• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENYEBAB MELEKATNYA BUNGA-BUNGA ES PADA PIPA-PIPA EVAPORATOR MESIN PENDINGIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PENYEBAB MELEKATNYA BUNGA-BUNGA ES PADA PIPA-PIPA EVAPORATOR MESIN PENDINGIN "

Copied!
44
0
0

Teks penuh

ANALISIS PENYEBAB ICE BLOOM PADA PIPA EVAPORASI MESIN PENDINGIN MAKANAN DI KAPAL. Judul : ANALISIS PENYEBAB ES BLOOM PADA PIPA KULKAS MAKANAN UAP DI KAPAL. ANALISIS PENYEBAB ES BLOOM PADA PIPA EVAPORASI REFRIGERATOR MAKANAN DI ATAS.

Dalam penyusunan penulisan karya ilmiah terapan ini terdiri dari outline sistem mesin pendingin makanan di kapal dan karya ilmiah terapan ini disusun sebagai pedoman bagi penulis dalam melaksanakan penelitian yang dituangkan dalam diagram rencana. dalam penelitian ini. DIO ALIF HUTAMA, Analisis Penyebab Terjadinya Perekatan Embun Beku Pada Pipa Evaporasi Pendingin Makanan Di Kapal. Dengan menempelnya embun beku pada tabung evaporator pendingin makanan, maka akan mempengaruhi sistem pendingin pendingin makanan di kapal.

Dalam hal ini, penelitian telah ditulis untuk mengetahui apa yang telah dilakukan untuk menganalisis penyebab embun beku yang menempel pada pipa evaporator mesin pendingin makanan on-board. Metode penulisan ini menggunakan metode kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dengan responden dan menyertakan dokumentasi mengenai analisis penyebab embun beku menempel pada pipa evaporator mesin pendingin makanan on-board. Dan upaya yang dilakukan untuk menghilangkan bunga es yang menempel pada evaporator yaitu mematikan mesin pendingin makanan kemudian menyemprotnya dengan air tawar bertekanan secara perlahan.

Kata kunci : Penyebab penumpukan es, pada pipa evaporator, mesin pendingin makanan di kapal.

BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian 1. Teoritis
    • Praktis

Lapisan es tersebut berasal dari uap air yang ada pada udara yang bersirkulasi, ketika didinginkan dibawah titik bekunya maka uap air tersebut membeku. Dengan menghalangi lalu lintas sirkulasi udara yang melalui koil pendingin maka koil pendingin akan terisolasi sehingga efisiensi koil pendingin menurun. Pencairan bunga es (defrosting) dilakukan secara berkala dengan menaikkan suhu evaporator (koil pendingin) di atas titik leleh dan mempertahankannya beberapa saat agar seluruh es mencair sempurna, serta memberikan kesempatan mengalir keluar ruangan.

Dilatarbelakangi permasalahan diatas dan pentingnya mesin pendingin onboard untuk menyimpan bahan makanan agar tidak cepat rusak. 3. Pembusukan, penulis mengambil judul “ANALISIS PENYEBAB BUNGA ES PADA PIPA PIPA EVAPORATOR MESIN PENDINGIN MAKANAN DI KAPAL. , peralatan sesuai dengan kegunaannya.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, agar penulisan karya ilmiah terapan ini tidak menyimpang dan memudahkan dalam mencari solusi permasalahan, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut berdasarkan uraian di atas. Saat membahas masalah, akan dianalisis apa penyebab kegagalan fungsi tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya. Akan dianalisis juga cara perawatan evaporator chiller sesuai dengan buku manual.

BAB II

Review Penelitian Sebelumnya

Landasan Teori

  • Pengertian Mesin Pendingin
  • Prinsip Kerja Mesin Pendingin
  • Kontruksi Dan Jenis Ruang Pendingin
  • Suhu Penguapan (Refrigeneration Temperature)

Hukum fisika ini dijalankan dengan baik oleh komponen yang disebut 'EVAPORATOR' dalam sistem pendingin. Handoko K menjelaskan, pencairan es otomatis secara otomatis mencairkan es di evaporator menggunakan komponen lain. Setelah pencairan es di evaporator selesai, evaporator akan mendingin kembali secara otomatis.

Tujuan mematikan kompresor sudah jelas, sehingga pada saat mencairkan evaporator dengan pemanas listrik, evaporator tidak perlu didinginkan lagi. Gas panas dari kompresor melewati saluran gas panas melalui saluran gas panas langsung ke evaporator, memanaskan dan mencairkan es di evaporator dan kemudian melalui saluran hisap kembali ke kompresor. Solenoid valve untuk mengatur arah aliran gas panas dari kompresor ke kondensor dan pipa kapiler pada pendinginan atau dari kompresor ke evaporator melalui saluran gas panas pada pencairan es di evaporator.

Saluran gas panas untuk mengalirkan gas panas dari solenoid valve menuju evaporator pada saat es mencair di dalam evaporator. Pada saat es mencair di dalam evaporator gas panas, kompresor harus terus bekerja untuk mengompresi gas dari gas bersuhu rendah dan bertekanan rendah ke gas bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi. Refrigeran adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair atau sebaliknya.

Kita perlu melakukan pendinginan pada beberapa tingkat suhu yang berbeda, sehingga dapat dikatakan bahwa cairan pendingin tersebut cocok dan cocok untuk satu tujuan saja. Agar dapat menjalankan fungsinya, bahan pendingin harus mempunyai ciri-ciri (sifat) tertentu, antara lain: tidak mudah terbakar, tidak beracun, tidak korosif, struktur kimia stabil (tidak mudah terurai), titik didih lebih rendah dari suhu evaporator, mempunyai panas laten, uap besar, mempunyai tekanan kondensasi rendah dan mempunyai tekanan penguapan lebih tinggi dari 1 atmosfer. Menurut jurnal penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Heroe P (2015:2), kompresor merupakan jantung dari sistem kompresi uap karena kompresor merupakan pompa zat pendingin ke seluruh sistem.

Pada sistem refrigerasi, kompresor bekerja untuk menciptakan perbedaan tekanan sehingga refrigeran dapat mengalir dari satu bagian ke bagian lain dalam sistem. Karena terdapat perbedaan tekanan antara sisi bertekanan tinggi dan sisi bertekanan rendah, maka refrigeran dapat mengalir melalui regulator refrigeran menuju evaporator. Untuk menentukan suhu yang harus dicapai oleh evaporator antara lain ditentukan oleh beberapa rendahnya suhu evaporasi yang ada di dalam evaporator.

Evaporator menyuplai panas ke cairan pendingin sebagai panas laten penguapan sehingga cairan pendingin menguap. Menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lutfi Jauhari (Widyaswara BPPP Tegal), akumulator berfungsi untuk menyimpan sementara refrigeran cair yang belum berubah menjadi uap di dalam evaporator.

Gambar 1.1 Siklus Refrigerasi
Gambar 1.1 Siklus Refrigerasi

Kerangka Penelitian

Sebelum masuk ke kompresor, cairan refrigeran dan uap dipisahkan di dalam akumulator, sehingga kompresor tidak menyedot cairan refrigeran yang dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor. Pada mesin refrigerasi sistem evaporator basah, akumulator berperan sebagai komponen utama dan dipasang setelah katup ekspansi, namun pada evaporator sistem kering, akumulator merupakan komponen pembantu dan dipasang di antara evaporator dan kompresor.

BAB III

Jenis Penelitian

Berikut langkah-langkah penelitian deskriptif: Mengawali permasalahan, menentukan jenis informasi yang dibutuhkan, menentukan tata cara pengumpulan data melalui pengamatan atau pengamatan, mengolah informasi atau data, dan menarik kesimpulan penelitian.

Lokasi Penelitian

SPOB. WIJAYA KUSUMA 2 /SAMARINDA

Jenis dan Sumber Data

  • Jenis data
  • Sumber data

Jenis dan sumber data yang diangkat dalam kompilasi ini didasarkan pada data, fakta dan informasi yang dilakukan selama melakukan praktik penyaringan. Dari seluruh data, fakta dan informasi itulah yang kemudian dijadikan bahan acuan dalam penyusunan Karya Ilmiah Terapan ini. Sumber data sekunder ini mungkin merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain atau dari orang lain (Sugiyono.

Data-data tersebut digunakan untuk menunjang informasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara maupun observasi lapangan langsung. Dalam studi literatur, penulis membaca literatur yang dapat menunjang penelitian, yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.

Teknik Pengambilan Data

  • Wawancara
  • Observasi
  • Dokumentasi

Teknik Analisis Data

Gambar

Tabel 1.1 Review Penelitian Sebelumnya
Gambar 1.1 Siklus Refrigerasi
Gambar 2.1 Defrosting Evaporator
Gambar 2.2 Komponen Mesin Pendingin dan Arah Aliran Cairan Refrigerant

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris, Ukuran Perusahaan (Size), Leverage (Der) Dan Profitabilitas (Roa) Terhadap Tindakan Penghindaran Pajak

Tabel 5 Perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan P1 Kota Sukabumi Tahun 2010-2014 Tahun Indeks kedalaman Masyarakat Miskin % 2010 1,51 2011 1,19 2012 0,97 2013 1,17