ANALISIS PENGARUH PEER TO PEER LENDING TERHADAP KINERJA UMKM (STUDI KASUS NASABAH PT. AMMANA
FINTEK SYARIAH)
JURNAL ILMIAH
Disusun oleh :
Hasna Syarifah 155020500111010
JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2019
LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL
Artikel Jurnal dengan judul :
ANALISIS PENGARUH PEER TO PEER LENDING TERHADAP KINERJA UMKM (STUDI KASUS NASABAH PT. AMMANA
FINTEK SYARIAH)
Yang disusun oleh :
Nama : Hasna Syarifah
NIM : 155020500111010
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Jurusan : S1 Ilmu Ekonomi
Bahwa artikel Jurnal tersebut dibuat sebagai persyaratan ujian skripsi yang dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 Juli 2019
Malang, 12 Juli 2019 Dosen Pembimbing,
Yenny Kornitasari, SE., ME
NIP.2015078810012001
ANALISIS PENGARUH PEER TO PEER LENDING TERHADAP KINERJA UMKM (STUDI KASUS NASABAH PT. AMMANA FINTEK SYARIAH)
Hasna Syarifah Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya Email: [email protected]
ABSTRAK
UMKM merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian nasional, tetapi saat ini UMKM masih memiliki beberapa kendala yang harus dihadapi salah satunya adalah sulitnya mendapatkan modal serta pembiayaan dikarenakan belum terjangkau oleh lembaga keuangna. Rendahnya akses keuangan di Indonesia membuat sebagian UMKM yang masih belum dapat terjangkau oleh lembaga keuangan, sulitnya mendapatkan akses keuangan tersebut mempengaruhi kinerja produktivitas, pemasaran dan profitabilitas para UMKM. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah melakukan program inklusi keuangan, dengan perkembangan teknologi saat ini menciptakan kerjasama antara teknologi dengan keuangan yang biasa disebut financial technology, salah satu klafikasi dari fintech adalah peer to peer lending. Data yang digunakan diambil melalui kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regeresi sederhana dengan menggunakan alat uji yaitu IBM SPSS 25.0.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan berpengaruh secara signifikan positif terhadap kinerja produktivitas, kinerja pemasaran dan kinerja profitabilitas UMKM.
Kata kunci: Peer to peer lending, Kinerja Produktivitas, Kinerja Profitabilitas, Kinerja Pemasaran
A. PENDAHULUAN
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kegaitan usaha yang mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, dengan adanya UMKM sangat membantu menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah kecil. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan ke daerah-daerah kecil yang sulit untuk dijangkau. Sehingga dapat dikatakan bahwa sektor UMKM dapat berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara (Hadi, 2015). Tetapi di balik kontribusi UMKM yang cukup besar terhadap perekonomian nasional, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Sektor tersebut masih lemah dalam kemampuan manajemen usaha, kualitas sumber daya manusia yang masih terbatas, dan masih banyak UMKM yang belum terjangkau untuk mengakses ke lembaga keuangan. Menurut data Bank Indonesia masih terdapat 50-70% UMKM yang belum terjangkau oleh lembaga keuangan. Sulitnya mendapatkan pembiayaan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan UMKM.
Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah melakukan program inklusi keuangan yang bertujuan untuk menarik populasi yang belum memiliki rekening bank ke dalam sistem keuangan formal sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengakses layanan keuangan mulai dari tabungan, pembayaran, dan transfer, kredit dan asuransi (Hannig dan Jansen, 2010). Dengan perkembangan teknologi dan internet yang sangat pesat mempengaruhi aktivitas kehidupan manusia, salah satunya adalah sektor keuangan yang pada akhirnya melahirkan financial technology (fintech). Salah satu layanan fintech yang menjadi solusi untuk melakukan inkulsi keuangan adalah peer to peer lending, yaitu sebuah platform teknologi yang mempertemukan secara digital pihak yang membutuhkan modal usaha dengan pemberi pinjaman (investor) yang mengharapkan return yang kompetitif.
Gambar 1.1: Jumlah Akun Peminjam dan Penyedia Dana Fintech P2P Lending (Jan-Okt 2018)
Sumber: Katadata.co.id, diakses pada 2019
Gambar 1.1 menjelaskan bahwa minat pembiayaan terhadap P2P Lending sangat baik, selalu terjadi peningkatan jumlah akun peminjam dan penyedia dana fintech setiap bulannya. Jumlah penyedia dana pada Januari 2018 jumlah borrower adalah 115,9 ribu dan pada Oktober 2018 meningkat menjadi 128,9 ribu, sedangkan jumlah peminjam pada Januari 2018 berjumlah 330,2 ribu dan pada bulan Oktober 2018 menjadi 2,8 juta. Sehingga dapat dikatakan bahwa respon masyarakat terhadap peer to peer lending sangat besar.
Menurut OJK pada saat ini di Indonesia terdapat 148 perusahaan fintech yang terdapat di Indonesia. Hasil riset Asosiasi FinTech Indonesia pada tahun 2016 melaporkan bahwa saat ini perusahaan fintech di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan pembayaran (44%), agregator (15%), pembiayaan (15%), perencana keuangan untuk personal maupun perusahaan (10%), crowdfunding (8%) dan lainnya (8%). Pada Februari 2019 terdapat 99 perusahaan fintech berbasis pinjam meminjam yang terdaftar di OJK. Diantara perusahaan tersebut terdapat 97 perusahaan yang berbasis konvensional dan dua perusahaan fintech yang berbasis syariah. PT Ammana Fintek Syariah merupakan perusahaan fintek syariah yang pertama yang telah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) . Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah penelitian, yaitu bagaimana pengaruh peer to peer lending terhadap kinerja UMKM?
B. KAJIAN PUSTAKA Inklusi Keuangan
Inklusi keuangan menjadi tren pasca krisis pada tahun 2008, terutama didasari karena dampak krisis tersebut terhadap kelompok in the botton of the pyramid (masyarakat dengan pendapatan yang tidak teratur, tinggal di daerah terpencil, orang cacat, buruh yang tidak mempunya dokumentasi legal dan masyarakat pinggiran) yang umumnya unbanked karena keterbatasan biaya ataupun persyaratan untuk mengakses lembaga keuangan perbankan (Bank Indonesia, 2016). Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya untuk mendorong sistem keuangan agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sekaligus mengatasi kemiskinan. Inklusi keuangan bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk hambatan terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan dengan didukung oleh infrastruktur yang ada. Secara makro, program ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang makin inklusif dan berkelanjutan, serta dapat memberikan manfaat kesejahteraan bagi seluruh masyarakat (Irmawati, 2013).
Financial Technology
World bank (2016) mendefinisikan fintech secara umum sebagai industri yang terdiri dari perusahaan- perusahaan yang menggunakan teknologi agar sistem keuangan dan pelaksanaan layanan keuangan
menjadi lebih efisien. Fintech merupakan industri yang terdiri dari beberapa perusahaan yang menggunakan teknologi dalam melakukan sistem keuangan dan memberikan layanan keuangan yang lebih efisien. fintech digunakan untuk membantu perusahaan, pemilik bisnis dan konsumen untuk melakukan layanan keuangan dengan menggunakan perangkat lunak seperti komputer dan smartphone (Investopedia, 2019)
Peer To Peer Lending
Peer to Peer Lending merupakan kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan, sebenarnya praktisi ini sudah berjalan sejak lama tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini kegiatan peer to peer lending dapat menggunakan media online berupa platform yang mempertemukan secara digital peminjam yang membutuhkan modal usaha dengan pemberi pinjaman modal yang mengharapkan return yang sesuai. Peer to peer lending memberikan kemudahan kepada masyarakat karena lebih efisien dan dapat mengalokasikan modal atau dana kepada semua pihak, dalam jumlah berapapun, efektif dan transparan serta tingkat suku bunga yang ringan (Pernando, 2016). Saat ini Peer to peer lending membantu meningkatkan pemasaran produk di tengah industri keuangan karena pemasaran produk dengan cara online makin diminati oleh publik.
Pembiayaan Dalam Islam 1. Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan Mudharabah adalah kerjasama antara dua pihak di mana pihak pertama sebagai penyedia dana (shahibul maal) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana/mudharib) bertindak selaku pengelola. Profit akan dibagihasilkan antara mereka sesuai dengan kesepakatan, namun kerugian ditanggung oleh pemilik dana selama kerugian tidak diakibatkan oleh kelalaian pengelola dana, apabila kerugian yang terjadi diakibatkan oleh kelalaian si pengelola, maka kerugian ini akan ditanggung oleh pengelola dana (Tarsidin, 2010).
2. Pembiayaan musyarakah
Pembiayaan musyarakah adalah kerjasama antara dua pihak di mana pihak pertama sebagai penyedia dana (shahibul maal) dan pihak kedua (pengelola dana/mudharib) bertindak selaku pengelola, dalam pembiayaan musyarakah mudharib turut menyertakan modal pada usaha yang dijalankan. Maka pada pembiayaan musyarakah mudharib memiliki dua peran yaitu sebagai pengguna dana dari shahibul maal dan sebagai pemilik modal usaha yang dikontribusikannya (Tarsidin, 2010).
3. Murabahah dalam perspektif fiqh merupakan salah satu dari bentuk jual beli yang bersifat amanah (bai’ al-amanah). Jual beli ini berbeda dengan jual beli musawwamah / tawar menawar.
Murabahah terlaksana antara penjual dan pembeli berdasarkan harga barang, harga asli pembelian penjual yang diketahui oleh pembeli dan keuntungan yang diambil oleh penjual pun diberitahukan kepada pembeli (Wiroso, 2005)
Kinerja UMKM
Aragon dan Marin (2005) menyatakan bahwa mengukur kinerja UMKM dapat mengacu pada tiga aspek yaitu profitabilitas, produktivitas dan pasar.
a. Aspek profitabilitas dapat dilihat dari kinerja keuangan. Kinerja keuangan merupakan salah satu ukuran penting dalam kesuksesan suatu usaha menurut Indriyo dalam skripsi Putri (2017) menyatakan bahwa ukuran keberhasilan dari kebijakan bisnis dapat berupa besar dan kecilnya penghasilan (income) atau keutungan (profity) yang diperoleh karena tujuan utama dari menjalankan suatu usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba.
b. Aspek penilaian produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan luaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil optimal. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang atau jasa (Slamet dan Denny, 2016).
c. Selain dilihat dari aspek profitabilitas dan produktivitas pengukuran kinerja UKM juga dapat dilihat dari aspek pasar, Kinerja pemasaran merupakan suatu ukuran prestasi dari aktivitas proses pemasaran secara menyeluruh sebuah perusahaan. pemasaran berkontribusi besar dalam penciptaan nilai perusahaan dan penilian kinerja jangka panjang walaupun laporan keuangan tidak dapat mengukur manfaat ekonominya. Dengan kinerja pasar yang baik akan mempengaruhi harapan investor terhadap tingkat penjualan dan nilai perusahaan.
C. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian yang akan digunakan merupakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sebuah populasi atau sampel tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui dan mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen terkait faktor pembiayaan dengan data yang bersifat statistik
Tempat dan Waktu Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah nasabah KJKS Indoartha Temanggung yang melakukan pinjaman pembiayaan melalui platform peer to peer lending yaitu PT. Ammana Fintek Syariah. Penulis memilih KJKS ini dikarenakan merupakan mitra terbesar yang melakukan pinjaman kepada PT. Ammana Fintek Syariah dan terletak di lokasi yang masih sulit terjangkau oleh lembaga keuangan perbankan. Waktu penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yakni pada bulan Februari 2019 sampai selesai.
Model Variabel
Persamaan 1: Regresi Sederhana:
Y₁ = α1+ b₁X₁ + ԑ Persamaan 2: Regresi Sederhana:
Y2 = α2+ b2X2 + ԑ Persamaan 3: Regresi Sederhana:
Y3 = α+ b3X3 + ԑ Tabel 1: Definis Operasional Variabel
Variabel Konsep variabel Indikator
Kinerja produktivitas
Kinerja poduktivitas adalah kemampuan suatu usaha dalam melakukan kegiatan produksi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen (Denny, 2016).
1. Peningkatan kualitas barang 2. Kesesuaian kualitas barang dengan permintaan pasar 3. Peningkatan kuantitas barang 4. Biaya operasional/produksi
Kinerja pemasaran
Kinerja pemasaran adalah tingkat kemampuan perusahaan dalam menajalankan strategi penjualan dan peningkatan jumlah penjualan (Sukarno, 2011).
1. Volume penjualan 2. Peningkatan jumlah permintaan
3. Kepuasan pelanggan 4. Lokasi usaha 5. Jumlah tempat usaha
Kinerja profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba melalui kegiatan operasional usahanya dengan menggunakan asset yang dimiliki oleh perusahaan.
1. Jumlah pendapatan 2. Kemampuan membayar angsuran
Variabel Konsep variabel Indikator Skala
Pembiayaan peer to peer lending
Pembiayaan peer to peer lending adalah kegiatan pinjam meminjam yang dilakukan melalui media online
1. Pembiayaan sesuai dengan kebutuhan nasabah
Likert 2. Prosuder pembiayaan yang
mudah
3. Ketentuan jaminan yang sesuai dengan kemampuan nasabah 4. Margin pembiayaan yang tidak memberatkan
5. Proses pencairan yang cepat Sumber: berbagai sumber data diolah, 2019
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah nasabah PT. Ammana yang berada di Kota Temanggung.
Sedangkan sampel yang digunakan adalah UMKM yang melakukan pembiayaan untuk menngkatkan usaha.
Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada nasabah PT. Ammana. Data sekunder diperoleh dari kajian pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dan penelitian yang berkaitan dengan penelitian.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Data yang diperoleh dari kusioner diolah menggunakan MSI (Metode Suksesif Interval).
Kemudian dilakukan pengolahan selanjutnya di IBM SPSS untuk dilakukan uji normalitas, uji heteroskedastisitas, validitas, reliabilitas, regresi dederhana dan korelasi rearson. Hasil dari regresi sederhana kemudian di analisis dengan koefisien determinasi dan uji parsial.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas
Tabel 2: Hasil Uji Validitas
Variabel Item R-hitung R-tabel Signifikansi Keterangan Variabel Item R-hitung R-tabel Signifikansi Keterangan
Pembiayaan (Peer to Peer
Lending)
1 0,391 0,260 0,000 Valid
2 0,744 0,260 0,000 Valid
3 0,389 0,260 0,000 Valid
4 0,466 0,260 0,000 Valid
5 0,675 0,260 0,000 Valid
6 0,543 0,260 0,000 Valid
Produktivitas
1 0,658 0,260 0,000 Valid
2 0,313 0,260 0,000 Valid
3 0,522 0,260 0,000 Valid
4 0,692 0,260 0,000 Valid
5 0,574 0,260 0,000 Valid
6 0,719 0,260 0,000 Valid
Pemasaran
1 0,536 0,260 0,000 Valid
2 0,717 0,260 0,000 Valid
3 0,271 0,260 0,000 Valid
4 0,538 0,260 0,000 Valid
5 0,477 0,260 0,000 Valid
6 0,483 0,260 0,000 Valid
Profitabilitas
1 0,508 0,260 0,000 Valid
2 0,587 0,260 0,000 Valid
3 0,622 0,260 0,000 Valid
4 0,676 0,260 0,000 Valid
Sumber : Peneliti, data diolah (2019)
Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa semua r hitung dari setiap item pernyataan dalam variabel independen memiliki nilai lebih besar dari nilai r tabel 0,260 sehingga dapat di simpulkan bahwa semua variabel yang terdapat dalam penelitian dinyatakan telah valid.
Uji Reliabilitas
Tabel 3: Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach's Alpha Keterangan 1 X1 (Peer to peer lending) 0,709 Reliabel
2 Y1 (Produktivitas) 0,726 Reliabel
3 Y2 (Pemasaran) 0,682 Reliabel
4 Y3 (Profitabilitas) 0,719 Reliabel
Sumber : Peneliti, data diolah (2019)
Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa koefisien croanbach alpha semua variabel dalam penelitian yaitu label pembiayan (X1), produktivitas (Y1), pemasarab (Y2) dan profitabilitas (Y3) memiliki nilai > 0,70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian dinyatakan telah reliabel atau memiliki konsistensi yang baik.
Uji Normalitas
Tabel 4: Hasil Uji Normalitas Produktivitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 55
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 2.68358551
Most Extreme Differences
Absolute .097
Positive .097
Negative -.074
Kolmogorov-Smirnov Z .717
Asymp. Sig. (2-tailed) .683
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Tabel 5: Hasil Uji Normalitas Produktivitas Pemasaran One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 55
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 2.40479182
Most Extreme Differences
Absolute .118
Positive .118
Negative -.097
Kolmogorov-Smirnov Z .879
Asymp. Sig. (2-tailed) .423
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Tabel 6: Hasil Uji Normalitas Profitabilitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 55
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.98510872
Most Extreme Differences
Absolute .156
Positive .156
Negative -.123
Kolmogorov-Smirnov Z 1.154
Asymp. Sig. (2-tailed) .139
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Dari hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat diketahui bahwa data residual nilai Asymp.sig (2-tailed) produktivitas sebesar 0,683, pemasaran 0,423 dan profitabilitas 0,139. Karena signifikansi lebih dari 0,05 jadi dapat dinyatakan bahwa data residual berdistribusi normal.
Uji Heteroskedatisitas
Tabel 7: Hasil Uji Heteroskedastisitas Produktivitas
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Tabel 8: Hasil Uji Heteroskedastisitas Pemasaran
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Tabel 9: Hasil Uji Heteroskedastisitas Profitabilitas
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Dari hasil uji scatter plot pada penelitian ini didapat bahwa diagram tampilan scatter plot variabel produktivitas, pemasaran dan profitabilitas menyebar dan tidak membentuk pola tertentu, maka disimpulkan pada penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.
Koefisien Determinasi
Tabel 10: Hasil Uji Koefisien Determinasi (R Square) Variabel R square
Produktivitas 0.131
Pemasaran 0.111
Profitabilitas 0.081 Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Nilai tersebut berarti dalam penelitian ini sebesar 13,1% variabel bebas dapat menjelaskan kinerja produktivitas. 11,1 % variabel bebas dapat menjelaskan kinerja pemasaran. 8,1 % variabel bebas dapat menjelaskan kinerja pemasaran.
Uji Signifikasi (Uji T)
Tabel 11: Hasil Uji Signifikasi (Uji T) Variabel T-hitung T-tabel Produktivitas 2,820 1.67356
Pemasaran 2,579 1.67356
Profitabilitas 2,165 1.67356 Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Berdasarkan tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa variabel produktivitas diperoleh nilai T hitung
= 2,820, variabel pemasaran diperoleh nilai T hitung = 2,579 dan variabel profitabilitas T hitung = 2,165.
Sedangkan T tabel untuk n = 55 dengan α = 5% adalah1,67356, maka T hitung > T tabel dan ρ < 0,05.
Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan peer to peer berpengaruh terhadap kinerja produktivitas, pemasaran dan profitabilitas UMKM pada nasabah PT.Ammana.
Uji Korelasi Pearson
Tabel 4.13 Hasil Uji Korelasi Pearson Pearson Correlation
Produktivitas 0,361
Pemasaran 0,334
Profitabilitas 0,285
Sumber: Penulis, data diolah (2019)
Berdasarkan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa variabel pembiayaan peer to peer memiliki korelasi dengan kinerja produktivitas sebesar 0,361, pada variabel kinerja pemasaran memliki korelasi sebesar 0,334 dan terhadap variabel kinerja profitabilitas memiliki korelasi sebesar 0,285.
Pengaruh Pembiayaan Peer to Peer Terhadap Kinerja Produktivitas
Berdasarkan hasil regresi sederhana menunjukkan hasil bahwa variabel pembiayaan peer to peer berpengaruh pada kinerja produktivitas UMKM. Hasil regresi sederhana memnunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,007, nilai tersebut lebih rendah dari 0,05 (alpha) yang artinya signifikan dan menolak Ho maka terdapat pengaruh dari variabel pembiayaan terhadap variabel kinerja produktivitas. Nilai koefisiensi variabel menunjukkan tanda (+).R Square dalam regresi antara pembiayaan peer to peer dengan kinerja produktivitas yaitu sebesar 13,1% nilai tersebut berarti dalam penelitian ini sebesar 13,1% variabel bebas dapat menjelaskan kinerja produktivitas. Sedangkan 86,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi yang digunakan. Jadi pembiayaan berpengaruh terhadap kinerja produktivitas UMKM.
Pengaruh Pembiayaan Peer to Peer Terhadap Kinerja Produktivitas
Hasil regresi sederhana menunjukkan hasil bahwa variabel pembiayaan peer to peer berpengaruh pada kinerja pemasaran UMKM. Hasil regresi sederhana memnunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,013, nilai tersebut lebih rendah dari 0,05 (alpha) yang artinya signifikan dan menolak Ho. Menolak Ho berarti menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari variabel pembiayaan terhadap kinerja pemasaran UMKM.
Nilai koefisiensi variabel menunjukkan tanda (+). R Square dalam regresi antara pembiayaan peer to peer dengan kinerja pemasaran yaitu sebesar 11,1% nilai tersebut berarti dalam penelitian ini sebesar 11,1% variabel bebas dapat menjelaskan kinerja pemasaran. Sedangkan 88,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi yang digunakan. Jadi pembiayaan berpengaruh terhadap kinerja pemasaran UMKM
Pengaruh Pembiayaan Peer to Peer Terhadap Kinerja Produktivitas
Hasil regresi sederhana menunjukkan hasil bahwa variabel pembiayaan peer to peer berpengaruh pada kinerja profitabilitas UMKM. Hasil regresi sederhana memnunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,035, nilai tersebut lebih rendah dari 0,05 (alpha) yang artinya signifikan dan menolak Ho. Menolak Ho berarti menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari variabel pembiayaan terhadap kinerja profitabilitas UMKM. Nilai koefisiensi variabel menunjukkan tanda (+).R Square dalam regresi antara pembiayaan peer to peer dengan kinerja profitabilitas yaitu sebesar 8,1% nilai tersebut berarti dalam penelitian ini sebesar 8,1% variabel bebas dapat menjelaskan kinerja pemasaran. Sedangkan 91,9%
dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi yang digunakan. Jadi pembiayaan berpengaruh terhadap kinerja profitabilitas UMKM
E. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembiayaan peer to peer di PT. Ammana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja produktivitas UMKM pada nasabah di Temanggung. Hal ini berarti bahwa pelaku UMKM atau responden di Kota Temanggung sangat terbantu dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh PT. Ammana Fintek Syariah. Dengan adanya pembiayaan dari PT. Ammana para pelaku UMKM dapat menambah tenaga kerja serta bahan modal sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka.
2. Pembiayaan peer to peer di PT. Ammana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran UMKM pada nasabah di Temanggung. Hal ini berarti bahwa pelaku UMKM atau responden di Kota Temanggung sangat terbantu dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh PT. Ammana Fintek Syariah. Dengan adanya pembiayaan dari PT. Ammana para pelaku UMKM dapat menambahkan cabang baru untuk usaha mereka sehingga meningkatkan promosi dan penjualan mereka di pasaran.
3. Pembiayaan peer to peer di PT. Ammana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja profitabilitas UMKM pada nasabah di Temanggung. Hal ini berarti bahwa pelaku UMKM atau responden di Kota Temanggung sangat terbantu dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh PT. Ammana Fintek Syariah. Dengan adanya pembiayaan dari PT. Ammana para pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saran
Berdasarkan dari hasil, pembahasan dan kesimpulan yang telah dipaparkan, maka peneliti menyampaikan saran yang dapat diberikan diantaranya sebagai berikut:
1. Pemerintah perlu lebih memberikan perhatian terhadap peer to peer lending karena pembiayaan yang didapatkan melalui peer to peer lending berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Serta dengan adanya pembiayaan melalui peer to peer lending akses keuangan semakin mudah dan dapat menjangkau lebih banyak UMKM.
2. PT. Ammana perlu meningkatkan kinerja pembiayaan agar lebih menarik para UMKM untuk menjadi nasabah di PT. Ammana
3. Pemerintah dan perusahaan financial technology perlu melakukan kerjasama untuk lebih mengedukasikan masyarakat agar lebih mengetahui mengenai financial technology
4. Bagi para UMKM selain pembiayaan harus lebih memperhatikan faktor lain seperti inovasi dan sumber daya manusia agar kinerja yang didapatkan lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Aragon-Sanchez, Antonio dan Gregorio Sanchez-Marin. 2005. Strategic Orientation, Management Characteristic, and Performance: A Study of Spanish SMEs. Journal of Business Management
Bank Indonesia. 2018. Keuangan Inklusif.
https://www.bi.go.id/id/perbankan/keuanganinklusif/Indonesia/Contents/Default.aspx
Hadi, D., Prasetyo. 2015. Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pada Usaha Kecil Menengah Berbasis Sumber Daya Lokal Dalam Rangka Millenium Development Goals 2015 (Studi Kasus di PNPM- MP Kabupaten Kendal). Jurnal CIVIS. Vol. V, No.1.
Hannig, Alferd and Stefan Jansen. 2010. Financial Inclusion and Financial Stability: Current Policy
Issues. ADB Institution. Diakses dari
https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1729122 ( 16 Oktober 2018)
Investopedia. 2019. Financial Technology – Fintech. https://www.investopedia.com/terms/f/fintech.asp.
Diakses pada 30 Maret 2019
Irmawati, Setyani. 2013. Model Inklusi Keuangan Pada UMKM Berbasis Pedesaan. Journal of Economics and Policy. Universitas Negeri Semarang.
Otoritas Jasa Keuangan. 2019. Perusahaan Fintech Lending Berizin Dan Terdaftar Di OJK
Pernando, Anggara. 2016. OJK: Fintech Harus Mengurus Izin.
http://finansial.bisnis.com/read/20160328/9/531764/ojk-fintech-harus-mengurus-izin. (Diakes 12 April 2019)
Slamet, Silviasih Franky dan Denny Iskandar. 2016. Pengaruh Orientasi Pasar Dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha Pada Pemilik UKM Sektor Manufaktur Garmen di Tanah Abang. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis. Vol. 16 No.1
Tarsidin. 2010. Bagi Hasil: Konsep dan Analisis.Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi.
Wiroso. 2005. Jual Beli Murabahah. Yogyakarta : UII Prees World Bank. 2018. Fintech. https://www.worldbank.org/en/topic