang menyimpan stok produk-produk kategori elektronik berukuran besar seperti AC, microwave oven, oven, mesin cuci dan lain-lain. Gudang MMP menyimpan produk di semua kategori karena di gudang ini JD ID bekerja sama dengan marketplace lain untuk memasarkan produk tersebut seperti Shopee.
Bagian keluar bertugas memproses pengeluaran produk dari gudang, seperti pengepakan dan pengemasan produk yang akan dikirim ke konsumen.
Gambaran Variabel Penelitian
Hal ini didukung oleh kualitas kerja pegawai (3,52) yang artinya pegawai mampu melaksanakan pekerjaannya dengan cermat dan terampil, pegawai juga mampu melaksanakan pekerjaannya tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Namun masih terdapat pegawai yang tidak dapat melebihi volume pekerjaannya (8,89%) dan tidak dapat memenuhi beban kerja yang ditetapkan manajemen (7,78%). Sebaliknya dari faktor komunikasi, masih terdapat sekitar 10% pegawai yang menyatakan bahwa komunikasi yang ada belum mampu mempengaruhi sikap pegawai lainnya dalam bekerja.
Selain itu, sebanyak 6,66% pegawai merupakan mereka yang jika terjadi permasalahan dalam pekerjaan tidak memberitahukan kepada rekan kerja atau atasannya. Lalu masih ada karyawan yang menyatakan bahwa manajernya tidak mendorong mereka untuk menjadi sukarelawan di komunitas perusahaan (22,23%) dan memang demikian. Motivasi tersebut ditunjukkan dengan adanya pegawai yang bertanggung jawab atas keberhasilan perusahaan (3.41) dengan memberikan ide atau pemikiran yang mendukung tujuan perusahaan dan dapat bersaing secara sehat dalam perusahaan.
Namun terlihat di sini masih terdapat 46,67% yang lebih memilih mengerjakan pekerjaannya sendiri dan tidak melimpahkannya kepada orang lain.
Evaluasi Model Pengukuran
- Evaluasi Model Pengukuran Kinerja Karyawan
- Evaluasi Model Pengukuran Komunikasi
- Evaluasi Model Pengukuran Servant Leadership
- Evaluasi Model Pengukuran Motivasi
Item yang mempunyai kontribusi pembebanan terbesar adalah K3 (0,778) dan K2 (0,771) yang artinya pegawai dapat memahami apa yang diinstruksikan dan dapat melaksanakan tugas sesuai yang diinstruksikan. Berdasarkan loading faktor, variabel kepemimpinan melayani memiliki P-value < 0,05 yang berarti reflektif dan dapat diterima dalam pembentukan variabel kepemimpinan melayani. Seluruh item dalam indikator berperan besar dalam membentuk variabel kepemimpinan pelayanan.
Item yang memberikan kontribusi pemuatan tertinggi adalah SL21 (0,818) dan SL13 (0,772) yang menyatakan bahwa pimpinan Gudang JD ID Marunda selalu tertarik untuk membantu orang-orang di lingkungan perusahaan dan pimpinan meluangkan waktu untuk berbicara dengan karyawan secara personal. . Pada tabel 4.10 terlihat bahwa faktor beban pada variabel motivasi mempunyai nilai P < 0,001 yang berarti bersifat reflektif dan dapat diterima dalam pembentukan variabel motivasi karena memenuhi kriteria nilai p. <0,05. Jadi, dapat dikatakan seluruh item pada indikator mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan variabel motivasi.
Item yang memberikan kontribusi pemuatan tertinggi adalah MK12 (0,724) dan MK22 (0,694) yang menyatakan bahwa pegawai Gudang JD ID Marunda merasa bangga ketika mendapat tugas khusus dari atasannya dan mampu menjalin hubungan baik antar rekan kerja, bawahan dan atasan.
Evaluasi Model Sturktural
Berdasarkan hasil evaluasi model struktural pada tabel diatas terlihat bahwa Tenenhaus Goodness of FIT (GoF) memperoleh nilai sebesar 0,416 dan termasuk dalam kategori kuat karena nilai yang diperoleh ≥ 0,36. Dengan demikian, model ini mempunyai kemampuan beradaptasi yang besar dalam menjelaskan pengaruh variabel komunikasi, kepemimpinan pelayan dan motivasi terhadap variabel kinerja karyawan. Artinya komunikasi, kepemimpinan pelayan dan motivasi penting dalam memprediksi kinerja karyawan.
Dengan nilai R2 sebesar 0,273 berarti komunikasi, manajemen pegawai dan motivasi mempunyai peranan yang moderat dalam mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi, manajemen pegawai dan motivasi membentuk kinerja pegawai sebesar 27,3% dan sisanya sebesar 72,7%. Hasil uji model struktural digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Selain itu terdapat pengaruh variabel motivasi yang berperan sebagai moderator terhadap pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai dengan nilai p-value <0,01.
Pengujian Hipotesis Penelitian
Hasil uji hipotesis variabel kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai memperoleh p-value <0,001. Hasil ini disebut signifikan karena termasuk dalam kriteria (<0,05). Hipotesis yang menyatakan kepemimpinan pelayan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai diterima. Pengujian hipotesis pada variabel kepemimpinan melayani terhadap kinerja karyawan menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,266 dengan arah yang sama.
Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh maka hipotesis yang menyatakan motivasi memperkuat pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai tidak dapat diterima. Pengujian hipotesis variabel motivasi untuk memperkuat pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,280 dengan arah positif. Dengan demikian hipotesis diterima yang menyatakan bahwa motivasi memperkuat pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai.
Hal ini sesuai dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Hastuti, (2020), Yanti dan Sintaasih (2022) yang menyatakan bahwa motivasi dapat memoderasi hubungan kepemimpinan pelayan dengan kinerja pegawai.
- Kinerja Karyawan dalam sudut pandang Islam
- Komunikasi dalam sudut pandang Islam
- Kepemimpinan (Servant leadership) dalam sudut pandang Islam
- Motivasi menurut pandangan Islam
Maksudnya: "Apabila kamu telah selesai (dengan satu kebajikan), tetaplah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain). Maksudnya: "Setiap orang mendapat darjat berdasarkan apa yang telah dikerjakannya supaya Allah menyempurnakan pahala amal mereka dan mereka menjadi tidak dizalimi.” (Q.S. Al-Ahqaf: 19). Maksudnya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Q.S. Al-Ahzab: 70).
Artinya: “Hendaklah mereka takut kepada orang-orang yang apabila mereka mati meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah untuk dikhawatirkan. Maksudnya: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang rasul dari kaum kamu sendiri, berat baginya penderitaan yang kamu alami, (dia) benar-benar menghendaki (keimanan dan keselamatan) kamu, berbudi bahasa lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Artinya: “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala dan kamu berdusta.
Artinya: “Di langit juga terdapat (hujan yang menyebabkan) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.” (Adz-Dzariyat: 22).
Kesimpulan
Komunikasi dan kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai moderator masuk dalam kategori sedang. Dalam kepemimpinan yang melayani, ada karyawan yang menyatakan bahwa pemimpinnya tidak menyediakan waktu untuk berbicara langsung. Dari segi kinerja pegawai, masih terdapat pegawai yang belum melampaui lingkup kerja dan beban kerja yang ditetapkan pimpinan.
Pengaruh gaya kepemimpinan, tingkat pendidikan dan perilaku karyawan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan Pt Dumas Tanjung Perak Shipyards Surabaya. Pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja anggota dengan motivasi sebagai variabel moderasi (studi pada KKN Mandiri Umy generasi ke-4 Proyek Ekspedisi Kepulauan Pena #4). Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dan kepuasan pelanggan pada rumah sakit swasta di Kota Denpasar.
Pengaruh Komunikasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Koperasi Mekkar Dengan Motivasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Pengaruh kemampuan, motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai redaksi Pt Riau Pos Intermedia Pekanbaru. Pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja karyawan pada Pt Tata Mulia Nusantara Indah dengan persepsi budaya organisasi sebagai mediator.