• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis perbandingan kinerja keuangan pada - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis perbandingan kinerja keuangan pada - IBS Repository"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sementara itu, aktivitas merger dan akuisisi di Indonesia mulai marak seiring dengan kemajuan pasar modal Indonesia. Selain itu, melakukan merger dan akuisisi memungkinkan Anda untuk meningkatkan kinerja keuangan dan efektivitas perusahaan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam kombinasi bisnis. Selanjutnya Faranita Fitriasari (2016) melakukan analisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada bidang manajemen entrenchment.

Hasil penelitian menyebutkan NPM, ROA, ROI, ROE, EPS, TATO, CR dan DR setelah merger dan akuisisi berpengaruh terhadap manajemen lindung nilai. Fairuz Angger Wibowo (2012), meneliti analisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger (studi kasus pada PT Bank Woori Saudara Tbk)”.

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Perumusan Masalah

Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui apakah Return on Assets (ROA) pada PT Bank Woori Saudara Tbk berbeda antara sebelum dan sesudah merger. Untuk mengetahui apakah rasio utang (DR) pada PT Bank Woori Saudara Tbk berbeda antara sebelum dan sesudah merger. Untuk mengetahui perbedaan Total Asset Turnover (TATO) pada PT Bank Woori Saudara Tbk antara sebelum dan sesudah merger.

Untuk mengetahui perbedaan Current Ratio (CR) PT Bank Woori Saudara Tbk antara sebelum dan sesudah merger. Untuk mengetahui apakah penghasilan per saham (EPS) PT Bank Woori Saudara Tbk berbeda sebelum dan sesudah merger. Untuk mengetahui apakah tingkat kinerja keuangan PT Bank Woori Saudara Tbk berbeda sebelum dan sesudah merger.

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Perbankan…
  • Merger dan Akuisisi
  • Klasifikasi Merger dan Akuisisi
  • Motiff Merger dan Akuisisi
  • Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi
  • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasila Merger dan
  • Kinerja Keuangan

Penelitian Terdahulu

Kerangka Pemikiran

Hipotesis

METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah perusahaan yang sudah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di bidang perbankan yaitu PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk dengan laporan keuangan berupa neraca, laporan laba rugi. Laporan Kewajiban Modal Minimum, Laporan Kualitas Aktiva Produktif. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah triwulanan yang terbagi menjadi tiga periode sebelum merger (tahun) dan tiga periode setelah merger (2015-2017).

Desain Penelitian

Metode Pengambilan Sampel

Oleh karena itu, rata-rata nilai return on asset (ROA) 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger mengalami sedikit peningkatan. Oleh karena itu, nilai rata-rata rasio utang (DR) 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger mengalami sedikit penurunan. Oleh karena itu, nilai rata-rata Total Asset Turnover (TATO) 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger mengalami sedikit penurunan.

Oleh karena itu, nilai rata-rata Current Ratio (CR) 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger mengalami sedikit peningkatan. Dengan demikian, nilai rata-rata laba per saham (EPS) meningkat 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger. Oleh karena itu, rata-rata nilai return on asset (ROA) 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger mengalami sedikit penurunan.

Jadi, rata-rata nilai debt ratio (DR) 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger mengalami penurunan. Jadi, rata-rata nilai total aset turnover (TATO) 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger mengalami sedikit penurunan. Jadi, nilai rata-rata Current Ratio (CR) 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger mengalami sedikit peningkatan.

Jadi rata-rata pendapatan per nilai saham (EPS) 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger mengalami sedikit peningkatan. Sehingga nilai rata-rata Return On Assets (ROA) 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah Penggabungan mengalami sedikit penurunan. Jadi rata-rata nilai Debt Ratio (DR) 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah Penggabungan mengalami sedikit penurunan.

Jadi, rata-rata nilai total aset turnover (TATO) 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah merger mengalami sedikit penurunan. Jadi, nilai rata-rata Current Ratio (CR) 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah merger mengalami sedikit peningkatan. Jadi rata-rata nilai earnings per share (EPS) 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah merger mengalami peningkatan.

Tabel  4.4  menunjukkan  bahwa  Uji  Normalitas  Kolmogorov-Smirnov  Test  untuk 1 Tahun sebelum dan 1 tahun sesudah merger adalah :
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test untuk 1 Tahun sebelum dan 1 tahun sesudah merger adalah :

Definisi Operasional Variabel

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

  • Analisa Statistik Deskriptif
  • Uji Normalitas

Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji statistik melalui pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 21. Pada dasarnya statistik deskriptif dalam penelitian adalah proses mentransformasikan data penelitian ke dalam bentuk tabel agar mudah dipahami dan diinterpretasikan. Statistik deskriptif memberikan gambaran data dalam bentuk rata-rata (mean value), standar deviasi, nilai maksimum dan minimum (Finansia, 2016).

Teknik Pengujian Hipotesis

  • Paired Sample T-Test
  • Wilcoxon Signed Rank Test

Menurut Ghozali dalam Finansia (2006), uji peringkat bertanda Wilcoxon digunakan untuk mengevaluasi perlakuan tertentu dalam dua pengamatan, sebelum dan sesudah suatu perlakuan tertentu. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi (α=0,05) jika probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada masing-masing rasio keuangan sebelum dan sesudah merger.

Uji Multivariate Analysis of Variance (Manova)

Berdasarkan tabel 4.1 di atas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif periode 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger. Pada periode 1 tahun pasca merger, nilai minimum sebesar 0,02, nilai maksimum sebesar 0,08, dan nilai rata-rata sebesar 0,0495. Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif periode 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger.

Berdasarkan Tabel 4.3 diatas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif untuk periode 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah Penggabungan. Pada periode 3 tahun pasca merger, nilai minimum sebesar 0,01, nilai maksimum sebesar 0,02, dan nilai mean sebesar 0,0109. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Return On Asset (ROA) 1 tahun setelah Penggabungan.

Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada laba per rasio saham (EPS) 1 tahun setelah merger. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Return On Asset (ROA) 2 tahun setelah merger. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Debt Ratio (DR) 2 tahun setelah merger.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Total Asset Turnover (TATO) 2 tahun setelah Penggabungan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Current Ratio (CR) 2 tahun setelah Penggabungan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Debt Ratio (DR) 3 tahun setelah merger.

Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan pada total aset turnover rasio (TATO) pada 3 tahun pasca merger. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada Current Ratio (CR) 3 tahun setelah merger. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan pada rasio laba per saham (EPS) dalam 3 tahun setelah merger.

Implikasi Manajerial

Dengan demikian, secara umum menunjukkan bahwa merger yang telah selesai belum mampu meningkatkan kinerja perusahaan hingga 3 tahun setelah merger. Di bawah ini adalah hasil implikasi manajerial penelitian ini terhadap perubahan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada periode 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger, 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah merger, serta pada 3 tahun sebelum dan 3 tahun setelah merger.

Namun pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan pengujian seluruh rasio keuangan (ROA, DR, TATO, CR, EPS) secara simultan maupun agregat antara sebelum dan sesudah merger. Tidak adanya perbedaan yang signifikan pada seluruh rasio keuangan (ROA, DR, TATO, CR, EPS) antara sebelum dan sesudah merger, sehingga salah satu atau lebih tujuan atau motif merger tidak tercapai. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa hampir seluruh rasio yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah merger.

Baik 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudahnya, 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudahnya serta 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah merger. Diuji secara simultan dengan metode Multivariate Analysis of Variance (MANOVA), tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah merger. Pada penelitian ini kami hanya menggunakan jangka waktu 3 tahun sehingga belum terlihat keuntungan dari merger, sedangkan jika menggunakan jangka waktu lebih dari 3 tahun maka kami dapat melihat dengan jelas perbedaan sebelum dan sesudah merger secara lebih detail. . untuk melihat. .

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi Pada Hedge Management (Studi Pada Perusahaan Yang Melakukan Merger Dan Akuisisi Yang Terdaftar Di BEI Periode. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi (Dalam Akuisisi Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia) Saham) Periode Bursa Analisis Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan Perusahaan Akuisisi Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2009.

Analisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi (Studi pada perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi, periode 2004-2010).

KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN

Kesimpulan

Pengujian yang dilakukan secara simultan terhadap seluruh rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Untuk variabel return on assets (ROA) yang diuji dengan metode uji T-test berpasangan pada kelompok 1 (satu) dan kelompok 2 (dua) terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada kelompok 3 (tiga) ) perbedaan. tidak ada perbedaan. Tidak terdapat perbedaan pada variabel Debt Ratio (DR) kelompok 1 (satu) antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan terdapat perbedaan pada kelompok 2 (dua) dan kelompok 3 (tiga).

Pada variabel Total Asset Turnover (TATO) pada Grup 1 (Satu) tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Grup 2 (Dua) dan Grup 3 (Tiga) terdapat perbedaan. Pada variabel Current Ratio (CR) Kelompok 1 (Satu) tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah penggabungan, sedangkan pada Kelompok 2 (Dua) dan Kelompok 3 (Tiga) terdapat perbedaan. Pada variabel Earning Per Share (EPS) Grup 1 (Satu) dan Grup 3 (Tiga) terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Grup 2 (Dua) tidak terdapat perbedaan.

Pada variabel Return On Assets (ROA), Debt Ratio (DR), Total Asset Turnover (TATO), Current Ratio (CR) dan Earning Per Share (EPS). Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan merger yang dilakukan PT Bank Woori Saudara Tbk belum mampu meningkatkan kinerja perusahaan selama 3 tahun pasca merger.

Keterbatasan Penelitian

Kedua, penelitian ini hanya menganalisis kinerja berdasarkan rasio-rasio keuangan yang hanya aspek ekonomi saja, sedangkan banyak faktor non-ekonomi yang tidak bisa dimasukkan dalam ukuran kuantitatif, seperti teknologi, sumber daya manusia, budaya perusahaan dan lain sebagainya.

Saran

Peneliti lain sebaiknya mengukur kinerja keuangan dengan variabel rasio keuangan lain atau bahkan menambahkan variabel rasio keuangan agar dapat melihat kinerja perusahaan yang diamati dalam pelaksanaan merger dan dapat menggunakan metode lain untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian. Kemudian, penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan pengamatan dalam jangka waktu yang lebih lama dan memasukkan aspek non-ekonomi juga, agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kinerja perusahaan. Statistik merupakan batas atas pada F, yang memberikan batas bawah pada tingkat signifikansi.

Referensi

Dokumen terkait