PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana analisis pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an dalam meningkatkan mutu lulusan Madrasah Aliyah Darussalam Kota Bengkulu.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan bantuan dalam memikirkan dunia pendidikan khususnya kaitannya dengan pengembangan kurikulum lokal muatan Tahfidzul Al-Qur'an dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Untuk memberikan informasi tentang kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an bagi sekolah yang belum menerapkan kurikulum tersebut, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para pendidik untuk lebih memahami pengajaran Tahfidzul Qur'an yang sesuai dengan syariat Islam. Meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an dalam meningkatkan kompetensi lulusan, sehingga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan pada mata pelajaran muatan lokal.
LANDASAN TEORI
Kurikulum
10 Soleh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru. 21. Tujuannya adalah untuk memandu seluruh kegiatan pembelajaran dan memberi warna pada setiap komponen kurikulum lainnya. Pada tataran ini dibahas pengembangan kurikulum dalam lingkup nasional yang mencakup Tri-pusat pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan. Pengembangan kurikulum pada jenjang ini diwujudkan dalam bentuk penyusunan atau pengembangan kurikulum bidang studi setiap semester yang memuat standar kompetensi.
Muatan Lokal
Pengembangan materi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan dan tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan dan tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Artinya, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan lebih dari satu mata pelajaran muatan lokal untuk setiap jenjang dalam satu tahun ajaran.
Konsep Kurikulum Muatan Lokal
Pandangan ini seolah-olah berasumsi bahwa kurikulum muatan lokal hanya dapat diakomodasi melalui kegiatan-kegiatan yang terpisah dari mata pelajaran18. Secara umum muatan lokal bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup. Penerapan muatan lokal diberikan di sekolah agar keberagaman agama, bahasa, suku, adat istiadat, dan budaya bangsa Indonesia tidak musnah.
Muatan Lokal Berbasis Agama
Al-Ghazali membagi isi kurikulum pendidikan Islam menjadi empat kelompok dengan memperhatikan jenis dan kebutuhan ilmu itu sendiri, yaitu: 1) Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama. Sedangkan Ibnu Khaldun kemudian membagi ilmu menjadi tiga kategori, yaitu: 1) ilmu naqliyah, yaitu ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama lainnya, misalnya ilmu fiqh. Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Sejarah Teoritis dan Praktis, (Ciputat: PT. 46. untuk mengetahui kewajiban ibadah, ilmu tafsir untuk mengetahui makna Al-Quran, ilmu ushul fiqh untuk menafsirkan hukum berdasarkan Al - Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta ilmu-ilmu lainnya.
Tahfidzul Qur’an
Oleh karena itu, seseorang yang hanya menghafal setengah atau sepertiga Al-Qur’an dan tidak menyempurnakannya, tidak disebut penghafal sempurna. Keutamaan Tahfidzul Qur'an (Hafalan Al-Qur'an) Menurut para ulama, diantara beberapa kelebihan menghafal Al-Qur'an adalah : Hasilnya, penghafal Al-Qur'an lebih cepat memahami, teliti dan lebih teliti. karena mereka banyak berlatih harus mencocokkan ayat dan membandingkan dengan ayat lainnya.
Maksudnya: Allah menganugerahkan Al-Hikmah (kefahaman yang mendalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya. Al-Quran boleh menaikkan martabat seseorang dan memperbaiki keadaannya jika dia mampu mengamalkannya. Artinya: “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia”. Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahli al-Quran (mereka yang menghafal al-Quran dan mengamalkannya).
Salah satu buah cinta ini. 35 Sa'dulloh, Cara cepat menghafal al-Quran..., hlm.23. Guru mestilah seorang hafidz al-Quran, telah menegakkan agama dan ilmu serta diketahui boleh mengambil berat. Dengan tasmi' ini, orang yang menghafal al-Quran akan diketahui kekurangan dirinya, kerana mungkin lalai dalam menyebut huruf atau pergerakan.
Menghafal Al-Quran merupakan suatu proses menghafal, dimana seluruh materi ayat (detail bagian-bagiannya seperti fonetik, wakaf, dll) harus diingat dengan sempurna.
Mutu Lulusan
Proses dikatakan bermutu apabila koordinasi dan harmonisasi serta integrasi input sekolah (guru, siswa, kurikulum dan sebagainya) dilakukan secara serasi dan terpadu sehingga tercipta situasi pembelajaran yang nyaman (enjoyable learning), mendorong motivasi dan minat belajar serta mampu memberdayakan siswa 38 . Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa input, proses dan output adalah segala sesuatu yang harus tersedia dan diubah menjadi sesuatu yang lain sehingga menghasilkan produksi yang lebih baik. Produktivitas dapat dipandang sebagai aspek penting dalam mengkaji masalah pengelolaan sistem pendidikan karena rendahnya mutu produk/output pendidikan merupakan salah satu permasalahan pendidikan.
Sesuatu yang dimaksud adalah berupa sumber daya dan perangkat lunak serta aspirasi sebagai pedoman proses yang sedang berjalan. Kata memberdayakan mempunyai arti bahwa peserta didik tidak hanya menguasai ilmu yang diajarkan gurunya saja, namun ilmu tersebut juga sudah menjadi isi hati nurani peserta didik, diinternalisasikan, dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, dan yang lebih penting lagi peserta didik tersebut mampu. belajar terus menerus (dalam mampu mengembangkan diri). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 dan POS USBN disebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan.
Dari penjelasan di atas, salah satu lulusan siswa lolos dalam Ujian Nasional (FN) yang merupakan ujian akademik. Namun di sisi lain tes praktik dan tes sikap juga diperlukan untuk menentukan calon dari peserta didik, sehingga salah satu penentu matrikulasi adalah guru atau pedagog, karena pedagog/guru lebih intensif dalam menilai ranah kognitif, afektif. domain, dan domain praktis untuk siswa. /siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari. Tidak mungkin pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang berkualitas jika tidak melalui proses pendidikan yang berkualitas.
Hasil sekolah dalam kerangka pendekatan sistem merupakan komponen penting, selain masukan proses dan lingkungan eksternal.
Kajian Pustaka
Tesis yang ditulis oleh Roni Ariyanto, pada tahun 2016 berjudul “Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Tahfidzul Qur’an Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Imam Bukhari”. Sedangkan yang menjadi fokus penelitian penulis adalah analisis pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur’an di MA Darussalam kota Bengkulu yang meliputi. Sedangkan fokus penelitian penulis adalah pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Jurnal yang ditulis oleh Muhammad Nasir, pada tahun 2013, berjudul “Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal dalam Konteks Pendidikan Islam” 7 Penelitian ini mengkaji kurikulum muatan lokal dalam konteks Pendidikan Islam baik dari segi kebahasaan maupun kebahasaan. Sedangkan yang menjadi fokus penelitian penulis adalah pengembangan kurikulum Tahfidzul Qur’an muatan lokal di MA Darussalam kota Bengkulu yang meliputi implementasi, dampak, pendukung dan hambatan program tahfidz. Skripsi yang ditulis oleh Anni Mustarsyidah, pada tahun 2008 berjudul “Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di SDN Purwodadi 02 Blimbing Malang Kabupaten Malang”.
Tesis yang ditulis oleh Umi Hanifah pada tahun 2009 berjudul “Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Agama untuk Mencapai Standar Kompetensi Lulusan (Studi di Madrasah Tsanawiyah-Aliyah at-Tanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro)”. Penelitian ini berfokus pada bagaimana implementasi kurikulum muatan lokal di Madrasah Tsanawiyah-Aliyah at-Tanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro. Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Tahfidzul Quran Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Santri Mutawasita di Pondok Pesantren Imam Bukhari Selokaton Gondang Rejo Karanganyar.”
Tesis yang ditulis oleh Naurah Yasmin Alifah pada tahun 2019 berjudul “Mengelola Pengembangan Kurikulum MA Plus Tahfidz Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Tahfidz Ma’hadul Qu’an Boyolali.” Penelitian ini fokus pada pengelolaan pengembangan kurikulum Tahfidz MA Plus, sedangkan peneliti fokus pada analisis pengembangan kurikulum Tahfidzul Qur'an muatan lokal dalam meningkatkan kualitas lulusan.
Kerangka Berfikir
Kebebasan sekolah untuk mengembangkan sendiri kurikulum dengan muatan lokal akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan dengan muatan lokal. Peningkatan kualitas lulusan MA Darussalam Kota Bengkulu dibuktikan dengan banyaknya lulusan hafidz dan hafidzah yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri ternama. Hal ini disebabkan penerapan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an yang mewajibkan siswanya hafal minimal 1 juz.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Alasan peneliti memilih tempat ini adalah karena ketertarikan peneliti bahwa lembaga pendidikan ini telah berhasil meningkatkan kualitas sekolah dalam mengembangkan kurikulum khususnya kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur’an. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara). Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen.49 Dalam hal ini sumber data sekunder adalah pimpinan sekolah, pimpinan kurikulum, buku-buku dan website di Internet.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi digunakan jika penelitian menyangkut perilaku manusia, proses kerja, fenomena alam dan jika jumlah responden yang diamati tidak terlalu banyak.50 Metode ini digunakan untuk mengamati secara langsung bagaimana guru muatan lokal berupaya meningkatkan kemampuannya. membaca dan menghafal Al-Qur'an. Teknik ini ditujukan bagi kepala sekolah, pengelola kurikulum, guru muatan lokal dan siswa untuk memperoleh informasi tentang cara meningkatkan mutu lulusan melalui pengembangan kurikulum Tahfidzul Qur'an muatan lokal di MA Darussalam Kota Bengkulu. 83. sejarah), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. 52 Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan mutu lulusan melalui pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an di MA Darussalam Kota Bengkulu dalam bentuk dokumen kurikulum sekolah. profil dan hasil belajar siswa.
Teknik Keabsahan Data
Teknik penjaminan keabsahan data merupakan metode yang digunakan peneliti untuk mengukur tingkat kepercayaan (kredibilitas) dalam proses pengumpulan data penelitian 53 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penggunaan kata-kata, hal ini dapat dipengaruhi oleh kredibilitas informan, waktu pengungkapan, kondisi yang dialami. Triangulasi sumber berarti peneliti mencari informasi berbeda tentang suatu topik yang mereka selidiki dari lebih dari satu sumber. Maka melakukan triangulasi sumber dengan menggunakan cara yang berbeda, yaitu dengan mengamati kepala sekolah dan guru ketika melakukan aktivitas sehari-hari di sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa Triangulasi merupakan teknik pengujian keabsahan data yang paling populer dalam penelitian kualitatif.
Teknik Analisis Data
Analisis Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Tahfidzul Qur'an Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan MA Darussalam Kota Bengkulu. Hal ini dilakukan di Madrasah Aliyah Darussalam kota Bengkulu, dimana sekolah ini menggunakan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an sesuai dengan kebutuhannya. Penyelenggaraan konten tahfidzul Quran lokal masih tergolong baru, sudah memasuki tahun kedua.
Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Tahfidzul Qur'an di Madrasah Aliyah Darussalam Kota Bengkulu. Analisis Pengembangan Kurikulum Tahfidzul Qur'an Muatan Lokal Untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Madrasah Aliyah Darussalam Kota Bengkulu. Patokan ini merupakan pedoman umum dalam kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an nasional.
Apabila tujuan tersebut berhasil, berarti tujuan pembelajaran muatan lokal tahfidzul Qur’an akan tercapai dengan baik. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, terdapat beberapa faktor yang mendukung pengembangan kurikulum muatan lokal Tahfidzul Qur'an dalam meningkatkan kualitas lulusan. Pemecahan faktor penghambat peningkatan mutu lulusan erat kaitannya dengan penerapan kurikulum tahfidzul muatan lokal Al-Qur’an.
Dengan demikian, faktor penghambat implementasi kurikulum tahfidzul Al-Qur'an dengan muatan lokal harus diatasi agar dapat terlaksana. Data hasil analisis pengembangan kurikulum Tahfidzul Qur’an muatan lokal untuk meningkatkan kualitas lulusan di. Faktor pendukung penerapan kurikulum tahfidzul Quran dengan muatan lokal untuk meningkatkan kualitas lulusan.
HASIL PENELITIAN